Hello Precious! (Chapter 5)

FF EXO|[HELLO PRECIOUS!]|#5 The Way You Look at Me

Title : Hello Precious!

Subtitle : The Way You Look at Me

Author : @bbymomoo

Genre : Romace, Drama, Fluff, Sad

Rating : T-PG17+

Length : Chaptered

Main Cast :

  • Ahreum (T-ara),
  • Kai (Exo-k),
  • Suho (Exo-k),
  • Krystal (f(x)),

Support Cast :

  • Other Exo-k member
  • Son Naeun, Woohyun as Ahreum’s bestfriend
  • Sehun as Krystal’s cousin
  • Shindong as Ahreum’s Appa
  • Kangin as Kai’s Appa
  • Sayumi as Kai’s Umma
  • Jung Yunho

WARNING: Typo(s)

A/N : Happy Reading!

 Hello Precious! - 5

                Woohyun menghampiri tempat dimana Naeun dan Ahreum berada. Suasana menjadi sedikit sepi karena banyak murid kelas 11 yang memilih untuk beristirahat.

                “Ini.” Woohyun menyodorkan segulung kertas kepada Kai dan D.O. Kemudian ia memperlihatkan sebuah papan dengan deretan huruf kecil-kecil berisikan nama kelompok.

                Do Kyungsoo, Jung Soojung, Bae Suzy, Choi Minho, Oh Sehun, Son Naeun. 19

                Kim Jongin, Park Sunyoung, Kim Jonghyun, Jung Daehyun, Lee Ahreum, Kang Jiyoung. 36

“Eh? Kenapa aku sekelompok dengan namja menyebalkan ini?”batin Ahreum. Matanya melirik ke arah Kai yang masih memandangi deretan huruf itu.

 

4th

==========

HELLO PRECIOUS!

========

I wanna be your favorite hello…

…and your hardest goodbye

.

.

 

                “Aaaa!! Kai-ya! Kenapa kita tidak satu kelompok? Wae??”rengek Krystal. Ia menghentakkan kakinya ke pasir yang ia injak. Suzy menepuk bahu temannya.

“Masih ada aku, Krys..”ujar Suzy. Sebenarnya gadis itu sangat senang karena ada Sehun disana.

“Baiklah, cepat bersiaplah dengan kelompokmu.”

Sepeninggal Woohyun, Kai langsung menarik tangan Ahreum untuk berkumpul dengan anggota yang lain. D.O malah sudah menggiring kelompoknya menuju area masuk hutan itu.

“Luna kau berjalan bersama Jonghyun di depan, aku tahu Jonghyun pandai bermain dengan kompas kan? Lalu Jongdae dan Jiyoung berada di tengah untuk mengamati peta. Aku dan Ahreum akan berjaga di belakang dan mencari tanda. Mengerti?”ujar Kai. Namanya yang ditulis di paling depan berarti ia adalah ketuanya.

Ahreum langsung membulatkan mata. Apa-apaan ini? Kenapa Kai malah mengajaknya untuk berpasangan di barisan belakang hah?

Kelompok Kai mulai memasuki hutan. Di depan sendiri Jonghyun berjalan bersama Luna dibelakangnya, Jongdae dan Jiyoung berjalan sejajar untuk mengamati peta sesekali. Sementara Kai dan Ahreum..

“Kyaa! Apa itu?”gumam Ahreum. Gadis itu memang sangat sensitive mengenai bagian kakinya. Apalagi ia hanya mengenakan sandal biasa. Ia menyesal tidak memakai sepatu tadi. Beberapa daun dan akar pohon—apalagi gelap hari—ia kira sebagai hewan berbahaya yang menyentuh kakinya. Tanpa sadar ia malah memeluk lengan Kai posesif. Kai hanya tersenyum gemas melihat tingkahnya.

“Kyyaa!!”

                Bruk

Terjatuh. Ahreum terjatuh karena ia merasa ada sesuatu melilit kakinya. Pegangan tangannya terlepas dari namja di sampingnya. Kai yang mendengar jeritan Ahreum langsung mengarahkan senternya ke gadis itu. Menyorotkan sinar lampu senternya ke arah kaki Ahreum. Ternyata akar pohon beringin tua melilit pergelangan kakinya.

“Apa? Ada apa?”Ahreum menutup matanya. Tak berani melihat kakinya.

“Hanya akar.”Kai berjongkok memungut akar itu dari kaki Ahreum. “Gwaenchana?”tanyanya sambil membantu Ahreum berdiri. Ahreum mengangguk. Nafasnya yang tadi memburu kembali normal.

“Eh? Mana yang lain?”Ahreum celingukan. Kai menepuk dahinya.

“Aku lupa bilang kalau kakimu tersangkut dan jatuh.”balas Kai. “Mungkin mereka terus berjalan lurus.”lanjutnya.

“Oke, ayo kita susul.”ujar Ahreum.

Kai dan Ahreum memilih untuk berjalan lurus. Satu-satunya senjata mereka hanyalah senter yang dibawa Kai. Kompas dan peta ada di Jonghyun dan Jongdae.

Tik Tik

“Ah? Gerimis..”ujar Ahreum.

Breesss

“Hujaaan!!”teriak Kai. Namja itu langsung menarik tangan Ahreum untuk berlindung. Setelah gerimis hujan deras tiba-tiba mengguyur hutan itu. Ya, walaupun tidak sederas diluar hutan karena disini banyak pohon. Kai tak tahu kemana kakinya melangkah. Yang ada di pikirannya hanya berteduh. Cukup lama ia mencoba menghindari hujan sampai akhirnya ia berhenti di bawah sebuah pohon oak besar. Daunnya yang sangat rindang tidak mudah membiarkan hujan malam itu menembusnya. Ia pikir bisa lebih lama berteduh disana.

“Korek api.”ujar Kai. Ahreum mendelik bingung. “Tsk, mana korek api yang tadi kau bawa, kan?”

“Ah, iya.”Ahreum yang baru ingat langsung memberikan korek api pada Kai.

Namja itu mengumpulkan beberapa ranting kering dan daun. Hujan semakin deras. Untungnya ia bisa membuat api dari itu semua.

“Bajumu basah.”ujar Ahreum.

“Kau juga.”balas Kai. “Sepertinya hujan ini akan cukup lama.”gumam Kai, namun Ahreum masih bisa mendengarnya.

Dua orang itu duduk berdampingan di salah satu akar pohon oak tadi.  Menyandarkan punggung pada batangnya yang kokoh. Pandangan mereka masih tertuju pada api kecil di depannya. Namun Kai menangkap Ahreum yang sepertinya kedinginan dengan bajunya yang basah. Walaupun gadis itu sudah memakai jaket. Tangan Kai bergerak menyentuh baju Ahreum.

“Ya!!”teriak gadis itu.

“Tsk, kau ini. Lepaskan bajumu, keringkan dulu. Kau kedinginan kan?”ujar Kai. Ahreum mengangguk ragu. Mau berbohong bagaimana? Jelas-jelas pemuda ini sudah mengetahuinya.

Namun gadis itu masih diam. Kai memutar bola matanya. Ia pun melepaskan jaketnya yang basah tadi. Mengeringkannya di samping api yang ia buat tadi. Ternyata ia masih memakai sebuah kaus lengan panjang di dalamnya. Tapa ragu ia melepas kaus itu.

“Kyaaa!!”Ahreum menjerit melihat Kai yang sekarang topless. “Kau apa-apaan sih?”tanya Ahreum. Ia menutup wajahnya dengan tangan.

“Sudah pakai saja ini dulu, lepaskan bajumu biar aku keringkan.”ujar Kai sambil menyodorkan kausnya. Ahreum mengambilnya—sedikit ragu.

“Cepat berbalik! Dan jangan mengintip!”ujarnya. Ia lalu membelakangi Kai, begitupula pemuda itu. melakukan apa yang dikatakan Ahreum. Sama-sama membelakangi.

Ahreum melepas jaketnya. Perlahan ia melepaskan satu-persatu kancing kemejanya. Walaupun masih ragu, tapi apa boleh buat. Kemeja dan jaketnya benar-benar basah. Kai menggigit bibir bawahnya gelisah. Tidak tahan. Bagaimanapun ia seorang namja normal. Bodoh! Rutuknya dalam hati. Harusnya aku biarkan saja ia kedinginan seperti tadi, batinnya. Pelan-pelan ia pun menolehkan kepalanya—mengintip Ahreum. Napasnya tercekat mendapati gadis itu tengah memakai kausnya. Punggungnya yang indah terekspose begitu saja di depan mata Kai.

Buru-buru ia membalikkan badan lagi. Mengedarkan pandangannya kemana saja—berpura-pura tidak melihat hal tadi. Aduh otak mesumku, batinnya. Ahreum terlihat lucu dengan baju Kai yang kebesaran di tubuhnya. Tangannya terggelam karena lengan kaus Kai yang panjang. Kai terkekeh melihat itu.

“Sudah, ini.” Ahreum menyodorkan jaket dan kemejanya yang basah. Kai pun mengeringkannya sama seperti ia mengeringkan jaketnya.

Ahreum menatapnya iba. Bagaimanapun terselip rasa sugkan di benak Ahreum, tapi mau bagaimana lagi? Memang dari awal pemuda itu yang berniat meminjamkan kausnya, benar kan? Kai memeluk lengannya sendiri. Ahreum jadi sedikit khawatir.

“Kai—kau kedinginan? Pakai saja lagi kaus mu aku tak apa jika—”

“Sudahlah, aku baik-baik saja. Aku kan namja, sudah seharusnya mengalah pada yeoja.”potongnya. Tangannya terulur memegang ranting dan membarakan api yang sudah dibuatnya.

Entah mengama mendengar hal itu sebuah senyuman tersungging di bibir Ahreum.

.

Hello Precious!

.

                “Ya! Kemana Kai dan Ahreum?”teriak Luna panik. Pasalnya dari tadi ia dan Jonghyun hanya fokus mencari arah dan sesekali bercakap dengan Jongdae-Jiyoung tentang peta. Sekarang mereka sudah ada di salah satu pos—tempat para murid kelas 11 dan anggota Scout berjaga. Mereka belum sepenuhnya keluar dari hutan. Masih ada hutan mangrove yang harus mereka lewati.

“Kami tidak tahu, sungguh!”jelas Jongdae membela diri. Jiyoung mengangguk membenarkan itu.

“Siapa yang hilang?”tanya Kris. Pemuda itu berjaga disana. Tak sengaja ia melihat dan mendengar perdebatan itu.

“Kim Jongin kelas A!”ujar Luna.

“dan Lee Ahreum kelas D.”tambah Jiyoung.

“Lunaaaa!!”teriakan Krystal menggema. Memecah keheningan hutan yang sedang hujan itu. “Mana Kai-ku?”tanya Krystal yang mengklaim bahwa pemuda berkulit cokelat itu adalah miliknya. Luna diam membuat Krystal mengerutkan dahi.

“Dia hilang kami masih akan mencarinya.”jelas Jonghyun. Pemuda itu melihat Luna kesulitan menjawab pertanyaan yang dilontarkan Krystal.

“Mwoya??”kagetnya. Ia langsung mencengkeram bahu Luna. “Bersama siapa dia sekarang??”tanyanya geram.

Krystal sudah cukup esal tidak sekelompok dengan Kai tadi. Ia juga yang menyuruh D.O—dan teman sekelompoknya berjalan lebih cepat agar dapat sampai di pos dan bertemu dengan Kai. Lau sekarang dia malah mendengar Kai menghilang.

“D-dia bersama Lee Ahreum..”balas Luna. Seketika pegangan Krystal mengendur. Matanya berkilat marah. Ahreum? Pembantu itu bersama Kai-nya sekarang?

“Aku akan mencarinya sekarang juga!”ujarnya. Ia hampir mengambil langkah namun segera ditahan oleh Kris.

“Jangan mengambil resiko, hujan ini akan lama.”ujarnya. “Mungkin mereka tersesat. Setelah hujan reda, baru kita mencarinya.”lanjut Kris. Ia menginformasikan berita itu pada seluruh anggota Scout dan murid kelas 11 lain yang ada di pos. Ada Suho disana.

“Kudengar Ahreum dan Kai tersesat.”ujar Jiyoung memberitahu Naeun yang tengah duduk beristirahat di pos itu bersama Sehun dan D.O.

“Ahreum dan Kai??” keget ketiganya bersamaan.

“Ahreum? Bagaimana ini? Bagaimana bisa dia dan Kai..”Naeun mulai meracau tidak jelas. D.O langsung menepuk pundaknya.

“Tenanglah, selama bersama Kai sahabatmu tak akan apa-apa.”ujar D.O yang menimbulkan tanda tanya baru pada Naeun. Begitu juga Sehun yang memilih untuk diam.

.

Hello Precious!

.

Pluk

Ahreum kaget mendapati kepala Kai terjatuh di bahu kirinya. Ia menoleh dan mendapati wajah pulas pemuda itu. Tertidur. Kalau dilihat-lihat pemuda itu tampan tapi.. menyebalkan. Tapi dia juga baik. Baik sekali sampai rela meminjamkan kausnya.

“Manis sekali saat tidur begini..”lirihnya.

Cukup lama ia bertahan dengan posisi itu. Ia tak tega untuk membangunkan Kai—mengusik tidurnya. Ia pun memilih untuk merubah posisi Kai agar tidak bersandar lagi di bahunya. Setelah itu, Ahreum pun kembali melihat hujan dan api di depannya, memperhatikan bajunya yang dikeringkan.

“Sudah kering.”ujarnya senang. Karena Kai tidur ia pun berani mengganti bajunya lagi.

Hujan sudah hampir reda sepertinya. Ia memeriksa bajunya dan baju Kai. Api yang Kai buat tadi masih menyala. Ia pun memberanikan diri membangunkan pemuda itu.

“Kai-ssi, Kai-ssi..”ujarnya.

“Ehmm..”pemuda itu mulai mendapatkan kesadarannya kembali. “Ah, maaf. Aku ketiduran ya?”ia menggaruk leher belakangnya. Ahreum mengangguk.

“Bajumu sudah kering sepertinya.”ujar gadis itu. Ia menyodorkan kaus dan jaket milik Kai. Pemuda itu baru sadar kalau Ahreum sudah berganti baju—memakai baju miliknya kambali. Namun ia malah memberikan jaket baseballnya pada Ahreum lagi. Ahreum menatapnya dnegan tatapan penuh tanya.

“Celanamu itu pendek, pakailah jaketku untuk menutupinya. Pasti dingin, kan?”jelas Kai seolah menjawab pandangan Ahreum.

“Terimakasih ya.”ujarnya.

“Hmm, iya.”balas Kai yang kini sudah rapi dengan bajunya.

“Ayo kita mencari pos nya.”ajak Ahreum.

“Aku juga ingin begitu, tapi kau tahu sendiri kan kita buta arah saat ini.”balas Kai.

“Lalu?”

“Aku akan kembali tidur lagi.” Pemuda itu malah menguap dan mencari posisi yang pas untuk tidur. “Kepalaku terasa pusing.. kenapa ya?”lirihnya.

“Ya!!”teriak Ahreum. Ia tak habis pikir bagaimana pikiran namja itu. Bisa-bisanya tertidur pulas di tengah hutan seperti ini.

                Kukkukkuuku

Suara burung hantu terdengar jelas di telinga Ahreum. Gadis itu berjingkat sedikit—mengusap tengkuknya pelan. Lalu ia duduk lebih dekat dengan pemuda itu. Bulu kuduknya berdiri. Takut. Ahreum mengguncang-guncangkan tubuh Kai. Namun tidak ada reaksi.

“Mwoya?”kagetnya sekaligus bingung. “Kai! Kai! Bagunlah!”ucapnya lagi.

Ia mulai merasa ada keanehan disini. Tangannya bergerak menyentuh dahi Kai. Panas. Jangan-jangan dia pingsan karena demam? Karena aku? Batinnya.

“Bagaimana ini? Pasti dia kedinginan saat tidak memakai kausnya tadi.”gumam Ahreum sambil memeriksa panas di leher Kai juga. Ia pun menyelimutkan jaket di pangkuannya kepada Kai. Kemudian merogoh saku celananya—mencari sesuatu. Nihil. Benda yang ia cari tidak ia temukan.

“Bodoh! Pasti tertinggal di kamar tadi.”ujarnya sambil mengingat-ingat dimana ia menaruh ponselnya tadi. Bukan ponsel yang sepenuhnya miliknya sih sebenarnya. Gadis itu menepuk dahinya pelan. Ahreum menoleh ke arah Kai. Ya, pasti pemuda itu membawanya. Mana mungkin pangeran ‘Most wanted’ SMA Hanlim tidak membawa ponsel. Ia bersmirk sebentar lalu perlahan ia mulai memeriksa saku jaket dan celana Kai.

“Kau juga bodoh Kim Jongin!!!”geramnya yang juga tidak menemukan benda bernama ponsel itu di saku jaket dan celana Kai. “Benar-benar akan bermalam di sini..”lanjutnya pelan sambil mengehela napas panjang.

Ia pun memilih duduk di samping Kai. Memposisikan untuk ikut tidur di sana. Perlahan kepalanya terjatuh di bahu seorang Kim Jongin. Perlahan-lahan juga api yang tadi sempat dibuat oleh Kai ikut padam membuat malam itu semakin kelam.

.

Hello Precious!

.

                “Heungh..”

Lenguhan kecil terdengar dari mulut Ahreum. Ia menggeliat lalu mengucek matanya. Membukanya perlahan dan menyesuaikan cahaya yang ada. Matanya membulat menyadari ia sudah berada di suatu ruangan. Ini bukan di hutan, pikirnya.

“Ahreum?”panggil sesorang.

Ia mendekati ke tempat Ahreum berbaring. Ahreum lebih kaget lagi melihat siapa yang datang. Dan ia baru sadar kalau ini di kamarnya—tempatnya menginap selama di Jeju. Dan ini kasur yang digunakan oleh Naeun.

“Sunbae?”tanyanya kaget. Seolah bertanya sedang apa pemuda itu di sini.

“Kau sudah bangun ya?”seolah mengabaikan pertanyaan Ahreum, Suho malah duduk di pinggir tempat tidur gadis itu dan memberikan Ahreum segelas air. “Minumlah, kau mungkin dehidrasi.”

Ahreum menerimanya dan langsung menghabiskan air itu.

“Kai ada di mana? Apa dia baik-baik saja?”tanya Ahreum sambil mengembalikan gelas itu. Suho mengerutkan dahinya.

“Ahreuuuum!!!”

Tiba-tiba saja Naeun, Sehun dan D.O datang masuk ke kamar itu. Naeun yang lebih dulu masuk langsung memeluk Ahreum yang tengah duduk bersandar.

“Naeun lepaskan, aku tidak apa-apa sungguh.”ujarnya.

“Aku khawatir saat kelopokmu bilang kau menghilang.” Naeun mengerucutkan bibirnya.

“Bagaimana bisa aku ada di sini? Mana Kai?”tanyanya lagi.

Naeun menjelaskan kalau sesudah hujan reda tadi, mereka mencarinya dan Kai. Hampir tengah malam barulah Ahreum dan Kai ditemukan di hutan.

“Lihatlah!”

Naeun menyodorkan kameranya. Terlihat jelas fotonya dan Kai yang sedang tidur. Apalagi ia menyandarkan kepala di bahu namja itu. Entah mengapa wajahnya tiba-tiba memanas. D.O menjitak kepala Naeun pelan.

“Hiraukan saja gadis ini. Bisa-bisanya dia memfotomu dan Kai untuk dokumentasi.”ujar D.O. Naeun tersenyum tak berdosa.

“Ya, Kyungsoo-ya tapi lihatlah mereka berdua itu sangat manis,”komentar Naeun sambil tersenyum gak jelas. “Kau tahu, bagaimana Krystal hampir mengamuk ditengah hutan tadi, hahaha.” Tawa Naeun terdengar sendiri di ruangan itu.

“Aku tanya mana Kai sekarang?”Ahreum bertanya sambil mengedarkan tatapannya bergantian pada Suho, Naeun, D.O dan Sehun.

“Dia ada di UKS..”jawab Sehun.

“Aku akan kesana.”

Ahreum menyibakkan selimutnya. Lalu berjalan gontai ke gedung kesehatan atau UKS yang dimaksud oleh Sehun tadi. Ia benar-benar khawatir tentang keadaan pemuda itu. Jam di atas pintu keluar gedung tempat kamar murid perempuan menunjukkan pukul 5 pagi masih sangat pagi.

                Kriet

Ia membuka pintu dimana Kai berada. Setelah ia meminta ijin pada petugas kesehatan agar bisa menemui pemuda itu. Kai. Ia masih terlelap di atas ranjang tempat kesehatan itu. Di nakas samping tempat tidurnya ada baskom, mungkin bekas mengompres dahinya tadi. Pikir Ahreum.

Gadis itu duduk di kursi yang ada di samping ranjang. Memandang wajah Kai yang pucat dengan penuh rasa bersalah.

“Gara-gara aku kau jadi seperti ini ya?”ujarnya pelan.

Entah kenapa melihat wajah Kai saat tidur kini membuatnya senang. Deru napas Kai yang teratur, rambut depan pemuda itu yang sedikit basah karena peluh dan wajahnya yang lebih terlihat manis saat mata kelamnya terpejam.

“Hmm..”

Kai membuka matanya perlahan. Pemuda itu cukup kaget melihat Ahreum ada di sampingnya. Wajah Ahreum yang masih lelah langsung berubah menjadi antusias.

“Ah, selamat pagi! Kau sudah bangun? Apa ada yang perlu aku bantu? Kau butuh apa, katakan saja..”oceh Ahreum.

“Berisik.”balas Kai.

Ahreum mengerucutkan bibirnya. Kesal. Ternyata bagaimanapun juga pemuda itu masih tetap menyebalkan. Pemuda apel yang menyebalkan, sangat.

“Hatchi!” Kai menggosokkan tangan di hidungnya setelah bersin. Ahreum jadi semakin merasa bersalah.

“Maaf. Aku hanya ingin mengatakan terimakasih.”jujur Ahreum. Kai tersenyum. Ia bangun dan memilih duduk bersandar. Ahreum menunduk.

“Hatchi!” bersinnya lagi.

“Kai.. Aku juga meminta maaf karena aku kau jadi sakit seperti ini..”lanjut Ahreum.

“Sudahlah aku tidak apa-apa, hanya demam dan flu.”jelasnya.

Kai mengulurkan tangannya untuk mengelus rambut Ahreum. Gadis itu terlihat lebih manis saat meminta maaf seperti itu. Entah kenapa suasanya menjadi sedikit canggung seperti ini. Apalagi matahari sudah hampir terbit. Cahayanya berhasil menembus kaca jendela ruangan itu dan korden putih disana.

“Tidak apa-apa jika aku sakit asalkan kau tak apa-apa,”Kai meracau pelan sambil memejamkan matanya. Wajahnya yang pucat semakin terlihat. Sebaliknya Ahreum malah kaget mendengar hal itu.

“A-apa?”tanya Ahreum terbata. Kai membuka matanya dan mendapati Ahreum juga menatapnya. Sayu.

Tangan pemuda itu berpindah menarik tengkuk Ahreum untuk mendekat dengan perlahan. Ia juga mendekatkan wajahnya pada gadis itu. Ahreum hanya diam saja. Mata itu. Orbs kelam itu lagi-lagi menghipnotisnya. Lalu ia melakukan hal yang sama dengan Kai—menutup mata dan sudah jelas apa yang terjadi berikutnya.

Pluk

Kepala pemuda itu jatuh—bersandar di bahunya. Ahreum langsung membulatkan mata—wajahnya memerah menahan malu. Bisa-bisanya ia berpikir Kai akan menciumnya. Seorag Kim Jongin hanyalah namja menyebalkan—tapi popular dan tidak akan pernah berpikir untuk mencium seorang Lee Ahreum.

Napas teratur milik Kai kembali terdengar. Ahreum semakin bingung dengan kelakuan pemuda ini.

“Ternyata dia masih sakit..”gumamnya. “Haaah.. Bahkan saat sakit seperti ini kau masih saja menyebalkan, tuan apel..”lanjutnya.

.

Hello Precious!

.

Malam final camp pun tiba. Acara itu diadakan di dekat bangunan tempat latihan musik yang biasanya digunakan untuk berlatih dua hari lalu. Panggung sudah terlihat rapi. Banyak sekali murid yang sudah bersiap sebagai pengiring disana. Ada yang membawa cello ataupun biola—seperti pertunjukan musik orchestra. Baekhyun berdiri di sana sebagai pemimpin. Padahal ia nanti juga akan tampil menyanyi.

Para pemain drama Rome&Julie versi Twilight alias bergenre vampire fantasy sudah bersiap di backstage. Begitu juga dengan Ahreum, Sehun dan Chanyeol. Malam itu Ahreum memilih menunggu di backstage. Ia mengenakan gaun selutut warna putih berlengan pendek, rambutnya hanya ia ikat setengahnya. Membuatnya semakin cantik.

Chanyeol dan Sehun mengenakan setelan tuxedo. Chanyeol berkemeja putih dengan jas hitam dan dasi kupu-kupu sementara Sehun sama seperti Ahreum. Warna putih.

“Kalian berdua terlihat seperti pasangan pengantin.”goda Chanyeol.

“Ya! Oppa!”teriak Ahreum.

“Aku benar kan? Baju kalian serasi sekali,”ujar pemuda itu sambil tertawa. Giginya yang rapi terlihat membuatnya semakin tampan. Sehun juga ikut tertawa bersama Chanyeol. Sejak kapan dua orang itu senang mentertawakan Ahreum?

“Berhentilah tertawa, aku gugup..”ujar Ahreum. Tangannya saling menggenggam. Kadang ia juga menggigit kuku-kuku jarin ya—pertanda ia benar-benar gugup.

“Sudahlah, lakukan seperti saat kita latihan Reum-a,”Chanyeol menepuk bahu gadis itu.

“Jangan terlalu gugup, bisa mempengaruhi suaramu nanti.”tambah Sehun. Ahreum mengangguk. Sebenarnya Sehun sendiri juga gugup malam itu. Ia tidak pernah memperlihatkan kemampuan memainkan pianonya di depan orang banyak seperti ini.

Hampir setengah jam Ahreum, Chanyeol dan Sehun berada di backstage. Menunggu gilirannya tampil setelah adegan part 5. Tatkala Sehun dan Chanyeol mengajaknya bergurau.

“Ya! Giliran kalian cepatlah bersiap.”Baekhyun tiba-tiba datang dan memberitahu dengan melongokkan kepalanya dari pintu backstage.

“Jangan gugup!” Chanyeol menyemangati Ahreum. Gadis itu mengangguk. Chanyeol percaya kalau semua orang akan terpesona dengan suara gadis ini.

Ahreum mulai naik ke atas panggung—mengekor di belakang Chanyeol yang sudah mengambil tempat untuk menggitar. Sehun langsung duduk di depan grand piano warna putih—sangat cocok dengan bajunya. Ahreum sendiri berdiri diantara dua orang pemuda itu. Di depan para pengiring musik yang memainkan cello dan biola.

Sehun pun mulai memainkan pianonya, diikuti Chanyeol dan pengiring musik. Ahreum memejamkan matanya mengangambil napas dan merasakan bahwa malam ini ia akan menyanyi untuk ibunya—dari hati. Untuk orang yang ia cintai, tapi.. siapa?

“..Heart beats fast colors and promises

                How to be brave how can I love when I’m afraid

                To fall..

But watching you stand alone

All of my doubt suddenly goes away some how

One step closer..”

Seketika suara hening. Semua murid sibuk memperhatikan panggung. Chanyeol tersenyum melihat itu. Dugaannya selama itu tidak salah. Suara Ahreum benar-benar terlalu indah untuk dilewatkan.

“..I have died every day waiting for you

                Darling don’t be afraid I’ve love you for a thousand years

                I love you for a thousand more..”

Naeun langsung mengabadikan momen ini dengan kameranya. Dua hari di sana membuatnya semakin dekat dekat dengan D.O. Namja itu berada di sampingnya saat ini. Tanpa ia tahu—ternyata D.O juga menyukai fotografi. Hanya saja D.O lebih suka gaya Lomokino, Polaroid dan yang bebrbau vintage. D.O tersenyum melihat Naeun yang tengah asyik mengabadikan momen ini.

Ia mengambil kamera Lomo poket digitalnya. Mulai mengambil gambar gadis dengan gaun warna soft pink itu.

                “..Time stand still beauty and all she is

                I will be brave I will not let anything take away

                What standing in front of me

                Every breath every hours has come to last

                One step closer..”

Krystal menggeram kesal melihat Ahreum dari kejauhan. Apalagi Kai tidak ikut acara malam ini. Pemuda itu memilih untuk beristirahat di kamarnya. Sendirian dan tidak ingin diganggu. Jemari lentiknya masih menggenggam gelas minuman. Ia menatap sekeliling. Bahkan dua temannya—entah bisa dibilang teman atau bukan—Luna dan Suzy tidak terlihat sama sekali.

“Aku harus memberi pembalasan pada mu, Lee Ahreum.”kemudian ia meneguk habis minumannya dan mulai berjalan melewati kolam. Mendekat ke arah panggung.

“.. And all along I believe I would find you

                Time has brought your heart to me

                I have love you for a thousand years

I love you for a thousand more..”

Tepuk tangan riuh terdengar begitu Ahreum selesai membawakan lagunya. Setelah memberi salam ia kembali turun dari panggung. Digantikan penampilan Baekhyun, D.O dan Suho yang membawakan lagu berjudul Angel.

Ahreum menemui Naeun yang berada tak jauh dari panggung. Chanyeol dan Sehun mengikuti gadis itu.

“Penampilanmu bagus, sungguh!”puji Naeun.

“Aku gugup!!”ujar Ahreum. Chanyeol lagi-lagi menepuk bahunya.

“Kau melakukannya dengan baik.”ujarnya. “Kau juga Hun-ah.”ujarnya pada Sehun. Pemuda itu tersenyum.

“Terimakasih hyung, kau juga.”balasnya.

Chanyeol memilih untuk membawa kamera milik Naeun dengan alasan ingin mengabadikan momen Baekhyun, D.O dan Suho yang tengah tampil. Naeun hanya mengiyakan karena kamera milik D.O ada di tangannya.

“Partner baru?”goda Ahreum melihat kamera Lomo D.O ada di tangan Naeun.

“Ti-tidak. Ah, aku mau ke sana dulu.”Naeun pun pergi menyusul Chanyeol meninggalkan Sehun dan Ahreum.

“Sepertinya Kai tidak datang malam ini ya?”Ahreum membuka pembicaraan.

“Dia bilang masih sakit, jadi dia beristirahat di kamarnya—begitu yang aku dengar.” Sehun menjelaskan.

Keduanya diam. Mata Ahreum melihat ke arah panggung. Awalnya hanya memperhatikan Baekhyun—kakak seniornya di klub musik tapi setelah itu ia memilih memperhatikan Suho. Sunbenim yang menabraknya waktu itu. Dia baik sekali, pikirnya. Tak lama setelah itu, adegan drama selanjutnya berlangsung lagi. D.O, Suho dan Baekhyun selesai menyanyikan lagu berjudul Angel tadi.

“Baek oppa! Jjang!”teriak Ahreum. Sehun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ahreum.

D.O dan Suho kembali ke tempatnya berdiri dengan Sehun. Naeun dan Chanyeol juga kembali. Mereka mengobrolkan banyak hal. Sampai akhrinya sang pengacau datang. Krystal.

“Kau!”tunjuknya pada Ahreum. “Ikut aku!”

Tanpa menunggu jawaban Ahreum, Krystal menyeret lengan gadis itu untuk mengikutinya. Sehun, D.O, Naeun saling berpandangan penuh tanya.

“Aku akan menyusulnya.”ujar Suho.

“Apa lagi yang akan dilakukan gadis itu pada Ahreum?”geram Naeun. Ia mengikuti Suho yang lebih dulu menyusul kemana Krystal membawa Ahreum.

“Nona Soojung, lepaskan..”Ahreum mencoba memberontak. Krystal semakin mengeratkan cengkramannya pada lengan Ahreum—menyeretnya paksa ke arah kolam renang disana.

“Jangan pernah kau dekati Kim Jongin!”ucapnya penuh amarah—terlihat jelas dari matanya. Ahreum takut-takut membalas tatapan itu. Saat ini ia harus tahu diri dengan siapa ia berhadapan. Kalau ia melawan, maka pekerjaan Ayahnya lah yang jadi taruhannya.

“Nona Soojung a-aku..”ucapnya terpotong.

“Sekali lagi kau berdekatan dengannya, aku akan melakukan lebih dari ini Lee Ahreum!”lanjutnya. Tatapannya begitu mengintimidasi Ahreum.

-ToBeContinued:)-

20 pemikiran pada “Hello Precious! (Chapter 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s