Like a Daydream

favim-com-13009

||Title : Like a Daydream ||Author : Scarlett Li ||

||Length : Drabble ||Rated : PG 13 ||Genre : Friendship, Brothership, AU, Angst ||

|| Main Cast : Kim Joonmyun, Byun Baekhyun ||

|| Support Cast : Catch them||

 

P.S : This ff already posted in my blog.

 “Jika hanya dengan menutup mata semuanya akan baik-baik saja, ia jelas akan melakukan hal itu. Bahkan untuk dalam waktu yang lama.”

∞    ∞

“Jika tidak, apa yang akan kau lakukan?”

Pria itu terdiam, lalu tersenyum. “Mati? Mungkin itu lebih baik.”

Ia meringis, lalu mendesah. “Itu bukan solusi. Tapi melarikan diri.”

“Setidaknya aku sudah berusaha untuk menghadapi semuanya.”

Hening. Tidak ada percakapan lagi. Hanya ada helaan napas mereka yang tidak terlalu kentara diikuti oleh hembusan angin malam yang begitu dingin. Dan diantara hembusan angin itu, beberapa benda terangkat dan perlahan mengikuti angin itu. Salah satu dari mereka merapatkan pakaian hangatnya. Dan salah satunya lagi memilih untuk diam.

“Sesuatu yang mengambang. Tidak ada kepastian. Dan itu adalah hal yang aku benci.”

Pria itu tersenyum. “Aku tahu.” katanya. “Jadi bagaimana kau mengatasinya?”

“Aku tidak tahu.” ia tersenyum pahit. “Semuanya terasa begitu mengambang. Terlalu tinggi untuk kucapai.”

“Makanya, rajin olahraga dan makan makanan sehat. Jadi kau akan setinggi sahabatku itu.”

Pria itu terkekeh. “Walaupun kau bercanda disaat tidak tepat, setidaknya kau membuatku sejenak tersenyum.” pria itu menghela napas. “gomawo, Baekhyun-a.”

“Jadi, hyung, bagaimana selanjutnya?” Baekhyun menatap pria itu penuh harap. “Kau tidak bisa membuat sesuatu keputusan yang mengambang.”

“Aku tahu, Baekhyun. Aku juga benci hal itu. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan saat ini. Dan aku hanya perlu waktu untuk memikirkan segalanya.”

Baekhyun tersenyum lemah. Pria itu secara tidak langsung mengatakan kalau ia lelah. Ia butuh istirahat, bukan tekanan. Walaupun Baekhyun tahu dari awal apa yang ia lakukan ini adalah salah, tetapi tidak ada cara lain.

Kali ini bukan tentang dirinya, Chanyeol, dan keributan yang biasanya mereka perbuat. Bukan pula kejahilan Jongin yang selalu mengganggu Kyungsoo. Atau saat sang maknae merajuk. Bukan, bukan itu semua.

Karena hal ini terlihat lebih penting dari semuanya.

“Maafkan aku, hyung. Aku terlalu mendesakmu.” Baekhyun menepuk bahu Joonmyun, dan tersenyum. “Kami semua menerima apa yang akan kaulakukan. Terserah kau mau melakukan bagaimana. Karena walaupun kita jauh, kita tetap satu bukan?”

Joonmyun menatap Baekhyun, tersenyum. “Ya, kau benar. Terima kasih karena telah mengerti.”

“Sama-sama.” Baekhyun berdiri, menepuk pantatnya dan menatap Joonmyun. “Hyung, kau boleh berpikir, tapi jangan terlalu keras. Aku tidak ingin leader kita sakit karena hal seperti ini.” Baekhyun menghela nafas. “Aku pergi dulu, hyung. Jaga dirimu.”

Sebelum Baekhyun benar-benar pergi, Baekhyun sempat berbalik dan tersenyum lebar lalu membuat love sign dengan tangannya. “Joonmyun hyung, saranghaeyo!”

Joonmyun tersenyum. “Aku juga mencintaimu.” gumamnya.

Dan sekarang, tinggal Joonmyun sendiri. Sepeninggal Baekhyun, Joonmyun terlihat lebih fokus untuk menatap matahari yang terbenam di ufuk barat itu. Sambil dalam hati menghitung mundur matahari yang tenggelam, ia juga mencoba untuk melupakan segala hal yang terjadi. Apapun yang terjadi padanya, dan semua dalam lingkup dirinya.

Jika hanya dengan menutup mata semuanya akan baik-baik saja, ia jelas akan melakukan hal itu. Bahkan untuk dalam waktu yang lama. Agar ia bisa melupakan apa yang terjadi padanya.

Karena semua itu terasa hanya mimpi baginya. Mimpi siang bolong yang hanya sebagai hiasan dari tidur yang nyenyak. Mimpi buruk yang beberapa saat kemudian ia akan melupakannya.

Setelah matahari tenggelam sempurna, Joonmyun membuka kedua matanya. Ia tersenyum. Satu hari telah berlalu. Dan segalanya yang terjadi telah berlalu. Joonmyun menghela nafas, lalu berdiri.

Sambil membawa tongkat itu, Joonmyun berjalan. Dengan tongkat itu sebagai penunjuk jalannya. Matanya yang lain.

Matanya, yang kini tidak bisa berfungsi dengan baik. Matanya yang seketika mendadak gelap.

Karena semuanya berjalan begitu saja.

∞    ∞

Halo. Masih ingatkah dengan saya? ._. saya penulis make you feel my love ^^ kembali dengan ff tidak bergenre romance. Malah brothership, tapi bukan yaoi. Hehe.

Q : Kapan Sekuel atau Side Story Make You Feel My Love di post?

A : Gaktau._. Karena masih bener-benar nyari feel dari Hwasung yang pengen move on. Hehe. Ditunggu aja ya. Pokoknya bakal di post kok. Dan sebenernya teasernya udah aku post di blogku. Tapi untuk ff full versionnya bakal aku post di exofanfiction.wp.com ^^

Segitu dulu ya sekarang. Terimakasih banget kalian udah baca, apalagi kalo komen^^b

18 pemikiran pada “Like a Daydream

  1. Hah kok abis? :O cepet bngt! Itu suho knp? Knp bisa buta? Kurang kentel brothershipnya mungkin blm di aduk author kali ya? ._.v ehehe tapi aku suka kok! 😀 sekuel dari ini ada ga? Kalo gaada aku tunggu FF lainnya :3

  2. Suho buta ? suho buta ? *anarkis. kak author bikin ide ceritanya keren banget ya… bahasanya juga bagus…
    Kapan ya aku bisa jadi author ? Hah aku hanya bisa berdoa.
    Keep writing kak author !!!
    fighting fighting fighting !!!! 🙂

  3. jadi leader itu susah memang, mungkin kira-kira ini kali ya yg lagi dirasakan ama uri leader kita? #plaks

    lanjut dong author-nim bikin yang “magnae version” nya juga, hahaha 😀 #apabangetini keep writing! (y)

  4. kurang panjang. awala cerita masih mikir apa yang mereka bicarakan. d akhir cerita baru ngeri deh klo suho nya buta. tapi tentang keputusan. keputusan apa? meninggalkan exo kah? berharap ada sequelnya. meskipun cuma 1000 word. gpp.

  5. Daebak thor, ksh 4 jmpol deh thor *2 jmpol pnjam punya sehuniiee
    ditunggu karya berikutnya thor
    hwaitin ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s