Anything’s Will be Alright (Chapter 2)

Tittle            : Anything’s will be alright chapter 2

Author        : Xiadeer18 (@irfaniaNS )

Main Cast   : Oh Sehun

Xi Luhan

Ji Hyun(OC)

Cast             : Member EXO,

Genre         : Frienship, Action, a little Comedy (maybe?)

Disclaimer   : cast milik agency dan orang tua mereka, OC dan cerita milik author. 100% murni dari otak author. Bila ada kemiripan jalan cerita itu hanya kebetulan saja. Maaf bila banyak salah  kata,typo(s) atau alur cerita yang aneh author meminta maaf sebesar-besarnya karena author masih belajar dalam dunia per FF-an. Author sangat membutuhkan komentar para readers 😀 *bow*

Happy reading ^^/

“Sehunnie, kenapa kau tampak tak menyukai Luhan? Apa karena dia tampak dekat dengan Ji Hyun? Kau cemburu?”tanya Xiumin serius.

“uhuuk..  cemburu?tentu saja tidak, aku hanya ingin Ji Hyun waspada saja terhadap orang baru” Sehun buru-buru meminum air mineralnya.

“sehunnie.. Aku baik-baik saja, aku yakin Luhan adalah orang baik. Dia adalah teman yang belum kau kenal. Sekarang cobalah kau bersikap baik padanya” Ji Hyun menggapai tangan Sehun dan Luhan dan menyatukannya. “aku Sehun, maaf atas sikap ku selama ini” ucap Ji Hyun sambil menggerakkan tangan Sehun,”aku Luhan, aku harap kita dapat berteman dengan baik” kini Ji Hyun menggerakkan tangan Luhan. Ji Hyun menggerak-gerakan tangan kedua namja itu seperti anak kecil bermain boneka.

“arraseo, hentikan lah” Sehun menarik tangan nya. Luhan tersenyum.

“Ji Hyun selalu bisa menengahi bila kita bertengkar” ujar Tao di ikuti dengan anggukan dari semua nya. Melihat itu Ji Hyun hanya tersenyum.

============

“aissh.. 10menit lagi masuk sekolah, kenapa Luhan belum datang juga, apa dia tidak tau kalau hari ini masuk dari jam ke-0, mana jam ke-0 itu Changmin seosangnim, terlambat  1 menit saja pasti sudah di beri ceramah paling membosankan” gerutu kai sambil melihat sekeliling stasiun

“aaissh.. aku benar benar belum sarapan, perut ku sudah melilit”Baekhyun memegangi perutnya.

“sabar lah,aku juga benar-benar tak ingin mendapat ceramahan dari Changmin seosangnim” Ji Hyun yang tak kalah panik. Setelah melihat Luhan datang mereka langsung naik ke kereta. Untung saja mereka dapat masuk kelas masuk tepat waktu. Mereka memilih bangku baris paling pojok.

Ditengah pelajaran sewaktu Changmin seosangnim menulis dipapan tulis. Ji Hyun membuka kotak bekalnya yang berada di laci nya. Dia membuat sushi tadi pagi,kebetulan ia membuat banyak agar bisa untuk makan siang. Melihat keadaan yang aman Ji Hyun mengarahkan sumpitnya kemulutnya. Aksinya ketahuan Sehun. “aku laporin Changmin seosangnim atau beri aku 2 potong? Aku juga belum sarapan” ancam Sehun. Ji Hyun akhirnya memberikan 2 potong sushinya daripada dia harus memakan ceramah dari Changmin seosangnim. Parahnya Chanyeol,Baekhyun,Chen,Kai,Suho,Kris,Xiumin,Lay, Kyungsoo ,tao dan Luhan meneruskan aksi Sehun mengancam Ji Hyun. Saat Luhan ingin memakan sushi itu Changmin seosangnim melihatnya.

“hei kau anak baru! Baru berapa hari kau disini haah? Berani-beraninya kamu makan di kelas saat pelajaran berlangsung! Apa kau tak pernah tau bahwa tidak boleh makan saat pelajaran!!”bentak Changmin sambil menunjuk-nunjuk Luhan dengan penggaris besinya. Seluruh mata di kelas itu menatap tajam pada Luhan. Changmin berjalan kearah Luhan siap memberi ceramah paling memuakkan. Sehun menepuk jidat “dia benar-benar tak tau cara makan sembunyi,apa dia tak pernah melakukannya di cina?sebentar lagi akan ada ceramah pagi hari, aku yakin ini pasti jauh lebih membosankan dari ceramah-ceramah Changmin seosangnim sebelumnya” Ji Hyun mengangguk setuju.

“Changmin seosangnim.. mianheyo.. maklumilah kami karena sekolah hari ini masuk jam ke-0 jadi kami belum sempat sarapan. Kebetulan orang tua Luhan sedang pergi dia tak sempat memasak sarapan, dan dia memiliki maag akut. Apa seosangnim mau bertanggung jawab bila Luhan sakit? Bahkan bisa saja hal itu terjadi pada murid-murid lain seosangnim” Ji Hyun memohon pada saat Changmin tiba di meja Luhan yang berada  belakang bangku nya. Ji Hyun melakukan hal yang paling ia benci, mengepalkan kedua tangannya di bawah dagu,menunjukkan puppy eye dan memasang ekspresi wajah semanis mungkin.

“haissh.. jangan salahkan aku bila sekolah ini masuk jam ke-0, baiklah saya beri kalian waktu 10menit untuk makan, setelah itu kembali konsentrasi ke pelajaran arrachi?” tukas Changmin seosangnim

Semua siswa bersorak gembira, dan semua mengeluarkan kotak bekal mereka. Chanyeol,Baekhyun,Chen,Kai,Suho,Kris,Xiumin,Lay, Kyungsoo ,tao mendatangi bangku Ji hyun dan Sehun.

“bagi sushi nya lagi ya? Kita lupa membawa bekal” ujar Lay polos

“aissshhh Kalian ini!! Tinggal 12 taukk!!aku baru makan 2 sushi tau!!” teriak Ji hyun sebal karena di ganggu saat ia makan.

“makannya jangan berisik!jika kalian ramai, waktu makan kalian habis!” teriak Changmin seosangnim dari meja guru. Semua siswa akhirnya makan tanpa suara.

“baiklah, ambillah tapi satu-satu”Ji Hyun mengalah. Kini tersisa satu sushi di kotak bekalnya. Ji hyun memberikan sushi nya ke Luhan yang sedari tadi diam.

“ambillah, ini untuk mu” Ji Hyun tersenyum sambil menyodorkan kotak bekalnya.

“anio, untuk mu saja. Bukankah kau tadi masih lapar?” tolak Luhan merasa tak enak

“melihat anak-anak kelaparan itu sudah mengganjal perutnya, sekarang aku sudah kenyang. Atau anggap saja ini permintaan maaf karena aku tadi beralasan pada Changmin seosangnim bahwa kau memiliki maag akut.. kekeke” akhirnya luhan menggambil sushi itu.

“gomawo ne”

==============

“Ji hyun-ssi gomawo tadi pagi kau beralasan sama changmin seosangnim jadi kita bisa makan hahaha”teriak  Jungkook dari pojok kelas pada Ji hyun yang akan keluar kelas, pulang.

Ji hyun pulang bersama Sehun dkk*author capek nyebutin satu-satu*. Saat melewati gang, segerombolan laki-laki menghadang Sehun dkk. Namun segerombolan laki-laki itu pergi begitu saja setelah beradu mata dengan Sehun dkk. Ji hyun menatap heran mereka.

==============

Ji Hyun POV

Setelah mengerjakan tugas sekolah dan pergi kekamar mandi aku segera ingin tidur. Sebelum tidur aku selalu melihat foto keluargaku yang tersenyum bahagia tertawa bersama. Orang tua ku, aku dan adik laki-laki ku pergi sebuah desa wisata di china 2 tahun lalu. Kini aku sangat merindukan orang tua ku karena mereka kini sedang berada di china untuk mencari adikku yang hilang semenjak 2 tahun lalu saat ke desa wisata itu. “Tuhan jagalah semua orang yang aku cintai”aku selalu berdoa sebelum memejamkan mata. Tapi malam ini aku merasa ada yang berbeda, tiba-tiba saja aku teringat kejadian tadi siang saat di gang. Siapa mereka? Tapi kenapa seperti mereka menantang Sehun,tao dkk? Aah.. aku ingat tadi aku melihat nametag di seragamnya kalau tidak salah namanya Hwangsoo.

Aku mencoba melupakan kejadian itu, paling juga anak aneh yang kurang kerjaan. Tapi nama itu terus membayangi pikiranku. ‘Hwangsoo?sepertinya aku pernah dengar nama itu, tapi kapan ya?aish kenapa aku memiliki otak pendek sihh’aku memukul-mukul kecil kepalaku. Aah iya seminggu yang lalu saat menunggu Luhan, Lay mengatakan “kau yakin dia anak baik?dia bukan dari kelompotan hwangsoo kan?”. ‘Anak baik?kelompotan hwangsoo?’jangan-jangan hwangsoo adalah gankster?’ arrggghh.. aku benar-benar pusing, hati ku merasa tak enak, tidak bisa tidur pula. Entah kenapa aku jadi menghawatirkan Sehun dan yang lainnya.

Aku melirik jam dinding yang terus berdetik, sudah jam 12 lebih 5 malam tapi aku tetap tidak bisa tidur. Tiba-tiba HP ku berdering, Chen, tumben dia menelpon malam-malam begini.

“yeoboseo.. chen waeyo?tumben kau malam-malam menelponku,waeyo?” aku tersentak kaget setelah mendengar pernyataan Chen. Aku menyambar kunci mobil dan jaket ku. Ku kemudikan mobil ku dengan kecepatan tinggi, jantung ku berdebar keras nafas ku benar-benar sudah tidak teratur. Sesampainya di lapangan aku tercengang,semua berkelahi termasuk Kyungsoo, Suho mereka anak yang baik kini sedang ditendang perutnya dan terkapar babak belur di hajar oleh kelompotan itu.

Author POV

Ji hyun tercengang melihat keadaan di lapangan itu. Emosi Ji hyun telah memuncak, Ji hyun menarik kerah belakang pria yang sedang menghajar Suho dan Kyungsoo. Ji hyun melayangkan tinjuan keras di pipi pria itu dan menendangnya keras hingga pria yang badannya lebi besar darinya itu tersungkur jatuh.

BUG!

BUG!

Ji hyun memukul dan menghajar para kelompotan itu, beberapa dari mereka sudah tersungkur jatuh. Tao menghabisi lawannya dengan mudah karena dia sendiri adalah ahli wushu.

“Ji hyun!! Awas..!!”Luhan mendorong tubuh Ji hyun

BRAAAKKKK

“appo..”desis Luhan pelan

Sebuah papan kayu tebal pecah perkeping-keping setelah menghantam punggung Luhan. Luhan tersungkur jatuh, kekuatan Luhan kini benar-benar hilang. Punggungnya terasa sangat perih dan nyeri, darah di punggungnya berdesir pelan. Kini ia benar-benar tidak bisa bangun lagi. Emosi Ji hyun benar benar sudah sangat naik.

Kini tersisa Sehun dan pemimpin kelompotan itu. Sehun menghajar habis-habisan namja itu, tapi tak jarang  juga ia mendapat pukulan keras mendarat di tubuhnya.

Ji hyun berlari hendak membantu Sehun melawan namja itu, tetapi tendangan keras menghujam punggungnya. “AAKKHH…” pekik Ji hyun dia menompang tubuhnya menggunakan lututnya. Ji hyun kini sudah sangat lelah dan kehabisan tenaga. Pemimpin kelompotan itu mengeluarkan pisau lipat dari sakunya, Ji hyun yang melihatnya segera bangkit ingin menghindarkan Sehun dari pisau itu. Tapi tenaganya belum memungkinkan untuk dia berdiri. Ji Hyun mencoba bangkit namun ia terjatuh lagi.

JLEEB!

“Arrgghh..”Pisau lipat itu menancap di paha kiri Sehun. Darah segar mengalir deras dari paha kirinya. “SEHUUUNN!!” Ji Hyun berteriak dan berusaha bangkit. Ji hyun menendang pemimpin kelompotan itu hingga tersungkur jatuh dan Ji Hyun mengunci tubuh pemimpin kelompotan itu. Ji hyun merebut pisau yang digunakan untuk menusuk paha Sehun tadi. Sisa darahnya ia lap di pipi pemimpin kelompotan itu. Ji hyun mengangkat tinggi pisau itu dan mengarahkannya pada jantung pemimpin kelompotan itu. Ji hyun melihat nametag namja itu pada seragam yang masih ia kenakan. ‘hwangsoo’

‘jadi dia yang bernama hwangsoo’pikir Ji hyun msaih memegang pisaunya.

Kini Ji hyun menurunkan pisaunya namun mengarahkan pisaunya ke leher hwangsoo. Nafas Hwangsoo memburu, dadanya naik turun seperti ia takut dengan pisau.

“kau!! Kini aku lepaskan kau!! Bila kau berani mencari masalah dengan kami! Kau akan mati ditanganku sendiri” bentak Ji Hyun yang masih mengancam hwangsoo dengan pisau dilehernya.

“dan jangan lupa!! Bila kau berkelahi, jangan pernah menggunakan senjata! Gunakanlah kekuatanmu sendiri!! Kalau kau menggunakan senjata kau pengecut!!!sekarang pergilah dan ingatkan pada anak buah mu untuk tidak menci masalah dengan kami, arrachi?”Ji hyun membentak Hwangsoo. Ji hyun membuang pisau itu dan berdiri ia meninggalkan hwangsoo dengan menendang keras perut hwangsoo.

Ji hyun menghampiri Sehun yang terkapar lemas karena darahnya mengucur deras dari pahanya.

“Sehunnie~ kumohon bertahanlah”ucap Ji hyun sambil membantu Sehun bangun dan membawanya ke mobil. “Tao kau tidak terlalu terlukakan? Bisakah kau menyetir mengantarkanku dan Sehun ke rumah sakit?” Tao berlari ke mobil dan melajukan mobil Ji hyun ke rumah sakit.

“Tao-yaah ppalli mengemudinya” Ji hyun sangat panik. Disandarkannya kepala Sehun di pundak Ji hyun.

“ini juga sudah cepat, Sehun bertahanlah” Tao yang tak kalah panik melajukan mobilnya membelah sepinya malam.

“Ji hyunnie~ mianne.. akuuh me..repotkan..mu.. kumohon. . jangan.. khawatirkan.. akuhh”ucap Sehun berat  terbata-bata. Bibir dan mukanya terlihat sangat pucat.

“Sehun.. jangan bicara seperti itu..kumohon kuatlah..”setetes air mata mengalir lembut  di pipi Ji hyun. Tangan Sehun yang sudah sangat lemas berusaha menghapus airmata Ji hyun.

“Sehunnie~ kumohon bertahanlah..”tangis Ji hyun semakin pecah, Ji hyun memeluk erat Sehun. Gelap.. Sehun kekuatannya kini benar-benar habis.

.

.

.

.

TBC..

Apakah yang akan terjadi dengan Sehun??

Di tunggu ya chapter berikutnya.. 😀 jangan lupa  RCL ya chingu ^^ Kamsahamnida *bow*

Iklan

8 pemikiran pada “Anything’s Will be Alright (Chapter 2)

    • hwangsoo itu nama orang._. ceritanya hwangsoo itu musuhnya sehun dkk, luhannya kan disitu di gebukin pake papan kayu._. btw sudah baca chapter 1? makasi ya udah baca ^^ *bow 90 degres*

      ditunggu ya chapter berikutnya :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s