Just Following (Chapter 1)

Title : Just Following (Chapter 1)

Author : Dilla Jo

Main Cast :

  • |Oh Sehun (Exo-K)|
  • |Choi [Jung] Soori (OC)|

Other Cast :

  • |Choi Junhong/Zelo (B.A.P)|
  • |Jung Soojung/Krystal (F(X))|
  • |Jung Sooyeon/Jessica (SNSD)|

Genre : Romance, Family, AU.

Lenght : Chapter

FF Exo Just Following

Warning : Typo berterbangan eh, bertebaran.

A/N :

Hei! Holla! Anyeong! ^^ ini pertama, eh, kedua ._. kalinya saya bikin ff romance, kekeke… jadi maaf ya kalo ff nya gaje U,U

Untuk posternya harap jangan dibahas, saya ga mahir edit foto -_-

Di chapter ini mungkin moment romancenya masih dikit, atau ga ada ._.

Habis baca saya mohon tinggalkan jejak ya^^, ya udah, langsung aja.

~Happy Reading~

-oOo-

“apa yang terjadi?”

“eomma dan tuan Choi mengalami kecelakaan mobil saat pulang bersama.”

*****

“nah, itu dia anak yang bernama Zelo.” Ucap seorang yeoja berambut Cokelat panjang dan lurus, ia sedang berada di balik pohon besar bersama dongsaeng dan eonninya, telunjuk kanannya sedang menunjuk ke arah anak laki-laki yang sedang terduduk di depan pintu rumahnya sambil sesekali terisak.

“Krystal eonnie… apa aku harus melakukannya?”

“hm? Waeyo Soori? Kau takut?” telunjuk Krystal yang tadi menunjuk lurus ke arah anak laki-laki bernama Junhong itu kini ia cengkramkan pada pohon di depannya.

Soori mengangguk dengan wajah yang antusias.

“Soori-ya… gwenchana, kau hanya akan melaksanakan tugas dari eomma, itu saja.” Kali ini seorang yeoja yang dikira memiliki umur lebih dewasa menepuk pundak Soori, adiknya itu pelan.

“Sica eonnie…” Soori menggenggam erat kedua tangan Jessica dengan wajah yang memelas, berusaha agar kedua eonninya itu membatalkan keputusannya, keputusan untuk melakukan kebohongan.

Tepat 3 jam yang lalu sebelum ajal eommanya datang, nyonya Jung mengucapkan permohonan terakhirnya kepada anak bungsunya, Jung Soori. Ia meminta agar Soori mau berpura-pura menjadi Noonanya Junhong atau biasa di panggil Zelo.

Junhong atau Zelo adalah seorang anak yatim piatu, sama seperti Soori dan tepat 3 jam yang lalu. Nyonya Jung bilang, tuan Choi sudah banyak membantunya, terlebih saat tuan Jung mendapati kecelakaan, tuan Choi lah yang membantunya, meskipun tuan Jung berakhir dengan kematian juga.

Meskipun Soori adalah seorang anak yatim piatu, tetapi ia tidak merasa kesepian karena ia masih mempunyai dua orang eonnie yang sayang kepadanya, sedangkan Zelo, dia adalah anak tunggal. Eommanya sudah meninggal saat ia baru dilahirkan, itu sebabnya nyonya Jung meminta agar Soori mau berpura-pura menjadi noonanya dan menemaninya.

Sedangkan kedua kakak Soori, Jessica dan Krystal, nyonya Jung meminta mereka agar kembali ke Amerika dan menemui kakek mereka entah karena alasan apa, Jessica maupun Krystal juga tidak tahu.

“nah, Soori, aku dan Sica eonnie akan berangkat besok pagi-pagi sekali, gwenchana, tidak perlu khawatir, kau hanya perlu mengatakan bahwa kau adalah noonanya Zelo.” Ujar Krystal sambil berjongkok di samping Jessica yang juga sedang melakukan hal yang sama.

Lagi-lagi Soori mengangguk dengan wajah yang terlihat bimbang. “emmm… tapi… nanti Junhong tidak akan percaya karena aku baru menampakkan diri sekarang.”

“kau bilang saja… “aku baru pulang dari Amerika dan cepat-cepat datang kesini karena mendengar kabar appa yang sedang kritis.” Ah..” Krystal membungkam mulutnya dan berusaha menahan isak tangisnya karena mengingat eommanya kembali, hal ini juga membuat soori terisak.

Jessica yang notabenenya adalah eonnie, kini juga ingin menangis, tapi ia tahan karena tidak ingin memperderas air mata dongsaengdeulnya itu. “hei, semuanya akan baik-baik saja, berhentilah menangis, eomma juga pasti akan sedih jika melihat kita seperti ini.” Ucapnya sambil mengelus-elus punggung kedua dongsaengnya itu.

Krystal maupun Soori mulai berhenti menangis meskipun masih sesegukan, Jessica tersenyum hangat. “nah, begitu dong, ayo tersenyum… “

Krystal dan Soori saling berpandangan, tapi tak lama kemudian merekapun ikut tersenyum. Jessica terkekeh geli melihat dongsaengnya yang dengan mudah menuruti perkataannya.

“mmm… oh, iya, eon, kenapa harus aku yang menemaninya? Kenapa bukan kita bertiga saja?” tanya Soori.

“itu karena Junhong pernah berpapasan denganku ataupun Krystal, lagi pula kau juga memang baru pulang dari Amerika kan dua hari yang lalu.” Balas Jessica.

“dan karena Soori juga pintar dalam mengurusi rumah tangganya.” Imbuh Krystal sambil terkekeh dan di ikuti oleh Jessica.

“yaaa~!” Soori mendengus sebal.

Jessica tersenyum kemudian ia mengecek jam di tangannya. “omo! Sudah menjelang malam, Soori-ya, kau bisa kan?”

“eh, mm.. mm..” Soori terlihat ragu-ragu tapi kemudian ia mengengguk.

Jessica tersenyum.”eon, sama Krystal harus berkemas-kemas sekarang, kau tidak apa-apakan kami tinggal sekarang?”

Lagi-lagi Soori hanya mengangguk.

“nah, sebelum kita berpisah dengan si bungsu, ayo berpelukan.” Kor Krystal, merekapun berpelukan sambil diselingi suara tawa yang kecil.

“anyeong Soori.” Jessica melambaikan tangannya ke arah Soori sambil tersenyum sendu.

Begitu pula dengan Krystal. “anyeong saengi!”

Soori terdiam, tapi tangannya tak henti-hentinya melambai ke arah dua eonninya itu.

Saat mereka sudah menjauh, Soori baru membalas kalimat sampai jumpa dari mereka. “ANYEONG EONNIEDEUL!!!”

Jessica dan Krystal berbalik arah, kemudian tersenyum dan menghilang.

*****

Soori sudah menginjakkan kakinya di depan gerbang rumah keluarga Choi, berkali-kali ia menarik nafas panjang karena gugup.

Soori membuka pintu gerbang yang tidak terkunci itu.

Dan sekarng ia sudah berdiri di hadapan Zelo.

“anyeong Junhongie!” sapa Soori dengan nada yang seceria mungkin.

Anak laki-laki di hadapannya itu perlahan-lahan mendongak, matanya terlihat bengkak karena cukup lama ia menangis. “nu-nugu?”

“hah? Kau tidak mengenaliku?” Soori mulai ber-akting.

Zelo menggeleng lemah.

“… aku Noonamu…” suara Soori mendadak serak entah karena apa, mungkin ia tidak pintar berbohong.

“aku tidak percaya…” balas Zelo dengan wajah datarnya. “bilang saja kau ingin menyulikku.”

‘anak ini… masa iya, bocah ingin menyulik seorang bocah?!’ batin Soori dalam hati.

“kenapa kau tidak percaya?” tanya Soori dengan wajah datarnya mengikuti Zelo.

“karena kau pendek, kau lebih pantas menjadi dongsaengku. Dan juga aku tidak pernah melihatmu.” Balas Zelo ketus.

Kepala Soori sudah mengepul dengan asap, tapi ia tahan dan menggantikannya dengan suara kikikan. “hihihi… lucu sekali kau, aku baru pulang dari Amerika diantar pengawal dan datang kesini karena mendapat kabar akan kondisi appa, sepertinya aku terlambat.” Soori menundukkan wajahnya seolah-olah ia menyeal.

Zelo tersenyum tipis. “ah, tidak apa-apa noona, aku senang kau kembali ke sini.”

Mata Soori langsung membesar dan tentu saja tidak terlihat oleh Zelo karena ia sedang menunduk, dengan gerakan cepat Soori mengangkat wajahnya dan kembali menatap Zelo. “hah? Kau sudah mempercayai bahwa aku adalah noonamu?” tanyanya tidak percaya.

Zelo mengangguk yakin. “tentu saja, kalau bukan, kau tidak akan mengetahui namaku, tentang appa dan rumah ini.”

Mata Soori mengerjap tidak percaya. Polos sekali anak ini, pikirnya.

“ngomong-ngomong, aku belum tahu namamu noona.”

“ah, iya, namaku Ju-eh, Choi Soori.” Soori mengulurkan tangan kanannya sambil tersenyum.

Zelo membalas uluran tangan Soori. “noona sudah tahu namaku, jadi aku tidak usah membalasnya.”

Soori mengangguk sambil tersenyum.

“nah, ayo noona, masuk, pasti noona capek kan habis perjalanan jauh? Aku akan membuatkanmu teh hangat.”

“ah, iya, gwenchana, kau tidak usah repot-repot.” Balas Soori sambil tersenyum, ia bersenderan pada sofa yang berada di ruangan tengah. ‘semoga saja berjalan lancar, eonnie doakan aku, dan aku juga mendoakan agar kalian selamat sampai Amerika.’

*****

-4 YEARS LATER-

Seoul Art High School, sekarang Soori dan Zelo sudah menginjakkan kakinya di sekolah ini, mereka berdua sedang berduduk santai di bawah pohon rindang dekat sekolah, sebelumnya Soori bersekolah di Seoul Day High School,tetapi karena Zelo ingin bersekolah di sini ia pun terpaksa mengikutinya, ia masih harus menepati janjinya menemani Zelo, untungnya selama Soori bersama dengan Zelo, tidak ada keraguan sedikitpun yang terisyarat dari mata Zelo, kian lamanya waktu, Soori menjadi benar-benar sayang kepadanya.

Soori tersenyum dan matanya mendelik ke samping, ke arah Zelo sedang duduk di sana. “Junhongie… kau pintar memilih sekolah.” Kata Soori sok memujinya.

Zelo menoleh ke arah Soori. “tentu saja noona.” Balasnya sambil tersenyum Sombong. “oh, iya, Noona masuk kelas apa?” tanya Zelo kemudian tanpa menatap Soori.

“ah, aku kelas 2-3.” Jawab Soori sambil terus mengemut permen lollipopnya. “kau sendiri hong?”

“argh… Noona panggil aku Zelo saja, Junhong itu terlalu panjang, aku masuk kelas 1-1.” Selain baik, Zelo juga pintar, Soori berpikir, apa jadinya kalau ia memberitahu Zelo bahwa dia bukanlah noona nya dan hanya berpura-pura saja, dia pasti akan membenci Soori, dan Soori tidak ingin mengecewakannya.

“hahaha… arraseo, kau jangan ngambek dong.” Balas Soori sambil tersenyum jail lalu mendorong Zelo ke arah samping.

“hei, lihat! Sehun sunbae sudah datang! KYAAA!”

“hah? Mana?! Oh itu! KYAAA tampan sekali!”

“SEHUNNA! LIHAT SINI!”

“AAAAW! Dia makin keren saja!”

beberapa teriakkan ganas langsung membuat telinga Soori dan Zelo pengang. “Jun- Zelo-ya, ada apa ini?” tanya Soori sambil menutup kedua telinganya berlebihan.

Zelo tidak menjawab Soori, tapi ia sedang mengedarkan pandangannya ke segala arah, saat Zelo sudah menemukan objeknya ia kembali menoleh ke arah Soori. “Sehun sunbae…” jawabnya singkat.

Soori mengernyitkan dahinya. “apa?”

“dia Sunbae kita, dia sangat populer dikalangan para yeoja, Noona tahu? Ia sangat dingin pada yeoja tapi juga playboy.” Zelo mengambil lollipop yang sedang berada di mulut Soori lalu membuangnya.

“YA!” pekik Soori tidak terima.

“jangan dulu mengemut permen, 5 menit lagi pelajaran akan di mulai.” Balas Zelo  tanpa menatap Soori lagi.

“ya, kau kok tahu banyak hal di sini?” tanya Soori sambil menyikut-nyikut lengan Zelo.

“aku tahu banyak hal dari Yongguk hyung, dan sebab itu aku ingin bersekolah di sini.” Zelo mengambil tas ranselnya. “anyeong Noona! Aku ke kelas!” dan meninggalkan Soori sendirian.

“kenapa Zelo begitu terburu-buru? Ah, michida! 5 menit lagi pelajaran akan di mulai.” Soori langsung bangkit dari duduk santainya dan berlari secepat mungkin.

*****
BRUUUK

“Soori menabrak seseorang dan terbentur di lantai cukup keras. “aw! Appo…” ringisnya sambil memegangi tangannya yang menjadi alat agar pendaratannya tidak begitu kasar.

“YA! NEO!” orang yang ditabrak Soori tadi langsung meneriakinya.

Soori yang mendengar itu langsung menoleh ke arah belakang, kemudian ia tercekat. ‘tampan sekali…’ gumamnya dalam hati.

Namja yang Soori tabrak tadi langsung mendengus dengan kasar. “apa kau tidak melihat jalan, huh?! Atau memang sengaja ingin menabrakku?! Aku sudah sering mengalami peristiwa seperti ini dan itu semuanya ku alami dengan yeoja, bukan namja.”

Soori yang baru sadar dari acara terpesonanya itu pun langsung membantah ucapan namja di depannya, kemudian ia segera bangkit. “a-apa? Ya! Namja sok populer, wajahmu memang tampan, tapi aku tidak akan pernah melakukan hal memalukan seperti itu dengan sengaja! Kau pikir kau siapa?!” balasnya dengan volume suara yang sedikit kencang sambil berkacak pinggang.

Namja itu tersenyum miring. “…cih, aku Oh Sehun.” Balasnya dengan nada mendesis dan dengan santainya ia meninggalkan Soori.

Soori tertegun, dia namja yang membuat keributan tadi pagi? Ah, bukan, yang membuat keributan itu fansnya, tapi… dia itu Sunbae, dan dengan beraninya ia melawan Sunbaenya itu. Bodoh. “ya! Sunbae! Tunggu aku!” Soori berlari mengejar Sehun.

Kini Soori sudah sejajar dengan jalannya Sehun. “ah, Sunbae… maafkan aku ne. Aku tidak tahu, aku sudah berlaku tidak sopan tadi…” ucap Soori meminta maaf sambil membungkuk.

Sehun menoleh dengan wajah datarnya kemudian pandangannya kembali lurus ke depan. “kau, anak baru?”

“ah, iya… hehehe…” Soori menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“hhh… anak baru tapi sudah berani membentak Sunbaenya, ck.”

“Sunbae… aku kan sudah meminta maaf.” Soori memanyunkan bibirnya sambil mendengus kasar.

Sehun yang  memperhatikan gerak-gerik Soori dari samping diam-diam tersenyum geli, biasanya ia melihat yeoja lain melakukan itu dengan wajah yang dibuat-buat dan menurutnya itu sangat menjijikan.

“Sunbae, kau mau kemana?” tanya Soori yang tidak sadar bahwa ia terus saja mengikuti langkah Sehun dan sekarang mereka sudah berada di halaman depan sekolah.

“aku…” Sehun menggantungkan kalimatnya sambil tersenyum misteri. “akan membolos.” Setelah mengucapkan dua patah kata itu Sehun langsung memanjat gerbang sekolah di hadapannya.

Mata Soori langsung membesar dan memekik tertahan, dengan sigap ia menahan sebelah kaki Sehun untuk menghalanginya. “Su-Sunbae, jangan melakukan hal bodoh seperti itu!”

Sehun yang merasa risih dengan tangan Soori itu rasanya ingin menendangnya, tetapi bagaimanapun juga, ia bukanlah tipe orang sejahat itu. “Ya! Lepaskan kakiku!” bentaknya.

Tetapi Soori sama sekali tidak menggubrisnya dan kali ini ia malah menarik kaki Sehun agar turun ke bawah.

“YA!” pekik Sehun.

“Sunbae, kumohon tolong aku, sebenarnya aku tidak tahu dimana kelasku.” Mohon Soori, ia benar-benar tidak tahu kelasnya dan bodohnya ia baru menyadarinya sekarang.

“kelasmu ada di lantai atas! Lepaskan aku!”

“aniya! Antarkan aku!”

Sehun memasang tatapan membunuhnya pada Soori, dengan refleks Soori melepaskan kaki Sehun dari cengkramannya.

Sehun tersenyum licik, lalu ia melompat turun ke bawah, bukan keluar sekolah melainkan kembali ke dalam sekolahnya. “ikut aku.” Sehun berjalan dengan santainya.

Soori mengerutkan alisnya bingung, ada apa dengan namja ini? Pikirnya bertanya-tanya.

Sehun menoleh ke arah belakang. “kau mau kutunjukkan kelasmu atau tidak?”

“eh-eh, ah, iya, tunggu Sunbae!”

*****

 

Soori mengikuti jalan Sehun dari belakang, Sehun tadi ingin mengerjainya atau bagaimana? Pikirnya bingung. untung saja Sehun tampan dan juga sunbaenya, kalau tidak, sudah  Soori cakar-cakar wajahnya yang mulus itu.

“sunbae, itu artinya aku sudah terlambat sedari tadi ya?” tanya Soori sambil menghela nafas pendek.

Sehun menoleh ke arah Soori sekilas dan pandangannya kembali lurus ke depan. “mungkin, tapi kau tenang saja.” Balasnya santai.

Ini hari pertama Soori bersekolah, bagaimana ia bisa tenang kalau terlambat di hari ini?

Tapi… dengan posisi ini… posisi Soori ketika berada di belakang seorang namja, mengingatkan ia pada seorang namja, namja yang selalu menyuruhnya untuk mengikutinya, tapi ia sama sekali tidak ingat nama atau pun parasnya.

Soori menunduk dan menatap lantai dengan sendu.

“~I will follow him, Follow him whereever he may go, And near him I always will be ,For nothing can keep me away , He is my destiny ,I will follow him ,Ever since he touched my heart I knew ,There isn’t an ocean too deep ,A moutain so high it can keep ,Keep me away ,Away from his love.~”alunan lagu ‘I Will Follow Him’ mengalun pelan dari mulut Soori.

Sehun menoleh ke arah belakang, ke arah Soori dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, Soori yang menyadari itu langsung membungkam mulutnya. “ma-maaf, aku… aku kelepasan, aku berisik ya.” Soori membungkuk meminta maaf, ia merutuki perbuatan bodohnya tadi, jujur saja ia sama sekali tidak menyadari kalau ia sedang menyanyi tadi.

“kau menyanyikan lagu itu… ah, maksudku sering menyanyikan lagu itu untuk siapa?” tanya Sehun yang sedang menatap Soori aneh.

“eh, aku… aku tidak tahu, aku hanya terbawa suasana… hehehe, aku tau nadanya memang aneh, itu karena ada seseorang yang memprotes , nada lagunya menyeramkan baginya, makanya aku ubah tema nadanya jadi seperti kekanakan. Haha…” Soori tertawa garing sambil menggaruk tengkuk lehernya.

Sehun terdiam sesaat, kemudian dengan gerakan perlahan ia mendekati Soori, Sehun melingkarkan tangannya di pinggang Soori dalam arti lain memeluknya. “Su-sunbae…”

Sehun melepaskan pelukannya dan kembali berjalan ke depan. “mianhae…” ujarnya tanpa menoleh ke belakang, ke arah Soori.

Soori mengernyitkan alisnya bingung. “mianhae?”

Sehun menoleh ke belakang. “mianhae… sudah membuatmu kaget.” Dan setelah mengucapkan kalimat itu Sehun langsung menghadap ke depan dan melanjutkan jalannya lagi dan sukses membuat Soori bingung lagi.

******

“ini kelasmu, 2-3 bukan?” tanya Sehun memastikan, Soori mengangguk, masih merasa canggung dengan Sehun karena hal tadi.

“kenapa Sunbae bisa tahu kelasku?” tanya Soori heran.

Sehun menoleh kearah Soori lagi, dan Soori yakin pandangannya akan kembali lurus ke depan dan menjawab pertanyaannya dengan santai.

Tapi… sepertinya dugaan Soori salah, ia malah membungkuk dan mencondongkan wajahnya ke wajah Soori, wajah Sehun mulai mendekat.

sebenarnya Soori tidak biasa bertatapan dengan namja seperti ini, kecuali dengan Junhong tentunya.

Jarak wajah Sehun dan Soori begitu dekat, kira-kira 10 centi, Soori hanya bisa berdiri mematung, padahal mereka sedang berada di depan kelas yang pintunya sedang terbuka.

“itu karena aku… ketua osis.”

“………”

Soori terdiam dan masih mematung, Sehun sudah menjauhkan wajahnya dari wajah Soori dan kembali menegakkan tubuhnya yang tinggi itu.

‘Sehun sunbae adalah seorang ketua osis? Berarti dia salah satu murid yang berprestasi, lalu kenapa tadi dia ingin membolos seperti itu? Ah, benarkan, aku benar-benar sudah di kelabui olehnya.’ Soori mengacak-acak rambutnya frustasi.

“Dara Songsaenim!” Soori sedikit terkejut karena melamun, Sehun memanggil songsaenim yang sedang mengajar, tiba-tiba aura ketakutan muncul begitu saja dan mengelilingi tubuh Soori, ia takut akan di hukum oleh songsaenim karena terlambat di hari pertama.

Songsaenim itu menoleh dan berjalan mengampiri Sehun dan Soori  “ya? Ada apa Oh Sehun?” tanyanya ramah, dan itu sedikit menghilangkan aura ketakutan yang mengelilingi tubuh Soori, hanya sedikit.

“ini, ia murid baru di sini, dan maafkan dia karena terlambat, ia terlambat karena mencari kelasnya dan aku mengantarnya.” Jelas Sehun sedikit terbelit-belit.

Dara Songsaenim menoleh ke arah Soori, kemudian tersenyum ramah. “ah, kau Soori kan? gwenchana, lain kali jangan terlambat ne.” Ucapnya, Soori ikut tersenyum membalas senyuman Dara yang ramah itu.

“dan Sehun, kau benar-benar baik kepada hoobaemu, kamsahamnida, kau pasti sibuk mengurusi pendataan siswa tahun ajaran baru, pergilah.” Dara Songsaenim mengacak-acak rambut Sehun.

“ne, Songsaenim.” Balas Sehun seraya membungkuk, melihat hal itu Soori merasa ada yang aneh, tadi waktu ia pertama kali bertemu dengan Sehun dengan menabraknya, Sehun berbicara kasar kepada Soori, tapi kali ini sikapnya begitu baik.  ‘Ah, mungkin dia kesal karena tertabrak oleh ku.’ Pikir Soori.

“mmm… Soori, perkenalkan nama saya Sandara Park, panggil saja Dara Songsaenim.” Ucap Dara Songsaenim memperkenalkan diri masih dengan tersenyum.

“ne, Dara Songsaenim.” Soori membungkuk hormat.

“nah, Soori ayo masuk dan perkenalkan dirimu pada teman-teman sekelas.” pinta Dara Songsaenim sambil berjalan kembali menuju kelasnya.

“ah, ne sam.”

Sebelum Soori masuk ke kelasnya, ia sempat menoleh ke arah Sehun dan berniat mengucapkan kata terima kasih, tapi yang Soori lihat, Sehun mulai melangkahkan kakinya menjauh darinya, Soori rasa ia akan pergi ke kelas 1, dia kan ketua osis.

Tiba-tiba Sehun menoleh ke arah Soori, Soori menatapnya bingung, kemudian Sehun menyunggingkan senyuman sinisnya.

Soori yang semakin lama mendapat perlakuan aneh itu menjadi risih,dengan gerakan cepat ia langsung masuk ke kelasnya.

*****

“anyeong haseyo! Joneun Choi Soori imnida, bangapseumnida!” Soori memperkenalkan diri pada teman-teman sekelasnya.

“nah, Soori, silakan duduk di bangku yang kosong, itu ada di samping Ren.” Dara Songsaenim menunjukkan arah bangku yang dimaksud pada Soori, Soori mengangguk mengerti, kemudian melangkahkan kakinya menuju bangkunya.

Tidak jarang ia mendapat senyuman ramah dari teman-temannya, tapi ada juga yang melempar senyuman sinis karena  perihal Sehun tadi, Soori jadi merasa merinding.

“lihat, ternyata dia yang mencium Sehun oppa tadi, cih.”

“apa menariknya sih? Hanya kerana rambutnya yang Cokelat dan lurus saja.”

“padahal dia anak baru, kok bisa dekat dengan Sehun oppa?”

Berusaha mengabaikan segala bisik dan desisan dari murid-murid yeoja lainnya, Soori hanya bisa tersenyum canggung.

Padahal dia sama sekali tidak berciuman dengan Sehun, hidungnya menempelpun sama sekali tidak.

Soori menoleh ke arah sampingnya, ya, ke arah teman sebangkunya. ‘cantik….’ itulah kesan pertama waktu ia melihat orang di sampingnya itu. Tapi, ia merasa ada hawa kesepian yang menyelimuti tubuh orang di sampingnya itu, awalnya ia ingin menyapa, tapi karena takut, akhirnya Sooripun mengurungkan niatnya.

*****

“aigooo… yeoja-yeoja disini sungguh merepotkan, padahal aku kan ingin istirahat makan siang sekarang.” Keluh Soori yang sedang membawa banyak makanan di kantung plastiknya, Soori disuruh untuk memesankan makanan oleh teman-teman sekelasnya, awalnya hanya beberapa orang saja yang di ketahui adalah fans dari Sehun, tapi lama kelamaan yang lainnya pun mengikuti secara beruntut.

Di sisi lain, Sehun sedang berjalan santai dengan teman-teman dekatnya, yaitu, Luhan, Chanyeol dan Baekhyun, teriakan-teriakan centil nan histeris memenuhi ruangan kantin, Sehun tidak menanggapinya, tapi hanya memandang lurus ke arah depan. ia masih kesal karena ada seorang hoobae yang berani menentangnya. Tapi begitu ia melihat Soori yang sedang berjalan lunglai di depan, berada sedikit jauh darinya, Sehun langsung meninggalkan teman-temannya dan berjalan menghampiri Soori, mungkin sifat playboynya sudah mulai kumat, tapi bukan itu alasan sebenarnya.

Sebenarnya Sehun masih penasaran karena Soori menyanyikan lagu persis seperti yang di nyanyikan oleh teman masa kecilnya, yang telah lama menghilang. “Sehunna, kau mau kemana?” tanya namja cantik yang termasuk teman dekat Sehun.

“kalian makan duluan saja, aku mau kesana sebentar.”

“anyeong Soori-ya!” sapa Sehun sambil menepuk pundak Soori membuat Soori terlonjak kaget, Sehun kembali memasang wajah datarnya agar tidak di tatap aneh oleh Soori, tentu saja, masa ia tiba-tiba menjadi ramah kepada Soori karena perihal lagu itu.

Soori menoleh ke arah belakang dan mendapati Sehun sedang menatap datar ke arahnya. ‘Mau apa lagi dia?’

Sehun menatap ke arah palstik besar yang di bawa Soori. “…dasar rakus.” Desisnya.

Soori yang merasa risih dengan tatapan datar dari Sehun itu langsung menghindar sedikit dengan menundukkan wajahnya, apalagi banyak pasang mata yang sedang menatapnya tidak ramah saat ini. “Sunbae kalau tidak ada keperluan aku permisi.”

“ah, tunggu. Kau mau aku bantu?” tawar Sehun.

Soori mengernyitkan keningnya. “tidak usah, kamsahamnidaa sunbae.”

“wae?” tanya Sehun.

“aku… hanya merasa risih.”

“karena tatapan fans-fansku?”

Ucapan Sehun barusan langsung membuat mata Soori membulat.  “yah, percaya diri sekali kau Sunbae. Aku hanya risih karena sunbae, itu saja. Anyeong!” Soori berniat ingin pergi tetapi ada suara yang menahannya.

“Noona!”

Soori menoleh ke arah asal suara tersebut. “aaah~ Zelo-ya.” Sahutnya sambil melambai-lambaikan tangannya pada Zelo yang masih berlari ke arahnya.

Sekarang Zelo sudah berada di hadapan Soori dan Sehun, Zelo tersenyum ke arah Soori, tapi ia merasa ada tatapan menusuk yang tertuju padanya, ia pun menoleh dan mendapati Sehun sedang menatap sengit ke arahnya, Zelo membalasnya dengan tatapan yang tidak kalah sengitnya.

Soori yang melihat tatapan sengit saling membalas itu menjadi heran campur bingung.

“dia… siapamu?” tanya Sehun kemudian sambil menunjuk Zelo.

“dia… dia namjachinguku, ya kan Chagi?!” ucapan Soori barusan langsung membuat Zelo terkejut, begitu pula dengan Sehun, tapi ia masih bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya itu.  kecuali dengan Soori, ia sengaja memanasi Sehun, agar Sehun menjauh darinya, Soori memeluk lengan Zelo.

Dan seketika itu keadaan kantin semakin ricuh, dan hal ini lah yang membuat Soori bingung.

-oOo-TBC-oOo-

13 pemikiran pada “Just Following (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s