Last Waiting Love

Last Waiting Love

Author  : @nikmah_kyung

Lenght : Ficlet

Genre   : Romance,Sad, & Death fic

Main Cast :

  • ä      Do Kyung Soo (D.O)
  • ä      Min Sae (Min)
  • ä      Kim Jong In (Kai)
  • ä      Sung Eun Hwa (Hwa)

 IMG_3953[1]

                Selamat membaca ya, ini ff pertama jadi dimaklumin ya..

Ditunggu commentnya ditwitter atau yang lainnya.. Gomawo J

 

Min P.O.V

Aku berjalan menuju sebuah tempat yang sepi dan indah. Sebuah taman yang banyak dengan pepohonan dan bunga bunga.

“Min Sae-ah” kata seseorang yang memanggilku

Aku segera menoleh ke belakang dan melihat seorang namja yang menuju ku. Yak ternyata D.O

“Ne?”

“Hwa eodiga?” Kata D.O

Aku yang mendengar kata Hwa langsung terdiam beberapa saat. Firasat ku benar.. mana pernah dia mencariku.

“heii” kata D.O sambil melambaikan tangannya didepan mukaku.

Ternyata aku membayangkannya.

“Tidak tau” kataku lemas

Setelah itu dia langsung mengucapkan gomawo padaku dan segera lari mencari Hwa.

 

Hwa P.O.V

Aku sedang mencari yeoja, Namanya Min. Aku berjalan menuju suatu tempat yang sering ia kunjungi. ‘*Taman?* yap benar’ kataku dalam hati. Tepat dibawah pohon ia duduk.

“Min-ah” kataku sambil duduk disampingnya

“Ne?” Kata Min yang sedang membaca novelnya

“Kau sedang apa?” Kataku sambil tersenyum

Min yang mendengar segera melihatku dengan tatapan yang sinis.

“Heung…” Kata Min singkat

“Ha…Ha…Ha…” Kataku tertawa

Aku tau betul kalau dia supeeeeerrr jutek. Apalagi kalau sedang baca novel.

“D.O mencarimu”

Buat apa dia mencariku?. ‘Mengapa tidak Kai yang mencariku?’ kataku dalam hati

“Oh yasudah, aku ingin ke toko dulu. Apa kau mau ikut?” Kataku

“Ani” jawabnya singkat

Hwa memang mempunyai sebuah toko buku yang lumayan besar. Keluarga Hwa memang semuanya suka membaca, jadi mereka mendirikan toko buku. Tidak jarang Min membeli novel di tempat sahabatnya itu.

D.O P.O.V

‘Kemana perginya Hwa’ kataku yang berbicara sendiri

Tiba – tiba ada yang menepuk pundakku.

“Hei, D.O” kata seorang namja yang segera berjalan bersama disampngku.

Ternyata Kai, sahabatku sejak SD hingga aku kuliah sekarang.

“Mwo?” kataku

“Kau sakit chagi?” Kata Kai sambil cengengesan

“YAK!! Jangan memanggilku seperti itu!” Kataku kesal.

Aku segera jalan dengan langkah yang besar – besar. Kai yang melihat tingkahku, tertawa sangat keras. Sehingga orang yang melihat nya bingung.

 

Kai P.O.V

“Kau kenapa chagi-ya?” kataku dengan suara lembut

D.O yang mendengar ucapanku barusan, segera lari dengan cepat mungkin.

“D.O aku ingin berbicara sesuatu” Kataku dengan nada yang cukup keras.

D.O yang berlari sangat cepat, sampai tidak mendengar ucapanku yang cukup keras. Akhirnya aku segera pulang ke kos-kosan tempat aku tinggal.

 

Saat Kai sampai di kos-kosan, Kai mendapat telfon dari halmoninya.

 

Kai P.O.V

“Yeoboseyo?” kataku dengan suara lembut

“ Ini halmoni Kai..” kata halmoni dengan suara kecil

“Wae halmoni?”

“Apa kau bias kesini Kai?” Kata halmoni dengan batuk – batuk

‘Indonesia?’ kataku dalam hati

“Indonesia kah?” kataku meyakinkan

“Ne, halmoni sudah tidak bias tinggal sendiri” kata halmoni

‘Halmoni memang sudah tua dan mempunyai penyaklit TBC yang cukup parah. Mungkin penyakitnya itu kambuh lagi’ batinku

“Ne, aku akan segera kesana” kataku

“Gomawo”

Aku yang ingin melanjutkan perbincangannya tiba – tiba telefonnya sudah dimatikan oleh halmoni.

 

Kai ingin menelfon sahabatnya D.O, tetapi pasti D.O akan mencegahnya. Akhirnya Kai menelfon teman nya yaitu Hwa.

 

Hwa P.O.V

“Aku akan ke Indonesia besok” Kata Kai tanpa basa-basi

“Mwo? Indonesia?” Kataku dengan nada kaget

‘Mengapa kau ke Indonesia? Aku sungguh mencintaimu!! Mengapa kamu ga peka?’ sebuah air mata jatuh di pipiku

“Hwa?” kata Kai

“Ne?” kataku dengan suara kecil

“Waeyo?” kata Kai cemas

“Saranghae” Kataku langsung menekan tombol merah

 

Sebuah pesan singkat masuk ke Hp Hwa ‘aku akan kerumahmu’. Sms dari Min ternyata. Hwa yang melihat segera menaruh disampingnya dan menangis.

 

Min P.O.V

Saat dibukakan pintu eommanya, aku langsung disuruh kekamarnya saja. Aku menuju kamar Hwa yang ada dilantai dua dan segera mengetuknya.

“Hwa..” kataku berulang kali

Hwa tidak menjawab, akhirnya aku mencoba buka saja pintunya, dan ternyata tidak dikunci. Aku melihat Hwa yang sedang duduk diatas kasurnya sambil menangis

“Hwa kau kenapa?”

“Kai mau ke Indonesia Min..” Kata Hwa sambil merangkul Min

‘Aku tau bahwa Hwa suka sama Kai, tapi mengapa D.O menyukai Hwa?.. Sudahlah..’ kataku dalam hati

“Indonesia kah?”

Hwa yang masih menangis hanya mengangguk saja.

Hwa bersender dipundak Min, Min membiarkannya. Sebuah telfon, masuk ke Hp Min. Kai? Batin Min. Min ingin sekali menganggkatnya, tetapi ada Hwa. Min melihat Hwa, ternyata Hwa tertidur.

Min menaruh Hp nya yang masih bordering di kasur. Segera Min membaringkan tubuh Hwa di kasur, dan Min segera mengangkat telfon dari Kai.

Kai P.O.V

“Hwa kenapa” kataku cemas

“Dia mencintaimu, tetapi dia gamau kamu kembali mencintai mantanmu yang ada di Indonesia itu” Kata Min menjelaskan

Aku terdiam beberapa saat.

“Oh, aku akan ke bandara Incheon besok pukul 11 siang” kataku dan langsung menekan tombol merah.

Tak lama lagi aku akan ke Indonesia, selamat tinggal Seoul..

Mungkin aku akan tinggal di Indonesia sampai halmoni ku tiada, itu butuh waktu yang lama, jadi aku akan merindukanmu..

Tidak ada lagi yang mencegahku untuk ke Indonesia sekarang..

 

 

D.O P.O.V

‘aku akan segera ke rumah Hwa’ benakku

“Hwa..” kataku

Eommanya yang sedang duduk di taman menujuku “Hwa pergi dengan Min barusan”

“Ohh, gomawo” kataku segera masuk ke mobil dan menuju Incheon

Saat Kai menunggu pesawat tiba, Hwa dan Min datang

Hwa P.O.V

“saranghae” kataku sambil meneteskan air mata dan memeluk Kai

 

Kai terdiam beberapa saat, Min dan D.O hanya melihat dari belakang. Sebuah genggaman dari tangan D.O ke Min. Min yang melihat segera terdiam dan mengenggam tangan D.O. Kai yang ragu, akhirnya memeluk Hwa.

 

Kai P.O.V

“Nado Saranghae” kataku dan melepaskan pelukannya

“Mianhae, aku tidak bias disini. Aku akan kesini lagi. Tapi entah kapan, yang pasti aku tidak akan punya pacar atau menikahi yeoja disana” ucapku sambil memegang kedua tangan Hwa dan menatapnya

Hwa yang masih mengangguk akhirnya mengeluarkan suara “Janji?” Kata Hwa sambil menunjukkan jari kelingkingnya. Kai segera menyatukan jari kelingkingnya.

 

*2 Tahun Kemudian* Di Seoul

“Wahh aku sudah lama tidak kesini. Bagaimana dengan Hwa, D.O dan Min?” kataku sambil menunggu bis di sebuah halte.

Saat di halte Kai menemukan sebuah toko pulsa kecil. Kai segera membeli nomor baru dan pulsa, karena saat di Bandara Soekarno Hatta HP Kai diambil. Kai segera menelfon D.O.

Kai P.O.V

“Yeoboseyo” Kataku

“Yeoboseyo, siapa ini?” Kata D.O

“Kau tidak mengenaliku lagi? Aku ini Kai” Kata Kai

“Ohh, Bagaimana kabarmu?”

“aku baik – baik saja”

“Syukurlah, aku sudah menikah dengan Hwa 2 bulan lalu aku ingin memberitahumu tetapi nomormu tidak aktif”

“Chukkae”

Nitttttt….  Telfonnya mati kaarena pulsa nya habis.

“Hmm.. sudah habis?” kataku

‘Wahh, ternyata D.O dan Min sudah menikah ya, bagaimana dengan Hwa?’ batinku sambil tersenyum – senyum sendiri

Akhirnya Kai mendapat bus. Yang pertama ia tuju adalah rumah Hwa, sampai di halte dekat rumah Hwa Kai segera turun dan menuju rumah Hwa.

“permisi..” kata Kai  sopan

“Ohh, kau teman namja Hwa ya?” kata eommanya

“Ne, apa ada Hwa?”

Eomma nya segera menceritakannya. Ternyata Hwa sudah meninggal saat ingin pulang dari bandara dan kecelakaan. Kai yang mendengar segera menjatuhkan air mata dan meminta alamat kuburan tempat Hwa dikubur, setelah itu eommanya segera memberinya alamat.

Sampai di depan kuburan Hwa.

“Hwa… kenapa kau ingkari janji kita saat dibandara? Kau ingkar janji padaku, aku benci itu!!!” kata Kai sambil menangis

~END~

8 pemikiran pada “Last Waiting Love

  1. Umm.. Mungkin alurnya kecepetan kali ya, jadi feel nya kurang dpt. Tapi sebenernya bagusloh ._. Serius deh, oh iya, ada typo pas bagian ‘Kai pov’ tapi bawahnya ‘Kai pov’ lagi. Udh sepertinya hanya itu, sequel juseyo ya thor, karena aku suka ff ini

  2. ff nya bagus, aku suka ide ceritanya. tapi sayang bgt ini terlalu cepat, narasinya kurang detail, dan sepertinya lebih bagus kalo dibuat jadi beberapa chapter. typonya juga dikurangin ya author-nim ^^ aku suka deh ff nya apalagi sad ending itu favorit aku #plaks keep writing author-nim 😉 fighting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s