Good Bye Summer (Chapter 1)

Summer_sun_by_louisebittersweet2 (2)

Title     :  Goodbye Summer (Chapter 1)

Author :  Armelia (@armeliafira)

Length : Short Story

Genre  :  Drama, Romance, Angst, Song fic *aduhbanyak amat*

Rating : PG -15

Main Cast :

–       Kim Jong In

–       Choi Jin Ri

–       etc

Disclaimer :

FF ini terinspirasi dari lagunya Amber, Krystal, Luna ft. D.O EXO – Goodbye Summer. Maaf kalo ada bahasa Koreanya yang salah atau typo apalah ituxD. No bash please. Enjoy J

gieoghae bogdoeseo tteo deulda
gati honnadeon uri dul
beolseo myeon seodo wae geurido
jeulgeo wot neunji arasseo

“Kim Jong In!”

“N…ne Kwon Seonsangnim”

“Kenapa kau terlambat lagi? Kau baru seminggu bersekolah disini dan sudah berani membuat masalah ya” omel Kwon Seonsangnim

“Jeosonghamnida Kwon Seonsangnim, aku tidak akan mengulanginya lagi”

“Anak ini, kalau begitu kau di hukum! Berdiri di depan kelas selama 2 jam dan tidak boleh pergi kemana-mana. Arrachi?”

“Ne..”

Damn! Aigooo, Jong In kenapa kau bisa ceroboh lagi. Apa susahnya bagun pagi dan berangkat sekolah. Nah, sekarang apa yang akan aku lakukan disini. Berdiri mematung seperti namja bodoh sementara yang lainnya belajar dan bermain bola.

“Yak, kau yang disana!” panggil seseorang

Aku hanya meliriknya tanpa menolehkan kepalaku. Seorang yeoja. Aku tidak mengenalinya karena dia tidak sekelas denganku. Apalagi aku anak baru, baru satu minggu. Mana mungkin aku bisa hafal orang-orang seisi gedung ini.

“Hei kau, sombong sekali tidak menoleh ke arahku” tambah yeoja itu seraya berjalan mendekatiku

“Kau berbicara denganku?” jawabku datar

“Aish, dingin nya namja ini. Ya, apa kau pikir di lorong ini ada orang lain selain kita berdua, eoh?” gerutu yeoja itu

“Entahlah, peduli apa aku”

“Kau ini…anak baru? Aku tidak pernah melihatmu, Benarkan kau anak baru?”

Astaga, aku bisa gila dengan wanita ini. Cerewet sekali dia, mengintrogasiku layaknya seorang detektif. Tapi dia cantik. Aish, tetap saja dia cerewet. Tuhan, cepatkanlah waktu agar aku bisa lepas dari hukuman ganda ini.

“Apa maumu?” tanyaku sinis

“Eh, kenapa kau jadi sinis? Aku hanya bertanya, jika kau tidak mau menjawab ya sudah. Maaf jika aku yeoja yang cerewet yang mengintrogasimu seperti detektif” gerutunya seraya beranjak pergi

Kenapa dia yang jadi marah padaku. Dasar yeoja aneh. Tapi darimana dia tau apa yang ada dalam pikiranku. Menyebutnya sebagai pengintrogasi ala detektif menjengkelkan. Jika dia meninggalkanku, aku sendiri lagi seperti orang bodoh disini.

“Chakaman…” ucapku menarik tangannya

“Apa? Lepaskan tanganku, bukannya kau tidak senang bilaku ajak ngobrol”

“Siapa namamu?”

“Mwo? Kau ini…”

“Siapa namamu??” tanyaku setengah berteriak

“Choi Jin Ri” singkatnya

“Aku Jong In. Kim Jong In. Pindahan dari Seoul. Senang bertemu denganmu” ucapku sambil melepas tangannya

Gadis itu tersenyum, senyuman yang manis. Mungkin senyumannya itu mengartikan kebingungan atau berfikir aku gila. Aku merubah pikiranku untuk mengobrol dengannya, sekedar menghilangkan kejenuhan hukuman ini.

“Apa yang kau lakukan di lorong tadi?” tanyaku

“Aku dihukum karena tidak mengerjakan tugas sejarah, lagipula aku tidak menyukai sejarah. Bagaimana denganmu?”

“Aku terlambat dan aku di hokum Kwon Seonsangnim berdiri diluar saat pelajarannya”

“Jadi kau terlambat dan dihukum oleh Kwon Seonsangnim? Hahahaha, Jong In-ah kau lucu sekali”

“Apa yang lucu sih? Kau ini aneh” tanyaku bingung

“Entahlah, aku ingin tertawa saja. Habisnya wajahmu sudah minta aku tertawakan sejak kita bertemu”

“Hahahahahaha”

Aku pun ikut tertawa bersamanya. Menertwakan apa, aku juga tidak tahu. Choi Jin Ri, teman yeoja pertamaku yang aneh dan gila. Hahahaha

“Jong In-ah, kau tidak pulang?” Tanya Sehun, teman sebangku ku

“Ah, ye. Sebentar lagi, kau duluan saja”

Aku ingin bertemu Jin Ri dulu. Mengucapkan terima kasih, mengajaknya pulang bersama mungkin haha. Tunggu dulu….pabo ya Jong In! Kau tidak menanyakan dia kelas berapa. Bagaimana aku bisa bertemu dengannya.

Aku menunggu Jin Ri keluar dari pagar sekolah sudah dari tadi. Tidak ada tanda-tandanya, apa mungkin sudah pulang. Cepat sekali anak itu pulang. Baiklah aku bertemu dengannya besok saja.

Keesokan harinya….

“Kau Kim Jong In?” Tanya Sehun

“Hey, apa maksudmu bertanya seperti itu?”

“Hahaha, aku tidak percaya kau datang sepagi ini. Apa yang salah pada dirimu? Atau kau jera dengan hukuman kemarin?” ledek Sehun

“Aish, kau berisik sekali. Duduk sana, aku ingin bertanya padamu”

Sehun menggaruk kepalanya dan segera duduk disebelahku. Sepertinya aku harus bertanya padanya.

“Wae? Apa yang ingin kau tanyakan?” Tanya Sehun

“Kau kenal dengan Choi Jin Ri?”

“Nugu? Choi Jin Ri? Sebentar aku ingat dulu…” ucap Sehun lalu merubah raut wajahnya seperti orang berfikir

Ah, sepertinya aku salah menanyakan orang. Mana mungkin Sehun tahu tentang Jin Ri, Sehun jarang berinteraksi dengan wanita. Begitu juga aku. Kalau aku tanyakan pada murid yeoja disini…mereka rewel, jauh lebih rewel dari anak bayi yang baru lahir. Murid yeoja di kelasku tidak normal, menggoda laki-laki, berkhayal yang tidak jelas, itu menjijikan. Harus kutanyakan pada siapa……Suho! Dia kan ketua kelas, apalagi dekat dengan wanita pasti dia tahu.

“Eh, kau mau kemana Jong In?” Tanya Sehun

“Aku mau bertanya pada orang yang tidak berpikir lambat sepertimu”

“Gurae? Aku berpikir lambat? Sial kau ini Jong In” omel Sehun

“Suho-ssi” panggilku

“Ah, Jong In. Kau bisa datang pagi juga haha” ledek Suho

“Jangan mengejekku, itu tidak penting. Ya, apa kau tau tentang Choi Jin Ri?”

“Choi Jin Ri?”

“Ne, kau kenal dia? Kelas berapa dia?”

“Aah, Jin Ri-ssi murid yeoja terpandai dalam bidang matematika. Dia kelas XI-A, waeyo? Kau ingin les matematika dengannya?”

“Annio, gomawo ne”

Kenapa aku jadi penasaran pada gadis itu, rasanya aku ingin mengenalnya lebih dekat. Aigoo, ada apa denganmu Kim Jong In. Yang jelas aku sudah mengetahui kelasnya. Eh, bukan kah itu dia? Tertawa seperti orang gila dengan teman-temannya. Pasti itu dia, hanya dia dengan cara tertawa seperti itu.

“Jin Ri-ah”

“Eoh, Jong In. Wae?”

“Terima kasih kemarin kau menemaniku saat aku dihukum. Ini untukmu” aku memberikan sebungkus coklat padanya

“Coklat? Yak, kau ingin membuatku gemuk atau bagaimana? Ambil ini, kau juga tidak perlu berterima kasih karena aku juga butuh teman mengobrol saat itu hahaha” jelasnya

“Naifnya kau ini, kalau begitu saat jam istirahat aku akan kembali lagi kesini. Dan tetap ini harus ada padamu” ucapku meraih tangannya dan memaksa menerima coklat dariku

Aku berjalan kembali ke kelas, menengok ke belakang melihat ekspresi wajah Jin Ri. Haha tercengang seperti orang bodoh. Jujur, aku menyukai ekspresi itu.

geunal ihuro (Yeah Yeah)
urin neul (Yeah Yeah)
ssang dungi byeoljari cheoreom
neon na naneun neoyeosseo

Tidak terasa, aku dan Jin Ri sudah sering bersama dalam 3 minggu ini. Kedekatan kami pun dicurigai oleh teman-teman di kelasku maupun di kelas Jin Ri. Ada yang mengira kami berpacaran. Ada yang mengira aku tidak mau berteman dengan yeoja lain karena Jin Ri yang melarang. Dan percakapan yang pernah kudengar antara Suzy dan Jin Ri di dekat perpustakaan.

“Jin Ri-ssi kau berpacaran dengan Jong In, si murid baru itu?” Tanya Suzy

“Annio, kita hanya berteman biasa seperti kita. Tidak ada yang lebih hahaha, kau ini ada-ada saja” jawab Jin Ri dengan tawa renyahnya

Perasaanku tentang Jin Ri…..entahlah sepertinya aku mulai suka padanya. Tapi ini terlalu cepat terjadi.

“Hey yeoja sinting” aku menghampiri Jin Ri dan mengambil minumnya

“Aish, kau tidak sopan! Beli sendiri miumannya, kau mengganggu jam makan siangku” omel Jin Ri

“Siapa suruh kau tidak mengajakku ke kantin”

“Kau siapa? Biasanya kau juga yang datang ke kelasku kan”

“Aku lupa, lagi pula Kwon Seonsangnim terlalu banyak berceramah sehingga aku tertidur di kelas tahu. Oh iya, aku ingin main ke rumahmu, boleh kan?”

“Uhuk uhuk” Jin Ri terbatuk

“Hey, kenapa kau batuk? Ada yang salah?”

“Untuk apa kau ke rumahku?” tanyanya

“Kau kan pernah ke rumahku, aku ingin ke rumahmu. Masa tidak boleh”

“Tidak ada yang menarik dirumahku, rumahku kecil dan sepi” ucapnya lalu pergi meninggalkanku

Kenapa dia? Dia kenapa? Mengapa dia terlihat marah saat aku menyinggung tentang rumahnya. Apapun kondisi rumahnya tidak akan merubah perasaanku padanya. Apa yang disembunyikannya

TBC

Iklan

12 pemikiran pada “Good Bye Summer (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s