Hello Oppa

cats

Main cast          :oh sehun
hwang sung rin

Genre                 : romantic comedy abstrak

Author              : Sophia amishella (@sophiaamishella)

Support cast    : xiumin (sahabat sehun yang mirip bakapo)
xi luhan (kakak sehun yang punya café)
cho ah ran (sahabat sung rin yang super awel)
kris (guru bahasa inggris galak, tapi cool)

Length               : one shot

Ratting              : PG-13

Hai readers, saya sebagai istri resmi do kyung soo *tebar paku* menyatakan ini FF kedua yang saya post di sini. Mian kalau ceritanya agak ga lucu, banyak typo, terus kalo kurang nyambung maafkan saya juga ya :D. saya sebagai istri resmi do kyungsoo dan adik kandung dari suho oppa mengucapkan selamat membaca FF saya, semoga kalian suka dengan FF saya J

~author pov~

seorang namja berbaju merah dan bercelana hitam berjalan dengan santai di taman itu, badannya yang tinggi dan ideal membuatnya menjadi pusat perhatian. Tapi dia tidak memperdulikan wanita wanita itu. Ya.. dia Oh Sehun, namja tampan idaman banyak wanita yang sangat dingin. Tapi di balik sikap dingin dan sok cool nya itu tersiman sifat koplak, iseng, manja dan cengen(?).

~sung rin pov~

“kau lihat? Dia sangat tampan, gayanya keren, sikap dinginnya membuat semua yeoja penasaran” kata Ah Ran kepadaku dengan mata bersinar(?)
“terserah kau saja, menurutku orang itu tidak ada keren kerennya sama sekali” kataku dengan tampang datar -___-
“lihat itu dia melihat ke arah kita!!” kata Ah Ran panik. Aku hanya menanggapinya dengan memutar bola mata dan memasang tampang songong.

~sehun pov~

Dag dig dug.. seperti itulah yang kurasakan saat melihat gadis itu, bukan gadis yang dari tadi senyum senyum melihatku, namun gadis yang dari tadi menatap ku sinis. Aku sangat mengenalnya, dia adalah adik kelas ku. Tapi dia dikenal sangat sinis pada pria,
BRUK!!! Tiba tiba aku terjatuh di tanah dan merasa di tibani oleh bakpao seberat 70kg.
“aduuh, maafkan aku sehunni” kata seorang pria yang tidak lain ada XIUMIN, anak pindahan dari china yang duduk sebangku denganku dan sekarang kami menjadi sahbat, mungkin lebih dari sahabat, bisa di bilang kami ini saudara kembar (walau kenyataannya aku lebih tinggi, tamvan, imut, maco dibandingkan xiumin XD).
“ya!! Mau sampai kapan ka uterus berada di atasku?!” tanyaku kesal pada xiumin.
“aigoo, kenapa kau marah marah? Bukankah aku ini empuk seperti bakpao?” kata xiumin lalu mengembungkan pipinya yang begitu mirip dengan bakpao (?)
“ya xiumin-ah! Kau ini bakpao seberat 70kg” kataku kesal.
tanpa kami sadari, dari tadi banyak orang memperhatikan kami sambil senyum senyum, terutama dua gadis itu (sung rin dam ah ran).
“sehun-ah wajahmu berubah menjadi merah seperti tomat busuk” kata xiumin dengan muka sok imutnya.
“benarkah?” kata ku sambil memegang wajah tamvanku ini B). lalu aku menarik tangan xiumin agar kita cepat cepat pergi dari taman karena aku sangat malu.

~sung rin pov~

“wahahahahhaha” huaaaahahahah huhuhuu aokaokaok… kami berdua masih tidak bisa menahan tawa karena kejadian tadi,
“sudah ku bilang kan, sehun itu tidak keren, apalagi kalau dia tertindih oleh xiumin oppa” kataku masih dengan nada ngukuk(?)
“ya! Sung rin-ah berhentilah seperti itu” kata ah ran yang juga masih tertawa.
“sudahlah aku ingin pulang sebelum ngompol disini” kataku lalu semuanya hening -___-

~author pov~

Seperti biasanya, keesokan harinya sung rin selalu berangkat sekolah kepagian untuk sekedar jalan jalan dan ngeggangguin anjing tetangga(?). setelah puas jalan jalan dan mengganggu anjing tetangga, sung rin akhirnya ke sekolah dengan jalan santai, tangan di masukan di kantong jaket abu abunya dan menggunakan headset. Sesekali sung rin melihat jam tangannya, lalu sedikit menggoyangkan badannya dan bibirnya seperti sedang bernyanyi namun lipsing -_- sung rin sangat menyukai musik, suaranya juga bagus. Sung rin juga bukan gadis yang terlalu feminism seperti kah ran dan kebanyakan teman temannya, tapi dia di knela sangat asik, mudah bergaul, dan ramah dengan orang lain. Tapi tidak untuk oh sehun /.\ entah kenapa sung rin begitu kesel kalau melihat wajah oh sehun. [padahal sehun kan tamvan-___-] sung rin selalu sinis pada sehun, mungkin di sekolah mereka hanya hwang sung rin lah yeoja yang paling sinis dengan Oh Sehun.

~sehun pov~

“aigoo.. mana anak gendut ini, aku sudah hamper lumutan menunggunya” kataku pada diri sendiri. Aku sedang menunggu xiumin (bakpau berjalan) itu di depan gerbang sekolah. Handphone nya tidak aktif jadi aku sedikit khawatir, takut barangkali ditengah jalan ada yang menculik dia untuk dimakan, secara dia kan bakpao /plak/. Tiba tiba tanah bergetar bagaikan ada raksasa berlari *lebai ah* dari kejauhan terihat xiumin sedang berlari. Aku spontan langsung memegang gerbang sekolah.
“hosh hosh hosh.. ya! Kau ini mau  meledekku?! Kenapa memegangi gerbang sekolah begitu?” Tanya xiumin sewoth.
“aku hanya jaga jaga, siapa tau ada gempa tektonik” kataku polos ‘-‘
“enak saja kau kalau bicara! Hosh hosh’..” kata Xiumin tebata bata.
“hehehe… minhae xiumin oppa(?)” kataku dengan wajah imut namun tetap terlihat tamvan B). tiba tiba ada seorang yeoja lewat di depan kami berdua, dia benar benar cantik dengan jaket abu abunya dan headset yang ada di kupingnya membuat dia begitu keren #apaini?!. Yeoja itu sudah pasti adalah hwang sung rin, satu satunya yeoja yang bisa membuat sehun mematung dan salah tingkah. Dia berjalan Tanpa melihat sedikitpun kea rah sehun dann xiumin.
“ha.. haii sung rin” kataku terbata bata menyapanya, tapi tidak dipedulikan sama sekali olehnya.
“sehun-ah Kau menyukai gadis itu ya?” kata xiumin tiba tiba yang spontan membuat wajahku memerah tapi tetap terlihat tamvan B)
“ya! Jangan bicara yang aneh aneh kau! Ayo cepat kita ke kelas.” Kataku lalu pergi meninggalkan xiiumin.

~sung rin pov~

“Sung rin-ah!” terdengar suara gadis cempreng yang memanggilku dari kejauhan, siapa lagi kalu bukan cho ah ran. Aku hanya tersenyum dari kejauhan dan melambaikan tangan, lalu dia datang menghampiriku.
“sung rin-ah. Kau sudah mnegerjakan PR bahasa inggris?” Tanya ah ran. Aku spontan kaget karena aku lupa kalau ada PR bahasa inggris.
“aish.. kenapa kau tidak mengingatkan ku semalam?!” kataku lalu berlari kekelas untuk mengerjakan PR ku. Guru bahasa inggrisku sangat galak, makanya aku sangat takut kalau tidak mengerjakan PR dariinya, walau dia sangat tampan dan postur tubuhnya sangat perfect untuk seorang namja, tapi dia punya tatapan yang sangat dingin. Dia dijuluki VAMPIRE! namanya kris, dari namanya orang orang akan berfokir kalau dia bule nyasar(?) tapi tidak, dia adalah warga asli china yang lama tinggal di kanada.
“bagaimana ini?! Sudah tidak banyak waktu lagi!” katku panic saat sudah dikelas. Tiba tiba KRIIIIINGGG!! Bell masuk pun berbunyi. Aku menghembuskan napas panjang.
“baiklah aku pasrah” kataku lemas. Teman teman sekelasku menyuruhku menyontek tugas mereka, tapi sayangnya terlambat. Kris songsaenim sudah masuk kelas dengan gagahnya(?).
“selamat pagi anak anak, apa kalian sudah mengerjakan PR yang saya berikan?” kata kris songsaenim dengan wajah datar.
“sudah songsaeniim..” jawab anak anak sekelas
“ada yang tidak mengerjakan?” kata songsaenim.
aku langsung mngangkat tangan dengan wajah melas “saya pak” .
“kau tau apa yang harus kau lakuan kan hwang sung rin?” Tanya songsaenim lagi yang membuatku langsung berdiri dari bangku ku dan berjalan malas ke luar kelas.

~sehun pov~

Sementara itu *eaaaak* sehun di kelas sedang bengong sambil makanin pensilnya xiumin.
PLAK! “ya!! Oh sehun, kenapa kau memakan pensilku?” Tanya xiumin sembil menepuk bundakku.
“kau ini bagaimana?! Kalau aku keselek pensil bagaimana?!” kataku sewoth.
“sehunni kau sedang memikirkan apa?” kata xiumin sambil senyum senyum ngga jelas.
“aku? Aku tidak memikirkan apa apa” kataku grogi.
“cih.. aku ini sahabatmu, mana mungkin aku tidak tau kalau kau sedang memikirkan sesuatu, aku bisa menebak kau sedang memikirkan seorang yeoja, dia junior kita di kelas dan namanya adalah hwang sung rin?” kata xiumin sok peramal.
“bagaimana kau bisa tahu? Apa kau bisa meramal?” kataku antusias.
“hehe aku tahu karena kau menulis namanya di buku” kata xiumin sambil menunjik bukuku yang ada di meja dengan isyarat mata. Aku langsung menjitak kepalanya yang besar itu(?).
“aku ingin ke kamar mandi, kalau ada guru telepon aku ya” kataku pada xiumin dan langsung berdiri dari bangku lalu meninggalkan kelas.
saat sedang berjalan di koridor sekolah aku melihat seorang yeoja dengan rambut panjang dengan baju seragam. Dia sedang berdiri sambil mengayunkan kakinya sesekali. Dia sung rin yeoja yang ku sukai. Tentu saja aku menghampirinya dan berdiri tepat di sampingnya. Sung rin yang sedang mengayun ayunkan kakinya langsung berhenti sejenak dan menatapku tajam. “sedang apa kau disini?” tanyanya sedikit sangar.
“aku sedang berdiri” jawabku sambil tersenyum tamvan B). dia tidak merespon, lalu memalingkan wajahnya dan melanjutkan aktivitas mengayunkan kaki tapi dengan pipi dikembungkan, itu membuat dia terlihat begitu imut *gemes*.  Susana begituu hening, akhirnya aku memulai percakapan duluan
“hmm… sung rin?”
“hmm?” jawabnya singkat –terlalu singkat-
“apa kau ada waktu?” kataku grogi. Sebenarnya aku tidak tahu ingin membicarakan apa, ini keluar begitu saja dari mulutku.
“ada, kenapa memangnya?” kata sung rin dengan tatapan datar.
“pulang sekolah nanti kita ke café bersama ya, aku tau café yang cappuchinonya sangat enak, nanti pulang sekolah aku akan menunggumu di depan gerbang sekolah, kita pergi berdu saja. Bagaimana? Baiklah aku tahu kau pasti mau. Aku tunggu sepulang sekolah yaa.” Kataku tanpa membiarkan sung rin bicara sedikitpun dan aku langsung meninggalkannya dengan rasa sangat puas. Aokaok

~sung rin pov~

“pulang sekolah nanti kita ke café bersama ya, aku tau café yang cappuchinonya sangat enak, nanti pulang sekolah aku akan menunggumu di depan gerbang sekolah, kita pergi berdu saja. Bagaimana? Baiklah aku tahu kau pasti mau. Aku tunggu sepulang sekolah yaa.” Oh sehun bicara panjang lebar dan tidak membiarkan aku bicara sedikitpun dan dia langsung pergi meninggalkanku tanpa bertanya aku mau atau tidak. Cih dasar namja aneh. Tapi bagaimanapun aku harus tetap pergi bersama sehun.
akhirnya bell pulang sekolah berbunyi. Sepanjang hari aku terus memikirkan perkataan sehun tadi. Aku agak ragu untuk pergi bersama namja gila itu sok stay cool itu. Tiba tiba seorang namja dengan tampang sok imut memandangku dari krjuhan dan tersenyum sambil melambaikan tangan. Aku memutar bola mata, rasanya sangat malas pergi bersama dia -__-. Kau “sudah lama menunggu?” kataku datar.
“belum, baru setengah jam” sehun menjawab dengan nada santai dan wajah begitu gembira.
“ayo kita jalan” kataku lalu jalan membelakangi namja itu.
rasanya aneh, perasaanku saat dekat dengannya agak berbeda sekarang. Walaupun dulu sepertinya aku sangat membencinya karena gayanya yang sok cool dan selalu sombong di depan yeoja, tapi kenapa berbeda dengan ku? Dia selalu baik padaku, tersenyum padaku bahan sekarang dia mengajakku ke café.

~author pov~

Sehun dan sung rin akhirnya sampai di sebuah café sederhana. Di depan café itu ada papan bertuliskan “HUNHAN CAFÉ” walau sangat sederhana tapi pengunjungnya lumayan banyak. Sehun masuk ke Cafe dan menyuruh sung rin duduk di bangku dekat jendela yang memperlihatkan sisi belakang café tersebut. Sangat indah, banyak tanaman hias dan bunga bunga yang tumbuh begitu cantiknya. Sung rin  begitu terpaku dengan pemandangan itu. Sung rin mengedarkan pandangan ke setiap ruangan dan mendapatkan sebuah foto. Itu adalah foto sehun dengan seorang namja berwajah tak kalah tampannya dengan sehun. Sung rin berdiri dan memperhatikan baik baik foto itu. Wajahnya agak mirip dengan sehun tapi wajah namja yang satu ini lebih polos di bandingkan sehun(?). tiba tiba terdengar suara tawa dua orang namja. Ternyata kedua namja itu adalah dua orang namja yang sung rin lihat di foto tersebut.

~sung rin pov~

Aigoo tampan sekali dua namja ini… Kataku dalam hati.
“anyeonghaseyo xi luhan imnida” kata namja itu dengan ramah lalu menjulurkan tangan bermaksud untuk bersalaman denganku, tapi aku hanya melihat tanganya yang begitu mulus dengan wajah datar ku. Akhirnya luhan menarik kembali tangannya dengan senyuman yang sangat manis. Akhirnya aku membungkuk karena merasa tidak enak dengan perbuatanku tadi.
“ah.. minahae, hwang sung rin imnida, panggil saja aku sung rin” kataku sambil membungkuk 90 drajat. Dia tersenyum lalu membungkuk, “panggil saja aku luhan” katanya dengan sangat ramah.
“sung rin dia adalah hyung ku” kata sehun yang membuatku kaget. Apa?! Dia hyungnya sehun?! Kenapa wajahnya lebih terlihat muda daripada sehun?! Dan dia juga lebih pendek di banding sehun!! Ini dilemma *tiba tiba chibi lewat-___-*
akhirnya luhan pergi ke dapur untuk membuat cappuchino untuk aku dan sehun.
“kau pasti sangat kaget” kata sehun tiba tiba.
“kaget kenapa?” tanyaku bingung pada sehun.
“kau pasti berfikir kalau dia adalah adikku kan? Karena wajahnya yang sangan imut?” kata sehun lagi.
“hmm kau benar sekali” kataku pada sehun.
“aku akan menceritakan kisah hidupku dengan luhan hyung, kau mau mendengarkan?” kata sehun dengan wajah sok cool, walaupun memang dia terlihat cool.
“baiklah” kataku datar.
tiba tiba luhan oppa datang membawa dua cup cappuchino buatannya. Dia duduk di sebelah sehun tapi sehun seperti memberi kode kepadanya “tolong tinggalkan kami berdua” lalu luhan oppa meninggalkan kami berdua.

~sehun pov~

Aku mulai bercerita kepada sung rin
“jadi begini ceritanya, aku dan luhan hyung adalah saudara tiri, ayah luhan hyung menikahi ummaku setelah umma luhan hyung meninggalkan mereka”
“ibu luhan oppa meninggal?” kata sung rin memotong pembicaraan ku.
“tidak, ibunya meninggalkan mereka karena kondisi perekonomian appa luhan hyung yang semakin hari semakin memburuk. Akhirnya umma dan apaa luhan hyung di pertemukan dan mereka menikah. Walnya aku sangat membenci luhan hyung dan appanya. Tapi luhan hyung selalu ada untukku di saat aku membutuhkannya. Sekarang orang tua kami sudah meninggal dua duanya karena kecelakaan 5 tahun lalu” aku terdiam beberapa saat dan melihat ekspresi sung rin yang begitu antusias, dia sangat menikmati ceritaku. akhirnya aku melanjutkan ceritaku lagi
“dan setelah orang tua kami meninggal, luhan hyung berhenti kuliah dan mengurus café ini, café ini adalah peninggalan ibuku dulu. Awalnya tempat ini bukan apa apa. Tapi luhan hyung mengubah tempat ini menjadi tempat yang begitu indah” kataku melanjutkan cerita.
tiba tiba sung rin menatapku dengan tatapan aneh. Mungkin dia merasa kasian padaku karena mendengarnka cerita yang tadi.
“ini xiumin angkat telpon mu! Ya oh sehun! Cepat angkat telpon mu! Yaaa!!!” tiba tiba terdengar suara xiumin yang membuat kami berdua kaget. Ternyata itu bearasal dari handphoneku.
“aigoo.. sejak kapan nada dering HP gue jadi seperti ini?!” kataku lalu mengangkat telepon.
“ada apa bakapo gila?” tanyaku pada xiumin yang jauh di sebrang sanah(?)
kau dimana? Ayo kita main, aku sangat bosan dirumah” ajak xiumin
“aku tidak bisa, akku sedang ada kencan dengan seorang gadis” kataku yang langsung membuat sung rin seperti keselek kopi aokaokaok.
“apa?! Pasti kau sellingkuh dengan sung rin!”
“berhentilah berbicara seperti itu, kau pikir aku ini pacarmu?”
“kau bahkan lupa kalau kita sudah pacaran”
“ya! Besok kau akan habis di tanganku bakpao” kataku lalu memutuskan telepon.

~sung rin pov~

Aku begitu terkesan dengan ceritanya barusan. Sehun adalah anak yang tegar *ciee*. Tapi dia bisa berubah menjadi namja koplak kalau sudah ketemu sahabatnya xiumin -__-. Tiba tiba setelah sehun memutuskan telponnya dengan xiumin dia menatapku dengan senyuman yang sangat tulus.
“hey sung rin, maukah kau melakukan sesuatu padaku?” Tanya sehun tiba tiba.
“apa?” jawabku singkat
“setiap bertemu denganku, bisakah kau menyapaku?”
“menyapamu?” kataku mngerutkan dahi
“iya setiap bertemu denganku kau menyapaku seperti ini..” kata sehun lalu berdiri di samping meja. “hallo oppa..” lanjut sehun sambil melambaikan tangan dan membuat wajah lucu.
aku spontan tertawa karena mendengar perkataan sehun tadi. “hahahahhaha… sehun-ah kau lucu sekali” kataku sambil tertawa
“ya! Kenapa kau tertawa?” kata sehun sewoth.
“ehm.. aku hanya ingin memanggil oppa kepada kakaku dan pacarku saja, selain itu aku tidak mau memanggil orang lain dengan sebutan oppa” kataku menjelaskan kepada sehun.
sehun memanyunkan bibir. “kalau begitu anggap saja aku pacarmu”
aku yang dari tadi masih tertawa langsung terdiam karena perkataan sehun tadi.
“baiklah aku akan memanggilmu oppa” tiba tiba kata kata itu keluar dari mulutku.
“aiiisshhh yeoja pabo! Kenapa kau mengatakan itu?!” omelku dalam hati.
“jadi kau benar benar menganggapku sebagai pacarmu?” kata sehun tersenyum bahagia.
aku  hanya tersenyum tipis bermaksud meng-iyakan perkataan sehun tadi.
“hmm.. sudah sore, aku harus pulang pulang” kataku pada sehun
“aku akan mengantarmu” kata sehun
“ah tidak usah aku bisa pulang sendiri” kataku pada sehun lagi, akhirnya sehun meng-iyakan dan aku pun pulang.

~author pov~

Akhirnya sung rin pulang ke rumah sendirian Karena menolak di antar oleh sehun. Tapi di sisi lain sehun pun mulai kambuh (kambuh gilanya). Sehun jingkrak jingkrak di depan café. Dan sung rin tersenyum senyum sendiri saat di perjlanan pulang. Sepertinya sung rin mulai ada perasaan dengan sehun –ciee author jealous—
keesokan harinya saat di sekolah..
“sehun-ah, kita menunggu siapa disini?” kata xiumin dengan wajah seperti ingin BAB.
“kita sedang menunggu yeoja chinggu-ku” kata sehun sambil mengedarkan pandangan ke segalah arah.
xiumin yang tadinya jongkok langsung berdiri “kau punya yeoja chinggu? Kenapa kau tidak memberitahukanku? Aku ini namja chinggu oh sehun!!” kata xiumin sambil menggonyang goyangkan punggungsehun. *xiumin gue mohon jadi normal lagi ya*.
“ya! Xiumin, aku ini masih waras” kata sehun dengan tamvan(?).
sudah lumayan lama sehun menunggu, tapi dia tidak melihat sosok sung rin sedikit pun. [ya jelas sung rin belom dateng, kan masih jam 5 pagi, dasar sehun gila]
“sehun-ah, aku mengantuk. Aku akan ke kelas duluan ya.” Kata xiumin sambil mengucek ngucek(?) matanya.
“aah kau payah, ya sudah sanah pergi” ‘-‘)/ kata sehun mengusir xiumin.
sudah jam setengah 7 pagi, dan murid murid sudah banyak yang berdatangan. Dan sehun mata sehun mulai mencari dimana gadis itu. Tiba tiba terlihat gadis berambut panjang yang digerai dengan jaket warna kuning, berok kotak kotak se lutut, dan menggunakan headset di telinganya. Dia memasukan tangan ke dalam kantong jaketnya membuat sung rin begitu lucu seperti anak kecil namun juga terlihat dewasa. Sehun pun tersenyum dan melambaikan tangan . tapi sung rin hanya menatapnya dengan senyuman.

~sung rin pov~

Apa yang harus ku lakukan sekarang?! Dia sudah melihatku, aku terlalu gensi untuk menyapanya, apalagi memanggilnya oppa -___- pikirku dalam hati. Aku melambatkan jalanku, dan pura pura mengikat tali sepatuku. Lalu pura pura berolahra. Sehun menatapku agak aneh. Akhirnya aku melanjutkan berjalan namun tetap lambat. Saat tiba di depan sehun aku terdiam beberapa saat. Suasana begitu sepi di gerbang sekolah. Sehun sedang menungguku menyapanya namun aku hanya terdiam.
“kenapa kau diam?” Tanya sehun bingung.
“a..aku.. bingung ingin mengatakan apa” -..- kataku gelagapan.
“kau hanya perlu mengatakan ‘hello oppa’, begitu saja” kata senyum tersenyum ramah padaku.
“ha.. haii op..pa” kataku gugup, mungkinsaat ini wajahku sudah memerah seperti tomat rebus.
“berarti searang kita resmi pacaran kan?” kata sehun polos.
aku menatapnya sinis dan memonyongkan bibirku “kau ini modus sekali” kataku lalu pergi meninggalkannya.

____1 bulan kemudian___

~sehun pov~

Aku dan sung rin sekarang sudah resmi berpacaran*asiiik* Hanya karena kata kata ‘hello oppa’. Setiap hari kalu bertemu denganku, sung rin aka menyapaku dengan ramah. Ternyata walaupun sung rin gadis yang terkenal sinis dengan pria *apalagi denganku* tapi dia bisa berubah menjadi jinak(?) kalau sudah bersamaku. Setiap hari kami selalu pulang bersama, dan setiap minggu  kami pergi ke café luhan hyung untuk bersantai atau mungkin mengerjakan tugas msing masing yang di berikan oleh songsaenim kami. Sedangkan nasib xiumin, dia sekarang rajin belorahraga agar dia bisa sispack seperti siwon super junior, atau bahkan dia mau sispack kayak agung Hercules.

~the end!~

Gimana? Menarik ga FF saya? Ini butuh perjuangan loh nulisnya, harus mendaki gunung dan melewati lembah dulu baru bisa *lebai* harap tinggalkan coment ya pemirsa. Saya sebagai istri resmi do kyungsoo dan adik kandung suho oppa pamit undur diri. Sekali lagi terimakasih atas partisipasi anda semua readers 😀

Iklan

13 pemikiran pada “Hello Oppa

  1. Wah wah wah wah si author nyari ribut(?) nih. Knp bakpao oppaku(?) di buat labil alay(?) bnget sih?
    Aaaaaaaa aku tdk trima#peyukkai#
    typo brtebaran bnget sumpah thor.
    #ditabokbakpao(?)#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s