Time to Leave You (Chapter 1)

Poster EXO

Author : AllRisemoon | Twitter : @Lestaritama

Judul : Time to Leave You (Trilogy of Brother Complex)

Genre : Romance, AU, Comfort | PG : 15

Cast : Do Kyungsoo  | Wu Yong Ra | Wu Yi Fan | Lu Han and other

Leght : Oneshot

 

Author Notes :

Hallo Exotic, perkenalkan saya author baru di sini dan menjadi author FF sejak 2011, tidak ada yang lebih baik dari sebuah Karya jika tidak ada yang menanggapi^^ terkadang ada author yang mengharuskan karyanya di komentari, namun tidak semua reader demikian bukan? Ada yang suka mengintip dan berkomentar dalam hati saja. Ada juga yang blak-blakkan dari komen yang membangun dan menghina. Semuanya sama saja kok, itu merupakan bentuk perhatian pada sebuah karya hanya saja berbeda penyampaian saja.

Oh iya, Author di sini membawakan cerita brother complex, yang sebenarnya adalah project teman-teman Author sesama pecinta EXO^^  karena adanya halangan internal jadi FF Saya ini yang muncul duluan. Hehehe…

I am not a Good Author but I am a crazy author. Okey! Happy reading^^ and Jangan Nyontek FF orang ya .. Dosa :^)

 

 

~Story Begin~

 

Seoul

South Korea

Seoul International Hospital

VIP’s Room No. 301

Author’s  Side

 

“Kau hanya punya dua pilihan” jelas wanita itu dengan menggendong bayi mungil yang baru saja lahir beberapa jam yang lalu.

“Apa pilihan itu?” sergah sang ibu dari bayi perempuan itu dengan mata yang berkaca-kaca. Perasannya tak enak.

“Aku akan menjadikan anakmu sebagai anakku, dan kau bisa berbahagia karena aku akan memberikan saham untuk di jadikan modal oleh suamimu  dan jangan pernah mencari keberadaan anak ini lagi. Atau kau membiarkan anak ini bersamamu tapi kau tidak akan bisa merawatnya dengan baik karena kau tidak akan punya apa-apa setelah ini”

“kau tidak boleh egois” cercah wanita yang masih menggendong bayi mungil itu. Sedangkan wanita yang tertidur lemah di ranjang itu serasa tidak punya pilihan lain. Terbayang bagaimana susahnya berpisahh dengan anaknya yang baru lahir. Tapi ia akan sangat egois jika memilih pilihan kedua karena ada dua orang yang harus ia lindungi dan ia bahagiakan. Putra pertama dan suaminya.  Nasib dan masa depan keluarganya ada digenggaman tangannya.

“Aku memilih pilihan pertama ……..” a menelan ludahnya berat, tangannya mengepal lemah.  Ia sangat berat hati dengan pilihan ini.

“Ingat! Jangan mencari keberadaan anak ini lagi, dia anakku dan akan menjadi bagian dari keluargaku!! Ingat itu!!” seru wanita itu dan menghilang di balik pintu …… meninggalkan ibu dari bayi itu. Ia merasa akan berdosa seumur hidupnya telah menukar uang dengan anaknya sendiri.

 

~xXx~

20 Years Ago …………..

 

 

“….Dalam cinta terkadang ada rasa yang  salah, Aku dan kau ? mungkin bisa saja. Kuharap takdir baik masih membelengguku bersamamu ,bersama cintamu…”

 

Sourbonne University’s Park

Prancis

Paris

 

Jaket tebal itu masih saja setia menempel di badan seorang pria yang tampak sedang menunggu seseorang, bibirnya mungil, tatanan rambutnya rapi, mirip pria yang sedang jatuh cinta dengan seorang gadis. Bagaimana tidak, senyumnya sumringah dengan memandang sebuah kotak berwarna hijau mint, yang sudah ia pangku sejak tadi.

Ya! Kau terlambat … aku membencimu!!” senyum itu bahkan pudar begitu saja, ketika manik mata lucunya itu menangkap sosok gadis yang kali ini memandangnya dengan tatapan kesal entahlah sepertinya kelelahan dengan rambut yang sedikit berantakan.

“Hanya 10 menit, aku sudah berlari menuju tempat ini hanya karena seseorang Do Kyungsoo menelponku jika dia memiliki luka di bagian tangannya dan harus diobati”

Pria itu tertawa penuh kemenangan, gadis di depannya itu telah tertipu olehnya, Do Kyungsoo adalah sosok pria sangat suka menggoda gadis di depannya itu.

Ya! Kau yang salah kenapa selalu percaya padaku! Yong Ra!” Kyungsoo menjulurkan lidah dan melirik kotak hijau mint yang sudah ia siapkan sejak tadi.

Yong Ra menghela napas panjang, tidak sekali atau dua kali Kyungsoo mempermainkan fisiknya seperti ini. Tapi gadis ini selalu saja memenuhi keinginan Kyungsoo, entahlah apa yang dimiliki seorang Kyungsoo? selalu saja sukses menghipnotis, memabukkan dan membuat Yong Ra tenang.

Yong Ra duduk di samping Kyungsoo begitu saja, karena capek harus berlari dari Departement Biology menuju Taman Departemen  Art Performance .

“Apa kau kelelahan Yong Ra?” timpal Kyungsoo dengan melirik Yong Ra yang keringatnya menetes di dahinya. Yong Ra tak menjawab dan masih memejamkan matanya. Tangan Kyungsoo dengan sigap mengusap dahi dan membersihkannya dengan punggung tangannya. Wajah Kyungsoo sangat manis dan tapi terselip rasa bersalah pada kekasihnya itu.

Mianhae …..” lirihnya membuat Yong Ra membuka matanya. Kyungsoo tersenyum dan hendak menyerahkan kotak hijau mint yang dibawanya.

“Kau tidak perlu minta maaf My dear Kyungsoo, aku sudah terbiasa dengan apa yang kau lakukan padaku ….” Jelas Yong Ra dengan senyumannya. Kyungsoo sepertinya trenyuh mendengar peryataan Yong Ra. Sesaat Kyungsoo tersenyum sedetik kemudian ia menarik Yong Ra dalam pelukannya. Yong Ra tak membalas maupun melawan. Ia membiarkan Kyungsoo memeluknya karena beberapa hari ini mereka tak bertemu karena kesibukan Kyungsoo sebagai Leader kelas Vocal dan Yong Ra sebagai mahasiswi yang aktif dalam kegiatan sosial di kampus mereka.

Gomawo~”

“Kau seharusnya mengatakannya berkali-kali padaku Kyungsoo!!” cercah Yong Ra, Kyungsoo tersenyum manis sekali  yang masih dalam posisi memeluk Yong Ra.

Ne, aku akan melakukannya ….” Lalu Kyungsoo menyerahkan kotak hijau mint tadi pada Yong Ra.

“Untukmu~” tambah Kyungsoo, Yong Ra menerimanya

“Apa ini?”

“Buka saja”

“Wah …. Spaghetti ….” Wajah berbinar Yong Ra muncul seketika saat dirinya mendapati isi dari kotak hijau mint pemberia Kyungsoo.

“Itu adalah Spaghetti khusus yang resepnya langsung aku dapat dari temanku Chef di Restoran terkenal di Paris, dan aku membuatkannya khusus untukmu…” ucap Kyungsoo antusias. Yong ra menatapnya.

“Benarkah! Manis sekali!” balasnya meremehkan

“Kau pikir dari dulu aku tidak manis?” protes Kyungsoo dengan memanyunkan bibir Kisablenya yang lucu

“Menurutmu??”

“Sudahlah makan saja, kau mau aku berikan pada orang lain ?”

“Enak saja, inikan sudah milikku, jangan harap aku membaginya denganmu” Kyungsoo mengernyitkan alisnya dan hendak merebut kotak hijau mint dari tangan Yong Ra, tapi Yong Ra melawannya dengan gerakan cepat . Kyungsoo bahkan lupa jika pacarnya itu bisa taekwondo.

“Aw……!!”

“Pangeran Manis, biar aku yang suapi …. Oke?”  tangan Yong Ra melepas genggamannya dari Kyungsoo dan berubah posisi Kyungsoo menghadap kearahnya. Lalu menyuapinya.

“Ayo aaaa….”

“Nanti aku juga melakukannya padamu ….” Protes Kyungsoo sambil mulutnya penuh dengan makanan bibirnya semakin lucu. Membuat Yong Ra tertawa.

 

Kyungsoo dan Yong Ra bertalian sebagai kekasih sejak 2 tahun yang lalu. Masih segar sekali di pikiran keduanya bagaimana mereka bertemu satu sama lain di event  yang diadakan kampus mereka. Di mana Yong Ra sebagai Volunteer dan Kyungsoo sebagai fotografer yang mengabadikan kegiatan acara amal kampus tersebut.

Kyungsoo selalu saja mencuri kesempatan untuk memotret Yong Ra apapun yang ia lakukan sampai-sampai Yong Ra kesal dibuatnya. Dengan begitu Kyungsoo bisa mengajak Yong Ra berkenalan…….

“Kau begitu bodoh! Kyungsoo! Kau berkenalan denganku dengan mencuri fotoku? Ish!! Tidak bermutu!”

“Biarkan saja, lagipula kau begitu jelek saat itu, jadi aku senang memotretmu, akan jadi bahan tertawaan bagi teman-teman sesama club  fotografiku…” jelas Kyungsoo yang sekarang berbalik menyuapi Yong Ra.

Ya! Aku pasti objek menarik bagimu saat itu~ “ tolak Yong Ra sambil mencoba menelan spaghetti buatan Kyungsoo yang hampir saja habis belum sampai 10 menit. Mereka berdua sama-sama hobi makan.

“Jangan bicara … lihat mulutmu belepotan …” tunjuk Kyungsoo pada salah satu sudut bibir Yong Ra, dengan tanggap Yong Ra segera meraba mulutnya. Namun tangan Kyungsoo dengan cepat  mencegahnya.

“Biar aku saja….” tambah Kyungsoo sambil mendekatkan mulutnya pada ujung bibir Yong Ra dan membersihkan sisa spaghetti itu dari mulutnya.  Kyungsoo menjilat sisa bumbu dengan mulutnya.

Yong Ra masih terkejut dengan perlakuan Kyungsoo padanya. Padahal beberapa menit yang lalu Kyungsoo manja menyerupai anak-anak. Tapi sekarang, demi apa? Do Kyungsoo mendadak menjadi dewasa dalam waktu yang hampir bersamaan.

“Sudah bersih ….” Tukas Kyungsoo melihat hasil kerjanya pada mulut Yong Ra, gadis itu hanya ternganga.

“Yong Ra ……!!! Jangan pernah membiarkan aku berbicara sendiri!!” Kyungsoo berubah kembali seperti anak kecil, ingin selalu diperhatiakan, didengar. Pesona Kyungsoo begitu memabukkan bagi Yong Ra, ia selalu saja tidak bisa menolaknya. Kyungsoo seperti mangangkatnya dalam jurang masa lalu yang buruk baginya.

 

“……..Aku berlabuh dalam kenangan yang kelam, Hanya kau yang mampu menyadarkan dan membelokkan arah sampanku  sampai menuju langit ke tujuh……”

Yong Ra to Kyungsoo

 

 

 

~xXx~

 

 

 

 

Yong Ra baru saja memenuhi kencan-nya dengan Kyungsoo yang entah berapa kali sudah dibatalkan karena kesibukan keduanya.

Gadis itu memutuskan pulang dan beristirahat di apartemennya. Baru saja ia membuka gagang pintu, ia dikejutkan dengan pelukan yang sangat erat dari dalam apartemennya. Yong Ra hampir saja tidak bisa bernapas karena kelakuan orang yang ia lansir tingginya 190 cm itu. Mirip galah.

Ya! Siapa kau!!” teriak Yong Ra histeris. Bahkan orang itu masih bungkam. Beberapa saat kemudian ia melepaskan pelukannya. Dan betapa kagetnya siapa yang datang mengunjunginya …

“Kris oppa ……” lirih Yong Ra sambil bibirnya membentuk senyuman. Kris masih menahan tawanya dengan melihat wajah adiknya yang sumringah melihat kedatangannya.

“Adikku ……” suara berat Kris membahana hampir seluruh ruang tamu Yong Ra.

“Kau semakin jelek saja …..” ejek Kris sambil meraih kepala adiknya itu dan langsung mengapitnya dengan tangan besarnya. Sampai-sampai kepala Yong Ra berada pas di bawah ketiak Kris. Benar-benar jahil.

“Hentikan!! Wu Yi Fan!! Apa yang oppa lakukan!! Aku tidak suka bau ketiakmu!!” protes Yong Ra terhadap Kris yang masih tertawa puas melihat adiknya ia siksa karena tidak bertemu hampir 6 bulan.

“Hahahahha …. Rasakan ini, salahmu tidak menelponku, adikku!! Ini salahmu … hahahaha” Kris makin gencar menggoda adiknya.

Ya! ! aku sangat sibuk oppa!! Dear god!! Dasar Galah!!”

“Kalian selalu saja bertengkar jika bertemu… Kris, Yong Ra … kalian memang benar-benar ya!” suara lembut datang dari arah dapur. Wanita itu adalah ibu Kris dan Yong Ra. Nyonya Wu.

“Ibu …..??!” Yong Ra tampak tidak percaya melihat kedatangan Kris sekaligus ibunya yang baru mengunjunginya. Sesaat Yong Ra menatap Kris di sampingnya dan kedua mata Kris mengisyaratkan sesuatu untuk Yong Ra agar segera memeluk ibunya.

“Ibu …. I Miss U ….” Teriaknya sambil memeluk Nyonya Wu. Kris menatap keduanya penuh dengan rasa tak karuan. Kedua orang yang paling ia sayangi Yong Ra dan Ibunya.

“ehem…. Kalian tidak ingat ada pangeran super tampan bediri di sini” dehem Kris sambil tertawa. Yong Ra menoleh dan tertawa pula. Benar-benar suasana yang dirindukan oleh keluarga kecil ini.

“Ayo kita makan …. Eomma sudah menyiapkannya untuk kalian semua …..” Kris dan Yong Ra segera berlari menuju meja makan menikmati masakan ibunya yang sudah lama ia rindukan.

 

“…Berlari, mengejar matahari  Segan rasanya tanganku meraih asa ini, Namun ada mereka …..

Menghasutku untuk tidak mengabdi lagi pada kenangan lama ……”

Yong Ra Quotes

 

 

~xXx~

 

 

“Hey! Adik! Kau sedang memikirkan apa?” sapa Kris yang sedang mengamati adiknya yang sepertinya pikirannya sedang terganggu.

Aniya … aku senang Oppa dan Ibu datang kesini ….”

“Sudahlah …. Kau jangan memikirkan yang bukan-bukan …. “

Yong Ra tersenyum kecut, ingatannya sama sekali belum hilang saat ia selalu diolok hanya karena ia sama sekali tidak mirip dengan Kris.

Wu Yong Ra dan Wu Yi Fan, dari segi nama saja Yong Ra sudah berbeda dari Kris. Yong Ra lebih menuju ke nama Korea bukannya Cina. Lagipula wajah mereka berdua begitu terlihat berbeda. Kris memiliki unsur orang Bule, sedangkan Yong Ra tidak. Wajahnya alami oriental. Sejak kecil Yong Ra selalu dikatakan sebagai anak pungut keluarga Wu. Ada kenangan buruk yang selalu menjadikan Yong Ra paranoid jika mengingatnya.

 

Saat masih sekolah dasar, Yong Ra pernah dikunci di kamar mandi sekolah oleh kakak kelasnya, hanya karena ia selalu berjalan dengan Kris setiap berangkat sekolah. Semalaman Yong Ra tidak ditemukan dan pada akhirnya Kris yang menemukannya atas info yang diberikan oleh temannya.  Kris benar-benar marah melihat adik kesayangannya membiru di dalam kamar mandi. Dan saat itulah Kris bersumpah akan melindungi adiknya , dalam keadaan apapun.

 

“Yong Ra …. Jangan ingat kejadian yang membuatmu akan terluka lagi~ apapun yang dikatakan orang-orang mengenai dirimu.. aku sama sekali tak peduli, kau akan selalu menjadi adikku. Sekarang, nanti dan selamanya ….” Kris seperti bisa  membaca Hati Yong Ra mencoba menenangkan hati adiknya. Yong Ra tersenyum terhenyak. Kris kakaknya itu yang selalu melindunginya, menggodanya sampai ia bosan menanggapi .

Yong Ra mengangguk, walau dalalm hatinya selalu terusik pertanyaan tentang hal-hal yang selalu saja dianggap tabu olehnya. Tapi Kris dan Nyonya Wu selalu saja menguatkan Yong Ra.

Oppa …..”

“Hmmm……”

Aniya …… aku tidak jadi bercerita …” tukas Yong Ra mengedipkan sebelah matanya, menggoda kakaknya itu.

“Cerita saja adikku, aku akan di sini untuk beberapa minggu, kau pasti menyesal saat aku kembali ke China nanti” ancam Kris yang membuat Yong Ra menatapnya heran.

Ya! Aku mengerti, adikku ini pasti akan bercerita dengan Baby Kyungsoo  itu bukan??” Kris menghampiri tempat Yong Ra berdiri dan mengacak rambut ikal gadis itu.

Bukannya sok tahu, Kris menebak dengan benar apa yang ada dalam hati Yong Ra, bagaimana tidak. Yong Ra selalu bercerita padanya tentang seluruh aktivitasnya di Paris, mulai dari mengikuti kegiatan sosial dan masalah cinta seperti ini. Setiap dua hari sekali Yong Ra dan Kris selalu ber skype—ria untuk melepas rindu.

“Berhenti menggodaku Oppa …..  hmm ne, Baby Kyungsoo sungguh manis dan baik. Dia senior imut yang manja padaku ….” Cerita Yong Ra dengan wajah tak semangat. Kris memandangi adiknya dengan tatapan heran.

“Kenapa wajahmu kau tekuk begitu Adik?”

“Apa?? Apa ekspressiku begitu kuat sampai Oppa bisa membacanya?”

“ Kau adikku, tentu saja aku mengetahui tentangmu sejak dulu ….”

“Aku merasa kami tak akan lama menjadi sepasang kekasih….”

“kenapa bicara begitu??”

“Entahlah, aku Mahasiswi Biologi sedangkan Kyungsoo Performa Art, bidang kami sangat jauh, apa mungkin bertahan lama? Aku juga tidak cantik …. Sedangkan Mahasiswi di Fakultas Kyungsoo pasti banyak sekali yang lebih dariku, aku tidak mau seperti dulu lagi selalu dihina saat berjalan bersama denganmu, hanya karena kita berdua tidak mirip Oppa……” Hati Kris menciut mendengar perkataan Yong Ra, Kris tahu betul kejadian demi kejadian yang membuat adiknya itu Trauma sampai saat ini.

“kenapa kau selalu bicara begitu …. Aku tidak pernah menganggapmu orang lain, aku Wu Yi Fan akan selalu menjadi kakakmu , kakak Wu Yong Ra, biarkan saja mereka bilang kita tidak mirip. Kau akan teta menjadi adikku, anak kedua dari keluarga Wu …. Persetan dengan pendapat orang lain!! Dan satu lagi, kau ini cantik, pintar dan jago bela diri, jangan pernah merasa kurang pada semua yang kau punya!! Apalagi hanya karena beda fakultas? Itu sama sekali tidak logis” Tutur Kris dengan nada setengah kesal. Membuat Yong Ra memandangnya.

Oppa … Maaf!” bulir bening jatuh begitu saja dar sudut mata Yong Ra, Kris menoleh kearah adiknya, ia merasa bersalah.

“Maafkan aku Adik, aku kesal saat kau menyinggung masalah tentang masa lalumu …. Kau ini cantik, pintar dank au pantas bersanding dengan Kyungsoo” Kris memeluk Yong Ra, gadis itupun mengeluarkan air matanya begitu saja. Gadis itu terlalu takut kejadian masa lalunya terulang lagi di masa kuliahnya.

“Sudahlah jangan menangis, kita teriakkan Yel-Yel kakak-beradik kita”

“Siapa Adik Kris?” Kris berteriak sambil menggenggam tangannya ke atas

“Yong Ra!!”

“Siapa Kakak Yong Ra?”

“Kris!!”

“Kami kakak beradik selamanya” mereka berteriak bersama-sama dan tertawa seperti baru saja menerima pengumuman Lulus Ujian Menengah Atas.

 

“….walau tidak bisa menjamin sebuah perlindungan yang konkrit, aku Wu Yi Fan akan selalu melindungimu dan keluarga kita….”

Kris Quotes

 

 

 

 

~xXx~

 

 

Pagi ini seberkas cahaya matahari pagi dengan tenang memancarkan cahayanya d ufuk timur, Kyungsoo masih saja bergelut dengan selimut dan bantalnya. Pria itu bahkan sekarang mendengkur tak jelas.  Wajah imutnya seperti tanpa dosa membentuk gurat muka yang sempurnya. Bibir dan alis pria ini tebal, rambutnya berantakan karena sudah tidur sekitar 8 jam yang lalu, Kyungsoo terlalu lelah karena aktivitas hari ini yang menguras teknik Vokalnya untuk Kompetisi Vokal seluruh Eropa yang disponsori oleh Sorbonne University tempat dia belajar saat ini.

Pabo Yong-Yong

 Incomingg Call ………

 

Ponselnya bordering merdu, perlahan matanya mengerjap-ngerjap menyesuaikan cahaya yang masuk pada setiap sudut korden yang menembus garis-garis sejajar terang dari mentari. Wajah innocentnya mencoba meraih ponsel yang berada di meja samping ranjangnya.

Hallo …….”

“Pasti kau baru saja bangun bukan ?” sergah suara di seberang telpon

“Apa?? Tentu saja tidak! Ish kau menyebalkan!” todong Kyungsoo pada Yeojachingunyya yang berhasil membuatnya membulatkan mata sampai selimutya jatuh ke lantai yang beraksen hitam putih seperti papan catur.

“Hahaha …. Iya-iya kenapa kau marah?? Tidak usah berlebihan begitu, apa kau lupa hari ini, kau memintaku membawa makanan yang kau pesan kemarin?”

Kyungsoo benar-benar bangun dan melancarkan peredaran sistem syarafnya, pria itu bahkan lupa dengan ultimatum yang ia berikan sendiri kepada  kekasihnya itu.

jincha?? Aku benar-benar lupa tentang ultimatum itu”

“Tidak usah dipikirkan, makananmu sudah habis dimakan seseorang, jadi jatahmu sudah habis… istrahat saja, kau pasti lelah Do Kyungsoo” bicara Yong Ra sedikit menggoda Kyungsoo

Ya! Apa yang kau lakukan! Siapa  yang berani memakan jatah Ultimatum Khusus itu!!”

“Hmmm… bukan siapa-siapa, sudah kau tidur saja, kau baru kuliah besok pagi….. selamat pagi baby Kyungsoo” Yong Ra lalu memutuskan sambungan telepon yang dibalas dengan tatapan heran dari Kyungsoo

Ya!! Kau!”

“Bisa-bisanya dia memberikan makanan itu pada orang lain!” gerutu Kyungsoo tak jelas, namja itu memukul bantal dan memandang foto Yong Ra bersamanya yang ia ambil beberapa minggu yang lalu, kencan yang manis di pembangunan “sementara” oleh Gustave Eiffel untuk Pameran Universal 1889. Yap! Eiffel Tower.

Bibir mungilnya itu bergerak-gerak tak jelas karena kesal dengan pemandangan gadis di depannya.

Beberapa menit kemudian, akhirnya Kyungsoo mengalihkan foto berbingkai merah itu kearah dadanya. Kyungsoo memeluknya. Tanpa alasan yang jelas, memeluk dan mencium fotonya bersama Yong Ra adalah ritual bangun dan sebelum tidur yang harus ia lakukan.

 

 

“….Tidak bisa kupungkiri, Sepertinya Kini dan nanti hatiku benar-benar tersangkar dalam duniamu, akan kuciptakan melody cahaya untukmu. Tersingkir dari semua dusta hati, Aku mencintaimu…”

Kyungsoo to Yong Ra

 

 

 

~xXx~

 

 

 

“ternyata gadis Perancis ada juga yang cantik!” seru Kris yag baru saja meneguk orange juice-nya, namja itu menampilkan smirk yag tidak biasa, seperti mendapat barang buruan baru yang membuatnya berubah demikian. Siang tadi Kris berjalan di sebuah Mall dekat dengan cabang perusahaan baru keluarganya di La Défense, Kris menggoda seorang gadis yang kira-kira seumuran dengan Yong Ra.

Yong Ra yang sedang menggarap laporan Karsinologi itu melirik sebentar kearah kakaknya yang berbeda 4 tahun darinya itu dengan tatapan tak biasa pula, gadis ini tahu benar kelakuan kakakya yang sudah mendapat cap seorang playboy kelas atas di sekolahnya tempat mereka belajar dulu.

Melihat adiknya menatapnya demikian, Kris berhenti meneguk orange juice-nya dan menampilkan senyum sederhana namun memikat.

“Hey! Aku sudah tidak playboy lagi sekarang …. Adikku, percayalah padaku!!” Kris mendekati Yong Ra dan mengacak rambut ikal gadis itu, kelakuan jahilnya baru saja dimulai.

Yak! Pengakuanmu belum terbukti Oppa, gadis di sini memang cantik!! Tapi aku sanksi  kau bisa mendapatkanya atau tidak!”

“Kau meremehkanmu?? Jadi begini kelakuan seorang Wu Yong Ra saat sudah punya pacar?!” Kris makin mengacak rambut Yong Ra dan sedikit menjitaknya.

“heee!!! Berhenti menggangguku!!” Yong Ra melempar bantal kearah Kris, dan namja itu berhasil lari dan tertawa dengan suara beratnya.

“Dasar Playboy” umpat Yong Ra sambil menerusan laporan Karsinologinya itu dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.

Tantangan dari Yong Ra bukan masalah besar untuk Kris, siapa yang tidak terpikat oleh pesonanya. Badan semampai wajah tampan dan banyak uang. Bahkan saat pertama kali kesini, banyak bule Perancis yang mengajaknya foto bersama, karena dia mirip salah satu artis Perancis yang saat ini sedang naik daun.

 

 

 

~xXx~

 

 

“Sudah menunggu lama??” suara ceria Kyungsoo mengagetkan Yong Ra yang masih setia dengan cappucinno latte-nya yang tinggal setengah.

“Tidak juga …” jawabnya singkat dan menatap Kyungsoo dengan tatapan aneh,  Kyungsoo memasang wajah lugu langsung menampilkan cengiran khasnya. Namja itu langsung duduk bersebranagan dengan Yong Ra.

Ya! Ada apa denganmu ?? apa kau sedih??”

“Apa maksudmu??? Apa mataku sembab??” jawab Yong Ra sambil mengerjapkan matanya berkali-kali. Kyungsoo tertawa kecil.

“Bisakah kau memanggilku Oppa?? seperti gadis lain, bersikaplah normal…..” tambah Kyungsoo sambil memanyunkan bibir tebalnya yang merah, andai saja Kyungsoo adalah anak kecil, pasti Yong Ra akan menciumnya sekarang juga.

Yong Ra kembali menyeruput cappuccino latte-nya tanpa membalas argumen Kyungsoo yang baru saja ia katakan.

“Aku juga ingin kita bersikap romantic ……” tambah Kyungsoo membuat Yong Ra seketika menghentikan aktivitasnya, gadis itu menatap Kyungsoo yang sekarang sedang menatap gurat lantai café yang terpasang marmer. Selama ini memang hubngan mereka jauh dari kata Romantis, mungkin karena inilah, Yong  Ra sering berpikir, bahwa hubungannya dengan Kyungsoo tidak akan berjalan lama. Tapi bukankah romatisme bukankah kunci akan harmonisme suatu hubungan? Asal saling mempercayai, semuanya akan baik-baik saja.

“Maafkan aku Oppa, aku memang tidak romantic …..” jawab Yong Ra singkat, tangannya beralih memegang telapak tangan Kyungsoo, sekarang 2 insan ini saling pandang.

“romantis bukanlah syarat mutlak suatu hubungan kan? Asal kita saling percaya, romantisme itu akan berjalan” sahut Yong Ra kembali meyakinkan Kyungsoo

“Ayo kita jalan-jalan ….” Tangan Yong Ra menarik tangan Kyungsoo dan membawanya ke suatu tempat. Bahkan Kyungsoo belum sempat memesan sesuatu di café tempat mereka bertemu.

 

 

“….aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu, tapi aku masih bisa berbicara padamu untuk yakin, bahwa aku akan tetap berada di sampingmu…karena ada harapan di setiap keyakinan walau harapan itu tidak terlihat”

Yong Ra to Kyungsoo

 

 

 

~xXx~

 

 

Jalanan kota Perancis sore itu sedikit ramai, Yong Ra dan Kyungsoo berjalan menuju pusat jajanan yang memang pusatnya orang-orang menghabiskan waktu akhir pekan.

Mereka berdua berjalan dengan senyum yang menghiasi satu sama lain, berpegangan tangan. Seperti orang kasmaran.  Satu tangan mereka memegang cup ice cream.

Tangan jahil Yong Ra, mencolek pipi Kyungsoo dengan Ice cream di tangannya,

Ya! Apa yang kau lakukan!!”

“Kejar saja kalau kau bisa Kyungsoo oppa ….” Jawab Yong Ra sambil berlari menjauh.

Kyungsoo segera berlari dan mengejar gadsinya itu.  yong Ra menghilang di kerumunan orang. Namun Kyungsoo mengerti tempat yang selalu disukai oleh kekasihnya itu. Kyungsoo berjalan dengan langkah pasti dan senyum yang sesekali menghiasi wajahnya yang mirip anak lima tahun itu.

 

Yong Ra menoleh ke belakang, melihat jejak kekasihnya itu yang entah menghilang, karena ia berlari menghindar dari kejarannya. Yong Ra berlari menuju taman hijau yang sangat ia sukai. Yap! Gadis ini menyukai warna hijau. Jadi karena itulah dia menyukai tempat ini. Gadis itu berbaring di atas rumput dan mengusap peluh dengan ibu tangannya nafasnya masih terengah-engah. Lalu ia mulai memejamkan matanya.

“Aku tahu kau di sana …!! Dasar!” gerutu Kyungsoo sambil mengendap-endap menuju tempat Yong Ra agar tidak ketahuan.

“Kau kena….!!!” Yong Ra langsung membuka matanya. Dan menoleh kearah samping, Kyungsoo yang sudah menyiapkan Ice Cream di jarinya itu langsung tepat mengenai pipi Yong Ra.

“Aku tidak bisa membalasmu Oppa, Ice Creamku habis…”

“Salah sendiri kenapa berlarian seperti itu… mau main kejar-kejaran denganku?”

“Sudahlah.. aku senang tempat ini….” Kyungsoo menatap kekasihnya itu dengan mata bulatnya. Lalu Kyungsoo teringat sesuatu. Beberapa hari yang lalu adalah hari jadi mereka yang kedua. Yah! mereka sudah menjadi sepasang kekasih selama dua tahun. Kyungsoo tidak menyangka hatinya sudah terperangkap oleh gadis ini. Dia sudah lupa bagaimana dia begitu cueknya dengan seseorang yang bernama wanita. Dia sudah tak peduli lagi dengan gunjingan teman-temannya karena ia hanya mendapat gadis department Biology. Sedangkan ia adalah mahasiswa Art Performance. Yong Ra begitu sabar menghadapinya yang manja karena ia adalah anak tunggal. Setiap keinginan Kyungsoo selalu dipenuhi oleh Yong Ra, meskipun itu bukan berupa materi. Kasih sayang dan perhatian Yong Ra yang ia butuhkan.

“Bisa aku Tanya satu hal padamu??” Todong Kyungsoo sambil menatap Yong Ra dengan tatapan innocentnya, mereka sedang berada di Place des Vosges salah satu taman yang terkenal di distrik Paris yang dibangun oleh Henry IV, taman itu tampak sepi hari ini, karena hanya mereka berdua yang terlihat berbaring di rumput yang selalu tampak hijau sepanjang tahun itu.

“Ya…. Aku memang sedang ingin menjawab suatu pertanyaan …” jawab Yong Ra dengan senyum manisnya itu. Ia yang sedari tadi menikmati langit sore itu beralih memandang wajah Kyungsoo yang saat ini sedang melihatnya.

“Mungkin ini terdengar bodoh menurutmu, ya! Kau boleh mengira aku ini aneh.. dan kau tahu …”

“Sudahlah katakan saja …aku berjanji tak akan macam-macam” Yong Ra membelai pipi Kyungsoo sebelum pria itu menyelesaikan kalimatnya.

“Kau tahu, aku memang terkenal karena sering tampil dalam acara kampus, bahkan ada sekelompok adik kelas yang menjadi fansku ……mereka menyebutnya Aveldo” Yong Ra hanya diam menatap kekasihnya itu berkata dengan menggebu-gebu mirip sekali saat dia melantunkan syair-syair lagu yang begitu merdu jika ia menyanyikannya.

“Aku boleh menjadi D.O seorang penyanyi di Sourbonne University untuk semua orang … tapi percayalah padaku, aku …. Selalu jadi Do Kyungsoo untukmu…..” wajah Kyungsoo melembut jemarinya menyentuh tangan Yong Ra yang masih berada di pipinya. Raut mukanya melemah namun penuh keyakinan. Yong Ra melebarkan senyumnya.

“Terimakasih Kyungsoo oppa … tidak ada yang bisa mencintaiku seperti kau mencintaku…….” Mata mereka bertemu dan dua insan itu membentuk senyuman di bibir masing-masing. Sepert larut dalam kinematika percintaan, Yong Ra perlahan mendekat, membuat keduanya bangun dan berubah posisi menjadi duduk. dengan lembut Yong Ra menyentuh garis-garis bibir Kisable Kyungsoo yang nampak sempurna di matanya. Dengan kesadaran penuh Yong Ra mendekatkan bibirnya pada bibir Kyungsoo perlahan. Dengan pelan namun pasti bibir mereka sudah bersentuhan, menimbulkan rasa yang tak biasa. Lembut dan ada rasa saling memiliki, keseriusan karena ciuman ini tidak memaksa, manis. Mereka berdua memang benar-benar di ambang gelombang cinta yang mereka rangkai dengan cara mereka yang begitu indah.

 

 

“….Jika benar, bulan itu tidak bisa bersinar tanpa matahari, Bolehkah aku menjadi bulan yang selalu membutuhkan sinarmu?…”

Kyungsoo to Yong Ra

 

 

~xXx~

 

 

“Kyungsoo, ibu ingin bertemu dengan kekasihmu … Ibu, sudah sangat penasaran dengan ceritamu sayang, ajaklah dia kemari dan perkenalkan pada Ibu” Nyonya Do menyatakan ketertarikannya dengan Yong Ra pada Kyungsoo yang sedang asyik memetik gitar di ruang TV.

“Ibu benar-benar ingin bertemu dengan Yong Ra?” Tanya Kyungsoo memastikan

“Ne, kau adalah anak satu-satunya sayang, Ibu ingin sekali memperhatikan semua yang kau lakukan, termasuk pemilihan seorang kekasih”

“Jadi Ibu akan menginterogasi Yong Ra??” Tanya Kyungsoo innocent dan melepaskan petikan jarinya pada senar gitar

“Tentu saja tidak sayang, Ibu yakin kau bisa memilih gadis yang baik” tambah Nyonya Do, membuat Kyungsoo tersenyum dan ingin sekali segera memperkenalkan Yong Ra pada Ibu tercintanya.

Ibu Kyungsoo baru saja mengunjunginya. Selama hidup di Perancis, Kyungsoo memiliki Apartemen sendiri. Namun, ibunya akan mengunjunginya dua minggu sekali.

 

 

~xXx~

 

 

Few Days Ago ….

“Hai .. kau kah Yong Ra?” Tanya Ibu Kyungsoo pada Yong Ra, gadis itu menoleh pada kekasihnya Kyungsoo yang menggandeng tangannya di sampingnya, dan pria itu pun mengisyaratkan Yong Ra untuk segera melepaskan tangannya dan bergerak menuju Ibu Kyungsoo. Yong Ra tersenyum dan perlahan melepaskan tangannya dari gandengan tangan Kyungsoo beranjak pergi. Entah apa yang Yong Ra pikirkan, ia merasa atmosfir kedekatan mereka sudah terasa.

“Yong Ra imnida …” gadis itu mulai membuka suara untuk memerkenalkan dirinya, tangan Ibu Kyungsoo langsung memegang telapak tangan Yong Ra, dan meletakkan tangan itu di pipinya, Yong Ra tersenyum melihat reaksi Ibu Kyungsoo yang tampaknya begitu menyukainya.

“Pasti dia sudah seumurmu nak” lirih Nyonya Do sambil mengamati wajah Yong Ra dari dekat,

“Namamu Yong Ra ??”

“Ya, Yong Ra, Wu Yong Ra …..” Ibu Kyungsoo langsung melepas tangan dari pipi Yong Ra, nyonya Do langsung terduduk di sofa putih tulang di ruang tamu, berpikir keras tentang sesuatu setelah mengenal Yong Ra dengan marga Wu. Kjadian itu tiba-tiba terputar begitu saja dalam memori Nyonya Do.

“Apa nama ibumu Wu Zhang Bai ?” nyonya Do bahkan sudah mengetahui nama orang tua Yong Ra, gadis itu selanjutnya mengangguk heran,

“Tidak, tidak mungkin ……..” wajah nyonya Do begitu tegang, sampai-sampai memegangi kepalanya karena memikirkan sesuatu. Sesuatu yang tidak beres dari  Yong Ra.

“Ibu….Ibu ada apa dengan Ibu?” Kyungsoo yang sejak tadi berdiri melihat eomma dan Yong Ra, beralih menuju eommanya yang entah kenapa mendadak shock atas perkenalan Yong Ra barusan.

“Kyungsoo Oppa ! apa yang terjadi …”

“Entahlah, biasanya tidak pernah seperti ini …”

“Ayo kita bawa ke kamar …”

 

 

~xXx~

 

 

                “Terimakasih, kau mau datang, Yong Ra. Ahjumma senang sekali” Nyonya Do menyentuh tangan Yong Ra dan meletakkan telapak tangan Yong Ra di pipinya. Halus dan hangat.

“Ibu, Yong Ra .. kalian kelihatan sangat senang, pasti sedang membicarakan wajahku yang semakin hari semakin tampan ya?” teriak Kyungsoo sambil memasang wajah aegyo-nya dan menghampiri kedua kaum hawa yang sekarang sedang menahan tawa.

“Sayang, kau anak Ibu yang paling tampan …… dan lucu” jawab Nyonya Do sambil tertawa, Yong Ra mengikuti

Sejak pertemuan pertama dengan Yong Ra, nyonya Do sering menyuruh Kyungsoo untuk mengajak Yong Ra ke apartement Kyungsoo hanya untuk bertemu dan berbincang santai dengan Yong Ra.

Wanita paruh baya itu menemukan satu fakta yang belum terbukti benar adanya, namun ada sesuatu yang benar-benar harus dilakukan sebelum semuanya terlambat. Ini menyangkut masa depan keluarganya.

“Aku pulang dulu Ahjumma, baik-baiklah di rumah… Annyeong” Yong Ra berpamitan dengan Nyonya Do dan bergegas menuju mobil Kyungsoo yang sudah terpakir, siap mengantar gadis itu pulang.

 

~xXx~

 

 

“Apa benar, anak itu adalah anakku? Putriku yang kulahirkan 21 tahun yang lalu?” nada bicara Nyonya Do sinis dan menyimpaan rasa kebencian yang tersirat.

“Jika ia, apa urusanmu ?? dia sudah menjadi anakku, adik sah Kris Wu Yi Fan, tidak akan perubahan yang bisa kau buat….” Nyonya Wu tak kalah sinis dengan kilatan merah yang menusuk pada matanya yang tajam

“Mungkin ini takdir Tuhan untuk Yong Ra, jika benar dia adalah putriku, ini akan menjadi masalah besar untuk keluarga kita masing-masing”

“Apa maksudmu??”

“Putri keluarga Wu, telah berpacaran dengan putra keluarga Do ……”

 

‘DEG’

Jantung Nyonya Wu berdetak lebih cepat, keringatnya mulai muncul di sekitar leher dan tangannya. Wanita paruh baya itu sangat mengerti apa hasil akhir dan kesimpulan pembicaraan ini.

Jika benar begitu, akan ada perkawinan sedarah jadi sekarang putri kesayangannya itu, berpacaran dengan Do Kyungsoo, kakaknya sendiri.

“Aku sudah mengetahui ini sejak Kyungsoo  mengenalkan Yong Ra padaku, aku merasa mengenalnya sudah sangat lama, sering sekali dia mengunjungiku…. Ternyata dunia begitu sempit, sampai kenyataan pahit ini berpihak pada keluarga kita Nyonya Wu …” Nyonya Do buka suara terleih dahulu, wanita paruh baya itu mengerti. Sekarang, pasti Nyonya Wu berpikir keras akan hal ini.

“Jangan pernah bilang, dia anakmu, dia akan menjadi anakku sampai kapanpun, Wu Yong Ra, adalah anak bungsu dari keluarga Wu, ingat itu!!”

“Sekuat apapun kau mengatakan itu, tidak akan merubah informasi genetic yang ada dalam tubuh Yong Ra, dia tetap anakku meskipun hak miliknya bukan untukku … kau tidak akan membiarkan ini semua terjadi bukan?? Kau pasti sangat paham jika perkawinan sedarah terjadi?”

Wajah Nyonya Wu kini melemah, apa yang harus dilakukannya? Yong Ra yang begitu antusias menceritakan Kyungsoo di telpon, wajahnya yang berseri-seri setiap menelpon pria itu, dan sekarang? Harus memisahkan mereka yang sedang di puncak kebahagiaan?? Sungguh itu sangat tidak adil bagi Yong Ra …..

“Aku tidak bisa melakukan apa-apa, ini akan merenggut kebahagiaan yang baru saja mereka bangun….”

“Aku mengerti, terkadang kita akan terjebak dalam permainan yang kita buat sendiri …..”

 

 

~xXx~

 

 

“Latihan hari ini cukup, kalian bisa pulang dan istirahat, selamat malam~ semoga latihan Geladi besok akan lebih sempurna, terimakasih” Guru Vokal telah mengakhiri latihan Vokal hari ini, Kyungsoo pun segera berlari kearah Yong Ra yang sudah berdiri dari kursi duduknya sambil megiming-imingi dengan air mineral. Kyungsoo langsung berpamitan pada Baekhyun dan berlari mendekat.

“Ini minumnya …. Kau pasti capek Oppa …”

“Terimakasih …”

“Sudah mengerjakan laporanmu ??”

“Sudah kuselesaikan sebelum kesini, aku ingin melihatmu latihan….. kau senang aku datang?”

“tentu saja aku senang, kau biasanya hanya berkutat dengan buku Chambel dan laporan praktikummu itu…”

Melihat Ekspresi wajah Kyungsoo membuat Yong Ra gemas, gadis itu mencubit pipi Kyungsoo

Oppa .. oppa … Oh iya, aku juga bawa makanan untukmu .. kau mau?”

“tentu saja, kau tidak lihat master vocal ini kelaparan?? Aku ini capek …!!” rengekan manja itu muncul kembali dari bibir kissable Kyungsoo.. ahh~ namja ini benar-benar membuatnya terhibur dengan cara-cara sederhana.

“Suapi saja ya, aku hari ini sedang malas makan sendiri …..”pinta Kyungsoo sambil menengok kearah Yong Ra, gadisnya itu pasti menghela nafas dalam mendengar keinginannya.

“Ayoo aaa….!!” Dengan manis Yong Ra menyuapi Kyungsoo yang sudah membuka mulutnya.

Mereka berdua saling pandang, beberapa menit kemudia Yong Ra tersenyum bahkan selanjutnya tertawa. Hati gadis ini senang memiliki kekasih lucu seperti Kyungsoo.

Ya! Apa yang kau tertawakan ??”

Ani …. Tidak usah kau pikirkan ….”

“Aku sudah tidak sabar menunggu hari H dari latihan ini …”

“Aku juga tidak sabar ingin mengabadikan moment itu”

“aku akan sering-sering melihat ke arahmu” sahut Kyungsoo cepat.

Tidak ada jawaban pasti dari Yong Ra, gadis itu hanya tersenyum menyambut pernyataan Kyungsoo

 

 

~xXx~

 

“Hasilnya positif Nyonya …..”

“Maksud dokter ???”

“Pemilik rambut ini positif putri anda ….”

Wanita paruh baya itu menahan napas lega, hasil tes DNA menyatakan bahwa gen rambut Yong Ra menunjukkan hasil positif bahwa benar anak kandungnya. Tapi serngkaian masalah itu akan muncul, bagaimana caranya ia bisa menata hati untuk memberitahukan ini pada anaknya Kyungsoo, wanita itu tidak akan main-main mengeluarkan uangnya hanya demi kepastian yang sudah ada di depan mata, ia melakukannya hanya untuk bukti nyata pada anaknya Do Kyungsoo, bahwa salah jika mencintai adik kandungnya sedalam ini.

“Terimakasih dokter ….”  Ucap wanita itu dengan senyum miris dan menerima hasil tes dalam map biru tua dan berjalan keluar dari rumah sakit.

Sesampainya di rumah Nyonya Do terkejut melihat ruang tamu apartement Kyungsoo dengan sosok gadis yang ia kenal. Yong Ra

“Selamat siang Ahjumma, Kyungsoo mengajakku kesini maaf tidak memberitahu Ahjumma terlebih dahulu”

Ani, tidak apa-apa .. ahjumma senang kau datang Yong Ra”

Hati wanita paruh baya ini seperti tinggal berkeping, gadis didepannya seharusnya tak memanggilnya ahjumma, melainkan Ibu ….

“Ibu …….”

Ya! Do Kyungsoo, aku mau pulang …. Ibu pasti mencariku”

“Baiklah hati-hati dijalan …”

“Tak masalah …”

Yong Ra membungkukkan badan pada Nyonya Do dan bergegas keluar, Kyungsoo tersenyum kecewa karena kekasihnya sudah pulang, sangat kentara bahwa ia sangat mencintai Yong Ra, dan nyonya Do tahu persis akan hal itu.

 

~xXx~

 

 

“Map apa ini ??” mata Kyungsoo membulat mendapati map biru tua di atas meja ruang tengah. Jemari kecilnya perlahan membukanya dan mendapati beberapa keterangan yang dapat membuat jantungnya runtuh seketika.

“Ini …… pasti tidak mungkin ….”

“Kyungsoo sayang, mari kita makan ……”

Nyonya Do mendongak menatap Kyungsoo, mata perempuan paruh baya itu membulat dan tidak bisa berkata apa-apa lagi selama beberapa detik.

 

 

~xXx~

 

 

Gemuruh suara penonton akhirnya mendera panggung yang lumayan besar di Ruang pertunjukkan Sourbone University, tempat Kyungsoo dan Baekhyun akan berduet mewakili kampus mereka untuk acara amal. Sudah berbulan-bulan mereka latihan vocal, walaupun bisa dipastikan tanpa latihan yang keraspun, pasti mereka akan menyuguhkan yang terbaik dengan suara mereka yang alami.

“Kyungsoo, kau siap kan??” Baekhyun menepuk bahu sahabatnya itu yang hari ini memasang wajah sangat tidak baik menurut Baekhyun.

“Ya … tentu saja, aku siap” balas Kyungsoo dengan senyum samarnya, itu membuat Baekhyun tenang untuk beberapa saat, setidaknya acara duet mereka akan berjalan lancar jika perasaan rekan duetnya itu dalam keadaan baik.

“Setelah ini giliran kalian, bersiap-siaplah ..” ujar staff berpakaian kuning lemon, mengingatkan mereka berdua yang tampak ingin memegang Mike.

 

 

~xXx~

 

Yong Ra sudah duduk di kursi baris 3 dari depan, gadis itu sudah mempersiapkan dirinya dengan kamera yang siap membidik wajah Kyungsoo dengan berbagai ekspresi saat bernyanyi nanti. Beberapa saat kemudian, muncullah dua orang pria dengan Tuxedo putih dan celana sekaligus sepatu putih. Mereka berdua duduk berlawanan arah dengan kursi tanpa sandaran. Dua maestro vocal Sourbone University itupun mulai membuka suara diiringi dengan bergeraknya jemari Yong Ra untuk merekam aksi kekasihnya itu.

What Is Love ?” lirih Yong Ra dengan senyuman manisnya. Dia selalu suka lagu itu apalagi saat Kyungsoo menyanyikan langsung saat moment bahagia itu.

Baby Don’t Cry ?? aku belum pernah mendengar lagu ini … sebaiknya aku merekamnya dengan baik” lirih Yong Ra lagi sambil membenarkan posisi duduknya senyaman mungkin.

 

~xXx~

 

 

Kyungsoo bernyanyi dengan penuh ambisi, apalagi saat lagu Baby Don’t Cry. Lelaki itu sama sekali tidak menyadari sebutir kilauan bening membasahi wajahnya yang manis. Sekarang lelaki itu memang sedang bernyanyi, tapi pikirannya dan jalan uraf syarafnya memberikan rangsangan yang berbeda, lelaki itu masih kecewa akan kenyataan yang baru saja ia terima. Kenyataan bahwa kekasihnya adalah adiknya sendiri.

“Kyungsoo Oppa?? dia menangis ??” gumam Yong Ra pelan dengan mengamati rekaman Videonya sendiri. Dua hari ini Kyungsoo tak menghubunginya, mungkin karena terlalu sibuk dengan geladi bersih untuk acara ini. Yong Ra memakluminya, gadis ini tak akan berpikir aneh-aneh hanya karena tak dihubungi Kyungsoo selama dua hari saja.

Namun jika seperti ini kenyatannya, hati Yong Ra bertanya-tanya? Apa yang sebenarnya terjadi pada lelakinya itu?? apa dia ada masalah?? Atau hanya menghayati lagu yang dinyanyikannya saja??

Entahlah! Yong Ra juga tak mau memikirkan hal yang tidak-tidak.

 

~xXx~

 

 

“Apa?? Kyungsoo masuk rumah sakit ?? dia kecelakaan ??” wajah Yong Ra mendadak pucat mendengar berita yang baru saja Baekhyun katakan padanya.

“Baik, aku akan segera kesana…..” jawab Yong Ra sambil menutup sambungan telpon, dan segera berangkat menuju rumah sakit.

Kyungsoo mengalami kecelakaan setelah memenangkan konser amal malam kemarin, ia ditraktir teman-teman Prancisnya minum anggur yang beralkohol tinggi. Sehingga Kyungsoo menyetir dalam keadaan tidak baik. Sebenarnya Yong Ra tak yakin dengan alasan itu, mengingat kekasihnya itu tidak menyukai minuman keras demi kesehatannya.

Yong Ra sedikit berlari setelah mmendapatkan ruang rawat Kyungsoo dari resepsionis rumah sakit. VIP 306.

Gadis itu perlahan membuka pintu ruang rawat Kyungsoo dan mendapati kekasihnya dengan wajah pucat pasi, tergeletak ta berdaya di ranjangnya.

“Kyungsoo oppa ……” panggilnya pelan, pemilik nama itu mendongak tanpa seulas senyum yang selalu ia pamerkan pada Yong Ra. gadis itu mendekat kearah Kyungsoo dengan mengeratkan pegangan di tas selempang cream miliknya.

Oppa … kau baik-baik saja ??” sapanya pelan dengan senyum khawatir tetap terpatri di wajahnya.

“Kau mau apa??” sejenak Yong Ra terhenyak kaget, tapi sebisa mungkin gadis itu mengendalikan perasaanya sehingga tidak membuat Kyungsoo jauh lebih buruk dari ini.

“Tentu saja menjengukmu, aku mendapat kabar dari Baekhyun, kau kecelakaan, jadi aku kesini untuk menjengukmu …..” jelas Yong Ra tenang, meskipun hatinya sudah tak karuan rasanya melihat kalimat pendek Kyungsoo yang menusuk dadanya sekali telak.

Kyungsoo sama sekali tak peduli dengan apa yang dikatakan gadis yang harus ia anggap apa saat ini. batin Kyungsoo tersiksa, tak bisa memutuskan sesuatu dengan jernih.

“Ahh iya, aku hampir lupa sebenarnya aku sudah membawakan panekuk untukmu oppa untuk bekal makan siangmu di kampus, tapi aku mendengar berita ini … jadi aku membawanya kesini ….” Jelas Yong Ra dan langsung membuka tas selempangnya, wajah Kyungsoo sama sekali tak berubah dari sebelumnya, wajahnya benar-benar membuat Yong Ra bingung. Baru pertama kalinya Kyungsoo bersikap seperti ini padanya.

Yong Ra memotong kecil Panekuk dan menusuknya dengan garpu

Oppa … ayo makan ini, ini sesuai resep yang kau berikan ….” Bujuk Yong Ra sangat manis, berbanding terbalik dengan wajah Kyungsoo yang sekarang mirip orang divonis mati.

“Singkirkan ini dariku!!!”

‘Prang’

Kyungsoo menyambar garpu yang sudah hampir masuk ke dalam mulutnya, menjadikan potongan panekuk itu berceceran di lantai marmer ruangan VIP itu.

Dada Yong Ra bergejolak hebat, gadis itu berusaha menahan diri dari tadi, mencoba mengulang peristiwa akhir-akhir ini. Yong Ra sama sekali tak melakukan kesalahan, Yong Ra juga sama sekali tak menghubungi Kyungsoo karena gadis itu mengira Kyungsoo sibuk dengan latihan vokalnya. Lalu? Apa yang membuat Kyungsoo semarah ini?

 

To be Continue……..

 

Chapter satu terselesaikan^^ nantikan juga chapter terakhir dari FF Brother complex ini ya … terimakasih Exotic semua di sini sudah membacanya^^

Sampai jumpa di chapter berikutnya ya …

Ingat chapter selanjutnya adalah chapter terakhir lho ! tetep stay ya …. Exotic^^

30 pemikiran pada “Time to Leave You (Chapter 1)

  1. Setuju sama komen di atas, ff langka. Jiahahahah
    Quotenya manis dan konfliknya ngena banget.
    Dari awal udah deg-degan jangan-jangan mereka sedarah eh ternyata emang iya. Haduh kasian sekali kalian nak~~~
    I’ll wait the next chapter 🙂
    Etapi thor, itu di ‘length’ tulisannya kok oneshot ya? Ekekeke~~ /dikeplak/

    Khamsahamnida

  2. authorrrr, lanjutan nya di tunggu sangatttt, ya ampunnn , keren bgt alurnya, bahasa nya bagusss, lanjut nya jgn lama-lama keluarin nya thor, aku dh penasaran bgt nih
    tq ya thor ceritanya udh di share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s