Light in The Dark (Chapter 2)

TITTLE : Light In the Dark (CHAPTER 2) AUTHOR : @arditialarasati GENRE : Romance, School-life, Tragedy LENGTH : MultiChapter CAST : Hanara (you) Kim Jun Myeon (Suho-EXOk) Hwang Zi Tao (Tao-EXOm) SUPPORT CAST : Lee Ji Min (OC) EXO member Ost. B.A.P ~ Coma

IMG_7916_副本_副本_副本 (1)

            haha kalo bikin nih FF ngebayanginnya rasanya ngeFLY ke langit ke tujuh!^^ haha semoga kalian yang baca juga ngerasa gitu wkwkw^^

…………………………………………………………………………

[LARAS POV] aku digendong ibu, mataku tertutup dan tangan mungilku hanya bisa berpegangan di baju ibu. Aku merasakan ibu terjatuh terdorong, aku takut terbentur saat itu jadi aku menguatkan peganganku, ibu juga memelukku kuat. Tutup mataku di tarik terbuka, Aku baru dapat mencerna apa yang ku lihat selama beberapa detik, ruangan gelap dengan cahaya dari celah atap, sejauh pandanganku di kegelapan, aku melihat banyak kayu-kayu dan koran-koran berserakan. “haloo Henry, bagaimana kabar keluargamu?” tanya seorang pria dengan penutup wajah pada ayahku, aku memeluk ibu dengan erat sambil melihat pria tersebut yang mengayunkan kepalan tangannya pada wajah ayah. “ayah” teriakku, ibu membenamkan ku di pelukannya aku bisa merasakan bahwa ibu sedang menangis. “hai nyonya Henry, dan si manisHanara!” aku mendengar perkataan pria tersebut. “langsung saja, apa yang kau inginkan?” tanya ayah, “aku ingin kau tidak memberi kesaksian besok, atau aku akan membakar mereka berdua!” teriak pria tersebut, aku dan ibu di siram dengan minyak tanah, “lebih baik aku saja yang mati!” teriak ayah, “Tidak!” teriak ibu, aku dan ibu menangis, aku sangat takut. “hmm.. baiklah jika itu keinginanmu” kata pria tersebut, dua pesuruh pria tersebut menyeret ayah ke tengah ruangan. aku dan ibu dipisahkan oleh dua orang pesuruh, “ibu!” teriakku, “lepaskan, Hana!” ibu berteriak, aku menangis dan tubuhku di tahan oleh seorang pesuruh. “mereka akan menyaksikan kau mati!” seru pria tadi. Lima orang pesuruh lainnya memukuli ayah dengan tangan kosong, ayah tidakberusahamelawandiaterlihatpasrah. ~lagu B.A.P – coma di putar~ Umjigil su eobseo eodum sogeseo (Aku tidak bisa bergerak dalam kegelapan)  dan mereka mulai memukuli ayah dengan kayu, “hentikan ku mohon!” teriak ibu, “ayah” rengekku. Biarpun Ayah telah tidak berdaya mereka masih memukulinya, Neukkil suga eobseo nunmuri heulleo (Aku tidak bisa merasakan apa-apaAir mata jatuh) “sudah hentikan” seru pria tadi, dan mereka menghentikan pukulannya. “Nyonya Henry, aku akan mempercepat kematiannya” kata Pria tersebut dan Doorrrr… Neoran gieok soge gatyeoisseo no~ (Aku terjebak dalam kenangan mu, tidak) “Tidak!” teriak ibu, aku masih belum mencerna apa yang terjadi, aku melihat ayah telah terbaring dengan kepalanya terus mengeluarkan darah, “lepaskan mereka, ayo kita pergi” seru pria tersebut, pesuruh yang menahanku melepaskanku dan berlari keluar ruangan, aku melihat ibu yang berlari ke tubuh ayah. Aku masih berdiri membeku “ayah” panggilku. Jebal naui soneul jabajwo kkaeeonal su itge please don’t go… (Tolong pegang tanganku, sehingga aku bisa bangunTolong jangan pergi) Tinggal kami bertiga di ruangan tersebut, aku mendekat ke tubuh ayah, kepalanya masih mengeluarkan darah segar, wajahnya masih babak belur penuh luka, Ayah tidak mungkin, ayah tidak meninggal, ayah tidak akan meninggalkanku pikirku saat itu, ibu masih menangis meratapi, aku masih tak percaya “Ayah aku mohon bangunlah!” seru ku yang berdiri di sebelah ibu, ibu menoleh dan memelukku dengan erat, “Ayah!!” teriakku. aku pun terbangun dari mimpi buruk dan terduduk di atas ranjang kamarku, kepalaku terasa sakit sekali, pandanganku kabur, perutku terasa mual. Aku merasakan seperti ada yang mengalir dari hidungku, darah mengalir dari hidungku, aku mimisan. Pintu di buka dengan kasar, aku melihat Umma dan Appa yang berlari ke arahku, Umma kaget melihat keadaanku dan langsung memelukku, “oh.. sayang mimpi buruk lagi?” Tanya Umma. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~Keesokan Harinya~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ [AUTHOR POV] Mimpi buruk atas pengalaman masa kecil Hana pada saat Ayah kandungnya meninggal di bunuh datang lagi. bukan hanya mimpi buruk, jika mengingat kejadian itu tubuh Hana yang merespon, ketika pikirannya tertekan oleh kejadian itu otaknya berkerja dengan tidak baik yang membuat pencernaannya tidak lancar dan mimisan. pernah sekali saat dia menjalani pengobatan, peskiater membuka ingatannya dan menyuruh Hana membuangnya dan melupakannya, tapi makin kuat dia ingin melupakannya, memori itu malah makin jelas dan nyata hingga membuatnya pingsan.Tidakluputjuga Hanaternyata phobia dengankegelapan. Tidak ada yang bisa di lakukan ibunya untuk Hana. Karena mimpi semalam, Hana terlihat seperti orang sakit saat di sekolah, “Hana-ah apa kau baik-baik saja?” tanya Seongsenim, dan Hana hanya mengangguk. Saat Istirahat, di kantin Hana mencoba untuk berbicara dengan Ji Min menggunakan bahasa korea untuk melupakan kejadian semalam , kenapa harus di pikirkan? Pikirnya. [HANA POV] “ Naneun hangugeoreul baeunda” kataku  pada Ji Min dengan lidah masih terbelit-belit, “haha, bahasa koreamu buruk” kata Ji Min dengan bahasa inggris, “hmm.. kan baru belajar!” aku merengut pada Ji Min, “dan kau sangat jelek!” kata Ji Min yang melihat ekspresiku, “kalau itu aku setuju!” kataku dan membuat kami berdua tertawa. “apakah kau sudah merasa lumayan?” tanya seorang namja dengan bahasa inggris yang mengagetkan kami berdua, aku menoleh dan melihat Baekhyun, Chanyeol, Suho, dan dua orang lainnya yang belum ku kenal. “hmm… ne” jawabku, “Tapi wajahmu masih terlihat pucat” kata Suho padaku, “ah.. aku tidak apa-apa” kataku tersenyum pada Suho, aku sangat senang mereka mengkhawatirkan ku apalagi Suho juga, saat aku melihat ke se isi kantin, mereka melihatku dengan tajam, ada apa dengan mereka? Pikirku. “hmm… nanti siang jadikan?” tanya Chanyeol, “ne” jawabku, “dan Kau Ji Min, kau bisa kan?” tanya Chanyeol, “ne!” jawab Ji Min, “oh ya.. kenalkan ini, Suho Hyung, D.O Hyung, dan Sehun” kata Baekhyun padaku, “oh.. Annyeong, Hana imnida!” kataku pada mereka bertiga. Kami mengobrol sebentar dan mereka bertiga pun meninggalkan kami berdua. “Tumben kau diam sekali” kataku pada Ji Min, dari tadi saat kami mengobrol dia hanya diam. “tadi ada Sehun, aku malu” aku Ji Min, “Mwo?.. kau menyukainya?” kataku menggodanya, “ahh.. anio!” elak Ji Min, “Lee Ji Min jatuh cinta” godaku pada Ji Min. “oh ya, kenapa tadi orang-orang menatapku dengan tajam saat mereka berlima mengajakku ngobrol?” tanyaku bingung, “mereka berlima lebih tepatnya berenam , karena tadi Kai tidak ada, adalah pria idaman setiap wanita di sekolah ini!” Jelas Ji Min, “dan sepertinya mereka senang berteman denganmu, hati-hatilah kau akan banyak musuh!” kata Ji Min menakutiku, “huh.. dasar kau!” kataku pada Ji Min. [AUTHOR POV] Bel pulang sekolah berbunyi.Hana dan Ji Min keluar kelas terakhiran, dan Tao dan seorang namja temannya menunggu di luar kelas. “oh.. Tao, ada apa?” tanya Ji Min, aku hanya mengingatkan agar kalian tidak celaka perkataan Pengawal Park mengiyang di pikiran Hana tapi dengan cepat Ia tepis semua pikiran itu. “Ji Min, kucingku besok baru ku jemput, aku tidak bisa hari ini!” kata Tao, “ah.. baiklah!” jawab Ji Min. “hmm.. kenalkan ini Kris!” kata Tao memperkenalkan Kris. “hmm.. panggil saja Hyung, dia senior” kata Tao, “oh annyeongoppa.. Ji Min imnida” Ji Min memperkenalkan diri, “dan ini Hana” Ji Min memperkenalkan Hana, Hana memberi salam “oh.. Hana boleh minta nomor Handphonemu” kata Tao menyodorkan Handphonenya, “ah.. baiklah!” Hana menerima Handphone Tao dan menyimpan nomor Handphonenya. “Hei Kalian berdua!!” seru seorang namja, dan Chanyeol mendekat. “Aisshh.. kalian ini sudah kami tunggu tidak muncul-muncul!” kata Chanyeol, “Ah.. kami ada urusan sebentar” kata Ji Min, Hana mengembalikan Handphone Tao dan tersenyum padanya “sampai ketemu kembali” kata Hana tanpa bersuara dan pergi meninggalkan Tao, “yeoja itu?” tanya Kris, “apa pendapatmu hyung?” tanya Tao “dia manis, cepatlah bertindak atau dia mendapatkan yang lain!” kata Kris menyemangati Tao, “oh ya kau tidak liburankembali ke China?” tanya Kris, “ah sepertinya tidak” jawab Tao singkat, “Sebenarnya aku mau pulang bersamamu, aku pulang duluan, bye!” Kris berjalan santai meninggalkan Tao. [HANA POV] aku berjalan ke gerbang sekolah bersama Ji Min dan Chanyeol, aku kaget melihat Baekhyun yang menunggu kami bersama Suho, kenapa ada dia? Tanya dalam batinku. “Hana, boleh Suho hyung ikut?” tanya Baekhyun, “ah.. Ne, terserah kalian saja” kataku mencoba untuk tersenyum dengan jantung berdetak tak karuan, omo, apa yang kurasakan saat ini? Pikirku. “kami bertiga akan naik mobil Baekhyun, Hana kau naik mobil Suho hyung, temani dia.” Kata Chanyeol yang mendorong Ji Min masuk mobil dan mereka pun masuk ke Mobil. Aku dan Suho masih berdiam diri, “eh.. mau masuk?” tanya Suho duluan, “hmm.. Ne” aku menjawab, Suho membukakan pintu mobil untukku, “masuklah” katanya sambil tersenyum, aku masuk ke dalam mobil. Setelah Suho menyalakan mobil aku menuliskan alamat rumahku di GPS mobil Suho, dan kami pun berangkat. Selama di perjalanan kami membisu tidak ada satu katapun yang kami lontarkan. Handphone ku berbunyi, Pengawal Park menelpon. “Nyonya dimana?” Kata pengawal Park di sebrang telpon “ah.. Mian pengawal park, aku lupa memberi tahu. Aku pulang bersama teman, kami ada tugas sekolah yang akan di kerjakan di rumah!” kataku pelan, “oh… begitu, apakah mesti ku kirim penjaga untuk menjagamu?” tanya pengawal Park “Anio, nanti teman-temanku tidak merasa nyaman” kataku menoleh ke Suho yang masih fokus menyetir. “Baiklah Nona. Sampai jumpa” Pengawal Park menutup telpon nya. Aku mematikan Handphone ku dan memasukannya kedalam tas. “Kau ada pengawal?” tanya Suho memecah keheningan, “ah.. ada, Appa terlalu mengkhawatirkan ku.” Jelasku pada Suho, dari situ kami mengobrol-ngobrol ringan, hingga akhrinya sampai ke rumah. [AUTHOR POV] Hana mempersilahkan mereka masuk ke rumah, rumah yang baru beberapa minggu di tinggalinya, “Ah.. Nona sudah pulang?” tanya Pembantu rumah Hana, “ne, tolong siapkan minum untuk mereka, aku mau ganti baju dulu” kata Hana dan mempersilahkan teman-temannya duduk di sofa ruang keluarga, “aku mau ganti baju sebentar” Hana meminta izin untuk meninggalkan mereka. “ah aku tidak menyangka rumah konglomerat Kim sesederhana ini!” Kata Baekhyun yang membuka obrolan, “hmm.. aku setuju!” Jawab Chanyeol. Di kamar, Hana mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian sehari-harinya, baju kaos ukuran besar, dan celana denim pendek kesukaannya, Dia mengikat tinggi rambutnya yang biasa dia urai. Hana mempersiapkan bahan kerja kelompoknya, dia juga menghidupkan handphonenya, ada satu pesan.  hei orang jelek! Hana langsung bisa menebak bahwa ini Tao, dia tau kalau Tao sering bercanda. Ada apa vampire konyol? Balas Hana, Hana menuju keluar kamar beserta itu juga datang lagi satu pesan, karena dia sedang membawa barang dia menunda membalas sms Tao, Hana turun tangga dan menemui teman-temannya yang sedang nonton televisi dan meminum Jus, “hei.. hei.. buat tugas belum, kalian sudah nonton!” kata Hana heran dan meletakkan buku-buku di meja ruang keluarga. “dimana orang tuamu, rumah ini terlihat sepi?” tanya Ji Min, “ah.. mereka berkerja!” jawab Hana, Hana menyempatkan diri membaca pesan dari Tao, sebelum itu dia menyimpan nomor Tao dengan nama Vampire Konyol, vampire konyol? ._. Pesan Tao yang terlihat bingung, Hana membacanya dengan senyum-senyum. “heii.. kau seperti orang gila!” seru Ji Min yang melihat tingkah Hana, “hehe.. sudahlah ayo kita buat tugas.” Kata Hana. mereka membuat tugas dengan mudah karena dapat bantuan Suho yang sangat pintar, Hanamerasa dia makin menyukai Suho. Ada pesan masuk di Handphone Hana. Sibuk? Tao mengirim pesan, Hana tidak enak jika bermain Handphone saat berdiskusi seperti ini, tapi mau bagaimana lagi, dia pun membalas pesan Tao diam-diam, iya, aku dan teman-teman sedang mengerjakan tugas, kita lanjutkan nanti, bye! ~Balas Hana, “ah Nugu?” tanya Baekhyun yang berada di samping Hana, “Chingu!” jawab Hana nyegir, “Tao?” tanya Ji Min, “jeongmal?” sambung Chanyeol, “seberapa dekat kau dengan Tao?” tanya Chanyeol, “kami teman” Jawab Hana meyakinkan teman-temannya, “berhentilah kita lanjutkan saja!” kata Suho, Hana menatap Suho yang sedang fokus dengan tugas mereka. Setelah selesai membuat tugas mereka memutuskan untuk pulang, Hana mengantar mereka sampai gerbang. “kapan-kapan mampir ya!” seru Hana, “Pasti, ah ya Jus buatan bibi tadi enak, aku suka!” Seru Chanyeol “haha iya,  hati-hati! Gomawo Suho oppa!” kataHana berterima kasih pada Suho yang telah membantu kelompoknya. Suho hanya tersenyum, ada sengatan listrik di dadaHana.  apakah aku benar-benar menyukainya? PikirHana, Hana melihat mobil Suho dan Baekhyun meninggalkan rumahnya, dan dia kembali ke dalam rumah. Mau lanjut? Pesan Hana mengirim ke Tao , selang berapa waktu Tao membalas Haha ya, sedang apa? ~Balas Tao, Sedang berbaring! Kau vampire sedang apa, jangan bilang sedang memangsa orang ya! >.< ~balas Hana, sedang menunggu seseorang di bandara, haha jika aku memangsa orang, kauorang pertama yang kumangsa! ~balas Tao menunggu siapa?  coba kalau bisa ~balas Hana ayah, besok aku akan memangsa mu! ;o~balas Tao, membaca nama Ayah, Hana kembali ingat perkataan pengawal Park, Ayah Tao musuh Appa pikir Hana. ahayahmu, apadiamau membantumu untuk menangkapku? -.- ~balas Hana, hahabenar, dia akan membantuku!~balas Tao, Sebenarnyaadaperasaananeh yang menyelimutibatin Hana, Hanamembenamkankepalanya di bantaldanberteriak. Handphone Hana berbunyi, Hanasegeramengeceknya, terdapatPanggilantelepondariChanyeol.Hanamengangkatnya, “Yeoboseo?”Sapa Hana, “Hana-ah?” kata seorangnamja di ujungsana “Ne, adaapaChanyeol” Tanya Hana, “ah..iniakuSuho” ~deg.. jantung Hanasepertiberhentiberdetak, mengapadiamenelponkudengannomorChanyeolTanya batin Hana. “adaapaOppa?” Tanya Hana, “sepertinyaHandphonekutertinggal di rumahmu, bisatolongcarikan? Jikaadaakuakankesana!”Kata Suhomenjelaskan, “ah baiklah, chamkkanOppa, akankucarikan!” kata Hana yang segeraturunmenujuruangkeluarga, diamencari di sofa-sofa. “ah.. Kira-kiraOppaletakkan di mana?”Tanya HanapadaSuhosambilmencari, “mungkindibawahmeja, apakahada?”JawabSuho, segera Hanamencari di bawahmeja, dandiamenemukanHandphoneSuho, “Ne, ada di sini!” Jawab Hana, “chamkkaman, akuakankesana. Akututuptelponnya” kata SuhodanmenutupTelponnya. Hanasegeramerapikanrambutdanpakaiannya, diamenunggudengangugup. SelangbeberapaSaat, belrumahberbunyi, segeradengancepat Hanamembukakanpintu, Suhoberada di luar. “IniHandphonemu Oppa!” HanamemberikanHandphoneSuho yang taditertinggalpadaSuho, “ah..gomawo” SuhomengambilHandphonenyadantersenyumpada Hana, “Ne..” sahut HanadantersenyumpadaSuho, “akupulangya!” kata Suhomemintaizin, “ne Oppa, hati-hari di jalan!” HanamengizinkanSuhopulang, Suhotersenyumdanberbalik, saat HanaakanmenutupPintunyaSuhoberbalik “Hana-ah!” panggilnyadanmendekat, “Ne, Oppa?” Tanya Hana, “Bolehmintanomormu?” Tanya Suho, tidaktahumengapa Hanamerasasangatsenangsaatitu, “Boleh” kata Hana, SuhomenyodorkanHandphonenya, dengansegera Hana mengambilnyadanmenyimpannomornya di HandphoneSuho. “IniOppa!” kata HanamengembalikanHandphoneSuho. “Gomawo, bye Hana!”Suhotersenyumdanberbalikmeninggalkan Hana, Suhoberjalansambiltersenyumsendiri. Ada apadenganku, mengapasaatdekatdengannyaakumerasaanehpikirSuho.     TO BE CONTINUED Coment Please Chingu^-^

Iklan

2 pemikiran pada “Light in The Dark (Chapter 2)

  1. thor aku pusing bacanya._. mungkin seharusnya antara lirik lagu sama ceritanya itu di ksh enter. trus juga itu msh ada yg kurang spasi sama enternya juga.
    itu cuma saran sih supaya yg bacanya juga enak 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s