Anything’s Will be Alright (Chapter 3)

Tittle            : Anything’s will be alright chapter 3

Author        : Xiadeer18 (@irfaniaNS )

Main Cast   : Oh Sehun

Xi Luhan

Ji Hyun(OC)

Cast             : Member EXO,

Genre         : Friendship, a little Comedy (maybe?)

Disclaimer   : cast milik agency dan orang tua mereka, OC dan cerita milik author. 100% murni dari otak author. Bila ada kemiripan jalan cerita itu hanya kebetulan saja. Maaf bila banyak salah  kata,typo(s) atau alur cerita yang aneh author meminta maaf sebesar-besarnya karena author masih belajar dalam dunia per FF-an. Author sangat membutuhkan komentar para readers 😀 *bow*

Happy reading ^^/

“SEHUUUN!! Bangunlah.. kumohon bangunlah!!”Ji hyun berteriak histeris, airmatanya mengalir deras. “Tao ppaliwa!!”

“arraseo..  sebentar lagi sampai..”Tao kini semakin panik menambah kecepatan mobil itu.

Ji hyun membawa Sehun ke UGD. Tubuhnya benar-benar mengeluarkan keringat dingin, panik. Sehun dibawa masuk oleh perawat ke ruang UGD.

“dokter.. kumohon bantulah Sehun..”

Ji Hyun terduduk di kursi tunggu dengan gelisah, dia menangis tanpa suara. Berdoa untuk teman tercintanya.

“Ji Hyun-ssi.. kita berdoa yang terbaik untuk Sehun. Tenanglah..” Tao berusaha menguasai dirinya agar tak terbawa panik dan menghampiri Ji Hyun,memeluknya.

“Tao-yahh.. hiks.. apa yang akan terjadi dengan Sehun.. seharusnya aku tadi menghindarkannya dari pisau itu.. hiks” Ji Hyun memeluk erat Tao dan membasahi pundaknya dengan air mata. Tao mengusap lembut rambut Ji Hyun dan berusaha menenangkan sahabatnya itu.

“shh.. eh iya, kau pulang saja dulu tao-yahh, kau jemput Suho dan yang lainnya mereka pasti juga kesakitan” Ji Hyun mulai bisa menguasai dirinya dan menghapus air matanya.

“aku harus membawa mereka kemana?” Tao menatap polos Ji hyun

“aissh.. Tao yah kenapa kau masih sangat polos disaat seperti ini?-___- bawa mereka kerumahku, kalau mereka dipulangkan kerumah mereka malam-malam begini dengan kondisi seperti itu pasti mereka akan mendapat hukuman dari orangtua mereka, nanti urusan Sehun aku yang urus”

“aah.. araseo, tapi bajumu?”Tao menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu. Ji Hyun melihat bajunya,ternyata penuh darahnya Sehun.

“eeh.. gwenchana.. ini hanya baju tidur” Ji hyun mengangguk mantap tapi dalam otaknya berpikir bahwa itu adalah hal memalukan, sudah pakai piyama tidur kini penuh darah pula.

“baiklah.. aku pergi dulu, anyeong”

==============

Namja tinggi menggenakan jas putih khas dokter itu keluar dari ruangan UGD menemui yeoja yang sedang menunggu cemas.

“teman anda baik-baik saja dia kehilangan banyak darah tapi untung saja dia tidak kekurangan darah, dia mendapat 5 jahitan pahanya jadi diharapkan dia tidak banyak bergerak dengan kakinya”jelas dokter itu tersenyum ke Ji hyun, senyum mengembang dari bibir Ji Hyun dan membungkukkan badannya ke dokter itu.

“kamsahamnida.. kamsahamnida dokter  telah menyelamatkan teman saya”sekali lagi Ji hyun membungkukan badannya.

“tuhan masih memberikan kesempatan untuk teman anda, saya hanya membantu dan mungkin bila anda terlambat membawa teman anda, dia akan kekurangan darah. Dia sudah boleh pulang malam ini juga”

“sekali lagi Kamsahamnida dokter” Ji hyun tersenyum bahagia

“sama-sama, baiklah saya permisi dulu”dokter itu menjabat tangan Ji hyun lalu berlalu pergi. Ji Hyun menyentuh knop pintu dengan menarik nafas panjang dan membuka pintu UGD itu dengan berlahan. Selaput bening kembali menyelimuti mata indah Ji Hyun saat ia melihat kondisi sahabatnya itu. Berlahan melangkah mendekati Sehun, meraih tangan Sehun dan menggengamnya erat.

“terima kasih kau masih ada di sisiku” Ji hyun mendesis pelan. Sangaat pelan. Tapi entah karena mendengar desisan pelan itu Sehun terbangun. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya. Menfokuskan pandangannya.

“hyun.. kau menggengam tangankau sangat erat. Tanganku  jadi mati rasa”ucap Sehun pelan

“ooh.. eh.. kau sudah sadar.. eh mianne..”Ji hyun gelagapan mendengar Sehun yang tiba-tiba bangun.

“kau menangis ya?waeyo?”

“eeh? Aniyo aku tidak menangis”Ji hyun menahan airmatanya agar tidak keluar. Hening menyelimuti mereka. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Namun tangan mereka masih saling menggengam.

“hyun.. kau tau? Jiwa laki-lakimu tadi keluar saat kau berkelahi”Sehun memandang Ji hyun

“eh iya?aku yakin pasti tadi aku sangat mengerikan hhehe”

“tapi tadi kau sangat keren! Kau menghabisi semuanya dalam waktu 5menit.. padahal yang lain kesusahan menghajar mereka”

“kadang aku juga bingung jangan-jangan aku adalah namja tapi terlahir sebagai yeoja, bagaimana menurutmu?”

“menurutku kau memang yeoja, saat kau berkelahi saja kau tetap cantik”Ji hyun mengerling tajam ke Sehun.

“kau menggoda ku lagi ya?sshh dasar penggoda padahal masih anak kecil. Mehrong”Ji hyun menjulurkan lidahnya ke Sehun

“mwo?anak kecil? Yaakk!! Apa maksudmu?!” Sehun meninju pelan lengan Ji Hyun.

“bukankah kau termuda di kelas? Apa namanya kalau bukan anak kecil?”Ji hyun tetap tak mau kalah

“itu namanya bukan anak kecil, tapi otakku memang sangat cerdas di umurku yang muda aku sudah mencapai kelas kalian! Mehrong” Sehun menjulur-julurkan lidah.

“mana ada anak cerdas yang berkelahi?”

“itu karena aku berbeda..”jawab Sehun setelah terdiam cukup lama untuk menemukan jawaban. Seperti biasanya mereka pasti adu mulut seperti tom and jerry tak mau kalah satu sama lain. Tapi selalu berakhir dengan Ji hyun yang mengalah,bukan karena Ji hyun tak memiliki jawaban  justru dia lah yang mengalahkan Sehun. Ji hyun mengalah karena Sehun sudah tidak menemukan jawaban daripada terus bercekcokan dengan Sehun, ji hyun memilih mengalah.

“jadi aku kapan bisa pulang?” Sehun mulai bosan tidur dikasur rumah sakit itu padahal ia baru dirumah sakit selama 30menit

“sekarang” jawab Ji hyun singkat

“kenapa tidak bilang dari tadi sih!!”

“aku sedang menelpon taksi, sebentar lagi datang kok taksinya, aku tidak mungkin meminta Tao untuk menjemput” Ji hyun meyakukan handphonenya.

“eh.. chamkanmanyo, bagaimana aku pulang? Aku kan tidak boleh pakai celana?nanti lukanya bagaimana?”Sehun mengerutkan keningnya. Ji hyun menatap Sehun dan melihat kakinya yang terbungkus selimut.

“BUAHAHAHA… tidak usah pakai celana saja! Hahaha”tawa  Ji hyun meledak. Sampai ia menitikan air mata. Melihat Ji hyun tertawa terbahak-bahak, Sehun hanya melihat nya dengan pasang poke face andalannya. Hhohoho XD

“kamu ingin malu-malu in aku? Eeh Aku pulangnya bagaimana ini?masa tidak pakai celana?” Sehun lama-lama panik juga.

“tenang saja aku ada ide” Ji hyun berusaha berhenti tertawa dan mengusap ujung matanya karena terlalu tertawa sampai menitikkan airmata. Ji hyun keluar ruangan dengan memegangi perutnya yang sakit karena tertawa. Tak berapa lama kemudian Ji hyun kembali dengan membawa gunting. Ji hyun mengambil celana Sehun dan menggunting sisi sebelah kiri, menyisakan sedikit dibagian atas paha. Dan menyodorkan pada Sehun

“pakailah..”

“mwo?! Itu sama saja memalukan!!shireo!!”Sehun menyingkirkan celana itu.

“sudahlah cepat pakai saja, dari pada kamu memamerkan kaki mu seperti para yeoja terlebih kau malah tidak pakai celana”Ji hyun menyodorkan kembali celana Sehun yang masih banyak tertinggal bekas darah itu. Mau tak mau akhirnya Sehun mau memakainya. “baiklah, aku akan memakainnya.. tapi bantu aku berdiri”ucap Sehun tampak tak senang dengan ide Ji hyun itu. Ji hyun membantu Sehun berdiri dengan susah payah.

“jangan diluruskan, angkat 90o kaki kirimu”

“arraseo.. jangan lihat kau penggangi aku saja!”Sehun sangat kesal karena memakai celana saja susahnya minta ampun.

“aku tak akan melihat, aku memejamkan mata, tapi bisakah kau cepat sedikit? Kau berat sekali”

Ji hyun keluar ruangan setelah taksi pesananya datang. Ia meminjam kursi roda rumah sakit dan mendorongnya ke ruangan Sehun.

“aku tak mau pakai itu Hyun”tolak Sehun saat Ji hyun membawa kursi roda ke ruangannya.

“sudahlah.. kau hanya pakai ini sampai di taksi saja. Ppali” Ji hyun membantu Sehun turun dari Ranjang dan menduduki kursi rodannya. Dan menutupi kaki sehun dengan selimut.

“hyun.. bagaimana dengan biaya rumah sakitnya?” tanya Sehun di saat sampai di lobi rumh sakit

“aku sudah menggurusnya, tak usah dipikirkan..”Ji hyun mengusap punggung Sehun sambil mendorong kursinya.

“gomawo ne.. jeongmal gomawo..”

============

AKKHH..

Pekik Kyungsoo saat Tao mengobatinya. Terkesan ngawur. taksi itu tiba di depan rumah Ji hyun, satu-satunya rumah yang masih menyala terang.

“aku pulang!!” seru Ji hyun yang membantu Sehun berjalan sangat kesusahan. Tao menghampiri Ji hyun dan membantunya merebahkan Sehun di sofa panjang. Ji hyun mengedarkan pandangannya, semuanya babak belur. Ji hyun menyambar kotak obat yang ada di samping Tao.

“AAKKH.. sss.. pelan-pelan” kyungsoo berteriak saat Ji hyun mengobati luka memar di wajahnya.

“aah.. mianhaeyo..”

.

.

.

TBC… 😀

Jangan lupa RCL ya chingu 😀 author sangat membutuhkan review para readers 😀 Kamsahamnida ^^

15 pemikiran pada “Anything’s Will be Alright (Chapter 3)

  1. Hahahaha. . .
    Harusnya tadi ji hyun ngintip lmayan tuh . .
    Wakakaka
    eh jihyun nanti ama luhan aja ya . . .thor. . .
    Panjangin dkit. . .dong. .

    • waah author masih polos lho XD
      nah lah kan author jadi bingung, ada yang minta sama sehun ada yang minta sama luhan :3
      eh kependekan ya?mianhae *bow*
      gomawo sudah baca, ditunggu chapter berikutnya ya :*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s