A Short Journey

Title : A Short Journey

Author : Scarlett Li

Length : Chaptered/Ficlet

Rated : PG 13

Genre : Romance, Fantasy, AU

Main Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Support Cast : Kim Joonmyun, soon

Desclaimer : Ini ff romance. Tapi karena main cast-womannya belum dikeluarin, jadi belum dipublish namanya

“Kenapa? Kau masih tertipu ya?”

Ia mendengus. “Aku lebih suka melihat kenyataan.”

a-short-journey-baekhyun-chanyeol-scarlettli-storyline

∞∞

“Kau tidak makan?”

Seorang pria berambut blonde menoleh, lalu menggeleng dan kembali menatap ke depan. “Kau saja duluan.”

“Kau serius? Nanti jika kuhabiskan, mati kau.”

Pria itu, Byun Baekhyun, menghela napas lalu bergerak mendekati pria yang kini tengah mengoyak organ tubuh rusa tangkapan mereka beberapa menit yang lalu. Pria itu mengambil salah satu organ dari sana dan memakannya. Temannya itu menatapnya tidak terima.

“Hei, jantung itu jatahku!”

“Salah sendiri sibuk memikirkan untuk membuka organ rusa ini satu-satu.” katanya. “Makan saja langsung, kenapa sih?”

Pria berambut hitam itu menyipitkan mata lalu mengambil ginjal rusa itu dan memakannya kasar.

Baekhyun menghela napas melihat tingkah temannya itu. “Hei, makanlah dengan baik. Mana bisa kau masuk istana kerajaan jika kau bertingkah seperti ini?”

Pria berambut hitam itu menatapnya tajam. “Kau mengambil bagianku!” katanya tidak terima.

“Lalu apa? Kau ingin mengambilnya? Ayo, robek saja perutku. Paling-paling kau sudah menemukan jantung itu sudah tercincang-cincang kecil dan bercampur dengan dagingku.”

Pria berambut hitam itu, Park Chanyeol, menghela napas. “Terserah kau.” katanya lalu membersihkan sekitar bibirnya dengan sapu tangan yang selalu ia bawa. “Ayo pergi.”

Baekhyun menatap temannya yang sudah kembali bereformasi menjadi serigala lalu terkekeh pelan dan berdiri. Dan mengubah dirinya menjadi seperti Chanyeol, serigala.

Chanyeol mengaum, memberi tanda sesuatu kepada Baekhyun. Sementara Baekhyun membalas mengaum balik, sambil mencakar tanah. Bersiap-siap meninggalkan tempat.

Lalu, mereka melesat pergi menuju sebuah tempat yang masih bermil-mil jauhnya.

Sebuah tempat terlarang bagi manusia untuk di masuki. Karena jika mereka melakukannya, mereka hanya memiliki dua pilihan; lari, mencoba menyelamatkan diri walaupun berakhir tertangkap. Atau menyerahkan diri.

∞∞

Baekhyun menyipitkan matanya. Apa? Hanya ini saja? Istana Kerajaan yang selalu Chanyeol bangga-banggakan dan begitu ia inginkan kesana hanya sebuah rumah kecil diantara rumah-rumah bertipe 36? Apa? Hanya seperti ini?

“Chanyeol. Kau serius?”

Chanyeol menoleh padanya. Tatapannya masih terlihat terpukau dengan perumahan kecil bertipe 36 ini. Yang benar saja. “Apa?”

“Kau tidak sedang mempermainkan waktu kan? Kita ada dimana?”

Chanyeol mengerutkan keningnya. “Kita berada di kawasan Istana Kerajaan.”

Baekhyun menatapnya dengan matanya yang membulat. “Kau serius?”

Chanyeol terkekeh. “Kau tertipu.” katanya. “Lihat dengan baik-baik dan kau akan tahu.” lanjutnya lalu berjalan beberapa langkah. Memimpin jalan. “Ayo, ikuti aku”

Baekhyun mengangkat alisnya sejenak lalu mengangkat bahu dan mulai mengikuti langkah besar Chanyeol dari belakang. Sambil tetap mengawasi pergerakan penduduk sekitar.

“Nah, disinilah kita.” kata Chanyeol sambil tersenyum puas menatap sebuah rumah—tidak ada bedanya dengan rumah lainnya—tetapi ada beberapa orang—atau serigala?—yang berada di depan rumah tak berpagar itu. Wah, tidak seperti perkiraan Baekhyun tentang Istana Kerajaan selama ini.

Selama ini, Baekhyun menganggap Istana Kerajaan mereka adalah sebuah istana—benar-benar istana besar—dan penjagaan ketat prajurit-prajurit berpakaian besi, atau bagaimanalah. Yang jelas, kenyataan ini jauh dari bayangannya.

Tidak, benar-benar jauh.

“Kau masih mau berdiri disana?” Chanyeol menatap Baekhyun lalu tersenyum meremehkan. Mungkin dikiranya Baekhyun terpesona dengan semua ini. Cih.

Baekhyun melangkah, memasuki perkarangan rumah itu.

“Aku ingin bertemu dengan Kim Joonmyun.” kata Chanyeol kepada tiga orang di luar sedang bermain kartu. Mereka menoleh, lalu menatap Chanyeol dan Baekhyun dalam, menyelidik.

“Kau siapa?”

“Bilang saja suratnya untuk Park Chanyeol dan Byun Baekhyun sudah diterima, dan mereka sudah datang.” kata Chanyeol, terkesan sombong.

Cih, anak itu.

Salah satu dari mereka berdiri. “Tunggu sebentar.”

Sementara salah satu dari mereka melapor, Baekhyun mendekat kepada Chanyeol. “Hei, kau masih yakin ini tempatnya?”

Chanyeol menoleh. “Kenapa? Kau masih tertipu ya?”

Baekhyun mendengus. “Aku lebih suka melihat kenyataan.”

Chanyeol tersenyum meremehkan sementara Baekhyun mengalihkan pandangan.

“Park Chanyeol dan Byun Baekhyun di perbolehkan masuk.” Penjaga rumah itu kembali. Chanyeol tersenyum lalu berbisik kepada Baekhyun.

“Ikuti aku. Nanti kau akan tersesat.”

Baekhyun menghela napas. “Terserahlah.”

Baekhyun mengikuti langkah Chanyeol, matanya melebar. Barang-barang antik yang sering ia dengar keberadaanya semuanya berada disini. Pisau yang dipakai pemimpin terdahulu mereka untuk membunuh mahluk paling dibencinya, dibenci kaumnya. Vampire.

Nah, walaupun Vampire itu adalah makanan terlezat bagi mereka, Baekhyun sama sekali belum pernah mencobanya. Chanyeol? Entahlah, ia belum tahu. Tetapi sepertinya pernah.

“Membungkuk.” bisik Chanyeol lalu ia membungkuk, dan Baekhyun mengikutinya.

“Kami sudah datang.”

“Ah, sudah datang rupanya. Oh, tidak usah bersikap seperti itu. Duduklah disana. Ya, benar.” pria itu tersenyum. “Mau minum sesuatu? Jus atau yang lainnya?”

“Ah..”

“Air putih saja.” tandas Baekhyun, sebelum Chanyeol meminta yang lain-lain. Chanyeol menatap Baekhyun tajam, sementara Baekhyun tetap menatap pria itu. Berpura-pura tidak tahu.

“Ah, aku mengerti.” katanya lalu menepuk tangannya. Dan seorang wanita tua masuk.

“Tolong ambilkan hmm… darah terbaru, rhesus O. Dua gelas.” katanya. “Oh, jangan lupa tambahkan wine di dalamnya, juga es batu. Dua.”

Chanyeol menelan air ludahnya lalu tersenyum. Sementara Baekhyun melirik Chanyeol, lalu menghela napas.

“Jadi… kalian tahu maksudku memanggil kalian?” Joonmyun mengitari tempat duduknya dan duduk sambil menautkan kedua jari-jari tangannya diatas meja. Dan tak lupa, tersenyum manis.

Chanyeol menggeleng, Baekhyun pun begitu.

“Baiklah, aku akan langsung menjelaskannya,” katanya. “Kalian tahu di tempat bagian selatan lima hari yang lalu terjadi pembunuhan kaum kita?”

Chanyeol membulatkan matanya, sementara Baekhyun mengerjap. Apa? Kenapa tidak ada kabar berita yang membuatnya heboh? Seperti tahun lalu.

“Bertanya-tanya kenapa tidak seheboh kemarin-kemarin?” tanya Joonmyun lalu tersenyum. “karena aku menutup akses itu.”

“Dan karena korbannya tidak sebanyak kemarin,” Joonmyun melanjutkan. “Tetapi ini serius. Kasus kali ini lebih serius dibandingkan tahun lalu. Biar aku jelaskan sebentar,”

Pintu di ketuk, lalu masuk wanita tadi dengan membawa nampan berisi dua gelas minuman berwarna merah pekat. Terlihat menggiurkan.

“Tatuh disini.” kata Joonmyun, dan wanita itu mengikuti instruksi itu. Wanita itu menunduk, lalu mundur dan berbalik, berjalan keluar dan menutup pintunya.

“Sampai dimana kita tadi? Ah, aku ingat.” Joonmyun menghela napas. “Lima hari yang lalu, lima serigala ditemukan tewas. Menggenaskan. Lehernya tercabik, hampir putus, dan diseluruh tubuhnya penuh luka. Dan di bagian lehernya itu, terdapat luka tusuk yang disebabkan oleh benda tajam. Sudah mendapatkan sesuatu?”

Chanyeol menggeleng sementara Baekhyun tampak menimang-nimang.

“Apakah itu perbuatan manusia?” tanya Baekhyun.

Joonmyun tersenyum. “Bukan, bukan mereka.” katanya. “Benda tajam berbentuk taring, runcing.” Joonmyun tersenyum. “Musih kita, Vampire.”

Chanyeol melebarkan matanya sementara Baekhyun membulatkan matanya. Kaget.

“Yah, sepertinya mereka melanggar perjanjian yang ada.” Joonmyun tersenyum pendek. “Dan aku ingin kalian berbuat sesuatu.”

Baekhyun menatap Joonmyun serius sementara Chanyeol mengambil gelas kecil itu lalu meminum isinya sedikit.

“Kalian menyelinap kesana, dan menghancurkan mereka, dengan pelan-pelan.” Joonmyun tersenyum.

Baekhyun menaikkan salah satu alisnya, sementara Chanyeol menurunkan gelas minumanya dan mengerutkan kening.

∞∞

Halo! Kali ini datang dengan ff fantasy terinspirasi dari lagu mereka, wolf, of course. Dan tiba-tiba, cling! Lahirlah ff ini. Di atas lengthnya masih nggak menentu kan? Nah, itu tergantung commenters yang ada^^

So, it’s just a Ficlet or a new beginning?

Visit me! : jeasterflower.wordpress.com

//

6 pemikiran pada “A Short Journey

  1. singkat sekali ceritanya, padahal menurutku itu udah mau masuk bagian permasalahan eeh langsung the end 😦
    penasaran banget sama kelanjutannyaaa thoor

  2. author, tolong lebih digambarkan latarnya ya seperti apa, biar benar2 ngerasa masuk ke dunia film macam twilight-harpot-begitulah(?) hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s