Wolf (Chapter 1)

Tittle : WOLF

Author : Fitaa

Main Cast

  • Luhan
  • Hyorin (karakter fiktif)
  • Kai

Support Cast

  • Anggota EXO-K dan EXO-M (selain Kai dan Luhan)
  • dll

Genre : Romance, Friendship, School

Length : Chaptered

Rating : PG-14

Summary : Geng sekolah Kai selalu menelan kekalahan dalam 3 pertarungan terakhir dengan geng sekolah musuh. Sebagai leader geng, ia gengsi jika harus kalah lagi. Untuk itu dia mengirimkan pacarnya, Hyorin untuk menjadi mata-mata di geng sekolah musuh. Keputusan itu memang ditentang teman-temannya. Bagaimana bisa Kai mengumpankan pacarnya sendiri? Namun Kai sangat mempercayai Hyorin dibanding dengan siapapun. Disamping itu Hyorin bukan seorang yang bodoh sampai mudah ketahuan. Kai tak pernah berpikir itu merupakan keputusan terbesarnya yang akan di sesalinya kelak. Apa itu? Lalu bagaimana kehidupan Hyorin sebagai mata-mata? Apakah dia akan ketahuan??

 wolf

Note : Maaf ya kalo ceritanya gak bagus ato gak jelas..

 

PART 1

 

“Kai, apa taktik kita untuk mengalahkan geng sekolah mereka? Apa kita harus diam saja dengan kekalahan kita akhir-akhir ini?” Tanya Chanyeol. Ia menyadari sudah hampir 3x penyerangan, geng sekolahnya ini selalu menderita kekalahan. Padahal dari segi jumlah juga sama saja.

Kai diam saja. Merenung dalam hatinya. Memikirkan apa yang harus dia lakukan. Dia ketua geng ini. Jadinya berada di pundaknya. Ia harus mengambil keputusan yang bisa menjadikan gengnya tak mengalami kekalahan beruntun terus-menerus. “Untuk mengalahkan mereka, kita harus tau gerak-gerik mereka.” Ucapnya member kesimpulan pemikirannya.

“Caranya?” Tanya Sehun. Anggota termuda. Ia masih kelas X tapi sudah menjadi member inti geng sekolahnya.

Kai menghela nafas beratnya. “Itu pertanyaan utamanya.”

“Kita mata-matai saja mereka,” ceplos D.O tiba-tiba. Semua mata terarah pada D.O.

“Ya!” Baekhun menjitak kepala D.O dan D.O mengaduh kesakitan sambil memegangi kepalanya. “Mereka semua tahu kita dengan jelas. Jadi bagaimana bisa kita memata-matai mereka?!” jelas Baekhyun. D.O dan semuanya mengangguk setuju. “Jika saja ada yang dekat dengan kita dan tak mereka kenali..” ucap lirih Baekhyun.

Kai memejamkan matanya. Ia memikirkan ide dari D.O yang menurutnya juga bagus. Tapi sanggahan Baekhyun juga masuk akal. Kai berpikir keras. Pasti ada solusi pada masalah ini.

“Hyorin-ah, apa yang kau baca?” Tanya Baekhyun sambil melepas headset yang terpasang ditelinga Hyorin.

Gadis itu menutup bukunya. Kini wajah cantiknya begitu terlihat. “Buku tentang psikologi.” Katanya sambil tersenyum.

“Kau benar-benar ingin melanjutkan di jurusan psikolog?” Tanya Chanyeol. Walau sebenarnya ia sudah tahu jawabannya.

Hyorin menjawab pertanyaan Chanyeol dengan tersenyum. Pertanda iya. Sudah tak rahasia jika semua temannya sudah mengetahui keinginannya menjadi psikolog. Ia sangat berminat dengan bidang itu. Menurutnya bukan hanya fisik yang harus dijaga. Tapi juga hati dan pikiran. Karena ketika keduanya sakit, itu juga akan mengakibatkan kesakitan fisik. “Aku kebawah dulu. Kalian ngobrol saja.” Sebenarnya Hyorin jenuh dengan topik ini. Ia membenci kekerasan. Karena itu walau berada satu ruangan dengan kelima cowok itu, Hyorin menutup telinganya dan menyetel musik keras. Agar tak satupun omongan mereka itu terdengar.

“Hyorin-ah,” Kai menghalangi Hyorin yang hendak beranjak dari tempat itu.

“Wae?” Tanya Hyorin kembali duduk.

“Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku.” Ucap Kai lembut. Hyorin mengerutkan keningnya. Kai tak biasanya meminta ijin dulu jika menyuruhnya. Biasanya ia langsung nyelonong ngomong apa yang dia inginkan. “Jadilah mata-mataku,”

“Mooo?” kata Baekhyun reflek. Ia kaget. Sebenarnya tak hanya Baekhyun yang kaget. Chanyeol, D.O dan Sehun pun juga tak kalah kaget.

“Mata-mata?” Hyorin mengerutkan keningnya tak mengerti.

“Kai-ah, apa kau serius?” Tanya Baekhyun memastikan. Ia berharap apa yang ia dengar dari Kai barusan tak berarti sebenarnya.

“Aku serius.” Kata Kai pasti. Kai menoleh pada Hyorin. “Kau mau kan?” Tanya Kai sambil menatap tajam kearah Hyorin.

Hyorin menatap mata Kai. Tatapan itu membuatnya tak berdaya. “Ne..” Jawab Hyorin sambil tersenyum. “Jadi apa yang harus kulakukan, Oppa?”

Kai sudah menduga. Hyorin pasti mau. Hyorin adalah seseorang yamg paling dipercaya olehnya. “Kau hanya perlu pindah ke sekolah mereka. Aku yakin kau bisa mencari tahu gerak-gerik mereka jika kau berada di sekolah itu.”

Baekhyun, Chanyeol, DO, dan Sehun masih tak kuasa menahan keterkejutannya. Baekhyun malah berpikir Kai gila karena mengirim Hyorin menjadi mata-mata dan bagaimana bisa Hyorin langsung menerimanya begitu saja. Kai gila dan Hyorin bodoh itulah kesimpulan dari pemikiran Baekhyun.

“Baiklah, kau yang mengaturnya.” Kata Hyorin. Ia mengambil tasnya dan membereskan barang-barangnya. “Sudah malam, aku akan pulang.” Pamit Hyorin.

“Aku akan mengantarmu,” kata Kai.

Hyorin mencegah. Ia tersenyum. “Tidak usah. Oppa selesaikan obrolannya. Aku akan meminta sopirmu untuk mengantarku.” Ucap Hyorin dengan halus agar tak menyakiti perasaan Kai.

“Baiklah,” ucap Kai setuju.

“Aku pulang dulu.” Pamit Hyorin sekali lagi. Kai mengangguk. Ia mencium kening Hyorin. “Oppa, kapan aku harus pindah?” Tanya Hyorin sebelum menuruni tangga.

“Mungkin lusa kau sudah bisa pindah,” ucap Kai.

“Arasseo,” Hyorin mengangguk. “Bye,” kata Hyorin melambaikan tangan. Tak lupa senyumnya ditunjukkan.

“Kai-ah, apa kau gila?” Tanya Baekhyun denan membentak setelah Hyorin benar-benar tak ada.

“Wae?” Kai malah balik bertanya.

“Hyorin itu pacarmu. Bagaimana bisa kau menyuruhnya menjadi mata-mata?” Baekhyun meminta penjelasan.

“Karena mereka tak tahu tentang Hyorin.” Jelas Kai singkat dan santai.

“Bagaimana jika noona ketahuan?” Tanya Sehun khawatir.

“Hyorin itu sangat cerdas. Aku yakin dia tahu apa yang harus dilakukan. Dia akan tahu sebelum ketahuan.” Jawab Kai yakin.

“Apakah harus Hyorin? Kita bisa mencari orang lain,” saran Chanyeol.

“Hanya Hyorin yang bisa.” Tegas Kai pada teman-temannya.

“Wae?” Chayeol penasaran dengan pernyataan yakin Kai.

“Karena dia cerdas dan yang terpenting dia yang paling kupercaya.” Tutur Kai menjelaskan.

“Apa kau tak khawatir, Hyorin mungkin bisa lelah padamu dengan permintaanmu selama ini?” Tanya Baekhyun.

“Tidak mungkin,” jawab Kai yakin.

“Kenapa kau selalu yakin? Tanya DO.

“Karena Hyorin tahu, dia hanya milikku dan akan selalu jadi milikku.” Kata Kai yakin dan mempertegaskannya pada teman-temannya. Baekhyun, DO, Chanyeol, dan Sehun hanya bisa mengiyakan. Karena mereka tahu memang selama ini kenyataannya seperti itu. Hyorin milik Kai, tak ada yang memungkirinya. Entah hari esok akan berubah atau tetap sama, kita tak tahu. Karena hari esok itu sebuah misteri yang mungkin akan muncul kejadian yang tak terduga.

***

            “Ahjussi, aku turun diperempatan itu saja,” pinta Hyorin pada Sopir Kai.

“Tapi Agassi…” Sopir itu enggan untuk menurunkan Hyorin karena ini masih jauh dari rumahnya.

Hyorin tersenyum pada sopir itu, menandakan ia tak masalah untuk turun disini. “Gwenchana, Ahjussi. Aku ingin berjalan-jalan sebentar.” Hyorin member alasan. Ia melihat sopir itu garuk-garuk kepala. Masih saja tak yakin. “Kumohon..” Pinta Hyorin sambil memasang wajah melasnya.

“Baiklah. Tapi Agassi jika ada apa-apa kau harus menghubungiku ya..” Sopir itu member syarat. Hyorin mengangguk setuju.

“Ara…” kata Hyorin. Ia langsung turun dari mobil. Ia berjalan memandangi suasana pusat keramaian di kotanya. Ia sangat menyukai pemandangan ini karena banyak lampu-lampu hias di sekeliling tempat ini dan juga didukung dengan kegaduhan yang diakibatkan oleh orang-orang yang berada disini. Namun entah mengapa suasana ini tidak menjadi obat untuk hatinya dan seramai apapun tempat ini, ia masih merasakan kekosongan di hatinya. Bahkan ia tak tahu apa pasti apa penyebabnya.

Hyorin berhenti di gazebo sebuah taman. Ia duduk dan memandangi sekeliling. Ia menutup mata dan menghirup nafasnya dengan dalam. Ia ingin merasakan semuanya, angin, udara, dan cuaca dingin di malam ini. Berharap dapat mengisi kekosongan hatinya. Namun ia salah. Ia masih merasa kekosongan itu. Hyorin menampakan wajah kecewanya yang imut karena penilaiannya yang salah itu. Akhirnya dia membuka buku yang tadi ia baca. Menundukkan kepalanya pada buku, seolah terfokus pada bacaan tersebut. Hanya saja tak bisa dipungkiri ia sedang memikirkan hal lainnya.

“Ya!!” panggil seorang cowok di depan Hyorin. Cowok itu berdiri menghadap Hyorin yang masih duduk terfokus dengan bukunya. Namun Hyorin tak kunjung merespon panggilannya. “YA!!” panggil cowok itu lebih keras. Namun lagi-lagi Hyorin tak merespon sedikit pun panggilannya. Bahkan bergerak saja tidak. “YA! Apa kau tuli?” cowok itu kesal karena dua panggilannya tak direspon. Ia menarik buku yang dibaca Hyorin untuk melihat cewek yang tak memperdulikan panggilannya. Ingin marah, tapi cowok itu malah dibuat kaget dengan tingkah Hyorin. “Ya, kenapa kau menangis?” tanyanya cowok itu bingung.

Hyorin mengambil bukunya yang berada di tangan cowok itu dengan mudah. Karena cowok itu masih bingung dan tak mengerti kenapa dirinya menangis. Jelas saja, cowok itu hanya memanggil dan sedikit membentaknya. Itu tak akan membuat dirinya menangis. “Yang pasti aku tak menangis karena kau!” tandas Hyorin. Ia langsung berjalan pergi menjauh. Sedangkan cowok itu hanya mematung kebingungan dengan sikap Hyorin.

 Bersambung…

Review part 2

“Hyorin-ah, kau tahu kan aku sangat mengidolakanmu.” Terang Baekhyun. “Seorang fan hanya dapat menatap dari jauh. Mendukungnya dari jauh. Itu mungkin tak apa.” Kata Baekhyun lirih. “Yang menyedihkan adalah ketika idolanya sedang bersedih, fan tidak bisa melakukan apa-apa kecuali hanya bisa berharap idolanya agar kembali ceria. Karena apa, kau tahu?” Hyorin mennggelengkan kepalanya. “Karena tempat kami jauh, dan kami tak nampak.”

Itu kata-kata Baekhun di hari terakhir Hyorin satu sekolah dengannya. Lalu apa tanggapan Hyorin dengan kata-kata itu? Apa saja yang dibicarakan Baekhyun dan Hyorin di hari terakhirnya satu sekolah?

*Terima kasih udah baca. Ditunggu saran dan kritiknya.

Tunggu part 2 ya…J*

 

 

//

Iklan

21 pemikiran pada “Wolf (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s