Loving You Like Crazy (Part 1)

Title: Loving You Like Crazy [Part. 1]
Author: nune [ @6oppars ]

Main Cast: – Park Chanyeol
– Baek Jisun

Other Cast: Find them by yourself

Length: Multi Chapter

Genre: Drama, Romance

Rating: PG15

Note: Special Fanfiction for my close friend as her birthday present, Ehfita. Happy Birthday baby~ btw, I have to greet you all kekeke… Anyeong haseyo *bow* halo semuanya, nune imnida~ ini pertama kalinya saya bikin fanfic yang EXO sebagai cast-nya^^ saya juga baru selesai hiatus dari tulis menulis FF selama setahun jadi maklum kalau bahasanya berantakan dan absurd, masih tahap belajar juga^^ dengan senang hati saya menerima kritikan dan saran atas FF ini. terimakasih. ^3^ Happy Reading.

Backsound: Update – Sabao (Guitar instrumental version)

loving you like crazy poster


*****

Semua orang tahu bahwa cinta bertepuk sebelah tangan itu sangat menyakitkan, tidak terkecuali pada Jisun yang jatuh cinta pada seseorang yang notabene-nya adalah orang yang terpaksa menjadi guru les private-nya karena suatu hal yang sangat mendesak. Apakah itu? dan bagaimana cara Jisun meluluhkan hatinya yang sedingin gunung es?

                                                                        *****

Gadis itu dengan tergesa gesa memasukan alat alat tulis kedalam kotak pensil kodok hijaunya dengan mengebu-ngebu. Padahal bel pulang sekolah baru saja berbunyi 10 detik yang lalu, hal ini membuat gadis disebelahnya mendecak bingung.

“Jisun-ah~ kau yang paling bersemangat disini, kau tahu? Bahkan guru fisika kita belum meninggalkan kelas sama sekali.” Keluh gadis yang berada disebelahnya, Shin Yeonhwa.
Gadis yang ia ajak bicara hanya terkekeh pelan tanpa memberikan perhatiannya kepada Yeonhwa, sahabatnya.

“Aish sudahlah, kau takkan mengerti. Aku duluan~”

“hahaha… siapa lagi yang bisa membuat Baek Jisun seperti ini selain Park Chanyeol, aku benar?” goda Yeonhwa yang membuat rona merah di pipi mulus Jisun.
Jisun menyeret backpag-nya dan tersenyum gembira, ia sudah tak sabar ingin pulang kerumah! Membayangkannya saja sudah membuatnya menjadi gila.

“Jisun-ah, tunggu!” Yeonhwa menahan, Jisun terpaksa berhenti untuk sesaat dan menghela nafasnya.

“Kai menyatakan perasaannya lagi padamu kemarin kan? Kai menunggumu didekat parkiran, kau disuruh datang!” lanjut Yeonhwa.

“oh… Soal itu? Aku akan menjawabnya nanti, tolong beritahu padanya! Sudah ya…”
Yeonhwa menahan teriakannya ditenggorokan karena Jisun sudah hilang duluan. Ia-pun menghela nafas berat.

“banyak laki laki yang tertarik padamu tapi kau hanya memiliki satu nama yang hanya menolehmu dari samping eoh?” gumamnya.

*****

“aku pulang~~” Sahut Jisun setelah ia melangkahkan kaki kananya kedalam rumah. Ia tersenyum seperti orang kehilangan akal saat melihat ada sepasang sepatu Kets Nike berwarna hitam bercorak kuning yang terdapat di rak sepatu dekat pintu rumahnya.

Jisun membuka sedikit pintu kamarnya dan jantungnya terasa berhenti berdetak seketika saat Jisun melihatnya… dia… laki laki itu… alasan mengapa ia ingin cepat cepat pulang kerumah… alasan mengapa ia menolak semua laki laki yang tertarik padanya… alasan mengapa ia tersenyum seperti orang gila kapanpun ia memikirkannya… memikirkan dia… Park Chanyeol.

“oppa, wasseo (kau tiba)?” tanya Jisun dengan hati hati, perlahan laki laki itu –Chanyeol- menoleh dengan tatapan dingin-nya yang bahkan api manapun tidak dapat mencairkannya.

“hmm…” tanggapnya dengan acuh.

Jisun berlari kecil ke arah meja bundar yang menghalangi batas keduanya dan mulai menguak isi backpack-nya, Jisun mengeluarkan selembar kertas ulangan yang baru dua jam yang lalu dibagikan gurunya.

Jisun memperlihatkan kertas itu tepat didepan wajah Chanyeol yang bisa dibilang guru les private-nya yang sudah ada sejak enam bulan yang lalu ini.

“Mwoya neo (apa apaan kau)?!” ketus Chanyeol dengan suara beratnya. Jisun yang terlihat sedikit kecewa hanya menurunkan kertas yang ia anggap menganggu pengelihatan Chanyeol, laki laki yang ia cintai. Tapi tak apa, Jisun sudah terbiasa dengan perlakuan dia yang begini, sangat!

“Oppa tak lihat? Aku sedikit ada kemajuan, lho! Aku dapat 7,8 di ulangan Fisika-ku!” Jisun mulai buka bicara, Chanyeol hanya menghela nafas sambil memperbaiki letak duduknya.

“Hanya naik 0,2. Apa itu yang kau sebut kemajuan?”

“Oppa tidak menyukainya, ya?” keluh Jisun terhadap laki laki yang umurnya lebih tua tiga tahun darinya ini.

“Jadi oppa ingin aku dapat nilai berapa supaya oppa merasa senang?” lanjutnya.

“Aku hanya ingin kau masuk ke Universitas pilihan ayahmu, itu saja. Maka bekerja keraslah, Baek Jisun.”

Jisun tersenyum merekah~ ada harapan! Orang yang dicintainya memberikan kata kata semangat untuknya. Rasanya ia ingin berlari mengitari halaman rumahnya sambil berteriak kalau bisa!

“oppa tahu? Semakin hari aku semakin mencintaimu! Aku harap kita berjodoh, oppa~ saranghae”

Chanyeol berdecak dan memalingkan wajahnya dari Jisun, entah ia bingung apa yang ada difikiran gadis yang ada dihadapannya ini. Jika boleh, ia akan membeli Voice Recorder dan merekam setiap kata kata penolakan yang ia lontarkan pada gadis ini setiap kali dia mengungkapkan hal hal melanturnya tentang cinta. Seperti; “Sudah lupakan aku.” “Berhenti berharap padaku. Kita bertemu hanya untuk belajar!” dan “Aku tidak akan tertarik pada gadis yang manja, menyerahlah.” Karena memang benar, Chanyeol sama sekali tidak memandang Baek Jisun sebagai ‘wanita’ melainkan sebagai murid atau adik.

Walau begitu Chanyeol harus ekstra serius menuntun Baek Jisun yang bisa dibilang ‘tidak-pintar’ untuk memasuki Hangguk University atau nama terkenalnya adalah Korea University. Universitas tempat dimana Chanyeol menuntut ilmu, Universitas tergengsi dan terbaik di Negara gingsaeng ini. Karena jika tidak, mimpi buruk akan menghadang Chanyeol segera!

“Sudah jangan main main, berhenti berharap padaku~ Kau kerjakan ini! sepuluh soal Matematika kerjakan dalam 30 menit!” Chanyeol menyodorkan selembar kertas ke arah Jisun.

Jisun mengambilnya pelan. Cih… Jisun sudah sangat hafal dengan rentetan jawaban yang akan diberikan Chanyeol kapanpun Jisun mengungkapkan cinta. Itu membuatnya sangat Hopeless dan putus asa. Ia merasa bosan sampai kapan ia menangisi dan membiarkan lubang dihatinya menganga hanya karena satu laki laki ini saja? laki laki yang sama sekali tidak peduli padanya?

Pasalnya baru kali ini, selama tujuh belas tahun Jisun merasakan debaran saat berdekatan dengan lawan jenisnya. Ditambah lagi laki laki yang dingin, cuek, tak ada hasrat humor dan menampakan 0% ketertarikan padanya adalah sama sekali bukan tipe ideal-nya Jisun. Tapi ini pengecualian untuk Park Chanyeol.

Baek Jisun, yang merupakan putri dari Baek Seungjo yang notabene-nya adalah dokter spesialis jantung terbaik di Korea menurut internet, polling dan juga menurut warga setempat. Ia sangat cekatan, jenius dan pintar disegala bidang. Berbeda dengan anaknya yang bisa ditebak terlalu mirip ibunya, Oh Hani. Namun kecantikan dan daya tarik Baek Jisun sangat menawan, membuat siapapun tertarik padanya.

Jika bukan alasan balas budi, Chanyeol tentu tidak sudi menjadi sukarelawan les private untuk gadis yang telmi alias telat mikir dan manja seperti ini. Menjelaskan ini membuat Chanyeol mengingat kejadian Sembilan bulan yang lalu dimana dirinya dipaksa untuk menikahi Jisun jika seandainya gadis ini memasuki semester ke-4 kuliahnya. Tentu ini membuat Chanyeol naik pitam dan marah!

Mengapa tidak? Chanyeol merutuki ibunya karena ia sudah berlebihan! Ya! Ya! Chanyeol tahu betul bahwa ayahnya diselamatkan oleh dokter Baek Seungjo pada insiden satu tahun yang lalu dimana ayahnya sedang sekarat karena jantungnya yang lemah –bawaan dari lahir-, lalu dokter jenius Baek menciptakan serum untuk ayah Chanyeol, agar ayahnya bisa sembuh total! Dan ternyata berhasil, ayah Chanyeol menjadi orang pertama yang mencicipi hasil buah dari serum ciptaan dokter Baek tersebut.

Tentu dokter Baek beserta serum dan pencicip pertamanya sudah sangat terkenal semenjak insiden ini! satu Negara bahkan seluruh dunia meliput kejadian ini! Dengan judul yang membuat Negara ini bangga dan naik pamornya ‘Dokter terjenius korea telah menciptakan sebuah serum yang sangat langka.’

Keluarga Chanyeol tak henti hentinya membalas budi kebaikan dokter Baek, bahkan keluarga Chanyeol sudah menganggap keluarga dokter Baek sebagai saudaranya, begitupun sebaliknya. Orang tua Chanyeol ingin memperdalam ikatan kekerabatan mereka, maka ia memaksa Chanyeol untuk menikahi Baek Jisun. Mereka merencanakan ini tanpa sepengetahuan Jisun sendiri, karena ia masih belum dewasa.

Chanyeol menolak hal ini mentah mentah, ia bukan tipe laki laki yang jalan hidupnya selalu diatur orang tua, ia ingin hidup mandiri dan memilih wanita yang benar benar dicintainya untuk menjadi pendamping hidupnya kelak.Akhirnya pihak orang tua keduanya memakluminya. Maka rencana pernikahan mereka dibatalkan.

Lalu orang tua Jisun meminta Chanyeol untuk menjadi tutor pribadi untuk anaknya, tentu orang tua Chanyeol menerimanya dengan senang hati dan menjamin Jisun untuk masuk ke perguruan tinggi incaran ayahnya! Korea University. Jika tidak, Chanyeol diancam untuk menikahi Jisun!

Tanpa sepengetahuan mereka berdua, disamping itu orang tua mereka merencanakan hal ini untuk membuat Jisun dan Chanyeol menjadi dekat.

Itulah sebabnya Chanyeol merasa sebal ketika melihat Jisun, ia ingin sekali membuat gadis ini berhenti mencintainya. Apakah bisa?

Drrttt…. Drrttt…

Ponsel Chanyeol bergetar hebat, Jisun yang sedang fokus menghitung mengalihkan perhatiannya pada Chanyeol, si pemilik ponsel terlihat ragu ragu saat ingin mengangkatnya karena ini termasuk tidak sopan disaat guru mengangkat ponsel-nya pada saat waktu belajar.

“angkat saja, oppa.” Ujar Jisun, Chanyeol dengan sigap mengangkat telepon itu.

“yoboseyo?” suara berat Chanyeol terlontar membuat Jisun tidak terfokus, pasalnya ia juga penasaran siapa yang menelpon laki laki yang selama ini sudah memikatnya.

“Baiklah. Kau berdandanlah yang cantik besok!” Chanyeol tersenyum dan berkata lembut, Jisun yang menatapnya tiba tiba terkesiap kaget, semakin penasaran siapa sih yang membuat Park Chanyeol tersenyum pada lawan bicaranya?

“ya! tentu saja. iya, sudah dulu.” Terlihat gerakan Chanyeol menutup teleponnya dan kembali memasang wajah dingin-nya.

Belum Chanyeol menghitung sampai 5 detik…….

“siapa?” tanya Jisun dengan pelan. Huh dasar bocah ini, dengus Chanyeol dalam hati.

“anak kecil tidak boleh tahu!” tegasnya. Jisun mencelos.

“paling tidak beritahu aku, siapa dia.” Pelas Jisun sedikit merayu.
Chanyeol menghela nafasnya “dia pasangan Blind Date –ku, Kyungsoo memperkenalkannya padaku dan kami ingin bertemu untuk pertama kalinya besok, kau puas?”

Blind Date? Kencan buta? Itu artinya Chanyeol akan melakukan kencan bersama wanita yang entah seperti apa wujudnya? memikirkan itu membuat Jisun sulit bernafas, ia merasa ada bolongan lebar yang pedih dihatinya. Mengapa begitu banyak wanita yang beruntung dan bahagia dengan cintanya namun bagi Jisun itu adalah pengecualian?

Berkencan dengan lelaki seperti Chanyeol adalah keajaiban baginya, karena hal itu sudah termasuk dalam list harapan terindah dihidupnya. Sungguh beruntungnya gadis itu.
Jisun menyampirkan kertas soal yang lima belas menit yang lalu ia kerjakan
“aku baru menyelesaikan setengahnya. Periksa saja sebagian, aku ingin ke kamar mandi dulu, oppa.” Chanyeol menegakan kepalanya menatap wajah Jisun yang sedang menunduk layu, ia tahu bahwa hal ini pasti akan terjadi karena memang ini sudah sering terjadi, sangat! Sudah kubilang Baek Jisun, kau menyerah saja. Chanyeol membatin.

Jisun merendam wajahnya diatas wastafel yang penuh dengan air dingin, ia ingin mendinginkan hatinya yang sejak tadi bergejolak panas, namun tak bisa ia pungkiri bahwa cara bodoh ini tidak akan berhasil. Ia melemas dan terduduk menyandarkan tubuhnya ditembok.

“Park Chanyeol… kenapa kau tidak sedikitpun menyukaiku?”
ia mengepalkan tangannya dan memukulnya ke arah dadanya berkali-kali. Sambil terisak menyedihkan.
Aku tidak bisa tinggal diam. Jisun membatin.

*****

Jisun membenarkan letak tidurnya ratusan kali. Entahlah… fikirannya sangat berantakan! Ia merasa tidak tenang! Apa yang harus ia lakukan besok? Ingin sekali rasanya ia menggagalkan kencan mereka berdua, namun tempat tujuan mereka dan bertemu jam berapapun ia tidak tahu!

Ia mengerang sambil menjambak rambutnya frustasi! Tentu seorang Baek Jisun tidak akan membiarkan Chanyeol berada didekapan wanita lain! Ditambah lagi mereka akan berkencan. Bagaimana jika mereka pergi nonton bioskop? lalu pegangan tangan? Berciuman? Dan berpelukan saat Chanyeol mengantarkan wanita itu sampai depan rumahnya.

Entah apa alasannya Jisun bisa berbuat hal gila seperti ini. Ia mengingat ingat saat pertama kali ia bertemu dengan laki laki jangkung itu. Bulan Juli, enam bulan lalu saat Jisun memasuki semester baru. Awalnya ia bersikeras tidak membutuhkan guru les private atau semacamnya, dengan alasan takut waktu bebasnya tersita.

Baek Jisun yang memang hanya bisa goyah karena paksaan ayahnya itupun menurutinya, ia bertemu Park Chanyeol pertama kali dikamarnya dan ada meja bundar besar yang ada ditengah tengah mereka, dan dari situlah kisah cinta gilanya dimulai.

Jisun menatap Chanyeol untuk pertama kalinya. Ia bahkan tidak tahu bahwa laki laki sesempurna seperti ini ada! Postur tubuh yang tinggi menjulang, Bibir yang kissable, bentuk wajah yang sempurna dan tatapan mata yang tajam, sangat keren. Pada hari pertama, Jisun mulai tertarik padanya. Mempunyai hasrat untuk mendekatinya.

Semakin hari Jisun semakin penasaran pada laki laki ini, laki laki yang setiap senin sampai jumat berada dikamarnya selama dua jam. Ia semakin ‘ingin-tahu’ karena hanya Chanyeol yang menolak dan terlihat sedikitpun tidak-tertarik-padanya. Park Chanyeol satu satunya laki laki yang tidak ada respond apapun terhadapnya.

Jisun sudah kebal dengan perbuatan Chanyeol yang me- reject panggilannya, tidak membalas sms-nya, tidak menanggapi cerita kesehariannya, bahkan dengan kata kata menyakitkan saat Chanyeol menolaknya. Tidak bisa dihitung berapa kali Jisun mengungkapkan cinta padanya, tidak bisa dihitung pula berapa kali Chanyeol menolaknya. Uncountable~

Hal inilah yang membuat Jisun mencintainya, ia menemui pengalaman baru didalam diri seseorang… Perbuatan apa saja yang menyakitinya tidak bisa melawan rasa cintanya yang mendominan. Tidak akan.

*****

Keesokan harinya…

Jisun menapakan kakinya ke dataran peti kayu yang sedikit usang, ia menoleh ke kanan dan ke kiri dengan waspada. Aman, Jisun tersenyum dengan lega, ia terbebas dari kejaran petugas keamanan sekolah. Dengan cekatan Jisun memanjat tembok pembatas yang ada di hadapannya. Berhasil! Jisun berhasil memanjat pembatasnya! Ia lekas membersihkan debu yang tersampir di seragam-nya. Ia berlari sambil mengecek ponsel-nya.
terdapat nama Yeonhwa di screen ponselnya.

“yobose-“
((YAK! KAU MEMBOLOS LAGI? ADA APA?!)) Jisun spontan menjauhkan ponselnya dari jangkauan telinganya.

“ne… aku harus mengikuti mereka! Aku tidak bisa terdiam sambil memikirkan hal yang bukan bukan! Aish jinjjaaa…” erang Jisun sambil melangkahkan kakinya lebar lebar.

((haha ini pasti akan terjadi jika Chanyeol dekat dengan wanita lain. …Baiklah, kau jagalah dirimu, Jisun-ah.))

“pastinya Yeonhwa-yah, doakan aku untuk menggagalkan mereka~”

*****

Ia memegat taxi dan mulai membuka ponselnya, mengaktifkan fitur GPS-nya dan mulai mencari di mana Park Chanyeol berada. Ia mencium ponselnya berkali kali tatkala radar ponsel Park Chanyeol telah ditemukan.

“ahjussi… tolong antarkan aku ketempat ini.” Jisun memberikan ponselnya sekilas, memperlihatkan spesifikasi dimana Chanyeol berada.

“arraseoyo, agashi”

*****

Dan disinilah ia sekarang, dipusat kota seoul, yang sebagian besar wilayah ini dihiasi dengan jejeran toko toko yang menjual baju, sepatu, gadget dan lain lain. Fyuhh… untung hari ini bukan hari libur dan saat ini masih jam setengah satu siang, setidaknya tempat ini tidak terlalu ramai.

Matanya menangkap laki laki tinggi bersama wanita disebelahnya. Jisun yakin Chanyeol disana… dikedai kentang rebus manis. Walaupun Chanyeol membelakanginya ia tahu betul bahwa itu adalah dia. Terlihat mereka berdua sedang menunggu pesanan mereka. Jisun menyembunyikan dirinya dibalik tembokan terdekat dengan mata yang tetap mengawasi dua sejoli tersebut.

Kedua mata Jisun hampir keluar pada saat mereka berdua membalikan badan. Pasangan Blind Date-nya Chanyeol adalah Taeyeon sosaengnim, guru Tata Busana-nya! Guru tercantik, termuda dan baru mulai bekerja disekolahnya tak lama tiga bulan belakangan ini! Jisun tersenyum samar, ternyata benar apa yang Chanyeol paparkan selama ini, ia lebih menyukai wanita yang lebih tua darinya.

Jisun terus melakukan hal sebisanya agar Chanyeol tidak mengetahui keberadaannya! Walaupun ia tidak bisa mendengarkan percakapan mereka dengan jelas, paling tidak Jisun bisa memantau apa yang mereka berdua lakukan.

Mereka berdua memutuskan untuk masuk ke café dan Jisun duduk dijangkauan terdekat agar mendengar percakapan mereka. Taeyeon dan Chanyeol memesan dua Americano. Ternyata selera mereka berdua sama! Dan itu membuat Jisun merutuki Taeyeon habis habisan dibelakang. Paling tidak Taeyeon hanya pura pura menyamakan selera agar terlihat semakin akrab, fikirnya.

“menurutmu, aku bagaimana?” Taeyeon buka bicara sambil tersipu malu. Chanyeol memutar bola matanya, terlihat seperti berfikir. Jisun yang mendengarnya memancarkan tatapan tajam ke arah Taeyeon.

“…kau sangat cantik dan dewasa. Aku tidak menyangka kau menjadi guru Tata Busana di Mujack Highschool”
Jisun mencelos. Seumur hidup ia tidak pernah menerima perkataan halus dari Chanyeol. Tapi wanita yang baru satu jam ditemuinya menerima perlakuan itu?

Taeyeon tersenyum “Kau kuliah dimana? Posturmu yang terlalu tinggi menjulang membuatku merasa canggung. Apa umurmu benar benar tiga tahun dibawahku?” ujar Taeyeon sedikit merayu.

“di Korea University jurusan Mekanik Komputer, noona.”
tiba tiba si pelayan datang dan membawa pesanan mereka, setelah itu pergi lagi.

“Mekanik Komputer? Wah berarti kau sangat pintar matematika dan logika. Aku betul?” Taeyeon menyeruput secangkir Americano –nya tanpa melepaskan pandangannya dari Chanyeol.

Chanyeol tersenyum malu “Tidak juga. Setiap orang memiliki kelebihannya tersendiri”
Taeyeon mengangguk mengerti. Seperti teringat sesuatu, ia merogoh sesuatu dari dalam tas-nya dan mengeluarkan dua lembar tiket bioskop.

“mau menemaniku?” tawar Taeyeon sembari tertawa renyah.

*****

Chanyeol memfokuskan dirinya pada film yang disajikan dihadapannya. Tanpa ia sadari wanita yang disebelahnya –Taeyeon- terus memperhatikannya dan mencari kesempatan untuk melakukan skinship dengan-nya. Yaah… paling tidak berpegangan tangan.
Tanpa mereka sadari jika ada sepasang mata tajam yang mengawasi mereka dari belakang, memperhatikan mereka dengan jeli dan teliti sehingga tidak ada apapun yang terlewatkan.

Taeyeon mulai menggerakan tangannya, ia berusaha menggapai lengan Chanyeol yang bebas disebelahnya, bermaksud untuk menggenggamnya. Jisun membelalakan matanya dan melemparkan beberapa pop corn ke arah lengan Chanyeol, Taeyeon mengurungkan niatnya dan meurutuk sebal karena lengan Chanyeol sudah berubah posisi. Chanyeol menoleh kebelakang, penasaran siapa orang yang melemparinya popcorn, tapi orang tersebut malah menutup wajahnya dengan bungkus pop corn. Chanyeol merasa ada yang aneh.

Jisun menghela nafas lega tatkala Chanyeol memutar kepalanya kearah semula. Setelah itu selama dibiosop Taeyeon tidak lagi berani mencoba melakukan skinship lagi.

Jisun terbelalak kaget tatkala ia melihat ponselnya sekilas menyala dan berkedip-kedip, ia mengatur ponselnya dengan mode silent karena ia berada dibioskop. Ia berusaha mengatur nafasnya. Sial! Ayahnya menelpon! ….Kenapa tiba tiba? kalau ia tidak mengangkatnya, siap siap saja dirumah ia akan mendapatkan sorotan dingin dan ocehan dari ayahnya.

Ia bangkit dari duduknya dan memutuskan untuk keluar dari Teater lewat pintu Emergency. Ia menunduk permisi dan berjalan dengan panik dan gemetar! Jangan bilang jika petugas keamanan disekolahnya memberitahu ayahnya bahwa ia sedang bolos sekarang! Ah.. mati aku, keluh Jisun.

SPLASH~~

“AISH… HEY KALAU JALAN HATI HATI! TAK LIHAT MINUMANKU TUMPAH?! KAU MAU MENGGANTINYA HAH?!”

Jisun membulatkan matanya. Tanpa sengaja tangan gemetarnya menyenggol orange jus ke baju seorang ahjussi tinggi yang sedang duduk manis menyaksikan film. Sial! Kenapa aku begitu ceroboh sekali? Ingin rasanya aku bunuh diri sekarang juga. Seisi teater memperhatikan mereka.

“joseonghamnida~ jeongmal joseonghamnida. Aku tidak sengaja, ahjussi~” Jisun menunduk sedalam dalamnya. Didalam hati ia berdoa agar Chanyeol dan Taeyeon tidak akan tertarik pada kejadian ini. Ia sudah merasa sangat malu!

Ahjussi tersebut mendengus dan menahan kesabarannya. Jisun membukukan badannya sampai tulang belakangnya sakit dan keluar dari teater ini cepat-cepat.

“orang itu ceroboh sekali. Apa dia bolos ya? samar samar aku melihat ia memakai seragam sekolah.” Gumam Taeyeon tibatiba. Chanyeol menghela nafasnya sambil menatap punggung gadis itu nanar.

Ia merogoh ponselnya dan melihat sesuatu didalamnya. “sial…” dengus Chanyeol saat ketika ia menyadari bahwa fitur GPS –nya lupa ia matikan.

*****

“mianhamnida, aboeji… jeongmal mianhamnida…” Jisun menangis menyesal sambil membungkukan diri dihadapan ayahnya, membuat sakit dipunggungnya semakin menjadi jadi!

“siapa yang mengajarkanmu membolos pelajaran, Jisunie? Bukankan aboeji tidak pernah mengajarkannya?” ujar Baek Seungjo, ayah Jisun dengan lembut tapi ketus.

“aku takkan mengulanginya lagi.”
Oh Hani, ibu Jisun menghela nafas panjang dan mengelus punggung suaminya.

“Yeobo, tenanglah… lagipula ulangan akhir Jisunie telah berakhir, tinggal menunggu kelulusan saja. Akhir akhir ini disekolah tidak ada aktifitas yang begitu penting.” Sambarnya.

“kau membelanya? Tapi tetap saja anak kita membolos dan mencoreng nama baiknya!”
Jisun membungkukan badannya lagi

“mianhamnida… jeongmal mianhamnida..” mohonnya sambil terisak. Baek Seungjo menghela nafas dan memafkan anaknya.

Jisun menaiki tangga, menuju kamarnya dan melanjutkan aktifitas belajar-mengajarnya bersama Chanyeol. Ah bukan! Jam belajar-mengajar mereka sudah habis, Chanyeol mungkin sudah bersiap siap pulang. Sudah ia tebak pasti Chanyeol sudah mengetahui semuanya, Pasti!

“ya! baiklah. Terimakasih juga untuk hari ini.”

Jisun berhenti tepat di hadapan pintu yang belum sempurna dibuka, hanya terdapat celah kecil. Ia mendengar Chanyeol sedang berbicara lewat telepon, sepertinya Taeyeon sosaengnim. Jisun menebak.

“……”

“besok malam? Baik, aku akan datang tepat waktu”

“……”

“yap! Sampai jumpa, noona.” Flip. Chanyeol terdengar mematikan panggilan teleponnya.

Jisun tersenyum miris, hal yang ia perbuat hari ini bukannya membuat mereka gagal malah membuat mereka semakin dekat dan banyak peluang untuk merajut hubungan lebih. Hal ini membuat Jisun terlihat bodoh dan tak berguna. Iapun perlahan memasuki kamarnya.

“Bagaimana kencanmu hari ini, oppa? oppa akan berkencan lagi dengannya, besok?” tanya Jisun ramah, berniat untuk berbasa basi. Chanyeol menatapnya dingin, tanpa ada keramahan sedikitpun didalamnya.

Hening…..

Jisun salah tingkah dan tertawa kaku “ah tidak! Aku hanya berandai-andai” elak Jisun

“besok, jam setengah delapan malam aku dan Taeyeon noona, seorang guru Tata Busana di Mujack Highschool, tempatmu bersekolah akan menonton Orchestra didaerah kangnam di bangku nomor 56 dan 57.”

Jisun terpaku… kenapa tiba tiba……..?
Chanyeol menghela nafas berat dan membuka mulutnya lagi.

“apa lagi kali ini? kau akan berpura-pura menjadi Office Girl dan mengepel kesana kemari disana hanya untuk mengawasiku?”
Chanyeol tersenyum meremehkan, itu membuat hati Jisun mencelos. Maksudnya, Chanyeol merendahkan Jisun? Begitu?

“kenapa oppa tiba-tiba seperti ini…?”
Chanyeol tersenyum miring dan mengambil backpack hitamnya, berniat untuk angkat kaki dari rumah ini.

Jisun tertawa canggung, sebisanya ia menahan sesak yang berlabuh di dadanya. Tidak! Jangan sampai ia menangis dihadapan laki laki ini.

“ah ya! Aku lupa memberitahumu bahwa aku tidak lagi mengaktifkan fitur GPS-ku. Ingat ingat saja petunjuk yang aku berikan tadi! …aku pergi~”

Chanyeol melangkah pergi. Jisun tersenyum kaku dan air yang berasal dari mata indahnya sudah membuat sungai kecil disana.

“Jika suatu saat aku pergi jauh. Akankah kau merindukanku, Park Chanyeol?”

~To Be Continued~

Semoga Ehfita suka bacanya /lol/ once again, Happy Birthday.
Omg, gimana? Feel-nya gak dapet ya? ><
Ah iya, scene di part ini ada ‘sedikit’ dikutip dari drama jepang yang judulnya Itazura Na Kiss ~ Love in Tokyo
Terimakasih buat admin disini yang udah ngepost FF ini, Terimakasih juga buat siapapun yang udah mau baca dan kasih sedikit jejak. Hal itu bikin aku semangat buat ngelanjutin Fafic ini 😀 see you again~

78 pemikiran pada “Loving You Like Crazy (Part 1)

  1. huaaa akhurnya kok nyesek jisun yang sabar ya ..karakter chanyeolnya keren…seungjo hani u.u semacam naughty kiss..ubek” opmin dapet nih ff..mari dinikmati and see you next chapter semangat kakak author salam kenal reader baru dsini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s