Anything’s Will be Alright (Chapter 4)

Tittle            : Anything’s will be alright chapter 4

Author        : Xiadeer18 (@irfaniaNS )

Main Cast   : Oh Sehun

Xi Luhan

Ji Hyun(OC)

Cast             : Member EXO,

Genre         : Friendship, a little Comedy (maybe?)

Disclaimer   : cast milik agency dan orang tua mereka, OC dan cerita milik author. 100% murni dari otak author. Bila ada kemiripan jalan cerita itu hanya kebetulan saja. Maaf bila banyak salah  kata,typo(s) atau alur cerita yang aneh author meminta maaf sebesar-besarnya karena author masih belajar dalam dunia per FF-an. Author sangat membutuhkan komentar para readers 😀 *bow*

Happy reading ^^/

“aku pulang!!” seru Ji hyun yang membantu Sehun berjalan sangat kesusahan. Tao menghampiri Ji hyun dan membantunya merebahkan Sehun di sofa panjang. Ji hyun mengedarkan pandangannya, semuanya babak belur. Ji hyun menyambar kotak obat yang ada di samping Tao.

“AAKKH.. sss.. pelan-pelan” kyungsoo berteriak saat Ji hyun mengobati luka memar di wajahnya.

“aah.. mianhaeyo..” Ji hyun beralih ke Suho setelah selesai mengobati seluruh luka kyungsoo.

“Kenapa kau dan kyungsoo ikut berkelahi? Kalian kan tidak pernah berkelahi ? kalian jadi babak belur begini kan” ujar Ji hyun gemas saat mengobati luka pada lengan Suho sehingga pemilik lengan itu hanya meringis kesakitan.

“bagaimana bisa aku dan kyungsoo membiarkan teman-temanku dalam bahaya, aku hanya membantu!”Suho membela diri dan kyungsoo mengangguk mengiyakan

“kau kan bisa menelponku?kalau kalian babak belur beginikan orang tua kalian pasti khawatir terlebih pada kau dan kyungsoo yang belum pernah berkelahi”

“bukankah Chen hyung sudah menelponmu?”tanya Kyungsoo

“ooh jadi hyung yang menelpon Ji hyun?apa hyung tidak berpikir? jangan pernah melibatkan yeoja dalam perkelahian?”ujar Sehun dengan nada yang meninggi

“wae? Apa aku salah bila meminta bantuan?”Chen menggerutkan kening seraya membela diri

“tapi jangan pernah melibatkan yeoja hyung!!”bentak Sehun

“STOOP!!! Tadi chen bilang agar aku tidak datang sendiri tapi aku terlalu panik jadi aku tidak mengajak siapapun!! Toh juga semua nya sudah terjadi kan?kalian semua terluka kan? Jadi apa yang harus diributkan! Sehun kau juga jaga sikap mu!! Bersikaplah yang baik pada yang lebih tua!!”Ji hyun berdiri sambil membanting kapas yang ia gunakan untuk mengobati suho,nafasnya memburu. Semua terdiam tak lama kemudian Ji hyun berjongkok menenggelamkan kepalanya dalam lengannya. Cairan hangat mengalir dari matanya. Semuanya terenyuh, Luhan bangkit dan mendekati Ji hyun dan mendekapnya.

“Mianhaeyo” ucapnya seraya mengangkat  dagu Ji hyun sehingga menatap wajah Luhan. Semua nya mendekati Ji hyun kecuali Sehun, karena pada dasarnya ia susah untuk berdiri.

“Ji hyun-nie Mianhaeyo, maafkan kami”ujar Kris pelan

“apa bisa ini akan tetap baik-baik saja bila kami mengucapkan mianhaeyo?”tanya Xiumin pada Ji hyun. Ji hyun menghapus airmatanya.

“semuanya sudah terjadi tak ada yang perlu dipermasalahkan, aku juga minta maaf telah membentak kalian. Aku hanya khawatir pada kalian, bagaimana dengan orang tua kalian?mereka—“

“sstt.. kau tidak usah memikirkan itu, itu urusan kami”potong Chanyeol

“tidak semudah itu, sudahlah.. sini kuobati luka kalian” Ji hyun menghapus air matanya,meraih kotak obat dan melanjutkan kegiatan mengobatinya yang sempat tertunda. Dan kini rumah ji hyun menjadi satu-satunya rumah yang masih menyala dan paling berisik karena dipenuhi suara teriakan dan rintihan kesakitan merasakan perih saat Ji hyun membersihkan dan mengobati luka  mereka.

“kau hanya terluka ini?”tanya Ji hyun pada Luhan dan meraih lengannya. Luhan hanya meringis kesakitan saat obat itu menyentuh lukanya

“bersandarlah” perintah Ji hyun agar Luhan tidak terlalu kesakitan. Luhan malah tambah meringis kesakitan.

“waeyo? Aku sudah selesai mengobatimu kenapa kau masih kesakitan?” tanya Ji hyun mengerutkan keningnya.

“eh.. aku ingat! Cepat buka baju mu!”suruh Ji hyun yang teringat bahwa tadi sebuah papan kayu tebal menghantam punggung Luhan.

“mwo?kau mau apa?”tanya Luhan kebingungan

“tentu saja mengobati punggungmu mau apalagi?ppali-wa” Luhan membuka bajunya. Ji hyun tercengang melihat luka di punggung Luhan. Banyak goresan merah panjang disana dan sedikit mengeluarkan darah dan beberapa bagian terdapat luka memar.

“ARRGHH..”Luhan mengerang kesakitan

“tahan sebentar..”Ji hyun ikut meringis merasakan bagaimana sakitnya luka itu.

“akkh.. appo”Luhan meremas lengan kiri Ji hyun sebagai luapan kesakitannya. Ji hyun mengoleskan obat di punggung Luhan.

“sudah selesai..”Ji hyun tersenyum sambil menggerak-gerakan lengan kirinya yang daritadi menjadi sasaran luapan kesakitan ke-11 namja itu, kini lengannya memerah dan  mati rasa.

“tidurlah…”ujar Ji hyun saat kembali dari mengambil kasur lipat dari lemarinya dan mengelarnya.

“selamat malam”Ji hyun mematikan lampu ruang tengahnya. Dan segera ke kamarnya

“Ji hyunnie~ gomawo atas semuanya, selamat malam”ujar Sehun saat Ji hyun berjalan kekamarnya. Ji hyun berhenti dan berbalik badan. “cheomna.. semua akan baik-baik saja”ujar Ji hyun sambil tersenyum.

==============

Ji hyun POV

“appo”desisku saat ingin merebahkan diri, ah iya aku ingat tadi punggungku ditendang oleh namja menyebalkan itu. Aku menggubah posisi menjadi miring menghadap tembok. Sudah 15menit aku memejamkan mata tapi rasanya tidak bisa tidur. Tapi ini sudah jam 3 pagi, waktu yang lumayan untuk tidur karena besok bukanlah hari libur.  Tetap saja aku tidak bisabisa tidur. Kuputuskan untuk bangun untuk mengambil air.  Saat menuju dapur aku melihat ke12 namja itu tertidur pulas, pasti mereka sangat kelelahan. Tapi ada satu namja yang dari tadi tampak menggeliat tak nyaman dalam tidurnya, Luhan pasti dia tidak bisa tidur karena punggungnya terluka. Aku tersenyum melihat Sehun,dia tidur di sofa panjang itu dia terlihat sangat polos seperti akan kecil. Aku membenarkan selimutnya yang terjatuh. Aku mengambil  air minum, hey kenapa aku tiba-tiba ingin mengemil. Aku mengambil keripik kentang di kulkas. Saat tengah memakan keripik kentang kenapa kakiku tidak bisa digerakkan sama sekali?uughh.. kenapa ini kambuh lagi? Biarkan saja ah, sebentar lagi pasti juga sembuh sendiri,aku terus memakan keripik kentangku. Aku memang sering mengalami seperti ini, dimana kakiku kadang-kadang tidak bisa digerakkan sama sekali, seperti mati rasa. Tapi biasanya akan kembali normal setelah beberapa menit kemudian. Aku sudah mengalaminya sejak kelas 3 smp tapi sampai sekarang aku tidak pernah memeriksakannya ke dokter.

Aku melihat bayangan hitam berjalan menuju dapur, eh apa itu?tiba-tiba aku merinding, bulu kuduk ku berdiri, aissh disaat seperti ini aku tidak bisa lari, kakiku masih kaku. Aku menenggelamkan kepala ku dilengan yang kutekuk diatas meja. Aku merasakan bayangan hitam itu semakin mendekat dan sekarang ada di dekatku. Aku merinding saat bayangan itu benar-benar disampingku. Dan kini bayangan itu menyentuh pundakku, dengan takut-takut aku mengangkat kepalaku sambil memejamkan mata.

“hyun..” omo, hantu itu tau namaku, eomma.. tolong aku, aku benar-benar takut

AA— teriakanku tertahan saat tangan itu mebungkam mulutku. Aku membuka mata, ternyata itu Luhan.

“aissh.. kau ini mengagetkan ku saja!”aku memukul lengannya,kesal

“waeyo?memangnya aku ngapain?kau kenapa berteriak?kau bisa membangunkan yang lainnya”serang Luhan bertubi-tubi kepadaku.

“kau membuatku takut tau!”ujarku sebal

“ahahaha.. kau takut hantu ya?ahaha” menyebalkan dia menertawaiku,tampak puas sekali dia menertawaiku

“anio!aku tidak takut! Kau mau apa?kenapa tidak tidur?” akhirnya dia berhenti tertawa

“ yang benar saja?buktinya kau tadi berteriak*mehrong* aku haus ingin minum, bagaimana aku bisa tidur?punggungku sakit sekali”dia mempoutkan bibirnya,dia sangat imut saat seperti itu.

“ooh.. hanya ingin minum kau kenapa menakutiku segala?”

“siapa yang menakuti mu?aku hanya ingin bertanya padamu tadi dimana airnya tapi aku baru memanggil namamu saja kau sedah berteriak”jelas Luhan yang kini tampak kesal karena aku terus menyalahkannya.

“suaramu tadi sangat menakutkan tau!tanganmu juga sangat dingin!seperti mayat hidup”

“kalau begitu kau benar-benar takut hantu!ahahaha.. payah, padahal bisa berkelahi tapi takut hantu, apa itu!” sial dia benar-benar menertawaiku sekarang.

“sudahlah.. itu airnya disana.. ambillah sendiri”sebal sekali rasanya, biar dia berhenti tertawa kusuruh saja dia mengambil minum hahaha.

“kenapa kau tidak tidur?” tanya nya saat kembali dari mengambil minum,menarik kursi dan duduk di hadapanku.

“nado, sama seperti mu tidak bisa tidur karena punggungku sakit, tadi punggungku di tendang oleh namja menyebalkan itu”terangku

“aa, mianhaeyo kau jadi terluka”sesalnya meminta maaf

“kau sudah mengatakannya tadi, gwenchanayo. Eh, bagaimana kalian bisa berkelahi dengan Hwangsoo?kalian mempunyai masalah dengan dia?tanya ku sangat ingin tau. Dia terdiam sebentar,

“soal itu.. jadi masalahnya adalah..”dia menggantungkan kalimatnya dan menarik nafas dalam.

.

.

.

TBC ^^

Jangan lupa RCL ya chingu 😀 author sangat membutuhkan review para readers 😀 Kamsahamnida ^^

Ditunggu chapter selanjutnya 😀 *bow*

9 pemikiran pada “Anything’s Will be Alright (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s