Bad Girl (Chapter 2)

Author : Lee Yera

Cast: Zhang Yizing, Yoon Joonhee

Genre: Romance, Angst

Rating: T

Inspired by MV Lee Hyori – Bad Girls

~***~

Chapter 2

Joonhee menatap jam tangan ditangan kanannya, sedikit kesal karna orang yang ditunggunya tak kunjung datang. Suara music sangat keras ia dengar sekarang, meski ia tidak berada dalam gedung tempatnya bersandar saat ini. Beberapa menit kemudian gadis itu melihat dua orang teman sekolah yang ia cari sejak tadi, sedikit mencibir pada dua laki-laki itu.

“Cih… kemana saja kalian” kedua laki-laki itu hanya menyeringai mendengar omelan Joonhee, kemudian salah satu dari mereka terlihat menyerahkan sebuah bungkusan pada Joonhee. “Seperti biasanya…” Masih dengan cibirannya, Joonhee memeriksa barang yang ia butuhkan itu. Gadis itu tersenyum sekilas sebelum menyerahkan beberapa lembar uang pada keduanya.

“Lain kali… jika sampai terlambat, mati kalian!” Joonhee kemudian berlari kearah mobil sport miliknya, meninggalkan dua orang laki-laki yang masih saja menyeringai. Joonhee kemudian kembali memandang jam tangannya, sontak saja ia mempercepat laju mobilnya. “Sial, aku terlambat”

Ciittttt…

Joonhee menekan rem mobilnya dengan sangat keras, membuta bekas kehitaman dijalan raya yang terlihat sangat ramai itu. Beberapa orang terlihat menghampirinya, mereka mengetuk pelan kaca mobil Joonhee. Gadis itu kemudian turun dari mobilnya, menyapa teman-teman sejalannya itu. “Hey, Kau terlambat nona…” Joonhee tersenyum sekilas lalu mengeluarkan sebuah koper dari dalam mobilnya. Membuka dan menaruhnya tepat diatas cap mobilnya, gadis itu menyeringai puas melihat ekspresi teman-temannya itu. “taruhan kali ini…”

“Yeah!! Yoon Joonhee, kau yang terbaik” Joonhee hanya tersenyum lebar mendengar pujian teman-temannya, gadis itu kemudian kembali menutup koper hitam yang penuh uang itu lalu berjalan menuju seorang laki-laki yang terlihat sangat mencolok dikerumunan orang-orang itu.

“Taruhanku kali ini” gadis itu melempar koper itu pada laki-laki yang terlihat memiliki tato dilengan kirinya. Laki-laki itu hanya menyeringai lalu menaruh koper milik Joonhee diatas cap mobilnya. “Kau selalu mencolok Yoon Joonhee” Joonhee hanya menyeringai, kemudian kembali berjalan menuju mobilnya. Gadis itu kemudian menjalankan mobilnya pada garis start balapan kali ini. Sebuah mobil yang terletak disebelahnya terlihat menurunkan kacanya, menampilkan wajah seorang laki-laki yang menyeringai menatap Joonhee.

“Kali ini… aku pasti menang darimu, Yoon Joonhee” Joonhee hanya memandang sekilas orang itu, gadis itu kemudian kembali memfokuskan pandangannya kedepan, menatap seorang gadis berpakaian seksi yang terlihat memegang dua buah bendera ditangannya. Dan sebelum hitungan ketiga Joonhee terlihat menyeringai. “Lihat saja…”

~***~

 

Joonhee terus memfokuskan pandangannya kedepan, memperhatikan jalanan yang menjadi jalur balapan kali ini. Mobil yang dikendarainya terlihat melaju paling depan, beberapa puluh meter lagi menuju garis finish. Namun tiba-tiba sebuah mobil sport bewarna merah terang menyerempet bagian kanan mobil kesayangannya itu, membuat keseimbangannya sedikit oleng. Sepertinya gadis itu tidak menyerah, Joonhee semakin menginjak kuat-kuat gas milikinya. Namun sebelum benar-benar mencapai garis finish, Joonhee mendengar suara sirine polisi. Ia juga melihat kerumunan para pencinta balap liar itu mulai meninggalkan arena, menyelamatkan dirinya masing-masing juga membawa kabur uang miliknya juga para petaruh yang lain. Gadis itu mengumpat kesal, hilang sudah uangnya.

Joonhee kemudian memutar stirnya, namun sepertinya keberuntungan sedang tidak dipihak gadis itu. Mobil yang tadi menyerempet gadis itu, menabraknya dari belakang. Membuat mobil Joonhee juga dirinya terseret jauh hingga menabrak trotoar jalan. Suara sirine pilisi semakin terdengar namun gadis itu sudah tidak bisa kabur lagi, mobilnya rusak parah. Sedang mobil merah sialan itu telah pergi entah kemana.

~***~

 

Plakk!

Suara tamparan tampak terdengar keras diruang tamu milik keluarga Kim itu. “Eomma tidak pernah mengajarimu menjadi gadis jalanan Yoon Joonhee!” teriak Nyonya Kim keras, sedang Joonhee hanya tersenyum sekilas. Gadis itu tidak memperdulikan nyeri akibat tamparan ibunya itu.

“Ini bukan urusanmu, Eom-ma” Joonhee berkata dengan sangat datar, membuat Nyonya kim semakin geram karna tingkah putri satu-satunya itu.

“Yoon Joonhee!” Kini giliran tuan Kim yang berteriak, sedikit kesal karna ulah anak tirinya yang semakin hari semakin menjadi itu. “Apa? Kau bukan siapa-siapaku, jadi jangan pernah mengaturku!” dengan nada yang dingin Joonhee menjawab teriakan tuan Kim, kini bukan hanya kesal, tapi marah. Gadis itu tidak memperdulikan teriakan Ibu dan ayah tirinya lagi, Joonhee berjalan dengan cepat menuju kamarnya dilatai dua. Menutup pintu dengan kasar, suaranya bahkan terdengar hingga lantai satu. Dan itu membuat nyonya dan tuan Kim kembali berteriak.

Joonhee melempar asal jaket kulitnya juga kunci mobilnya yang kini sudah tak berbentuk lagi. Gadis itu kemudian berjalan kearah kaca besar miliknya, memandangi bekas tamparan ibunya yang mulai membitu. Tangan kanannya kemudian beralih pada keningnya, menaikkan poni panjang yang menutupu keningnya. Banyak bekas darah disana, Joonhee mendapat benturan keras karna tabrakan tadi. Gadis itu kemudian berjalan menuju lemari pakaiannya, mengambil sebuah handuk kecil dan air dingin. Mengompres luka-luka yang ia dapat.

Setelah selesai mengompres luka-lukanya, Joonhee mengeluarkan bungkusan kecil dari dalam sakunya. Gadis itu kemudian berjalan menuju nakarnya, mengambil segelas air putih dan meminum dua buah pil. Setelah beberapa saat, pandangan mulai mengabur dan sejenak mulai melupakan semua masalahnya.

~***~

 

Yizing terus memandang jam dinding dikelasnya itu, sesekali melirik tempat duduk kosong disebelahnya juga seorang guru yang terlihat baru memasuki kelas. Laki-laki itu sedikit meruntuki Joonhee yang selalu saja terlambat datang kesekolah. Kesal yang dirasa laki-laki itu langsung saja hilang saat melihat seseorang yang terlihat mengikuti Guru Yang.

Sebuah senyuman sontak saja tercipta saat berhasil mengenali sosok itu, gadis yang ia lihat kemari sore. “Murid-murid, kenalkan… ini Im Jiyoung. Dia pindahan dari Korea, kuharap kalian bisa berteman dengannya” kata guru Yang ramah, gadis itu kemudian membungkukkan tubuhnya dan tersenyum ramah. Ia lalu duduk kearah sebuah bangku kosong.

Saat tahu jika Jiyoung bermaksud duduk disampingnya, Yizing terlihat gelisah. Itu adalah tempat Joonhee, namun ada rasa senang dan itu mendominasi. “Bisa aku duduk disini?” kata gadis itu dengan bahasa china yang sedikit aneh. Yizing yang masih bingung hanya menganggukkan kepalanya ragu. Namun beberapa saat kemudian, ia kembali menggeleng, Joonhee pasti bisa mengerti jika ia menjelaskan.

Tidak berapa lama kemudian, kelas kembali hening, Guru Yang terlihat menjelaskan materi pelajarannya. Sampai suara seseorang membuka pintu dengan kasar, membuat seluruh konsentrasi kelas teralihkan. Mereka semua kini memandang Joonhee yang terlihat sangat santai memasuki kelas, gadis itu memakai tudung jaket yang ia kenakan. Menutupi bekas tamparan ibunya semalam.

Keningnya sedikit mengernyit saat mendapati seseorang duduk ditempat duduknya, kemudian pandangannya beralih pada Yizing yang terlihat kebingungan. “Kka!” Jiyoung terlihat sedikit terkejut saat mendengar Joonhee yang berbicara dengan bahasa Korea, namun Joonhee hanya memandangnya tajam.

“Joonhee, aku yang mengijinkannya duduk disini, ia murid baru” Yizing berusaha tersenyum meski ada keraguan didalam senyum berlesung pipitnya.

“Aku tidak ber-“

“Yoon Joonhee!” Suara guru Yang yang terdengar sangat marah memotong ucapan Joonhee, gadis itu kemudian berbalik dan memandang guru Yang dengan malas.

“Sudah datang terlambat, membuat kekacauan lagi! Maju kedepan dan berdiri!” Joonhee membuang nafas kesal lalu berjalan menuju depan kesal, mengangkat kedua tangannya menghadap seluruh murid yang terlihat sibuk mencibirnya. Tapi sayangnya, gadis itu tidak perduli. Ia lebih focus memandang Yizing yang kini juga memandangnya namun dengan raut wajah bersalah. Sebuah senyuman sinis kini tercipta diwajahnya, gadis itu… kecewa.

~***~

 

“Joonhee, maaf…” Yizing terus saja membujuk Joonhee untuk memaafkannya, namun gadis itu hanya memandang Yizing datar. Awalnya, ia ingin menceritakan kejadian semalam pada sahabatnya itu. Namun kejadian tadi pagi benar-benar membuat gadis itu kehilangan niat untuk menceritakan masalahnya pada Yizing.

“Yoon Joonhee…”

“Mwoya? Jangan menghalangi pandanganku” Joonhee mendorong tubuh Yizing untuk tidak menghalangi, gadis itu kemudian melanjutkan jalannya kearah taman halaman belakang sekolahnya.

“Yoon Joonhee” dengan sekali hentakan keras dilengan Joonhee, Yizing berhasil membuat Joonhee memandangnya. Laki-laki itu sedikit terkejut saat melihat tudung jaket Joonhee yang terlepas dan menampakkan lebam disekita bibirnya. “Ya… kau kenapa?” Joonhee menyentakkan tangannya, gadis itu kemudian kembali melanjutkan perjalanannya, kali ini sedikit lebih cepat.

“Ya Yoon Joonhee!” Yizing kini berada didepan Joonhee, kali ini langkahnya lebih cepat dari Joonhee. Laki-laki itu kemudian memegang dagu Joonhee, melihat dengan jelas bekas lebam itu. Matanya berubah sendu seketika.

“Maaf…”

“Tidak apa-apa…” Joonhee menyunggingkan sedikit senyumnya, tidak ingin Yizing terlalu menghawatirkannya. “Sungguh…”

“Ini… ibumu lagi?” Yizing dengan lembut menyentuh ujung bibir Joonhee, meski gadis itu sedikit meringis karna rasa nyerinya masih belum hilang juga. “siapa lagi” jawab Joonhee acuh, gadis itu kemudian menyingkarkan tangan Yizing dan berjalan menuju rerumputan tempatnya biasa duduk menghabiskan waktu istirahat dengan Yizing.

Laki-laki bermarga Zhang itu kemudian berjalan menyusul Joonhee dan duduk disamping gadis itu. Yizing kemudian merangkul pundak Joonhee tersenyum, senyum favotir Joonhee. “Kau… masih punya aku” Joonhee hanya tersenyum sekilas lalu memandang langit biru diatasnya. Benarkah? Kau… sudah mulai berpaling dariku Yizing-ah.

“Ah ya! siapa gadis tadi hem? Kau bahkan mengijinkannya duduk ditempatku” Joonhee tersenyum meski itu adalah pertanyaan yang akan membuat dada sebelah kirinya terasa sakit. Rasa sesak didadanya semakin menjadi saat melihat rona merah dikedua pipi Yizing, laki-laki itu… jatuh cinta.

“Namanya Im Jiyoung, dia gadis yang kulihat kemarin” dan itu… membuat Joonhee semakin sakit.

~***~

 

Joonhee melirik jam yang berada ditangan kirinya, pukul tiga sore. Gadis itu kemudian menghela nafas panjang, masih enam jam lagi sebelum ia bisa pulang dan beristirahat. Joonhee kemudian merapikan seragam pelayan yang ia kenakan, sudah sekitar dua minggu ia bekerja dicaffee itu. Demi seorang sahabat yang sekarang masih sibuk dengan teman sebangkunya yang baru. Gadis itu kemudian berjalan menuju pintu penghubung antara dapur dan tempat kasir, Joonhee sedikit menajamkan kedua penglihatannya saat melihat seseorang yang sepertinya ia kenal. Sebuah senyuman pahit terukir diwajahnya saat ia melihat jika laki-laki itu tak sendiri. Kau menginkari janjimu, Zhang Yizing.

Dengan kesal Joonhee berjalan menuju ruang tempat maneger, meminta ijin untuk pulang lebih awal karna tidak enak badan. Tentu saja itu bohong, karna gadis itu tidak ingin melihat Yizing untuk hari ini, apa lagi dengan gadis lain.

“Bukankah kau sudah berjanji Zhang Yizing? Apa hanya karna gadis bernama Im Jiyoung itu kau dengan mudahnya melupakan semua hal tentangku? Daebakk…” Joonhee terus bergumam sampai pada sebuah halte yang tidak terlalu jauh dari tempatnya bekerja paruh waktu selama dua minggu ini dan dua minggu kedepan.

Gadis itu kemudian menyeringai, Joonhee mengeluakan ponselnya. Ia lalu menekan speed dial nomor satu pada keypad ponselnya. Setelah beberapa saat menunggu, seseorang terlihat menjawab panggilannya.

“Hello…”

“Yizing-ah, kau dimana?” Tanya Joonhee langsung saat Yizing menerima panggilannya.

“Aku? Di caffee fl- aku di caffe dekat taman kota, memangnya ada apa?” Joonhee tersenyum tipis saat mendengar jawaban Yizing. Kau bahkan berbohong padaku Zhang Yizing…

“Kalau begitu, aku akan kesana. Aku bosan sendirian dirumah”

“Jangan! Aku… aku…”

“Aku?” Joonhee menajamkan pendengarannya, ingin mendengar dengan jelas perkataan Yizing.

“Aku sedang kencan, Joon…” Kencan?

“…”

“Joonhee? Yoon Joonhee, kau masih disana kan?” perkataan Yizing berhasil membuat gadis itu kembali pada dunia nyatanya yang ternyata benar-benar menyakitkan.

“Ya… benarkah? Baiklah… semoga berhasil dengan kencanmu”

Klik

Setidaknya gadis itu harus terlihat bahagia bukan? demi sahabatnya, dan gadis itu tidak bisa egois dengan mengatakan jika Yizing miliknya bukan?

~***~

 

“Yizing, apa kau benar-benar dekat dengan Joonhee?” Jiyoung memangku wajahnya dengan kedua tangannya, menatap Yizing didepannya yang terlihat mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan orang yang hari ini resmi menjadi kekasihnya itu. Namun itu tidak berlangsung lama karna kini diwajahnya muncul sebuah senyuman manis yang menenangkan.

“Tentu saja… dia adalah sahabat terbaikku”

“Terbaik?” Jiyoung memiringkan wajahnya terlihat bingung, banyak murid yang mengatakan jika Joonhee adalah gadis yang bermasalah.

“ehem… aku tahu, jika kau melihatnya dari luar dia tidak lebih dari gadis berandalan yang suka mencari masalah. Tapi sebenarnya, ia adalah gadis yang sangat rapuh” Sebuah senyuman terukir dikeduanya, Yizing dengan senyum bahagianya sedang Jiyoung dengan senyuman pahitnya.

“Kau… mengenalnya dengan sangat baik ya…” ada raut tidak suka dari wajah Jiyoung saat mendengar Yizing yang terlihat bersemangat menceritakan tentang sahabatnya itu, namun Yizing tidak menyadarinya.

“Ya… aku mengenalnya cukup lama, kalau kau mau aku bisa mengenalkannya padamu” Jiyoung kemudian memaksakan senyumnya, ia mengangguk dengan semangat. Gadis itu… tidak suka berbagi.

~***~

 

Joonhee memandang pemandangan didepannya dengan ekspresi datarnya, gadis itu kemudian duduk diatas rerumputan hijau yang biasa ia duduki, tentu saja tanpa Yizing disampingnya. Gadis itu mulai malas dengan sahabatnya itu, terkesan melupakannya sejak mengenal gadis Korea-China Im Jiyoung itu. Sebuah senyuman sinis kini tercipta diwajahnya, gadis itu kemudian memegangi dada bagian kirinya, rasa sakit itu datang lagi.

Joonhee mengeluarkan sebuah I-Pad dari dalam saku blazernya, memakainya dan memutar music bergenre Rock kesukaannya. Kepalanya mulai bergerak mengikuti irama music yang terkesan penuh energi itu. Gadis itu kemudian melepas hadsetnya saat merasa ada seseorang berjalan mendekat. Benar saja, ia melihat Yizing dan Jiyoung yang berjalan kearahnya. Gadis itu kemudian kembali memandangi air mencur didepannya, berpura-pura tidak menyadari kehadiran dua orang itu.

“Joonhee… Jiyoung ingin berteman denganmu, tidak apa-apa kan?” Yizing menyentuh pelan pundak Joonhee yang terlihat masih asyik dengan dunianya, menatap air mancur dihalaman belakang sekolahnya. Gadis itu kemudian berbalik, menatap Yizing yang berdiri juga seorang gadis disebelahnya. Like a Angel.

“Tentu…” sebuah senyuman terukir diwajahnya, gadis itu kemudian mengulurkan tangannya. Berniat menjabat tangan Jiyoung.

“Yoon Joonhee”

“Im Jiyoung” Joonhee mengernyit aneh saat merakan jika tangan Jiyoung meremas tangannya pelan, tidak kuat namun cukup membuat Joonhee terkejut. Apa gadis itu tidak menyukainya?

“Nah… sekarang ayo duduk” Yizing kemudian beranjak untuk duduk disamping Joonhee, namun tidak dengan Jiyoung. Gadis itu masih saja berdiri, membuat Joonhee dan Yizing mengerutkan keningnya bingung.

“Yizing… aku ingin ke Perpustakaan, bisa kau antarkan aku?” Jiyoung berkata dengan nada memelas membuat Yizing memandang bergantian gadis itu dan Joonhee. Yoon Joonhee hanya tersenyum lemah, sudah tahu akhirnya pasti akan seperti ini.

“Joonhee…”

“Tidak apa-apa, pergilah… kita sudah sering kemari kan?” Joonhee lagi-lagi menunjukkan senyumnya, Yizing kemudian mengangguk dan kembali berdiri.

“Mianhae, eonni” Jiyoung tersenyum lebar kemudian beranjak pergi dengan merangkul erat lengan Yizing. Joonhee kemudian mengambil sebuah bungkusan disaku seragamnya, gadis kemudian mengambil sebotol air mineral yang dibelinya tadi saat dikantin. Meminum dua buah pil ekstasi itu dengan beberapa teguk air putih. Gadis itu kemudian memejamkan kedua matanya dan merebahkan tubuhnya diatas rerumputan. Melipat kedua tangannya dan menjadikannya sebagai bantal. “Begini lebih baik”

~***~

TBC

Allmyfantasylyr.wordpress.com

 

6 pemikiran pada “Bad Girl (Chapter 2)

  1. aku turut sedih dengan keadaan joonhee,, thor, kapan dia berubah? Berubah lebih baik maksudnya,, nah itu si yixing napa ngelanggar janjinya? Duh, tambah sedih ngeliat joonhee yg seperti itu,,

  2. ya ampun~ kasian bener joonhee..itu jiyoung pengen ngejauhin joonhee sama yixing ne? keterlaluan..lanjut thor 😀 ditunggu looh 😀 keep writing ne 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s