If.. (Intro + Chapter 1)

Tittle : If.. (Intro + Chap. 1) || Sub. Tittle : First Meeting

Author : Kaito Hanami (https://twitter.com/bluepaperKYU_)

Main Cast: Choi Minra (OC’s) || EXO’s Oh Sehun

Support Cast : f(x)’s Amber & Sulli || EXO’s Kim Jong In/Kai

Genre : AU(Romance, School, Friendship)

Rating : PG-13

Length : Chapter 1/?

Inspirated by French Kiss (AKB48)’s song  “If..”

(Kyou koi wo hajimemasu OVA opening)

Disclaimer  : This plot is mine, ceritanya agak-agak mirip sama PV’nya and little bit inspirated Japan anime & Thai movie.

Happy reading

 

>>>

Seoul  International High School, 06:30 am

Matahari mulai memancarkan sinarnya dan bunga-bunga menyambutnya

Gadis itu tersenyum ketika mengayuh sepedanya menuju sekolahnya, rambutnya yang panjang berayun kebelakang, memperlihatkan wajahnya yang cantik nan manis.

Sesampainya di depan gerbang sekolah, ia mengedarkan senyumannya pada orang-orang yang menyapanya, senyumannya yang manis membuat orang-orang salting, para namja wajahnya memerah seperti kepiting rebus.

“Huh!” Desah gadis itu, Choi Minra. Ketika berada di parkiran sekolah.

 

Choi Minra ia adalah gadis sederhana, cantik, tinggi, berkulit putih dan pintar. Otaknya berada diatas rata-rata. Itulah yang membuat siswa mengaguminya tidak hanya namja, yeoja pun ada. Bahkan ia merupakan kapten tim basket putri yang membuatnya semakin terkenal di sekolahnya,

 

Dia merupakan putri pertama dari keluarganya. Ibunya sudah tiada dan sekarang ia tinggal bersama kakak tirinya. Ayahnya sekarang menikah dengan warga asli Korea yang bernama Choi Eunri, dari istri yang kedua ini mempunyai anak yang bernama YoonA. Dia mempunyai nama asli Haruna Yamaguchi, dan adiknya bernama Kudo Yamaguchi. Ia berasal dari keluarga kaya akan tetapi sederhana, ayahnya merupakan pengusaha sukses di Jepang. Kenapa ia memilih tinggal di Seoul? Karna jika ia disatukan dengan saudara kandungnya maka yang akan tejadi hanya perdebatan yang berkepanjangan.

 

Senyumnya yang manis menjadi ciri khas baginya. Ketika ada seseorang yang menyapanya, pasti dia akan tersenyum dan jangan pernah berharap jika ia akan membalasnya dengan kata-kata. Karna ia merupakan gadis pelit berbicara, bisa dibilang pendiam dan meskipun pendiam tapi ia memiliki otak yang encer. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca buku atau yang lain, dibanding mengobrol, dan dia akan banyak bicara jika pada jam pelajaran dan sedang bersama ketiga sahabatnya, Park Jiyeon, Bae Suji dan Lee Jieun. Mereka bersahat sejak Junior High School dan sampai dengan sekarang. Mungkin takdir, Minra sempat berpikir seperti itu. Meskipun mereka beda kelas tapi kan tetap saja satu sekolah.

 

&&&

 

Minra-ssi, aku titip notebook ya” anak perempuan itu berseru pada Minra yang sedang sibuk dengan novelnya, kemudian ia meletakkannya di meja Minra yang berada dihadapannya.

 

Minra menegakkan kepalanya kemudian tersenyum

 

“Kenapa tidak taruh di kolong mejamu saja Sulli-ssi?

 

“Sudahlah aku ada urusan, Bye”  Sulli melambaikan tangannya kemudian pergi meninggalkan Minra.

 

Minra menghela napas dan ia kembali melanjutkan membaca novel dan pikirannya pun sekaarang sudah masuk dalam alur cerita tersebut.

 

&&&

Disisi Lain..

Anak laki-laki itu berjalan menuju kelasnya yang berada di lantai 2 dan tentunya ia harus menaiki tangga. Seperti biasa segerombolan murid perempuan yang terdiri dari hoobae menantinya atau membuntutinya, bahkan terkadang mereka bertindak layaknya bodyguard yang membuat jalanan mulus tanpa halangan.

 

Dia adalah Oh Sehun. Salah satu murid yang masuk deretan siswa terpopuler di sekolahnya ini. Selain popular ia juga masuk deretan siswa yang punya banyak prestasi, diantaranya ia pernah mengikuti K. I. R Biologi sewaktu JHS(Junior High School) dan mendapatkan juara 2 tingkat nasional selain itu ia akan mengikuti Olimpiade Kimia tingkat SMA. Ia merupakan putra tunggal dari keluarganya.

Ayahnya telah tiada sewaktu ia berumur 13 tahun, sekarang hanya ia dan ibunya saja. Akan tetapi ibunya menikah lagi dengan seorang direktur perusahaan yang sangat terkenal seantero Korea. Sebelumnya ayah tirinya sudah mempunyai seorang anak laki-laki dan umurnya lebih tua darinya namanya Kyuhyun. Untuk sekarang ia tinggal bersama hyungnya—Kyuhyun di sebuah rumah yang amat megah, sedangkan orang tuanya memilih tinggal di Daegu. Karna mereka ingin anaknya itu mandiri tetapi tetap saja mereka akan mengirimkan uang untuk biaya pendidikan anaknya itu dan juga biaya hidup.

Wajahnya yang tampan, tubuh yang berpostur tinggi, kulitnya yang putih seperti susu, dingin. Akan tetapi dengan sikapnya yang dingin membuat para perempuan sangat mengaguminya karna menurutnya sikapnya itu membuat ia lebih cool. Tapi dibalik sikap dinginnya itu dia memiliki sikap yang agak sedikit liar. Entah apa yang membuat sikapnya menjadi seperti itu. Hanya dirinya dan hyungnya—Kyuhyun yang tau.

Selain itu ia menjadi kapten tim basket putra, awalnya Choi Minho lah yang menduduki jabatan itu, tapi akhirnya Minho memutuskan memberikan jabatannya pada Sehun, padahal hanya masalah sepele yang membuat Minho turun dari jabatannya, yaitu nilai mata pelajarannya yang turun drastis, sehingga ia memberikannya pada Sehun, menurutnya Sehun pantas menjadi kapten karna skill Sehun dengannya sama.

 

&&&

 

Minra mulai merasa bosan padahal sedari tadi ia memang hanya membaca novel untuk menunggu Han seonsaengnim datang, tapi apa yang ia dapatkan? Seonsaengnim belum juga datang bel sekolah memang belum berbunyi tapi sonsaenim bisa bukan datang lebih awal. Minra sempat berpikir kalau ia jadi seonsaengnim mungkin ia akan berangkat pagi sebelum murid-murid datang.

Hah.. Menyebalkan !! Minra mengepalkan tangannya kemudian kembali pada alur cerita novel yang sempat terhenti.

 

 

“Annyeong .. Sehun-ssi” sapa murid yeoja pada pria bernama Sehun, terkecuali Amber yang hanya memasang tampang datarnya dan Minra yang sibuk dengan novelnya. Bahkan ia sama sama sekali tidak mendengar sapaan teman-temannya pada Sehun.

 

 

Tsk~ Bocah itu masih saja dia tebar pesona. Amber mengumpat dalam hati.

Lagi-lagi ia sekelas dengan Sehun, bukannya ia bosan atau apa hanya saja ia malas mendengar para murid yeoja selalu memujinya. Iri? Tentu tidak untuk apa ia iri pada namja bermarga Oh dan berakhiran Sehun. Amber melihat aneh pada penampilan Sehun kali ini, dan akhirnya ia bisa menyimpulkannya.

 

 

Tsk~ Style-nya, pantas saja. Amber  tersenyum miring.

 

 

Ya Sehun mengubah style rambutnya mulai dari berponi dan sekarang ia membuat poninya keatas. Membuat wajah tampannya tampak terlihat jelas.

 

 

Amber yang berada dibelakang Minra, langsung menepuk pundaknya. Sontak langsung membuatnya terkejut dan refleks menoleh kebelakang.

 

 

“Ada apa?” tanya Minra dingin.

 

 

Amber mengerucutkan bibirnya, lalu ia berbisik pada telinga Minra.

 

 

“Menurutmu penampilan Sehun gimana?” bisiknya. Minra mengerutkan dahinya.

 

 

Sehun? Siapa dia? Bahkan aku baru mendengar namanya sekarang.

 

 

“Nugu..? Sehun?” Amber mengangguk.

 

 

“Aku tak mengenalnya” ketus Minra. Sontak Amber terkejut mendengar perkataan Minra barusan.

 

 

“Mwo? Kau pasti bercanda kan Choi Minra?” Minra menggelengkan kepalanya.
“Ani” ketusnya lagi. Amber menepuk dahinya.

 

 

Aigoo~ anak ini.

 

 

Amber menjauhkan tubuhnya dari Minra. Lagi-lagi ia tersenyum miring. Aku yakin kau pasti akan menyukainya Nona Choi setelah melihat wajahnya.

 

 

Tiba-tiba muncul lah segerombolan perempuan dari pintu kelas. Dan berjalan cepat menuju bangku Minra sembari beteriak tidak jelas.

 

 

“Minra!!.. Minra!!” Minra yang sedang membaca buku sontak terkejut dengan kedatangan Jiyeon dkk.

 

 

“Minra..how are you?” tanya Jiyeon padanya.

 

 

Minra tersenyum dan mengangguk. “Seperti yang kau lihat Jiyeon-a”

 

 

“Kau yakin baik-baik saja Nona Choi?” tanya Suji cemas.

 

 

Lagi-lagi Minra tersenyum. Ya memang tampang Minra kurang baik karena ia sama sekali belum sarapan, ia bahkan berangkat terburu-buru karna bangun kesiangan.

 

 

MINRA-YA” Jieun berteriak histeris. Yang membuat semua penghuni kelas menoleh padanya.

 

 

Jieun menggaruk tengkuknya kemudian tersenyum kikuk. “Ah tidak apa-apa kok”

 

 

Minra, Jiyeon dan Suji hanya memasang tampang datar. Mereka sudah biasa melihat ekspresi berlebihannya.

 

 

“Kau tahu.. Sehun hari ini terlihat amat tampan” puji Jieun.

 

 

“Sehun memang selalu terlihat tampan Jieun-a” ujar Amber tersenyum miring.

 

 

“Hehehe”

 

 

Lagi-lagi Sehun.. apa tidak ada pambicaraan lain. Dan siapa Sehun itu??

 

 

Minra menggarukkan kepalanya. Ia amat penasaran dengan Sehun. Sepopuler itukah ia di sekolah? Tapi Minra sama sekali tidak pernah mendengar namanya apalagi wajahnya. Never!!

 

 

“Jieun-a..” panggil Minra sambil menarik lengan Jieun. “Kau tahu Sehun yang mana?” tanyanya dengan wajah penasaran.

 

 

Jieun membelalakan matanya. “MWO?? Jadi kau tak mengenal Sehun?”

 

 

Jiyeon dan Suji menoleh padanya kemudian berdecak pelan.

 

 

Aigoo.. “ Jiyeon menggelengkan kepalanya.

 

 

“Kau yakin Minra, tidak mengenalnya?” tanya Suji serius. Minra dengan mantap mengangguk.

 

 

Look!! pria yang sedang duduk bersebelahan dengan Minho” ujar Jieun sembari menunjukkan tangannya.

 

 

“Oh” respon Minra datar. Jieun hanya menatapnya tidak percaya.

 

 

Kukira ia akan histeris seperti yang lain.

 

 

“Oh ya.. “ Minra beranjak dari tempat duduknya. “Aku pergi dulu bye..” ujarnya semabari melambaikan tangan

 

 

Mereka pun membalas lambaiannya. Kemudian menatap punggung Minra yang menjauh dengan tatapan aneh.

 

 

“Ku kira ia akan histeris seperti yang lain” ujar Jieun.

 

 

“Di pikirannya pasti hanya ada tokoh manga Jepang yang terkenal dengan  Magician Thief-nya” ejek Jiyeon diikuti anggukan Suji.

 

 

Kaito Kid, kau tau .. kau telah mencuri hati sahabatku” ucap Suji seraya memohon supaya Minra berhenti tergila-gila pada tokoh manga itu.

 

 

“Ah,, Kaito Kid itu kan memang pencuri sekaligus pesulap bukan?” tanya Jieun memastikan

 

 

“Ya kau benar, tapi.. aku yakin pasti ia akan menemukan cinta pertamanya tapi bukan juga pada tokoh animasi itu” ucap Jiyeon yakin diikuti anggukan mantap dari Jieun dan Suji.

 

 

Tiba-tiba..

 

“KYAA… KAI OPPA … !!!” teriak siswa yeoja dari luar kelas yang sontak membuat penghuni kelas terkejut.

 

 

“Apa yang terjadi diluar sana”

 

 

“Pasti ada sesuatu”

 

 

“Kaja kita lihat”

 

 

Akhirnya semua penghuni kelas pun keluar dan melihat apa yang terjadi dan BINGO!!

 

 

Di depan kelas 2-B, ada seorang namja yang sedang menyatakan cintanya pada yeoja cantik yang berada di hadapannya seraya bertekuk lutut dan menggenggam erat tangan yeojanya. Ya namja dan yeoja itu adalah .. Kai dan Minra.

 

 

“Kai.. You are idiot!!” ucap teman Kai yang mempunyai mata besar, Dio.

 

 

“Ya dia memang tidak tau tempat yang tepat” timpal Baekhyun yang berada disebelah Dio.

 

 

Ada sepasang mata yang melihatnya geram sembari mengepalkan kuat tangannya. Matanya menatap tajam ke pasangan itu.

 

 

“Minra-ssi.. hmm.. Maukah kau menerima .. cintaku?” pinta Kai dengan tatapan memohon. Mambuat oarang-orang yang berada disekitarnya terkejut.

 

 

Minra tersenyum manis, kemudian melepaskan tangannya yang berada di genggaman Kai. Dan beralih menuntunnya untuk berdiri.

 

 

Kai menatapnya dengan pandangan bingung. “Apa kau mau me…”

 

 

“Jangan pernah berharap Kim Jong In!!” ketus Minra, kemudian pergi meninggalkan Kai yang sedang terpaku di tempat.

 

 

Kai menggeram kesal kemudian dengan sigap menarik lengan Minra. Refleks yeoja itu membalikkan badannya. “Ada apa lagi ha.. Kim Jong In?” ucap Minra kesal. Sedangkan ia sama sekali tidak menghiraukan ucapan Minra malah ia mendekatkan tubuhnya sontak membuat gadis itu terkejut. Bahkan sekarang kening mereka sudah bersentuhan!!

 

 

Gadis itu menatapnya tidak percaya. Terdengar riuh dari orang-orang yang melihat adegan itu. Terutama fans-Kai, yang terlihat sudah terbakar cemburu.

 

 

Perlahan tangan Kai beralih pada tengkuk Minra, menariknya untuk lebih dekat dan kemudian memringkan kepalanya. Ditatapnya gadis itu, yang sedang tersenyum miring. Membuat pria itu bingung, dan kembali melanjutkan aktivitasnya.

 

 

5 detik

 

 

3 detik

 

 

Dan..

 

“Yak!! Hentikan.. Kim Jong In” teriak seorang namja yang sedang berjalan tergesa-gesa kearahnya. Refleks ia menjauhkan wajahnya dari gadis itu.

 

 

“Oh Sehun!!” Mendengar nama itu Minra langsung menatapnya tidak percaya.

 

 

Kenapa dia?

 

 

“Ya!! Berhenti.. kalian sebaiknya tidak melakukannya disini” ucap Sehun dengan nafas ngos-ngosan.

 

 

Semua orang yang berada disitu hanya menatapnya bingung. Terutama pasangan itu mereka hanya memandang dengan pandangan aneh dan bingung. Ada apa dengan Sehun?

 

 

“Hei.. Sehun kenapa kau menganggu acaraku hah??” Kai berucap dengan nada kesal. Minra yang mendengar perkataan Kai langsung menatapnya tajam.

 

 

“Kau tau,, kau itu sudah aku tolak. Tidak usah berharap lebih padaku Kim Jong In” Setelah berkata seperti itu Minra langsung pergi ke kelasnya. Melihatnya pergi, Kai langsung melirik kearah Sehun dengan tatapan seakan ingin membunuhnya. Sehun yang menyadari tatapan itu langsung menaikkan alisnya.

 

 

“Kau.. Beraninya kau mengangguku hah? Apa motivasimu.. ha” tanya Kai seraya menarik kerah Sehun. “Apa kau .. cemburu Tuan Sehun?”

 

 

Sontak ia terkejut mendengar perkataan Kai tadi, dan muncul lah semburat merah di wajahnya. Entah itu pertanda ia marah atau .. malu?

 

 

Kai yang melihat wajah Sehun yang memerah, tersenyum miring. “Benar–kan Se-Hun?”

 

 

Sehun langsung mendongak dan menepis tangan Kai yang berada di kerahnya, kemudian mendorongnya hingga tubuhnya tergeletak di bawah. “Cemburu? Untuk apa?” ia tersenyum miring kemudian pergi meninggalkan Kai yang tergeletak di bawah.

 

 

Damn it!! Awas kau Oh Sehun

 

 

Semua orang menatapnya tidak percaya ketika Sehun mendorongnya hingga terjatuh. Karna di sekolah ia terkenal dengan sifat dingin dan pendiam, dan tentunya mereka tidak pernah melihat Sehun segalak tadi.

 

Benarkah sisi liar dari Sehun keluar begitu saja ketika Kai menanyakan bahwa ia menyukai Minra?

 

 

 

&&&

 

“Kau tahu perkelahian yang tadi pagi di kelas 2-B?”

 

 

“Ya aku tahu.. Tapi aku senang karna Minra seonbae menolaknya”

 

 

“Ya aku juga seperti itu.. tapi apa kalian tidak merasa ada yang aneh?”

 

 

“Ya Sehun seonbae terlihat galak disana dan kemungkinan besar..”

 

 

“Sehun seonbae diam-diam menyukai Minra bukan??” semuanya mengangguk mendengar kesimpulan dari yeoja itu. Ya mereka ini sedang membahas perkelahian tadi pagi.

 

 

Minra yang sedari tadi mendengar obrolan dari hoobaenya tiba-tiba terdiam dan matanya memandang lurus ke bawah. Entah apa yang ia pikirkan, dan ia langsung melahap makanannya yang sempat tertunda.

Pandangannya ia alihkan kembali ke depan, akan tetapi ada tubuh seseorang yang menghalanginya. Sontak ia terkejut setelah ia mengetahui seseorang yang menghalangi pandangannya.

 

 

“K..kau.” Minra berucap dengan terbata-bata. Entah kenapa ia merasa takut dengan orang yang berada di hadapannya. Tubuhnya merinding ketika ia teringat dengan orang yang telah mendorong Kai hingga tergeletak di bawah. Siapa lagi kalau bukan Sehun.

 

 

Berbanding terbalik dengan Sehun yang sekarang ia sibuk menatap gadis yang sedang merinding ketakutan itu. Entah dorongan darimana tangannya terangkat dan perlahan mengusap lembut pipi kiri Minra. Minra yang merasakan sentuhan itu sontak terkejut dan langsung menatap Sehun dengan pandangan aneh dan juga heran. Ya tentu saja ia heran padahal mereka baru saja bertemu tadi pagi.

 

 

Apa pria itu sudah mengenal sang gadis sebelumnya?

 

 

Minra langsung menepis tangan Sehun yang berada di pipinya, kemudian beranjak berdiri. Sehun yang menyadarinya langsung menatap Minra dengan pandanagan ‘Kenapa? Apa aku salah?’. Seolah-olah gadis itu mengetahui arti dari tatapan tersebut ia membalasnya dengan tatapan tajam, tersirat kata ‘Ya’ dari matanya. Pria itu mundur dan memberikan ruang gadis itu untuk lewat. Minra melewatinya begitu saja, tanpa disadari bahunya menyenggol bahu pria itu, cukup keras. Gadis itu langsung melongos pergi, padahal sang pria sedang meringis kesakitan.

 

 

Mianhae.. Oh Sehun-ssi.

 

 

Bugh..

 

 

Minra yang berjalan sambil menunduk itu tak sengaja menabrak seseorang yang berada di depannya. Ia mendongak “Jiyeon?” buru-buru ia segera memegang bahu Jiyeon erat. “Gwaenchanayo? Mianhae Jiyeon-a.. aku tidak sengaja tadi”

 

 

“Ah ye.. gwaenchana.. oh ya kenapa kau terburu-buru seperti itu?” pertanyaan keluar dari mulut Jiyeon. Kali ini gadis itu bungkam, Jiyeon yang merasa tidak di ladeni langsung memicingkan matanya kearah belakang. Dan ia langsung membulatkan mulutnya.

 

 

“Apa karena Sehun?” Minra terkejut kemudian mengangguk. “Aku takut dengannya”.

 

 

Jiyeon terkejut “Mworago? Takut?” Lagi-lagi gadis itu mengangguk. “Karna apa?”

 

 

“Ah.. kalau itu.. mian aku harus pergi dulu.. Bye Jiyeonnie~” Minra langsung melongos pergi, karna ia tidak sanggup menjawab pertanyaan Jiyeon tadi. Ia tidak tahu harus menjawab apa, sebenarnya gampang saja ia menjawab dengan kata ‘Aku takut dengannya karna kejadian tadi pagi’. Tapi entah kenapa ada yang mengganjal di tenggorokannya sehingga susah untuk mengatakan hal itu.

 

 

&&&

 

Bel pulang telah berlalu, semua siswa dominan sudah meninggalkan sekolah. Hanya ada beberapa orang saja yang sedang sibuk dengan kegiatannya, termasuk Minra. Sekarang ia sedang sibuk memilih buku yang berada di perpustakaan untuk membantu mengerjakan tugasnya. Setelah ia mendapatkan apa yang ia dapat, ia langsung pergi meninggalkan perpustakaan sebelumnya ia menyapa sang penjaga perpustakaan.

 

Ia berjalan melalui koridor, dan akhirnya matanya menemukan seorang namja yang sedang duduk termenung di tengah lapangan.

 

Kim Jong In. Apa yang ia lakukan?

 

Ia berjalan menuju lapangan, ia mengecilkan suara ketukan sepatunya ia tidak ingin kalau pria itu mengetahuinya. Gadis itu tepat berada di balik punggung sang pria yang sedang melihat pemandangan matahari yang mulai tebenam.

 

Minra menepuk bahu pria itu seraya berkata “Hei.. Jong In apa yang sedang kau lakukan?”

 

Jong In menoleh dan kemudian tersenyum,”Apa kau ingin meralat jawabanmu Nona Choi?”

 

Mwo?” Jong In tertawa. “Aniya.. aku hanya bercanda. Duduklah di sebelahku” tawarnya kemudian gadis itu langsung menurutinya.

 

“Apa kau tidak terluka?” tanya Minra dengan nada sedikit cemas.

 

Jong In mengerutkan dahinya. “Terluka..?”.

 

“Terluka? Ya kau tau.. aku terluka karna kau telah menolak cintaku” lirih Jong In. Gadis itu menatapnya iba dan kemudian sebuah senyuman terukir di wajahnya.

 

“Jong In-a, mianhae.. aku memang tidak menyukaimu, sekali lagi aku minta maaf Kim Jong In”

 

Jong In tersenyum “Aniya.. kau ini.. aku hanya bercanda, ya memang aku memang sedikit terluka, tapi tak apa, I’m O.K” ucapnya dengan membentuk tanda ‘O’ di jarinya.

 

Hening sesaat.

 

“Minra”

 

Nde, wae geurae Jong In-ssi?”

 

“Apa ada namja yang sudah menarik perhatianmu, hmm..?” mendengar pertanyaan itu, membuat Minra terdiam sebentar. “Sebenarnya ada.. tapi itu hanya masa laluku”

 

Jong In terkejut, “Masa lalu?”

 

Minra mengangguk. “Ya masa lalu, tapi tentu saja dia bukan namjachinguku Jong In-a, aku sama sekali tidak pernah berpacaran”

 

Jinjja? Ku kira kau sudah pernah berpacaran.. Tapi pasti kau pernah mendapat surat cinta, kan?”

 

“Ya begitulah, wae? Kau cemburu hmm..?”

 

A-ani, u-untuk apa aku cemburu” elak Jongin dengan terbata-bata.

 

“Oh, I see..”,

 

Mereka terdiam.

 

“Ahh..” Minra melirik kearah arlojinya, kemudian berdiri. “Aku tidak bisa menemanimu lebih lama, bisa-bisa eonni memarahiku. Aku duluan.. Kim Jongin” ujarnya kemudian ia pergi berjalan menuju parkiran sepedanya. Tiba-tiba pria itu menarik lengannya yang membuatnya mau tak mau membalikkan badannya.

 

“Apa boleh aku mengantarmu?” tanya Jong In, kemudian gadis itu bergeleng pelan.

 

“Ahh,, tak usah. Aku bawa sepeda kok, so don’t worried about me, o.k” jawab Minra santai. Jong In menatap lembut Minra, dan semakin memajukan badannya sontak membuat gadis itu mundur secara perlahan. Jong In melingkarkan tangannya di pinggang Minra, yang membuat gadis itu merinding dan salah tingakah, apalagi kedua mata Jong In masih menatapnya. Jong In memiringkan kepalanya dan mengecup kilat pipi Minra .

 

Minra tersadar. “Ya!! Kim Jong In kau…” sambil menatap Jong In dengan penuh amarah.

 

Jong In yang merasakan tatapan itu langsung melongos pergi meninggalkan Minra yang sedang menahan amarahnya.

 

Damn it!! Kim Jong In!!

 

Sementara itu, ada sepasang mata yang sedari tadi mengamati Minra dan Jong In,tatapan matanya penuh dengan kecemburuan. Kemudian ia melongos pergi.

 

>>> 

To Be Continued

Iklan

9 pemikiran pada “If.. (Intro + Chapter 1)

  1. eeee~ paling gabisa baca fanfic JongIn sama Sehun jadi musuhan 😐
    mereka kan evil kenapa jadi musuhan *gaknyambung* *kebawanontonexoshowtime*

    hahaa … Minra nya terlalu gimana ya? hahaha ya gitu lah
    tapi aku suka fanficnya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s