Last & First

Title : Last & First

Created by : KtekYixing / @Alyahap

Cast :

–          Zhang Yixing a.k.a Lay EXO

–          Lee Hyuntae a.k.a YOU

Genre : SAD/ANGST/ROMANCE

Length : Oneshoot (Drabble : 1.200+)

 

xxxx

 

Langkah kakiku memberat membuat langkahku semakin melamban. Nafasku memburu dengan begitu cepat. Keringat tak henti-hentinya mengalir dari pelipisku. T-shirt yang menempel ditubuhku sudah begitu basah dibagian punggung.

Kenapa hal ini harus terjadi? Aku belum sempat mempersiapkan diri…. Dan juga hatiku. Ingin rasanya aku terus berlari agar bisa menjauh dari hal ini. Namun, aku bukan Tuhan yang bisa mengubah takdir.

Waktu bagai berputar begitu cepat. Nafasku tercekat ketika menyadari waktu yang semakin dekat. Waktu bagai mencekik tenggorokanku secara perlahan. Aku sadar, aku terlalu lamban. Terlalu lamban untuk mengejar waktu.

xxxx

Angin musin dingin menyambutku. Rasa dingin mulai menjalar dan merambat menusuk kuliat putih pucatku. Ekspresi datar nan dingin menyertai langkahku. Rasa dingin tak mempan lagi ditubuhku.

Ku pasang earphone-ku, lalu ku putar lagu favoriteku. Hey Jude dari The Beatles mengalun pelan dari earphone-ku.

Ekspresi datar nan dingin tak pernah lepas dari wajahku. Entah mengapa aku begitu sulit untuk berekspresi. Mungkin karena…. Aku begitu takut. Takut untuk tersenyum. Takut untuk membuka hati. Takut untuk mencintai dan kehilangan lagi.

 

Sebuah tepukan ringan menyadarkanku dari lamunan bodoh favoriteku. “Mulai sekarang…. Kita adalah teman,” alisku saling bertatut mendengar ucapan seorang gadis dengan seragam sekolah yang sama denganku. Gadis itu tersenyum kecil melihat tanggapanku.

“Kau…. Zhang Yixing, kan?”

Tanpa menunggu balasanku, gadis itu kembali berucap. “Aku teman sekelasmu…. Mulai sekarang…. Kita adalah teman kelompok belajar,” gadis itu berucap dengan semangat. Tanpa berucap apapun, ku tinggalkan gadis itu dan melanjutkan jalanku menuju kelas.

“Hey, Zhang Yixing! Namaku Lee Hyuntae!”

xxxx

Pandangan jengahku tak henti-hentinya ku lemparkan pada Lee Hyuntae. Gadis bodoh dan bawel yang akan menjadi teman kelompok belajarku selama 2 semester. Entah kenapa aku bisa berpasangan dengan seorang Lee Hyuntae.

“Wah…. Pantas saja kau dijuluki Ice Prince,” Lee Hyuntae menatapku. “Kau tahu…. Selama 3 minggu kita belajar bersama, kau belum pernah sekalipun berbicara denganku,” wajah takjub terpancar jelas dari wajah bodoh Lee Hyuntae.

“Hey! Kau jangan terus-terusan diam seperti itu…. Kita harus saling membantu agar bisa betah belajar bersama,”

Ucapan Lee Hyuntae membuatku memutar bola mataku. Ku pasang earphone-ku dan mulai tenggelam dalam lagu favorite-ku. Lee Hyuntae menggembungkan pipinya dengan kesal. Ingin rasanya aku menertawainya, namun apa daya hanya ekspresi datar yang bisa ku keluarkan.

 

Siswa-siswi sekolahku berjalan cepat melewatiku. Baju hangat dan syal bertumpuk ditubuh mereka. Tidak terkecuali dengan gadis bodoh yang sedang berjalan tepat disampingku. Dia adalah orang pertama selain keluargaku yang berjalan tepat disampingku dengan alasan yang jelas sejak aku pindah dari Changsa ke Seoul.

“Kenapa kita harus berjalan kaki? Kenapa kita tak naik bus saja?” Lee Hyuntae terus saja mengoceh namun tetap mengekori langkahku menuju perpustakaan kota. “Aduh! Maafkan aku,” pekikkan kecil Lee Hyuntae memaksaku untuk menoleh kepadanya.

Mataku menangkap gerakan Lee Hyuntae yang sedang membungkuk berulangkali pada seorang bibi yang –sepertinya ditabrak olehnya. “Jangan berjalan terlalu cepat…. Panjang kakimu tak sama dengan kakiku,” gerutunya sambil mengelus pundaknya.

 

Hawa hangat menyambut kami diperpustakaan kota. Terlihat lumayan banyak orang yang berkunjung ke salah satu tempat favoriteku ini. Setelah memilih buku, ku langkahkan kakiku menuju salah satu kursi yang kosong. Tetap dengan Lee Hyuntae yang terus mengikutiku.

“Aku penasaran denganmu,” ucap Lee Hyuntae. Ku alihkan pandanganku dari buku super tebal yang ada ditanganku. “Aku penasaran…. Apa yang membuatmu begitu dingin, pendiam, dan Unsocial,” lanjutnya. Cengiran bodoh Lee Hyuntae mengikuti akhir ucapannya.

“Kenapa kau pindah ke Seoul? Kenapa kau tak pernah tersenyum? Dan…. Kenapa kau begitu…. pucat?” pandanganku tak lepas sedikit pun dari Lee Hyuntae. “Kau begitu misterius, Tuan Zhang,”

Gadis bodoh ini, kenapa dia harus mempunyai begitu banyak pertanyaan tentangku? Apa pertanyaannya tidak terlalu berlebihan untuk teman kelas dan teman kelompok belajar? Dan…. Kenapa dia masih tetap bertahan didekatku?

Kenapa?

xxxx

Sekarang, aku mempunyai ekor. Lee Hyuntae terus mengikutiku kemanapun. Tentu saja tidak untuk kamar mandi dan beberapa tempat privasi dirumahku. “Apa kau sering datang ke taman ini?” tanya Lee Hyuntae. Ditatapnya wajahku sesaat, kemudian ia mengangguk mengerti.

Surai hitam miliknya bergerak halus mengikuti hembusan angin musin semi. Kakinya dibiarkannya terjulur diantara rerumputan taman. Ku pejamkan mataku meresapi bau khas musim semi yang pasti akan ku rindukan.

Lama aku tak terdengar ocehan dari bibir Lee Hyuntae. Ku buka mataku dan menoleh kepadanya. “Apa kau benar-benar akan pergi?” Lee Hyuntae menatapku. Sejak melihat surat panggilanku dirumah, si bodoh Lee Hyuntae terus saja menanyaiku dengan pertanyaan itu.

Bulir bening kembali membuat sungai kecil di pipi si bodoh Lee Hyuntae. “Aku pasti akan sangat merindukanmu,” ucapan Lee Hyuntae begitu lirih, namun masih bisa membuat saraf pendengaranku menangkap ucapannya.

“Jika kau berubah pikiran dan mau menaggapi surat panggilan itu…. Beritahu padaku agar aku bisa menemanimu,” Lee Hyuntae mengakhiri ucapannya dengan senyuman sendu yang sangat ku benci.

“Kau jangan salah sangka dengan apa yang aku lakukan…. Aku melakukannya bukan karena kasihan padamu, tapi karena aku sangat mencintaimu,” untuk pertama kalinya si bodoh Lee Hyuntae berbalik meninggalkanku tanpa harus menunggu isyaratku untuk menyuruhnya pergi.

xxxx

Nafasku semakin memburu. Kakiku bergetar karena menopang berat tubuhku. Pandangan mataku semakin mengabur. Aku benar-benar terlihat seperti mayat hidup sekarang. Waktuku telah tiba.

Kesempatanku telah habis.

Aku harus meninggalkan apa yang ku miliki sekarang.

Ku paksa langkahku menuju ke suatu tempat yang akan menjadi tempat terakhirku berkunjung di Seoul dengan mengabaikan panggilan dari para penjagaku yang telah mengurungku selama 1 minggu.

 

Ketukan ketigaku, membuat si bodoh Lee Hyuntae membuka pintu rumahnya. Lee Hyuntae tampak begitu terkejut melihatku dengan tampilan yang begitu kacau. Lee Hyuntae memapahku menuju ruang keluarganya.

“Apa yang sedang kau lakukan, Tuan Zhang?” suara Lee Hyuntae meninggi. Senyuman pertamaku untuk Lee Hyuntae mengembang dibibirku. “Terimakasih telah mengisi dan mewarnai kesempatanku…. Aku mencintaimu,”

Huruf, kata, kalimat, dan ucapan pertamaku pada Lee Hyuntae berhasil ku keluarkan. Senyuman kebahagiaan tak hentinya mengembang dibibir pucatku. Ternyata, aku begitu mencintai si bodoh Lee Hyuntae.

When Ice prince falling in love with Foolish Girl.

 

LEE HYUNTAE POV

“Terimakasih telah mengisi dan mewarnai kesempatanku…. Aku mencintaimu,”

Suara merdu Yixing menggelitik saraf pendengaranku. Hari ini, senyuman dan ucapan pertamanya padaku telah diberikannya. Buliran bening mulai mengaburkan pandanganku.

Ku rengkuh dengan hati-hati tubuh orang yang sangat ku cintai. “Aku menyukai senyuman dan suara merdumu itu,” bisikku. Senyuman Yixing semakin mengembang ketika mendengar ucapanku.

“Aku lelah…. Aku ingin beristirahat,” Yixing berucap dengan susah payah. Dan dengan susah payah juga ku tahan bulir bening yang begitu memaksa untuk keluar.

“Tidurlah…. Buat dirimu senyaman mungkin…. Kau sudah terlalu lelah dengan hadiah bernama Kanker yang diberikan Tuhan kepadamu, Tuan Zhang,”

Sebelum mata indahnya benar-benar tertutup. Zhang Yixing memberikanku senyuman terbaik yang pernah dimilikinya. Tak bisa ku tahan lagi bulir bening yang terus memaksa untuk menunjukan dirinya.

Sungai kecil mengalir begitu deras dipipiku menyertai kepergiannya yang terbilang begitu cepat.

Aku mencintaimu, Tuan Zhang. Semoga kau tenang dipelukan-Nya.

 

-THE END-

 

Iklan

13 pemikiran pada “Last & First

  1. ini… yixingnya died??? omegaaaat
    unpredictable! kereeen! bru kali ini nemu ff yg gini huehehe
    emosinya naik turun ya, keep writing okaay

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s