Kidz Gang (Chapter 5)

Tittle    : Kidz Gang

Part      : 5

Lenght : Chaptered

Rating : T

Genre : School, Comedy, Romance and Sad

Author : Ji~Ra

Twitter : @JiRa_deeFA and @JiRa_adistri

Main Cast :

  • Hyo Young (Former 5Dolls) as Ryu Hyo Young
  • Chanyeol EXO-K as Park Chanyeol
  • Kim Ah Ra (You)
  • Kris EXO-M as Kris
  • Baek Hyun EXO-K as Byun Baekhyun 
  • Luhan EXO-M as Luhan

                2

(Mohon kritik dan sarannya, ^^ maaf kalau kurang menarik. Read and Comment ya.)

*Authors Bow*

=================================================================

 

PART 5

@ Hospital

Mrs. Kim duduk dengan kepala tertunduk. Ia sangat menyesal dengan keadaan Ah Ra. Ah ra masih di dalam ruang UGD, sudah 2 jam lebih ia di sana. Mrs. kim tidak tau harus berbuat apa, ia sangat cemas, takut, juga sedih mengingat anak satu-satunya itu. Ia takut sekali kalau Ah Ra tidak bisa selamat. Mrs. Kim teringat kejadian dua hari yang lalu…

“Eomma…apa eomma yang melarangku berteman dengan mereka?.” Ah ra masuk ke kamar Mrs. Kim dengan muka sedih dan tidak percaya.

“Aku tidak melarangmu. Aku hanya tidak ingin kau berteman dengan orang yang salah…” Mrs. Kim menjawab dengan membelakangi Ah ra. Ia tidak bisa melihat wajah Ah ra sekarang.

“Salah?. Apa yang salah?.”

“Mereka bukan teman yang baik!!.”

“Kalau begitu teman yang baik bagaimana?.”

“Sudahlah!!. Turuti saja perintah eomma!!”

Ah ra menatap punggung Mrs. Kim dengan dingin, kosong dan sedih.

“Ne…araseoyo eomma…”

Ah ra meninggalkan kamar Mrs.Kim.

 

Ah ra memang menuruti semua keinginan Mrs. Kim tapi Mrs. Kim tidak tau akan begini jadinya. Ia cukup menyesal sekali. Dynamic hanya memandang Mrs. Kim dengan cemas, mereka juga menunggu dokter keluar.

Setelah 3 jam dokter Kim Hyun Joong keluar dari ruang UGD. Mrs. Kim dan seluruh anggota dynamic menghampirinya.

“Bagaimana dok?. Apa anak saya tidak apa-apa?.” Mrs. Kim memandang Hyun Joong dengan cemas.

Hyun joong memandang mereka semua.

“Ah ra tidak apa-apa. Jantungnya kembali normal.”

Semuanya sontak mengelus dada lega. Hilanglah semua kekhawatiran yang melanda mereka 3 jam yang lalu. Hyun joong memandang Mrs. Kim.

“Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda. Bisa ikut saya?.”

Mrs. Kim mengangguk pada Hyun Joong.

 

@ Hyun Joong’s Room…

“Silahkan duduk.” Hyun joong mempersilahkan Mr.Kim duduk. Mrs. Kim duduk dengan muka binggung.

“Ada apa dok?.”

“Begini…, saya ingin menanyakan kepada anda mengapa kondisi Ah ra bisa drop lagi?.” Hyun Joong bertanya dengan hati-hati.

Mrs. Kim menghela nafas panjang.

“Sebenarnya semua ini salah saya. Saya melarangnya berteman dengan teman-teman di sekolahnya.”

Hyun Joong tersenyum pada Mrs. Kim.

“Kondisi Ah ra memang sudah membaik, tapi kalau dia terlalu banyak pikiran, dia akan drop kapan saja. Dan saya tidak tau dia bisa selamat atau tidak.”

Mrs. Kim menunduk penuh rasa bersalah. Hyun joong memandangnya lagi dan tersenyum.

“Saya merasa mereka tidak baik buat Ah ra. Saya takut jantungnya akan berhenti lagi bila bergaul dengan berbagai orang.”

Hyun joong tertawa kecil.

“Saya sudah menjadi dokter Ah ra bukan 1 atau 2 tahun. Saya tau sekali ia sangat kesepian. Anda dan Mr.Kim sangat sibuk dengan pekerjaan kalian, walaupun Ah Ra sakit dan kalian selalu ada, tapi ia tetap kesepian. Saya tidak lagi melihat senyuman gadis kecil yang dulu datang ke sini itu. Belakangan ini Ah Ra menemui saya. Dan setelah sekian lama saya baru melihat senyuman dan tawa manis yang sangat di rindukan itu.” Hyun joong tersenyum.

***

“Ya!.Ah ra kau bikin jantung kami copot!!.” Hyo Young memandangi Ah ra dengan kesal.

“Bisa-bisa bukan jantungmu saja yang berhenti!!. Kami juga!!.” Kai sudah menggerutu.

“Ah ra besok-besok jangan membuat kami cemas lagi ya!!.” Lay tersenyum pada Ah ra.

“Ya benar!. Kalau kau tidak ada,Luhandengan siapa dong?.” Hayoung tersenyum nakal pada Luhan.

Luhan melihatnya dengan kesal. Yang lain memandangi Luhan penuh selidik.

“Apaan sih?.”

Yang lain malah senang melihat Luhan seperti itu.

“Ah…Luhan…bilang aja lagi…”

Semuanya tertawa terbahak-bahak melihat muka Luhanyang sudah memerah.

Mereka semua tidak sadar kalau Mrs. Kim memandang mereka. Mrs. Kim memandang Ah rayang tertawa kecil dan tersenyum. Mrs. Kim hanya tersenyum dan pergi dari situ.

***

Dua hari kemudian Ah ra sudah keluar dari rumah sakit. Ia di jemput oleh Mrs. Kim untuk pulang. Ah ra memandangi Mrs. Kim,

“Eomma…apa aku boleh berteman dengan mereka?.” Ah ra bertanya dengan hati-hati.

Mrs. Kim menghela nafas panjang.

“Terserah kau saja…”

Ah ra tersenyum pada Mrs. Kim.

Tidak butuh waktu lama untuk Ah ra kembali lagi ke sekolah. Hanya butuh istirahat sehari di rumah Ah ra sudah sehat kembali. Seluruh sekolah sangat senang menyambut Ah ra.

Bahkan seluruh murid memberikan bunga dan beberapa hadiah lainnya. Ah ra hanya merasa semuanya terlalu berlebihan, tapi ia senang karena punya teman-temanyang baik.

“Yaa…Ah ra…” Hyo Young mendekatkan bangkunya ke bangku Ah ra.

Ah ra hanya memandanginya binggung.

“Apa di dunia ini ada yang belum terwujud?. Maksudku impianmu yang belum terwujud. Ada tidak?.” Hyo Young memandang Ah ra dengan mata berbinar-binar dan penuh arti.

“Mana ada tuh?. Apa pun keinginan Ah ra pasti akan di penuhi oleh keluarganya!!. Ada-ada aja Joon!.” Kai tiba-tiba sudah ada di samping Hyo Young dan Ah Ra.

Hyo Young langsung melempar sepatunya ke arah Kai.

“Ada kok…mouuse raspberrt.”

Hyo Young memandangi Ah ra dengan binggung.

“Mou…mou…mouuse… mou… mwo… mouuse mwoeyo?.”

“Mouuse raspberrt. Itu jenis cake Joon…”

Hyo Young memandangi Kai binggung.

“Cake?. Kok aneh banget ya namanya?.” Hyo Young masih tetap berfikir.

Kai menggeleng-geleng kepala, ia melihat ke Ah ra.

“Bukannya mouuse raspberrt banyak di jual di mana-mana?. Bagaimana bisa itu jadi impianmu yangtidak terwujud?.”

Ah ra menatap Kai. Ia mulai menceritakan kejadian waktu itu.

Ah ra sedang duduk di taman rumah sakit seperti biasa. Ia menikmati hembusan angin dan suara anak-anak. Namun tiba-tiba seorang cowok tinggi dan tegap menghampirinya. Saat itu Ah ra masih umur 11 tahun sedangkan sang cowok kelihatannya sudah 14 tahun. Cowok itu tersenyum pd ah ra.

“Ini untukmu…” Cowok itu memberikan sebuah bungkusan.

Bungkusan yang sangat rapi dan indah. Bungkusan dengan kotak dan pita di atasnya.

“Ini apa?.” Ah ra menatap bungkusan itu binggung.

Cowok itu tersenyum lagi.

“Ini cake pertama yang aku buat. Semoga kau menyukainya…” Ia pergi meninggalkan Ah ra sendiri.

Ah ra membuka bungkusan itu dan memakan cakenya. Cake yang sangat enak dan segar yang bernama mouuse raspberrt.

Sejak saat itu cowok yang memberikan cake tidak pernah muncul lagi. Ah ra terus menanti kedatangannya. Bahkan ia sudah banyak mecoba jenis cake untuk mengingat cowok itu. Tapi tidak ada yang sama rasanya dengan cake waktu itu. Cake yang membuatnya dapat hidup lebih lama hingga sekarang.

“Ah, jadi cinta pertama ya?.” Kai menatap Ah ra.

Ah ra mengangguk.

“Wah, tenang saja. Kami akan mencarikan cake yang sama dengan cake itu. Demi cintamu dan kehidupan Ah ra.” Hyo Young sangat bersemangat.

Yang lain hanya menatap Hyo Youngdengan murung. Kalau pelayan-pelayan Ah ra tidakbisa menemukannya, bagaimana mereka bisa?.

“Ya…DYNAMIC FIGHTING!!!!.” Hyo Young berteriak di depan mereka semua.

***

Sejak hari itu sudah berbagai toko cake mereka datangi tapi tetap saja rasanya berbeda. Hingga satu persatu dari anggota dynamic mengundurkan diri. Tinggal Hyo Young saja yang masih semangat. Ia tidak mau menyerah.

Sehingga sampailah mereka di toko cake terakhir.

@ CC Prince Shop

Hyo Young membuka pintu toko itu dengan kasar. Ia lalu menuju meja pesanan.

“Ya…ahjussi. Aku mau…mouu… mouu…mouuse..aishhh!!. Kenapa nama itu begitu susah?.” Hyo Young menggerutu sendiri.

Kris memandanginya binggung, namun ia tersenyum.

“Mouuse raspberrt?”

“Iya…itu.Bawakan ke hadapanku segera.”

Hyo Young menarik Ah ra duduk di sebuah kursi dekat jendela. Dari situ mereka dapat melihat keadaan di luar sana.

Tidak lama Kris membawakan pesanan mereka. Ia memandangi Hyo Young, namun ia berhenti ketika memandangi Ah ra. Ia tidakbisa menyembunyikan rasa kagumnya. Wajah yang begitu cantik dan lembut. Ibarat malaikat dari surga.

“Ya…ahjussi!!. Sedang apa di sini?. Ah ra… makanlah.” Hyo Young memandang Kris kesal namun ia menaruh piring yang berisi cake itu di depan Ah ra.

Kris menarik sebuah kursi, duduk di depan ah ra.

Ah ra mulai memakannya.

“Ottokhe?. Apa sama?.” Hyo Young melihat Ah ra cemas.

Ah ra mengangguk dan tersenyum. Hyo Young sangat lega.

“Kalau begitu makanlah…”

Ah ra melanjutkan makannya. Hyo Young dan Kris melihatnya tanpa berkedip. Saat makan pun Ah ra nampak sangat cantik. Namun Hyo Young tersadar dan memandangi Kris ganas.

“Ahjussi!. Sedang apa kau di sini?. Menganggu pemandangan saja!.”

Krisbalas menatap Hyo Young ganas.

“Aku bukan ahjussi!!. Mengapa aku jadi setua itu ya?.” Kris mengerutu sendiri.

Namun Hyo Young melihat seseorang yang sedang menyapu dan mengelap meja-meja. Ia mengingat-ngingat.

“Yyaa!!. Choi Min Ho?. Sedang apa kau disi…ahhh… araseoyo!. Pekerjaan pembantu memang sangat cocok dengan mukamu!. Lanjutkan saja…”

Minho memandangi Hyo Young, seakan matanya ingin copot. Ketika ia ingin melawan, Kris memandanginya. Ia mengurungkan niatnya.

“Ah, awas saja kau cowok busuk!. Enak saja mengataiku pembantu. Kalau tidak ada hyung, kau sudah abis!. Liat saja nanti kalau ketemu!!.” Minho terus menggerutu sambil mengelap meja. Ia mengelap meja dengan kasar sekali. Seakan meja itu akan rubuh sebentar lagi jika terus di lap olehnya.

***

@ GoJoong Hakkyo

Bukannya masuk ke dalam sekolah, Hyo Young malah melewati sekolahnya. Ia pergi ke sekolah sebelah. Seperti biasa, ia memanjat tembok dan melihat laki-laki putih itu dari kejauhan. Laki-laki itu tidak lagi menonton basket tetapi ia bermain basket dengan pakaian basket yang membuat Hyo Young ngiler. Namun ketentraman Hyo Young di usik oleh seseorang yang memanjat tembok juga. Laki-laki itu memandangi Hyo Young.

“Yyaa…kau?. Sedang apa di sekolahku?. Masalah kemarin belum selesai. Ayo kita selesaikan!!.” Minho menatap Hyo Young kesal.

Hyo Youngtidak menggubrisnya, ia terus memandangi laki-laki itu. Minho binggung. Lalu ia melihat arah pandang Hyo Young dan betapa kagetnya ia. Ia melihat cowok itu dan Hyo Young sampai berkali-kali.

“Taemin?. Kau melihat Taemin?. Kau… homo?.” Minho memandangi Hyo Young takut.

Ia sudah merinding dan berjalan menuju sekolahnya dengan memegangi lehernya dan geleng-geleng kepala. Ia ngeri jika membayangkannya.

“Aishhh…. Enak saja!!. Siapa yang homo?.”

 

Sepulang sekolah Hyo Young dan yang lainnya sudah stand by di depan pagar. Namun Hyo Young melihat seorang laki-laki lewat di depannya. Ia mengurungkan niatnya untuk pulang.

“Kalian pulang saja duluan. Aku ada perlu sebentar.” Hyo Young berlari ke arah cowok itu yang sudah menjauh.

“Yyaa…Joon…kau mau ke mana?.” Teriakan teman-temannya tidak di pedulikan olehnya.

Setelah berlari cukup cepat, Hyo Young baru bisa menyamai laki-laki itu.

“Hai… siapa namamu?. Kenapa kau manis sekali?. Wah…kau sangat imut. Namamu Taemin kan?. Apa margamu?. Heiii…” Hyo Young terus berbicara di samping Taemin.

Taemin menatapnya dengan aneh.

“Waeyo hyung?.”Tanya Taemin pada Hyo Young.

“Hyung?.Aku bukan…”

“TAEMIN…. LARI!!. CEPAAAAT!!.” Minho memandangi Hyo Young dan  berlari menarik Taemin menjauh dari Hyo Young. Mereka berlari meninggalkan Hyo Young sendiri. Hyo Young hanya menatap mereka dengan ganas.

“Dasar muka pembantu!. Mengganggu saja!!.”

 

@ Hyo Young’s House

“Aku pulang…” Hyo Young membuka sepatunya dan masuk ke dalam rumah. Ia terkaget-kaget melihat seseorang yang sedang membereskan meja makan.

“Yya…kamu siapa?. Apa kau pencuri?.” Hyo Young menatap seorang wanita cantik di hadapannya.

Wanita itu menatap Hyo Young binggung.

“Tidak…” Jawabnya lembut.

“Kau pasti pencuri!. Kalau tidak kenapabisa di dalam rumahku?.Akutidak mengenalmu.”

“Ada apa?.” Han Kyung keluar dari dapur, ia memandangi Hyo Youngdengan binggung.

“Wanita itu…dia mau mencuri.” Hyo Young menujuk wanita yang ada di depan meja makan itu.

Han kyung memandangi wanita itu dan tersenyum.

“Hyo Young… dia ini pacarku!. Ayo kenalkan…” Han Kyung menepuk bahu wanita itu.

Wanita itu membungkuk.

“Anyeong haseyo, Shin Yoon Ha imnida..” Yoon Ha tersenyum pada Hyo Young. Hyo Young hanya menatapnya penuh rasa aneh.

“Hyo Young imnida!. Sejak kapan kalian pacaran?.” Hyo Young memandangi Han Kyung dan Yoon Ha.

Han Kyung dan Yoon Ha saling pandang dan tersenyum.

“Sudah dua tahun.” Jawab Han Kyung santai.

“Dua tahun?.” Hyo Young memandangi mereka terkejut. Sudah dua tahun tapi oppanya tidak memberitahukannya?. Sungguh keterlaluan.

“Iya, kenapa?. Ah, mian aku baru mengenalkan padamu. Dia butuh mental dulu untuk bertemu kamu.” Seperti sudah bisa menebak isi hati Hyo Young, Han Kyung tersenyum manis pada adiknya itu.

“Ah…apa kau bisa masak?. Mencuci baju dan piring?. Bisa menyapu dan bersih-bersih?.”

Yoon Ha memandang Hyo Young binggung lalu ia mengangguk.

“Bagus!. Eonni…Sungmin eonni…ke sini.” Hyo Young berteriak ke seluruh ruangan.

Sungmin keluar dari dapur.

“OPPA!!. Ada apa?.” Sungmin memandangi Hyo Young.

“Apa semua pekerjaan rumah sudah beres?.”

“Belum sama sekali. Hanya masakan sajayang sudah siap. Kenapa?.” Sungmin masih penasaran. Aneh saja adiknya ini menanyakan pekerjaan rumah.

“Bagus…tadi kau bilang bisa semuanya kan?. Kalau begitu kerjakan semua pekerjaan rumah kami.” Hyo Young menatap Yoon ha.

“Aku?.” Yoon ha masih tidak percaya.

“Iya…terus siapa lagi?”

“Tapi…”

“Kenapa?.Tidak mau?. Kalau begitu akutidak merestui hubungan Han Kyung oppa denganmu!!.” Kata Hyo Young menggertak.

Han kyung dan Yoon ha saling berpandangan.

“Baiklah…” Yoon ha pasrah saja.

Hyo Young tersenyum senang.

Sementara Han Kyung tidak dapat berkata apa-apa. Adiknya yang satu ini, susah di atur, keras kepala dan berani bertindak apa saja jika tidak di turuti. Maklum saja, dari kecil ia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang wanita yang melahirkannya.

“Kalau begitu ini.” Hyo Young memberikan sapu dan lainnya.

Sungmin memandangi Hyo Youngtidak percaya. Ia sangat senang selama hidupnya terbebas dari pekerjaan rumah yang menumpuk.

“Kalau begitu di mulai dari kamarku.” Hyo Young membuka kamarnya.

Betapa kagetnya Yoon Ha melihat kamar itu. Itu tidak telihat seperti kamar, malah seperti gudang. Sangat berantakan dan kotor. Namun ia pasrah saja.

“Selamat bekerja…yang bersih ya.” Hyo Young meninggalkan Yoon ha.

Hyo Young tersenyum penuh kelicikan. Lalu ia dan Sungmin duduk di depan TV dan memakan snack dengan santai. Sementara Yoon ha membersihkan rumah.

Hyo Young terus-terusan menyuruhnya ke sana ke sini dan mengomel.

“Biar aku bantu.” Kata Han Kyung pada Yoon Ha. Yoon ha tersenyum.

Hyo Young memandangi Han Kyung tidak suka.

“Apa yang mau oppa bantu?.Tidak ada!!. Tugasmu di belakang!!”

Han kyung hanya pasrah dan pergi ke belakang. Hyo Young menghampiri Sungmin dan duduk di dekatnya.

“Sudah sampai mana?.” Hyo Young memandangi TV.

“Kau ketinggalan jauh. Kalau setiap hari seperti ini senang hidupku.” Sungmin tersenyum pada Hyo Young.

“Tentu. Pintar kan aku?.” Hyo Young membanggakan dirinya.

“Kau memang adikku yang paling pintar. Setiap hari saja dia datang ke sini, tugasku akan tidak ada setiap hari.” Sungmin dan Hyo Young tertawa penuh kesenangan, sementara Yoon Ha sangat pusing dan lelah membersihkan seluruh rumah. Memang rumah itu tidak besar, tapi sangat berantakan dan kotor.

 

@ Choi’s House

Kris membuka kamar Minho.

“Ada apa?.” Minho memandang Kris.

“Kau kenal dengan cewek yang kemaren ke toko kan?.” Kris bertanya dengan mata berbinar-binar.

“Cewek yang mana?.” Minho berfikir.

“Itu… cewek yang pergi dengan cowok yang bertengkar denganmu. Kenal kan?”

“Oh, iya. Kenapa?.”

“Mereka sekolah dimana?.”

“GoJoong Hakkyo.”

“Wah…berarti anak pintar.Gumawo…” Kris tersenyum sambil meninggalkan kamar Minho.

 

@ GoJoong Hakkyo

Hyo Young berputar-putar ke seluruh sekolah mencari seseorang.

“Aishhh…kemana sih Baekhyun?.”

Hyo Young terus mencari.

“Ah…itu dia.” Hyo Young mengahmpiri Baekhyunyang sedang berbicara dengan Ah ra.

Ah ra dan Baekhyun sepertinya sedang mendiskusikan sesuatu. Hyo Young berdiri di samping Baekhyun.

“Ah…rupanya kau disini!. Baekhyun…aku ingin mengatakan sesuatu. Kemarin Han Kyung oppa membawa pacarnya, trus aku kerjain dia. Aku suruh…” Hyo Young terus mengoceh panjang lebar namun Baekhyuntidak peduli. Ia tetap bertanya dan berdiskusi dengan Ah ra.

Hyo Young memandangi Baekhyun. Ia tidak pantang menyerah.

“Baekhyun…kemarin Han Kyung oppa membawa pacarnya. Mereka bilang sudah dua tahun pcaran. Keterlaluan sekali tidak memberitahukanku!.Aku kerjai…” Hyo Young bercerita lagi namun Baekhyun tetap berdiskusi dengan Ah ra.

Hyo Young memandangi Baekhyun kesal.

“YAA!!…BAEKHYUN!!.”

Baekhyun memandangi Hyo Young binggung.

“Kenapa?.”

“Aaah…tidak tau!!.” Hyo Young kesal dan meninggalkan Baekhyun.

“Kenapa dengan dia?.” Baekhyun memandangi Ah ra.

Ah ra hanya mengangkat bahu binggung.

“Dasar Baekhyun menyebalkan!!.” Hyo Young terus menggerutu dan kesal sendiri.

Semua orang yang ada di depannya ia marahi. Ia sangat kesal dengan Baekhyun. Belum ada yangtidak memperdulikan ia bicara. Sampai dynamic juga di marahi olehnya.

“Ada apa dengannya?.” Kai bertanya pada semuanya dengan binggung.

Yang lain hanya mengangkat bahu. Mereka memandang Hyo Youngdengan penasaran.

 

Sepulang sekolah…

“Hyo Young, mana buku PRmu?. Sini aku kerjakan.” Baekhyun memandangi Hyo Youngsambil tersenyum.

Hyo Young memandangi Baekhyun dengan sinis.

“Tidak perlu!.Akubisa sendiri!.” Hyo Young meninggalkan Baekhyun dan keluar dari kelas.

Sepanjang koridor ia terus berfikir.

“Aaaaah…dasar banci gila!. Ngasih PR gak tanggung-tanggung!. Banyak lagi!. Bagaiman akubisa mengerjakannya?. Siapa yang akan ngerjain PRku ya??.” Hyo Young terlihat binggung. Lalu tiba-tiba ia tersenyum penuh kelicikan. Senyum yang sangat misterius dan menakutkan. Senyum dengan ide buruk.

 

To Be Continued

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11 pemikiran pada “Kidz Gang (Chapter 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s