Chanyeol Appa! (Chapter 2)

Title     : Chanyeol Appa!

Part  2 : “My Wedding!” 

Lenght : Chaptered

Rating : PG 13+

Genre : Comedy, Romance and Family

Author : deeFA (Dedek Faradilla)                                                                              

Twitter : @JiRa_deeFA

Main Cast : ChanYeol EXO-K (Park Chan Yeol)

                     Hwayoung (Ryu Hwayoung)

                     Baek Hyun EXO-K (Byun Baek Hyun)

                     Ara Hello Venus (Yoo Ara)

                     Suho EXO (Kim Joon Myun)

                     Aleyna Yilmaz Ulzzang Baby (Park Shin Hye)

 chanyeol appa 2

(Part 2 tiba,ja jjang… Author amatiran ini mau berterima kasih bagi yang uda dan mau baca plus kasi komentar. Untuk Part ini  mohon kritik dan sarannya ya *bow*)

====================================================================

@Hwayoung House

Seluruh orang rumah sibuk mencari Hwayoung kesana kemari. Semua temannya telah di hubungi, namun tidak ada yang tahu di mana keberadaannya.

“Sudah aku bilang kan?. Kalau mau beli sesuatu, beli sendiri, jangan suka menyuruh cucu-cucumu. Sekarang Hwayoung sudah hilang. Mau di cari kemana lagi?.” Nenek memarahi Kakek.

Semalaman keluaganya tidak tidur. Semuanya sibuk mencarinya.

“Apa jangan-jangan ramalan Won Hee benar ya?.” Batin Ara.

“Kita harus lapor polisi sekarang juga!.” Kata ibu Hwayoung yang matanya sudah membengkak.

***

@Hermes Hotel

            “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……….” Hwayoung dan Chanyeol berteriak kencang saat mendapati diri mereka yang hanya berbalut selimut.

“Kamu udah ngapain aku tadi malam?.” Teriak Hwayoung di balik selimut sambil menunjuk mata Chanyeol.

Chanyeol tidak tahu harus berkata apa. Yang di ingatnya hanya minum soju sebanyak lima botol bersama Baek Hyun, setelah itu dia tidak mengingat apapun.

“Siapa yang bawa aku ke sini?.” Tanya Chanyeol yang linglung.

“Aku menolong kamu yang mabuk berat!!. Kurang ajar!!. Dasar cabul!!.” Hwayoung terus memukul Chanyeol dengan bantal hingga membuat Chanyeol jatuh ke lantai.

“YA!!. JANGAN MEMUKUL ORANG SEMBARANGAN!!.” Teriak Chanyeol yang berdiri dari jatuhnya.

“AAAAAAAAAAA….” Hwayoung beteriak lantaran terkejut melihat Chanyeol yang dalam keadaan tidak pantas di lihatnya.

“WAE?????.” Tanya Chanyeol yang polos. Lalu ia melihat arah pandangan mata Hwayoung.

Dan….

“AAAAAAAAAAAA……….”

 

Beberapa menit kemudian…

Hwayoung dan Chanyeol saling bertatapan di sebuah tempat  makan di Hermes Hotel itu. Hwayoung manatap Chanyeol tajam. Chanyeol hanya membalas dengan tatapan bingung. Berkali-kali Hwayoung memegang kepalanya yang tidak mengingat apapun. Sementara Chanyeol memikirkan hal terburuk yang telah ia lakukan bersama gadis yang tidak di kenalnya ini.

Eotteohke!.” Hwayoung memegang kepalanya yang begitu pusing. Chanyeol hanya dapat menelan ludah dan gugup. Lantaran ia bingung dengan situasi ini.

Hwayoung berdiri dan menuju resepsionis untuk meminta kertas dan sebuah pulpen. Ia menulis sebuah surat.

“Ini tanda tangan!!.” Katanya.

“Surat pertanggung jawaban??.” Chanyeol melotot saat membaca isinya.

“Kalau aku hamil kamu harus tanggung jawab.”

“Tanggung jawab??. Heh!!. O.K!!. Dan kalau dalam waktu satu bulan kamu kamu gak hamil. Sebagai gantinya kamu harus melupakan hal ini.”

“O.K!!!.”

Setelah menandatangi surat, mereka berdua berjabat tangan dan pulang ke rumah masing-masing.

***

@Chanyeol House

Ayah Chanyeol berputar-putar di depan pintu menunggu anaknya pulang. Sementara ibunya sibuk menyiapkan secangkir kopi.

“Tolong di siapakan sarapannya ya.” Ibu Chanyeol memerintah dua orang pelayan rumah. Lalu ia menghampiri suaminya dan memegang pundaknya.

“Sudahlah, Chanyeol sudah 19 tahun. Dia pasti sedang menjelajahi Seoul. Kan sudah lama sekali dia tidak di sini. Mungkin dia bertemu dengan teman kecilnya Baek Hyun.” Bujuknya agar suaminya itu tidak resah lagi.  Akhirnya suaminya mau duduk di meja makan untuk menyantap sarapan.

Ting…suara password pintu telah terbuka. Ternyata yang masuk adalah Chanyeol. Ia berusaha bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

“Annyeonghaseyo eomma, appa. Pagi ini makan apa?.” Tanya Chanyeol dengan senyuman palsu yang langsung duduk di samping ibunya.

“Dari mana saja?. Kenapa baru sepagi ini pulang?.” Selidik Ayahnya dengan wajah serius.

“Hahaha, ayah seperti tidak pernah muda saja. Aku mencoba sedikit soju tadi malam bersama Baek Hyun.” Jawabnya garing.

“Syukurlah. Appa tidak mau kamu melakukan hal-hal aneh. Walaupun kamu tidak telalu pintar di sekolah, yang penting jangan mempermalukan keluarga kita.” Tegas ayahnya.

“Aku kan sama seperti ibu, tidak terlalu pintar. Kalau appa mau punya anak pintar, cari ibu yang lain saja.” Chanyeol meledek ayahnya. Ayahnya tertawa melihat anaknya yang selalu masih seperti bayi kecil di matanya.

Setelah sarapan Chanyeol masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya rapat-rapat.

“Sebenarnya apa yang terjadi tadi malam?.” Gumamnya resah.

***

Sebulan kemudian…

Hampir sebulan kejadian buruk itu terjadi. Namun Hwayoung sama sekali tidak mengingat apapun. Ia seperti sudah melupakannya. Hari ini dia dan Ara mau pergi menemani bibinya ke dokter kandungan.

“Jadi, Min Ra putus?. Hahahaha…” Tawa Hwayoung meledak.

“Ia, gila kan?. Katanya Min Ra tuh, suka morotin harta calon suaminya itu. Semua yang udah di beliin, harus di kembalikan. Tragis bangett!!.” Kata Ara.

“Lagi makan gak baik gosipin orang.”  Nasehat ibunya Hwayoung.

“Young-a, nanti sekalian aja tanyain ke dokter kenapa kamu belum datang bulan, bulan ini.” Sambung ibunya.

“Kamu kenapa belakangan banyak sekali makannya. Nanti gendut, gak ada lagi yang suka sama kamu.” Kata Neneknya saat melihat Hwayoung yang begitu besar napsu makannya.

Hwayoung mencibir.

***

@Dokter kandungan.

“Bisa di lihat bu di layar, anaknya laki-laki.” Kata sang dokter sambil menaruh alat USG di perut bibi Hwayoung.

Wajah adik ibunya itu begitu sumbringah. Rasanya ia ingin cepat-cepat menelpon suaminya yang berada di Cina.

“Wuah, pasti nanti kalau lahir tampan seperti ayahnya.” Kata Hwayoung. Ara hanya mengangguk-ngangguk sambil terus tersenyum.

“Tanyain aja terus ke dokter.” Suruh bibinya yang sudah siap di USG.

“Oya, doker. Saya bulan ini tidak datang bulan. Kira-kira kenapa ya?.” Tanya Hwayoung pada dokter perempuan yang baru saja ingin duduk.

Setelah di periksa tekanan darah, dan detak jantungnya semua baik-baik saja.

“Coba berbaring.” Pinta dokter pada Hwayoung. Ia hanya menuruti saja kata dokter yang langsung mengambil alat USG untuk melihat penyakit apa yang ada di perutnya.

“Ini embrio.” Kata sang dokter.

“Selamat, anda sedang mengandung tiga minggu.” Sambungnya lagi sambil tersenyum.

“APA???. HAMIL???.” Teriak bibi Hwayoung dan Ara bersamaan.

“Iya, bisa di lihat di layar. Janinnya sedang terbentuk.” Jelas sang dokter.

“Dan janinnya kelihatan sangat sehat.” Sambungnya dengan senyuman.

Bibinya menatapnya dengan tatapan yang begitu mengerikan. Dan menyeretnya pulang.

***

@Hwayoung House

Bibinya benar-benar ingin meledak saat mendengar perkataan dokter tadi. Buru-buru ia menelpon kakaknya yang merupakan ibunya Hwayoung.

Kini ibunya, kakek dan nenek telah berkumpul.

“Eonni bagaimana sih mendidik anak?.” Bentaknya pada kakaknya.

“Pelan-pelan, kamu sedang hamil.” Kata nenek Hwayoung.

“Bagaimana aku mau pelan-pelan. Mau di taruh di mana muka aku?. Mau taruh di mana muka eonni. Anak eonni ini hamil tau?. Hwayoung hamil!!.”

Semuanya menga-nga mendengar kata-kata ‘Hwayoung hamil’ dan menatap wajah Hwayoung yang ketakutan dengan tidak percaya.

“Bagaimana eonni didik dia?. Dia sudah hamil tiga minggu!!. Sekarang mau di apakan?.”

“Benar?.” Tanya ibunya yang tidak dapat berkata-kata lagi, wajahnya sudah memerah dan air matanya mengalir.

“Dasar anak kurang ajar!. Tidak tahu malu!. Kurang ajar!. Kurang ajar!.” Ibu Hwayoung marah dan memukulinya dengan tangannya. Hwayoung hanya bisa tertunduk dan menangis.

“Sudah…sudah… Bagaimana kamu bisa memukul anakmu sendiri.” Kata nenek Hwayoung yang memeluknya.

“Kapan kamu melakukannya?!. Dengan siapa?!.” Tanya ibunya dengan nada tinggi.

“Sebulan yang lalu. Namanya Park Chanyeol.” Hwayoung berkata di dalam tangisnya.

“Katakan di mana rumahnya?.”

“Aku gak tahu!. Aku gak tahu!. Aku gak kenal.”

“Kamu berbuat dengan orang yang tidak di kenal?. Bagus sekali. Lalu kamu mau melahirkan anak itu sendiri?. Dan menderita selamanya?.”

“Yang aku lihat dari KTP-nya, namanya Park Chanyeol. Dia dari New York. Dan dia punya kartu mahasiswa Universitas Seoul.”

Tanpa ragu ibunya langsung menyeretnya menuju Universitas Seoul. Di belakang dengan menggunakan taksi lain, nenek, kakek dan Ara mengikuti mereka berdua.

***

@Universitas Seoul

Saat tiba, Hwayoung di seret ibunya ke ruang kemahasiswaan. Di belakang nenek, kakek dan Ara masih mengikuti mereka.

“Saya mau cari mahasiswa yang namanya Park Chanyeol.” Kata ibunya pada salah satu staff.

“Sebentar ya saya cek dulu.” Kata staff perempuan itu, lalu mengecek data mahasiswa di di komputernya.

“Di sini ada 9 mahasiswa aktif yang terdaftar sebagai Park Chanyeol.” Kata staff itu yang lalu memutar balik layar komputernya, agar dapat di lihat Hwayoung dan keluarganya.

“Yang mana?.” Tanya ibunya kesal.

“Itu.” Kata Hwayoung yang menunjuk foto nomor ke tiga yang bertuliskan Park Chanyeol, Teknik Arsitektur.

Lalu Hwayoung kembali di tarik menuju kampus Teknik Arsitektur. Siapa saja yang berpapasan dengan ibunya, pasti di tanyai di mana Chanyeol.

“Maaf, kenal Park Chanyeol?.” Tanya ibunya pada seorang gadis yang berjalan dengan ketiga temannya.

“Chanyeol?. Tadi aku melihatnya masuk ruang 2.04 di lantai dua.”

“Terima kasih.”

Untuk kesekian kalinya, ibunya menyeretnya untuk mencari ruang 2.04. Saat mendapat ruang 2.04 tersebut, ibunya membuka pintunya dan melangkah masuk ke dalam.

Suasana yang serius tergaduh atas kedatangan ibunya Hwayoung.

“Anda mencari siapa?.” Tanya dosen yang sedang mengajar.

“PARK CHANYEOL KELUAR SEKARANG!!!.” Ibunya Hwayoung memanggil Chanyeol dengan suara besar.

“Yang bernama Park Chanyeol silahkan ikut saya keluar.” Panggil ibunya sambil menatap Chanyeol yang duduk di barisan tengah dengan tatapan yang mengerikan.

Dengan ragu-ragu Chanyeol bangun dari tempat duduknya. Seluruh kelas melihatnya dengan ekspresi menyelidik. Setelah menutup pintu kelas, ia menatap ibu Hwayoung bingung.

“Katakan di mana rumahmu!.” Pinta ibu Hwayoung ketus.

Chanyeol tidak menjawab apapun. Ia tidak mengerti situasi ini. Sementara Hwayoung menutupi wajahnya dan bersembunyi di balik Ara.

“Ayah seret dia.” Pinta ibu Hwayoung.

Lalu, dengan kekuatan mantan tentaranya, kakek Hwayoung menyeret Chanyeol dengan menarik kerah bajunya. Seluruh kampus melihatnya. Tidak ada yang berusahan membantunya.

“Ada apa ini, ada apa ini?.” Chanyeol berusaha melawan, namun apalah daya, kakek Hwayoung yang memegang sabuk hitam pada taekwondo itu sulit untuk di taklukan.

Dengan terpaksa pula Chanyeol memberitahukan alamat rumahnya di dalam taksi. Dia di beri ancaman keras apabila tidak memberi tahukannya. Chanyeol berada satu taksi bersama ibunya Hwayoung dan kakeknya. Sementara Ara, Hwayoung dan nenek di taksi lainnya.

***

@Chanyeol House

Chanyeol di paksa membuka pintu rumahnya.

“Dimana appa dan eomma??.” Tanya Chanyeol dengan ekspresi takut pada pelayan rumahnya.

“Mereka sedang pergi bekerja.” Jawab pelayannya.

Kakek Hwayoung menatapnya sambil mengepal kedua tangannya. Chanyeol menelan ludah melihatnya.

“Cepat suruh pulang kerumah. Bilang aku sedang dalam keadaan darurat di rumah. Aku akan mati. Cepat!!. Cepat!!. Cepat!!.”

Hwayoung tidak dapat berkata apapun. Suasana semakin tegang, ibu dan kakek Hwayoung terus menatapnya, dengan tatapan membunuh.

“Ho?….” Chanyeol baru tersadar ada seorang gadis yang tidak asing wajahnya.

“MANA CHANYEOL??.” Suara teriakan ayah Chanyeol dari depan pintu.

Ayah dan ibunya buru-buru masuk ke rumah mencari Chanyeol. Namun, mereka bingung mengapa banyak sekali orang di dalam rumahnya.

“Siapa mereka?.” Tanya Ayahnya. Chanyeol menggelengkan kepala.

“Oh, ternyata anda orang tua dari Park Chanyeol?.” Kata ibu Hwayoung yang datang mendekat.

“Iya, kenapa?.” Tanya ibunya Chanyeol dengan ekspresi bingung.

“Kamu harus tanggung jawab!!.” Kata ibu Hwayoung menunjuk Chanyeol.

“Anak bapak sudah menghamili anak saya. Jadi, saya ke sini untuk minta pertanggung jawaban dari anak anda.” Katanya lagi berapi-api.

“HAMIL??. KAMU HAMIL???.” Teriak Chanyeol terkejut sambil menunjuk Hwayoung.

“Kamu kenal dia?.” Tanya Ayahnya.

Chanyeol menggeleng-geleng kepalanya dengan raut wajah yang takut.

“Kamu gak kenal aku?. Wuah!. Habisi aja dia kek!. Kurang ajar!. Aku padahal cuma bermaksud nolongin dia yang mabuk. Hajar aja kek!!.” Hwayoung jadi naik pitam.

“Bocah kurang ajar!!.” Kakeknya yang langsung menarik Chanyeol dan memukulinya.

“Cukup!. Cukup!.” Teriak ibu Chanyeol yang mencoba melerai.

“CUKUP!!.” Teriak ayah Chanyeol yang membuat semuanya menjadi diam mematung.

“Hanya jawab ya atau tidak. Benar kamu sudah di tiduri oleh anak saya?.” Tanyanya pada Hwayoung. Hwayoung mengangguk.

“Benar kamu sudah tidur dengan dia?.” Tanyanya lagi dengan tatapan yang mengerikan pada anaknya sendiri.

“Itu terjadi…” Chanyeol mencoba menjelaskan, namun langsung di hela oleh ayahnya.

“Hanya ya atau tidak!!.” Potongnya dengan tegas. Ia terpaksa menganggukkan kepalanya.

“Minggu depan kalian menikah.” Ayah Chanyeol mengambil keputusan yang membuat semua orang menga-nga.

“Yeobo, tapi kan, seharusnya…”

“Sebelum perutnya membesar. Dan menambah malu keluarga kita.”

***

Semua hal mengenai pernikahan telah di siapkan. Walaupun baik Chanyeol maupun Hwayoung tidak menginginkan pernikahan ini. Tapi semua telah terlambat.

“Kamu orang paling gila di dunia ini!!.” Ujar Baek Hyun yang duduk di samping Chanyeol di tempat latihan golf.

“Yang berhak kamu dapatkan ketika 19 tahun itu hanya kiss. Hanya kiss!. Bukan tidur dengan gadis!. Dan kalau kamu mau buktiin gadis lokal lebih baik dari gadis impor. Bukan berarti kamu harus tidur dengannya. Aku benar-benar gak ngerti jalan pikiran kamu. Gak pacaran, gak ciuman, ngatain aku cabul segala lagi, eh tau-tau kamu hamilin anak orang. Ckckckc…” Baek Hyun merasa kecewa dengan sahabat baiknya itu.

“Kamu seharusnya menyemangati aku, bukan malah buat aku makin frustasi. Pernikahannya tuh dua hari lagi. Dan bahkan nama dia aja aku lupa-lupa ingat. Entah Hayoung atau Hwayoung.” Curhat Chanyeol.

Lalu Baek Hyun tersenyum meledek.

“Namanya gak ingat. Tapi, yang kamu lakukan dengannya pasti ingatkan?.”

“YA!!. ITU KECELAKAAN!!.”

“Yeobo, jangan menangis.” Baek Hyun sambil memegang pundak Chanyeol dan bergaya seperti perempuan.

“Najis…” Gerutu Chanyeol.

***

Hari pernikahan tiba. Rumah Chanyeol telah di ubah menjadi taman bunga yang indah. Satu persatu tamu datang. Perihal pernikahan mendadak itu, tertutupi karena konsep dan tata yang sempurna. Sehingga orang-orang yang hadir percaya bahwa ayah Chanyeol benar-benar mengininkan anaknya cepat-cepat menikah.

Setelah mengucap janji suci pernikahan. Semuanya berteriak ‘popo’ pada Chanyeol dan Hwayoung, terutama teman-teman kuliah dan teman SMA Hwayoung.

“Sini lagi.” Chanyeol berbicara tanpa menggerakkan mulutnya.

“Untuk apa?.” Tanya Hwayoung dengan menaikkan alisnya. Lalu, Chanyeol melemparkan tatapan ke seluruh tamu dan segera mencium Hwayoung.

“Jijik banget!.” Gumam Chanyeol dengan suara kecil melepaskan ciumannya.

Awalnya ayah dan ibunya Chanyeol sama sekali tidak suka dengan Hwayoung. Namun, karena mendengar bisik-bisik dari tamu yang mengatakan bahwa menantunya cantik sekali, orang tuanya jadi senyam-senyum sendiri.

“Baby, chukae.” Kata Su Yeon memeluk Hwayoung. Hwayoung hanya tersenyum tipis di balik gaunnya yang mahal.

“Bro, kalau kayak gini istrinya sih. Aku juga mau menikah sekarang. Kalau kamu gak mau lagi. Buat aku aja ya.” Bisik Baek Hyun pada Chanyeol. Chanyeol langsung memukul perut Baek Hyun akibat perkataannya yang nakal.

***

Karena Chanyeol adalah anak tunggal. Sebenarnya ibunya menginginkan pernikahan yang mewah dan berkelas. Dan ibunya juga sangat ingin, jika Chanyeol menikah nanti, ia memberikan sebuah tiket trip ke Eropa sebagi hadiah bulan madu darinya. Namun, pada kenyataannya ia hanya dapat memberikan sebuah tiket penginapan di sebuah resort di Seoul. Di karenakan Chanyeol harus kuliah dan Hwayoung yang  harus tetap sekolah.

Chanyel dan Hwayoung telah tiba. Kamar yang di pesan ibunya cocok sekali bagi pasangan yang baru menikah, suasananya begitu romantis. Setelah menaruh barang-barangnya, Hwayoung duduk di atas tempat tidur dan mengurut kakinya yang sakit.

“Kamu lihat apa?.” Hwayoung kesal di lihat oleh Chanyeol.

“Jangan geer!!. Mending aku lihat tembok dari pada lihatin kamu.” Jawab Chanyeol kesal                      “Kenapa masih lihatin aku?.”

“Aku pergi sekarang!.”

“Pergi yang jauh!!.”

***

Beberapa bulan kemudian…

“Ayo, pasti bisa.” Chanyeol yang memegang tangan Hwayoung berusaha menyemangatinya.

“Tarik napas. Ayo…” Sambungnya lagi.

Dan, terdengarlah suara tangisan seorang bayi perempuan.

Seorang suster keluar dari ruang persalinan dan membawa bayi perempuan mungil yang cantik itu.

“Bayinya sehat. Beratnya 2,9 kilogram.” Kata sang suster.

Ibu, nenek dan kakek Hwayoung tersenyum. Begitu juga Ara yang tidak sabar ingin menemui Hwayoung.

Ibunya Chanyeol mencoba menggendong bayi yang belum punya nama itu.

“Cantik sekali.” Gumamnya. Seperti yang di inginkan, akhirnya cucunya adalah perempuan. Sudah lama sejak ia keguguran dan kehilangan bayi perempuannya yang merupakan adik Chanyeol. Ini seperti mimpi baginya.

***

5 Tahun kemudian…

@Apartemen

Ting…tong…

Bunyi bel yang di pencet terdengar di telinga Chanyeol yang sedang sibuk di depan laptopnya di dalam kamar. Ia berusaha tidak memperdulikannya. Namun, bel itu terus di pencet tanpa henti.

Aish…memangnya aku tuli?.” Gerutunya. Ia bangun dan menendang seluruh barang yang menghalanginya menuju pintu depan.

“Kamu siapa?.”

 

To Be Continued…

Iklan

45 pemikiran pada “Chanyeol Appa! (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s