Kidz Gang (Chapter 6)

Title     : Kidz Gang

Part      : 6

Lenght : Chaptered

Rating : T

Genre : School, Comedy, Romance and Sad

Author : Ji~Ra

Twitter : @JiRa_deeFA and @JiRa_adistri

Main Cast : Hyo Young (Former 5Dolls) as Ryu Hyo Young

                     Chanyeol EXO-K as Park Chanyeol

         Kim Ah Ra (You)

                     Kris EXO-M as Kris

                     Baek Hyun EXO-K as Byun Baekhyun

                     Luhan EXO-M as Luhan

kidz gang 06

(Mohon kritik dan sarannya, ^^ maaf kalau kurang menarik. Read and Comment ya.)

*Authors Bow*

=================================================================

 

PART 6

Sepulang sekolah…  

“Hyo Young…mana buku PRmu?. Sini aku kerjakan.” Baekhyun memandangi Hyo Young dengan tersenyum.

Hyo Young memandangi Baekhyun kesal.

“Tidak perlu!!. Aku bisa sendiri!!.” Hyo Young meninggalkan Baekhyun dan keluar dari kelas.

Sepanjang koridor ia terus berfikir.

“Ahhh…dasar banci gila!!. Ngasih PR gak tanggung-tanggung!. Bnyak lagi.  Bagaimana aku bisa mengerjakannya?. Sapa yang akan ngerjain PRku ya?.” Hyo Young terlihat binggung. Lalu tiba-tiba ia tersenyum penuh kelicikan. Senyum yang sangat misterius dan menakutkan. Senyum dengan ide buruk.

Hyo Young berjalan menuju perpustakaan. Ia memandang sekeliling perpustakaan. Matanya tertuju pada dua orang laki-laki yang tegah asyik membaca buku. Ia menghampiri mereka.

“Ya… kalian!!. Tolong kerjakan semua ini.” Hyo Young membenting buku PRnya di hadapan Seungri dan Taecyeon.

Ya…dua laki-laki itu adalah Seungri dan Taecyeon. Mereka memandang Hyo Young dengan binggung.

“Apa??.”

“Kerjakan PRku!!. Apa juga guna otak kalian kalau tidak bisa mengerjakan PRku?.” Hyo Young menatap mereka ganas.

“Tapi…” Taecyeon dan Seungri ingin mengelak.

“Apa kalian lupa dengan kenangan indah yang aku berikan?. Apa kalian mau hidup kalian seperti di neraka lagi?.” Hyo Young memandang mereka satu persatu dengan muka setannya.

“Baiklah…” Mereka pasrah saja. Dengan lemas mereka mengambil buku itu.

Hyo Young tersenyum penuh kesenangan.

“Besok buku itu sudah harus ada di mejaku!. Ngerti??.”

“Iya…”

Hyo Young pergi meninggalkan mereka yang lemas dan tidak tau harus berbuat apa.

***

Ah ra akan pulang ketika Kris menghentikan langkahnya. Kris berdiri di depan Ah ra dengan senyum yang sangat lebar. Ah ra hanya menatapnya polos.

“Ini untukmu…” Kris memberikan sebuah bungkusan yang sangat cantik. Ah ra menatapnya binggung.

“Ini apa?”

“Ini mouuse raspberrt yang kau sukai.” Ah ra menerima bungkusan itu. Lalu ia membungkuk singkat pada Kris.

“Gamsahamnida.”

Ah ra berjalan pergi meninggalkan Kris. Kris terus mengikutinya hingga di depan mobil.

“Chakkaman… hmmm…” Kris menghentikan pintu mobil yang akan tertutup.

Ah ra memandangi Kris binggung dari dalam mobil. Lalu ia keluar dan berdiri berhadapan dengan Kris.

“Kenapa?.”

“Ah…Kris imnida. Choi Kris.” Kata Kris malu-malu.

“Kim Ah Aa imnida…” Ah ra membungkuk lago dengan sopan.

“Hmmmm… apa boleh bicara sebentar?.” Ia menatap Ah Ra ragu-ragu.

Ah ra binggung memandang supirnya yang berdiri tegap.

“Hanya sebentar saja.” Kris menyakinkan.

Ah ra mengangguk lalu memandang supirnya.

“Iya, saya akan menunggu di sini agassi.” Supir itu menunduk kepada Ah Ra.

Ah ra dan Kris berjalan ke salah satu bangku di dekat situ. Sebenarnya dari pintu gerbang depan ke bangunan sekolah, ada sebuah jalan besar dan panjang. Di sebelah kiri dan kanan jalan itu terdapat taman yang sangat besar, di penuhi pohon-pohon yang besar dan rindang, juga ada bangku taman di sekitar jalan itu.

Ah ra dan Kris duduk di bangku itu. Namun mereka hanya diam tidak bicara.

“Hmmm…”

“YYYYAAA… AHJUSSI!!.” Hyo Young berteriak memotong pembicaran Kris.

Hyo Young yang hendak pulang tiba-tiba menstop sepedanya. Ia lalu mengacu sepedanya hingga berdiri di depan Kris dan Ahra. Dengan sebelah tangannya ia menarik Ah ra ke sampingnya.

“Ahjussi…jangan berani-beraninya mendekati Ah Ra ya!.” Hyo Young memandang Kris dengan tatapan tajam.

“Memangnya kenapa?. Kau siapa?.” Kris memandang Hyo Young, bingung.

“Aku?. Pacarnya!!.” Hyo Young merangkul Ah ra. Ah ra hanya bisa ternga-nga dan diam saja sambil melihat Hyo Young.

“Apa??.” Kris sangat terkejut memandang Hyo Young.

“Aku ingatkan jangan pernah dekat lagi dengan Ah ra!. Ah ra tidak boleh dekat sama sembarangan orang!. Apalagi yang mukanya penculik seperti ahjussi!. Paham?.” Hyo Young membawa Ah ra meninggalkan Kris yang masih ternga-nga tidak percaya.

“Kenapa?.” Hyo Young melihat Ah ra yang terus memandangnya. Ah ra hanya memasang muka penuh tanya.

“Aku tidak mau kau bergaul dengan sembarang orang. Nanti jantungmu akan kumat lagi.” Hyo Young menjawabnya seperti sudah membaca pertanyaan di hati Ah ra. Ah ra hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

 

@ Hyo Young’s House

“Aku pulang…” Hyo Young memasuki rumahnya. Ia melihat ke sekeliling. Rumahnya sangat bersih dan rapi, tidak seperti biasanya. Ia hanya mengangguk-ngangguk saja.

“Kau sudah pulang?.” Sungmin membalikkan kepalanya melihat Hyo Young. Sungmin sedang duduk di kursi depan TV sambil makan snack dengan santai. Hyo Young menghampirinya.

“Apa dia yang beresin semua ini?.” Hyo Young bertanya pada Sungmin yang sibuk melihat TV.

“Iya, kau pintar juga ya. Aku jadi tidak ada kerja sekarang.” Sungmin tersenyum penuh kesenangan pada adiknya itu.

Hyo Young hanya tersenyum dan mengambil snack di atas meja.

Semenjak hari itu, Hyo Young terus menyuruh Yoon Ha membersihkan rumah. Setiap hari Yoon Ha datang dan membersihkan seluruh rumah, smentara Sungmin dan Hyo Young hanya duduk saja tidak berbuat apa-apa.

***

Esoknya…

@ GoJoong Hakkyo

“Chorong, kau pindah ke depan!.” Hyo Young berdiri di depan Chorong dengan membawa tasnya.

Chorong menatapnya binggung.

“Hah?.”

“Kau duduk di depan!. Di bangkuku!. Aku duduk di sini!.” Hyo Young sudah membanting tasnya di meja Chorong.

Chorong ingin menjawab namun Hyo Young memandanginya dengan muka mengerikan.

“Cepaaat!!!!.”

Dengan pasrah Chorong mengambil tasnya dan duduk di bangku Hyo Young. Baekhyun yang baru datang binggung melihat Chorong duduk di bangkunya dan Hyo Young yang duduk di belakang.

“Kenapa kau duduk di sini?.” Tanya Baekhyun.

“Hyo Young yang menyuruhku.”

Baekhyun menatap Hyo Young di belakangannya. Hyo Young membuang mukanya. Baekhyun hanya mengangkat bahu saja dan duduk di samping Chorong.

***

“Ada apa??.”

Kai binggung memandangi Chorong yang tiba-tiba sudah ada di depannya. Chorong menarik tangan Kai menuju sebuah tempat yang lumayan sepi.

“Belakangan ini sikap Joon berbeda.” Chorong berbicara dengan berbisik.

“Lalu?.”

“Dia marah-marah terus kerjanya.” Chorong memandang Kai penuh ketakutan.

Kai belum nyambung dengan arah pembicaraan Chorong.

“Apa maksudmu.?”

Chorong memandang Kai gemes.

“Aigoo…tentang itu!. Apa Joon sudah tau tentang…”

“Tentang apa?.” Hyo Young tiba-tiba muncul mengangetkan Kai dan Chorong. Ia memandang mereka berdua penuh selidik.

“Apa yang kalian sembunyikan dari ku?.”

“Ah…ah..hahaha…anio…. Kami tidak…tidak menyembunyikan apa-apa kok…” Chorong dan Kai menjawab terbata dan tertawa garing.

“Mencurigakan!. Apa kalian merahasiakan sesuatu?.” Hyo Young masih tidak berhenti bertanya.

Kai dan Chorong tiba-tiba jadi pucat dan ketakutan.

“Tidak Joon!. Tidak…tidak…ada…ada apa-apa kok!.” Mereka masih saja tidak membeitahu.

“Aishhhh!. Semua dynamic gak asik!. Benci!.” Dengan kesal Hyo Young meninggalkan Kai dan Chorong yang masih pucat dan ketakutan.

 

Sepulang sekolah…

 

“Hyo Young…ayo naik!! Kaja…” Baekhyun memandangi Hyo Young.

Hari ini Hyo Young tidak bawa sepedanya karena di pakai oleh Sungmin. Hyo Young memandang Baekhyun kesal. Ia lalu melihat ke segala arah. Ia tersenyum ketika melihat seorang murid laki-laki yang lewat.

“Gak!!. Aku pulang dengan Sehun hari ini!. Ya kan Sehun?.” Hyo Young menarik paksa Sehun.

Sehun memandanginya binggung, namun Hyo Young membalas dengan menatapnya ganas dengan mata yang melotot. Sehun mengangguk.

“Annyeong…”

Hyo Young pergi bersama Sehun naik ke mobil milik Sehun. Yang lain hanya menatap Hyo Young heran.

“Ada apa dengannya?. Apa dia lupa kalau Sehun itu anggota scare?.” Lay memandang semuanya binggung. Yang lainnya hanya mengangkat bahu.

***

Sejak hari itu Hyo Young terus berteman dengan Sehun. Berangkat sekolah bersama dan pulang bersama. Bahkan mereka juga mengobrol seru.

“Ya…Sehun!. Apa kau tau kenapa Baekhyun bisa sepintar itu?.” Hyo Young memandang Sehun dengan muka misterius.

“Tidak. Memang kenapa?.” Sehun penasaran.

“Dulu ibunya Baekhyun sering sekali membawa makanan ke rumahku. Setiap hari bahkan. Tujuannya supaya Baekhyun menjadi anak yang pintar. Yah, seperti sesajen gitu. Jadi dia begtiu, itu semua karenaku.”

“Jadi Baekhyun bukan pintar dari lahir?.” Sehun bertanya polos.

“Tidaak. Dia itu tidak pintar sebenarnya. Karena aku dia bisa pintar. Dan kau tau kenapa aku jadi bodoh?.”

“Hmm…tidak. Memang kenapa?.”

“Karena seluruh kepandaianku sudah aku berikan ke Baekhyun. Makanya aku jadi bodoh dan Baekhyun jadi pintar. Kalau tidak aku yang beri, si Baekhyun tidak akan sepandai ini!.”

“Oh…begitu?. Kalau aku membawa makanan juga ke rumahmu apa aku bisa pandai juga?.” Sehun bertanya dengan muka polosnya.

“Iya…tentu!!.” Hyo Young mengangguk-ngangguk dengan senyuman yang licik.

Sementara, Sehun merasa sangat senang.

“Ya!!. Sehun??. Sedang apa kalian?.” Chanyeol yang tiba-tiba lewat menghentikan langkahnya memandang Hyo Young dan Sehun. Dia lalu menarik Sehun.

“Apa kau lupa??. Kita scare!. Tidak boleh dekat dengan dynamic!.” Chanyeol mengguncang-guncangkan badan Sehun. Sehun hanya menatap Chanyeol polos.

Hyo Young hanya mengangkat bahu dan pergi dengan cuek. Dia melambaikan tangan pada Chanyeol dan Sehun.

Tidak terasa sudah seminggu Hyo Young tidak bicara dengan Baekhyun. Ia juga tidak kembali ke tempat duduknya. Ia sangat kesal dan marah dengan Baekhyun.

“Aku pulang.” Hyo Young membuka sepatunya.

“Yaa… kesini!.” Sungmin memanggilnya ke meja makan.

Hyo Young berjalan ke meja makan. Di meja itu sudah tehidang banyak makanan enak dan mahal yang tidak mungkin mereka sanggup membelinya.

“Temanmu itu mengirimkannya lagi.” Kata Sungmin pada Hyo Young.

“Baguslah!.” Hyo Young duduk di kursi makan. Ia melahap makanan yang enak-enak itu.

“Aku tidak pernah melihat temanmu itu. Kenapa dia setiap hari membawa makanan ke sini?.” Sungmin menatap Hyo Young menyelidik.

“Dia suka padaku!.” Jawab Hyo Young ngasal.

“Haha. Mana ada yang suka denganmu!. Aku tau sekali kau berbohong. Sudahlah makan saja…” Sungmin duduk di depan Hyo Young dan memakan makanan itu.

***

“Hyo Young di panggil ayah.” Sungmin menggedor pintu kamar Hyo Young.

“Ayah?. Kok aneh ya?.” Hyo Young bangkit dari tempat tidurnya dan keluar kamar. Ia berjalan ke ruang tamu. Hyo Young duduk di depan ayahnya. Ia memandangnya dengan binggung. Jarang sekali ayahnya mengumpulkan mereka semua seperti ini.

“Ada apa ayah?.”

“Begini ayah ingin membicarakan tentang Yoon Ha.” Ayah menatap Hyo Young dengan raut wajahnya yang keras. Ayah Hyo Young sangat lah mengerikan. Jika tidak mengenalnya maka akan sangat mengerikan melihat wajahnya. Kalau kalian nanya di dunia ini siapa yang paling di takuti Hyo Young, maka jawabannya adalah ayahnya.

“Yoon ha?. Pacar Han oppa itu?. Kenapa?” Hyo Young menatap ayahnya binggung.

“Ayah tau kau menyuruhnya membersihkan seluruh rumah kan?.”

“Iya…abis aku kesal. Oppa sudah pacaran dengannya selama dua tahun dan tidak memberitauku. Keterlaluan sekali.” Hyo Young terlihat sangat kesal.

“Tapi kau tidak boleh begitu. Dia itu akan jadi kakak iparmu nantinya. Mulai besok dia tidak usah membersihkan rumah lagi!. Semuanya kembali seperti semula. Kau paham?.” Ayah menatap Hyo Young memperingati.

“Paham…” Hyo Young mengangguk dengan pasrah.

***

@ GoJoong Hakkyo

“Joon…nanti kita tanding lagi ya. Hwangjang nyari gara-gara lagi nih.” Lay mengingatkan Hyo Young.

Hyo Young memandanginya acuh.

“Gak!. Aku gak mau ikut!.”

“Kenapa?.” Mereka semua memandang Hyo Young tidak percaya.

“Aku malas!.” Hyo Young berdiri dari kursinya dan meninggalkan mereka.

Mereka henya menatap Hyo Young kesal sekaligus binggung.

 

Keesokan harinya…

 

Chorong, Bomi dan Hayoung.masuk ke kelas dengan wajah yang babak belur. Walau tidak begitu parah, tapi lumayan meninggalkan luka yang cukup merusak wajah mereka. Mereka menatap Hyo Young dengan kesal.

“Ini semua salahmu Joon!.” Chorong duduk di depan Hyo Young dengan muka kesal.

Hyo Young hanya menatap mereka tidak acuh.

“Kan ada Kai dan Lay!.” Jawabnya santai.

“Kalau ada Lay dan Kai kenapa dari dulu kita membutuhkanmu?.” Bomi memengang pipinya yang bengkak.

“Apa yang bisa di andalkan dari mereka?. Belum menendang udah di tendang duluan!. Mereka bawa pasukan yang sangat banyak. Untung ada Luhan. Kalau tidak sudah mati di tempat kami!.” Hayoung menimpali dengan memengang jidatnya yang bengkak.

Kemarin dynamic berkelahi dengan murid-murid sekolah HwangJang tanpa Hyo Young. Namun mereka kalah telak. Biasanya mereka tidak pernah kalah, kini harus menanggung malu. Kalau tidak Luhan yang bertenaga ekstra membantu mereka, mungkin tidak akan lagi melihat mereka pagi ini.

“Aaaaah…sudahlah!!.” Hyo Young tidak mempedulikan mereka.

Mereka menatap Hyo Young dengan binggung. Mereka tidak percaya dengan sikap Hyo Young.

***

Mula-mula berteman dengan Sehun sangat mengasyikkan bagi Hyo Young. Sehun bisa selalu di bodoh-bodohi olehnya. Namun belakangan Hyo Young mulai bosan. Sehun terlalu bodoh untuknya.

Setiap Hyo Young bercerita Sehun malah hanya menjawab dengan polos.

Seperti saat Hyo Young bercerita panjang lebar tentang keluarganya, Sehun hanya bereaksi begini…

“Oohhh…jadi Sungmin itu pernah pacaran dengan Han Kyung dan pisah?.”

“Yaa!!. Sungmin dan Han Kyung itu oppa ku!. Kenapa pacaran sama saudara sendiri?.” Hyo Young mulai naik darah.

“Emang kita lagi ngomongin apa?.”

Hyo Young menarik nafas panjang.

“Haaah…. Terserah kau saja lah!!.” Hyo Young memengangi kepalanya yang pusing. Ia bisa stress kalau lama-lama bersama dengan Sehun.

 

Dan ada juga d saat seperti ini…

“Sehun…antarkan aku ke salon. Rambutku sudah panjang nih.” Hyo Young memegangi rambutnya yang mulai panjang jadi sebahu itu.

Sehun mengangguk.

Tetapi Hyo Young sangat terkejut dengan tempat Sehun berhenti.

“Kantor polisi?. Untuk apa kita ke sini?.” Hyo Young memandangi Sehun binggung.

“Bukankah tadi kau bilang kau mau kekantor polisi?. Mau melapor sesuatu ya?.” Sehun balik bertanya dengan wajah polos.

Hyo Young mengancak-ngacak rambutnya dan mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal seperti orang gila.

***

Esoknya…

@ Hyo Young’s Class

“Aigoo…. Aku tidak mau lagi berteman dengan Sehun!. Gila lama-lama aku!. Mulai hari ini aku kembali jadi Hyo Young teman baik Baekhyun saja!.” Hyo Young marah-marah di depan Baekhyun.

Baekhyun menatapnya binggung.

“Baekhyun…aku kembali lagi jadi temanmu!. Aku tidak bisa lama-lama marah padamu.” Hyo Young memelas dengan tampang angelnya.

“Emang selama ini kau marah padaku?. Kenapa?.” Baekhyun menatap Hyo Young binggung.

“Karena kau mengacuhkan ku bicara!. Kau cuek saja. Menyebalkan sekali!.”

“Ah, jadi karena itu?. Kami babak belur juga karena hal itu?.” Chorong, Bomi, Hayoung, Lay, Kai, dan Luhan yang menguping di belakang menatap Hyo Young dan Baekhyun ganas.

“Hehehe… mianhae… aku gak akan gitu lagi.” Hyo Young menatap mereka dengan memelas.

Mereka hanya geleng-geleng kepala dan mengangguk. Sementara Baekhyun juga mengangguk sambil tersenyum.

Namun tawa riang mereka di usik oleh seorang murid laki-laki yang berteriak ke seluruh kelas.

“YYYYAAAAA…. DIA SUDAH DATANG!.”

Mereka semua menatap laki-laki yang sudah berlalu itu dengan binggung. Bomi langung lari ke luar kelas dengan histeris.

“Ada apa sih?.” Hyo Young memandangi semuanya.

Yang lain hanya ngkat bahu.

Mereka semua keluar kelas. Dan gila saja, di koridor depan sudah penuh dengan murid-murid yang berteriak histeris. Sangat berisik dan memekakkan telinga.

“KYYYYAAAA….!! OH MY GOD!.”

“TIDAK…. KEREN BANGET!.”

“GILA………… DIA KEREN BANGET!!!!. COOOLLLLL!!.”

Hyo Young mengorek kupingnya karena mereka berteriak tepat di samping kupingnya. Ia mencoba melihat apa yang mereka lihat. Kenapa sih begitu histerisnya??

Bahkan Bomi juga sudah bergabung dengan rombongan itu berteriak histeris.

 

To Be Continued

12 pemikiran pada “Kidz Gang (Chapter 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s