Cinnamon

Author: kimjinma3424

Genre: Romance, Fluff, AU

Rating: PG-16

Length: Ficlet
Cast : EXO Kai, Lee Jinshin (OC)

 Author’s Notes: Hihihi. Maybe you can find the typo that I can’t reach it. LOL! Enjoy reading^^

large (1)

This ficlet was inspirated when Sukira on August 13rd, 2013 aired. I found a moment when Baekhyun smelling Kai’s hair so deeply.

 

“Jongin-ah! Kemarilah.” ujar Jinshin sambil menguap menahan kantuk di sofa ruang tamu apartment mereka. Jongin yang sedang mengambil smartphone-nya pun segera menghampiri istrinya.

“Shin-ah, kau merindukanku, eoh?” Jongin mengelus pelan bahu istrinya dan duduk di sebelah Jinshin sambil sesekali memainkan layar smartphonenya. Jinshin dengan tiba-tiba menarik paksa bahu Jongin dan kentara sekali rasa terkejut dari seorang Jongin. “Astaga Shin-ah, kau mau ‘melakukannya’ siang-siang begini, ya?” goda Jongin sambil menyentil dagu lancip istrinya. Jinshin seketika memukul keras bahu suaminya.

“Dasar gila. Tentu saja tidak, sekarang ikuti saja instruksi dariku. Letakkan kepalamu di bahuku.” gumam Jinshin. Jongin hanya menurut dan meletakkan kepalanya asal.

Jinshin mencoba mengatur-atur posisi kepala Jongin di bahunya. Jinshin merasa sedikit pegal pada akhirnya. “Aduh, pegal sekali. Bagaimana, ya?” Jinshin mulai mengatur kembali kepala Jongin agar tertumpu dengan baik di bahunya dan membuatnya menjadi nyaman.

Jongin yang tak tau menau maksud istrinya itu, bergumam. “Kau ini kenapa, Shin-ah?” sambil membiarkan kepalanya terus digerakkan kesana kemari oleh istrinya. “Nah, begini baru pas.”

Seketika Jongin mengernyit dahinya bingung, “Apanya yang pas?” Jinshin pun mulai menciumi rambut Jongin dan mengelusnya. “Jongin-ah, boleh kan kalau aku mengelus kepalaku seperti ini? Aku tidak tahu tapi rambutmu itu sepertinya terlihat nyaman sekali. Boleh kaaan?”

Jongin mengangguk pelan. “Everything for you, baby!” dan ingin segera mendekatkan wajahnya ke wajah Jinshin namun segera dicegat oleh Jinhin. “Kau mau apa? Tetaplah seperti itu, sayang. Jangan gerakan kepalamu.”

Jinshin memilin rambut lembut Jongin dengan jari-jemarinya dan menghirup dalam-dalam aroma kayu manis yang rupanya benar-benar pekat terasa di rambut Jongin. Jinshin benar-benar tidak tahan untuk tidak mencium puncak kepala Jongin. Jinshin benar-benar seperti mendapat sesuatu yang nyaman dan lembut sehingga sangat sulit untuk melepaskannya. Dan aroma kayu manis yang terus menggelitik manis indra penciumannya tanpa henti.

Jongin-ah!” panggil Jinshin menyadarkan Jongin yang tengah asyik membuka social media di smartphone-nya. “Kenapa lagi, sayang?”

“Kau tidak merasa pegal, hm?” tanya Jinshin. Jongin menggeleng. “Tidak.”

“Jangan menggeleng terlalu keras, sayang.”

“Baiklah, kau tidak lelah, Shin-ah?”

Jinshin menggeleng. “Hmm. aku tidak lelah, namun sedikit mengantuk. Aku senang sekali dengan rambutmu. Terasa lembut. Aroma kayu manis ini juga sangat kusukai. Bisakah aku tidur sambil mengelus rambutmu, sayang?”

Why not?” dan tanpa disadari Jongin segera mengangkat kepalanya dari bahu Jinshin dan membawa istrinya menuju kamar dengan bridal style yang tengah mendunia saat ini dan konon merupakan gesture paling romantis yang pernah ada.

Jinshin mendesah pelan di pelukan Jongin. “Ah! Apa yang kau lakukan?”

Jongin meletakkan tubuh Jinshin di atas tempat tidur dan mulai memposisikan dirinya agar Jinshin merasa nyaman. “Nah, seperti ini?”

Jinshin mengangguk dalam-dalam dan segera merengkuh kepala Jongin. “Terimakasih sayang.”

“Sayang, aku ingin memelukmu, boleh?” tanya Jongin sambil mengulurkan tangannya di pinggang istrinya. Jinshin mengangguk. “Yes, you can!”

Jinshin masih terus mengelus-elus rambut Jongin dan menghirup dalam-dalam aroma kayu manis yang rupanya masih lekat di rambut Jongin, terasa sama seperti saat pertama kali Jinshin menghirupnya hari ini. Kayu manis benar-benar telah bertransformasi menjadi aroma kesukaan Jinshin. Jongin pun semakin mempererat pelukannya.

“Sayang..”

“Ya?” jawab Jinshin.

“Kau tahu aku senang bisa bersamamu seperti ini.” ucapan Jongin terdengar sangat tulus dan kentara sekali betapa ia benar-benar tak mau melewatkan saat-saat indah bersama Jinshin seperti ini. Mengingat betapa sibuk pekerjaannya di kantor mengurus dokumen kantor yang menguras tenaga dan pikirannya.

“Bersamamu, segala penat dan lelah yang kurasakan selama di kantor sirna begitu saja. Kau seperti obat penenang yang selalu ada kapanpun aku butuhkan. Hanya dengan melihatmu, aku tenang.”

“Jongin-ah, kau juga sudah seperti hidupku. Segala yang ada di dirimu, aku suka. Aku bahkan tak mengerti mengapa aku begitu suka saat bersamamu serasa jiwaku menjadi terasa lengkap, nyawaku seperti terkumpul semuanya, dan ragaku terasa sempurna. Kau menyempurnakan diriku dan mengisi ruang-ruang kosong diriku. Seperti puzzle, kau datang kepadaku untuk melengkapiku. Seperti sebuah note yang membuat sebuah harmoni menjadi sempurna dan indah. Terimakasih telah membuatku nyaman dengan aroma kayu manis milikmu. Dengan menghirup aroma kayu manismu, aku juga merasa tenang.”

“Aku ingin selamanya memiliki aroma ini. Biarkan aku selamanya memiliki aroma kayu manis ini selama-lamanya ya, sayang?”

Jongin mengangguk sepelan mungkin. “Jangankan aroma itu, seluruh jiwa ragaku ini adalah milikmu, sayang.”

Jinshin memeluk kepala suaminya itu dan tertidur pulas tanpa ia sadari. Selang beberapa menit, Jongin menyadari bahwa istrinya benar-benar telah tertidur. Ia mengubah posisi tubuhnya agar sejajar dengan tubuh Jinshin.

Ia mengelus rambut sebahu milik Jinshin. Ia juga mencoba menghirup aroma rambut Jinshin dan menyeruak aroma jeruk yang sangat manis disana. Seketika mengingatkannya pada Kim Jongdae, adiknya yang telah lama meninggal karena hemofilia yang ia derita.

“Sayang, aku bahkan tak mau kau tertidur. Tetaplah mengelus kepalaku sampai tidak ada yang mampu menghentikannya.” Jongin mendekatkan wajahnya ke wajah Jinshin dan mengecup bibir Jinshin yang manis seperti jeruk juga. Jongin mulai menyadari bahwa Jinshin memancarkan aroma-aroma jeruk dari tubuhnya, aroma buah yang sangat disukai Jongdae.

Jinshin bergerak sedikit membuat Jongin khawatir bahwa ciumannya tadi membangunkan Jinshin.  Jongin mempererat pelukannya kemudian mengecilkan suhu air conditioner di kamarnya.

“Selamat tidur, sayang~ Terimakasih juga atas aroma jerukmu yang memanjakanku.”

-FIN-

 

Wah! It’s not well done! I don’t know why the very very little gesture that have done by Baekhyun to Kai can inspirated me write this failed ficlet. Hahaha 😀 Actually I’m not good on romance fluff like this but I want know your opinion about this ficlet. Let’s colour this ficlet with your comments on the box below. RCL are appriciated here! *bow*

8 pemikiran pada “Cinnamon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s