The Proposal

Tittle : There For You

Author : W.A.P

Cast : Kim Jongdae  and OC

Rating : PG

Genre : Romance

Length : Oneshoot

A.N : Happy Reading!Comment below!!

tumblr_ludrvjHfhZ1r5mywbo1_500

*******

Hyunran sedang duduk santai di atas sofa.Menatap malas langit-langit rumahnya yang dicat berwarna biru langit.

Terlambat lagi ,batinnya.

Benar,ia sedang menunggu seseorang. Kekasihnya selama 2 tahun terakhir ini,Kim Jongdae.Yang berjanji akan menjemputnya tepat pukul 1 siang,sudah terlambat 20 menit penuh.Dan ia sama sekali tidak suka akan hal itu.Dia benci menunggu.

Kemudian terdengar suara klakson mobil yang sepertinya berasal dari depan rumahnya.

Dia datang,pikirnya.Hyunran langsung berjalan kearah pintu dan mendapati kekasihnya sedang berjalan kearahnya.

“Maaf,aku terlambat.”ucap Jongdae.

“Hmm,kau melakukannya.”balas Hyunran datar.

“Aku terjebak macet dijalan.Sekarang kan jam makan siang.”

“Selalu.”Hyunran menjawab lagi.“Mau kemana?”tanyanya.

“Coba tebak!”tantang Jongdae.

“Aku sedang malas berpikir.”jawab Hyunran ketus.

“Yasudah.Ayo!”Jongdae berucap santai kemudian berjalan kearah kemudi mobilnya.

Tanpa mau repot-repot membukakan pintu untuk Hyunran.

Mereka hanya diam sepanjang perjalanan.Biasanya mereka akan bertengkar kecil mengenai hal yang sama sekali tidak penting.Maupun kebodohan-kebodohan lainnya.

“Tumben kau tidak banyak tanya.”ucap Jongdae memecah keheningan.

“Mood-ku sedang tidak bagus,dan kaulah penyebabnya.”Hyunran menjawab jujur.Mood-nya entah kenapa semakin memburuk tiap menitnya.

“Sayang sekali.Padahal mood-ku sedang bagus-bagusnya.”Jongdae mendengus.

Hyunran diam.Dia ingin merenung sejenak,mengenai hubungannya selama 2 tahun ini.

Tidak pernah ada pernyataan cinta,hanya sebatas mengatakan suka dan butuh.Untuk perkataan hanya sebatas itu.

Dan memang mereka seperti itu.Kata cinta itu terasa tabu untuk mereka.Harus memaksudkan sesuatu yang dalam,tak mau terdengar picisan.

Lagipula Kim Jongdae bukanlah tipe pria yang romantis,namun Hyunran suka itu.

*****

“Kita sampai.”Hyunran mulai terbangun.Ternyata ia tertidur untuk beberapa saat.

“Kenapa pandanganku gelap?”ia bergumam.Kepalanya menoleh kesana kemari seperti mencari-cari sesuatu.

“Ng..ada yang salah dengan mataku..”ucapnya sambil mengucek-ucek matanya.

“Apa ini?”tanyanya.

“Kain..”ucap Jongdae.

“Kau mau menculikku?”Hyunran bertanya polos,Jongdae hanya tertawa.

“Apakah tampangku seperti seorang penculik?”tanya Jongdae menggoda.

“Mataku tertutup,aku tidak bisa melihatnya.”

”Kau akan mengetahuinya nanti.”

Kemudian terdengar suara pintu mobil terbuka.
Lalu terdengar lagi.

“Pegang tanganku.”ucap Jongdae sambil mengulurkan tangannya.Hyunran mengulurkan tangannya entah kearah mana.Jongdae menarik tangan Hyunran dan menuntunnya perlahan.

“Hati-hati.”Jongdae menginterupsi.

Mereka berjalan,lumayan jauh dari tempat memarkirkan mobil.Kemudian berhenti di satu tempat.

“Sampai.”Jongdae melepaskan genggamannya.“Apa yang kau dengar?”tanyanya.

“Mm…suaramu dan..”Jongdae tertawa kecil,menertawakan kepolosan Hyunran yang tidak pernah berubah.“..deburan ombak..”sambung Hyunran.Kemudian kain itu terlepas.

Hyunran mengerjap beberapa saat.Membiasakan matanya dengan cahaya yang masuk. Lalu melihat takjub dengan pemandangan yang ada di depannya.

“Pantai..kau mengajakku kepantai?Tumben..”gadis itu mendecak kagum.“Tapi…kenapa sepi sekali?”Hyunran mengerutkan keningnya.

“Jangan bilang kau menyewa pantai ini seharian,itu tidak mungkin,bukan?”tambahnya lagi.
“Mungkin jika aku tidak menemukan pantai ini,aku akan melakukannya.Tapi maaf,tak sesuai dengan yang kau harapkan nona.Pantai ini sama sekali tidak kusewa.Pantai ini memang seperti ini.Tidak terlalu terekspos.”Jongdae menjelaskan.

“Bagaimana kau bisa menemukannya?”tanya Hyunran,masih belum bisa menutupi kekagumannya.

“Seminggu yang lalu aku tersesat di daerah ini dan kemudian menemukannya..”Jongdae tersenyum bangga.“Tunggu sebentar.”ia pergi kembali ke mobil.

Hyunran mengangguk dan kembali menikmati indahnya surga dunia di depan matanya. Sebuah pantai yang indah dan belum terjamah tangan manusia.Airnya yang biru,pasirnya yang putih.Belum ada sampah-sampah yang sampai ketempat ini.Ia tidak tahu ini dimana, yang ia tahu hanyalah ia ditempat ini sekarang dan ia harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin.Kim Jongdae belum tentu mau berbaik hati membawanya kemari lagi atau sekedar memberi tahu.

Ia berjalan di pinggir pantai,bermain dengan ombak.Kemudian duduk menghadap kelaut.

Ia menutup matanya,menikmati angin dan suara ombak yang bermain di sekitarnya.

Ia merasakan sesuatu yang dingin di pipinya.

Ia membuka matanya dan mendapati Jongdae,kekasihnya,sedang memegang 2 buah minuman kaleng.Salah satunya disodorkan kepadanya.Diambilnya minuman itu dan langsung meminumnya.Ia memang merasa haus.

“Kau suka?”tanya Jongdae padanya.

“Mm..sering-seringlah membawaku ketempat seperti ini.Aku juga bosan dengan pemandangan kota yang sumpek itu.Kau juga kan.”Hyuran meneguk minumannya kembali.

Hening.
“Ada yang ingin kau katakan?”tanya Hyunran memecah keheningan.

“Aku tidak tau kau bisa membaca pikiran.”Jongdae tertawa kecil.

“Jika saja disini ada orang lain,dia juga pasti tau bahwa ada yang ingin kau katakan.Raut wajahmu kentara sekali sih.Apa yang ingin kau katakan?”

“Mm..aku bingung harus mulai darimana..”jawab pria itu gusar.Ia mengacak-acak rambutnya.

Hyunran hanya memperhatikan gerak-gerik Jongdae.

“Apa kau pernah jenuh terhadap hubungan ini..”ucap Jongdae serius.Ia menatap lurus kedepan dengan pandangan menerawang.

Alis mata Hyunran bertemu.“Apa maksudmu?”

“Tidak ada.Aku hanya ingin tau jawabanmu.”

Hyunran terlihat berpikir.Jujur,ia tidak pernah jenuh terhadap hubungan ini.Hubungan yang..mungkin tidak seperti hubungan pasangan lain.Dia merasa hubungan mereka seperti sahabat.Tidak ada panggilan sayang untuk satu sama lain.Jongdae tidak membawakannya bunga saat mereka berkencan.Tidak menggenggam tangannya saat mereka berjalan.Tidak membawakannya cokelat di hari Valentine.Tidak mau repot-repot mengirimkannya pesan setiap jam.Hanya panggilan singkat di pagi hari yang membuatnya bangun dan di malam hari sebelum ia tidur.

Namun ia tidak pernah terpikir untuk meninggalkan hubungan ini.Bahkan saat salah satu anggota keluarga mereka menentang hubungan mereka,ia tidak pernah berniat mundur.Karena ia yakin,amat sangat yakin bahwa pria ini adalah orang yang dinantinya selama ini.Orang yang mungkin adalah perhentian terakhirnya.Meskipun kata itu,cinta..tidak pernah terucap dari bibir mereka

Ia yakin pada lelakinya.

“Sama sekali tidak.”Hyunran tersenyum kecil.

“Meskipun hubungan ini hanya seperti ini saja,kau tidak bosan?”tanya Jongdae,mencoba meyakinkan.Gadis itu hanya menggeleng.

“Tapi aku iya..”

DEG

Hyunran menatap pria itu syok.Apa yang Kim Jongdae katakan tadi?

“Apa?”Hyunran terlihat bingung.

“Aku bosan jika seperti ini saja.Sama sekali tidak menarik.”mata Hyunran mulai terlihat berkaca-kaca.“Aku menginkan lebih.Hubungan seperti ini sangat tidak menarik.”Jongdae berucap dengan sangat santai.Sedangkan Hyunran yang duduk disampingnya hanya bisa menundukkan kepalanya,menyembunyikan matanya yang mulai berair.

“..lalu..apa yang akan kau lakukan?”ragu-ragu Hyunran bertanya.Ia merasa belum siap menerima jawaban pria itu.

Jongdae tersenyum dengan mata menerawang.menatap langit yang terlihat cerah.

TES.

Air mata mulai turun di pipi yang mulus itu.

“Aku menginginkan orang lain dalam hubungan ini.Mungkin 2…”ucap Jongdae menggantung.Hyunran hanya memejamkan matanya berharap air matanya mau berhenti mengalir.

“Apa aku saja tidak cukup?”suara Hyunran terdengar getir.Ia sama sekali tidak mau melihat kearah pria itu.Ia merasa tidak sanggup.

“Tentu saja.Jika hanya kita berdua tentu akan membosankan.”dari nada suaranya Jongdae terdengar antusias.Apa dia benar-benar merasa tidak bersalah?

Hyunran tidak tahan lagi.Dia bangkit berdiri dan mulai berjalan meninggalkan Jongdae.

“Hey!Kau mau kemana?”ujar Jongdae.Ia ikut bangkit dan mengejar Hyunran.Menangkap tangan gadis itu agar berhenti.Namun Hyunran menghentakkan tangannya.

“Aku mau pulang!Untuk apa lagi aku disini?!Bukankah kau bilang kau ingin cari yang lain?!Pergi saja sana cari selingkuhan baru!”

“Hey!Apa maksudmu?”Jongdae menaikkan sebelah alisnya.

“Tidak usah pura-pura bodoh!Aku tau apa maksudmu!Kau bahkan tega mengatakannya langsung padaku.Dimana hatimu?!Laki-laki semua sama saja.Brengsek!”Hyunran berbalik.Namun segera ditahan oleh Jongdae.

“Kau tidak boleh pergi sebelum kau memakai ini.”Jongdae menunjukkan sebuah cincin.Membuat Hyunran membelalakkan matanya dengan mulutnya sedikit terbuka.Semakin terlihat gurat marah diwajahnya.

“Kau mencoba menyogokku?!!”Hyunran menunjuk cincin itu.

Jongdae tersenyum geli.“Dengarkan aku dulu.”suaranya melembut.Dia menarik salah satu tangan Hyunran,menyematkan cincin itu dijari manis gadisnya..Kemudian menggenggam tangan gadis itu dengan erat.

“Aku ingin melamarmu.Kenapa kau malah mengira aku ingin selingkuh.”Jongdae mengerucutkan bibirnya dan menatap sedih kearah gadisnya.

Hyunran kembali melebarkan matanya.Jongdae tersenyum lembut.

“Maaf ya membuatmu marah.Aku memang sudah merencanakan ini dan ternyata berhasil.”dia tertawa sebentar.“Kau tau,kau itu lebih dari cukup untukku.Dan maksudku dengan 2 orang lain itu adalah aku ingin mempunyai 2 orang anak denganmu.Satu laki-laki dan satu perempuan.Mereka akan meramaikan rumah kita nanti.Tidakkah menurutmu tinggal berdua sampai tua tanpa ada anak itu membosankan?”

Kemudian Jongdae berlutut.

“Maaf kalau aku kurang sempurna.Mungkin bukan cara lamaran seperti ini yang kau harapkan.Aku mungkin tidak bisa membelikanmu setiap barang-barang di catalog barang bermerk  yang sering kau lihat itu.Kau tau gajiku tidak cukup untuk itu semua.Dan lagi aku tidak bisa menjadi romantis seperti pria lain terhadap kekasih mereka.Menyiapkan makan malam romantis di hotel berbintang.Aku hanya bisa mengajakmu makan makanan murah atau fast food yang bisa membuat berat badanmu bertambah.”gadis itu tertawa mendengar penuturan Jongdae.Dan matanya berkaca-kaca.

“Selamanya adalah waktu yang lama.Tapi aku tidak keberatan untuk meluangkan seluruh waktu hidupku untuk  dihabiskan bersamamu.Kita akan menua bersama.Aku bersedia membantumu untuk menemukan kacamatamu jika kau lupa meletakkannya dimana.Atau memasukkan benang ke lubang jarum saat kau ingin menjahit.Atau merawatmu saat kau sedang jatuh sakit.Dan aku harap kau bersedia melakukan hal yang sama.”

.“Aku mencintaimu.” Jongdae mengembuskan nafasnya pelan.“Maka itu menikahlah denganku.”

Shin Hyunran terdiam,tidak bisa berkata apa-apa.Air mata mengalir dari pelupuk matanya.

“Kenapa kau menangis?Kata-kataku jelek ya?”Hyunran tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya.

“Kau tidak boleh menolakku karena kau sudah memakai cincinnya.Lagipula sekalipun kau menolak aku akan tetap memaksamu.”

Hyunran menghapus air matanya.Tertawa lepas kemudian melompat kearah Jongdae sampai mereka jatuh terguling ke atas pasir.

“Kau tau aku tidak bisa berkata tidak.”ucap Hyunran.

Dan mereka berpelukan sambil berguling-guling diatas pasir pantai.Sesekali mengecup bibir satu sama lain.

THE END

 

A.N :

Karena author masih baru di dunia per-ff-an jadi maaf kalau ff nya kurang memuaskan.Ngomong-ngomong author maul oh dilamar kayak begitu ama Chen XD.

Comment below!!

35 pemikiran pada “The Proposal

Tinggalkan Balasan ke lulu xy23 Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s