Look At Me

Author : peterpanwendy

Tittle : [Drabble] Look at me

Cast : Kim Youngjin (OC)

           Xi Luhan

           Oh Sehun

           Park Hayoon (OC)

PG/rating : t (tsuka-tsuka sayaa)

Look at me

Ini adalah ff kedua yang saya kirim kesini. Makasih banyak buat admin yang rela mengorbankan waktunya untuk mempublish ff gaje ini *bigbow* T^T

WARNING!

FF ini murni buatan saya. Jika kalian menemukan cerita yang serupa, ini ketidaksengajaan. EXO milik Tuhan dan SMENT, ff ini milik saya seorang(?) ff ini pernah aku publish di wp pribadiku peterpanwendy.wordpress.com ^^

Happy reading~

Langkah kakiku terhenti tanpa diaba-aba. Melihatnya tengah duduk di bangku taman sekolah membuatku tersenyum. Perlahan aku berjalan mendekat lalu duduk tepat di sampingnya.

Annyeong, Luhan-ah!” sapaku dengan girang. Dia menatapku sekilas lalu kembali menunduk. Kukerutkan dahiku. Ada apa dengannya? Kenapa wajahnya dan penampilannya sangat berantakan? “Wae geureyo?”

“Harusnya kau tau, Youngjin-ah,” jawabnya pelan. Perlahan senyumanku memudar. Mataku memanas, tanda kristal bening ini mendesak ingin keluar. Aku mengangguk dengan pelan.

Ya, dan harusnya kau tau kalau dia mencintai orang lain.

***

Bel pulang berbunyi dengan nyaring. Akupun memutuskan untuk segera pergi dari sekolah. Entahlah, suasana hatiku benar-benar buruk sejak tadi pagi. Ya, tepatnya sejak kejadian di taman.

Tak sengaja aku melihat Oh Sehun dan Park Hayoon tengah berjalan beriringan menuju perpustakaan.

Sakit. Bukan, bukan hatiku. Aku benar-benar tak tega melihat Luhan sakit hati karena perasaannya pada Hayoon. Kuhembuskan nafasku pelan lalu berjalan menuju gerbang sekolah.

Aku berjalan dengan malas. Mungkin hari ini adalah hari paling buruk yang pernah kualami. Langkahku kembali terhenti ketika sampai di halaman sebuah sekolah dasar. Akupun memutuskan duduk disebuah ayunan.

Aku masih ingat betul ketika kami bertemu disini. Saat itu kami masih kelas enam sekolah dasar dan dia pindahan dari China. Dari sekian yeoja yang ingin menjadi temannya, entah kenapa dia malah memilih berteman denganku.

Aku kembali tersenyum. Itu sudah lima tahun yang lalu. Apa dia masih mengingatnya? Entahlah. Xi Luhan, kenapa dia begitu bodoh? Dari puluhan bahkan ratusan yeoja yang menyukainya, kenapa dia memilih Hayoon yang notabennya adalah kekasih Sehun?

Cinta memang gila, dan kini aku benar-benar percaya.

“Youngjin-ah!” teriak seseorang.

Kutelusuri pandanganku, berusaha mencari si pemilik suara. Badanku refleks berdiri ketika melihat Luhan tengah menatapku dengan tatapan sendunya.

Bahkan dari jarak sejauh ini, aku masih bisa melihat kesedihan di wajahmu. Sebenarnya apa yang yeoja itu lakukan padamu, Xi Luhan? Aku benar-benar tak mengerti.

Perlahan dia mendekat sehingga kami berhadapan. Kini terlihat jelas raut wajah itu. Hatiku sakit melihatnya seperti ini. Dengan sekali hentakan dia memelukku. Pelukan yang begitu erat. Seragamku mulai basah setelahnya.

Sejak lima tahun mengenalnya, ini dua kalinya aku melihatnya menangis. Pertama ketika eommanya meninggal dua tahun lalu dan yang kedua adalah sekarang. Apa posisi yeoja itu begitu berarti dimatamu?

“Aku lelah, Youngjin-ah. Aku tak sanggup,” katanya pelan. Airmataku kembali mendesak untuk keluar dan lagi-lagi aku harus menahannya.

Kau baru menjalaninya satu tahun belakangan, dan kau sudah bilang lelah? Lalu bagaimana denganku yang sudah mencintaimu jauh sebelum dia datang di kehidupanmu? Sekarang mana yang lebih lelah, Luhan-ah?

“Sebenarnya apa yang Sehun berikan padanya? Apa kelebihan Oh Sehun sehingga dia sangat menyayanginya? Apa?! Aku benci dengan semua ini!” lanjutnya dengan nada yang sedikit keras.

Lalu apa kelebihan yeoja itu sehingga kau sangat mencintainya, Xi Luhan? Padahal kau tau dengan jelas kalau dia sudah memiliki lelaki lain. Sekarang apa aku juga harus membencimu?

Perlahan dia melepas pelukannnya. Tatapan kami bertemu. Matanya memerah, keadaannya sungguh sangat kacau. Aku benci ketika melihatnya seperti ini.

“Lalu apa yang harus kulakukan agar dia bisa melihatku? Apa yang harus kulakukan?! Jawab aku, Youngjin-ah!” tanyanya sambil memegang bahuku. Kutatap dia dengan dalam. Kini airmataku benar-benar jatuh.

Seharusnya aku yang menanyakan pertanyaan itu padamu, Xi Luhan.

 

End~

Gimana? Kependekan? Mian, emang aku niatnya bikin segini aja. RCL ditunggu. Kamsa ^^~~

14 pemikiran pada “Look At Me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s