This Love (Chapter 3)

Title                 : This Love (Chapter 3)

Author             : Kim Lizzie

Genre              : Romance, Friendship

Length             : Multi-chapter

Main Cast        : Kim Hyerin (OC)

: Kim Jongin / Kai (EXO-K)

: Xi Luhan (EXO-M)

Other Cast       : Park Chanyeol & Oh Sehun (EXO-K)

: Kim Minseok / Xiumin (EXO-M)

: Choi Minri (OC)

“Oh, kenapa ngga tanya gue aja?”, Tanya Luhan. Hyerin langsung menatap Kai lagi. “Ah… Anu… Soal nya…”, Kata Kai terbata-bata.

“Kenapa?”, Tanya Luhan sambil menatap Kai tajam. “Gue ngga nemu lu kemaren hehe”, kata Kai sambil menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal. “Oh… santai aja kali. Canggung banget hahaha”, Kata Luhan. “Ah… ne hehe”, Kata Kai lagi. Hyerin bingung kenapa Kai harus berbohong?

***

-Pulang sekolah, Rumah Kai-

“Kai… kamu ngapain sih harus bohong sama Luhan?”, Tanya Hyerin saat mereka sedang mengerjakan tugas matematika bersama. “Bohong apa?”, Tanya Kai sambil mengerjakan tugas. “Kamu kenapa ngga bilang kalau kamu belajar sama aku di rumah mu? Kan jadi nya kita bisa belajar bareng sama Luhan juga”, Kata Hyerin, dia berharap sekali bisa belajar bersama Luhan.

Kai langsung tengokkan kepala nya kearah Hyerin “Semua yang gua lakuin tuh pasti ada alasannya. Nggak usah cerewet deh”, Kata Kai. “Apa alasannya?”, Tanya Hyerin. Kai jadi bingung mau menjawab apa. Dia tidak mungkin memberi tahu bahwa Luhan menyukai Hyerin dan Luhan pasti cemburu kalau tau Kai dan Hyerin selalu berlajar bersama.

“Penting bagi mu? Kalau hidup tuh isi yang berguna saja lah, nggak usah dipikirkan yang tidak berguna”, kata Kai sok bijak. “Kamu sendiri isi kehidupan mu sama hal yang ngga penting”, Kata Hyerin. “Maksud mu?”, Tanya Kai sambil mengerutkan alis nya. “Kamu selalu main, tidur, seenaknya saja di sekolah. Menyapa guru saja tidak pernah”, Kata Hyerin.

“Terus? Gua harus nyapa mereka gitu? Kalo mereka mau disapa, ya menyapa lah duluan”, Kata Kai. Hyerin terdiam, Hyerin merasa apa yang dikatakan Kai betul juga. “Sudah, ajarin aku menentukan diagram lingkaran”, Kata Kai. Hyerin langsung mengajari Kai.

“Bagaimana? Ngerti?”, Kata Hyerin lalu tengokkan kepala nya kearah Kai. Kai justru bukan memperhatikan apa yang diajarkan Hyerin, tapi ia memperhatikan wajah Hyerin sambil tersenyum. “Ih, kamu ngga perhatiin aku ya?”, Tanya Hyerin sambil manyunin bibirnya. Kai hanya tersenyum kecil.

Mata mereka bertemu. Jantung mereka sama-sama bekerja tidak seperti biasa nya. Jantung mereka berdetak kencang seperti habis dikejar macan. Kai memfokuskan mata nya ke bibir nya Hyerin. Kai mulai memajukan kepala nya, jantung Hyerin semakin melompat-lompat. Jarak bibir mereka hanya satu senti sekarang. Kai mulai menutup mata nya.

Bibir mereka bertemu. Hanya menempelkan bibir saja sudah membuat jantung mereka ingin keluar dari tempat nya. Kai mulai menggigit-gigit kecil bibir Hyerin dengan bibir nya membuat Hyerin memejamkan mata nya. Kai pun melumat bibir Hyerin. Hyerin ingin mendorong Kai tapi dia merasa nyaman juga dengan apa yang dilakukan Kai.

Entah mengapa, angin dari mana, Hyerin membalas lumatan Kai. Mereka saling melumat dan menikmati momen-momen yang ada(?)

Tiba-tiba Hyerin mendorong Kai. “Ya!! Kau sudah gila?”, Kata Hyerin lalu menampar pipi Kai. “Gila? Bukkannya lu juga bales ciumannya?”, Kata Kai sambil mengeluarkan smirk nya. “A… aku terpaksa!!”, Kata Hyerin mengada-ada.

“Terpaksa? Kayak nya tadi lu nikmatin aja tuh”, Kata Kai sambil tertawa mengejek.

“Sstt! Jangan keras-keras!! Hah… ya sudah lah. Lupakan saja kejadian ini, ayuk lanjut belajar”, Kata Hyerin sambil sedikit salting dan malu.

“Ya ya ya”, mereka langsung melanjutkan belajar walaupun suasana jadi sedikit canggung.

***

-Kamar Hyerin-

“Ah pabo! Kenapa bisa aku membalas ciumannya tadi. Harus nya aku langsung cepat-cepat mendorong dia. Ja… jadi dia first kiss ku dong?”, Kata Hyerin dalam hati sambil memegangi bibir nya. Dddrrtt, suara hp Hyerin yang berbunyi. “Woa Luhan! Hmm, apa aku cerita aja ya ke dia soal ciuman ku dan Kai tadi? Hmm jangan deh nanti malah menyebar ke teman-temannya dan ke satu sekolah. Duh jangan deh”, Kata Hyerin.

From: Luhan

Sore Hyerin… lagi apa? Udah kerjain tugas mat belum?

“Aihh perhatian banget sih ><”, Kata Hyerin sambil melompat-lompat kesenangan di kamar nya.

To: Luhan

Sore juga Luhan ^^ lagi duduk-duduk aja di kamar. Kamu? Aku udah kerjain kok, kamu udah belum?

Sementara Luhan di seberang sana juga senang sekali SMS nya dibalas cepat oleh Hyerin.

Luhan: Aku lagi ngerjain tugas nih… bantuin aku ya hahaha

Hyerin: Ohh baru kerjain? Sip sip hehe

Setelah itu Luhan tidak membalas lagi. Hyerin terus melihat kearah hp nya, menunggu balasan dari Luhan. “Hah… mungkin dia sedang focus mengerjakan tugas”, Kata Hyerin lalu menaruh hp nya di meja belajar dan mau meninggalkan kamar nya. Drrt drrt, mendengar suara hp nya ia langsung berlari lagi ke meja nya dan mengambil hp nya.

“Apa… Luhan menelpon ku? Aduh angkat nggak ya..”, kata Hyerin sambil senyum-senyum. Akhirnya Hyerin memutuskan mengangkat telfon dari Luhan. “Yo…yoboseo”, Kata Hyerin. “Hey, aku boleh tanya tugas mat yang nomor 6 ngga? Aku ngga ngerti nih hehe”, Kata Luhan. Hyerin terus menahan senyum dan tawa nya, ia senang sekali.

“Ah tentu boleh, sebentar ya aku ambil buku ku dulu”, Kata Hyerin. Hyerin langsung membongkar tas nya, tapi ia tidak menemukan buku nya. “Jangan jangan…”, kata Hyerin dalam hati. “Ah Luhan-ssi, buku ku tidak ada di tas, sepertinya ketinggalan deh”, Kata Hyerin kecewa.

“Ha? Ketinggalan di mana? Ya sudah tidak apa-apa, nanti aku tanya yang lain saja hehe”, Kata Luhan.

“Hmm mianhae Luhan aku tidak bisa membantu mu… sepertinya tertinggal di rumah Kai deh”, Kata Hyerin dengan polos nya.

“Mwo? Kai? Kok bisa ketinggalan di sana?”

“Ya, soalnya aku kan belajar bareng sama dia. Kenapa Luhan? Kamu mau ikut belajar bareng?”

“Ah ani… aku hanya terkejut kok Kai tidak pernah cerita kalau kamu pergi ke rumah nya”

“Hyerin~”, Teriak umma Hyerin dari luar kamar nya. “Ah, Luhan eung sudahan dulu ya, aku dipanggil umma ku hehe. Bye ^^”, Kata Hyerin. “Ah ne… Bye, gomawo Hyerin”, Kata Luhan. “Cheonma ^^”, Kata Hyerin lalu menutup telponnya.

“Kai… wae?”, kata Luhan dalam hati lalu menaruh kepala nya di atas meja belajar nya.

***

Malam itu, di Bandara

“Hun, lu beneran pindah?”, Tanya Chanyeol. “Iya, gua beneran pindah ke Jeju”, Kata Sehun. “Yah gua ngga bakal denger suara cadel lu lagi…”, Kata Chanyeol lalu memeluk Sehun. “Pokok nya kalo kalian ke Jeju kabarin gue ya”, Kata Sehun. “Iye, lu juga ya kalo ke Seoul kabarin kita”, Kata Kai. “Thip…”, Kata Sehun mengacungkan jempol lalu ia berjalan menyusul appa & umma nya.

Di sekolah…

Saat istirahat Kai sedang duduk sendiri di kantin sambil minum coca-cola dan bermain dengan hp nya. “Uhh lapar”, Kata Kai. “Tapi malas jalan… hmm”, Kata Kai lagi. Saat ia mendongakkan kepala nya, ia melihat Hyerin. “Ah ini dia…”, Kata kai dengan smirk nya. “Hoi Hyerin”, Kata Kai sedikit teriak.

Hyerin langsung tengokkan kepala nya ke sumber suara. “Sini woi”, Kata Kai sambil melambaikan tangannya. “Apa?”, Tanya Hyerin jutek. “Beliin gua ayam goreng yang pake nasi dong. Nih duit nya”, Kata Kai lalu memberikan uang nya.

“Tidak mau”, Kata Hyerin lalu meninggalkan Kai.

“Kalau lu ngga mau gua sebarin aja rahasia lu”, Kata Kai santai sambil minum coca-cola nya.

“Rahasia apa?”, Tanya Hyerin sambil berjalan kearah kai.

“yang kemaren di rumah gue”

Hyerin berpikir sejenak… Setelah mengingatnya, ia langsung membulatkan mata nya. “Ah iya baik Kai, aku akan belikan. Mana uang nya?”

“Nih uang nya. Dan mulai sekarang panggil gua ‘Tuan’ ok?”

“Mwo? Tidak ma…”

“Ya sudah, siap-siapa saja kejadian kemarin itu…”

“Ya ya tuan!”, Kata Hyerin lalu meninggalkan Kai sambil mendengus kesal.

***

Bel berbunyi tanda sudah masuk kelas lagi. “Ya tugas kemarin tolong ditaro di atas meja. Saya ingin cek tugas kalian”, Kata Victoria seonsaengnim, guru matematika. Hyerin langsung tengokkan kepala nya kearah Kai yang kebetulan duduk nya di paling belakang. “Kai! Kamu bawa buku mat ku tidak?”, Tanya Hyerin kepanikan.

“Buku mat lu? Lah kok tanya gue? Mana gue tau”, Kata Kai. Hyerin langsung membulatkan mata nya dan mengerutkan alis nya. “Hyerin, mana tugas mu?”, Tanya Victoria seonsaengnim yang sudah ada di depan meja Hyerin. “Ah anu… buku saya ketinggalan di rumah Kai. Tapi Kai ngga bawa buku saya. Tapi saya sudah kerjakan seonsaengnim…”, Kata Hyerin gugup.

Semua murid kelas terkejut mendengar bahwa buku Hyerin tertinggal di rumah Kai. Mereka semua berpikir Hyerin pergi ke rumah Kai, tapi untuk apa? “Kai, apa betul itu?”, Tanya Victoria. Kai sebetulnya bingung mau jawab apa. Dia takut ketauan Luhan kalau Hyerin sering pergi ke rumah nya.

“Ah… ne”, Kata Kai. “maafkan aku Luhan…”, Kata Kai dalam hati. “Kalian berdua keluar kelas”, Kata Victoria. “Mwo? Saya juga?”, Kata Hyerin. “Ya, kenapa tugas kamu bisa ketinggalan? Harus nya kau jangan ceroboh”, Kata Victoria. Hyerin hanya mendengus pasrah dan pergi keluar kelas. “Oh keluar kelas. Bagus lah”, Kata kai dengan santai nya lalu pergi keluar kelas.

-Di luar kelas-

“Kau ini santai sekali sih”, Kata Hyerin. “Iya lah. Hidup mah bawa santai aja”, kata Kai. “Tapi santai nya jangan kelewatan juga!”, Kata Hyerin.

“Nggak usah ngatur-ngatur hidup orang”, Kata Kai.

“Ne… mian”, Kata Hyerin sambil menundukkan kepala nya.

“Oh ya, bisa ngga lu tutup mulut kalo lu itu guru les gua? Lu ga usah kasih tau siapa-siapa juga kalo lu sering ke rumah gua”

“Kenapa emang nya?”

“Ya… pokok nya rahasiain aja lah. Awas lu kasih tau orang-orang”

“Iya iya…”, Kata Hyerin sambil kesal dan sedikit tidak mengerti.

“Kantin yuk”, Kata Kai lalu meninggalkan Hyerin.

“Apa? Ini kan bukan jam istirahat…”

“Lalu?”

“Ya kita tidak bisa pergi ke kantin lah”

“Duh, terlalu banyak aturan ya”, kata kai lalu menarik tangan Hyerin.

-Kantin-

“Aduh Kai! Kalau ketahuan guru gimana?”, Tanya Hyerin sambil memasang muka kesal. “ya nggak apa-apa”, Kata Kai santai sambil melihat-lihat minuman yang akan dia minum. “Aku pergi ke kelas saja”, Kata Hyerin sambil meninggalkan Kai, Kai langsung menahan tangan Hyerin.

“Temani bentar kenapa sih”, Kata Kai.

“Aku nggak mau cari masalah”, kata Hyerin sambil mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Kai.

“Tsk, sekali-sekali jadi anak nakal itu juga seru loh”

Hyerin pun terdiam. “Kau ini kan membosankan… hanya bisa mengikuti peraturan-peraturan sekolah. Sekali-sekali melanggarnya juga nggak apa-apa”, kata Kai. “Aku nggak mau! Nanti jadi kebiasaan kayak kamu”, Kata Hyerin. “Ya nggak apa-apa. Kan jadinya ngga ada yang berani sama kamu kan? Hahaha”, Kata Kai.

Hyerin diam lagi, dia tak tau harus jawab apa. “Coca-cola nya dua bu”, Kata Kai sambil mengeluarkan dompet nya.

“Ini coca-cola nya untuk kau”, kata Kai sambil memberikan minuman itu ke Hyerin. “Gomawo…”, kata Hyerin sambil mengambil coca-cola nya lalu meminum nya.

Mereka pun duduk di salah satu kursi di kantin tersebut. Mereka bercerita tentang keluarga mereka masing-masing. Kai pun terkejut ternyata appa Hyerin sudah meninggal, jadi hanya umma nya saja lah yang menjadi tulang punggung, maka dari itu Hyerin menjadi guru les Kai agar mendapat uang tambahan untuk membantu ibu nya.

Semenjak Kai mengetahui hal itu ia merasa iba dan ingin memerhatikan ajaran Hyerin agar apa yang dilakukan Hyerin tidak sia-sia. Hyerin juga terkejut ternyata ayah dan ibu Kai adalah seorang dokter, menurut Hyerin orang tua Kai pasti disiplin maka dari itu mereka bisa sukses, tetapi mengapa anak nya tidak ya?

“Kai, kenapa kamu nggak disiplin dan sepintar orang tua kamu?”, Tanya Hyerin. Kai menghela nafas sebelum menjawab. “Ya… gua dari kecil ngga boleh main sama temen-temen. Ya lu tau lah kalo masih kecil kan pasti bawaannya mau main. Maksud gue selesai gue main ya pasti gue  belajar, tapi orang tua gua tetep mau nya abis pulang sekolah, gue harus makan, tidur siang, bangun, mandi, belajar dua jam, nonton bentar, makan malem, belajar lagi sampe gua disuruh tidur. Dari SD aja gue udah stress. Gua mulai nakal ya pas SMP, udah nggak betah hidup kayak gitu. Toh hasilnya nilai gue juga tetep jelek”, Jelas Kai panjang lebar.

“Ya… Kalau belajar berlebihan juga nggak baik, pokok nya semua yang berlebihan itu nggak baik”, Kata Hyerin. “Emang. Anak sekecil lu aja bisa mikir kayak gitu, masa orang tua gua ga bisa. Goblo…”

“Sstt, Kai… jangan bilang kayak gitu ah”, Kata Hyerin.

-Pulang sekolah-

Hari itu Hyerin tidak ada jadwal untuk mengajar Kai jadi dia pulang ke rumah seperti biasa. Saat itu pukul 17.30 ia pulang telat karena menemani Minri remedial. Ia melewati jalan yang sepi. Tetapi ia merasa ada yang mengikuti nya. Hyerin langsung berlari. Tiba-tiba ada yang membekap mulut nya dari belakang.

Hyerin berusaha menyingkirkan tangan itu dari bibir nya tetapi tidak bisa. Ia pun menginjak kaki orang tersebut sehingga bekapan itu terlepas, ia pun langsung berlari.

Bruukk! Hyerin tertabrak seseorang dan terjatuh. Orang yang ditabrak Hyerin menghampiri nya. “Hyerin? Kamu nggak apa-apa? Maaf ya tadi aku nggak hati-hati”, Kata orang itu. Hyerin masih tersungkur kesakitan. “Ka.. kamu bisa tolong aku nggak? Aku dikejar orang jahat”, Kata Hyerin sambil mengatur nafas nya dan kepala nya masih menunduk, menahan rasa sakit.

“Ya sudah ayo kita pergi dari sini”, kata orang itu. Saat orang itu ingin membantu Hyerin berdiri, orang-orang jahat itu langsung mengitari orang itu dan Hyerin. Beberapa preman tersebut menarik Hyerin secara paksa. “Jangan pegang dia! Kalian mau nya apa?”, Kata orang itu kepada preman-preman itu.

“Bukan urusan lu bocah! Pokok nya kita mau apa yang dia punya… apa pun itu hahaha”, kata preman-preman itu sambil tertawa jahat lalu membekap mulut Hyerin sampai akhirnya dia pingsan. Lelaki itu langsung memukul salah satu dari penjahat itu. Semua penjahat itu langsung maju menyerang lelaki itu, tapi lelaki itu bisa melindungi diri nya dan menghajar semua penjahat itu.

Sampai akhirnya seorang polisi melihat kejadian itu dan menolong lelaki itu. Semua penjahat itu pun ditangkap oleh polisi tersebut. Lelaki itu pun menggendong Hyerin ke rumah nya.

Di perjalanan, lelaki itu dihadang sebuah mobil. “Luhan? Lu ngapain? Siapa tuh yang lu gendong?”, Kata pemilik mobil tersebut. “Kai? Ah, ini Hyerin. Dia tadi…”, “Hyerin?! Udah Han, sini lu naik mobil gue aja”, Kata Kai. Luhan pun naik ke mobil Kai sementara Hyerin ditaruh di kursi belakang mobil.

-Rumah Kai-

“Duh Kai, udah malam nih. Gue pulang dulu ya. Gue titip Hyerin di sini”, Kata Luhan. “Iya iya selo aja”, kata Kai lalu Luhan pun meninggalkan Kai dan Hyerin.

Kai menatap Hyerin yang sedang berbaring di ranjang Kai. Lalu Kai mengelus rambut Hyerin sambil tersenyum. Sambil menunggu Hyerin terbangun, Kai pun menyalakan computer nya dan mulai bermain game kesukaannya.

Tidak berapa lama Hyerin pun membuka mata nya. Ia merasa asing dengan apa yang ia lihat, ia merasa ia belum pernah ke tempat ini, ia pun duduk. Kai langsung tengokkan kepala nya ke ranjang nya. “Hyerin? Udah sadar lu?”, Tanya kai. Kai langsung menghampiri nya dan duduk di sebelahnya.

“Kai…”, Hyerin langsung memeluk Kai. “Gomawo sudah menolong ku, ku pikir aku ada di rumah penjahat itu”, Kata Hyerin sambil memeluk Kai erat. Kai pun merasa bingung. “Ah Hyerin…”, “Gomawo Kai…”, Kata Hyerin lagi sambil tersenyum. Kai hanya diam saja. “Ya sudah, aku pulang dulu ya. Makasih Kai”, Kata Hyerin sambil tersenyum.

“Ah, gua antar ya?”, Tanya Kai. “Nggak usah. Aku nggak mau repotin kamu banyak. Gomawo”, Kata Hyerin lalu meninggalkan Kai. Kai hanya terdiam dan mencerna semua kata-kata Hyerin.

TBC—

Hehe, maaf ya kalo  Kai yang ngomong bahasanya ngga baku, soalnya disitu ceritanya dia anak nya selengean gitu hahaha. Jadi maklum aja ya ^^ comment yo, don’t be silent, readers!! ^^b

Iklan

4 pemikiran pada “This Love (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s