You’re My (Chapter 3)

Author : flwr29

Title : You’re My [Part 3—END]

Cast:

  • -Kim Seri (OC)
  • -Park Chanyeol
  • -Oh Sehum
  • and others can you find by your self..

Genre : Romance

Rating : G/PG13

Length : Chaptered

You're My

**********************

Huaaa! Seneng banget udah nyampe sini.. akhirnya selesai! Yuhuuu~ Lanjut aja deh, ya sebelum jadi gila kayak ane^^ HAPPY READING.

Tidak diperuntukkan kepada SIDERS, PLAGIATOR, dan sejenisnya!

*************************

-Seri POV-

Aku kembali melihat bayanganku di cermin. Aku tertawa membayangkan ternyata aku cantik juga kalau memakai dress seperti ini. Dress berwarna pink selutut yang tidak terlalu ramai dengan pernak-perniknya. Sepertinya aku harus berhenti tertawa karena sudah setengah penghuni ruangan ini menatapku.

********************

Hari ini pentas seni sekolah akan diadakan. Ya aku menjadi salah satu pengisi acaranya. Aku akan bernyanyi untuk closingnya. Sekarang aku sedang menunggu panggilanku untuk bernyanyi yang aku sendiri tahu, ini masih lama. Lebih baik menonton mereka dari depan, bukan? Tapi aku hanya bisa menonton dari belakang panggung. Menyedihkan sekali.

“Hey.. sudah siap, rupanya?” Sentuhan lembut mengenai pundakku, sedikit membuatku terkejut.. ya. Oh Sehun membuatku terkejut.

“Oh.. ne.” Jawabku.

“Kau tampak seperti anak kecil. Lucu sekali!”

Ya! Suho oppa! Jangan mencubitku seperti ini.” Teriakku mengetahui kakakku itu mencubit pipiku.

“Aku setuju!” Ujar Sehun. “Kau cantik, kok.” Ucap Sehun lagi sambil merangkulku.

Ya! Kau tak boleh merangkulnya seperti itu! Dia adikku! Kau harus meminta izin dariku!” Suho oppa menyelip diantara aku dan Sehun yang sedang ada acara ‘rangkul-merangkul’.

Mwoya?” Sehun memprotes seorang Suho oppa. Sangat lucu saat dia membulatkan matanya seperti itu.

“Kau apa-apaan sih..” Ledekku pada Suho oppa.

Ne! Aku tak mau kau menjadi adik iparku, Sehun-ah.” Ucap Suho oppa. Aku tak tahu ini merupakan candaan atau memang kenyataannya seperti itu, aku tak mau menyakiti Sehun. Sehun terdiam sesaat, aku tahu dia memikirkan kata-kata Suho oppa dengan kenyataannya.

“Hahaha! Kalian berdua bicara apa? Hidup kita masih panjang, bukan? Haha.” Aku tertawa palsu.

“Suho hyung benar. Aku tidak akan menjadi adik iparmu, hyung. Tenang saja.” Jawab Sehun sambil menundukkan kepalanya dengan suara yang.. ada apa dia? “Aku ambil minum dulu. Mau kuambilkan?” Lanjutnya.

“Aku, satu.” Ucap Suho oppa sambil tersenyum pada Sehun. Sehun mengangguk lalu pergi.

Sehun-ah, aku berharap kau tak menganggap serius perkataan Suho oppa yang mungkin menyakiti hatimu. Maafkan aku.

*************************

Neon machi chagaun machine

Neoneun ma, ma, ma, ma, ma, machine

Neoneun ma, ma, ma, ma, ma, machine

Kalgachi areumdaun yeosin

Neoneun ma, ma, ma, ma, ma, machine

Neoneun ma, ma, ma, ma, ma, machine…

Aku menutup telingaku rapat-rapat karena suara teriakan dari penonton yang menggila melihat penampilan grup EXO dari sekolah, yang ternyata grupnya kakakku sendiri. Yah~ kuakui penampilan mereka memang sangat membanggakan ya. Anggotanya juga tampan-tampan.. haha, biacara apa aku ini.

Selesai sudah penampilan memukau EXO tadi. kulihat daftar pengisi acara pentas seni malam ini. Hmm.. selanjutnya Jessica dan Krystal. Yah, mereka cocok menjadi couple saat menyanyi seperti ini. Anggota EXO mulai turun satu-persatu dari panggung, juga Jessica dan Krystal yang bersiap untuk menaiki panggung. Aku tersenyum pada Suho oppa yang merupakan leader grup ini, memberi tos pada Sehun atas kerjanya, dan.. rasa sakit itu datang lagi. Melihat Krystal dan Chanyeol yang turun terakhir setelah anggota yang kuketahui bernama Baekhyun itu, mereka saling memberi tos. Chanyeol berlalu darinya dan memberi senyum padaku.

“Kau dengar teriakan mereka? Kau harus bernyanyi sepertiku jika ingin mendengar teriakan riuh mereka.” Ucap Chanyeol padaku.

Jinjja?” Aku tertawa mendengarnya. Basa-basi belaka.

“Tentu saja! Apa ada tampang berbohong diwajahku ini, hm?” Chanyeol mendekatkan wajahnya padaku, membuat jaraknya denganku semakin sempit. “Mwo? Wajahmu lucu sekali!” Teriaknya.

Mwoya! Kau mengerjaiku.” Ucapku sambil memasang wajah jengkelku.

Aniya. Kau cantik.” Jawabnya. Aku hanya bisa menyimpan rasa bahagia saat ia berkata seperti itu, sendirian.

Gomawo.” Ucapku sebelum dia berlalu.

*******************

Butterfly! Ja ije alasseo

Wae neul aswiwo hago ttaelon miwo haeneun jileul

Neol saranghaessdeon geoya

Deo isang gamchul su eobseo geu maleul jeonhaejwo butterfly

Suara mereka bagus, ya. Aku tak menyangka Jessica mempunyai suara yang tak terkalahkan seperti itu. Juga Krystal yang mempunyai suara yang lembut. Mungkin Chanyeol dan Krystal cocok untuk berduet dan menambah rasa cemburu padaku. Aku akan sangat berterima kasih jika itu benar-benar terjadi.

“Siap-siap!” Ucap seorang panitia pentas seni yang mengejutkanku.

Ne.” Aku tersenyum membalasnya.

Figthing!” Serunya membuatku semangat. Baiklah sepertinya aku harus bersiap. Kali ini giliranku sekalian menutup pentas seni yang—semoga—berjalan dengan baik ini.

***********************

Aku berjalan maju menuju kursi yang tersedia tepat ditengah panggung, sukses menambah degupan kencang jantungku karena grogi. Aku berhasi mencapai kursi itu dan..

Hello yeogin icheon shibi nyeon iweol
Aju chuun gyeouriya
Where are you eolmana gakkai wa inni
Geu torok weonhadeon kkume

Yeogi nan ajik neomeo jigo tto ulgo
Dashigo jichyeoseo
Ireoseol himjocha eopseo
Geu chiman neon nal bogo utgetji

Hello to myself
Hello to myself
Ulji mallago nal wirohae jullae
Hello to myself
Hello to myself
Halsu ittago neo malhae jullae
Hello hello uljima~
Hello hello ireona

How are you eotteoni kkumeul irun daneun geon
Jeongmal kkoji beodo apeuji anhni
Eojjeomyeon ijen negen pyeongbeomhan ilsangira
Ttaron jigyeomni

Hokshi neodo werobgo jichimyeon
Yeogi kkumkkudeon nal gieokhae jullae~

Hello to myself
Hello to myself
Yeogi nal saenggak hamyeo useo jullae
Hello to myself
Hello to myself
Gaseum beokchage haengbokhae jullae
Hello hello useobwa~
Hello hello geureohke

Hello to myself
Hello to myself
Yeogi nal saenggakhamyeo useo jullae
Hello to myself
Hello to myself
Kkumkkudeon nal itjimara jullae

Hello
Yeogin icheon shibi nyeon iweol
Aju chuun gyeouriya

Aku membuka mataku, setelah beberapa detik menutupnya? Tidak ada tepuk tangan.. sama sekali? Tidak ada sambutan riuh setelah aku menyanyi seperti saat pertma kali aku dikelas menyanyi? Bahkan aku lebih buruk dari pertama kali? Aish~ Aku malu sekali mengetahui penampilan yang sangat jelek ini dimata penonton yang notabenenya teman-teman sekolahku. Paboya, Seri-ya!

Oh my god! Aku terkejut mendengar tepuk tangan para penonton setelah aku memasang wajah cengo’ku (?) Aku tersenyum pada mereka semua, sesekali melambaikan tanganku. Tirai didepanku tertutup menandakan bahwa pentas seni telah selesai.

*******************

-Author POV-

“Kau sudah mendapat tiketnya? Kau tidak lupa padaku juga, kan?” Tanya Suho pada Seri. Seri hanya mengangguk dan merogoh sesuatu didalam tas selempangnya lalu dengan segera dikasih ke Suho.

Gomawo!” Seru Suho sambil mengangkat benda itu tinggi-tinggi. Sebuah tiket penerbangan ke California. Seri tersenyum.

Tidak seperti pagi-pagi yang lalu dimana Seri selalu bersama dengan Chanyeol hingga membuat beberapa anak sekolah itu cemburu pada mereka berdua yang bisa dibilang sangat akrab. Pagi ini Seri berpikir tidak lagi mendekati Chanyeol yang sudah jelas ‘punya’ Krystal—intinya—dia takut dibilang perusak hubungan orang, juga memang tidak seharusnya dia menyukai sosok itu. Sebenarnya bisa saja dia tetap menjadi teman Chanyeol sambil menghilangkan rasa sukanya itu, tapi dia tidak bisa, mengingat kalau dia selalu bersama Chanyeol akan menambah rasa sukanya itu.

“Seri-ya.. kau melamun?” Tanya sang kakak yang memergoki adiknya itu tengah melamun.

Mwo? Aniya.” Jawab Seri sambil tersenyum.

“Kau tidak bisa berbohong padaku. Biasanya seorang kakak atau adik sekalipun tahu perasaan saudaranya sendiri. Walaupun aku sempat beberapa tahun tidak bersamamu, tidak setinggal denganmu, aku tetap tahu sedaritadi kau melamun!” Seru Suho panjang lebar.

“Bahkan kau tidak bisa menghilangkan sifat cerewetmu.” Jawab Seri.

Mmwo? Ya! Jangan mengalihkan pembicaraan!” Ujar Suho sedikit kesal.

Ne? Aku tak mengalihkan, oppa.” Ucap Seri sambil menahan tawaannya.

“Kau tidak bisa berbohong dengan baik, Seri-ya. Dan jangan tertawa seperti itu, kau tahu aku tak suka.” Ucap Suho sambil melipat kedua tangannya didadanya.

“Aku tidak bisa berbohong dengan baik karena aku tidak mau jadi pembohong sepertimu, oppa! Itu benar. Aku ingat saat kecil kau berbohong pada eomma.. kau bilang akan mengerjakan pr-mu bersama temanmu, tetapi kau malah berkencan bersama Taeyeon eonnie ditaman. Hahaha lucu sekali!” Kali ini Seri tak bisa menahan tawanya. Dia tertawa sedikit keras hampir ia tersedak sampai membuat orang-orang disekitarnya melihatnya.

Mwoya? Aku tak berbohong! Setelah itu aku mengerjakan pr bersamanya.. ya.” Jawab Suho. “Kau yang berbohong! Kau berbohong padaku! Aku tahu. Kau sedang melamunkan Chanyeol, kan? Move on itu perlu Seri-ya.” Lanjut Suho tak mau kalah. Dia tertawa sampai terbahak-bahak, entah sebenarnya apa yang ia tertawakan.

“Tidak lucu.” Komentar Seri membuat pria itu langsung memberhentikan tertawaannya. Dia tahu, jika Seri bersikap begitu, dia tahu harus bersikap bagaimana. Ya.. Seri juga berpikir hal yang sama dengan kakaknya itu. Move on memang yang ia perlukan saat ini.

Ya! Aku mendengar namaku dipanggil.. benarkah? Apa yang kalian bicarakan? Seru sekali.. ya?” Tiba-tiba Chanyeol datang dan segera merangkul pundak Seri dan duduk disampingnya.

Mengetahui sosok itu, Seri melepaskan rangkulan Chanyeol padanya. Chanyeol sedikit heran mengapa dengan Seri hari ini. Dimulai pagi ini, tidak biasanya Seri berangkat ke kelasnya tanpa dirinya. Seri juga jarang terlihat bersama Suho yang notabene teman Chanyeol. Bukankah biasanya jika tidak bersamanya, Seri pasti bersama Sehun? Aneh, pikir Chanyeol. Sepertinya dia juga berpikir dia mencemburui Seri dan Suho. Uhh, banyak sekali sainganku! Batin Chanyeol.

Sempat ditatapnya Seri sebentar, namun Seri hanya tersenyum simpul padanya. “Ne? Bukankah kalian membicarakanku tadi? Aku mendengarnya. Apa yang kalian bicarakan? Bukan hal yang jelek, kan?” Ujar Chanyeol tak sabar sambil menatap Suho yang ada dihadapannya.

Seri sempat menatap Suho yang kebingungan untuk menjawab apa. Suho mengerti tatapan adiknya itu.

Aaniya! Kami sedang membicarakan Eun Gyeol di drama korea yang terkenal, To The Beautiful You. Dia harus move on.. benar. Ya, kan, Seri-ya?” Jawab Suho cepat.

Jinjja? Kukira kalian membicarakan diriku?” Ucap Chanyeol.

“Hahaha. Kau pikir aku akan mengatakan kebenarnya bahwa kita sedang membicarakan Seri yang sedang mencoba move on darimu? Tentu saja tidak!” Seru Suho sambil tertawa lepas. “Ups! Kau tahu, kan, aku tak bermaksud….” Lanjut Suho terlebih pada adiknya.

Move on dariku?” Tanya Chanyeol sambil menatap Suho serta Seri dengan bergantian dengan tatapan bingungnya.

Great job, Suho-ya!” Ucap Seri datar sambil bertepuk tangan.

“Jangan bilang kau… menyukaiku?” Tanya Chanyeol pada Seri.

Seri menghela napasnya panjang. Menatap tajam Suho yang sedaritadi hanya tersenyum meminta ampunan dari adiknya itu karena telah seenaknnya keceplosan, lalu menatap Chanyeol dengan senyumnya.

“Aku tidak bilang.” Jawab Seri sambil tersenyum pada Chanyeol. “Dan kau, Suho oppa! Aku tak suka kau seperti itu!” Lanjut Seri sambil menunjuk-nunjuk Suho lalu berlalu dari mereka sesaat setelah dia kembali menyeruput orange juice yang tadi dipesannya.

Sementara mereka yang ditinggalkan hanya berdiam diri dan saling tatap, mencari jawaban dari semua yang telah terjadi. Risih ditatap terus-terusan, akhirnya Suho lebih dulu memulai pembicaraan baru.

Wae? Aku tidak tahu. Jangan tanya aku!” Ucap Suho kemudian berlalu dari Chanyeol. Dia berbohong. Jelas-jelas Suho tahu semuanya.

“Hey, aku kan belum bertanya!” Teriak Chanyeol.

“Aku terlalu sering bertemu denganmu! Aku bosan!” Balas Suho yang dalam sekejap sudah menghilang dari pandangan Chanyeol.

Aish~ Selalu saja begitu! Aku mau pergi!” Ucap Chanyeol sendiri sambil menyeruput orange juice dihadapannya yang ia tahu bekas Seri. Bodo amat lah, yang penting minum, pikir Chanyeol. #mungkinchanyeolhaus #plakk #tabokauthor

*********************

-Seri POV-

Akhirnya selesai! Semua sudah dimasukkan, aku bisa istirahat. Besok tinggal berangkat. Ya, besok aku dan Suho oppa yang merupakan kakakku yang jarang sekali mengunjungi orangtuaku ke California, akan menjenguk eommaku yang ternyata sedang sakit di California. Aku hanya bisa berada disana kurang lebih dua hari, karena akan ada test pelajaran menyanyi keesokannya. Sedangkan Suho oppa bisa izin untuk satu minggu lamanya! Huh, padahal aku ingin bersama mereka lebih lama di California. Padahal aku juga lebih dekat dengan eomma daripada Suho oppa, tapi mereka malah menyuruhku untuk segera kembali dengan cepat ke Korea atau tidak usah mengunjungi mereka sekalipun. Menyebalkan. Iya, iya, aku tahu, aku tak boleh egois, kan?

“Sudah kau bereskan semua?” Seseorang mengejutkanku dari belakang memegang lenganku.

“Oh… ne.” Jawabku tersenyum. Dia hanya seorang Jessica.

“Oh baguslah. Aku jadi tidak jadi repot-repot membantumu.” Ujar Jessica sambil terkekeh.

“Tumben sekali kau berniat membantuku. Wae? Apa ada hubungannya dengan Suho oppa?” Tanyaku. Aku tahu dan mengenali Jessica.

“Cepat sekali kau menebak. Aku baru saja membantunya memasak dibawah.” Jawabnya sambil tertawa lalu duduk ditepi kasur tempat tidurku. “Aku menyesali dirimu sebagai adiknya Suho!” Lanjutnya sambil menatapku sinis.

Mwo?” Aku terkejut. “Jadi kau sudah tahu? Aku benar kan.” Lanjutku sambil tertawa.

“Ya, ya… kau menang.” Ucap Jessica.

“Lalu?”

“Hahh, otakmu lambat sekali Seri-ya! Kau, sebagai adiknya, teman sekelasku, calon adik iparku, harus membantuku mendapatkannya~” Ucapnya lagi sambil memikirkan masa depannya bersama kakakku. Terlihat di awan-awan mimpi yang tiba-tiba muncul diatas kepalanya.

Shireo! Kau harus berusaha. Fighting!” Ucapku lalu berlalu darinya.

“Seri-ya! Akan kurebus kau!!!” Aku mendengar teriakan kesalnya padaku. Aku tertawa mendengarnya. Lucu sekali dia.

******************

-Chanyeol POV-

Hahh, awas saja kalau Seri sudah mendahuluiku pergi ke ke kelas tanpa berangkat bersama denganku! Tidak mungkin sepagi ini dia sudah berangkat ke kelas. Toh, tidak ada kelas pagi ini.

Aku sedikit heran pada Seri yang akhir-akhir ini terlihat seperti menjauh dariku. Uh, aku merasa kehilangan. Hey, kalian yang membaca ini! Apa kalian tahu alasan kenapa Seri menjauh dariku? Atau hanya perasaanku saja?

Baiklah, aku sudah siap untuk menanyakan alasannya pada Seri pagi ini! Hanya empat mata! Kalian—readers—tidak boleh ikut!

“Sehun-ah!” Teriakku pada sahabatku yang kebetulan sejalan di lorong denganku.

“Pagi sekali.” Ucapnya.

“Kau tidak biasanya memperhatikanku, Sehun-ah.” Jawabku sambil tertawa ringan.

“Ya terserahlah. Tapi tadi Baekhyun memintamu untu menunggunya di ruang latihan.” Ucap Sehun, membuat langkah kakiku terhenti.

Mwo? Untuk apa? Dimana dia sekarang?” Tanyak sambil celingak-celinguk.

“Kau tunggu sajalah sendiri! Jika kau tak menunggunya, kau akan mendapat masalah besar dari raja eyeliner itu!” Ucap Sehun lagi lau berlalu. Uh, aku hampir saja tertawa keras. Raja eyeliner? Jadi itu julukan baru untuk Baekhyun? Cocok sekali.

Aku mengangguk lalu pergi menuju sofa yang terdapat ditengah ruang latihan kami, lengkap dengan meja yang sedikit panjang yang mungkin sangat berguna untuk pemakai ruangan ini. Karena aku bosan, aku mengambil sesuatu yang terlihat seperti sebuah buku yang terletak begitu saja disudut meja. Sedikit bacaan bisa saja mempercepat waktu.

Aku mulai membuka buku itu perlahan. Kosong yang kujumpai dihalaman pertama. Halaman kedua, tulisan mengenai pemilik buku ini. Sehun mempunyai buku diary yang selalu ditulisnya setiap hari? Omo! Dia seperti perempuan saja! Tak apa kan, jika aku baca sedikit saja…

February 13th

Besok Valentine? Tidak penting! Jangan kaget ya jika aku berkata seperti itu.. toh, itu memang kenyataanya. Valentine tidak penting disaat-saat seperti ini. Disaat dia mulai datang mewarnai hariku.. haha~

Besok adalah hari yang paling penting dibanding dengan hari kasih sayang, Valentine. ‘dia’ menyetujuinya! Aku akan berkencan seharian dengannya, besok! Eum.. sebenarnya aku tak yakin jika dia menyebutnya ‘kencan’.

Uhh, aku tidak sabar untuk besok! Cepatlah datang… kalian tahu? Aku tak mau kalian tahu betul tentangnya, si pencuri hatiku itu. Karena jika kalian tahu lalu mengenalnya, aku bisa pastikan dia tak akan berada dekat sisiku lagi—karena terlalu sibuk dengan merespon sikap kegilaan kalian. Tidak, aku hanya bercanda. Tapi aku serius, jika kalian mulai mengenalnya aku jamin kalian tidak ingin berjauhan lagi dengannya.

Yeoja itu… benar-benar membuatku tak berkedip jika melihatnya.

Aku benar-benar ingin memilikimu.

Aku harap dia akan ‘menerima-ku’ besok. Aku akan menyatakan perasaanku. Aku sudah menyiapkan sejak lama~

Seri-ya… ternyata kau gadis yang beruntung karena kau akan mendapatkanku ^^

Dia bilang apa? Aku menyipitkan mataku untuk kembali melihat nama yeoja beruntung itu. Aku tidak mungkin salah! Seorang Oh Sehun yang terkenal dengan pendiamnya.. dia menyukai Seri.

Tidak. Aku tidak memikirkan tentang hal lain. Aku hanya… Aku dan Sehun, sahabat dekatku, kami menyukai gadis yang sama? Apa aku masih bisa berharap masih banyak nama Seri didunia ini, serta bukan Seriku? Tidak bisa. Aku ingat betul saat aku diam-diam mematai acar kencan-berkencan mereka dihari Valentine.

 

Februaru 14th~

Ah! Aku malah membacanya! Pasti semua tentang kencan mereka. Jadi langsung saja ke halaman berikutnya. Hmm, dia tidak menulis untuk beberapa hari.. kenapa?

February 17th~

Menyebalkan.. pasti. Apalagi yang bisa kuperbuat setelah ini, selebihnya untukku, untuk masa depanku? Aku tak bisa melakukan apapun selain merelakannya. Merelakan seseorang yang sangat kupastikan, aku menyayanginya. Ya.. sangat.

Pengecut. Begitu, kalian menyebutku? Mungkin memang ada benarnya. Aku setuju dengan kalian! Aku hanya seorang pengecut yang selalu tersenyum untuknya. Aku hanya seorang pengecut yang selalu bersikap biasa-biasa saja dihadapannya tanpa memikirkan yang ‘lalu’ diantara kami—yang tak ada apa-apanya, tidak special.

HAHA~ Itulah aku. Aku terlalu pengecut untuk merebutnya. Aku terlalu pengecut untuk tidak lebih bersemangat untuk merebutnya. Aku terlalu pengecut untuk kalah.. kalah dari seseorang yang lebih berarti dihidupnya. Aku terlalu pengecut untuk tidak lagi-lagi memintanya.. menjadi milikku sebagai masa depanku. Aku terlalu pengecut.. kalian benar. Aku lebih suka melihatnya diam-diam tanpa seseorang pun yang tahu.

Hari ini.. hari yang sangat tidak ingin kunantikan. Hari dimana dia mengucapkan dia menyukai seseorang. Hari dimana dia mengucapkan dia menyukai sahabatku.

 

Jadi, Seri tidak menyukai Sehun? Sebenarnya sebuah kabar bagus untukku. Aku bisa merasakan bagaiman terpuruknya sahabatku itu hanya dengan melihat tulisan yang mencurahkan isi hatinya saat itu. Dikalimat terakhir, Sehun mengatakan Seri menyukai seseorang yang merupakan sahabatnya. Aku harus segera bertindak, bukan? Jangan menilai aku sebagai orang yang terlalu percaya diri.

*********************

-Sehun POV-

Ceklek!

Aku membuka pintu ruang latihan grup kami. Hah… lelah sekali. Aku sudah hampir keliling sekolah ini untuk mencari bukuku yang hilang. Kemana yah, dia? Buku itu tidak boleh sampai jatuh ketangan orang-orang selain aku. Maldo andwae!

“Sehun-ah? Itukah kau?” Itu suara Chanyeol. Aku hampir saja menabrak sesosok yang langsung kukenali itu saat aku berlali menuju sumber suara yang terus-terusan meneriaki namaku itu. Mungkin dia penggemar beratku.

“Apa kau tak tahu arti dari kata sabar?” Ucapku lagi.

“Aku hanya ingin bertanya sekali ini padamu, Sehun-ah. Jawab dengan jujur, ne?” Ucapnya menghiraukan pertanyaanku.

“Hmm.. apa?” Tanyaku. Penasaran? Sedikit. Aku merasakan perasaan tidak enak.

“Siapa sahabatmu?” Hanya sesingkat itu.

“Tentu saja kau. Siapa lagi?” Jawabku. Sebenarnya aku punya banyak sahabat, tapi memang Chanyeol yang paling dekat denganku.

“Kau menyukai Seri?” Tanyanya lagi, sukses membuatku terdiam ditempat. Darahku terasa berhenti seiring tubuhku yang membeku.

Mmwo? Ah.. itu.. eum.. itu…” Kenapa.. kenapa mengetahui semua rahasiaku yang sudah kututup rapat-rapat tanpa ada seseorang yang mengetahuinya, aku memastikan semuanya.

“Kau hanya bertanya sekali, ingat?” Aku tak bisa memberitahu rahasiaku. Itu sangat rahasiaku dan tuhan. Tak ada yang boleh tahu.

“Aku selalu berbohong.” Jawabnya. Apa dia menyiapkan sebuah taktik? Tidak. Aku melihat buku dengan sampul coklat! Langsung saja aku mengambilnya dari orang itu.

“Terimakasih… untuk membacanya!” Seruku sambil menatapnya tajam.

“Aku tidak takut dengan tatapan tajammu, Sehun-ah. Meski begitu kau tetap terlihat lucu. Tak ada yang bisa menandinginya.” Jawabnya.

“Konyol sekali.” Ucapku.

“Jadi, aku sahabatmu? Lalu, siapa yang disukainya? Kau tau arti kata ‘nya’, bukan? Aku berharap itu, aku. Dan aku berharap, kau tak akan marah padaku jika dia jadi milikku, dan kita tetap berteman.” Aku diam, memikirkan semua. Bayang-bayangnya muncul dipikiranku.

Gomawo. Aku akan menemuinya.” Dia berlalu dari hadapanku. Aku harus merelakannya sekarang. Benar-benar merelakannya untuk sahabatku.

********************

-Author POV-

Chanyeol segera menemui Seri. Dia terlalu senang, sekarang. Chanyeol tak menyangka ternyata Seri juga mempunyai rasa yang sama padanya. Eum, memang tak disebutkan siapa sahabat Sehun yang disukainya itu. Tapi yang ia tahu, Seri hanya dekat denganku juga Suho yang jelas-jelas bersahabat dengan Sehun. Chanyeol berpikir tidak mungkin Suho adalah sosok yang disukai Seri, sekarang. Namja itu lebih cocok menjadi kakak laki-lakinya. Jadi, siapa yang paling pantas? Tentu saja aku.

Hampir saja ia menabrak seseorang saat berbelok ke kelasnya. Sesosok Krystal muncul dari dalam sana. Chanyeol melempar senyum lebarnya yang dibalas Krystal dengan hangat.

“Dimana Seri?” Tanya Chanyeol langsung to the point masih dengan senyum lebar yang masih jelas terpampang diwajahnya.

“Bukankah dia kembali ke California?” Jawab Krystal, memasang wajah polosnya pada Chanyeol

“Ca-California? Untuk apa?” Tanya Chanyeol lagi. Dia mendapatkan sedikit depresi karena mendengar kabar kembalinya Seri ke California. Dia belum mengungkapkan perasaanya pada Seri. Dia juga belum mendengar Seri berkata ‘ya’ saat menjawab pernyataan cinta-nya, nanti. Dia belum siap.

“Entahlah. Dia tak memberitahu.” Jawab Krystal lagi. “15 menit yang lalu dia baru saja berangkat. Dia memberi aku dan Jess pesan.”

Tanpa pikir panjang Chanyeol langsung berlari dari hadapan Krystal. Dia berlari keluar gerbang, menyetop taksi, lalu menuju bandara terdekat yang diyakininya Seri berada disana. Tidak! Seri tidak boleh pergi, pikirnya. Dia benar-benar tidak mau ditinggal Seri. Seharian tak bersamanya saja, Chanyeol seperti orang gila mengurung diri dikamar asrama.

**********************

Seri, Seri dan Seri, yang sekarang hanya ada diotaknya. Matanya setia memandang kearah segala penjuru. Kakinya setia menelusuri jalan disana. Chanyeol tak melepas pandangannya. Dia mencari Seri dari sekian banyak orang yang berkerumun.

Disana! Sosok Seri dengan rambut panjangnya yang tergerai. Hap! Dapat! Digenggamnya tangan itu dengan kuat. Chanyeol, namja itu mengisyaratkan orang dihadapannya agar tidak pergi menjauh darinya. Chanyeol memeluknya erat namun segera dilepasnya merasakan tangan orang itu mengehentikkannya.

“Cha.. Chanyeol-ah? Apa yang kau lakukan disini?” Tanyanya. Suaranya bergetar terkejut tiba-tiba seseorang yang disukanya hadir dihadapannya.

Wae? Kau tidak suka?” Jawab Chanyeol. Tidak. Dia kembali bertanya. Orang dihadapannya.. Seri. Terlihat bingung apa yang harus dijawabnya. Seri hanya menundukkan kepalanya lalu diam beribu bahasa.

“Seharusnya aku yang tanya, mengapa kau disini?” Ucap Chanyeol.

Seri menghembuskan napas panjangnya. “Kau sudah tahu, kan? Aku akan ke California… sebentar lagi.” Jawab Seri.

“Cha.. Chanyeol-ah?” Lagi-lagi gadis itu terkejut saat Chanyeol memeluknya.

“Biarkan seperti ini dan dengarkan aku.” Ucap Chanyeol. Dia mencoba tenang walaupun sebenarnya dia begitu gugup. Kalian tahu? Chanyeol sedang mencoba mengungkapkannya!

“Aku menyukaimu. Aku mencintaimu, Seri-ya.” Lega melanda Chanyeol walaupun dia masih sedikit gugup. Setidaknya dia sudah berhasil mengatakan apa yang seharusnya ia katakan.

Mwoya?” Seru Seri pelan. “Na..nado.” Ucap Seri sangat pelan nyaris tidak terdengar.

“Ah tidak! Bagaimana dengan Krystal?” Seri melepaskan tangan Chanyeol dari punggungnya dengan satu hentakan.

“Krystal?” Tanya Chanyeol. “Sepupuku, Krystal.. itu yang kau maksud?” Tanya Chanyeol lagi.

“Aku tak membicarakan sep…. tunggu! Krystal sepupumu?” Seri membulatkan matanya.

“Ya. Maksudku Krystal Park, sepupuku.” Jawab Chanyeol.

“Seri paboya! Jadi dia benar-benar sepupumu? Berari aku salah menganggapnya sebagai orang yang kau su…”

“Berjanjilah tak akan meninggalkanku apapun yang terjadi.” Seri menangguk mantap lalu membalas pelukan Chanyeol.

Mereka tersenyum satu sama lain dengan diam, tanpa menyadari sesosok dengan mulut yang menganga lebar melihat mereka yang berpelukan dengan mesra ditempat umum seperti ini.

Mwoya? Ya! Ya! Lepaskan!” Serunya sambil berhambur pergi kesisi antara Seri dan Chanyeol membuat jarak antara mereka berjauhan.

*********************

-Seri POV-

Mwoya? Ya! Ya! Lepaskan!” Seru seseorang membuatku langsung melepaskan pelukanku pada Chanyeol. Orang itu segera menyempil diantara kami, membuat jarak nan jauh diantara kami. Begitulah sifatnya, pengrecok.

“Kalian bersama?” Suara Chanyeol.

“A-aku bisa jelaskan.” Ucapku pada Suho oppa si pengrecok.

“Hah, tidak perlu! Sudah sangat jelas kau memeluknya.” Jawabnya sewot sambil menunjuk-nunjuk Chanyeol. Aku kembali melayangkan pikiranku dimana aku begitu terkejut seorang Park Chanyeol menyukaiku! Aku sangat senang. Sangat.

“Jelaskan? Maksud kalian…” Oh, tidak! Aku teringat Chanyeol… apa aku belum memberitahunya bahwa Suho oppa itu adalah kakak laki-lakiku?

Ya! Chanyeol-ah! Kau ini.. untuk apa kau memeluknya ditengah umum seperti itu, ha? Dia itu milikku.” Seru Suho oppa sambil memegang tanganku seakan aku anak kecil yang akan kabur jika tak dipegangnya.

“Aku bisa jelaskan, Suho oppa.” Aku menahan amarah oppaku sebelum dia seperti anak kecil yang akan meninju orang dihadapannya hanya karena salah paham.

“Jangan bilang kalian berpacaran! Kalian.. kalian… Seri-ya! Kau bilang menyukaiku? Kau..”

Mwoya?” Aku dan kakakku berteriak hampir bersamaan. “Berpacaran?” Seru kami lagi, bersamaan. Tak heran beberapa pengunjung disini menoleh pada kami.

“Ssstt! Ini tempat umum.” Celetuknya sambil celingak-celinguk.

“Bagaimana bisa aku berpacaran dengan adikku sendiri?” Tanya Suho oppa.

“Jelas-je… Adikmu?” Tampak jelek itu terpasang diwajah Chanyeol saat ini.

“Kau tidak tahu adikku?” Wajah jelek itu kini terpasang diwajah Suho oppa.

“Apa aku lupa memperkenalkan diriku sebagai adik dari Suho, leader grup kalian?” Ucapku sambil terkekeh. Seketika mereka menatapku tajam.

“Sepertinya pesawat telah menungguku.” Ucapku lagi sambil tersenyum lebar lalu pergi.

************************

-Author POV-

“Jangan lupa hubungi pacar barumu! Cepat kembali.” Teriak Chanyeol sambil melambaikan tangannya pada Seri. Seri berbalik dan melambaikan tangannya dan tersenyum manis.

“Kalian berpacaran?” Tanya Suho yang dijawab cengiran kuda Chanyeol.

Ya! Hyung, aku tidak tahu kau berasal dari California. Lalu kau tak bilang jika ingin pergi.”

Author telah mentakdirkanku menjadi keturunan California.” Jawab Suho sambil terkekeh.

“Aku harus pergi. Jaga grup kita selama seminggu, ne? Nanti kita ketemu lagi.” Ucap Suho lagi lalu berlalu dari Chanyeol. “Seri-ya! Tunggu aku!”

***********************

END

************************

Huaaaa! Bingung buat end-nyahhh~~~ maap kalau jelek atau banyak yang gak suka-_- pas ending ini beneran kagak ada ide sama sekali..

Akhirnya selesai juga 😀 walaupun dengan end yang aneh ya~

Udah baca, kan? Komentarnya mana? ^^

10 pemikiran pada “You’re My (Chapter 3)

  1. Ceritanya keren thor!!^^ aku sempet ngira kl chanyeol oppa beneran sm krystal hahaha. Abisnya flirt kemana2 sihh wkwk. Btw itu lagu hello to my self yg di dream high 2 bukan?

    • Keren? Wah terima kasih >< padahal baru mau aku rombak biar lebih bagus eh keduluan dikirim + post XD jadilah begini…
      iya lagi suka banegt Hello To My Self hehe. Makasih udah baca^^

  2. Endingnya lucu :v
    Apalagi pas Suho bilang ‘Dia milikku!’ sama Seri bilang ‘Aku bisa jelaskan’
    Seakan-akan Seri sama Chanyeol kek ketangkap basah lagi selingkuh :v
    *apaansih :’v

Tinggalkan Balasan ke liya Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s