Midnight Stories – TRAIN

Judul : Midnight Stories – TRAIN

Author : Jenny

Main Cast : Do Kyung Soo, Park Chan Yeol, dan Byun Baek Hyun

Genre : Horor

Length : Oneshot

Rating : PG-15

Disclaimer : also posted in my fanfiction blog..

letslearnhowtobeamightywolf.wordpress.com πŸ™‚

-Midnight Stories-TRAIN-

“Kyung Soo!” Panggil seorang namja yang membuar Kyung Soo tersadar dari lamunannya.

“Ada apa, hyung?”

“Apa kau mau pergi bersama kami? Tapi naik kereta,” kata Chan Yeol sambil merangkul Baek Hyun.

“Boleh saja.”

***

Namaku Do Kyung Soo, seorang namja biasa yang masih bersekolah. Hari ini aku diajak pergi bersama kedua senior yang sudah kuanggap seperti saudara sendiri. Kami berjalan bersama ke stasiun dan naik kereta untuk pergi ke salah satu daerah belanja. Kedua hyung-ku ini suka sekali belanja dan melihat-lihat barang.

“Kyung Soo! Aku menemukan satu baju yang pas untukmu!” Seru Baek Hyun-hyung sambil menunjukkan sebuah baju berwarna putih dengan angka 88 tercetak di atasnya.

Sebenarnya aku kurang suka melihat-lihat pakaian. Tapi jika kalian melihat lemari pakaianku, pastinya sudah rapi karena semuanya sudah kususun berdasarkan urutan tertentu. Baiklah, ini sedikit membosankan sampai mereka berdua mulai berbincang mengenai kejadian horor. Bahkan aku sampai lupa darimana asal topik pembicaraan itu.

“Kita sebaiknya jangan pulang terlalu malam. Kau tahu kan maksudku?” Tanya Chan Yeol-hyung ke Baek Hyun-hyung dengan nada serius.

“Ya, benar sekali. Jangan sampai kejadian itu terjadi pada kita,” jawab Baek Hyun-hyung.

“Memangnya apa yang bisa terjadi?” Tanyaku dengan nada bingung.

Bagaimana aku tahu, aku baru saja pindah beberapa minggu lalu. Namun begitu bertemu mereka berdua, aku sudah merasa nyaman dan merasa sudah lama tinggal di sini.

“Dulu, ada yeoja yang pulang larut malam. Ia seorang siswa seperti kita. Dia mengalami kejadian aneh selama perjalanannya ke stasiun. Dia sempat jatuh dan kakinya sedikit luka. Lalu entah kenapa stasiunnya terasa sangat jauh. Setelah akhirnya sampai di stasiun, stasiun itu masih ramai. Namun dia tidak melihat jam dan tidak sadar kalau sebenarnya itu mendekati tengah malam,” jelas Chan Yeol-hyung dengan suara dan reaksi khasnya.

“Tunggu, bagaimana kalian bisa tahu sedetil itu?” Tanyaku yang mulai heran.

“Ada seorang penjaga stasiun saat itu yang belum pulang dan memperhatikan yeoja itu. Dia melihat kereta yang mengangkut yeoja tadi tiba-tiba saja menghilang. Dia melihat banyak orang di sana. Begitu penjaga itu melihat jam tangannya, jam itu mati. Ia juga menyadari bahwa jam di stasiun mendadak menghilang,” jawab Baek Hyun-hyung.

“Penjaga itu lalu mencoba melihat ponselnya dan kaget saat itu sudah tengah malam. Entah apa yang terjadi dengan yeoja itu. Ada yang bilang dia turun di sebuah stasiun usang dan menghilang ke dunia lain,” sambung Chan Yeol-hyung.

Aku hanya tersenyum saat mendengar cerita mereka. Jujur saja, aku kurang percaya saat mendengar cerita itu. Selama ini aku tidak pernah mengisi pikiranku dengan jenis cerita seperti urban legend.

“Aduh!” Seru Baek Hyun-hyung yang mendadak terjatuh karena tersandung sesuatu.

“Ada apa?! Apa kau baik-baik saja?” Tanya Chan Yeol-hyung yang langsung membantunya berdiri.

Aku melihat kaki Baek Hyun-hyung yang tergores dan mengucurkan darah segar. Langsung aku mengambil saputangan lalu melilitkan itu dikakinya agar pendarahan bisa dihentikan. Chan Yeol-hyung dan aku memapahnya menyusuri jalan menuju ke stasiun.

“Seharusnya sedikit lagi sampai,” kata Chan Yeol-hyung yang mulai lelah.

“Ah! Itu dia!” Seruku begitu melihat cahaya terang di antara lampu jalan.

Kami langsung membeli tiket dan menunggu kereta. Suasana saat itu cukup ramai.

“Tunggu. Lihat jamku, rusak,” kata Baek Hyun-hyung sambil menunjukkan jam model terbarunya.

“Jangan bilang kita ada di dalam skenario,” kata Chan Yeol-hyung.

Aku hanya mengamati wajah mereka yang memucat. Tiba-tiba tanpa pemberitahuan apapun, sebuah kereta datang. Orang-orang yang ada di sana langsung naik. Akhirnya kami ikut naik ke kereta itu. Kuberitahu mereka agar kita jangan sampai terpisah. Kami berpegangan tangan sambil menahan efek laju kereta yang anehnya sedikit lebih cepat dari biasanya. Kereta itu tiba-tiba berhenti dan semua orang turun sampai mendekati kosong. Belum sempat kami turun, pintu kereta langsung menutup dan menjepit beberapa orang dengan keras. Darah pun mengucur dimana-mana. Kami bertiga sampai berteriak karena kaget. Namun dalam beberapa detik kereta kembali kosong dengan bersih dan kembali berjalan. Aku terkesiap saat melihat semuanya kembali seperti semula. Semua kejadian ini sulit kucerna dengan logika.

“Apa kita akan sampai di sana?” Tanya Baek Hyun-hyung yang takut kalau mereka akan turun di stasiun seperti dalam cerita.

Kereta itu berhenti mendadak dan pintunya terbuka. Tidak ada cahaya dari luar pintu itu. Hanya ada kegelapan yang mencekam mata. Chan Yeol-hyung perlahan mengeluarkan kepalanya sedikit untuk melihat situasi di luar.

“Awas!” Seruku yang tiba-tiba melihat pintu kereta bergerak sedikit.

Baek Hyun-hyung berseru kaget saat pintu kereta tertutup dengan keras dan sukses memutuskan kepala Chan Yeol-hyung. Aku syok saat melihat tubuhnya sudah tergeletak di lantai kereta dengan keadaan tanpa kepala dan bersimbah darah. Refleks, aku langsung memeluk Baek Hyun-hyung yang mulai menangis.

“Aku akan selalu mengingatmu Kyung Soo,” kata Baek Hyun-hyung di sela-sela tangisnya.

“Jangan bicara yang aneh-aneh. Kita akan terus bersama,” jawabku.

Aku melihat saputanganku yang sudah penuh dengan darah segar. Pendarahan di kakinya tak kunjung berhenti. Darahnya menetes dimana-mana. Aku panik melihat wajah Baek Hyun-hyung yang semakin pucat. Kalau begini terus, dia bisa kehabisan darah. Kaosku langsung kurobek untuk menekan lukanya agar pendarahannya tidak parah. Baek Hyun-hyung hanya tersenyum saat melihatku melakukannya. Matanya perlahan tertutup. Aku langsung menepuk-nepuk pipinya dengan harapan akan menyadarkannya.

“Aku tidak berharap akan pergi dengan cara ini,” bisiknya lemah sebelum ia terkulai lemas dengan wajah seputih porselen dihadapanku yang sudah frustasi menghadapi ini semua.

Kereta langsung berhenti mendadak dan membuatku terpelanting ke depan. Pintu kereta terbuka dan sebuah bayangan hitam masuk ke dalam.

“Kau…sudah kubilang kau tidak bisa menghindari takdirmu!” Hardik bayangan itu kepadaku.

“Kau kejam!” Seruku yang tak terima dengan semua kejadian tadi.

“Tak seharusnya kau punya teman. Kau tahu itu?! Lihat apa yang terjadi!”

Aku lalu menatap tubuh Baek Hyun-hyung dan Chan Yeol-hyung yang dibawa orang suruhan bayangan hitam itu.

“Argh!” Seruku frustasi.

“Kau mau sampai kapan di sini?! Kau akan menjemput beberapa orang lain kan untukku?!” Tanyanya galak padaku yang masih syok atas kejadian tadi.

Aku keluar dari kereta dan menatap kereta terkutuk itu. Hatiku sakit saat melihat tubuh kedua temanku yang dianiaya dengan sadis. Kulihat bayangan seorang yeoja yang kukenal baik. Dialah yang membuatku berani menjalin perjanjian dengan iblis-iblis gila ini karena ia hampir saja dibunuh seperti kedua temanku itu disaat ia masuk ke sebuah kereta tengah malam tepat seperti yang diceritakan.

16 pemikiran pada “Midnight Stories – TRAIN

  1. Haloo.. Jenny’s here.. πŸ™‚
    Buat yg g ngrti endingnyaa :p
    Jadi yeoja yg dulu diceritain itu tmennya kyung soo dan kyung soo msti ngbawa korban2 shingga tmennya yg yeoja itu bsa tp hidup… πŸ™‚

  2. Mianhae….
    Mnrtku ini kurang greget ya…
    Entah karena aku bacanya pagi atau alurnya yang kecepetan πŸ˜€
    mianhae ini pendapatku aja…

    But…. Aku suka sama tema ceritanya.
    Mudah2an ada sequelnya yaa

  3. Yaampun my baby Kyungsoo tega banget sih kamu!!? Tapi aku tetep ngebiasin kamu kok πŸ˜‰
    Daebak banget gak tau mau ngomong apa lagi dan gak ada pikiran kalo misalnya Kyungsoo yang bikin Chanyeol dan Baekhyun mati mengenaskan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s