Blue Sky

Title: Blue Sky

Author: pink sista

Main Cast: Xi Luhan, Lee Nayoung

Rating: General

Genre: Romance

Length: Ficlet (1844)

Blue Sky

Author POV

Hari ini langit sangat cerah. Bagaimana tidak? Hari ini awal dari musim semi. Namja yang sedang duduk di taman, menenangkan diri dan menatap nanar langit cerah itu. Namja itu—Luhan—, dia sedang mengalami kesialan hari ini. Coba kalian bayangkan, mempunyai pacar yang cantik, baik, dan ramah. Pasti semua orang—semua orang itu namja maksudnya— dan Luhan menginginkannya, bukan?

Dan Luhan mendapatkannya, bayangkan betapa beruntungnya Luhan mndapatkan yeoja ini. Yeoja ini bernama Han Ga In. sekerang hubungan mereka sudah genap 1 tahun, setiap suka dan duka selalu mereka lalui bersama. Tapi akhir-akhir ini, yeoja itu seperti sedang menyembunyikan sesuatu dan itu berhasil membuat Luhan penasaran sekaligus ingin tahu.

Luhan pun mencari tahu penyebabnya dan mengikuti yeojanya itu kemana-mana. Seperti penguuntit, bukan?? Yah, itulah yang sedang di jalani Luhan. Kembali ke cerita, sejauh ini tidak ada masalah, kecuali sekarang. Gadis itu bertemu dengan seorang namja. Hmmm… entahlah. Mungkin ini karena malam jadi namja itu tidak terlalu terlihat dan juga namja itu membelakangi Luhan jadi Luhan tidak bisa sepenuhnya melihat namja itu.

DEG

Namja itu mencium gadis itu, melumat bibir mungil gadis yang ia cintai, dan parahnya, mereka menikmatinya. Hati Luhan sudah hancur sekarang,. Dia mulai mengerti kenapa yeoja itu sangat berbeda dan terkesan menghindarinya.

Luhan pun menghampiri dua sejoli yang sedang berbagi ciuman mesra itu dan melepas tautan mereka. Ekspresi dua sejoli ini?? Yeoja itu hanya membulatkan mata tak percaya dan namja itu hanya dia dan tidak panik sama sekali.

Author POV-END-

Luhan POV

“arraseo, aku tahu. Tidak usah ditutupi, dengan ini kita sudah resmi tidak ada hubungan. Semoga kau berbahagia dengan namja ini.” ucapku dan kemudian pergi.

Mataku memanas, tapi sekuat apapun aku menahannya air mata ini tetap jatuh. Entahlah, aku tidak marah akan perlakuan Ga In kepadaku. Mungkin aku terlalu mencintainya dengan tulus dan tanpa keegoisan. Jika bahagianya dia bukan bersamaku, mungkin dengan orang itu Ga In bisa menemukan kebahagiaannya.

Sudah genap dua hari sejak insiden itu dan sekarang aku sangat merindukan yeoja itu. Aku tahu aku tidak seharusnya lagi memikirkan yeoja itu. Sahabatku—Oh Sehun—saja juga bilang seperti itu, tapi apa dayaku. Aku benar-benar mencintai gadis itu dan tak bisa melupakannya. Rasa sakit itu datang lagi, menusuk jantungku. Pelan, tajam, dan pasti.

Aku tidak boleh terus seperti ini. Kenapa? Karena aku juga mempunyai kehidupan. Aku sekarang sadar, hidupku ini bukan hanya untuk yeoja itu. Aku masih mempunyai oemma dan appa.

Aku pun keluar dari apartemenku yang suram ini. Aku ingin mencari udara segar dan kebetulan hari ini cuaca sangatlah cerah. Aku pergi ke taman dekat dengan apartemenku. Disini sangat ramai dan aku baru sadar ini jam 4 sore KST. Pasti di taman ini sangat banyak anak-anak, saat sampai kesana pun benar saja dugaanku! Sangat ramai. Aku tidak memutuskan untuk berbalik karena aku melihat seorang gadis yang sedang duduk agak jauh dari anak-anak.

Aku menghampiri gadis itu karena merasa penasaran. “chogi..”

Gadis itu belum menjawabnya, merasa penasaran, Luhan bertanya lagi. “chogi.. bolehkah aku duduk disini?”

“ah? Ne, ne” haaah.. akhirnya gadis itu menjawab dan suaranyaaa sangat manis. Tunggu, apa yang kau pikirkan Luhan??

“apa yang kau lakukan disini, agasshi?” tanyaku sopan. Dia masih belum menatap mataku. Hanya memandang lurus kedepan dengan tatapan kosong. Aneh, pikirku.

“seperti yang kau lihat tuan. Aku sedang duduk” ouhhh yeeaahh! Gadis itu sudah mulai tersenyum, tapi masih belum beralih dari tatapan yang entahlah. Aku tidak mengerti apa objek yang ia lihat.

“hem begitu.. lalu apa yang kau lihat, nona?” sepertinya aku sudah menyinggungnya, karena senyum manis yang ia perlihatkan tadi berubah menjadi senyum kecut yang entah kenapa membuat hatiku sakit. Aaah! Gadis ini terlalu misterius. Aku tidak bisa menebak apa yang ada di pikirannya.

“Lee Nayoung imnida.” Ucapnya memperkenalkan diri. Omo! Aku lupa memperkenalkan diriku sendiri. Aigooo… aku sungguh tidak sopan!><

“ah.. mianhamnida, aku sungguh tidak sopan padamu. Xi Luhan imnida” ucapku sambil menggaruk leherku yang sama sekali tidak gatal. Dan dia hanya terkekeh. Kyeopta, pikirku. Dan tanpa sadar, aku tersenyum sendiri.

“ahh.. langit begitu indah, Nayoung-ie. Ah, tak apa kan jika kau kupanggil Nayoung-ie ?” tanyaku saat melihat wajahnya yang terkejut tanpa menatapku. Yeoja ini benar-benar aneh, pikirku.

“tak apa, hem.. sangat indah ya??” tanyanya dan kemudian kembali murung.

“oh ya, kau mau menjadi chingu-ku? Panggil saja aku dengan embel-embel ‘-ah’.” Tawarku padanya dan dia hanya mengangguk setuju.

“ehhmm.. Young-ie, mianhe. Aku tidak bisa lama-lama di sini. Sudah hampir malam dan sebaiknya kau juga pulang ke rumahmu. Apa kau mau ku antar? Rumahmu dimana??”

“ahh.. gwaenchana. Kau pulang saja. Rumahku tidak jauh dari sini. Apa besok kita bisa bertemu lagi? Di tempat ini.”

“hmm.. nee… yasudah. Aku pulang dulu yah! Annyeong!”

<skip>

“annyeong! Cepat sekali kau datang.” Ucapku sambil mengatur pernafasanku. Hari ini aku hampir saja terlambat untuk datang ke taman ini karena ketiduran. Yeoja ini telah menyita pikiran ‘mantan gadis’-ku dari otakku. Semalaman aku tidak bisa tertidur karena memikirkan yeoja satu ini.

“haha.. kan setiap sore aku ke sini” ujarnya sambil tersenyum. Ahh.. Kyeopta, pikirku.

PLETAK!

“yak! Luhan! Apa yang kau pikirkan??!! Ani! Ani! Kau tidak mungkin secepat itu berpindah ke lain hati!!”, rutukku dalam hati. Kalian pikirkan saja, aku baru kenal dengan yeoja ini dua hari dan aku bisa secepat itu menyukainya dan dalam empat hari juga aku bisa melupakan ‘mantan gadis’-ku. Tidak mungkin, kan???

“geuraeyo?? Jadi, kau sering melihat view di taman ini? Indah bukan? Aku baru menyadarinya sekarang.” Ucapku pada yeoja itu untuk mengalihkan pikiran gilaku ini dan entah perasaanku atau memang benar kalau senyum manis yang ada di bibir mungil itu sudah hilang.

“luhan-ah, sebenarnya…” ucapnya dengan nada dan raut wajah yang sedih. Ada apa ini??

“sebenarnya, aku sudah tidak bisa melihat lagi”

DEG

Omo! Jadi ini yang membuat dia sedih. Pantas saja dia tak pernah melihat ataupun menatapku. Tiba-tiba aku jadi salah tingkah dan merasa bersalah karena sudah menyinggungnya dua kali.

“mi-mianhe, Young-ie. Aku tidak tahu. Aku benar-benar tidak tahu.”

“ani, gwaenchana. Tapi, apa kau masih mau menjadi chingu-ku??” tanyanya. Aigoo, kenapa mesti bertanya? Tentu aku mau!

“mwo? Yak! Bukan karena kau buta aku jadi tidak mau berteman denganmu, pabo!”

“benarkah?! Gomawo luhan-ah! Kau teman pertamaku setelah aku buta. Gomawo karena sudah berteman denganku” ucapnya riang. Aigoo.. Young-ie, kau itu sangat cantikk!, ucapku dalam hati.

<skip>

Ini sudah satu bulan sejak percakapan itu dan aku semakin yakin kalau aku menyukainya. Saat bersamanya, aku merasa santai dan dia bisa membawaku terbang ke dunianya. Dan aku, Xi Luhan, akan memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku kepadanya hari ini. Aku pun mencoba berpakaian rapi dan menata rambutku agar terlihat lebih tampan dan bukan berarti aku tidak tampan.

Aku ini seorang namja yang mempunyai fans terbanyak di kampus jadi, jangan ragukan tentang ketampananku. Kembali ke cerita, aku pun langsung berangkat. Dan seperti biasanya dia sudah duduk di situ, menungguku. Sudut bibirku pun tertarik ke atas karenanya.

“young-ie…” panggilku.

“oh? Wasseo??” ucapnya. Aigoo… manis sekali sih dia!!

“young-ie, sebenarnya langit itu sangatlah indah.”

“benarkah? Andai saja aku bisa melihatnya, aku pasti…”

“aku ingin menjadi matamu, young-ie” ucapku memotong perkataannya. “ani, aku ingin menjadi cahaya di duniamu yang gelap itu. Saranghaeyo, Young-ie” lanjutku. Yeoja cantik itu hanya terdiam dan bisa kulihat dari wajahnya dia sangat kebingungan. Aigoo… manis sekali dia. Hahaha….

“Luhan-ah, ini tidak boleh. Aku yeoja cacat dan bisa kurasakan, kau adalah namja tampan yang tidak cacat sama sekali. aku yakin, pasti banyak yeoja yang mengejarmu. Lebih baik kau cari yeoja lain yang tidak cacat.”

Dia beranjak pergi dariku, tapi sayang aku lebih cepat darinya. Aku langsung menarik yeoja mungil itu ke pelukanku. “dengarkan aku dulu” ucapku di telinganya.

“awalnya aku juga bingung. Saat aku bertemu denganmu, perasaanku sangat kacau karena sudah di tinggal yeoja yang sangat kucintai satu tahun yang lalu. Dia cantik, ramah, pintar, dan sangat sempurna, bukan?” aku member jeda dan melanjutkannya lagi. “apa kau tau yang dia lakukan padaku? Dia berselingkuh dengan namja yang tidak lebih baik dariku”

“nah, Young-ie. Kau yeoja pertama yang tanpa aku ceritakan masalah ini membuatku tenang selama berada di sisimu. Senyummu, tawamu, sikapmu padaku, itu sangat membuatku terpesona. Kemudian aku tersadar oleh perasaan yang aku punya selama ini. Desiran hatiku saat bersamamu dan tidak lupa detak jantungku yang meningkat saat bersamamu. Itu membuktikan perasaanku padamu, kau dengar sekarang?”

Dia memilih untuk dia dan tidak menjawab pertanyaanku. “Lee Na Young, aku ingin menjadi matamu, cahayamu, dan penentu arahmu. Tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan, ingatlah semua kata-kataku sekarang. Saranghaeyo, Young-ie”

Dia masih tetap diam, tapi aku merasa di dadaku basah. Saat aku lepas pelukanku, ternyata yeoja ini menangis. entah karena apa, aku tidak tau dan aku langsung menghapus air matanya. “uljima, young-ah. Uljiima” ucapku menenangkannya.

Bukannya berhenti menangis, dia malah memperkeras tangisannya. Aku mulai bingung dengan sikapnya ini, apalagi orang-orang disekitar sudah menatapku aneh. Aisshhh… aku kan tidak melakukan apa-apa!

“ya-yak! Uljimaa…. Aishh… cup cup..” ucapku menepuk-nepuk bahunya.

“na-na-nado, luhan-ah. Na-hiks-nado saranghaeyo. Aku hanya merasa-hiks- tidak pantas untukmu. Hiks hiks”

Mwo? Dia bilang apa tadi?? Aigooo.. akhirnya perjuanganku tidak sia-sia! Ahhh… aku bahagia sekaliiiiii.

“gomawo, chagi. Mulai sekarang, panggil aku oppa, ne?? ^^”

“ne, oppa” kemudian ia tersenyum dengan sangat manis. Ahh… wajahku seketika memanas dan kuyakin pasti sudah merah seperti tomat rebus. Haahh.. untung dia tidak melihat wajahku ini.

<skip>

Hari ini aku melakukan rutinitasku selama satu bulan ini. Pergi ke taman, mengobrol, dan bercanda ria dengan chagiku. Ahh.. mungkin tidak lama lagi dia akan menyandang nama margaku, Xi Na Young. Kemudian ia akan di panggil Nyonya Xi. Ahhh!! Aku tak bisa membayangkannya.

Aku pun bergegas pergi ke taman, tapi saat aku sampai di sana tidak ada dia. Aku mulai mencarinya ke sekitar taman, tapi tetap tidak ada. Astaga, aku mulai panik! Kemana yeojaku ini??

<skip>

Sudah seminggu ini, gadisku menghilang. Aku benar-benar tidak tau dia sekarang dimana. Dan bodohnya, aku kemarin tidak minta nomer ponselnya! Aigooo, Luhan paboya!!

Hari ini, aku memutuskan untuk pergi ke taman lagi. Aku mempunyai firasat kalau dia akan datang, aku yakin sekali. Dengan langkah seribu, aku langsung menuju taman. Yup! Gadis itu ada disini. Aku menghampirinya, “YOUNG-IE!! Kau kema….”

GREP!

“bogoshipo, oppa!” aku tak bisa berbicara karena terlalu terkejut. yeoja ini berlari dan memelukku.

“omo! Apa yang terjadi dengan yeoja oppa?” dia melepas pelukannya dan kemudian menatapku.

“operasinya berhasil oppa! Aku sudah bisa melihat!”

“MWO???!!” aku sontak terkejut.

“yak!! Kenap kau tak bilang pada opaa??! Dasar yeoja nakal!” aku pun memarahi dan menjitak kepalanya. Sungguh, ini membuatku kesal! Kenapa dia merahasiakannya dariku??

“sudahlah oppa, tapi apa oppa masih mencintaiku walau aku sekarang sudah bisa melihat??” tanyanya.

“tentu saja! Aku sangat mencintaimu. Saranghaeyo, Na Young-ie”

“nado saranghaeyo oppa”

EPILOG

“oppa, hari ini langit sangat indah, ne??”

“ne, chagi. Sangat indah”

Dan dua sejoli itu pun saling tersenyum memandangi langit yang begitu cerah.

-END-

Bagaimana??? Feelnya gadapet banget yah?? Aigoo… mianhe. Aku tau ff ini masih jelek bgt. Aku juga bingung, ini ff genrenya genre apa T_T

Btw, gomawo yah udah mau luangin waktunya buat baca cerita aneh ini (?) buat para readers, ceritaku jangan di COPY yaa!! Setelah baca, aku mohon komennya. Aku butuh komennya untuk membuat ff aku ini makin bagus. Gomawo nee…. ^^

6 pemikiran pada “Blue Sky

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s