The Prince & Ms Pauper (Chapter 2)

Ms pauper

Author             : Kunang ^^v

Main Cast        : Kang Yoo Ra, Byun Baekhyun, Jung Dae Hyun

Support Cast   : Wu Yi Fan (Kris), Kim Jong In (Kai),  Wu Fu Zhen (Min Ki), Han Bo Eun, Park Chan Yeol, Park Ji Yeon

Length             : Multi Chapter

Genre              : Family, romance, life, friendship (dan ntar nya bakal nyerempet ke fantasy)

Rating              : PG-15

Summary         : Like Aristotle said “Love isn’t something you find. Love is something  that finds you” .Kang Yoora, seorang yeoja kutu buku berkacamata, kalau bisa memilih dia tidak ingin terlibat hubungan dengan namja kaya dan hanya ingin melewatkan hari-harinya semasa senior high dengan tenang. Tapi bagaimana jika tiba-tiba sang Pangeran Sekolah yang biasa mengacuhkannya berbalik menyukainya dan mulai menginvansi hidupnya?

Disclaimer Kang Yoo Ra milik milik KangYoora Michelle Hwang Kazuko, Shin Min Ki milik Gege Wijaya, Han Bo Eun milik Annisa A. Ruti dan Park Ji Yeon milik Iga Nur Azizah untuk  Byun Baekhyun, Daehyun,  Kai, Kris, dan Chan yeol milik grup mereka, dan mereka adalah milik Tuhan YME. Inii FF ASLI hasil karya KUNANG , jadi kalau ga mau dijadiin bubble tea sama HunHan, please jangan plagiat ini FF.

 

Prev Chapter (Yoora PoV)

“Kang Yoo Ra, kau mengenalku kan?”

“N..nee…”

“Yoo Ra-yah, Na johae, would you be mine?”

“Eeehhh…?”

“Jawaban mu?”

Aku terdiam sesaat, *namja ini, apa tidak berpikir apa yang sedang dia lakukan? Nekat sekali!*

“No, thanks…”

New Chapter

————————————–Still Yoo Ra PoV—————————-

“No, thanks…”

“Aw. …” aku meringis ketika pergelangan tangan ku dicubit, dan aku mendapati Bo Eun yang terlihat sangat shock memelototiku sambil menunjuk ke arah Baek Hyun, dia seolah menyuruh ku untuk bicara lagi. Semua orang di sekitar kami masih terdiam, walau entah mengapa aku merasakan aura pembunuh melayang-layang di udara sekitarku. Aku pun memberanikan diri melihat kea rah Baek Hyun yang sekarang ekspresi wajahnya tidak bisa ditebak, datar,  apa dia akan meledak marah? Atau dia akan mulai menangis? Aku sama sekali tidak bisa menebaknya.

“Engg…. Mian…” tambahku, lagi-lagi Bo Eun mencubit tangan ku, sepertinya bukan kata-kata itu yang Bo Eun harapkan keluar dari mulutku.

“HAHAHHAHHAHA HAHAHHAHA….. “ dan tiba-tiba tawa Baek Hyun pecah, membuat mataku melebar “Kau… hahahaha kau memang berbeda Kang Yoo Ra! Hahahha..kau tahu? aku sudah menduga kau akan langsung menolakku kalau kau sesuai dengan yang aku bayangkan, aku hanya ingin memastikan saja kalau kau berbeda dengan yeoja-yeoja yang lainnya”

“Heoh??” aku terlalu bingung dengan reaksi namja aneh di depan ku ini. Baru kali ini aku melihat orang yang ditolak malah tertawa terbahak-bahak , seolah-olah tadi aku mengatakan hal paling lucu sedunia -_-

Tapi kalau begitu, dia sudah tahu sebelumnya kalau dia akan ditolak?, jadi dia hanya mempermainkan ku?

“Kau tahu, aku, Byun Baek Hyun pada akhirnya selalu mendapatkan keinginan ku, hanya tinggal waktu saja kau menjadi yeojachingu ku Yoo Ra~ah”

“Aku tidak—“

“Baiklah, hari ini cukup sampai disini ya chagiya, aku pergi dulu!” dia pun tersenyum lebar ke arahku dan tak lupa memberiku wink-nya sebelum beranjak dari mejaku.  Aku hanya menatapnya aneh.

Jadi…. Maksudnya setelah aku tolak, justru dia akan tetap mengejar ku? Sepertinya namja ini salah minum obat.

Bo Eun menyenggol ku keras dan membuatku menengok ke arahnya “Yoo Ra-ah … sepertinya kau harus menyerah! pangeran selalu mendapatkan apa yang dia inginkan, ahh..seandainya aku bisa bertukar tempat dengan mu”

Aku tertawa kecil “kalau bisa dengan senang hati aku akan bertukar denganmu!” Bo Eun menatapku tak percaya, dia tidak tahu kalau aku sungguh-sungguh. Aku tidak mau terlibat apalagi sampai harus jadian dengan anak orang kaya, mereka semua sama saja!

Mereka akan menyakitimu pada akhirnya, seperti namja itu.

—————————-Yoora PoV end—————————-

—————————-Baek Hyun PoV——————————

Sementara itu

Aku berbalik dan berjalan ke arah meja ku semula, ternyata disana selain Min sudah ada Kai dan Chan Yeol yang masih menatapku dengan ekspresi tidak percaya sekaligus shock. Aku tahu benar alasannya! Baru kali ini aku menembak seorang gadis di depan umum dan ditambah aku ditolak mentah-mentah! Spontan! ‘No Thanks!’ . Tidak bisakah dia membuat jawaban yang lebih panjang walaupun dia kan menolakku? Ini menarik, tapi tetap saja memalukan untukku!. Dengan agak ragu, aku memberi mereka pandangan agar mengikuti ku keluar. Aku masih menampilkan ekspresi penuh percaya diriku sampai kami tiba di atap sekolah.

“Huuhhh…………. Aku benar-benar malu…” kataku sambil berjongkok dan menutupi muka ku ketika sekarang hanya ada kami berempat, aku, Min, Kai dan Chan Yeol.

“Hahhahaha….dasar kau! Tapi kau hebat, walau ditolak kau bisa tetap dalam Prince Mode On mu itu” ledek Chan Yeol sambil bertepuk tangan, aku menatapnya kesal. Sepertinya dia senang sekali melihat aku ditolak di depan umum.

“Hyung, aku pikir kau cool sekali tadi”  ucap Kai seraya menepuk bahuku, menyemangati. Aku pun melemparkan senyum penuh terima kasih. Tidak seperti Chan yeol yang sering mengejekku, Kai memang selalu bersikap baik padaku.

“Yahhh.. tentu saja Kai, kau pikir dia siapa? Dia adalah sang Pangeran! Apapun yang terjadi padanya dia akan tetap menjaga imagenya!” ucap Min Ki sambil terkekeh, kemudian mukanya berubah penuh dengan rasa penasaran “Nah.. bagaimana selanjutnya oppa? Yoo Ra eonni menolak mu loh!, apa kau akan menyerah?”

Aku bangkit dan menghirup nafas panjang “Menyerah? Kau bercanda Min?  Aku tidak akan menyerah, Yoo Ra pasti akan menjadi kekasihku!”

============Baekhyun PoV end===========

============Author PoV===============

@Ruang Praktikum Kimia, kelas 3A

“Sudah kubilang untuk titrasi asam basa ini, labu erlenmeyernya harus kamu gerak-gerakkan seperti ini, dan YAAA!!! Kau membuat larutannya menjadi berwarna merah tua!” pekik seorang namja pada yeoja disampingnya. Dengan tidak sabar, namja jangkung itu segera menyodorkan labu erlenmeyer nya yang belum ditambahkan larutan basa “Han Bo Eun, lakukan lagi, sesuai instruksi ku ya, goyangkan dengan benar—“

“Dasar bawel! Kenapa tidak kau lakukan sendiri saja sih?” Bo Eun merenggut pada namja jangkung di sebelahnya, ya mereka sedang praktikum kimia di lab “Kenapa hari ini aku  sial sekali harus satu kelompok dengan mu.. YOORAA~ HELP ME!!!”

Namja jangkung yang tak lain adalah Park Chan yeol menyadari arah pandang Bo Eun yang menatap dua siswa lainnya yang sedang duduk di meja dipojok lab, dan langsung saja menjitak gadis itu “Sudahh… jangan ganggu mereka! Kau itu sekelompok dengan ku! Seharusnya kau bersyukur Han Pa Bo!”

“Appoo… YAA PARK CHAN YEOL, SEKALI LAGI KAU MENJITAK ATAU MEMANGGILKU PABO, AKU SIRAM PAKE BASA!!”

“Itu asam, bukan basa pabo, hahahhahaha, kau ini membedakan asam dan basa saja tidak bisa!” Chan yeol mencubit pipi Bo Eun dengan gemas, membuat gadis itu mengusap pipinya yang sekarang kemerahan. “Pantas saja nilai kimia mu semester lalu parah sekali, mengulang 3 kali, apa-apaan itu?”

“KAUUUUUU!!” Bo Eun tambah naik pitam, dengan segera gadis itu berusaha mencubit pipi Chan yeol yang dengan sigap ditepis namja jangkung itu. Tak pelak lagi lab langsung gaduh karena ulah mereka berdua, mana Kim seonsaeng guru Kimia mereka sedang keluar kelas. Siswa-siswa yang lain cuman menggeleng-gelengkan kepala, pasrah, Bo Eun dan Chan yeol memang sudah seperti Tom and Jerry sering sekali ribut hanya karena hal-hal kecil.

“Haduhh… kasihan Bo Eun-ah” Yoo ra yang percobaannya dan LKS nya sudah selesai lebih awal terlihat khawatir melihat sahabatnya itu. Tentu saja dia sudah selesai, selain dia pintar, dia juga satu kelompok dengan Baek Hyun yang memang jenius. Biasanya Bo Eun satu kelompok dengan Yoo ra, tapi ntah dengan cara apa Baek Hyun bisa membuat Kim seonsaeng menyuruh Bo Eun dan Yoo ra bertukar pasangan dengan BaekYeol couple.

“Chagi, yang penting kan kita bisa satu kelompok, ya kan? Hehehhehe….”Baek Hyun mencubit pipi Yoo ra langsung saja Yoo ra dengan wajah datar balas mencubit pipinya tanpa belas kasihan.

“AWW..AW… APPOOOO!! HUAAA LEPASSSSS!!”pekik Baek Hyun membuat semua perhatian di lab sekarang beralih ke mereka berdua, bersamaan dengan itu Kim seonsaeng masuk.

“Kang Yoo ra haksaeng, apa yang kau lakukan?! K-kau..?” kata-kata Kim seonsaeng membuat Yoo ra langsung melepaskan tangannya, sudah rahasia umum kalau Baek Hyun adalah siswa kesayangan dari Mrs. Kim “Yoo ra haksaeng, kau dihukum meng—“

“Seonsaeng, ini salahku” Baek hyun berkata tenang sambil merangkul bahu Yoo ra, tidak mempedulikan tatapan tajam Yoo Ra dan ekspresi shock guru dan kawan-kawan sekelasnya “Aku cuman sedang bercanda dengan yeojachingu ku kok, iya kan, chagi?”

“A..aku tidak” mulut Yoo ra langsung ditutup oleh sebelah tangan Baek Hyun, sementara kelas langsung heboh dan bertepuk tangan. Rasanya Yoo ra ingin sekali menggali lubang dan mengubur dirinya dalam-dalam, dia benar-benar tidak mengerti dengan manusia yang bernama BYUN BAEK HYUN! Apa namja ini amnesia?? Baru saja dia ditolak tidak sampai dua jam lalu, dan dia sudah berhalusinasi menjadi namjachingunya?

Pasti namja ini benar-benar tidak waras!

———-Author PoV end———-

——————— Dae Hyun PoV——————

Beberapa hari kemudian

@Pulang Sekolah

“Hahahaha Yoora noona.. apa yang sedang kau lakukan?”  aku menepikan sepeda ku begitu  mendapati seorang yeoja berambut ikal panjang bersembunyi di balik pohon, tepat di depan halte bus.

“Dae hyun-ah… apa mobil limo ‘three luxury stars’ sudah lewat?” katanya sambil mengintip dari balik pohon, ekspresi waspadanya lucu sekali hingga membuatku tertawa kcil

“Mereka sudah lewat sejak tadi, noona” kataku, aku tahu dia pasti tidak mau sampai bertemu dengan Byun Baek Hyun. Sebenarnya aku mengenal Baek Hyun hyung karena sebenarnya aku sama dengannya, berasal dari keluarga kaya raya, dan appa kami adalah partner bisnis. Tapi untuk beberapa alasan aku menjalani kehidupan mandiri tanpa bantuan financial dari orang tua ku. Orang-orang juga tidak tahu jati diri ku yang sebenarnya kecuali Three Luxury Stars (Kris hyung, Baek Hyun hyung dan Min).

“Jinjja?” ekspresi Yoo Ra noona terlihat sedikit lebih lega, dan perlahan dia pun keluar dari persembunyiannya “untunglah… rasanya aku lelah sekali setiap hari harus menghindar dari orang aneh itu “

“Kau benar-benar tidak tertarik dengan Baek hyun sunbae noona? Hahaha.. daebak! Kabarnya baru noona loh, yeoja yang berani menolak dia”

“Kau ini meledek atau memujiku sih?” Yoo Ra noona merenggut, kemudian dia terdiam, seolah-olah ada yang sedang dikenangnya “Aku tidak mau punya hubungan dengan orang kaya”

Aku ikut terdiam, entah mengapa aku penasaran dengan kalimat terakhir yang diucapkannya tapi rasanya bukan saat yang tepat untukku bertanya lebih lanjut.

“Mau kuantar pulang noona?” kataku sambil menunjuk sepeda ku, Yoo Ra menatap ku ragu

“Kajja… kau tidak merepotkan ku kok, oya anggap saja ini sebagai balasan karena noona sudah meminjamkan buku padaku minggu lalu”

“Tapi kan tadi pagi kau sudah mengantarku… Lagi pula aku tidak langsung pulang, aku harus ke daerah Yoideo”

“Eh.. kebetulan aku juga mau kesana” jawabku agak terkejut tapi senang “Kajja”

“Baiklah…” katanya sambil duduk di belakang ku, aku tersenyum tipis saat ujung baju ku di tarik “Tapi jangan ngebut-ngebut ya Jung Dae Hyun! Atau kau akan mati!” katanya agak bercanda.

“Nee.. nee.. noona,,, arraseo!”

—————————Daehyun PoV end————

—————————Byun Baek Hyun PoV—————————

@Rumah kediaman keluarga Byun

“SUDAH KUBILANG, AKU TIDAK MAU DIATUR OLEHMU LAGI! AKU BUKAN ANAK KECIL!” suara dingin seseorang membuatku yang sedang menaiki anak tangga menuju lantai dua terhenti, aku mendongak bersamaan dengan bunyi seseorang menggebrak pintu. Aku bisa melihat para pelayan di lantai satu juga sama terkejutnya dengan ku.

“Hyung?” aku bergegas menaiki tangga yang tersisa begitu melihat namja tinggi dengan alis mata tebal dan rahang tegas sudah berjalan cepat dari arah pintu yang aku yakin baru saja dibanting tadi. Dia menatapku sinis lalu melewatiku begitu saja, menuruni tangga

“Hyung.. kau mau kemana? HYUNG!!”

“KRIS!!! JJANKAM!!..” pintu kembali di buka dan seorang pria paruh baya keluar- appa ku. Dia menatap ke arah punggung Kris sambil tersenyum getir dan kemudian berlari berusaha mengejar Kris, tapi baru saja setengah tangga, tiba-tiba tubuh appa ku oleng. Dia memegang pegangan tangga sambil memegangi dadanya.

“APPA!!”

Brak

Pintu depan di banting keras, tapi aku tidak peduli dan langsung merangkul appa ku yang kesakitan, sedangkan para pelayan seolah dibuat membeku oleh Kris. Mereka semua hanya diam dan terlihat takut, apa mereka tak sadar ada yang tidak beres dengan tuannya?!

“APA YANG KALIAN LAKUKAN!! CEPAT PANGGIL AMBULANCE!!!”

—————Baek Hyun PoV end————

———————Yoo Ra PoV —————

@Flo Florist

“Noona! Aku benar-benar tak menyangka kalau kau adalah karyawan baru di toko bunga ini!” ucap Dae Hyun bersemangat sambil memajang beberapa bunga anggrek bulan. Entah sudah untuk keberapa kali nya dia mengatakan hal yang sama.

“          Hahahahhaa…. Aku juga, siapa sangka School Rep Se Kang High ternyata kerja part time di toko bunga? Bukan kah siswa dilarang kerja oleh sekolah kita ya?” kata ku sambil memilah bunga-bunga yang sudah tidak segar untuk dikeringkan.

“Jadi apa yang akan kau lakukan Ra-yah~? Melaporkan ku?” Tanya Dae Hyun dengan busan satori yang cukup kental.

Senyumku menghilang, mendengar ada seseorang yang memanggilku ‘Ra-yah~’ mengingatkan ku pada orang itu, tanpa sadar aku memegang gelangku erat.

“Kau kenapa?  Ehh… apa yang kukatakan tadi? Harusnya kan aku memanggilmu noona, mianhae noona-ah” ucap Dae Hyun penyesalan, aku langsung menggelengkan kepala.

“Anni gwenchana, lagi pula aku seumur dengan mu kok, di junior high aku masuk kelas akselerasi jadi aku bisa loncat satu kelas hehe”

“Jinjja? Hahahhaha… Yoo Ra-ah kalau begitu?” katanya bersemangat, aku menganguk sambil bersenandung kembali memilah bunga. Dae Hyun benar-benar teman yang menyenangkan, setelah Bo Eun hanya dia yang mau berteman dengan yeoja kutu buku sepertiku, apalagi Dae Hyun agak mirip denganku, kadang-kadang menghabiskan waktu istirahat di perpustakaan dan sepertinya kami tidak terlalu senang mendapat banyak perhatian dari sekitarnya. Aku pun dulu pertama bertemu dengannya di perpustakaan.

“Yoo Ra-ah, sepertinya mobil yang mengirim bunga sudah datang, aku akan mengambil bunga-bunga itu lewat pintu belakang” kata Dae Hyun setelah melihat pesan masuk, aku hanya mengangukkkan kepalaku sambil membalas senyumnya yang selalu terkembang.

Triinggg

Suara bel menandakan ada pengunjung yang masuk, aku langsung bergegas ke depan “Selamat datang di … Princess Min?” kataku spontan begitu menyadari siapa yang berdiri di depan meja kasir.

“Yoo Ra eonni! Kau… bekerja disini?” seorang yeoja tinggi, berwajah tirus, dengan rahang tegas dan kulit putih susu balik bertanya pada ku, kemudian dia menutup mulutnya tampak malu “Kau tak perlu memanggilku Princess Min, panggil saja aku Min atau Min Ki”

“Ah.. nee.. Min…” kata ku sambil memandang ke belakang sekilas, sepertinya Dae Hyun sedang keluar melalui pintu belakang untuk mengambil kiriman bunga-bunga segar. Syukurlah, lebih baik makin sedikit orang yang tahu kalau School Rep yang harusnya menjunjung tinggi peraturan sekolah malah melanggarnya dengan kerja part time.

“Ada apa eonni?”

“Anni.. gwenchana, eng… Min bisakah…”

“Aku akan merahasiakan tentang eonni yang bekerja disini dari sekolah kok” kata Min Ki sambil tersenyum kecil, lagipula eonni pernah membantuku mendapatkan lagi dataku di perpustakaan.

“Ehh?” aku tertegun, teringat kejadian sekitar 3-4 minggu lalu, tapi bukan kah waktu itu aku.. “Ahh… jadi kau yeoja berambut blonde itu!”

“Hahhahaha.. benar, cuma abeoji memarahiku dan Kai sepertinya tidak suka makanya aku merubah kembali warna rambutku kembali menjadi hitam, eonni … aku ingin membeli sebuket bunga” jawab Min Ki, aku merasa suaranya diriang-riangkan “Bolehkan aku melihat-lihat terlebih dahulu?”

“Tentu saja” kata ku sambil mengikuti gadis itu.

“Wahhh.. baru kali ini aku kemari, tempat ini indah! biasanya yang membelikan bunga atau apapun adalah pelayan kami, tapi kali ini aku ingin memilihnya sendiri, abeoji pasti senang” katanya sambil kemudian menatap mawar putih, kembali dengan wajah sedih. Aneh sekali, apa ada yang terjadi padanya?

“Gwenchana?” tanyaku hati-hati, aku tidak menyangka yeoja sesempurna Min Ki akan merasa sedih. Dia punya semuanya, kecantikannya yang membuat banyak gadis iri dengannya, kekayaan yang melimpah, saudara yang menyayanginya, pacar yang perhatian dan perhatian dari seluruh fans nya di sekolah.

Min Ki tiba-tiba memegang kedua pergelangan tangan ku, wajahnya terlihat serius “Eonni… aku punya permintaan, aku tahu, kau selalu mau menolong orang yang sedang kesusahan kan?”

============Yoora PoV end===============

============Byun Baek Hyun PoV============

(Dolunim = Young Master = Tuan Muda)

(Agaesshi = Nona Muda)

@Kediaman keluarga Byun, 07.00 KST

Aku menghela nafas panjang sebelum keluar dari mobil Ferrari merah yang ku kendarai. Rasanya enggan sekali memasuki rumah besar itu, rumah di depanku itu pernah menjadi rumah yang sangat aku rindukan. Tapi setelah kejadian itu.. ditambah sekarang Kris hyung pergi dan appa dirawat di rumah sakit, seandainya tidak ada Min Ki pasti aku berpikir untuk tinggal di tempat lain.

Sebenarnya aku dan Kris hyung adalah saudara tiri, ibunya menikah dengan ayahku. Dan Min ki sebenarnya adalah adik kandung Kris, tapi aku menyayangi Min seperti adik kandungku sendiri karena sejak dulu aku sangat ingin memiliki adik perempuan. Min pun selalu berkata kalau aku adalah ‘oppa’ nya yang terbaik. Tidak seperti Min yang menyayangiku, Kris… aku tahu Kris hyung sangat membenciku dan appa …. Apalagi setelah kejadian itu…

Jika tidak ada Min, aku pasti tidak mau pulang

“Miinnn… kau di dalam? eh kau?”  aku langsung mengucek mataku ketika menatap seseorang yang aku kenal menggunakan apron, kedua tangannya memegang panci yang sepertinya panas karena dia memakai sarung tangan dapur.

Aku sedang tidak bermimpi kan?

“          Kau tidak salah lihat Byun Dolunim”  Yoo Ra menatapku tanpa ekspresi sambil berjalan ke arah meja makan.

“OPPA!! Aku yang mengajak eonni loh!” Min tiba-tiba muncul dari arah dapur dengan wajah dan tangan yang kotor penuh bumbu, membuat para pelayan lain khawatir.

“Agaeshi, kami mohon biarkan para koki saja yang memasak” kata salah satu pelayan yang terlihat cemas “Aku sudah melarang dia memasak Byun Dolunim, tapi Min Agaeshi…”

“Biarkan saja dia…. Terima kasih sudah begitu peduli pada adikku” kataku sambil memberikan killer smile ku pada pelayan muda itu, wajahnya langsung semerah tomat dan ups, ternyata Yoo Ra yang sudah kembali dari ruang makan memergokiku, dia menatapku seolah memaklumi tindakanku dan kemudian berjalan ke arah dapur.

“Chagi! —- kau tidak marah kan? Kau masak apa?” tapi belum sempat aku masuk dapur, pintu dapur sudah ditutup dan dikunci dari dalam “Chagi? “

“Oppa sih, masih saja tebar pesona padahal ada eonni,  Yoora eonni.. aku masuk!” kali ini Min yang mengetuk pintu dapur dan tanpa melihatku Yoo Ra membuka pintu, menarik Min dan langsung mengunci pintu lagi.

“Hei Min! Kau seharusnya membelaku…. Woyyyyy!!”

————————Baekhyun PoV end———

————————–Yoo Ra  PoV—————–

Flash back

“Eonni… aku punya permintaan, aku tahu, kau selalu mau menolong orang yang sedang kesusahan kan?”

“Permintaan apa?”

“Aku… aku ingin bisa masak! Eonni tahu, Kai oppa, namjachinguku adalah namja yang berasal dari keluarga sederhana seperti eonni. Dia pernah bilang kalau dia rindu rasa masakan orang tuanya, jadi bisa kah eonni mengajarkan aku memasak masakan korea rumahan? Sekali ini saja”

“Bukan kah kalian punya koki pribadi?” kata ku bingung

“Ng… koki kami hanya bisa membuat makanan stardar bintang lima, terutama western food,  Kai oppa rindu makan masakan rumahan biasa, apalagi dia tinggal jauh dari orang tuanya dan aku ingin menyenangkannya, jebal… tolong aku eonni”

Aku tersenyum, agak tersentuh. Padahal dia adalah nona kaya yang bisa mendapatkan apapun yang diinginkannya dengan uang. Tapi dia meminta tolong padaku?

“Baiklah, mungkin aku ajari sekali saja yah, kau ingin kapan?”

“Bagaimana kalau malam ini eonni? Aku jemput setelah kau pulang kerja. Kau tak ada acara kan?”

Aku berpikir sejenak lalu menganguk “baiklah..”

“Asyik!! Yesss!! Aku berhasil oppa!” Min berjingkrak dengan riang, segitu bahagianya kah dia aku mau mengajarinya? Aku benar-benar tidak mengerti pikiran nona besar ataupun gadis yang sedang jatuh cinta. Eh tapi tadi dia bilang….

“Oppa?”

“M.. maksudku Kai oppa.. hahahahaha”

—–End of Flashback———

Aku menggelengkan kepala berusaha tidak memikirkan kejadian sore tadi. Entah mengapa rasanya ada yang janggal. Benarkah hanya itu alasan Min meminta bantuan ku?

“Dimana ya aku letakkan ini?” kataku sambil menatap meja persegi panjang, jarak dari ujung ke ujung sekitar 5 meter dan Min juga Baek Hyun duduk di kedua sisinya. Meja orang kaya memang mengerikan.

“Suruh pelayan membaginya jadi dua saja eonni, jadi ada untuk sisi kiri dan kanan” kata Min dan langsung saja ada seorang pelayan yang mengambil sepiring japchae yang aku bawa.

“Duduk disini chagi!” Baek Hyun tersenyum sambil memukul mukul bantalan kursi di sebelahnya. Aku menatap jam tangan ku, sudah jam 8.30 dan kalau aku tidak segera pulang aku bisa ketinggalan bis.

“Aku—-“

“Min Agaeshi dan Baek Hyun dolunim, Kai dolunim dan Chan yeol dalunim data—-“

“YOSHHHH!!!  BAEKKI AKU MAU MINTA MAKAANN, eheehhhhhhhhhh…………. Ada….” Seorang namja tinggi yang sering kulihat bersama dengan Baek Hyun menatapku penuh tanda Tanya, tapi sedetik kemudian dia tersenyum cengengesan.

“Chagi ku memasak semua ini loh! Khusus untukku… woyyyy jangan dimakan” Baek Hyun kelihatan heboh mencegah kedua temannya menyerbu makanannya, sedangkan Min asyik dengan makanannya sendiri.

“Waahhh… tadi aku baru saja makan bulgogi buatan ibuku, kau sudah coba Min? Ini tidak kalah enak!” Kata Kai yang berhasil mencuri makanan Baek Hyun. Aku tidak menyangka kalau Kai yang kesehariannya di sekolah begitu cool, bisa heboh seperti itu.

Jjamkam… Kai baru saja makan bulgogi buatan ibunya? Bukan kah kata Min….

“eonni… itu…”

“Min, kau bilang Kai tinggal jauh dari orang tuanya, benar?” kata ku  bertanya pada Min, sementara Chan yeol, Baek Hyun dan Kai sudah berhenti ribut, sepertinya mereka merasa ada yang aneh.

“Apa maksudnya Min? Aku tinggal bersama ibuku kok di daerah sini” yang menjawab malah Kai, dia terlihat bingung. Sedangkan Min kelihatan seperti pencuri yang tertangkap basah. Aku benar-benar tidak menyangka Min membohongiku.

“Eonni aku…”

“Min… aku pikir kau berbeda” aku pun mengambil tas ku “Aku mau pulang”

Dan sebelum mereka dapat bereaksi, aku pun membanting pintu besar ruang makan. Bodoh, harusnya aku tahu, ini pasti rencana Byun Baek Hyun untuk mempermainkanku dan namja itu menggunakan adiknya?

Rasanya aku benar-benar kesal!

——————-Yoora Pov end———————–

——————–Baek Hyun PoV—————–

Tiiinnn…Tiiinnnnn…….

“Yoo Ra-yah… biar ku antar yah!” kataku sambil menjalankan mobilku pelan-pelan, mengikuti langkah cepat seorang yeoja. Dia sama sekali tidak menjawab ataupun sekedar menoleh, aku hanya bisa tertawa kecil dalam hati. Baru kali ini, aku Byun Baek Hyun benar-benar diacuhkan oleh seorang yeoja.

“Yoo Ra.. kalau begitu dengarkan penjelasan ku, adikku Min tidak bermaksud…” aku tidak melanjutkan kata-kataku begitu melihat Yoo Ra sudah memasang headphonesnya.Tapi aku langsung menyadari kalau ujung kabel headphones itu sama sekali tidak tersambung pada mp3 maupun ponselnya.

Baiklah, kalau dia masih mengacuhkan ku

Aku pun menepikan mobilku, keluar dari mobil dan segera mengejar Yoo Ra. Tangan ku menangkap pergelangan tangannya dan membuat tubuhnya membalik ke arah ku.

“YAA!! APA SIH?! KA—“

“Mian…” aku membungkukkan tubuhku sedikit, kemudian kembali menatap Yoo Ra. Dia pasti shock dan tak menyangka aku akan minta maaf padanya “Maafkan dongsaeng ku Min, dia tahu kalau aku sedang sedih, dia hanya ingin membuatku senang dengan mengajakmu ke rumahku”

“Ah.. “

“Kau mau memaafkannya kan? Mungkin cara Min salah, tapi dia melakukannya demi aku”

“Baiklah… lagipula aku tidak benar-benar marah padanya kok, sekarang lepaskan tanganku” aku menatap tangan kiriku yang tanpa sadar menggenggam erat pergelangan tangan kanan Yoo Ra, aku pun melepaskannya.

“Chagi ku benar-benar yeoja yang baik” kata ku sambil menepuk kepalanya, aku bisa melihat Yoo Ra agak bergidik seolah sedang ditepuk hantu saja “Yakin tidak mau kuantar?”

Yoo Ra menggeleng, dan kemudian berbalik dan kembali berjalan.

“Hati-hati chagi!!!”  kata ku sambil melambai ke arah Yoo Ra, dan aku agak terkejut ketika gadis itu melihat ke arahku sekilas dan tersenyum? Sebentar… apa cuma ilusi ku?

Gadis itu benar-benar membuatku aneh, awalnya aku hanya tertarik karena tak sengaja melihatnya tanpa kacamata. Aku pikir dia sangat cantik, dan berencana menjadikannya yeojachinguku. Tapi dia berbeda.. dia tidak hanya cukup cantik, tapi sangat cantik….

Dan lagi, aku merasa Yoora mirip dengan seseorang yang kukenal

Aku pun tanpa sadar tersenyum, baiklah, agar mudah aku akan mengikutinya tanpa mobil, yang jelas akan kupastikan dia sampai rumah dengan selamat.

———————Baekhyun PoV end————–

—————–Yoo Ra PoV——–

@Apartment

Aku menatap jam ku ketika menaiki lift apartment  ini, ternyata sudah jam 9 malam. Kembali aku teringat kalau aku belum lunas membayar biaya sewa apartment bulan ini, dan uang ku sendiri tinggal sedikit. Gaji kerja ku di Flo florist baru bisa diambil 2 minggu lagi, sepertinya aku hanya bisa berharap agar pemilik apartment berbaik hati menunda aku membayar uang sewanya.

“Yoo Ra- yah, … kau baru pulang?” seorang namja berambut coklat keluar dari kamarnya. Jung Dae Hyun memang tetangga ku, kamar apartmentnya persis di sebelah kamarku.

“Dae Hyun –ah… kau mau…”kata-kata ku terhenti ketika seorang gadis yang masih menggunakan seragam yeoja Se Kang high keluar dari apartment Dae Hyun. Entah mengapa aku merasa yeoja ini cool sekali, tubuhnya kurus dan tinggi walau tidak setinggi Min Ki. Tapi berbeda dengan Min Ki yang ceria, dia terlihat pendiam dan sulit didekati. Yeoja itu membungkukkan kepalanya sedikit padaku.

“Yoora-ah.. eng… kenalkan ini temanku, Park Ji Yeon, dia sekelas denganku” kata Dae Hyun dan bersamaan dengan itu Ji Yeon menjulurkan tangannya

“Aku Kang Yoo Ra, bangapta Ji Yeon-ah”

“Bangapta sunbae” dan kami pun melepaskan tangan kami bersamaan, ntahlah rasanya awkward.

“Dae hyun-ah… yeojachingu mu cantik juga ya!” kata ku berusaha memecah suasana, tapi Dae Hyun malah terlihat kaget

“Yoo Ra-ah!! Dia bukan—“

“Anniyo, Aku bukan yeojachingunya Dae Hyun, Yo ora sunbae… kalaupun aku sudah punya namja chingu, aku sudah putus dengan dia”

“Wah? Sayang sekali”

“Kau juga kenal kan? Byun Baek Hyun… baiklah Daehyun-ah dan Yoo Ra eonni, aku pulang dulu—kau tidak usah mengantarku ke bawah” tambah Ji Yeon, ketika Dae hyun hendak membuka mulutnya.

Byun Baek Hyun? Jadi ternyata dia dan Ji Yeon sshi? Aku menahan keinginan ku untuk bertanya dan hanya menganguk ketika Ji Yeon berpamitan “Aku juga ke kamar dulu ya Dae Hyun –ah” kata ku, Dae Hyun menganguk dan melambai ke arah ku.

“Yoo Ra-ah, jaljjayo”

==============Yoora PoV end=================

==============Baek Hyun PoV ===========

@Street, hongdae

“Haaaahhhhhh…….” Entah sudah keberapa kali aku menghembuskan nafas panjang, bukan hanya karena Yoora terlihat sangat kesal karena aku mengikutinya pulang, tapi karena kenyataan lain. Dae Hyun dan Yoora ternyata tinggal satu apartment!

Triiinggggggggggg

Aku mengangkat telpon ku sambil tersenyum tipis ketika melihat nama Min di layar ponselku, dia pasti khawatir.

“OPPA!!! Kenapa baru kau angkat telponnya sekarang???!!! Kau dimana?? Bagaimana eonni? Apa dia masih marah? Mianhae oppa~”

“Min.. bisa kah kau bertanya satu-persatu? Haha…” aku tak dapat menahan senyumku ketika mendengar suara Min yang panik, dia selalu menggemaskan. “Pertanyaan-pertanyaan tadi kau simpan saja sampai oppa pulang,  tapi sebelum pulang oppa akan menengok appa dulu” tambahku lagi sambil masuk kembali ke dalam mobilku.

“Nee oppa..”

“Okee.. annyeong..”

Aku pun menyalakan mobil Ferrari ku, entah mengapa perasaan ku sedikit tidak enak. Aku terdiam sesaat untuk melihat seluruh isi mobilku. Rasanya beberapa posisi barang di mobilku agak berubah di banding tadi, tapi secermat apapun aku memperhatikan tidak ada yang hilang.

Sebentar!!! Mungkin saja! Dengan cepat aku menoleh ke belakang dan langsung tersenyum begitu melihat boneka beruang kecil menggunakan dress putih seperti menatapku balik. Boneka ini adalah benda paling berharga bagiku dan aku baru saja me-laundrynya.

“Baiklah, mungkin hanya perasaanku saja” gumamku dan dengan hati yang sedikit lebih tenang aku pun menjalankan mobil, seperti biasa dengan kecepatan yang cukup kencang lagipula jalanan sudah sepi. Aku memang suka kecepatan. Tapi seketika keringat dingin membanjiri dahiku ketika aku menyadari sesuatu ….

Rem nya tidak berfungsi!

Aku menatap ke depan dan ke arah rem dengan cemas, bagaimana ini? dan sebelum aku bisa berpikir, lampu merah berada tepat di depanku dan semakin dekat, aku bisa menabrak mobil lain di perempatan kalau aku tidak bisa menghentikan mobil ini!  Refleks aku pun membanting stir ku ke kanan ketika melihat sebuah mobil barang besar tepat di depanku dan..

CKITTTTTTTTTT

BRAAAKKKKKKKKKKKK

Aku merasa tubuhku terdorong cepat dan kepalaku terhantam sesuatu yang sangat keras. Setelah sepersekian detik aku merasa seluruh tubuhku sangat sakit, dengan susah payah aku membuka mataku dan yang bisa aku lihat hanya darahku yang bercucuran di setir, puing-puing kaca dan seseorang yang berdiri di pinggir jalan

Bukankah orang itu ….

Seketika rasa sakit yang sangat menyerangku dan membuatku seketika tak sadarkan diri.

===========End of Baek PoV=========

==========Yoora PoV========

//sementara itu//

Aku pun membuka pintu apartment dan mendapati sebuah amplop di depan keset. Aku mengambilnya dan membawa amplop kecil itu. Berpikir untuk membacanya sambil merebahkan diriku di kasur setelah mandi dan mengerjakan PR.

Dan akhirnya sekitar jam 11 aku membuka surat itu, sebenarnya aneh. Bukan kah aku baru pindah sebulan lebih, harusnya orang-orang belum tahu alamatku kecuali orang tua ku dan pemilik apartment.

PERINTAH PENGOSONGAN

Sebelumnya saya sebagai pemilik apartment, meminta maaf karena menyampaikan hal ini mendadak. Seperti saudara sadari, bahwa saya sudah memberi kelonggaran seminggu bagi saudara untuk membayar uang sewa. Saya tahu saudara masih bersekolah, tapi tolong mengerti posisi saya. Ada yang akan menyewa kamar yang anda huni selama dua tahun, dan sudah membayar lunas. Jadi saya mohon paling lambat 3 hari anda sudah membereskan barang-barang anda.

Sebagai gantinya, kami akan mengaggap lunas biaya sewa anda dan kami akan mengantar barang-barang berat anda ke tempat yang anda inginkan. Barang-barang tersebut beritahukan saja pada penjaga, dia yang akan mengaturnya.

Mrs. Yoo, Pemilik Apartment

“M..mwo?”  aku membaca surat ini berkali-kali berharap apa yang kubaca tidak benar, tapi percuma—ini kenyataan. Eothokkhe? Bagaimana caranya aku bisa mendapatkan apartment yang relatif murah dan cepat di distrik Gang Nam ini?

BUKK

Suara sesuatu yang jatuh membuatku menoleh ke arah rak buku kecil di samping tempat tidurku. Sebuah boneka beruang kecil dengan mahkota yang terpasang di kepalanya sekarang sudah tergeletak di bawah rak begitu saja. melihat boneka kesayangan ku seperti itu entah mengapa membuat perasaanku tidak nyaman. Refleks aku memeluknya.

“Bear… semua akan baik-baik saja kan? Aku takut…”

 

===========TBC===========

elok langita 2 (10)

Bear punya Baekhyun (yang pake gaun), yang satunya lagi punya Yoora

ps : thanks yaa buat para reader yg udah RCL di part 1 nya :).. malah ada yang udah bisa nebak arti gelang yang dipake yoora (DAEBAKK!! prok prok ) -tentang gelang itu next dibahas hehe-, chapter 3 uda nyerempet ke fantasy lohh tunggu aja :D.

comments are welcome /big hug/ \^.^/

53 pemikiran pada “The Prince & Ms Pauper (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s