This Love (Chapter 4)

Title                 : This Love (Chapter 4)

Author             : Kim Lizzie

Genre              : Romance, Friendship

Length             : Multi-chapter

Main Cast        : Kim Hyerin (OC)

: Kim Jongin / Kai (EXO-K)

: Xi Luhan (EXO-M)

Other Cast       : Park Chanyeol & Oh Sehun (EXO-K)

: Kim Minseok / Xiumin (EXO-M)

: Choi Minri (OC)

“Ah, gua antar ya?”, Tanya Kai. “Nggak usah. Aku nggak mau repotin kamu banyak. Gomawo”, Kata Hyerin lalu meninggalkan Kai. Kai hanya terdiam dan mencerna semua kata-kata Hyerin.

Sesampai di rumah Hyerin, Hyerin ditelfon Luhan. “Yoboseo”, Kata Hyerin. “Hye? Kamu sudah sadar? Kamu baik-baik saja kan?”, Tanya Luhan khawatir. “Iya aku nggak apa-apa kok. Kok kamu bisa tau aku pingsan?”, Tanya Hyerin.

“Ah ne… hehe aku tadi…”

“Pasti di kasih tau Kai ya? Ternyata dibalik sifat Kai yang menyebalkan, dia baik juga ya”, kata Hyerin.

“Maksud mu?”

“Ya tadi aku dihadang banyak penjahat, tapi Kai tadi menolong ku dari semua penjahat itu hehe dia baik ya”

Mendengar kalimat itu, Luhan pun terdiam. “halo? Luhan?”, Sambung Hyerin. “Ah ne… hmm sudah ya seperti nya pulsa ku sudah mau habis. Selamat malam Hyerin”, Kata Luhan. “Ne.. hehe gomawo Luhan sudah menelepon hehe”, Kata Hyerin lalu mematikan telfonnya. “Ja… jadi Hyerin mengira Kai yang menolong nya? Bagaimana cara nya agar ia tau kalau bukan Kai sebenar nya yang menolong nya? Aku tidak mau memberi tau Hyerin, aku ingin dia tau hal itu dari orang lain”, Kata Luhan.

Keesokannya Kai, Luhan, Chanyeol, dan Xiumin berkumpul di sebuah café, ngobrol-ngobrol seperti biasa nya. “Eh gua ada percobaan baru nih”, kata Chanyeol. “Apaan tuh?”, tanya Kai. “Nih…”, kata Chanyeol sambil mengeluarkan sesuatu dari kantong celana nya. “Mau coba ngga? Gue belum pernah cobain juga sih..”, kata Chanyeol. “Gila lu! Lu mau ngerokok?”, kata Luhan. “ya kalo kalian pada mau sih, gue mau juga. Kayak nya sih kece gitu kalo ngerokok hehe”, Kata Chanyeol. “Boleh boleh”, Kata Xiumin sambil mencoba mengambil kotak rokok tersebut, tetapi tangan Xiumin langsung dipukul Kai pelan.

“Ngapain sih coba begituan. Katanya sih sekali nya coba rokok bakal langsung kecanduan. Susah deh lepas nya”, Kata Kai. Mereka semua kaget sama sikap Kai yang tidak seperti biasa nya. “Buset, kerasukan apa lu jadi baik gitu? Hahaha”, Kata Chanyeol lalu Xiumin ikut tertawa. “Gue udah cukup nakal, ngga mau nambah-nambah dosa lagi”, kata Kai.

“Bagus Kai. Gitu dong!”, Kata Luhan lalu merangkul Kai. Kai tengokkan kepala nya ke Luhan lalu tersenyum. Luhan pun juga tersenyum, tetapi senyum nya lama kelamaan memudar, ia mengingat soal Hyerin. Sebenarnya banyak hal yang ingin Luhan tanyakan soal Hyerin kepada Kai.

“Lu kenapa Han?”, tanya Kai. “Ah ani hehe”, Kata Luhan lagi. Ia tidak mau menanyakan soal Hyerin di depan Xiumin dan Chanyeol. Drrt drrt, handphone Luhan bergetar, “Yoboseo”, Kata Luhan lalu pergi keluar café agar suara di telfon bisa lebih terdengar jelas. “Dia kenapa sih?”, Tanya Xiumin. Kai hanya mengangkat bahu nya, ia rasa ini soal Hyerin.

“Eh di depan café ada yang jualan koran tuh gua ke sana dulu ye mau liat-liat”, Kata Kai yang disertai anggukan Chanyeol dan acungan jempol Xiumin. Kai pun beranjak dari kursi nya dan keluar. Ia sebenarnya ingin bicara sesuatu dengan Luhan. Tapi sebelum nya Kai ingin mendengar perbincangan Luhan dengan si penelepon itu.

“Ah ne, aku bersama Kai”, Kata Luhan yang semakin membuat Kai penasaran. “ingin berterimakasih sama dia? Buat apa?”, kata Luhan lagi. “Oh yang soal dia menolong mu kemarin ya. Ah iya silakan Hyerin, ke sini saja”, kata Luhan. “Ne, see you later”, kata Luhan lalu menutup telponnya.

“Apa Hyerin mau ke sini? Dia mau berterimakasih ke aku karena aku nolong dia? Jangan-jangan memang betul dia tidak tau sebenar nya Luhan lah yang menolong… Ya Tuhan aku harus bagaimana…”, Kata Kai dalam hati. Ia langsung lari masuk ke dalam café lalu ke toilet, mengumpatkan diri dari Luhan.

“Loh Kai mana?”, Tanya Luhan. “Tadi kata nya mau beli Koran”, Kata Chanyeol sambil main kartu berdua bersama Xiumin. “Oh…”, Kata Luhan tapi ia merasa tadi tidak melihat nya. “mau ikutan main?”, tanya Xiumin. “Boleh… tapi apa ngga sebaiknya kita nunggu Kai aja?”, Kata Luhan. Chanyeol dan Xiumin menganggukkan kepala nya.

Tanpa menunggu waktu lama, Kai pun datang. “Eh Kai maen yok”, Kata Xiumin. “Main apaan?”, Kata Kai sambil membenarkan celana nya yang sedikit kedodoran. “Main Kartu”, kata Chanyeol. “Ya boleh boleh”, Kata Kai sambil duduk lalu melihat kearah Luhan. Luhan diam saja tidak berbicara apa-apa, bahkan melihat muka Kai saja dia tidak mau.

Selesai bermain dan ini itu nya, Hyerin pun tiba di café tersebut. “Nah menang kan gua hahaha skill lu ga ada apa-apa nya ya”, Kata Xiumin dengan sombong nya. Suara toa (?) Xiumin terdengar sampai telinga Hyerin. Hyerin pun mengikuti sumber suara tersebut. “Hey!!”, Teriak Hyerin dari kejauhan.

Chanyeol dan Xiumin terkejut. “Hyerin?!”, Kata mereka serempak. Luhan tersenyum pada Hyerin dan Kai hanya meminum dan mengaduk-aduk minumannya. “Lu ngapain sih di sini? Mau sok sksd sama kita? Pergi sana”, kata Chanyeol. “Apaan sih? Aku Cuma mau ngomong sesuatu sama Kai”, Kata Hyerin lalu tersenyum pada Kai. Kai kaget dan menengokkan kepalanya kearah Hyerin.

“Umm Kai… Gomawo ne untuk hari itu. Uhm… sebagai rasa terima kasih nya aku belikan sesuatu untuk mu”, Kata Hyerin kepada Kai. “Ah, gomawo…”, Kata Kai lalu menerima hadiah itu lalu membuka isi kantong plastic dari Hyerin, ternyata berisi komik kesukaan Kai.

“Wah! Lu tau dari mana gue suka sama komik ini? Pas banget lagi gue belom punya volume yang ini”, Kata Kai dengan excited nya. “Ne… kemarin saat aku di kamar mu, aku melihat isi meja mu. Banyak sekali komik naruto dan kamu kumpulkan semua volume dari 1 sampai terakhir yang kamu punya kan? Makannya aku belikan yang terakhir yang kamu belum punya hehe”, Kata Hyerin.

“Wah… terima kasih banyak! Ah, tapi…”, “Sudah tidak apa-apa”, Kata Hyerin dengan senyum manis nya. Hyerin dari dulu selalu begitu, jika saja ada yang menolong nya, ia akan membalas nya lebih dari itu, semampu diri nya. “Ini apa-apaan sih? Udah deh lu kalo suka sama Kai tinggal bilang aja ngga usah pake modus segala. Sono pulang, ganggu orang lagi main aja”, Kata Chanyeol.

“Ya udah sih, kan yang keganggu Cuma kamu aja. Emang aku ngga boleh ikutan main?”, Kata Hyerin dengan muka polos nya. “Heh, gue juga keganggu! Udah sono pergi ngga usah modus-modus lah sama Kai mending dia mau sama lu”, Kata Xiumin yang diikuti anggukan Chanyeol. “Sudah tidak apa-apa”, Kata Kai dan Luhan serempak, Chanyeol dan Xiumin melotot kearah Kai dan Luhan.

“Ohh, jadi lu sekarang udah mau temenan sama dia? Perasaan lu kesel banget sama dia”, Kata Chanyeol. “Udeh ah ngga usah kayak anak kecil”, Kata Kai lalu meninggalkan mereka. “Hye… Kamu pulang aja dulu ne… maafin Xiumin sama Chanyeol ya…”, Kata Luhan dengan halus nya. “Ne Han… Annyeong”, Kata Hyerin sambil membungkuk lalu pergi.

***

Di sekolah, Kai berjalan dengan gaya selengeannya, bahkan ada sampah di depannya ia tendang dan injek saja, tidak mau membantu cleaning service untuk membuang nya. Ada kaleng kosong lagi di depan Kai, ia pun menendang kaleng itu “mengganggu saja”, kata nya. Tak sengaja kaleng itu tertendang kearah Hyerin.

“Aww!”, Kata Hyerin. Kai langsung menghampiri nya. “Maaf ya ngga sengaja hehe ngga apa-apa kan?”, kata Kai. “Eh Kai? Hehe nan gwaenchana ^^”, kata Hyerin. Entah mengapa Kai tiba-tiba berpikir bahwa Hyerin sangat manis, ia sampai tersenyum kecil. “wae? Kok senyum-senyum?”, tanya Hyerin keheranan.

“Ah ani… hehe gue masuk kelas dulu ya”, Kata Kai. “Tumben langsung masuk biasa nya ngumpul dulu sama Xiumin and the geng”, Kata Hyerin. “Ah iya maksud gue mau ketemu Xiumin dulu hehe”, Kata Kai sedikit canggung, Kai juga tidak mengerti perasaan ini. Kai langsung pergi meninggalkan Hyerin dan Minri yang kebetulan ada juga di situ.

“Cie Hyerin. Kayak nya makin dekat nih sama Kai”, Kata Minri sambil tertawa kecil. “Sstt. Aku Cuma ingin berteman aja sama dia. Aku ingin punya hubungan baik dengan dia dan teman-temannya”, Kata Hyerin sambil tersenyum. “Yakin mau temenan aja? Awas ya kalau kalian sampai pacaran hahaha”, kata Minri. “Aih… ngga akan lah hehe”, Kata Hyerin sambil tersenyum malu yang disertai dengan senggolan kecil dari Minri.

Saat nya pulang sekolah, Hyerin menunggu sesuatu di gerbang sekolah. Niiittt suara klakson motor dari belakang mengejutkan Hyerin. “Kai! Kamu ngapain sih?”, kata Hyerin. “harus nya gue yang tanya, lu ngapain di situ ngalangin jalan”, Kata Kai. “Ya kan kamu bisa lewat di sebelah aku, ngga usah klakson gitu bikin kaget tau”, kata Hyerin sambil memasang muka kesal.

Luhan sedang berjalan dengan Xiumin dan Chanyeol, ia berhenti saat melihat Kai dan Hyerin ada di gerbang sekolah. “Kenapa Han?”, Tanya Xiumin. “Ah nggak apa-apa. Gue baru inget ada yang ketinggalan di kelas. Kalian duluan aja”, Kata Luhan. “Oke, tugas jangan lupa fotoin jawabannya ya, gua males kerjain”, Kata Chanyeol.

“Yaya”, kata Luhan. Chanyeol dan Xiumin pun pergi. Luhan diam-diam mendekati Kai dan Hyerin ingin mendengar apa yang mereka bicarakan. “Maaf deh maaf lagian tumben ngga langsung pulang?”, Kata Kai penasaran. “Iya aku tadi ngga bawa sepeda ke sini jadi nunggu bis”, kata Hyerin.

“Eh lu tau ngga jam segini tuh jam-jam nya rawan penculikan tau, soal nya para penculik pada tau jam segini jam nya pada pulang sekolah. Mending ngga usah naik bus deh”, Kata Kai. Hyerin pun berpikir sejenak. “Trus harus naik apa dong?”, Tanya Hyerin. “Naik motor gue aja”, kata Kai sambil menaik-naikkan alis nya.

“Ha? Naik motor mu? Aku ngga bisa nyetir motor mana motor mu segede itu lagi”, Kata Hyerin dengan polos nya. “Bukan begitu bodoh. Gue boncengin lu sampe rumah. Gimana?”, Kata Kai. “Hmm, boleh?”, tanya Hyerin.

“Boleh tapi abis itu bayar ya bensin nya”, kata Kai becanda.

“Yahh aku ngga ada duit tapi”, kata Hyerin dengan muka polos nya.

“Bodoh. Udah naik aja”, Kata Kai kesal karena Hyerin terlalu polos, Hyerin pun menaikki motor Kai. Kai langsung mengegas motor nya menuju rumah Hyerin. “Ya Tuhan, sepertinya Hyerin dan Kai saling menyukai. Aku ngga boleh egois. Tapi, aku masih boleh ngga ya nelfon Hyerin seperti biasa nya?”, Kata Luhan dalam hati, ia sangat sedih sekarang.

***

Sesampai nya di rumah, Luhan pun merebahkan diri nya di kasur kamar nya. Ia ingin menelfon Hyerin rasa nya, tapi ia ragu. Akhir nya ia memutuskan untuk menelfon Hyerin. “Yoboseo”, kata seseorang di seberang sana, tapi seperti suara bapak-bapak. “Hyerin?”, Tanya Luhan. “Hyerin?”, tanya bapak-bapak itu lagi. “Ne. Hyerin mana?”, kata Luhan sedikit panic. Bapak itu langsung menutup telfonnya.

“Halo? Halo?”, Tetapi tidak ada jawaban. Luhan khawatir dengan Hyerin, ia pun langsung pergi ke rumah Hyerin.

***

“Gomawo Kai”, Kata Hyerin sesampai di rumah nya. “Ne… hmm besok mau aku antar lagi ga?”, Tanya Kai. “Eh? Antar ke sekolah apa antar ke rumah?”, Tanya Hyerin.

“Dua dua nya boleh hehe”, Tanya Kai.

“Kok kamu jadi baik banget sekarang? Haha ngga usah Kai, aku naik sepeda aja. Lain kali aja ya kalo sepeda ku rusak lagi hehe”, Kata Hyerin halus.

“Ne, ngga apa-apa. Ya udah gue pulang dulu ya”

“Oke… Gomawo Kai”, Kai hanya mengangguk lalu pergi. Hyerin pun tersenyum dan merogoh kantung rok nya. “Loh? Handphone ku mana?”, Hyerin pun panic ia cari di kantong rok, kantong baju, sampai ke tas tapi tidak ada. “Aduh gimana ini… kalo jatuh masa aku harus minta umma beliin lagi?”, Hyerin pun bingung.

Duarrr, suara geledek menyambar. “Duh ngeri, masuk rumah aja deh”, Kata Hyerin sambil berlari kecil masuk ke rumah nya. “Hye? Kamu pulang tadi naik apa?”, Tanya umma Hyerin. “Aku diantar teman ku umma hehe”, Kata Hyerin. “Ohh.. si Minri itu? Atau Luhan? Cie…”, kata Umma Hyerin, Hyerin hanya tertawa kecil.

Senyum Hyerin memudar… “Luhan apa kabar ya? Rasa nya udah jarang ngobrol sama dia”, Kata Hyerin dalam hati. “Kenapa Hye?”, tanya umma Hyerin. “Eh… Ani hehe. Aku buat air panas untuk mandi dulu ne”, Kata Hyerin lalu pergi ke dapur.

“Luhan sudah lama rasa nya tidak menelfon ku sejak kejadian aku dihadang penjahat itu… dia kemana ya? Apa dia marah karena aku karena aku lebih dekat dengan Kai? Hmm, besok aku harus ngobrol lagi sama dia”, Kata Hyerin dalam hati.

***

“Huaah segar nya”, Kata Hyerin saat keluar dari kamar mandi. “Hyerin!!”, tok tok tok. “Siapa tuh Hye?”, Tanya umma. “Molla. Sebentar ya ku lihat dulu”, Kata Hyerin lalu membuka pintu rumah nya. “Hyerin!!”, Luhan langsung memeluk Hyerin. “Eh Luhan… lepasin…”, Kata Hyerin. Lalu Luhan melepas pelukannya. “Kamu kenapa sih?”, Tanya Hyerin keheranan.

“Kamu ngga apa-apa kan?”, Tanya Luhan. “I… iya ngga apa-apa. Emang kenapa Han?”, Tanya Hyerin yang semakin heran. “Mian tadi aku meluk kamu. Hmm, aku kira kamu kenapa-kenapa soal nya tadi aku telfon kamu dan yang angkat itu seorang ahjussi, aku khawatir jadi aku ke sini hehe. Mian aku datang-datang rusuh”, Kata Luhan.

Hyerin pun tersenyum. “Ngga apa-apa Luhan. Makasih ya udah khawatir gini hehe”, Kata Hyerin malu-malu. “Kalian ngobrol dulu gih di teras biar umma buat teh hangat”, Kata umma Hyerin tiba-tiba. “Ah, ne…”, kata Hyerin dan Luhan.

“Ya… tadi handphone ku hilang. Seperti nya jatuh saat aku naik motor tadi. Mungkin ahjussi itu melihat ada handphone jatuh jadi dia ambil. Maaf ya jadi merepotkan mu hehe”, Kata Hyerin. “Ngga apa-apa kok. Gara-gara terakhir ini kamu dihadang penjahat, aku jadi khawatir hehe”, Kata Luhan malu-malu.

“Hmm Hye… sebenar nya yang menolong kamu dari penjahat-penjahat itu bukan Kai…”, Kata Luhan sambil menunduk. “Loh? Lalu siapa?”, Tanya Hyerin kebingungan. “Hmm bukannya sok jagoan ya hehe, tapi… aku Hye yang nolong kamu”, Kata Luhan sambil malu-malu. “Astaga… Maafin aku ya… Habis nya kalian ngga bilang apa-apa sih jadi nya aku ngga tau”, Kata Hyerin dengan muka yang merasa bersalah. “Ne… gwenchana hehe”, Kata Luhan sambil senyum-senyum.

“Oh iya, kok kamu tau rumah ku?”, Tanya Hyerin. Luhan bingung mau jawab apa. “Hmm aku sebenar nya sering nge-stalk kamu”, Kata Luhan sambil menundukkan kepala nya. “Stalk? Buat apa?”, Tanya Hyerin bingung.

Luhan pun menarik nafas panjang. “Ya sebenar nya aku suka ngikutin kamu sampe pulang. Ya walau  kadang-kadang”, kata Luhan.

“Ya tapi untuk apa?”, Tanya Hyerin.

“Ka… karena aku…”

“Ini teh nya…”, Kata Umma Hyerin tiba-tiba. “Ah gomawo ahjumma”, kata Luhan dengan senyum manis nya. “Ne…”, kata Umma lalu masuk lagi ke rumah. Hyerin kembali menatap Luhan, menunggu jawaban. “Aku…. Karena… aku… suka kamu Hye ohok ohok”, kata Luhan tiba-tiba batuk.

“Ahahaha minum aja dulu… sampe batuk gitu kamu nya hehe”, Kata Hyerin. “Hye… aku beneran suka sama kamu. Dari semenjak aku sms kamu itu, aku udah suka sama kamu”, Kata Luhan blak-blakan. “Jinjja?”, Tanya Hyerin dengan muka serius. Kini Luhan tidak peduli lagi dengan Kai atau pun yeoja-yeoja lain yang menyukai Luhan, yang jelas Luhan benar-benar menyukai Hyerin.

“Ne… Aku benar-benar menyukai mu Hye…”, Kata Luhan sambil menundukkan kepala nya. “Aku juga suka…”, Kata Hyerin sambil malu-malu. “Suka sama aku?”, Tanya Luhan lagi dengan muka gembira nya. “Bukan… suka sama teh nya hehe. Manis…”, Kata Hyerin sambil menyeruput teh buatan umma nya.

“Oh… kalo aku?”, Tanya Luhan. “Kamu? Hmm”, Kata Hyerin yang membuat Luhan penasaran. Hyerin menganggukkan kepala nya. “Ka… kamu… suka aku juga?”, Tanya Luhan kegirangan. Hyerin pun mengangguk kecil lagi sambil senyum-senyum. “yeeeeyy!!”, Teriak Luhan, Luhan pun langsung menutup mulut nya.

***

“Si Luhan kampret nih”, Kata Chanyeol sambil sibuk mengerjakan tugas di kantin sekolah. “Kenapa?”, Kata Kai sambil minum pepsi. “Gue kemaren udah suruh dia fotoin jawaban tugas malah ngga di kirim. Pas gue tagihin dia malah Cuma bales emoticon cium. Udah miring kali tuh otak nya”, Kata Chanyeol sambil masih sibuk mengerjakan tugas nya.

“Kayak nya emang udah miring beneran. Sampe mau cium lu segala buahaha”, Kata Kai sambil ketawa. “Kayak nya dia lagi seneng tuh”, Kata Xiumin sambil makan bakpao. “Sok tau lu”, Kata Kai sambil menjitak pelan kepala Xiumin. “Serius weh, dia kan kalo seneng semua orang di cium peluk sama dia”, Kata Xiumin.

“Duh hari ini gue jaga jarak dulu deh sama Luhan”, Kata Chanyeol. “Hahaha lebay lu”, kata kai. Bel pun berbunyi. “Yok udah masuk”, Kata Kai sambil bangkit dari kursi. Kai dan Xiumin langsung lari meninggalkan Chanyeol yang sedang mengerjakan tugas. “Woi tungguin!!!”, Kata Chanyeol sambil membereskan buku-buku nya dan langsung mengejar Kai dan Xiumin.

***

Sesampai nya di depan kelas, Kai, Xiumin, dan Chanyeol ngos-ngosan. Kai dan Xiumin tertawa-tawa. “Muka Chanyeol panic wahahaha”, Kata Kai yang disertai tawaan Xiumin. “berisik lo pada”, Kata Chanyeol lalu masuk ke kelas. Kai dan Xiumin pun mengikuti Chanyeol. “Cieeee”, Teriak satu kelas. Kai, Xiumin, dan Chanyeol pun bingung.

Terlihat di sana ada Luhan yang sedang duduk menghadap Hyerin. “Wes wes ada apaan nih”, Tanya Xiumin sambil merangkul Luhan. “Ada yang baru jadian nih”, Kata salah satu anak dari kelas itu. “Siape siape?”, Tanya Chanyeol. “Tuh si Luhan”, Kata anak itu. “Asekk pantesan semalem otak lu ga beres Han. Congrats ye. Tapi kok mau-mau nya sih sama dia”, kata Chanyeol.

“Emang”, Kata Kai tiba-tiba yang membuat suasana kelas yang tadi nya gaduh menjadi sepi. Kai langsung menghampiri Luhan dan Hyerin. “Tau Han, mau-mau nya lu sama dia”, Kata Kai lalu meninggalkan mereka dan duduk di paling belakang. Luhan menundukkan kepala nya, ia tau Kai pasti cemburu dan marah.

Hyerin menengokkan kepala nya kearah Kai. “Kamu kenapa sih?”, Hyerin heran dengan sikap Kai, padahal belakangan ini Kai sudah baik dengan Hyerin, kalau Chanyeol yang bicara seperti itu Hyerin sudah tidak heran lagi. Kai tidak menjawab Hyerin, ia hanya mendengarkan lagu dengan earphone lalu menaruh kepala nya di atas meja.

Tiba-tiba seonsaengnim pun datang, semua anak yang sedang berdiri langsung duduk ke tempat duduk masing-masing.

***

Hari itu hari Hyerin harus mengajar Kai. Hyerin menjadi ragu ke rumah Kai, ia takut Kai marah walaupun ia tidak tau mengapa Kai marah, tapi ia tetap mencoba datang ke rumah nya. Kebetulan Kai ada di garasi rumah nya sedang mencuci motor nya. “Kai…”, Hyerin sedikit teriak, Kai menengokkan kepala nya ke sumber suara.

Bukannya membukakan pagar untuk Hyerin, ia malah masuk ke rumah meninggalkan Hyerin. “Kai tunggu dulu! Hari ini kan jadwal kamu les”, Kata Hyerin sedikit berteriak. Langkah Kai pun terhenti, ia justru berbalik berjalan ke pagar. “Mending lu pulang aja deh. Ngga usah les-in gua lagi”, Kata Kai.

“Tapi aku butuh pekerjaan ini Kai”, Kata Hyerin. “Ya udah lu ngga usah dateng ke rumah gue, tapi gue bayar lu per bulan”, Kata Kai. “Aku ngga mau kalau cara nya begitu!”, Kata Hyerin tegas.

“Kalo ngga mau ya udah ngga usah kerja di sini lagi”, Kata Kai lalu meninggalkan Hyerin.

“Kai!! Kamu kenapa sih? Jelasin ke aku kenapa kamu marah sama aku!!”, Kata Hyerin sedikit berteriak, tapi Kai tetap terus berjalan meninggalkan Hyerin.

TBC

Don’t be silent readers! Your comment, critic, and opinion are very important for me. Thank you for reading! ^^

Iklan

7 pemikiran pada “This Love (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s