This Love (Chapter 5)

Title                 : This Love (Chapter 5)

Author             : Kim Lizzie

Genre              : Romance, Friendship

Length             : Multi-chapter

Main Cast        : Kim Hyerin (OC)

: Kim Jongin / Kai (EXO-K)

: Xi Luhan (EXO-M)

Other Cast       : Park Chanyeol & Oh Sehun (EXO-K)

: Kim Minseok / Xiumin (EXO-M)

: Choi Minri (OC)

“Kai!! Kamu kenapa sih? Jelasin ke aku kenapa kamu marah sama aku!!”, Kata Hyerin sedikit berteriak, tapi Kai tetap terus berjalan meninggalkan Hyerin.

Sesampai di kamar nya, Kai langsung membanting pintu nya dan mengunci pintu nya. Ia mengambil bantal nya dan membuang nya ke sembarang arah lalu duduk di kursi nya. Tanpa sadar, ia meneteskan air mata. Buku komik yang diberi oleh Hyerin di lempar ke sembarang arah. Tiba-tiba Kai menangis terisak-terisak, sebelum nya ia tidak pernah menangisi wanita yang disukai nya.

Hyerin berjalan pulang, perasaan ia benar-benar tidak tenang. Ia tidak pernah merasa seperti ini. Biasa nya kalau ada yang membenci nya tanpa ia mengetahui alasannya, pasti ia tidak akan memikirkannya. Bagi ia itu hanya marah-marah tidak jelas. Tapi kali ini, ia justru merasa tidak tenang. Gluduk gluduk, “Sepertinya mau hujan…”, Kata Hyerin sambil menatap langit yang sudah berwarna abu-abu. Ia berteduh di sebuah tempat.

Ia melihat ada telepon umum di sana, ia pun menelfon ke rumah, ingin mengabari umma nya. Tiba-tiba ada mobil berhenti di sebelah nya, Hyerin pun tidak jadi menelpon ke rumah. Kaca mobil itu terbuka. “Hye? Kok belum pulang? Sini naik mobil ku saja”, Kata Luhan. Ia pun naik ke mobil Luhan.

***

Sesampai di rumah Hyerin, ia duduk bersama Luhan di teras. “Han…”, Kata Hyerin tiba-tiba. “Ne?”, Jawab Luhan dengan senyum nya yang manis. “Kai benci sama aku kenapa sih?”, Tanya Hyerin tiba-tiba. “Tadi aku ke rumah nya buat ngajarin dia karena hari ini jadwal les dia. Tapi dia malah mengusir aku dan nyuruh aku biar berhenti kerja. Dari tadi pagi dia menghindar terus loh dari aku. Aku salah apa ya?”, Kata Hyerin sambil menunduk. “Dia sebenar nya ngga marah sama kamu..”, Kata Luhan tersenyum sambil memegang tangan Hyerin. Hyerin tengokkan kepala nya ke Luhan, “Loh terus? Dia tadi bentak-bentak aku di rumah nya. Masa iya dia ngga marah sama aku”, Kata Hyerin.

“Tapi dia ngga sepenuh nya marah sama kamu. Percaya sama aku, besok dia juga udah baik lagi pasti”, Kata Luhan menenangkan Hyerin. Perasaan Hyerin sedikit lega. “Jinjja? Aku ngga mau berantem sama dia, kalau pun dia marah sama aku, aku ingin tahu apa kesalahan ku”, Kata Hyerin.

“Sudah, ngga usah dipikirin… Kita buat tugas bareng aja oke?”, Kata Luhan sambil tersenyum. Hyerin pun tersenyum, “ne…”.

***

“Bro lu kenapa sih? Kayak nya kurang semangat”, Kata Xiumin di kantin sambil makan bakpao. “Gua sebelum nya ngga pernah nangisin yeoja”, Kata Kai tiba-tiba. “Wes wes wes. Galau nih cerita nya? Ciaelah… baru si Luhan hepi eh elu malah galau. Kenapa sih? Lagi suka sama cewe?”, Tanya Chanyeol sok asik.

“Kalo gue kasih tau, lu berdua pasti kaget”, Kata Kai. “Ngga deh ngga kaget, janji janji”, Kata Xiumin yang disertai anggukan Chanyeol. Kai menarik nafas panjang. “Gue sebener nya suka sama Hyerin”, kata Kai. “Apa?!?!”, Xiumin langsung berteriak ala sinetron dan Chanyeol pura-pura pingsan.

“Ngga usah lebay. Kan, pasti pada kaget”, Kata Kai. “Ya iya lah! Itu kan pacar sahabat lu sendiri”, Kata Xiumin. “Gue salah ya kalo suka Hyerin?”, Tanya Kai serius. “Hmm… tergantung. Siapa duluan yang suka sama Hyerin? Elu apa si Luhan?”, Tanya Chanyeol.

“… Luhan”, Kata Kai.

“Duh… nama nya juga perasaan, bisa dateng kapan aja. Ngga bisa di salahin juga sih. Ya tapi lu ngalah aja, dia kan udah duluan yang suka. Semoga ada yeoja yang lebih baik dari Hyerin”, kata Chanyeol.

“Kayak nya sih ngga ada… soalnya ini pertama kali nya gue nangisin cewe, pasti dia special banget”

“Iya sih. Tapi lu ngalah aja sementara waktu ini. Kasian Luhan dia kan udah nunggu Hyerin lebih duluan daripada lu”, Kata Xiumin.

“………kalo gue harus kasian sama Luhan, kapan gue nya yang dikasianin?”, Kata Kai dalam hati.

-Flashback-

Kai, Luhan, Chanyeol, dan Xiumin sudah berteman sejak SMP. Saat itu ada yeoja di kelas mereka yang cukup cantik, sehingga mereka ber-empat menyukai yeoja itu. Awal nya Kai lebih dahulu menyukai yeoja itu, tapi Kai tidak pernah mengungkapkan perasaannya. Tapi tiba-tiba Luhan angkat bicara dan berkata bahwa ia menyukai yeoja itu.

Lama kelamaan, Chanyeol dan Xiumin jadi menyukai yeoja itu, awal nya Kai tetap tidak mengakui bahwa ia menyukai yeoja itu sejak lama, tapi pada akhir nya ia mengakui juga walau memakan waktu beberapa hari. Mereka ber-empat pun sepakat bersaing sehat untuk mendapatkan yeoja itu.

Tapi dari mereka ber-empat yang paling cuek dengan yeoja itu adalah Kai walau sebenarnya perhatian Kai lebih besar dari Luhan, Chanyeol, dan Xiumin, hanya saja Kai tidak mau menunjukannya.

Suatu hari Kai merasa sudah mantap dan ingin menyatakan perasaannya pada yeoja itu dan kebetulan Chanyeol dan Xiumin sudah menyerah. Chanyeol menyerah karena ia merasa terganggu saat ia sedang bermain game, ia harus focus juga membalas SMS dari yeoja itu, begitu juga dengan Xiumin. Ia merasa terganggu karena saat ia sedang SMS-an dengan yeoja itu, ia sering tertidur jadi tidur nya sering terganggu dengan suara handphone nya yang terus berbunyi.

Sementara Luhan dan Kai tidak, mereka tetap bersaing mendapatkan yeoja itu. Kai pun pada hari itu pergi ke rumah yeoja itu untuk mengutarakan perasaannya, bunga mawar yang harum itu sudah ada di tangannya. Ia sekarang sudah dapat melihat rumah yeoja itu dari kejauhan karena rumah nya yang tinggi dan besar, ia terus berjalan.

Sampai di dekat rumah nya, ia melihat seorang lelaki yang mengendarai motor baru saja tiba di depan rumah yeoja itu. Tak berapa lama, yeoja itu keluar dari rumah nya, sang pemilik motor membuka helm nya dan… “Luhan?!”, Kata Kai sambil terkejut. Luhan dan yeoja itu berbincang-bincang sampai pada akhir nya Luhan mengeluarkan sesuatu dari bagasi motor nya, ia memberikan sebuah boneka dan sebuah kotak hadiah.

“Will you be mine?”, Tanya Luhan. Yeoja itu sambil senyum-senyum dan malu-malu menganggukan kepala nya dan mereka pun berpelukan. Melihat kejadian itu, Kai membuang mawar yang ia bawa dan pergi meninggalkan mereka.

-Flashback end-

***

Di kelas, pelajaran ekonomi sedang berlanjut. “Kalian ada tugas membuat presentasi ya, tetapi tugas kelompok”, Kata Luna seonsaengnim. “Asekkkk”, Teriak Xiumin, Chanyeol, dan anak-anak lainnya. “Satu kelompok berisi enam orang ya. Silakan pilih sendiri anak-anak nya, nanti nama-nama teman kelompok nya tulis di kertas ya lalu berikan ke saya”, Kata Luna seonsaengnim yang disertai anggukan para murid.

“Eh kita kan ber-empat ya, dua orang lagi siapa?”, Tanya Xiumin. “Cari anak yang rajin aja biar bisa di budakin hahaha”, kata Chanyeol yang diikuti tawaan Xiumin. Kai hanya tersenyum kecil melihat tingkah laku Chanyeol. Tiba-tiba Luhan menghampiri Hyerin. “Hye? Kelompok mu siapa?”, Tanya Luhan.

Kai muali memanas, tapi ia tetap stay cool. “Sabar ya…”, Kata Xiumin sambil menepuk-nepuk pundak Kai. “Ngga usah keras-keras ngomong nya bodoh”, Kata Kai kesal. “Hehe mian…”, Kata Xiumin sambil cengengesan.

“Ya sudah sekelompok dengan kelompok ku saja, ajak Minri juga”, Kata Luhan.

“Ah… tapi ada Kai… dia mau ngga ya sekelompok sama aku?”, Tanya Hyerin khawatir.

Luhan menengokkan kepala nya kearah Kai, terlihat muka Kai yang sedang ‘bete’ itu. “Gwaenchana… Kai pasti mau kok. Aku tanya dia dulu ya”, Luhan pun menghampiri Kai yang sedang menaruh kepala nya di atas meja. “Kai… Hyerin dan Minri boleh ikut kelompok kita? Kasian dia ga punya…”, “Boleh! Boleh!”, Kata Xiumin dan Chanyeol dengan semangat 45 nya (?)

“Ya boleh boleh aja”, Kata Kai sambil malas-malasan. “Ne…”, Kata Luhan sambil tersenyum lalu meninggalkan mereka bertiga. “Asik, dapet anak rajin plus pinter, bisa sukses pasti kelompok kita”, Kata Chanyeol sambil melipat tangannya di depan dada.

“Bangga amat sih sukses gara-gara orang lain”, Kata Kai.

“Lu diem aja dah”, Kata Chanyeol. Kai pun diam dan menidurkan kepala nya di atas meja.

“Hye, kata Kai ngga apa-apa kok kamu ikut. Ayuk, Minri juga mau kan?”, Tanya Luhan halus.

“Ne… boleh saja”, Kata Minri sambil tersenyum. Akhirnya Luhan, Hyerin, dan Minri pun mengampiri Kai, Xiumin, dan Chanyeol.

“Nah saya sudah menulis apa saja yang harus kalian kerjakan. Ada lima bagian yang harus kalian cari. Silakan bagi-bagi tugas”, Kata Luna seonsaengnim. “Nah yang nyari tokoh nya si Kai, era nya si Luhan, latar belakang nya si Chanyeol, kebijakannya si Hyerin, kesimpulannya si Minri, nah gue yang ngumpulin aja”, Kata Xiumin dengan kaki nya yang ada di atas meja.

“Menang banyak!”, Protes Chanyeol. “Ngga usah repot-repot, kan ada si anak rajin tuh. Suruh dia aja yang buat semua nya”, Kata Kai sambil menunjuk Hyerin dengan dagu nya. “Kai… kok gitu? Kita kan satu kelompok, semua harus kerja”, Protes Luhan sedikit. Kai hanya mengeluarkan smirk nya dan berkata, “becanda”.

Perasaan Hyerin menjadi tidak nyaman. Ia menjadi takut berada di kelompok itu. Luhan menatap Hyerin yang sedang menundukkan kepala nya. “Tau ah”, Kata Kai tiba-tiba sambil beranjak dari kursi yang membuat teman-teman di sekitar nya kaget. “Gue ke toilet dulu ye, bagi-bagi tugas aja dulu, gue ngerjain apa aja terserah”, Kata Kai lalu meninggalkan kelas.

“Ya udah kita suruh aja dia kerjain semua nya”, Kata Chanyeol dengan suara yang kecil. Hyerin dan yang lainnya tertawa.

Sesampai nya di toilet, Kai berkaca, “Gue ngga boleh egois. Seharus nya gue bisa buat Hyerin nyaman temenan sama gue. Seharus nya gue turut seneng kalo sahabat dan orang yang gue sayang juga seneng. Tapi gue tetep ngga mau Hyerin dateng lagi ke rumah gue”, Kata Kai entah bicara sama siapa.

Di kelas, Kai selalu tersenyum dan tertawa menutupi kesedihannya. Hyerin jadi merasa lebih nyaman karena Kai juga menjadi baik dengannya.

***

Beberapa hari kemudian, tinggal menghitung hari tugas ekonomi itu harus dikumpul. Saat itu hari Sabtu. “Yoboseo”, Kata Luhan saat ada yang menelfonnya. “Han, tiga hari lagi kan tugas kita harus di kumpul. Bisa tidak hari ini kita berkumpul lalu mengerjakan tugas nya?”, Tanya Hyerin.

“Oh tentu bisa. Sebentar ya aku kabarin Kai, Chanyeol, dan Xiumin dulu, kamu kabarin Minri ne. Nanti tempat nya aku kasih tau kamu ya”, Kata Luhan. “Ah ne ne… Ya sudah nanti kabarin aku ya”, Kata Hyerin. “Hye…”, Kata Luhan.

“Ne?”, kata Hyerin.

“…Saranghae”, Kata Luhan sambil tersenyum.

Hyerin hanya tertawa kecil, “Ne.. ya sudah ya aku mau kabarin Minri dulu. Bye bye”

“Bye…”, Luhan menutup telfon sambil menghela nafas. “Aku ngga pernah mendengar Hyerin bilang saranghae ke aku”, Kata Luhan sambil memasang muka sedih.

***

From: Luhan

Kita kerjakan di rumah Kai ya jam setengah 4.

From: Hyerin

Sip

Luhan: Sambil menunggu sampai jam setengah 4, kita mau jalan-jalan ngga?

Hyerin: Mwo? Hehe boleh… mau kemana?

Luhan: Hmm, ke mall aja ne? Kamu siap-siap ya, aku jemput kamu.

Hyerin: Oke! 😉

Sementara itu…

“Oy, pergi yok”, Kata Kai kepada Xiumin di telepon. “Hoam… baru bangun nih… mau ke mana sih?”, Kata Xiumin sambil mengumpulkan nyawa di kasur. “Elah si gendut, gue bosen aja nih, ini kan masih pagi, pergi aja yuk sambil nunggu sampe setengah empat”, Kata Kai.

“Ha? Setengah empat? Emang mau ngapain jam segitu?”, Tanya Xiumin.

“Ck, emang lu belum di kabarin Luhan? Nanti ke rumah gua jam segitu mau kerjain tugas”, Kata Kai sambil menahan sabar.

“Oh udah di kabarin kali tapi gue belum baca hehe”

“Ya udah lu ajak Chanyeol ya, gua ajak Luhan”

“Ya…”, lalu telfon tertutup. Xiumin justru melanjutkan tidur nya.

“Oy Han, pergi yuk sambil nungu sampe jam setengah empat”, Kata Kai di telepon. “Duh gue ga bisa”, Kata Luhan. “Yah, tapi setengah empat jadi kan?”, Tanya Kai.

“Iya, kalo itu mah jadi”, Kata Luhan.

“Ya udah deh gue bertiga aja sama dua tuyul itu”, Kata Kai.

“Hahaha oke oke”, Kata Luhan lalu telepon tertutup.

***

Luhan sudah ada di depan rumah Hyerin. Hyerin pun keluar dari rumah memakai kaos berwarna hitam beserta tulisan-tulisan (?), rok kotak-kotak merah, sepatu berwarna putih, dan rambut yang terurai, ia pun masuk ke dalam mobil Luhan. “Udah siap nyonya?”, Kata Luhan yang disertai tawa kecil Hyerin. “Ne”, kata Hyerin sambil mengangguk dan tersenyum.

Sementara itu… “Kai ooo Kai~~”, Kata lelaki di depan pintu kamar nya. Kai pun membuka pintu kamar nya. “Bebi!!!”, Teriak Chanyeol lalu memeluk Kai. “Elah lu ngapain sih”, Kata Kai sambil melepas pelukan Chanyeol. Sementara itu Xiumin malah berjalan masuk kamar Kai lalu tidur di kasur Kai.

“Woi!!”, Teriak Kai dan Chanyeol yang melihat Xiumin malah merebahkan tubuh nya di kasur dan memejamkan mata. “Eh kita nge-gym yok biar si Xiumin kurus”, Kata Chanyeol. “Wah boleh tuh”, Kata Kai. “Gile lu ndro! Eh… Yeol! Males ah gua. Kirain ngajakin pergi buat makan-makan tau nya malah nge-gym… Males ah!”, Kata Xiumin.

Kai langsung mendorong Xiumin dari kasur nya lalu Xiumin langsung diseret Chanyeol keluar dari kamar nya. “Kyaaaaa!”, Teriak Xiumin seperti seorang perempuan.

~~

“Kamu suka ngga es cream nya?”, Tanya Luhan. “Ne, suka banget. Gomawo ne”, kata Hyerin sambil tersenyum senang. “Aku senang kalo bisa nyenangin kamu Hye…”, Kata Luhan sambil tersenyum. Hyerin hanya menunduk sambil tersenyum malu.

~~

Sementara tiga namja amburadul itu sudah sampai di tempat gym. “Asek akhir nya Xiumin bentar lagi keringetan”, Kata Chanyeol sambil pasang muka senang nya. “Kagak mau ah gua”, Kata Xiumin lalu meninggalkan tempat itu. “Weh weh tunggu dulu, kalo lu olah raga, abis ini gua traktir lu bakpao deh”, Kata Kai.

“Bakpao?!”, Kata Xiumin sambil memamerkan gigi nya yang kinclong. “Oh my God, bakpao <3”, Xiumin langsung lari ke tempat gym. “Doh anak siapa sih tuh”, kata Chanyeol. Kai hanya tertawa lalu masuk ke tempat gym.

***

Sudah pukul 15.22, Luhan dan Hyerin sudah tiba di depan rumah Kai. Luhan pun menelepon Kai, “Kai… Lo di mana? Gue udah di depan rumah lo”, Kata Luhan. “Gue masih otw, kalo mau masuk, masuk duluan aja”, Kata Kai. “Ne ne”, Kata Luhan lalu menutup teleponnya. Luhan pun mengetuk pagar rumah Kai.

“Eh Luhan… sebentar saya buka kan pagar”, Kata satpam di rumah Kai. Luhan hanya tersenyum dan kembali masuk ke mobil.

Sambil menunggu Kai dan yang lain, Luhan dan Hyerin duduk di teras rumah Kai. Mereka ngobrol sambil berpegangan tangan. Tanpa disadari, mobil Kai sudah masuk ke garasi. Mata Luhan menatap bibir Hyerin. Hyerin hanya membeku, tidak tau harus bagaimana. Chu~ Luhan mencium bibir Hyerin. Hyerin hanya melototkan mata nya saja.

Kai turun dari mobil dan melihat dua orang di teras nya. Mata nya membesar dan langsung menghampiri mereka. Ia menarik Luhan dan memukul sudut bibir Luhan. Ia terus memukul Luhan dari hidung, pipi, dan perut semua tertonjok. Hyerin berusaha meleraikan tapi tetap tidak bisa.

Xiumin dan Chanyeol langsung menarik mereka berdua. “Lu kenapa sih Kai?”, Kata Xiumin. “Ngga usah kerjain tugas di sini. Di rumah yang lain aja”, Kata Kai lalu meninggalkan mereka semua dan masuk ke rumah nya. “Lu ngga apa-apa Han?”, Tanya Chanyeol. “Ne…”, Kata Luhan sambil mengusap sudut bibir nya.

***

Mereka semua pun pergi ke rumah Luhan. Hyerin sedang mengobati luka lebam Luhan. “Gomawo Hye ^^”, Kata Luhan sambil tersenyum. “Sebentar ya gua ambil laptop dulu”, Kata Luhan yang disertai anggukan Hyerin, Xiumin, dan Chanyeol. “Hye… Sebenernya si Kai cemburu”, Kata Xiumin.

Hyerin hanya membelalakkan mata nya tidak mengerti. “Ya… Dia juga suka sama lu. Mungkin dia tonjok Luhan tadi karena dia marah Luhan cium lu tadi. Maafin dia ya tadi malah ganggu lu”, Kata Chanyeol. “Suka? Sama aku? Kok bisa? Dia selalu ngejek aku, aku jadi ngga tau”, Kata Hyerin.

“Ya dia emang begitu. Kalo suka sama orang, ga pernah dia kasih pertanda. Kita aja baru tau dia suka lu pas lu baru jadian sama Luhan. Abis nya ngga keliatan sih”, kata Xiumin. Hyerin hanya diam saja, memikirkan semua kata-kata Xiumin dan Chanyeol.

***

Sesampai nya di rumah, Hyerin ingin menelpon Kai. Ia merasa bersalah karena tidak peka dengan perasaan Kai. “Yoboseo”, Kata suara orang diseberang sana, terdengar Kai sedang berada di tempat yang ramai. “Kai? Kamu di mana?”, Tanya Hyerin khawatir. “Ngga usah sok peduli… hik… urusin aja si Luhan… hik”, Kata Kai sambil cekukan karena sedang sedikit mabok.

“Halo? Kamu mabok ya?”, Tanya Hyerin sambil mengerutkan alis nya. “Kalo iya kenapa? Kalo engga kenapa? Bukan… hik… urusan lu toh”, Kata Kai. Terdengar suara gelas pecah di sana. “Aduh… hik… pecah lagi gelas nya”, Kata Kai. Hyerin langsung menutup teleponnya dan pergi ke soju bar yang kira-kira dekat dengan rumah Kai.

~~

Benar dugaan Hyerin, Kai ada di sana. Kepala nya sedang tertidur di atas meja, saat Hyerin ingin menghampiri Kai ada seorang yeoja yang menghampiri Kai dan mengelus-ngelus punggung nya. Kai pun terbangun dan melihat yeoja itu. Yeoja itu berbisik sesuatu sambil mengeluarkan smirk nya, seperti nya sedang menggoda Kai.

Kai hanya tersenyum kecil. Kai mulai menciumi leher yeoja itu. Hyerin justru marah dan menghampiri Kai, berniat ingin memisahkan mereka berdua. Tetapi Kai malah mendorong Hyerin hingga Hyerin jatuh ke lantai…

TBC

Adegan bersambung nya ga enak banget ya kayak nya wkwk. Tapi ngga apa-apa deh. Don’t be silent readers!!

Iklan

5 pemikiran pada “This Love (Chapter 5)

Tinggalkan Balasan ke prenges Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s