Noona… (Chapter 2)

Title                 : Noona… (Chapter 2)

Author             : Kim Lizzie

Genre              : Romance, Friendship

Length             : Multi-chapter

Main Cast        : Kim Jongin / Kai (EXO-K)

: Choi Hana (OC)

: Kim Joonmyun / Suho (EXO-K)

Other Cast       : Zhang Yixing / Lay (EXO-M)

: Byun Baekhyun & Park Chanyeol (EXO-K)

: Jung Soojung [f(x)]

: Lee Hyoyoo (OC)

Mendengar kata ‘kita’ membuat Kai tersenyum lagi. “Ganmo lebih baik”, kata Kai singkat. Hana berpikir sejenak. “Ah betul juga”, kata Hana. “Ganmo!”, kata Hana sambil tersenyum lalu menggendong Ganmo. Kai menatap Hana sambil tersenyum lebar.

Setelah itu, Kai mengantar Hana dan Ganmo ke apartemennya. Sesampai di sana Kai dipersilakan duduk dan Hana membuat minuman untuk Kai. “Suho…”, kata Hana di telepon sambil membuat minuman. “Bisa tolong belikan makanan anjing?” “…” “Ah… Gomawo chagi”, kata Hana sambil tersenyum lalu menutup teleponnya.

Kai hanya bersabar mendengar kata ‘chagi’ itu. “Ini minum nya”, kata Hana sambil menyerahkan segelas sirup rasa leci kepada Kai. “Gomawo noon…”, kata Kai sambil tersenyum lalu menenggak minuman itu. “Kok kamu tadi malah di luar, bukan di dalam apartemen sepupu mu?”, tanya Hana.

“Aku malas. Terlalu banyak yeoja di sana. Berisik”, kata Kai lalu menaruh gelas itu di meja. “Hahaha… Memang tidak ada namja nya?”, tanya Hana. “Ada… Tapi masih pada kecil”, kata Kai sambil menunduk. “Hmm… begitu”, kata Hana, suasana menjadi sepi, tidak ada satu pun yang berbicara.

“Oh ya, sepupu ku itu mantannya Suho hyung loh”, kata Kai, ia bersyukur ternyata ada topic yang bisa dibicarakan. Hana terdiam dan menatap Kai. Kai bingung dengan sikap Hana. “Noon… A… Apa ada yang salah?”, tanya Kai. “Oh… Jadi mantannya Suho tinggal di dekat sini dong?”, tanya Hana dengan wajah serius. “N… Ne…”, Kai sedikit gugup karena tatapan Hana yang tidak seperti biasa nya.

“Apakah Suho masih ada perasaan dengan mantannya?”, tanya Hana lagi. Kai baru tersadar, ternyata Hana mungkin dari tadi terkejut saat mengetahui mantan Suho ada di sekitar sini. Kai menenggak ludah nya, ia salah ngomong ternyata. “Mo… Molla”, kata Kai gelagapan. Sebenarnya saat Suho putus dengan mantannya itu, Suho sangat galau dan sedih, tapi Kai tidak tahu perasaan Suho sekarang terhadap mantannya itu.

“Hmm”, jawab Hana singkat dengan anggukan kecil. Tok tok tok, suara seseorang mengetok pintu. Hana bergegas membuka pintu dan di sana terdapat Suho. “Chagi…”, kata Suho lalu mencium bibir Hana singkat. Melihat kejadian itu, Kai membelalakkan mata nya, ia melihat kejadian itu di depan mata nya.

Rasa nya sakit sekali, walaupun itu hanya ciuman singkat. Kai tidak pernah merasa sesakit ini. Rasa nya ia ingin memukul Suho tapi ia tahu, ia bukan siapa-siapa. Hana tersenyum, “mau minum, sayang?”, tanya Hana pada Suho sambil berjalan masuk ke dalam. Suho menggerek koper masuk ke dalam, “Boleh… Kai?!”, kata Suho kaget. Kai hanya tersenyum.

“Kok lu bisa di sini?”, tanya Suho lalu duduk di sebelah Kai. “Iya… Gue tadi ke rumah Soojung”, kata Kai. Hana langsung berhenti mengaduk sirup tersebut, ia ingin mendengar percakapan Suho dan Kai. “Oh Soojung…”, kata Suho sambil termenung. Kai tertawa kecil lalu menyenggol Suho dengan siku nya.

“Apa kabar dia?”, tanya Suho. “Ya begitu lah… masih berisik dan centil”, kata Kai. Suho hanya tertawa. Hana langsung menghampiri mereka. “Ini minum nya”, kata Hana, Suho menerima minuman itu dengan senyuman. “Kamu kenal Soojung? Sepupu nya Kai?”, tanya Hana dengan muka senang, seperti ia tidak merasa cemburu.

“Ne…”, kata Suho singkat lalu menyeruput sirup tersebut. “Oh… Kamu juga udah tau kalau dia tinggal di sini?”, tanya Hana lagi. “Ne…”, kata Suho sambil mengangguk kecil. Hana berpikir: Apakah Suho sengaja memilih apartemen di sini untuk ku agar dia bisa bertemu dengan Soojung?

“Ya sudah, aku pamit dulu ya, aku takut kalau orang tua ku mencari. Gomawo noona, hyung…”, kata Kai sambil membungkuk lalu pergi. “Ne…”, kata Hana tersenyum sementara Suho diam saja. Saat Kai sudah keluar, Suho langsung bertanya, “Kai bicara apa saja soal Soojung?”, tanya Suho serius.

“Dia hanya bilang kalau Soojung itu sepupu nya dan sepupu nya itu adalah mantan kamu kan?”, tanya Hana. “Ya”, jawab Suho singkat. “Kamu masih ada perasaan sama dia?”, tanya Hana. Suho diam saja. “Kamu sengaja memilih apartemen di sini untuk ku agar kamu bisa bertemu dengan dia? Begitu?”, tanya Hana lagi dengan muka serius.

“Kamu mikir apa sih? Aku hanya tau ini apartemen yang baik karena dulu aku sering ke sini. Aku ngga mikir sampai ke sana”, kata Suho sambil memelototi Hana. Hana kaget dengan ekspresi Suho yang seperti itu. Ia langsung beranjak dan pergi ke kamar lalu tidur.

***

Esok nya di mobil, mereka sedang jalan ke sekolah. Di mobil mereka diam-diaman. “Minggu aku pergi ke Jepang”, kata Suho tiba-tiba. “Ngapain?”, tanya Hana. “Aku ada urusan dengan keluarga, paman dan bibi ku di sana. Rencana nya aku akan titipkan kamu pada Kai”, kata Suho. “Kai? Gimana maksud mu?”, tanya Hana tidak mengerti.

Suho menengokkan kepala nya kearah Hana, “Hari Sabtu, Kai akan nginap di apartemen mu sampai aku pulang nanti. Dia yang akan menjaga mu”. Hana hanya diam saja, tidak membalas kata-kata Suho.

~~

“Apa? Nginep di apartemen Hana noona?”, tanya Kai kaget sambil memasang muka senang. “Ne… Mau ngga?”, tanya Suho. Kai hanya mengangguk sambil tersenyum lebar, ia terlihat sangat senang. “Seneng banget kayak nya?”, tanya Suho keheranan. “Ah… Anu… Hmm… Maksud gue, gue jadi bisa nanya soal tugas atau ulangan sama dia hehe”, kata Kai mencari-cari alasan.

“Oh… Ya semoga lu ada untung nya bisa nginep di sana”, kata Suho. Kai hanya tersenyum senang. Sesampai nya di kelas, Kai berteriak-teriak penuh kemenangan, “Yes! Woohoo!”, teriak Kai sambil menari-nari di depan kelas. “Woy, lu ngapain sih?”, tanya Chanyeol dari kursi nya. “Lagi seneng. AAAAA”, teriak Kai. Semua murid di sana menutup kuping nya.

“Apa lu? Ngga usah protes”, kata Kai ke beberapa teman-teman di kelas nya yang sebal dengan teriakan Kai. Kai langsung menghampiri Lay, Baekhyun, dan Chanyeol. “Do’a-in gue ya bro”, kata Kai. “Do’a-in buat apa?”, tanya Lay sambil memainkan hand phone nya. “Do’a-in yang terbaik aje”, kata Kai sambil senyum-senyum. Lay, Baekhyun, dan Chanyeol hanya menganggukkan kepala mereka.

Hari sabtu pun tiba, Kai sudah tiba di apartemen Hana lebih cepat dari yang mereka duga. Hana membuka pintu dan tersenyum melihat Kai di sana. “Silakan masuk Kai”, kata Hana lalu Kai masuk. “Mana Suho hyung?”, tanya Kai sambil melihat-lihat apartemen Hana seperti baru pertama kali ia masuk.

“Dia sedang pergi ke rumah ahjussi nya, membicarakan rencana untuk besok seperti nya”, kata Hana. “Hmm”, jawab Kai singkat. “Mau makan, Kai?”, tanya Hana. “Tidak usah hehe…”, kata Kai. Kai melihat Ganmo lalu langsung menghampiri nya. “Ganmo!”, kata Kai lalu ia menggendong Ganmo. “Apa kabar kamu, jagoan?”, tanya Kai. Hana tersenyum melihat Kai dan Ganmo. Suho tidak pernah seperti itu pada Ganmo karena ia bukan penyuka hewan. “Gwaenchana Kai… Ini ada spaghetti, makan ya?”, tawa Hana lagi. “Wah boleh boleh… mian merepotkan mu noona”, kata Kai sambil membungkuk.

“Hahaha tidak apa-apa Kai”, kata Hana lalu mengambil piring dan menyiapkan makan untuk Kai. “Ini Kai spaghetti nya”, kata Hana lalu menaruh piring berisi spaghetti tersebut di meja makan. “Hmm, bau nya enak sekali”, kata Kai lalu berlari kecil ke meja makan. “Kamu ketinggalan sesuatu tuh”, kata Hana sambil menahan senyum.

“Eh?”, Kai tidak mengerti, Hana menunjuk sesuatu di belakangnya Kai dengan dagu nya. Kai langsung menengokkan kepala nya ke belakang, ternyata Ganmo mengikuti Kai dari belakang. “Ahaha Ganmo… Kamu mau makan ne? Hmm, tapi anjing ngga boleh makan spaghetti”, kata Kai sambil jongkok dan mengelus-ngelus kepala Ganmo.

Hana hanya tertawa kecil. “Ganmo makannya nanti dulu ya… Biar Kai-ssi sekarang yang makan dulu ne?”, kata Hana lalu jongkok juga di sebelah Kai sambil mengelus-ngelus Ganmo juga. Jarak Kai dan Hana sangat dekat, jantung Kai lagi-lagi berpacu cepat. “Ya udah kamu cuci tangan dulu sana, abis itu makan ya”, kata Hana sambil menatap Kai.

Kai menatap Hana balik. Mereka saling bertatapan, Hana tersenyum tetapi Kai tidak bisa tersenyum, badannya terlalu kaku untuk digerakkan. Senyum Hana memudar dan berubah menjadi muka keheranan. “Ah ne, aku cuci tangan dulu”, kata Kai lalu berdiri dan meninggalkan Hana dan Ganmo.

Saat Kai makan, Hana menonton film barat. Kai sesekali menatap Hana walaupun Hana membelakangi nya. Selesai makan, Kai mencuci piring nya lalu melihat kearah TV. Di TV tersebut ada adegan untuk umur 17 tahun ke atas. Kai terkejut, “apakah Hana noona menonton adegan itu?”, pikir Kai dalam hati.

Selesai mencuci piring, adegan tersebut masih berlangsung. Kai menghampiri Hana dan terlihat ternyata Hana sedang tertidur di sofa, Kai spontan tersenyum melihat Hana tidur, Kai langsung mengganti channel tersebut, ia duduk di lantai sambil menonton. Saat acara tersebut iklan, ia tengokkan kepala nya kearah Hana yang sedang tertidur.

Kai berlutut di dekat Hana sambil tersenyum. Perlahan tapi pasti, tangannya membelai rambut Hana walau sedikit gemetaran. Tiba-tiba mata Hana terbuka perlahan. Entah kenapa, karena bertatapan dengan jarak yang sengat dekat ini membuat badan Kai membeku. Ia tidak bisa melepas tangannya dari rambut Hana.

Hana dapat merasakan bahwa tangan Kai berada di kepala nya. “Kai? Kamu kenapa?”, tanya Hana. Kai langsung menyingkirkan tangannya dari kepala Hana. “Ah anu… tadi… a… ada nyamuk di kepala noona hehe. Mian”, kata Kai lalu menundukkan kepala nya. Hana tersenyum, lalu ia bangkit dari sofa dan pergi ke kamar mandi.

Hana merasakan sensasi aneh saat tangan Kai ada di kepala nya tadi. Jantung nya berdetak cepat sampai ia ingin buang air kecil. Sementara Kai di sana sedang menarik dan membuang nafas panjang. “Baru hari pertama saja, rasa nya aku udah jantungan, bagaimana seminggu? Sebulan? Tiga bulan? Dan seterus nya?”, kata Kai dalam hati.

***

Sudah pukul 16.30, Suho belum pulang juga dan mereka bosan di apartemen. Mereka hanya menonton dan makan pop corn berdua. “Kai… Berenang yuk?”, kata Hana tiba-tiba. “A…yuk”, kata Kai canggung. “Tapi Ganmo gimana?”, tanya Kai. “Ngga apa-apa, dia ditinggal di sini saja, aku akan sediakan makanan dan susu buat dia”, kata Hana.

Kai dan Hana langsung menyiapkan peralatan renang dan bergegas ke kolam renang. Di lift mereka diam-diaman. “Noona bisa berenang?”, tanya Kai memecah suasana yang sepi. “Ya bisa dong”, kata Hana lalu tertawa kecil. “Kamu meremehkan?”, tanya Hana lagi. Kai tertawa kecil. “Ani…”

“Ya sudah, nanti kita balapan oke?”, tantang Hana. “Ahahaha siapa takut”, kata Kai lalu mereka tertawa. Sesampai nya di sana, Hana langsung menyeburkan diri ke kolam renang, ia sangat senang berenang. Kai pun menyusul nya. “Siap noon?”, tanya Kai, Hana hanya membalas dengan anggukkan.

“Hana… Dul… Set!”, kata Hana lalu mereka langsung berenang cepat sampai ke ujung. Awal nya Hana yang ada di depan Kai, tapi lama kelamaan tubuh Hana melemah sehingga Kai menyusul nya. Pelan pelan… Hana pun berhenti. Ia terlalu lelah, lalu ia pingsan. Kai merasa tidak ada lagi orang di belakang nya, Kai langsung berhenti dan tengokkan kepala nya ke belakang, ia sudah tidak melihat Hana lagi.

Kai panic dan langsung berenang kearah Hana. Ia melihat Hana sudah mengapung lemas. Segera saja ia menggendong Hana ke atas kolam. Kebetulan Soojung dan temannya baru datang di kolam renang. Kai bingung harus berbuat apa, terpikir oleh nya untuk membuat nafas buatan.

Melihat kejadian itu, Soojung kaget. “Itu bukannya Jongin sama pacar nya Suho? Ngapain mereka di sana?”, pikir Soojung. Soojung pun berpikir untuk memotret foto Kai yang sedang membuat nafas buatan ini lalu foto itu akan ia perlihatkan ke Suho. Kai pun sadar kalau ia sedang di foto seseorang. Melihat siapa yang memotret nya, ia langsung berdiri dan mengambil hp Soojung. “Jongin! Kembalikan!”, kata Soojung sambil mencoba meraih hp nya yang ada di tangan Kai. Kai langsung menghapus foto tersebut. “Lu ngapain motret-motret? Pasti mau lu kasih tunjuk ke Suho hyung kan? Gue Cuma kasih nafas buatan karena dia pingsan, bukan karena apa-apa!”, kata Kai sambil membentak-bentak Soojung.

“Ya kalo Cuma kasih nafas buatan kok takut banget kalo ketauan sama Suho?”, tanya Soojung dengan muka nyolot nya. Tiba-tiba Hana terbatuk-batuk, Kai langsung menghampiri Hana. “Noona? Noona ngga apa-apa?”, tanya Kai. Hana mengatur nafas nya dulu. “Mi… mian Kai. Aku merepotkan mu”, kata Hana lalu ia mencoba duduk.

“Noona mau berenang lagi atau mau udahan?”, tanya Kai lembut. Soojung kaget, Kai biasa nya tidak pernah selembut ini pada yeoja. “Aku udahan aja… Tapi kalo kamu mau berenang, berenang aja, biar aku tunggu di sini”, kata Hana. “Ah ngga usah, kita balik ke atas aja ne”, kata Kai lalu membantu Hana berdiri.

Soojung melihat Hana sinis. “Yeoja chingu nya Suho lemah sekali…”, kata Soojung dalam hati lalu tertawa sinis. “Wah, Jongin itu siapa? Tampan sekali…”, kata teman Soojung, Hyoyoo. “Dia sepupu ku”, kata Soojung singkat. Hyoyoo pun jatuh cinta dengan Kai. Soojung melihat handuk milik Hana tertinggal di salah satu kursi dekat kolam renang, ia pun mengambil nya.

***

Sesampai nya di apartemen Hana, Hana langsung merebahkan diri nya di kursi. Kai memberikan handuk nya kepada Hana. “Pakai ini”, kata Kai. “Go… Gomawo”, kata Hana lalu mengambil handuk Kai. Kai langsung bergegas ke kamar mandi dan menyalakan air hangat di bath up. Sambil menunggu air penuh, Kai pergi ke dapur membuat teh hangat.

“Minum ini noon”, kata Kai sambil menyodorkan segelas teh hangat. “Aku sudah siapkan air hangat, tinggal tunggu air nya sampai penuh”, kata Kai lagi. Hana kaget dengan sikap Kai yang sangat perhatian itu. Ia pun mengambil teh dari tangan Kai. Kai langsung pergi ke kamar Hana, mengambil kemeja putih dari koper nya.

Lalu ia melihat celana pendek milik Hana di tempat tidur Hana, ia langsung mengambil celana pendek itu. Setelah itu, Kai menyerahkan kemeja miliknya dan celana pendek milik Hana kepada Hana, walaupun Kai tidak mengambilkan underwear milik Hana *lol* Hana bengong melihat tingkah Kai yang sangat perhatian.

“Gomawo…”, kata Hana. Kai hanya mengangguk lalu ia pergi ke kamar mandi untuk melihat isi air di bath up. Hana bergegas ke tempat jemuran untuk mengambil underwear nya sebelum Kai melihat nya. Lalu Hana pergi ke kamar mandi. “Ah noon… Ini air nya sudah penuh”, kata Kai. Hana tersenyum.

“Jeongmal gomawoyo Kai”, kata Hana sambil tersenyum. Kai hanya tersenyum sambil menggaruk kepala belakang nya. Kai pun keluar dari kamar mandi, Hana melihat diri nya di kaca, ia senyum-senyum sendiri. “Ngomong-ngomong badan nya Kai bagus juga ya hihi”, kata Hana sambil tertawa kecil karena dari tadi Kai berjalan kesana kemari di apartemen Hyerin sambil telanjang dada.

Tak sadar wajah Hana memerah. Hana kaget melihat pipi nya yang memerah di kaca. Hana tersenyum kecil lagi lalu ia mencopot baju renang nya dan mandi.

Selesai mandi, Hana keluar dari kamar mandi dengan kemeja putih yang kebesaran dan celana yang pendek. Terlihat Kai sedang bermain dengan Ganmo. “Kai… kamu mandi sana”, kata Hana lalu pergi ke jemuran untuk menjemur handuk. Kai nganga melihat Hana berpakaian yang bisa di bilang ‘seksi’ itu.

Kai cukup menyesal memberikan kemeja putih milik nya, tapi di lubuk hati nya yang dalam ia juga senang melihat Hana berpakaian seperti itu *lol* .

Sudah pukul 19.30, Hana dan Kai pun makan malam dengan spaghetti sisa tadi siang. Selesai memanasi spaghetti, Hana menuang spaghetti dan kuah nya untuk Kai. “Kai ini…”, prraaang! Tak sengaja Hana menabrak Kai dan piring tersebut pecah. Hana dan Kai langsung jongkok membereskan belingan kaca tersebut.

“Aww”, kata Kai tiba-tiba. Telunjuk nya berdarah. Hana langsung meraih tangan Kai dan memasukkan jari telunjuk Kai ke dalam mulut nya. Hana menghisap dan mengemut darah di tangan Kai. Kai bengong melihat Hana mengemut jari nya. Hana mendongakkan kepala nya dan melihat Kai.

Kai menatap mata Hana, begitu juga dengan Hana. Tak terasa Hana melepas jari telunjuk Kai dari mulut nya. Naluri Kai menggerakkan muka nya agar lebih dekat dengan Hana. Kepala Kai terus maju ke dekat Hana. Hana memejamkan mata nya dan mata Kai focus menatap bibir Hana.

Tok tok tok. Suara itu mengagetkan mereka berdua, jantung mereka berhenti tiba-tiba. Hana langsung berdiri bergegas membuka kan pintu sementara Kai membereskan beling-beling. “Suho-ya…”, kata Hana sambil tersenyum. Suho tersenyum dan masuk ke dalam apartemen. “Waduh, kenapa tuh?”, tanya Suho saat melihat Kai sedang membereskan beling.

“Iya… tadi aku ngga sengaja mecahin piring hehe”, kata Hana. Lalu Hana membantu Kai membereskannya. Baru sebentar Suho rebahan di sofa ada lagi yang mengetok-ngetok pintu nya. Suho pun membukakan pintu nya, Suho kaget ternyata Soojung yang mengetok-ngetok. “Soo… Soojung?”, kata Suho.

Mendengar itu Kai dan Hana langsung menengokkan kepala nya ke pintu. “Ah Suho-ya… Ini handuk nya Hana ketinggalan”, kata Soojung lalu menyodorkan handuk milik Hana. “Ko… Kok bisa ada di kamu?”, tanya Suho. “Iya tadi Hana berenang dan handuk nya ketinggalan”, kata Soojung sambil tersenyum.

Suho langsung mengambil handuk tersebut. “Gomawo”, kata Suho sambil tersenyum lalu mau menutup pintu nya. “Eh… tunggu dulu”, kata Soojung menahan pintu yang ingin ditutup Suho. “Apa lagi?”, tanya Suho. “Hmm, ada yang masa spaghetti ya? Boleh dong ikutan makan”, kata Soojung.

“Oh ya tentu boleh”, kata Suho mempersilakan Soojung masuk. Soojung kaget melihat Kai ada di sana. “Jongin?! Kamu masih di sini?”, tanya Soojung. “Ne”, jawab Kai singkat lalu membuang belingan tersembut ke tempat sampah. Hana mencuci tangannya lalu menghampiri Soojung. “Annyeong”, kata Hana tersenyum lalu membungkuk.

“Suho-ya… Ini apartemen punya mu?”, kata Soojung kepada Suho tanpa mempedulikan salam dari Hana. “Ani… Ini punya Hana”, kata Suho. “Oh”, kata Soojung jutek sambil mendongakkan kepala nya sombong. “Ayo ayo silakan makan”, kata Hana ramah kepada Soojung, Suho, dan Kai.

Mereka mengambil porsi masing-masing lalu makan bersama. “Jongin di sini ada perlu apa?”, tanya Soojung sambil melahap spaghetti. “Besok aku pergi ke Jepang, jadi aku minta tolong dia untuk menjaga Hana di sini”, kata Suho. “Emang Hana masih kecil apa harus pake dijaga segala?”, tanya Soojung jutek.

“Hana ini kan sakit… Jadi aku ingin dia dijaga”, jawab Suho. “Sakit? Haha lemah sekali”, kata Soojung sinis. Mendengar itu, Hana sakit hati. “Soojung. Diem kek. Lu bikin orang jadi ngga selera makan tau”, kata Kai sebel. “Loh, emang siapa yang jadi ngga selera makan? Maaf ya”, kata Soojung sambil memutar bola mata nya.

“Gua”, kata Kai. “Hih, ngga jelas lo”, kata Soojung. Soojung melihat kearah Hana, Hana juga sedang milihat Soojung. “Apa lo?”, kata Soojung sambil mendongakkan kepala nya sombong. Hana menunduk lagi dan makan. Kai langsung beranjak dari kursi nya dan pergi ke balkon. “Kai kenapa?”, tanya Suho.

Soojung hanya mengangkat bahu nya dan kembali melahap spaghetti. Selesai makan, Hana langsung pergi ke balkon, menyusul Kai. “Gomawo Kai”, kata Hana sambil tersenyum di sebelah Kai. “Gomawo untuk apa?”, tanya Kai. “Kamu membelaku tadi hehe”, kata Hana. Kai hanya tersenyum tipis.

“Aku ngga rela kalau ada yang mengejek atau memaki noona”, kata Kai. “Eh?”, Hana terkejut Kai berkata seperti itu. “Ah… Aku ke dalam dulu ne”, kata Kai canggung lalu ia masuk ke dalam. Hana hanya tersenyum di balkon.

TBC

5 pemikiran pada “Noona… (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s