Secret Garden (Chapter 1 of 2)

secret garden coverSecret Garden (1/2)

Author                                    : Yoon94 / Oriza Mayleni

Cast                                        :

  • Park Chanyeol
  • Oh Yoonjoo

Support Cast             :

  • Park Sehun (ubah marga bentar xD)
  • Min Jihyun
  • Kim Jongdae (Chen)

Genre                                                 : Romance, School Life, dll /?

Length                                    : Two Shoot

Rating                                     : PG15

Recommended Song             : A-Pink (Secret Garden)

 

WARNING!! FF abal yang ceritanya ngarul ngidul suka suka author :v Judul tak nyambung dengan cerita!! Berefek membuat mules untuk pembacanya. Selamat menikmati! RCL Juseyo ‘-‘/\

 

~oOo~

“Aku tidak percaya akan cinta pada pandangan pertama. Tapi harus kuakui, aku menyukai apa yang kulihat pada pandangan pertama”

~oOo~

Flashback

Chanyeol’s POV

Fukuoka , March 23, 2005

Aku, Sehun, beserta kedua orang tuaku memasuki sebuah rumah minimalis yang terlihat nyaman. Ya..aku dan keluargaku sedang berkunjung kerumah salah satu sahabat Ayah di Jepang. Mereka orang Korea namun sudah sejak lama menetap di Jepang. Beberapa bulan yang lalu Ayahku mempunyai proyek pekerjaan di Tokyo dan sejak itu pula dia selalu bercerita tentang sahabatnya ini. Dari cerita Ayah, mereka sepertinya amat sangat akrab dan sudah seperti saudara. Tak lengkap rasanya jika ke Jepang tapi tidak berkunjung ke Fukuoka, itu kata Ayahku.

“Wah kalian sudah memiliki 2 anak rupanya? Dan mereka berdua tampan” ujar seorang Bibi yang sepertinya istri dari sahabat Ayah

“Annyeong haseyo, Park Chanyeol imnida, umurku 10 tahun” ujarku memperkenalkan diri sambil membungkuk sopan

“Annyeong haseyo bibi, paman, namaku Park  Sehun, umurku 7 tahun”

“Ahh kalian berdua sama-sama manis, ayo kita masuk, kami sudah menyiapkan jamuan special”

“Eomma!!!”

Suara itu, suara kecil nan lembut itu membuat kepalaku menoleh begitu saja. Kudapati seorang gadis yang mungkin lebih muda dariku berlari kecil sambil membawa keranjang bunga ditangannya. Dia menghampiri bibi Oh sambil mengatakan ‘eomma’, dia pasti putri keluarga Oh.

“Owh iya ini putri kami, ayo sayang perkenalkan dirimu”

“Annyeong haseyo, Oh Yoonjoo imnida, bangapseumnida” ujarnya dengan suara kecil yang lucu

“Yoonjoo-ah, kau cantik sekali” puji Ibuku

Iya, dia cantik sekali….

“Nuna…kau manis sekali, ayo main denganku” kulihat Sehun mulai cari perhatian pada Yoonjoo lalu mereka berdua pergi bersama

“Ayah, aku akan menyusul mereka” ujarku

~oOo~

Aku mengikuti Yoonjoo dan Sehun, mereka masuk kesebuah rumah yang entahlah…isinya hanya bunga dan rumput. Kurasa ini taman pribadi milik keluarga Oh, tempatnya bersebelahan dengan rumah mereka.

“Nuna!! Ayo kita cari semanggi berdaun empat” ajak Sehun

“Ne..”

Aku hanya memandangi mereka berdua dari ambang pintu masuk. Mencari semanggi berdaun 4? Itu hanyalah mitos konyol. Siapa yang percaya mitos seperti itu dijaman serba modern seperti sekarang?

“Nuna!! Aku menemukan semanggi berdaun 4”

“Hah? Mana?” ujarku yang ikutan heboh, aku juga tidak mengerti kenapa jadi ikutan tertarik dengan semanggi itu

“Ayo kita buat permintaan bersama-sama” ajak Yoonjoo

“Itu hanya takhayul” ujarku

“Hyung kau mengganggu saja” cibir Sehun

“Tidak usah ajak hyung, kita berdua saja yang meminta permohonan. Ayo nuna” ajak Sehun lalu kulihat mereka berdua memejamkan mata

Kuperhatikan wajah polos Yoonjoo, aku tidak percaya akan cinta pada pandangan pertama. Tapi harus kuakui, aku menyukai apa yang kulihat pada pandangan pertama. Oh Yoonjoo.

“Selesai” ujar Sehun membuyarkan lamunanku

“Nuna…kau tau tidak aku meminta apa tadi?” tanya Sehun dengan wajah imut yang dibuat-buat, dasar genit

“Apa?”

“Aku ingin kau jadi nunaku, saudaraku!”

“MWO? Permintaan macam apa itu????” ujarku tak percaya

End Chanyeol’s POV

End Flashback

 

~oOo~

 

Author’s POV

Drttt…Drttt…Drttt…

“Ponselmu bunyi daritadi, kau tidak mengangkatnya?”

Si pemilik ponsel hanya tersenyum sedikit lalu mengambil benda persegi yang terletak diatas meja belajar dengan raut wajah kesal

“Berhentilah menggangguku PARK CHANYEOL!” teriak sipemilik ponsel sesaat setelah tangannya menekan tombol hijau

“Nuna…ini aku Sehun” terdengar suara pelan seorang namja diujung sana yang mengatakan dirinya bernama Sehun

“Yah kenapa kau menelponku menggunakan ponsel hyung-mu?”

“Ini..eh..Hyung sakit..”

“buahahah jangan berbohong Park Sehun, jangan meniru sifat buruk hyung-mu! Sudah aku mau belajar, bye!”

Tuttt….

“Yoon…..”

“Eh? Mian belajar kita terganggu, ayo kita lanjutkan” yeoja yang dipanggil Yoon, lebih lengkapnya bernama Yoonjoo itu melepas batrei ponselnya lalu kembali fokus pada buku tebal didepannya

“Kita akhiri disini saja…”

“Eh? Waeyo Jongdae?”

Namja bernama Jongdae-teman belajar Yoonjoo- itu tersenyum ramah

“Sepertinya Chanyeol benar-benar membutuhkanmu, sebaiknya kau pulang, biar aku yang menyelesaikan sisanya”

“Ani….kau seperti tidak tahu Chanyeol saja, dia selalu begitu sejak dulu, dan kali ini pun aku yakin dia hanya berbohong. Pake acara nyuruh Sehun segala…” keluh Yoonjoo

“Hahahahaha kalian berdua lucu” ujar Jongdae sambil tertawa lebar

“Lucu apanya? Ayolah jangan bicarakan Chanyeol lagi, kita lanjutkan saja tugasnya”

Srett…

Jongdae menarik buku yang tengah dibaca Yoonjoo

“Mungkin kau benar Chanyeol bohong tapi kurasa kau harus pulang” nasehat Jongdae lagi

“aishhh kenapa kau jadi mendukung namja sinting itu?”

“Aku tidak mendukung Chanyeol, aku hanya kasihan pada Sehun” Jongdae berujar sambil memasang wajah iba

“Sehun? Apa hubungannya?” tanya Yoonjoo heran

“Chanyeol menyuruhnya untuk menelponmu supaya pulang, menurutmu apa yang akan dilakukan Chanyeol jika Sehun tak berhasil membawamu pulang eo?”

Yoonjoo terdiam, pikirannya melayang membayangkan Sehun yang disiksa Chanyeol. Yoonjoo bergidik ngeri, benar juga apa kata Jongdae. Sehun hanyalah anak umur 15 tahun yang polos dan dia penakut sekali pada hyungnya yang dianggap Yoonjoo setengah sinting itu.

“Arraseo….aku pergi, maaf membuatmu harus menyelesaikan tugas kelompok sendirian”

“Gwenchana Yoon-ah”

~oOo~

Yoonjoo melangkah masuk kedalam rumah. Sepi…

“Aku pulang!” teriak Yoonjoo

“NUNA!!!” sebuah suara cempreng terdengar menggema, seorang namja yang diketahui bernama Sehun itu berlari kencang kearah Yoonjoo lalu memeluknya erat

“wa..waeyo Sehun-ah? Apa Chanyeol memukulmu?” tanya Yoonjoo khawatir

“Anio, aku hanya senang kau pulang, aku kira nuna tidak akan pulang. Jika nuna tidak pulang, mungkin hyung akan menghabisiku”

“Bukankah kau bilang dia sakit? Apa dia dikamarnya?”

“Eh…itu..eh…”

“Aku merasakan ada yang janggal disini” ujar Yoonjoo sambil melemparkan death glare kearah Sehun

“Nuna mianhae!! Aku hanya disuruh hyung, aku juga tidak mau membohongimu, kau tahu kan Sehun ini sangat menyayangimu nuna!! Maafkan aku nuna!” Sehun makin mempererat pelukannnya pada Yoonjoo

“YAK! Lepaskan aku! Dimana orang itu??!” teriak Yoonjoo murka karena tahu dia dibohongi lagi oleh Chanyeol

“Aku disini”

Yoonjoo menatap seorang namja dengan penuh amarah, namja yang berperan sebagai pelaku utama, ya itu dia Park Chanyeol. Chanyeol mulai menuruni tangga perlahan-lahan hingga sekarang dia ada dihadapan Yoonjoo.

“Ya benar aku berbohong…lalu apa yang akan kau lakukan?” tanya Chanyeol santai

“Kau sinting!” umpat Yoonjoo, sedangkan Sehun hanya bersembunyi dibelakang Yoonjoo masih dengan wajah takutnya

Chanyeol mengangguk-angguk membuat Yoonjoo makin jengah…ingin rasanya dia melayangkan tinju kewajah Chanyeol tapi tangannya kaku…

“Kali ini apalagi motifmu Park Chanyeol?”

“Eomma dan Appa sedang tidak ada, aku yang bertanggung jawab menjagamu dan Sehun. Itu motifku”

“Aku tidak sedang dalam bahaya bodoh! Aku hanya mengerjakan tugas kelompok bersama temanku!” jawab Yoonjoo

“Benar hyung…” tambah Sehun

“Diam kau” perintah Chanyeol yang langsung membuat Sehun menciut

“Aku mau kekamar..” ujar Sehun yang segera berlari menjauhi perang dunia ke II antara Hyung dan Nuna-nya

“Kau mengerjakan tugas bersama temanmu dirumahnya dan lebih-lebih dia pria, kuanggap itu situasi bahaya”

“Bodoh! Kau pikir kami akan melakukan apa hah? Kau juga kenal Jongdae kan? Kau memang selalu tidak masuk akal” tunjuk Yoonjoo tepat diwajah Chanyeol

“Yang bod—“

Belum sempat Chanyeol membela diri, Yoonjoo melanjutkan omelannya

“Kau selalu begini! Kau terlalu over protect padaku, kau selalu membuatku dijauhi namja, kau selalu melarangku berkencan, dan sekarang kau juga melarangku belajar bersama temanku. Memangnya aku pernah melarangmu gonta ganti pacar huh? Tidak kan? Aku benar-benar tak mengerti apa yang kau pikirkan!”

“Aku tidak melarangmu belajar, hanya saja aku tidak suka kalian berduaan saja dirumahnya, kau itu perempuan, kau tidak akan tahu apa yang akan dipikirkan seorang namja” Chanyeol kembali membela diri

“hahahah kau lucu, memang apa yang akan dilakukan Jongdae padaku? Jongdae itu pacar Jihyun!”

Chanyeol terdiam, kali ini dia benar-benar merasa konyol…

“Sudahlah tak perlu membela diri lagi, kau memang sudah aneh daridulu…” ucap Yoonjoo sambil berlalu dari hadapan Chanyeol

“Dan lagi……jangan campuri urusan pribadiku lagi….”

Cklekk…

Yoonjoo menutup pintu kamarnya sedangkan Chanyeol masih mematung merutuki kebodohannya yang mengira Jongdae menyukai Yoonjoo…

~oOo~

“Sehun! Ayo makan!” teriak Yoonjoo yang masih sibuk menata makanan diatas meja

Tak berapa lama kemudian Sehun muncul dengan wajah sumringah…

“Ahh aku benar-benar lapar”

“Kajja kita makan…”

“Hyung dimana?” tanya Sehun yang tak melihat adanya Chanyeol

“Dikamarnya” jawab Yoonjoo singkat

“Hyung tidak makan? Pagi tadi juga dia tidak sarapankan?”

“Molla” Yoonjoo benar-benar acuh

“Aku panggil hyung ya nuna?” tanya Sehun takut-takut

“Panggil saja” balas Yoonjoo sambil berdiri membawa mangkuk nasinya

“Nuna mau kemana?” ujar Sehun heran

“Makan dikamarku…” Yoonjoo berlalu pergi

Sehun benar-benar dilema, dia ingin makan bersama Yoonjoo tapi dia juga kasian jika Chanyeol tak makan malam.

“Kenapa mereka berdua tak pernah akur seperti saudara yang lain?” keluh Sehun

“Karena nyatanya kami bukan saudara”

Sehun menoleh, itu Chanyeol…

“Hyung…kenapa kau selalu berkata seperti itu?”

“Itu kenyataan” jawab Chanyeol sekenanya

“Tapi hyung, 2 hari lagi Appa dan Eomma pulang membawa surat pengasuhan nuna, lalu nuna resmi menjadi saudara kita, kurasa kau harus mulai menerimanya” nasehat Sehun

“Aku tak akan pernah menerimanya”

“Hyung…kau membenci nuna?”

“Ani..”

“Lalu kenapa?”

“Tidak apa-apa, ayo kita makan, aku lapar sekali”

~oOo~

Tomorrow Morning…

“Sehun-ah, panggil Chanyeol untuk sarapan” perintah Yoonjoo

“Hyung sudah berangkat pagi-pagi sekali, aku mendengar suara motornya sekitar jam 6”

“ohhh….” Yoonjoo ber’ohh panjang

@Junsang Senior High School

Tap..tap..tap..

Yoonjoo memutar bola matanya sesaat ketika sesosok namja berdiri tepat dihadapannya dengan senyum yang err terlihat konyol dan sedikit bodoh mungkin.

“Oh Yoonjoo!” seru namja tersebut masih dengan gummy smilenya

“Eh? Kau tau darimana namaku? Apa kita kenal?” tanya Yoonjoo basa basi

“Itu…” telunjuk namja itu tepat mengarah pada name tag milik Yoonjoo

“oooo….jadi apa mau mu Park Chanyeol-ssi??” tanya Yoonjoo malas

“Aku mau yang ada ditanganmu..hehehe” Chanyeol, namja yang menurut Yoonjoo kurang waras atau istilah kasarnya sinting, tengah menatap nafsu sesuatu berbentuk persegi berwarna merah ditangan Yoonjoo

“Kau mengigau Park Chanyeol-ssi??”

Chanyeol menggeleng masih dengan wajah konyol dan jangan lupakan senyum polos tak berdosanya itu. Tipe senyuman yang bisa membuat gadis-gadis terpesona, ditambah lagi wajahnya yang tampan dan imut itu, mungkin gadis yang melihatnya tak hanya terpesona tapi juga pingsan dan membatu ditempat. Namun hal tersebut terasa tak mampu menembus benteng seorang Oh Yoonjoo. Jengah…hanya itulah yang dirasakan Yoonjoo setiap kali Chanyeol menampakan batang hidung didepan matanya.

“Tentu saja tidak Yoonjoo-ssi…” lagi….Chanyeol berbicara tepat didepan wajah Yoonjoo sambil menampakkan killer smilenya

“Mimpi saja kau!” dengan gerakan cepat, Yoonjoo mendorong Chanyeol menjauh dari hadapannya

Namun bukan Park Chanyeol namanya jika menyerah begitu saja!

Grepp..

Chanyeol menahan lengan Yoonjoo lalu dengan gerakan secepat kilat Chanyeol menyudutkan Yoonjoo ditembok. Lengan Chanyeol yang cukup besar dan kelihatan kuat itu bertumpu dikiri dan kanan bagian tubuh Yoonjoo, mencegah kalau-kalau yeoja itu berniat kabur.

“Ya! Kau gila? Kalau ada siswa lain atau guru yang melihat, tamatlah riwayat kita!”

“Aku memang sudah gila daridulu Yoon-ah…hahahahahha” balas Chanyeol seenaknya

“Kau! Hentikan tawa gilamu dan menyingkirlah!” Yoonjoo mencoba melepaskan diri namun sialnya hal itu malah membawa petaka

Chanyeol makin mempersempit jarak tubuhnya dan Yoonjoo. Raut wajah Yoonjoo mulai terlihat cemas dan pemandangan seperti itu sangat disukai Chanyeol, terdengar gila tapi memang itulah Chanyeol.

Dukkk…

“Awww” teriak Chanyeol saat kakinya mendapat hantaman keras dari Yoonjoo

“Jangan macam-macam padaku Park Chanyeol-ssi! Dan lagi, enak saja kau minta bekal makan siangku, siapa suruh kau sok rajin berangkat jam 6 pagi. PABO!” Yoonjoo mengakhiri omelannya dengan juluran lidah lalu berlari meninggalkan Chanyeol sebelum namja itu bertransformasi menjadi hulk atau monster lainnya

~oOo~

Siang itu murid-murid kelas 2A-IPS baru saja selesai dengan pelajaran olahraga.

“Kita ke WC dulu ya baru setelah itu kekantin” ajak Jihyun-teman sebangku sekaligus sahabat Yoonjoo-

“Baik” ujar Yoonjoo menyetujui

Sementara itu didepan WC perempuan

Terlihat 3 orang namja berdiri yang salah satunya membawa ember berisi air, mereka terlihat merencanakan sesuatu..

“Kelas 2A-IPS baru saja selesai olahraga, jadi kita jadikan salah satu siswi mereka sebagai korban saja, pasti mereka akan ke WC untuk berganti baju”

2 namja yang lain mengangguk menyetujui namja si pembawa ember. Rupanya mereka berencana menyiramkan air tersebut ketubuh siswi yang sedang memakai kaos olahraga untuk melihat pakaian dalam mereka. Benar-benar siswa yang tak mempunyai sopan santun sebagai pelajar. Mohon jangan ditiru.

“nah nah itu ada 2 orang yang datang…”

Sialnya, 2 orang yeoja itu adalah Yoonjoo dan Jihyun.

End Author’s POV

 

Chanyeol’s POV

Aku menghampiri salah satu murid kelas 2A-IPS

“Kau lihat Yoonjoo?”

“Yoonjoo barusan ke WC bersama Jihyun”

“Ah begitu, terima kasih”

Aku segera menyusul mereka, kurasa belum jauh.

Setelah lumayan lama berlari, aku bisa melihat Yoonjoo dan Jihyun

“Hey Yoo—“

Byurr…

Kulihat seorang namja menyiram Yoonjoo dengan air, apa yang dilakukannya?

“hahaha pakaian dalamnya berwarna hitam, WOW!”

Dari sini bisa kudengar 3 bocah idiot itu tertawa senang melihat apa yang ada dibalik kaos putih Yoonjoo yang basah. SIALAN! Cari mati mereka rupanya.

“Ya!” teriakku

“Chan….Chanyeol su..sunbae..”

Aku melepaskan jas ku lalu kupakaikan pada Yoonjoo, bisa kulihat Yoonjoo menangis.

“Ya kurang ajar! Kalian pasti melakukannya sengaja kan?” Jihyun mulai panas sepertiku

“Akan kutangani mereka…” ujarku

“Ahhh Kwon Hajung, Kim Jiho, Jeon Kijun, kelas 2C-IPS” aku mengeja nama mereka satu persatu sambil melihat name tagnya

Brukkk….Brukk…Brukkk…

Cukup 3 kali pukulan, mereka semua tak bisa berkutik. Ternyata mereka bertiga hanya pecundang sekolah.

“Kajja kita ke UKS…” ajakku pada Yoonjoo

“Lalu mereka bagaimana?” tanya Yoonjoo

“Biarkan saja. Jihyun, kau tolong kau ambilkan seragam Yoonjoo?”

“ne? ah ne, akan kuantarkan ke UKS”

@UKS

“Ya! Kenapa kau menghajar mereka sampai seperti itu?”

Yoonjoo mengulang kalimat yang sama untuk ketiga kalinya. Yeoja ini benar-benar…

“Kau kasian mereka babak belur? Kau lupa apa yang terjadi padamu huh?”

“Aku tidak kasihan pada mereka, aku hanya….” Kalimatnya menggantung

“Hanya apa?”

“Aku takut kau akan dihukum”

“Biarkan saja, yang penting aku sudah puas. Ah dasar sialan, beraninya mereka melakukan hal itu, aku saja belum pernah melihatnya. MENYEBALKAN!!” umpatku sambil mengacak rambut frustasi

“Kau mau melihat apa?”

Jleb…bodohnya kau Park Chanyeol!

“Memangnya aku tadi bicara apa?” tanyaku pura-pura bodoh

“Kau bilang mereka sialan karena melihat pakaian dalamku padahal kau sendiri belum pernah melihatnya”

Untuk kedua kalinya aku tersudut. Aku tak berkata serinci itu tapi kurasa Yoonjoo benar-benar mengerti maksudku. Aku sekarang benar-benar terlihat seperti namja mesum, mau ditaruh mana wajahku ini??

“Kau pervert!”

JEDER!!

“APA?” teriakku tak terima

“Kau! Kau pervert!” ulang Yoonjoo dengan penekanan

“Yak Oh Yoonjoo! Kau—“

Blakkkk!!! Pintu terbuka dengan keras, ternyata Jihyun..

“Chanyeol! Guru BP memanggilmu!”

“Yoonjoo dan aku juga tapi kau duluan saja, kami menyusul setelah Yoonjoo ganti baju” lanjutnya

Baiklah Park Chanyeol, sepertinya kau akan menerima door prize!!

End Chanyeol’s POV

 

Yoonjoo’s POV

Aku gemetaran, beberapa menit yang lalu aku dan Jihyun ada diruang BP tapi kami sudah dipersilahkan keluar karena kami hanya korban dan saksi. Sedangkan Chanyeol dan 3 namja pelaku itu masih didalam. Dari sini bisa kudengar Park saem-guru kesiswaan- mengomeli Chanyeol. Aku benar-benar khawatir dan takut Chanyeol akan diskors atau semacamnya. Dan yang lebih mengerikan lagi adalah jika orang tua 3 namja yang dipukuli Chanyeol itu akan menuntut.

“Tenang saja, aku yakin Park saem hanya akan member hukuman kecil pada Chanyeol” ujar Jihyun

“Tapi bagaimana kalau orang tua mereka menuntut?”

“hah? Aku yakin tidak akan, anak mereka yang berbuat asusila, jika mereka berani menuntut, aku yakin pihak sekolah akan membela Chanyeol. Sudah tenang saja…”

Klek….

Pintu terbuka, kulihat 3 namja itu keluar sambil menampakan muka asam yang penuh luka dan ditangan mereka ada amplop, apa itu pemberitahuan skorsing? Lalu Chanyeol?

“Kau diskors?” tanyaku segera saat Chanyeol muncul

“Aniya…aku hanya disuruh berjemur dilapangan lalu pulangnya membersihkan toilet wanita dan pria”

Apa? Hanya?

Kringggg…..

“Sudah bel, masuklah kekelas mu. Aku akan menelpon Sehun, kau pulang bersama dia saja” Chanyeol mengelus puncak kepalaku lalu berlalu pergi

“Owh iya, ini bukumu….”

“Bagaimana bisa ada padamu?” tanyaku heran, ini buku PR Fisika ku yang hilang tadi malam

“Sehun menelpon menyuruhku kesekolahnya tadi pagi. Katanya dia salah membawa bukumu..”

“Jadi kau tadi mencariku untuk mengantar buku ini?”

“emm! hah anak itu ceroboh sekali, bagaimana bisa dia membawa buku tanpa membaca nama pemiliknya dulu..” keluh Chanyeol

Aku tersenyum melihat wajahnya, dia dan Sehun memang agak berbeda. Chanyeol dibesarkan di luar negeri, mungkin itu yang membuatnya pemberani dan tak takut apapun sedangkan Sehun terbiasa merasa aman karena mempunyai kakak seperti Chanyeol, itu membuat Sehun terlihat lebih pemalu dan patuh pada orang tuanya daripada Chanyeol.

“Tidak perlu berterima kasih, buatkan makanan yang enak saja nanti malam” sifat memerintahnya muncul lagi

“Masuklah…” sambungnya, kali ini dia benar-benar pergi

“Ayo Yoon, kita masuk…”

“Ah ne….”

~oOo~

Kelas sudah sepi. Disini tinggal aku bertiga bersama Jihyun dan Jongdae….

Drttt..drtt..drttt….

Ponselku bergetar, dari Sehun….

“Sehun-ah….” Jawabku

“Nuna, aku sudah didepan gerbang sekolahmu, kajja kita pulang!”

Aku tersenyum singkat “Mianhae Sehun-ah, kau pulang sendiri ya….Nuna masih ada tugas lain”

“Ne? Tapi tadi hyung bilang kau harus pulang bersamaku…”

“Eo….jangan khawatir, aku disekolah bersama Chanyeol”

“Ne? lalu kenapa kalian tidak pulang bersama?”

“Chanyeol dihukum karenaku, aku ingin membantunya jadi kau pulang duluan saja”

“Dihukum? Karena apa?”

“Nanti saja dirumah nuna ceritakan….”

“Baiklah, sampai jumpa dirumah nuna…”

“Ne…hati-hati dijalan..”

Tutttt…

Aku kembali memasukkan buku-buku kedalam tas. Kulirik lapangan, Chanyeol sudah tidak ada, kurasa hukuman berjemurnya sudah selesai.

“Bukankah tadi Sehun?” tanya Jihyun padaku

“Eo…”

“Kalau begitu ayo kita keluar sama-sama”

“Kalian duluan saja, aku akan membantu Chanyeol membersihkan toilet”

“Hah?” Jongdae dan Jihyun cengo bersama

“Aku tidak mungkin membiarkannya membersihkan 2 toilet sendirian. Dia dihukum karena aku”

“ahhh baiklah, kalau begitu kami duluan” ujar Jongdae

“Ne…sampai jumpa besok”

~oOo~

Aku berjalan menuju toilet pria kelas 3… Benar Chanyeol disini, ada tas dan jasnya…

“Hey!” panggilku

“Kau masih disini? Sehun belum menjemputmu?” tanyanya heran melihat kedatanganku

“Aniya, aku menyuruh Sehun pulang”

“Apa?”

“Aku akan membantumu, berikan pel itu padaku…” pintaku tapi dengan cepat dia menyebunyikannya

“Shireo! Kau disitu saja tunggu aku selesai…” tolaknya

“Jangan menolak, aku tahu kau lelah setelah beberapa jam dibawah terik matahari lalu sekarang membersihkan toilet sendirian”

“Tidak, biasa saja…” jawabnya sekenanya

Aishhh… kalau begini terus aku benar-benar tidak bisa membantu. Ahh aku punya ide!!

20 minutes later

Aku sedang membersihkan toilet wanita, tentu saja tanpa sepengetahuan Chanyeol. Jika meminta izin dulu, aku yakin dia tidak akan membolehkanku.

“Yak! Apa yang kau lakukan?” teriaknya yang baru saja datang

“Kau sudah selesai dengan toilet pria?” tanyaku tak perduli tatapan kesalnya

“Aku sudah setengah, tinggal sebentar lagi…” lanjutku

Chanyeol diam, demi apapun tatapannya sekarang errr menakutkan! Aku mengalihkan pandangan lalu menyibukkan diri lagi dengan pekerjaan yang ada.

“Kemari” Chanyeol menarikku

“Wa..wae?”

Kulihat Chanyeol melepaskan dasinya, mau apa dia??

“Balikkan badanmu” perintahnya

“Untuk apa?”

“Ikuti saja!”

Beberapa detik kemudian kurasakan tangan Chanyeol memegang rambutku dan dia….mengikatnya…menggunakan dasi???

“Bagaimana bisa kau kerja dengan rambut tergerai seperti itu? Kau tidak merasa panas?” ujarnya

Aku diam, entahlah aku merasa nyaman saat dia menyentuh rambutku. MWO?? Yak Oh Yoonjoo! Apa yang sedang kau pikirkan eo?? SADAR! SADAR! Kembalilah kedunia!

“eh terima kasih…” ujarku kikuk

“Keluarlah, aku akan lanjut bekerja”

“Dasar keras kepala!!” cibirnya

~oOo~

Ahhh…bagaimana ini aku lupa membeli bahan untuk praktek kesenian besok. Sekarang sudah jam 9 malam, aku takut keluar sendirian, yah karena biasanya kemanapun aku pergi, Chanyeol selalu mengantarku.

“Dia pasti capek sekali sekarang, aku tidak mungkin mengganggunya”

Aku memutar otak mencari cara lain, ahhh SEHUN!!

Setelah mengambil mantel, aku segera menuju kamar Sehun.

Tok..tok..tok…

Kutunggu beberapa saat tapi tak kunjung ada jawaban.

“Sehun-ah…kau ada didalam?” ujarku memastikan masih sambil mengetuk pintunya

Tak ada jawaban, kubuka pintunya yang ternyata tak dikunci. Sepertinya Sehun juga tidak akan mengantarku, dia tengah tertidur diatas buku-bukunya, yah aku mengerti dia sekarang sudah berada dikelas 9, pasti dia sibuk belajar untuk ujian akhir. Kututup pintu kamar Sehun perlahan. Kuhela nafas…

“Jangan jadi penakut Oh Yoonjoo, kau harus mandiri!” ujarku menyemangati diri sendiri

End Yoonjoo’s POV

 

Author’s POV

Sehun terlonjak kaget mendengar guntur diluar sana.

“aishh aku tertidur lagi padahal tugas-tugas ini belum selesai…”

Sehun melirik jam dinding dikamarnya, pukul 9 lewat 25…..

“Apa aku minta bantuan nuna saja, ahh kenapa tak terpikir daritadi…”

Sehun bergegas keluar kamar lalu menuju kamar Yoonjoo.

Tokk..Tokk..Tokk…

“Nuna…kau belum tidur kan? Sehun yang imut ini perlu bantuanmu….” Ujar Sehun semangat

Tak ada suara…Tak ada tanda-tanda Yoonjoo didalam. Sehun memberanikan diri membuka knop, kosong…

“Kemana nuna?” Sehun mengernyitkan dahinya sebentar lalu berlari kelantai bawah

“Nuna! Kau didapur??” teriak Sehun yang tak melihat siapapun diruang tamu

Didapur pun kosong… Sehun menggaruk kepalanya, rasa takut mulai menyelimuti hatinya. Kakinya berlari kekamar Chanyeol.

“Hyung ireona!!! Ireona!!!”

Chanyeol tak bergeming…

“HYUNG!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Chanyeol keras

“Ada apa sih? Aku capek! Jangan menggangguku!” teriak Chanyeol sambil menarik selimut hingga menutup seluruh tubuhnya

“NUNA HILANG!!! Huwaaaaaaaa!!!!!!!!!!!” teriak Sehun lebih histeris dari sebelumnya

“APA??????”

To be continue…….

 

Otte? Otte? Kurang dapatkah feelnya? Silahkan komennya, maaf kalau typo bertebaran dan tata bahasa yang runyam. Author hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa #eaaaaaaa. Makasih yang mau baca, silahkan tunggu kelanjutannya J

Iklan

12 pemikiran pada “Secret Garden (Chapter 1 of 2)

  1. aigooo aigooo~ suka sama FF nya xD
    ini karakter masing-masing cast nya pas untuk di FF ini, dan aku greget sama karakter Sehun, lucuuu xD
    nice FF author Yoon94! 🙂 btw, punya blog pribadi kah? kekekekek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s