Different Man (Prolog)

TITLE : DIFFERENT MAN

AUTHOR : Exaucia

CHAPTER : PROLOG

GENRE : ROMANCE SAD

LENGTH : 500words

RATING : PG-15

 

CAST :

 

WU FAMILY

–          Wu Yi Che [DANIEL] = Anak Pertama

–          Wu Yi Fan [KRIS] = Anak Kedua

–          Wu Yi Ji [KATTY] = Anak Ketiga

–          Wu Jian Hao = Appa

–          Jung Da Eun [CLARA] = Eomma

**

–          Ji Ah

–          Oh Sehun

–          Other

differentman

PENGENALAN TOKOH UTAMA :

 

Wu Yi Fan atau lebih dikenal sebagai KRIS, anak kedua dari Wu Family. Appa nya berasal dari Taiwan, Sedangkan Eommanya, campuran Amerika-Korea. Wajahnya yang tampan, Tubuhnya yang tinggi, dan kemampuannya berbicara dalam 3 bahasa –Inggris , Korea , Mandarin- Dapat menggambarkan bahwa dia adalah namja yang sempurna. Siapapun tak menyangka jika masa lalu nya sangat kelam, bahkan Kris sendiri masih tidak melupakan trauma masalalunya. Sikapnya berubah, Kris yang dulu sangat periang menjadi dingin, tatapan matanya memancarkan kebencian, membuat siapapun takut untuk bergaul dengannya.

 

Wu Family memutuskan berpindah dari Taiwan ke Korea, demi kepentingan bersama. Wu Yi Che, anak pertama dari Wu Family, satu-satunya yang memutuskan tetap berada di Taiwan.

Jung Da Eun berharap dengan berpindahnya mereka ke Korea dapat membawa perubahan pada Kris.

 

Ji Ah, seorang siswi biasa, ia tidak terlalu pintar dan menonjol disekolahnya, bahkan ia sering dimanfaatkan oleh teman-temannya. Awal pertemuan Ji Ah dengan Kris membuatnya seketika itu membenci Kris.

Bagaimana jika Eomma Ji Ah rupanya adalah teman baik Eomma Kris semasa kuliah dulu? Dan Karena suatu hal, maka Ji Ah terpaksa “dititipkan” dirumah keluarga Wu. Tinggal bersama namja yang sangat dibencinya. Namun lambat laun ia jadi mengenal Kris.

 

PROLOG :

 

Kris berjalan masuk kedalam sebuah ruangan, ia tak menemukan siapapun didalam sana.

“Wu Fan..” Kris menoleh saat mendengar suara yang sangat dikenalnya.

“Tao Hua.. Sedang apa kau disini?” Gadis bernama Tao Hua itu perlahan mendekati Kris, hingga..

BUGH!

Kris membulatkan matanya melihat seorang pria berbadan besar yang tiba-tiba muncul dibelakang Tao Hua dan melayangkan kayu yang dipegangnya, menghantam kepala Tao Hua, membuat gadis itu terkapar dengan darah yang mengucur dari kepalanya.

“Tao Hua!”

Keringat membasahi wajah Kris yang terbangun dari tidurnya. Mimpi itu terus membayangi Kris. Padahal Kris sudah berusaha melupakan kejadian itu.

“Kris..” Kris mendongat, dilihatnya sang eomma tengah berjalan mendekatinya.

“Kau memimpikan hal itu lagi?” tanyanya cemas. Tangannya terangkat mengusap wajah Kris lembut.

Kris menggeleng. “Tidak” jawabnya singkat.

“Kau yakin?”

“Tak perlu kuatir, mom” Kali ini Kris mencoba meyakinkan Eommanya bahwa ia baik-baik saja meskipun kenyataannya tidak.

“Baiklah, tidurlah kembali. Besok kau harus bangun pagi dan mulai sekolah” Clara membenarkan letak selimut Kris sebelum ia keluar dari kamar.

Kris menunggu sesaat hingga dirasanya suara langkah eommanya menghilang. Ia menarik laci meja yang berada didekat ranjangnya, mengambil botol bertuliskan “obat tidur” dilabel depan lalu meminum obat itu sebutir.

 

 

**

 

Ji Ah berjalan menyusuri koridor sekolah. Wajahnya tampak lelah, disebabkan semalam ia tidak bisa tidur. Sejujurnya ia ingin absen dari kelas hari ini tapi mengingat suasana rumah yang membuatnya tidak betah ditambah lagi ia masih berstatus sebagai siswa sehingga ia tak bisa seenaknya berkeliaran dijam sekolah, akhirnya Ji Ah memutuskan untuk tetap pergi kesekolah.

“Ji Ah..” Ji ah membalikan badannya saat mendengar seseorang memanggilnya.

“Selamat pagi, Kangin songsaenim” sapa Ji Ah, ia membungkukan badannya agar terlihat sopan.

“Ikut saya ke kantor sebentar” pinta Kangin Songsaenim. Ji Ah mengangguk dan berjalan dibelakang kangin songsaenim, masuk kedalam ruang guru dan didapatinya seorang siswa yang tak pernah Ji ah lihat sebelumnya, sedang duduk sembari memainkan ponselnya.

“Kenalkan, dia Kris. Murid pindahan dari Taiwan, tapi tenang saja, ia bisa berbicara bahasa Korea. Kris akan masuk dalam kelas yang sama denganmu, songsaenim harap kau bisa membantunya jika ia menemukan kesulitan” jelas Kangin songsaenim yang hanya dibalas anggukan oleh Ji Ah.

Lagi-lagi dia yang kena tugas. Baiklah, Ji ah memang terpilih sebagai ketua kelas, tapi tidak berarti semua tugas dari guru dilimpahkan padanya. Membawa buku dari perpustakaan ke kelas, mengabsen setiap murid, mengumpulkan tugas semua murid, menjaga kelas tetap tenang saat guru tak hadir, dan lainnya.

“Kris, kau boleh ikut dengan Ji Ah, dia akan mengantarkanmu ke kelas” namja bernama Kris itu memasukan ponselnya kedalam saku, bangkit berdiri dan melangkah mengikuti Ji Ah.

“Uhmm.. kau kenapa memilih pindah ke Korea?” Tanya Ji Ah saat mereka berdua berjalan menuju kelas.

Kris hanya diam tak membalas pertanyaan Ji Ah.

“Ya! Kau mengerti bahasa korea kan?” Ji Ah mulai ragu apa benar kata Kangin songsaenim, buktinya saja Kris tidak menjawab pertanyaannya. “Can you speak korean?” Ji ah mengulang pertanyaan nya dalam bahasa inggris.

“Tunjukan saja dimana kelasku dan tutup mulutmu!” Ji ah tersentak. Namja itu bisa berbicara dalam bahasa korea.

“Cihh.. Menyebalkan sekali namja ini” umpat Ji Ah pelan.

Iklan

12 pemikiran pada “Different Man (Prolog)

Tinggalkan Balasan ke Queen23 Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s