Schoolove (Chapter 1)

Schoolove

 

Title : School In Love | Sub-title : Nan Bogoshippeoyo – Help ? | Author : Eleonora D.R. (@eleonora_jerim) | Length : Multichapter | Rating : PG-13/15 | Genre : Romance, Schoolife, Frienship | Main Cast : Choi Minji (OC) , Oh Sehun, Hyeri (Girl’s day) & Kang Raemi (OC), Park Chanyeol, Naeun (A pink)  | Support Cast : You can find them on the story.

Warning : Bad fiction (I think)

Disclaimer :

Semua cast milik Allah SWT kecuali OC yang lahir dari angan-angan Author. Dan maaf, karena ceritanya tidak sesuai dengan keadaan ‘aselinya’. FF ini hasil karya author sendiri dengan keadaan yang author angan-angan sendiri dan terinspirasi oleh beberapa FF dari author-author exo fanfict yang FF-nya pernah author baca, RCL~ gomawo.

NO BASH!!! NO PLAGIARISM !!!

 Untitled

Part 1 | Nan Bogoshippeoyo – Help?

*****

Matahari pagi mulai memancarkan sinarnya yang hangat di Senin pagi ini. Burung-burung kecil berkicau menambah kehangatan pagi ini. Namun tidak untuk siswa-siswa yang berlalu-lalang datang ke sebuah sekolah di kota Seoul, Genie High School.

Kebanyakan siswa-siswa yang berlalu-lalang datang ini menampakkan wajah malasnya. Bagaimana tidak? Siswa mana yang tidak malas datang ke sekolah setelah 2 minggu libur panjang.

Beberapa dari mereka juga ada yang berpakaian aneh dengan papan kardus yang tersampir di dada mereka bertuliskan hewan-hewan yang aneh pula seperti kodok, monyet dan semacamnya. Ya, siswa kelas X yang sedang sibuk menjalani MOS nya selama 3 hari.

Dua orang siswi berjalan beriringan sambil melihat beberapa siswa yang sedang MOS yang sangat menarik perhatian siapapun. Kelihatannya mereka bukanlah siswa baru di sekolah itu. Mereka adalah siswa kelas XI karena mereka mengenakan seragam sekolah lengkap. Sesekali mereka tertawa sambil membincangkan hal-hal mengenai adik kelas nya itu yang memang – menghibur.

“Apakah kita juga seperti itu saat MOS? Haha… kurasa tidak separah mereka,” ujar Kang Raemi. Yeoja yang berkulit kuning, dengan rambut hitam di kuncir kuda. Wajahnya tidak seperti orang Korea kebanyakan. Dia lebih seperti orang Asia Tenggara, namun ia manis.

“Haha… kau masih ingat? Kau menamai papan kardusmu dengan nama Babi? Itu sukses membuatku tertawa hingga sakit perut, hahaha…” ujar Choi Minji. Yeoja ulzzang, cantik, dengan rambut hitam sedikit cokelat, tergerai sebahu dengan tubuh yang sedikit lebih kecil dari kawannya tadi.

“YAK ! Minji-ya, sudah kubilang jangan ungkit hal itu, saat itu aku hanya sedang sial saja dan akhirnya aku harus menulis papan kardusku dengan binatang menjijikan dan penuh lumpur itu,” ujar Raemi dengan suranya yang memang keras.

“Kurasa kau pantas memakainya,” ujar Minji diikuti tawanya yang terdengar sangat bahagia karena sukses membuat sahabatnya memanyunkan bibirnya kesal.

“Senang sekali kau mentertawaiku, Ishh…,” ujar Raemi dengan kesal.

“Haha… Mianhaeyo Raemi-ya, aku kan hanya bercanda, jangan marah dong…,”  ujar Minji berusaha untuk membuat sahabatnya tidak kesal lagi.

“Huh…!!”

“Kau tahu…, jika kau marah, kau benar-benar terlihat seperti babi,” ujar Minji.

“Yak!! Jangan macam-macam kau, Choi Minji,” pekik Raemi yang benar-benar tidak terima. Bisa-bisanya dia dikatai seperti babi.

Minji hanya tersenyum jahil sambil menggandeng sahabatnya. Mereka berdua pun berjalan menuju loby sekolah.

Saat melewati koridor sekolah, terlihat beberapa siswi tengah bergerumul melihat sesuatu yang sepertinya sangat menarik.

Beberapa sound system tengah terpasang rapi di balkon utama sekolah dengan beberapa alat band seperti gitar, bass, drum, keyboard, dan microfon.

Minji dan Raemi hanya melongo dengan apa yang dilihatnya. Apa ada konser pagi ini?

“Eung… apa para guru senam pagi menggunakan… alat-alat ini?” tanya Raemi yang mulai ngelantur.

Minji dengan bodohnya berusaha mencerna perkataan Raemi yang memang sudah jauh di luar logika. Senam menggunakan alat-alat band? Kurang kerjaan atau apa…

“Senam pagi menggunakan alat-alat ini? Alat band maksudmu? Kau mulai bodoh rupanya,” ujar Minji sambil menjitak pelan kening Raemi.

Raemi hanya tersenyum innocent mengingat kebodohannya yang dirasa mulai menjadi.

“Mwo? Benarkah? EXO-K akan tampil nanti?!”

“Ne…!! kita harus berada di baris depan,”

Minji dan Raemi menatap beberapa siswi di sebelahnya yang sedang membicarakan mengenai… EXO-K?

“Jadi benar ada konser,” ujar Minji.

“Dan EXO-K akan tampil…???” ujar Raemi dengan fangirling-nya yang biasa dia tampilkan saat melihat Super Junior di acara TV.

“Huh…, mulai deh,” gumam Minji yang merasa sedikit malu dengan fangirling milik Raemi yang menurutnya – kampungan.

Tiba-tiba mata Raemi membulat. Tangannya pun mulai bergerak-gerak mencari bahu Minji. Minji yang terpaku menatap alat-alat band itu pun merasa risih.

“Apaan sih?!” ujar Minji sambil berusaha melepas tangan Raemi.

“Heh…, lihat itu…!!” ujar Raemi sambil menunjuk arah pada sesuatu yang membuatnya seperti itu.

Minji pun mengikuti arah yang ditunjuk Raemi.

“EXO-K,” bisik Raemi kepada Minji.

Setelah 2 minggu tidak melihat Sehun, entah mengapa sekarang Minji merasa lega saat ini bisa melihat namja tampan itu lagi.

Sehun terlihat sesekali memainkan rambutnya yang seperti baskom. Tapi hal itu sukses membuat yeoja yang menatapnya penuh harap menjadi terkena serangan jantung mendadak saking berdebarnya.

Minji, menatap Sehun yang masih jauh dari hadapannya itu dengan tersenyum. Ya, Minji memang menyukai Sehun. Sedang Raemi, dia masih sibuk dengan dunianya menatap seseorang yang saat ini berada tepat di samping Sehun, Park Chanyeol.

Perlahan mereka yang biasa disebut EXO-K itu berjalan mendekat kearah Minji dan Raemi berdiri. Minji masih tetap menatapnya diam-diam.

Entah apa yang terjadi, tiba-tiba mata Sehun bertemu dengan mata Minji. Sehun menatap Minji dengan datar dan ia memberi senyuman simpul pada Minji. Dan…

Apa yang terjadi dalam diri Sehun barusan,

Sehun tersenyum ??! pada Minji ??!

“Oh God…!! Dia tersenyum padamu Minji-ya..!! Sehun tersenyum padamu…!!” ujar Raemi girang.

Minji masih mematung. Tapi dia sangat sangat sadar, tadi Sehun tersenyum padanya. Senyuman yang sama seperti 3 tahun lalu. Ternyata Sehun masih menganggap Minji. Meski ia sedikit tak percaya.

Minji hanya tersenyum melihat kenyataan tadi. Tapi ia tetap pada prinsipnya. Tidak akan terbuai dengan Sehun, setelah apa yang telah dilakukannya 3 tahun lalu. Tapi tak bisa dipungkiri bahwa rasa yang ada dalam hatinya makin tumbuh.

Raemi pun tersenyum penuh arti melihat temannya yang sedang menatap punggung namja itu.

“Sudahlah orang yang bahagia, saatnya kembali ke kelas,” ujar Raemi sambil mendorong badan Minji dari belakang.

*****

Para personil grup EXO-K sedang rehat sejenak di ruang musik. Ada yang bercanda, makan, mendengarkan musik, dan… menatap layar ponsel sambil tersenyum??

“Hei…, orang yang menyukaimu itu… siapa namanya, Minri…, Minni…”

“Minji,” ujar Sehun sambil tersenyum menatapi layar ponselnya.

“Ah, Ya!, Minji, kau… apa kau menyukainya? Hm…” ujar Chanyeol.

“…” Sehun masih sibuk menatap layar ponselnya sambil sesekali tersenyum.

Chanyeol yang tidak digubris seperti itu pun heran dengan tingkah laku temannya ini. Tidak biasanya ia senyam-senyum sendiri seperti orang gila. Membuat jiwa ke-corious-an nya muncul.

“Kau lihat apa sih,” ujar Chanyeol sambil berusaha melihat isi ponsel Sehun.

Namun Sehun lebih sigap dari yang ia kira. Dengan cepat Sehun menjauhkan ponselnya dari godaan Chanyeol yang terkutuk. Sehun menatap tajam Chanyeol dengan datar. Seakan mengerti maksud Sehun, Chanyeol pun menjauhkan badannya dari posisi barusan.

“Baiklah, have fun dengan duniamu sendiri,” ujar Chanyeol sambil mengeluarkan PSP nya dan mulai bermain dengan dunianya.

Sehun hanya tersenyum kecil melihat tingkah laku temannya ini. Ia pun melanjutkan aktivitasnya semula. Menatap layar ponselnya yang teranyata berisi foto seorang yeoja cantik. Sehun terus memandangi foto itu hingga tanpa sadar Chanyeol melirik apa yang membuat Sehun tersenyum seperti itu.

Chanyeol hanya membulatkan matanya mengetahui isi ponsel itu.

Foto yeoja itu? Ternyata Sehun menyukai yeoja itu, ah…, arraseo! Seharusnya aku sudah tahu.

“Hei, ayo bersiap-siap, setelah ini kita akan tampil,” ujar Suho, leader dari band EXO-K.

Sehun dan Chanyeol pun menghentikan aktivitasnya. Begitu pula personil EXO-K yang lain.

*****

Minji masih saja melamun mengingat kejadian dimana Sehun tersenyum padanya – secara tiba-tiba. Rasanya sudah lama ia tidak melihat Sehun tersenyum padanya seperti tadi. Tapi, tiba-tiba terbesit kejadian 3 tahun lalu yang membuat Minji harus menjauh dari Sehun.

Minji hanya menghela nafas mengingat kejadian itu. Kejadian yang terlalu sakit untuknya.

Raemi yang didiamkan seperti itu hanya bisa iri pada sahabatnya.

Kapan aku bisa mengenal Chanyeol seperti Minji mengenal Sehun ?? Hah…, andai saja Tuhan sedikit berbaik hati padaku dengan memberiku sedikit kuasanya agar aku bisa kenal dengan Chanyeol, hanya kenal saja.

Yah, seorang Kang Raemi memang menyukai sahabat dari namja yang disukai oleh Minji, Park Chanyeol. Mungkin sudah terhitung 6 bulan ini dia menyukainya. Dan Minji sudah mengetahuinya, bahkan sampai detailnya.

Sayangnya, keberuntungan tidak berada pada pihaknya. Menurutnya Chanyeol bagaikan bintang di langit. Indah. Namun dia sama sekali tidak bisa menjangkaunya karena letaknya terlalu jauh. Dia hanya bisa melihat dari kejauhan saja. Ya, menurutnya tidak mungkin jika ia bisa mengenal Chnayeol seperti Minji mengenal Sehun. It is destiny.

“Hei, konsernya dimulai…!!!” pekik seorang yeoja.

Sontak seluruh siswa-siswi pun keluar menuju balkon utama sekolah. Termasuk Minji dan Raemi yang langsung tersadar dari lamunan masing-masing.

Minji, Raemi, dan beberapa siswi lainnya berbondong-bondong menuju balkon utama, tempat diadakannya konser itu.

Raemi sangat bersemangat untuk melihat konser itu mengingat orang yang disukainya akan menunjukkan kebolehannya dalam bermain gitar. Sehingga tanpa sadar Raemi meninggalkan Minji yang masih berusaha menyusul Raemi dengan keadaannya yang berdesakan dengan siswi lainnya.

“Raemi-ya…, chamkamman,” ujar Minji dengan seluruh tenaganya.

Sayangnya Raemi tidak mendengar teriakan dari Minji. Dia langsung mencari tempat yang pas untuk bisa melihat Chanyeol dengan jelas.

“Aman…, ngomong-ngomong…, Aigoo, Minji…!!! Dimana dia?!” akhirnya Raemi pun sadar bahwa ia kehilangan kawannya itu.

Minji yang ditinggalkan pun menuju ke tempat Raemi dengan wajah kesal. Bisa-bisanya sahabatnya sendiri meninggalkannya begitu saja hanya demi seorang Park Chanyeol.

“Heh…!! Bagus ya, kau meninggalkan sahabatmu yang sedang berusaha mengeluarkan diri dari fans fanatik yang kesetanan,” ujar Minji sambil memukul lengan Raemi.

Raemi yang merasa bersalah hanya nyengir watados.

“Hehe…, mianhae, lagipula sudah kucarikan tempat yang pas, untuk kita berdua,” ujar Raemi sambil menaikkan alisnya.

Minji hanya mengangguk dengan wajah datar. Percuma berdebat dengan yeoja keras kepala macam sahabatnya ini.

“Aku itu anak pintar, Kang Raemi memang gadis yang pintar dan cerdik, harusnya kau bangga punya teman sepertiku, ne?” ujar Raemi membanggakan diri.

Minji hanya menggelengkan kepalanya dengan ke-narsis-an sahabatnya yang mulai menjadi.

“Minji-ya, mereka…!!!” pekik Raemi.

Raemi menatap penuh minat kepada para personil EXO-K yang sudah siap pada tempatnya. Para penonton yang berada di sana pun juga menyoraki mereka.

Satu per satu dari mereka naik dan memegang alat-alat band. Baekhyun berada pada posisi vokalis, Chanyeol dan D.O. berada pada posisi gitaris, Suho pada posisi keyboard, Kai pada posisi bass, dan Sehun pada posisi drummer.

Para yeoja disana bersorak-sorai meneriaki nama bias nya masing-masing. Raemi mana berani meneriaki nama Chanyeol. Dia hanya bersorak EXO-K saja. Tapi Minji, lebih memilih bungkam.

Minji hanya menatap satu orang. Orang yang selalu mengisi hati dan fikirannya. Orang yang dulu pernah dekat dengannya. Orang yang sangat disukainya. Dan orang yang sudah menyakiti hatinya.

“Kita sambut…, EXO-K…,” ujar MC. (ceritanya disini exo-k nyanyiin lagunya B1A4)

ulgo shipeul ddae ureoyo seulpeumdeureul aesseo chamji marayo
geudaega dashi useul su itge naega anajulgeyo.

himi deul ddaemyeon jamshi swieogal su itdorok
naye eokkaereul bilryeojulgeyo

Suara Baekhyun yang sangat merdu menjadi pembuka lagu yang mempunyai arti mendalam itu.

I pray no tears in your dreams
I know you’ll fly high in your life

Dilanjutkan dengan suara dari leader Suho yang tetap indah dengan alunan keyboardnya yang indah pula.

i sesangeun jakeun nuneuro
ddo geudael boryeogo hajiman
boran deusi dangdanghage
malhal su isseo You’re the only one

 jogaknan kkumeul chajayo
an dwindaneun maleun haji malayo
geu kkomeut dashi irul su itge
naega dowajulgeyo
sumi chaoreul ddaemyeon
jamshi nuneul gamgoseo
geudae miraereul sangsang haebwayo

Suara Baekhyun yang khas dan penuh dengan emosi membuat semua penonton disekitarnya ikut merinding,

I pray no tears in your dreams
I know you’ll fly high in your life

D.O. pun juga ikut menyumbangkan suaranya yang indah ditambah dengan alunan gitarnya,
i sesangeun jakeun nuneuro
ddo geudael boryeogo hajiman
boran deusi dangdanghage
malhal su isseo You’re the only one

dashin ulji marayo

I pray no tears in your dreams
I know you’ll fly high in your life

chagabge beonhan maeumdeureun
geudaereul alji mothajiman
nuguboda meotjin geudae
neo gyeote isseo You’re the only one

I pray no tears in your dreams
I know you’ll fly high in your life

Lagu itu pun berakhir dengan sorak-sorai para penonton yang memenuhi balkon utama sekolah.

Tak terkecuali Minji dan Raemi. Bahkan Raemi hampir menangis ketika mendengar suara Baekhyun yang indah dan penuh perasaan.

Sejak tadi, Minji terus menatap Sehun. Entah kenapa ketika mendengar lagu itu, memorinya seperti terbuka kembali. Minji ingat saat ia dan Sehun masih…, bersahabat. Lagu itu seperti menyatakan semua isi hati Minji.

Dia ingin seperti dulu, selalu bersama Sehun, selalu bercanda dengan Sehun, selalu bertengkar dengan Sehun, tapi ia tetap tak bisa. Meski ia menayatakan bahwa ia mencintai Sehun, tapi tetap saja ia tidak bisa melupakan rasa sakitnya, saat itu. Saat Sehun berkencan dengan teman dekatnya sendiri, Hyeri.

Aku lah yang memutuskan untuk menjauhimu, tapi entah kenapa rasanya aku semakin… merindukanmu, untuk berada di dekatku, seperti dulu.

“Haah…, Minji-ya, perform mereka kali ini sangat bagus, huwaaa…, aku jadi ingin menangis,” ujar Raemi dengan gaya menangis yang dibuat-buat. Dan sukses membuat Minji sadar dari lamunannya.

“Jangan berlebihan deh…,” ujar Minji datar. Untuk meyakinkan Raemi saja.

Raemi hanya memanyunkan bibirnya mendengar jawaban dingin dari Minji. Dia kan hanya ingin menghibur saja. Tapi terlalu kampungan gayanya.

Konser terus berlanjut dengan band-band lainnya.

Sedangkan Minji dan Raemi hanya menunggu EXO-K tampil lagi. Bosan? Sudah pasti. Apalagi melihat para member band yang lainnya tak sekeren dan setampan EXO-K.

“Minji-ya, ke kantin yuk…? Aku bosan menunggu EXO-K perform lagi,” ujar Raemi.

“Ne, benar juga…, kajja !” ujar Minji.

“Ah…, Mungkin Kim ahjumma memiliki menu baru lagi minggu ini,” ujar Raemi.

Mereka berdua pun berjalan menuju kantin.

“Nanti EXO-K katanya akan perform lagi ?” tanya Raemi.

“Mollayo,” ujar Minji.

“Kau tahu betapa kerennya tadi Chanyeol saat bermain gitar…??? Bahkan kurasa dia lebih keren dari Jonghyun CN Blue…, kyaaa…!!! Aku benar kan Minji-ya,” ujar Raemi girang dengan fangirling nya yang benar-benar.

“Heeum…,” jawab Minji super singkat. Dia paling malas mendengar Raemi berceloteh dengan fangirl nya itu.

Raemi yang mendengar jawaban super singkat dari Minji hanya memanyunkan bibirnya kesal.

“Kau ini, lama-lama kau lebih mirip Sehun, namja yang dingin itu, kau –“

“Bisa tidak kau diam sebentaaar…, saja,” ujar Minji kesal setelah tau maksud perkataan Raemi barusan.

Raemi hanya memasang wajah innocent-nya.

Tiba-tiba saja Minji dan Raemi terpaku dengan apa yang dilihatnya dan di dengarnya barusan

“Ayolah Sehun…, ikutlah,”

“Aku harus mengajak siapa?”

“Kekasihmu lah siapa lagi,”

“Maksudmu Hyeri? Benarkah dia kekasihmu?”

“Kalian bicara apa sih,”

Setidaknya itulah kata-kata yang masih bisa terdengar ketika Minji dan Raemi melewati para member EXO-K yang sedang berbincang-bincang.

Sayangnya hal itu makin membuat Minji sedih.

Dia masih tak percaya bahwa Sehun dan Hyeri berpacaran. Sahabat yang dicintainya dan teman dekat yang dipercayainya.

Hyeri adalah teman dekat Minji saat masih sekolah menengah pertama. Minji juga menceritakan tentang ia yang menyukai Sehun saat itu, kesehariannya bersama Sehun, dan Sehun itu namja yang bagaimana.

Saat hari valentine dimana ia ingin membeli hadiah untuk Sehun di sebuah café, tanpa sengaja ia melihat Sehun dan Hyeri berduaan, seperti sedang…, kencan. Minji bingung, setahu dia mereka tidak saling kenal.

Sakit.

Hanya itu yang ia rasakan saat itu. Tapi, karena kepercayaan Minji yang lebih kepada Hyeri membuatnya tak ingin mengambil keputusan lebih awal. Dia akan menanyakan hal ini kepada Hyeri.

Esoknya, saat ia menanyakan hal itu kepada Hyeri dan ia berharap jawaban Hyeri adalah sama dengan yang ia inginkan. Namun ia salah besar. “Sekarang jauhi Sehun karena ia adalah namjachinguku,” ujar Hyeri saat itu. Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang terjadi saat itu.

Mereka berdua telah berhasil mempermainkan hatinya. Sejak saat itu, ia berusaha untuk menghindar dari Sehun. Bagaimanapun caranya. Namun tak bisa ia pungkiri bahwa ia sangat ingin dekat dengan Sehun lagi.

Raemi yang mendengar pembicaraan para member EXO-K itu hanya diam. Ia tahu semua cerita Minji. Jadi ia sangat tahu bahwa saat ini Minji…,

“Kurasa lebih baik kita tidak disini Minji-ya,” ujar Raemi sambil menarik tangan Minji pergi.

Namun Minji tidak bergeming. Membuat Raemi terdiam.

“Aku tidak apa-apa,” ujar Minji.

Raemi hanya menatap Minji khawatir.

Dia selalu bersembunyi, batin Raemi.

Minji pun duduk di salah satu bangku kantin. Raemi pun mengikuti Minji. Minji masih tidak bisa melepas rasa sakit yang masih terukir dalam hatinya. Bayangkan saja teman dekatmu yang kau percaya menusukmu dari belakang. Rasanya lebih sakit dari yang kau kira.

Minji diam-diam menatap Sehun.

Saat ini, dia benar-benar merindukan namja berpawakan tinggi itu. Merindukan senyumannya, tawanya, semuanya. Apalagi saat Sehun marah. Hal itulah yang masih ia ingat dan ia rindukan dari namja itu.

Sehun yang sedang bercanda dengan temannya tanpa sengaja matanya mengarah pada…, Minji.

Minji sedang menatapnya saat ini. Dengan pandangan yang…, entahlah ia tidak tahu apa maksudnya.

Tatapan yang -jujur- sangat dirindukan Sehun. Tatapan hangat yang selalu Minji berikan padanya. Pastinya sebelum Minji yang dengan tiba-tiba menjauhinya tanpa alasan apapun.

Ji-ya…, kenapa kau menjauhiku? Batinnya. Ingin sekali ia menanyakan hal itu pada Minji.

Tiba-tiba Minji tersadar, dan ia melihat mata Sehun juga menatapnya saat ini. Buru-buru ia mengalihkan pandangannya kepada Raemi.

Raemi yang melihat tingkah mereka barusan hanya menggeleng.

“Kenapa tidak kau coba bicara dengannya? Tentang hal itu,” ujar Raemi.

Minji hanya diam. Bicara dengannya? Menatapnya saja dia harus sembunyi-sembunyi.

“Aku…, tidak bisa Raemi-ya,” ujar Minji lirih.

Cukup sudah. Raemi mendengar kata-kata itu sudah hampir 78 kali. Aku-Tidak-Bisa. Kalau belum dicoba ya jelas tidak bisa.

“Minji-ya, kumohon ! Kali ini dengarkan perkataan sahabatmu ini. Kejadian itu sudah hampir 3 tahun yang lalu. Dan kau masih tidak mau menanyakannya pada Sehun? kau mau selamanya seperti ini dengannya? Tidak bukan. Jika kau hanya diam dan menatapnya dengan sembunyi-sembunyi seperti ini bukan hanya kau yang menderita, mungkin saja Sehun juga menderita, mungkin saja Sehun juga ingin menanyakan masalah ini denganmu, mungkin saja Sehun juga mencintaimu, tidak ada yang tahu bukan ?” ujar Raemi panjang lebar. Ia paling tidak bisa melihat sahabatnya sedih. Dan ia paling tidak bisa menahan emosinya.

Minji pun menatap Raemi dengan tatapan… datar. Oh tidak, Minji marah kali ini. Minji sedang kalut saat ini ditambah omelan Raemi yang membuat Minji makin kalut.

“Itu tidak akan pernah terjadi,” ujar Minji sambil meninggalkan Raemi.

Raemi yang melihat tingkah Minji barusan pun bingung.

“Ya! Minji-ya ! jangan marah…!! Chamkamman,” ujar Raemi sambil mengejar Minji.

Sehun yang diam-diam menatap mereka hanya diam. Minji marah? Dulu Minji yang ia kenal jarang sekali marah. Bahkan Minji tidak pernah marah padanya. Kenapa semuanya berubah secepat ini? Dan kenapa Minji berubah?

Ji-ya, nan bogoshippeoyo…

*****

“Minji-ya…, Mianhaeyo…, jangan marah…, Minji-ya~” ujar Raemi dengan wajah memelas.

“Anniya, nan gwaechanna,” ujar Minji.

Tidak apa-apa bagaimana? Jelas-jelas kau sedang galau…!!! batin Raemi.

“Miannhae, tadi aku terbawa emosi, kau tahu sendiri kan aku bagaimana? Jika kau di sakiti aku pasti tidak akan terima, kau kan sahabatku..,” ujar Raemi.

Minji hanya tersenyum lembut mendengar perkataan Raemi.

“Aku tidak apa-apa, aku hanya sedang kalut saja saat ini,” ujar Minji.

Raemi hanya diam. Jika dipikir-pikir ia juga akan merasa sangat sakit bila ia ada di posisi Minji saat ini. Tapi Minji tidak pernah memperlihatkannya saja. Dengan sikapnya yang datar ketika berdebar atau sedih itu bagaikan cara bersembunyi yang high class. Orang tidak akan bisa menebak isi hatinya dengan mudah. Meski begitu Raemi sangat mengerti keadaan Minji saat ini.

Andai saja ada yang bisa kulakukan untukmu dan Sehun, Minji-ya. Batin Raemi.

*****

 “Kau benar-benar pengecut,” ujar Chanyeol.

Sehun yang dikatai begitu menatap tajam Chanyeol. Chanyeol hanya tersenyum meremehkan.

“Kenapa kau menatapnya seperti itu tadi jika kau tak menyukainya?” tanya Chanyeol.

Sehun mengalihkan pandangannya dari Chanyeol. Mengetahui maksud Chanyeol adalah bagaimana tatapan mata Sehun saat menatap Minji dikantin tadi.

Tidak ! Sehun tidak menyukainya! Lebih tepatnya, Sehun mencintainya, mungkin.

“Bukan begitu…,”

“Bukan begitu apanya? Semua orang juga akan tahu jika kau menatapnya seperti itu berarti kau menyukainya..,” ujar Chanyeol.

“Dia itu…, Ji-ya,” ujar Sehun.

Seketika mata Chanyeol membulat. Kaget ? memang.

“Ji-ya…, sahabatmu itu? Yang selalu kau ceritakan padaku? Ji-ya yang menjauhimu tanpa sebab itu??” tanya Chanyeol.

Sehun hanya mengangguk.

Sehun memang pernah menceritakan tentang Minji pada Chanyeol. Tapi Sehun memanggil Minji dengan nama Ji-ya. Nama yang menjadi panggilan sayang pada yeoja itu 3 tahun lalu. Jadi jelas yang diketahui Chanyeol itu Ji-ya, bukan Minji.

“Kenapa kau tidak pernah bilang bahwa si Minji itu Ji-ya…, Hah…!!! Jika kau mengatakannya sejak awal, aku akan membantumu untuk dekat dengannya lagi, kau ini…” ujar Chanyeol yang mulai heboh.

“Memang kau tahu bagaimana caranya huh?” ujar Sehun datar.

Chanyeol hanya mengedipkan matanya.

Iya juga ya? Bagaimana caranya ya? Batin Chanyeol.

“eum…, tapi benar kau menyukainya kan? Iya kan?” tanya Chanyeol.

Sehun hanya diam sambil tersenyum tipis.

“Iya kan? Heuh…!~ Sudahlah…, soal bagaimana caranya biar aku yang pikirkan, kau tinggal jalani saja, arra…,” ujar Chanyeol.

Sehun hanya tersenyum mendengar perkataan sahabatnya itu.

“Kau ini…,” ujar Sehun sambil menjitak pelan jidat Chanyeol.

Mereka pun tertawa.

Chanyeol mengetahui masalah Sehun dengan Ji-ya nya itu. Menurutnya cerita cintanya seperti drama-drama TV. Tapi, mungkin kali ini Chanyeol harus membantu sahabatnya itu. Hidup dalam ketidakpastian itu sangat menyiksa. Bagaimana jika Chanyeol ada di posisi Sehun saat ini. Pasti juga sangat menyiksa. Tapi, bagaimana cara mendekatkan Sehun dengan Ji-ya nya ???

Cling…!!! Lampu bohlam yang besar menyala tiba-tiba muncul di atas kepala Chanyeol.

Kurasa aku tahu bagaimana caranya, batin Chanyeol.

*****

“Kau yakin tidak apa-apa? Aku bisa mengantarmu sampai rumah,” ujar Raemi khawatir.

“Aku bukan bayi lagi Raemi-ya, aku akan baik-baik saja,” ujar Minji.

“Benar? Jika menyebrang nanti berhati-hatilah ya,” ujar Raemi.

“Ne, eomma, hihi…” ujar Minji.

“Kau ini…,”

“Ya sudah, aku duluan ne, anyeong…,” ujar Minji sambil meninggalkan Raemi.

Raemi hanya melambaikan tangan pada Minji. Dia berpikir bahwa hari ini mungkin hari yang kalut bagi Minji. Ingin sekali ia melihat sahabatnya itu bahagia, dengan Sehun pastinya.

Bagaimana caranya agar aku bisa mendekatkan Minji dengan Sehun ya? Aigoo…, aku ini author FF romance tapi aku tak tahu bagaimana caranya, ternyata aku ini benar-benar pabbo. Eotteokhae??

“eum…, permisi,” sebuah suara berat yang membelakanginya sukses membuyarkan lamunan Raemi.

Raemi pun menoleh. Dan sekejap saja dia menjadi kaku untuk sepersekian detik.

Dia…,

“Kau…, benar kau temannya Minji?” tanya orang itu.

Raemi hanya mengangguk. Dia benar-benar tak percaya melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini. Mimpi atau Nyata kah?

Orang itu mengangkat satu tangannya untuk memperkenalkan diri.

“ehem…, perkenalkan, Park Chanyeol imnidae, aku temannya Sehun, aku yakin kau mengetahuinya bukan? Ireumi mwoeyo ?” tanya orang itu yang ternyata adalah…, CHANYEOL !!! namja yang disukai Raemi??

Raemi hanya diam. Dia memang terbilang lamban untuk menyadari situasi. Mungkin kali ini bisa dibilang sangat lamban.

Ia tak bergeming. Yang dia bisa lakukan saat ini hanyalah mengedipkan matanya saja. Seakan namja dihadapannya ini telah membiusnya dengan ketampanan yang ia miliki.

Chanyeol yang melihat yeoja dihadapannya ini tidak bergeming sama sekali pun bingung sendiri.

Apa ada yang salah dengan perkataanku? Atau dia ini salah satu fans ku?

Huh ! berhentilah narsis Yeolli-ah.

“Agashii, kau tidak apa-apa?” ujar Chanyeol sambil melambaikan satu tangannya di depan mata Raemi.

Dan akhirnya Raemi tersadar.

“Heuh?! Ne?” tanya Raemi.

Chanyeol hanya tersenyum simpul melihat tingkah yeoja ini.

“Baiklah, aku akan mengulangnya, Park Chanyeol imnidae,” ujar Chanyeol sambil mengangkat satu tangannya.

Dengan gugup Raemi pun menjabat tangan Chanyeol. Sangat hangat dan lembut. Tangannya saja nyaman, apalagi…, hihi…,

“K-kang Ra-e-mi, i-imnidae,” ujar Raemi gugup.

Bagaimana tidak? Impiannya terwujud, bukan? Impiannya untuk bisa mengenal Chanyeol. Chanyeol yang selalu dilihatnya dari jauh. Chanyeol yang selalu mengisi hati dan fikirannya. Chanyeol yang selalu ia harapkan. Sekarang menanyakan namanya.

Terimakasih Tuhan, ternyata kau masih sayang padaku, batinnya.

“Benar kau teman Minji?” tanya Chanyeol lagi.

“Ne? Waeyo?” tanya Raemi sambil berusaha menenangkan debaran jantungnya.

“Ha…, aku butuh bantuanmu,” ujar Chanyeol.

Tanpa mereka sadari seorang yeoja tanpa sengaja melihat Raemi dan Chanyeol berduaan. Yeoja itu memasang wajah kesalnya melihat Chanyeol bersama yeoja lain.

“Bantuan apa?” tanya Raemi bingung.

Tapi apapun bantuan yang Chanyeol inginkan, selama itu tidak di luar batas, di pasti akan siap membantu. Apapun itu demi Chanyeol.

“Kita…”

“Yeolli chagi…,” yeoja yang sedari tadi melihat mereka berdua mengeluarkan suaranya yang melengking.

Raemi dan Chanyeol pun kaget dan menatap ke sumber suara.

“Oh God…,” gumam Chanyeol sambil menepuk jidatnya sendiri.

Dia kan…, Naeun…,yeojachingu Chanyeol,  batin Raemi.

Cepat-cepat Chanyeol memberi secarik kertas pada Raemi.

“Hubungi aku nanti, ne, anyeong…,” ujar Chanyeol sambil berlari ke arah yeoja bernama Naeun itu.

Raemi hanya diam. Perlahan ia melihat isi dari kertas itu.

“Nomor ponsel Chanyeol?? Aku mendapatkannya?? Tanpa memintanya?? OMO…!!” ujar Raemi tak percaya sambil menutup mulutnya sendiri.

Raemi pun menatap ke arah mereka berdua, Chanyeol dan Naeun. Raemi tahu jika Chanyeol sudah memiliki kekasih. Tapi tak ada salahnya berharap bukan?

Mereka terlihat berbicara satu sama lain. Chanyeol terlihat memelas pada Naeun. Lalu, mereka pun berjalan menuju parkiran yang berada di seberang lapangan tempat Chanyeol dan Raemi berbincang tadi.

Andai saja Naeun itu aku. Mungkin aku akan jadi yeoja paling bahagia se-antero Seoul. Heuh… Park Chanyeol, saranghaeyo…

Tiba-tiba Chanyeol menatap Raemi sambil tersenyum dan – mengerling pada Raemi.

Oh God…

**TBC**

Gimana? Jelek yah? Bikin muntah? Gajhe? Feel-nya bener-bener gak dapet…,Mian cz masih amatiran. FF ini terinspirasi dari FF-FF yang pernah author baca. Thanks for all author and readers in exo fanfiction. Kalian inspirasiku. Tolong di comment yah, author butuh coment kalian agar menjadi lebih baik. Gomawoyo…*mbowbarengHunHanSuLayBaekYeolMinChenTaoRisKaiDo*

Iklan

13 pemikiran pada “Schoolove (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s