Secret Garden (Chapter 2)

Secret Garden (2/2)

 

Author                                    : Yoon94 / Oriza Mayleni

Cast                                        :

  • Park Chanyeol
  • Oh Yoonjoo

Support Cast             :

  • Park Sehun (ubah marga bentar xD)
  • Min Jihyun
  • Kim Jongdae (Chen)

Genre                                                 : Romance, Comedy, School Life, dll /?

Length                                    : Two Shoot

Rating                                     : PG15

Recommended Song             : A-Pink (Secret Garden)

 

WARNING!! FF abal yang ceritanya ngarul ngidul suka suka author :v Judul tak nyambung dengan cerita!! Berefek membuat mules untuk pembacanya. Selamat menikmati! RCL Juseyo ‘-‘/\

 secret garden cover

~oOo~

“Ini cerita kita, dimana tidak ada yg lain yg akan tahu. Ketika pintu ini terbuka, cinta kita akan dimulai ditempat ini”

~oOo~

 

Author’s POV

Chanyeol mengeratkan jaketnya. Kakinya masih berjalan tanpa tujuan, hujan semakin deras dan hari semakin malam. Sesekali Chanyeol melirik ponselnya berharap Yoonjoo menelponnya.

“Kemana anak itu sebenarnya??” ulang Chanyeol untuk yang kesekian kalinya

“YOONJOO!! OH YOONJOO!!” teriak Chanyeol lagi, tak ada suara apa-apa selain suara hujan dan angin

Drttt..drtt…

“Yoonjoo?”

“Yak Oh Yoonjoo…kau dimana?”

“Datanglah kegudang pabrik Haewon dijalan XXX”

Tuttttt….

Chanyeol meremas ponselnya…

“SIALAN!” umpat Chanyeol

SKIP

Chanyeol bergegas mengelilingi gedung pabrik tua yang sudah tak terpakai tersebut.

“Hey!”

Chanyeol menoleh ke suara tersebut. Sebuah wajah yang tak asing, batin Chanyeol.

“Kau masih mengingatku sunbae?”

“Kau? Ahh kau bocah yang babak belur karena tanganku tadi siang disekolah kan?”

“hahaha benar sekali!!”

Chanyeol mulai merasakan hawa tak enak. Dia bisa merasakan ada orang banyak yang sekarang mengelilinginya walau tempat tersebut agak gelap.

“hiks…hiks…”

Chanyeol mencari sumber suara tersebut, itu Yoonjoo. Tangannya diikat kebelakang dan mulutnya disumpal sapu tangan, Yoonjoo tengah menangis.

“Lepaskan dia, urusan kalian bersamaku”

“Tentu saja. Kami juga menggunakannya hanya untuk umpan, tapi jika kau kalah, kurasa aku akan melakukan hal lain pada wanitamu ini”

“Coba saja kalau bisa” balas Chanyeol sebelum akhirnya perkelahian itu pecah

5 lawan 1…..

Chanyeol memang jago berkelahi tapi jika harus melawan 5 orang sendirian, pasti hal tersebut membuatnya kewalahan, belum lagi kondisinya yang memang kurang sehat.

“Ahh Sehun kemana, kenapa lama sekali” ujar Chanyeol pelan, dia sadar situasi mulai tak menguntungkan dan bantuan itu belum juga datang

Brukkk…

Darah mengalir dari mulut Chanyeol, detik berikutnya perutnya menjadi sasaran. Bertubi-tubi pukulan diterimanya, Chanyeol tersungkur kelantai.

Tinut..tinut..tinut.. *anggap aja sirine polisi xD *author ngasal

“Nuna!!!” teriak Sehun yang datang bersama beberapa orang polisi

~oOo~

“Kita ke RS…”

“Tidak usah” tolak Chanyeol lagi

“Benar hyung, kita ke RS saja, wajahmu benar-benar parah”

“Ini karenamu! Kenapa lama sekali? Aku menelponmu sudah 30 menit yang lalu”

“Mianhae hyung, saat kau menelpon, aku segera ke kantor polisi tapi mereka menganggapku sedang bercanda. Kau tahu? Butuh waktu untuk meyakinkan mereka” jelas Sehun panjang lebar

“Terserahlah, aku tidak mau ke RS. Aku benci tempat itu” ujar Chanyeol sebelum akhirnya menghilang dibalik pintu kamarnya

Sehun mematung sedangkan Yoonjoo mulai menangis lagi….

“Nuna….” Ujar khawatir melihat Yoonjoo

“Apa mereka melakukan sesuatu padamu?”

Yoonjoo menggeleng..

“Lalu kenapa kau menangis? Jangan menangis nuna, aku jadi ingin ikut menangis”

“Tidak apa-apa Sehun-ah, aku menangis karena kebodohanku sendiri. Aku selalu membuat Chanyeol menderita karenaku…”

“Nuna…..”

“Gwenchana, masuklah kekamarmu. Kita tidak akan bisa membawa Chanyeol ke RS jadi aku yang akan mengobati lukanya”

End Author’s POV

 

Chanyeol’s POV

Tokk..tokk..

Kudengar suara pintu kamarku diketuk lalu ada seseorang yang masuk.

“Sudahlah jangan mengurusiku” ujarku dingin, aku tahu itu Yoonjoo

“Aku tidak mungkin membiarkanmu dengan luka-luka itu, kau begitu karenaku..”

“Kalau kau memang tak mau aku begini, seharusnya kau mendengarkan nasehatku! Kenapa kau tidak pernah mendengar dan menuruti perintahku!!!!” nadaku bicaraku meninggi

“Sudah berapa kali kubilang padamu jika ingin kemana-mana kau harus bersamaku? Kau masih tidak mengerti itu? Kenapa kau keras kepala sekali?” lanjutku sambil menatapnya tajam

“Kau sedang kecapean, aku tidak ingin mengganggumu jadi aku keluar sendiri dan tak kusangka mereka menghadang didepan jalan” jawabnya sangat pelan namun masih bisa kudengar

“aishhhhh” rutukku sambil mengacak rambut frustasi

“Lanjutkan saja marahmu nanti, kita obati dulu lukamu” ujarnya lalu menghampiriku takut-takut

Kutarik tangannya untuk duduk disampingku..

“Cepatlah! Ini sakit sekali” keluhku

“Ahh ne….”

“Kapan akan selesai jika kau melakukannya selembut itu?” protesku akan caranya menempelkan kapas pembersih luka

“Ne? Apa tidak perih?” tanyanya sambil menunduk

“Biasa saja. Ayo lanjutkan lagi…” kataku sambil menyodorkan wajah tepat didepannya

10 minutes later

“Sudah selesai”

Yah aku merasa agak baikan setelah luka-luka ini diplester dan diperban.

“Disinilah dulu” pintaku saat Yoonjoo mulai membereskan kotak P3K

“Ne?”

“Jangan membuatku mengulang 2 kali”

Kutarik tubuh Yoonjoo lalu kuletakkan wajahku ditengkuknya.

“Ya! Chanyeol! Apa yang kau lakukan?” protesnya sambil mencoba melepaskan diri

Kupererat pelukanku, kini aku bisa mencium aroma tubuhnya.

“Lepaskan Chanyeol!”

“Jika kau makin banyak bicara, aku tidak akan melepaskanmu”

Yoonjoo sudah tak bergerak dan mengomel lagi. Nah begitu kan lebih baik, hahahaha.

“Yoonjoo! Chanyeol! Sehun! Kami pulang!”

Brukkk…

Yoonjoo mendorongku sekuat tenaga mendengar suara itu

“Itu Eomma dan Appa, mereka sudah pulang” ujar Yoonjoo lalu berlalu pergi

Ahhh Eomma! Appa! Apa kalian tidak tahu anak kalian yang tampan ini sedang menikmati waktu romantic? Malas malas aku turun dari tempat tidur lalu menyusul Yoonjoo dan Sehun dibawah.

Kulihat Eomma sedang memeluk erat Yoonjoo.

“Chanyeol apa yang terjadi pada wajahmu? Kau berkelahi?” tanya Ayahku dengan nada tajam

Belum sempat kujawab, Yoonjoo sudah berdiri didepanku.

“Anio Appa! Dia babak belur karena menolongku dari preman-preman jahat”

“Apa? Lalu kau tidak apa-apa kan Yoonjoo?”

“Ne Appa, nan gwenchana…”

“Baguslah! Chanyeol, Appa senang kau menjalankan tugasmu melindungi saudaramu yang lain”

Huh!! Kata itulagi! Benci aku mendengarnya. Saudara? Saudara apanya??

“Kami bukan saudara!” ujarku yang langsung disambut tatapan tajam Ibu dan Ayahku

“Chanyeol!”

“Itu memang kenyataan. Aku capek, aku naik kekamar dulu, selamat malam Eomma, Appa”

“Chanyeol! Sifat macam apa itu?”

Aku tak memperdulikan Eommaku yang masih mengomel. Aku benar-benar kehilangan mood jika mereka sudah membahas topic itu, topic yang paling kuhindari sejak dulu, sejak Yoonjoo menginjakkan kaki dirumahku.

“Besok kami akan membawa Yoonjoo ke kantor pengadilan setempat, ubah sikapmu itu karena mulai besok dia resmi jadi adik perempuanmu”

Kakiku mendadak kaku, yah aku tahu hari ini akan tiba. Eomma dan Appa jauh-jauh ke Jepang untuk mengurus segala macam syarat agar Yoonjoo bisa menjadi keluarga sah kami. Park Yoonjoo, adikku…begitukah aku harus memperkenalkannya nanti? Rasanya tak rela, amat sangat tak rela!

“Arraseo” jawabku singkat lalu kembali berjalan menaiki tangga

“Anak itu sebenarnya kenapa?”

Itulah kalimat terakhir Ayahku yang kudengar sebelum aku benar-benar menutup pintu kamar. Kau tidak bisa diam saja Park Chanyeol. Kau harus melakukan sesuatu.

~oOo~

Junsang Senior High School

“Ya Park Chanyeol! Kau memang biang onar! Untuk apa kau setiap hari menginjakan kaki dikelas ini” labrak Jihyun sesaat setelah aku memasuki kelas 2A-IPS

“Hey aku ini seniormu, sopanlah sedikit!” ujarku tak terima pada teman Yoonjoo yang mirip mak lampir ini

“Tentu saja karena ada seseorang yang ditindasnya disini, saudaranya sendiri!” sindir Yoonjoo diujung sana

“Aku menyangkal itu” ujarku tegas

“Oh ya? Lalu mau apa kau kesini? Ahh iya, kau pasti ingin bekal makan siangku. Sudah sepeti itu selama hampir 3 tahun, bagaimana bisa kau lupa Oh Yoonjoo” Yoonjoo berujar pada dirinya sendiri lalu beranjak dari bangkunya

“Ayo Jihyun-ah, kita ke kantin, aku lapar”

“Kau tidak akan kemana-mana tanpa izinku!” kutahan tangan Yoonjoo erat

“Jihyun-ah…bisakah kau tinggalkan kami berdua?” pintaku dengan wajah serius

“Berhentilah membuatnya menderita Chanyeol-ssi……Yoonjoo-ah, kalau dia macam-macam, beritahu padaku saja, dengan senang hati kuhabisi nyawanya”

“Bye Min Jihyun…..” ujarku riang yang lalu dibalas tatapan mematikan dari Jihyun, tak menakutkan!

Klik..

Aku menutup pintu kelas lalu memastikan keadaan sekitar. Sepi…tentu saja karena ini jam istirahat, waktunya bagi murid-murid terbebas dari penjara bernama kelas.

“Kurasa kau sudah tau apa yang akan kukatakan”

“Kau pikir aku bisa membaca pikiran orang?” balas Yoonjoo dengan wajah kesal

End Chanyeol’s POV

 

Author’s POV

“Kurasa kau sudah tau apa yang akan kukatakan”

“Kau pikir aku bisa membaca pikiran orang?” balas Yoonjoo dengan wajah kesal

Yah sebenarnya Yoonjoo tau apa yang dimaksud Chanyeol tapi benar, hati Yoonjoo saat ini sangat sedang tak ingin berdebat mengenai hal itu lagi bersama Chanyeol. Lelah dan tangisan, Yoonjoo selalu berujung pada 2 hal tersebut jika berdebat masalah ‘status’ dengan Chanyeol. Status yang dimaksud disini adalah status Yoonjoo dikeluarga Park, berperan sebagai apa Yoonjoo dikeluarga Park? Dia siapa hingga ada dikeluarga Park? Yoonjoo pun kadang bingung jika ditanya seperti itu tapi beruntung teman-teman disekolahnya tak ada yang tahu bahwa selama hampir 3 tahun terakhir dia tinggal bersama keluarga Park. Hanya Jihyun dan Jongdae lah yang tahu persoalan antara Yoonjoo dan Chanyeol.

“Bukankah hari ini Ayah dan Ibu akan mengurus perwalianmu, kau harus menolaknya”

“Sebegitu bencinya kah kau padaku? Sebegitu jeleknya kah wajahku hingga kau malu mengakuiku sebagai saudara? Apa aku menjijikan?” buliran air mata mengalir untuk kesekian kalinya

“Aku tidak membencimu! Kau tidak jelek! Kau tidak menjijikan! Aku hanya tidak mau kau jadi saudaraku! Sudah berapa kali kukatakan padamu?” bentak Chanyeol

“Kau selalu begitu, jawabanmu selalu sama. Kau tidak pernah memberikan penjelasan rinci kenapa aku tidak bisa menjadi saudaramu!”

“A-ku….” Nafas Chanyeol tercekat

“Mwo? Apa yang akan kau katakana? Bagaimana kau bisa menyuruhku menolak niat baik 2 orang yang telah mengurusku selama 3 tahun ini? Mungkin kau tidak tahu, tapi aku benar-benar ingin mereka menjadi orang tuaku. Kau tidak perlu khawatir akan kasih sayang mereka yang terbagi, aku han—“

“Kau pikir itu yang aku takutkan? Kau pikir aku tidak suka orang tuaku berbagi kasih sayang denganmu makanya aku tidak setuju mereka mengangkatmu sebagai anak sejak dulu?”

“Lalu apa?”

Chanyeol memutar bola matanya….

“Kau benar-benar membuatku gila!” rutuk Chanyeol

Kringgggggggggg…..

Bel masuk berbunyi keras memaksakan Chanyeol untuk segera pergi karena siswa mulai berdatangan.

“Aku…..ahhh lupakan saja!” ujar Chanyeol lalu berlalu pergi

~oOo~

Hari sudah mulai sore, langit jingga menyambut kota Seoul.

“Apa yang kau pikirkan?” Jihyun terlihat khawatir karena sejak bel masuk hingga jam sekolah berakhir, Yoonjoo terus melamun dan wajahnya terlihat sedih

“Chanyeol….” Ujar Yoonjoo pelan

“Hah? Apa Chanyeol melakukan sesuatu padamu saat istirahat tadi?”

“Anio, hanya saja…”

“Hanya apa?”

“Dia kembali bersikeras menyuruhku menolak perwalian ayah dan ibunya. Benar yang kukatakan selama ini kan? Dia membenciku, dia tak pernah menerima keberadaanku dirumahnya”

“Dia tak menerimamu sebagai saudara tapi dia menerimamu dalam bentuk lain” sahut Jongdae yang entah sejak kapan sudah duduk didepan Yoonjoo

“Hah?” Yoonjoo dan Jihyun menatap bingung kearah Jongdae

“Dia itu menyukaimu, bagaimana bisa dia menerimamu jadi saudara…”

Krik..krik..krik…suasana berubah lebih sepi dari sebelumnya…

“Itu pendapatku” Jongdae menggaruk tengkuknya

“Menurutku benar” kali ini Jihyun juga menyetuji pendapat Jongdae

“Dia selalu menjagamu, tak mungkin rasanya dia membencimu. Sepertinya memang dia menyukaimu, jika kau jadi saudaranya, dia tidak bisa menyukaimu, tentu saja dia bersikeras menolak keputusan orang tuanya” jelas Jihyun

“aee kalian berdua kenapa? Jadi makin aneh saja”

Suasana makin kikuk dari sebelumnya hingga sebuah suara membuyarkan mereka bertiga…

“Ayo pulang” suara berat itu hampir saja membuat jantung Yoonjoo berhenti berdetak

“Chanyeol, sejak kapan kau disitu? Apa kau mendengar yang kami bicarakan?” Jihyun gelagapan

“Ani, memangnya kalian membicarakan apa? Jangan bilang sedang membicarakanku” selidik Chanyeol

“Itu kami tadi—“

“Tidak ada hubungannya denganmu, ayo pulang, Sehun tadi mengirim sms padaku katanya Eomma dan Appa menunggu kita”

~oOo~

“Akhirnya kalian pulang juga” sambut Ibu Chanyeol

“Ne kami pulang” ujar Chanyeol malas

“Ayo kita berkumpul”

Chanyeol mendesah pelan, dia tahu persis berkumpul untuk apa..

“Yoonjoo sayang, kami sudah mendapatkan surat dari pengadilan tadi siang, kau hanya perlu tanda tangan dan namamu akan segera berubah menjadi Park Yoonjoo, kau akan jadi anak perempuan kami” ucap Ibu Chanyeol dengan wajah senang

“Benar Yoonjoo sayang, kami sudah menantikan ini lama. Akhirnya waktu ini tiba juga…ayo kemari” kali ini Ayah Chanyeol menarik Yoonjoo lembut untuk duduk disampingnya

“Nah ini dia bulpennya dan ini suratnya”

Yoonjoo menatap surat perwalian tersebut sepersekian detik, dilihatnya wajah Ibu, Ayah, dan Sehun yang senang namun tidak dengan wajah Chanyeol yang ditekuk. Yoonjoo merasa berat, dia kembali teringat perkataan Jongdae dan Jihyun.

“Waeyo sayang?” tegur Ibu Chanyeol membuat lamunan Yoonjoo buyar

“ahh anio Eomma”

Yoonjoo dilema. Dia merasa bingung, dia ingin jadi bagian keluarga ini tapi dia juga merasa bersalah pada Chanyeol. Mianhae Chanyeol-ah-batin Yoonjoo-. Tangannya yang memegang bullpen mulai bergerak hingga..

Srekk…srekk..srekk..

Tangan Chanyeol lebih dulu merebut kertas tersebut lalu merobeknya tanpa ampun.

“Park Chanyeol!!” bentak Ayahnya

“Aku menolak!” ujar Chanyeol

“Sikap macam apa itu? Kau tahu berapa lama Ayah dan Ibu menunggu hingga bisa mendapat surat itu?”

“Ayah dan Ibu juga tahu sejak dulu aku tidak setuju. Kenapa kalian tidak mengerti? Aku menyukainya! Bagaimana bisa kalian memaksaku jadi kakaknya?” Chanyeol benar-benar menumpahkan seluruh unek-uneknya

Sehun, Ayah, dan Ibunya dibuat cengo, terlebih-lebih Yoonjoo.

“Ya! Kau gila?” bisik Yoonjoo pelan

“Iya aku gila karenamu!” ujar Chanyeol nyaring

Yoonjoo kaget bukan main “Hah?”

“Kau bodoh! Kau tidak tahu atau pura-pura tidak tahu? Ohh apa yang harus kulakukan padamu Oh Yoonjoo???”

“Aku?”

“Iya kau!” jawab Chanyeol sebal

“Ayah, Ibu, Aku menyukainya! Jika kalian memang ingin dia jadi bagian keluarga kita, nikahkan saja aku dengannya!”

“MWO????” ujar Yoonjoo, Sehun, dan orang tuanya berbarengan

Beberapa detik kemudian terdengar suara tawa Ayah dan Ibunya yang menggelegar /?

“Ahahaahahahahhaha”

“Kenapa Ayah dan Ibu tertawa? Aku serius! Nikahkah saja aku dan Yoonjoo, marganya juga akan berubah. Tak ada bedanya kan dengan mengangkatnya sebagai anak”

“Sudah kuduga sejak awal, aku kan pernah melihat hyung mencium nuna diam-diam” celetuk Sehun

Krik..krik…krik…

Suasana mendadak sepi karena Sehun.

“Eh itu…aku…itu…”

“PARK SEHUN KAU BOSAN HIDUP???” teriak Chanyeol murka

“Nuna! Tolong aku!!!!”

~oOo~

Tentram, itulah yang dirasakan Yoonjoo sekarang. Semuanya sudah jelas.

Tokk..tokk..tokk..

“masuk” ujar Yoonjoo

“Ayo turun makan malam”

Blush…wajah Yoonjoo merah merona melihat seseorang berada diambang pintu kamarnya.

“Ah ne..aku turun sebentar lagi”

“Memangnya kau sedang mengerjakan apa?” Chanyeol yang memang aslinya selalu penasaran, perlahan mendekati Yoonjoo lalu..

Grepp…

Chanyeol memeluk Yoonjoo dari belakang.

“Hwa Park Chanyeol!” teriak Yoonjoo

“Ne? Park Yoonjoo!” bisik Chanyeol tepat ditelinga Yoonjoo, membuat yeoja itu bergidik ngeri

“Kau gila! Lepaskan!” Yoonjoo berontak lagi

“Shireo!” tolak Chanyeol

“Jangan bercanda, bukankah kau bilang tadi Ayah, Ibu, dan Sehun menunggu dibawah?”

“Aku akan melepaskanmu asal……” Chanyeol membalikkan tubuh Yoonjoo lalu menampilkan smirknya

“Asal apa?”

“Kau mau menciumku” pinta Chanyeol terang-terangan yang lalu dihadiahi toyoran dari Yoonjoo

“Hya! Kau benar-benar berani padaku?” ancam Chanyeol sebelum akhirnya memojokan Yoonjoo ketembok dan menciumnya

1 menit…2 menit….3 menit…Chanyeol tak kunjung melepas ciumannya dan masih mengunci tubuh Yoonjoo hingga gadis itu tak bisa berbuat apa-apa. Sekarang bahkan Chanyeol memperdalam ciumannya, melumat bibir Yoonjoo pelan, lalu…

“Kalian berdua lama sekali, aku sudah lap—“

Sehun cengo melihat pemandangan didepannya. Pemandangan langka pikir Sehun.

“Hya ini karenamu!!” Yoonjoo menendang kaki Chanyeol

“Sakit tau!” protes Chanyeol

“Hyung! Nuna! Maaf aku mengganggu, lanjutkan saja” ucap Sehun polos

“Lanjutkan apanya huh??” ujar Yoonjoo sambil melewati Sehun

“Kau mengganggu saja!” kali ini giliran Chanyeol

“Kalau begitu kalian ulangi saja, aku tidak akan mengganggu”

“DIAM!” perintah Chanyeol dan Yoonjoo berbarengan membuat Sehun menciut, dosa apa aku mempunyai kakak galak seperti mereka –batin Sehun-

~oOo~

Chanyeol tak memperdulikan omelan Yoonjoo dan terus menarik tangan gadis itu. Mereka semakin menjauh dari keramaian dan jalan raya.

“Hey kita mau kemana? Ayo pulang saja, sudah sore”

“Diamlah, kau akan menyesal jika tidak melihat tempat ini”

“Tempat apa?”

“Makanya berhenti protes, jika kau protes terus, kapan kita sampainya?”

A few minutes later

“Sudah sampai” ujar Chanyeol sumringah

“Disini?” tanya Yoonjoo tak percaya

“Bukan disini, tapi didalam sana, ayo kita masuk”

“Ya! Kau gila? Kau tidak lihat tulisan itu?” ujar Yoonjoo sambil menunjuk papan lumayan besar yang bertengger dipagar pintu masuk

“Properti pribadi, Dilarang Masuk” Chanyeol malah mengeja tulisan tersebut membuat Yoonjoo mendengus pelan

“Ayo kita pulang saja!” Yoonjoo menarik tangan Chanyeol namun namja tersebut tak bergerak dari tempatnya

“Kita masuk sebentar saja, tempat ini sudah lama ditutup, tak akan ada orang yang melihat. Ayolah, kau pasti suka”

Pasrah…akhirnya Yoonjoo mengikuti kemauan Chanyeol. Mereka berdua segera memanjat pagar yang lumayan tinggi tersebut. Tiupan angin semilir menyambut mereka berdua. Yoonjoo melirik Chanyeol tak percaya.

“Bagaimana kau bisa menemukan tempat ini?” ujar Yoonjoo yang masih terkagum-kagum dengan pemandangan sekitarnya

“Seminggu yang lalu saat aku berusaha mencari jalan potong kesekolah” jawab Chanyeol lalu menarik tangan Yoonjoo untuk mengajak gadis tersebut lebih memasuki tempat indah dan damai tersebut

“Hah? Jadi kau sudah sering kesini?”

“Lumayan lah, setiap pagi aku kesini untuk mengecek keadaan dan benar saja tidak pernah ada yang datang kesini. Sepertinya taman ini dikelola oleh badan swasta tapi sudah ditutup lama” jelas Chanyeol panjang lebar

“Kau suka?” tanya Chanyeol tiba-tiba sambil menatap lekat kearah Yoonjoo

“Hmmm…” jawab Yoonjoo singkat sambil tersenyum

“Apa ini sama bagusnya dengan taman pribadi yang ada dirumahmu?”

“Taman rumahku di Jepang?” air muka Yoonjoo mendadak sedih, ya…dia lahir dan besar di Jepang, dulu dia memiliki taman pribadi yang indah namun karena suatu hal. Rumah dan taman tersebut sudah berpindah tangan.

“Kau sedih?” ujar Chanyeol khawatir

“Ani…itu sudah lama. Kurasa tempat ini jauh lebih indah,  dan lebih luas tentunya” Yoonjoo terkekeh pelan

“Hey…aku punya sesuatu untukmu” Chanyeol menarik tubuh Yoonjoo hingga sekarang mereka berhadapan, tangan Chanyeol merogoh kedalam saku lalu terlihat sebuah kalung dengan liontin berbentuk clover four leaf

“Kemarilah.” perintah Chanyeol lalu menarik tubuh Yoonjoo mendekat

Chanyeol memakaikan kalung tersebut lalu mengusap lembut pipi Yoonjoo.

“Kau tahu arti bunga ini?” tanya Chanyeol pelan

“Keberuntungan?” jawab Yoonjoo ragu

“Ya..aku beruntung bisa mengenalmu” ucap Chanyeol yang lalu mencium lembut bibir Yoonjoo

Tiupan angin membuat daun-daun dan rumput ditaman tersebut bergoyang menimbulkan suara-suara damai. Sesekali terdengar beberapa kicauan burung yang lewat. Sinar matahari yang tak terlalu terik namun cerah itu menambah damai suasana.

“Kau tahu apa nama tempat ini?” tanya Chanyeol sambil melepas ciumannya, mata mereka masih sama-sama terpejam, hidung mereka masih bersentuhan satu sama lain

Yoonjoo menggeleng pelan yang lalu disambut senyum hangat dari Chanyeol

“Secret Garden” bisik Chanyeol lalu kembali melumat lembut bibir Yoonjoo

 

~THE END~

 

Epilog

Fukuoka, June 12, 2010

Yoonjoo menatap rumah itu dan taman indah itu dengan tatapan sendu. Dulu itu miliknya, dulu disitulah dia menghabiskan hari-hari indah bersama Ayah dan Ibunya. Namun cobaan yang datang 3 tahun lalu membuat keadaan berubah 180 derajat. Ibunya divonis menderita kanker otak stadium akhir, sejak saat itu Ayahnya jarang masuk kekantor dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk merawat Ibunya. Tingginya biaya perawatan dan mahalnya biaya sekolah di Jepang membuat Ayah Yoonjoo harus bekerja ekstra keras bahkan mereka harus berhutang sana sini.

Klimaks terjadi sekitar akhir tahun 2008, Ibunya sudah tak bisa tertolong, hutang merekapun menumpuk, Yoonjoo terpaksa bekerja part time untuk menambah uang sekolahnya, taka pa bagi Yoonjoo karena setidaknya dia masih mempunyai Ayah yang sayang padanya. Namun ternyata ada rencana lain dari Tuhan, tahun 2010 tepatnya beberapa bulan lalu, Ayahnya terserang penyakit jantung dan ikut meninggalkannya. Rumah miliknya terpaksa dijual untuk menutup sisa hutang yang ada. Sekarang, Yoonjoo tak memiliki apa-apa dan siapa-siapa….

“Sayang…ayo cepat masuk kemobil, kita bisa ketinggalan pesawat ke Seoul”sebuah suara berat yang lembut membuyarkan lamunan Yoonjoo

Itu Park Junki, sahabat Ayahnya. Yoonjoo tersenyum, Tuhan memang tak pernah memberikan cobaan yang tak bisa dilalui umatnya dan inilah buktinya. Keluarga Park memutuskan untuk membawa Yoonjoo tinggal bersama mereka, awalnya Yoonjoo menolak namun mereka memaksa dengan alasan balas budi.

“Ne ahjussi…” ujar Yoonjoo lalu masuk kemobil

“Jangan panggil ahjussi, mulai sekarang kau adalah putriku jadi panggil Appa. Araseo?”

“Ne….Appa…”

“Aku senang mendengarnya. Eommamu sudah meneleponku sejak tadi, katanya sudah tak sabar melihatmu…”

Yoonjoo tertawa pelan..

“Bukankah kau tahun ini masuk SMA? Appa ingin memasukkanmu ke SMA yang sama dengan Chanyeol supaya dia bisa menjagamu, apa kau tidak keberatan?”

“Ne Appa..gwenchanayo..”

“Sehun terus menanyakanmu, Appa rasa dia akan sedikit menyusahkanmu dengan sifat manjanya itu, dan Chanyeol, jangan diambil pusing, dia kadang terlihat galak tapi sebenarnya dia orang yang perhatian..”

Ya Yoonjoo ingat siapa Chanyeol dan Sehun. 2 anak laki-laki pernah bermain dengannya 5 tahun lalu ditaman milik Ibunya, taman bernama Secret Garden…..

End Epilog

 

Tuhkan apa yg author bilang, ceritanya ngarol ngidul gak jelas xD xD yasudahlah, yg udh terlanjur baca hrs komen :p. maaf jika typo bertebaran dan tata bhsa yg kurang atau memang tak enak dibaca, author hanyalah manusia biasa. Sekian bacotan author, terima kasih *bow

Iklan

16 pemikiran pada “Secret Garden (Chapter 2)

  1. hahha 😀 ceritanya baguss . .
    neomu kyopta ^^ joah . . joah . .
    tapi kasian si innocent cadel, polos” gitu, dimarahin terus . . >_< tapi aku joaaaah . . ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s