Fall For You

Tittle : Fall For You

Cast :
Byun Baekhyun
Lee hana

Genre : Romance, angst
Lengt : Oneshoot
Author : summer (vnyynsc)

fall for you

‘aku akan pergi ke seoul, bagaimanapun menjadi penyanyi adalah impianku’
‘kau yakin, bagaimana dengan janji kita untuk masuk di SMA yang sama?’
‘aku sudah mendaftarkan diriku di SMA yang ada di seoul’
‘kau tidak akan bisa Hana. Bagaimana bisa kau menjadi penyanyi?. Harapan itu terlalu jauh untuk kau raih, yang akan terjadi kemudian adalah kau akan mucul dihadapanku sambil menangis’
‘dari semua ucapan perpisahan yang kudengar. Kau yang paling mengecewakan baekhyun! Kau akan menyesal dengan ucapan mu’

percakapan terakhir itu terus muncul di setiap mimpinya. Lee hana tidak akan bisa melupakan kalimat menyakitkan yang keluar dari bibir cinta pertamanya saat SMP. Disaat dia mengharapkan ada seseorang yang bisa memberinya kekuatan dengan kalimatnya. Tapi ternyata namja itu dengan kejamnya mengucapkan hal yang membuat hana membencinya.
Pagi ini Hana kembali bangun dari tidurnya dengan ingatan-ingatan itu. Sejujurnya ia sangat merindukan namja brengsek itu. Tapi ia tidak akan bisa bertemu tanpa membuktikan ucapannya sendiri kepada Baekhyun. Hana harus menjadi penyanyi seperti apa yang diimpikannya. Dan membuat namja itu duduk dan meminta maaf kepadanya.
Tapi semakin hari, impiannya semakin jauh untuk di raih. Entah karena kekurangan energy atau apalah, tapi Hana merasa seperti pecundang. Tenaganya yang tersisa sekarang hanya digunakannya untuk menangis setiap malam. Merindukan busan merindukan kedua orang tuanya. Terlalu malu untuknya pulang disaat ia tidak bisa membuktikan apa-apa kepada mereka yang telah mengantar kepegiannya ke seoul waktu itu. Apalagi untuk namja yang meragukan niatnya.

Hana membuka halaman utama di situs pertemanannya ‘PEMBERITAHUAN REUNI’
dadanya berdebar. Reuni?! Bertemu dengan teman-teman lamanya. Hana sangat menginginkan hal itu. Tapi membayangkan beribu pertanyaan yang akan keluar dari mulut teman-temannya membuat ia mendelik. ‘bagaimana kabarmu?’ ‘sudah bernyanyi dimana saja?’ ‘sudah bertemu dengan artis mana saja?’ ‘mucul di majalah atau di radio?’ ‘sudah punya pacar?’
Hana menahan napasnya. Membayangkan pertanyaan itu membuat ia gila.semua jawabannya adalah BELUM. Tidak ada berita yang bisa ia banggakan. Ia hanya akan menjadi pecundang besar saat reuni nanti.
Tapi- ia begitu merindukan mereka.

Hana merapatkan long coat yang ia kenakan. Sekilas ia mencuri pandangan ke arah sekerumunan orang yang ada di hadapannya. Sesekali ia membetulkan letak kaca mata yang ia kenakan di wajahnya. Ini adalah hal terbodoh sepanjang hidupnya. Ia harus menyamar untuk bisa melihat jalannya acara reuni SMP nya. Setidaknya ia bisa melihat wajah-wajah teman lamanya tanpa harus bergabung didalamnya. Wajah mungil hana terus bersembunyi di balik kertas menu dan sesekali mencuri pandangan ke arah sebuah meja besar yang ada beberapa langkah di depannya.
‘apa yang kau lakukan hana?’ suara itu. Hampir membuat hana terlompat karena terkejut. Ia memalingkan wajahnya dan menemukan sosok yang sudah lama ia rindukan.
‘baekhyun?!’ mata hana membulat
‘dengan pakaian ini kau terlihat semakin mencolok babo!. Ini bukan menyamar namanya.’ namja itu lalu tertawa. Di setiap tawa baekhyun hana harus menahan napasnya. Entah sudah berapa lama ia baru sadar bahwa ia begitu merindukan namja ini. Tawanya, matanya, dan suaranya.
‘ikut aku.’ baekhyun menarik lengan hana. Bahkan gadis itu belum sempat mengucapkan sepatah katapun kecuali nama namja itu.

‘lepaskan kacamata ini’ baekhyun maju ke arah Hana. melepaskan kacamata dan topi yang sejak tadi di kenakan oleh yeoja itu.
‘begini lebih baik’ namja itu lalu tersenyum. Membuat wajah hana terasa panas
‘wah rambut mu sudah panjang yah? Sejak kapan kau memanjangkan rambut? Biasanya kau selalu memangkas pendek rambutmu’ namja itu lalu kembali tertawa. Membuat yeoja yang ada di hadapannya mencibir.
‘karena ini musim gugur, cuacanya hangat. Bagaimana kalau kita berjalan-jalan sebentar?’ hana menggigit bibirnya sejenak dan berpikir. Sesaat kemudian ia lalu menganggukan kepalanya.
Baekhyun tersenyum dan berjalan beranjak dari tempatnya.
Hana sungguh merasa canggung dengan kehadiran baekhyun saat ini, kehadirannya disaat ia belum bisa membuktikan apa-apa kepada namja ini, harusnya pertemuan pertamanya nanti adalah disaat baekhyun berlutut dan memohon maaf darinya. Tapi sekarang. Hana merasa seperti pecundang besar. Hana mengikuti langkah baekhyun dari belakang, memperhatikan punggungnya, pundaknya, rambutnya, semuanya sudah berubah, tanpa yeoja ini ketahui baekhyun sudah menjadi dewasa hanya senyum dan tawanya lah yang masih sama saat ia berumur 15 tahun.
‘kau tidak perlu terpesona oleh penampilan ku nona’
ucapan itu membuat mata hana membulat. Seakan namja itu bisa membaca apa yang sedang hana pikirkan saat ini. Yeoja itu kembali mencibir disambut oleh tawa renyah Baekhyun.

Baekhyun menghentikan langkahnya. Di depan mereka sudah terhampar pemandangan yang indah. Laut yang biru dan pantainya yang bersih. Di busan, sangat memungkinkan untuk menemui pemandangan seperti ini. Baekhyun melepas sepatunya dan berjalan ke pinggir pantai. Hembusan ombak membelai lembut kaki namja itu. Melihat hal itu dada hana seakan mau meledak. Betapa bodohnya ia meninggalkan tempat ini. Tempat dimana ia tumbuh hanya untuk sebuah impian yang tidak jelas.
‘i’ll let you go.. i’ll let you fly~~..why do i keep an asking why~’ baekhyun melantunkan satu bait dari sebuah lagu. Hana tersenyum dan ikut bernyanyi bersama baekhyun.
‘itu adalah lagu yang kau nyanyikan di acara perpisahan.. kalau saja aku tidak jatuh dari motor, harusnya aku yang bernyanyi bersama mu bukan minsoo’ baekhyun tertawa garing. Hana menatap baekhyun lekat-lekat. Bagaimana mungkin namja itu masih mengingat moment itu, masa dimana ia yakin untuk menjadi penyanyi, masa dimana ia yakin untuk meninggalkan semuanya dan membuat hidup baru.
Keadaan ini membuat hana semakin ingin menyerah. Ia ingin kembali ke masa dimana ia bisa melanjutkan sekolah bersama baekhyun, namja yang dicintainya. Hana sudah tidak kuat lagi mengingat kenangan-kenangan ia bersama namja ini, bersama tempat ini. Segalanya terlihat terlalu absurd.
‘aku akan membeli minum’ hana melangkah meninggalkan baekhyun. Langkahnya terlihat terburu-buru. Berjalan di atas karang-karang yang licin di pinggir pantai
Langkah hana yang tidak pasti itu membuat ia hampir terjatuh dan kepalanya hampir membentur karang kalau saja baekhyun tidak menangkap tubuhnya.
‘apa yang kau lakukan? Mengapa kau selalu ceroboh seperti ini?’
baekhyun mendekap tubuh hana. Yeoja itu menenggelamkan wajahnya di dada baekhyun.
Lama, ia tidak ingin beranjak. Baekhyun menarik tubuh hana, menatapnya.
‘kau masih sama seperti yang dulu. Tetap ceroboh! Kalau kau terluka bagaimana?!’ wajah baekhyun memerah. Tampak seperti ketakutan, begitu juga dengan hana. Ia terkejut dengan kalimat baekhyun, bukan karena kalimat itu bernada tinggi, bukan karena baekhyun mengomelinya. Tapi karena perhatian itu. Hana tau baekhyun khawatir dengan keadaannya. Baekhyun membetulkan suaranya dan kembali menatap Hana.
‘kau akan menjadi artis kan, kau tidak boleh terluka. Ara’ baekhyun meletakkan telunjuknya di pipi hana. Sedetik kemudian yeoja itu berhambur kedalam pelukan baekhyun. Seakan meladak ia menangis, rasa lelah yang sudah ia pendam selama ini, ambisinya yang tak kunjung menjadi kenyataan, akhirnya tumpah di dekapan seorang namja yang dulu meragukannya. Hana tidak peduli dengan keadaanya yang menyedihkan saat ini. Apakah baekhyun atau mentertawakan dirinya nanti, ia tidak peduli. Ia ingin menyerah.
‘kau benar-…’ suara hana terputus-putus oleh isakannya.
‘kau benar, ternyata hal itu memang mustahil. Bagaimana mungkin aku bisa menjadi penyanyi hebat. Aku selalu gagal dalam audisi.aku lelah menangis sendiri. Semua keinginan ini hanya keegoisan ku saja. Aku ingin berhenti. Aku ingin kembali bersamamu’
baekhyun menarik hana dari dekapannya.tersenyum, namja itu malah tersenyum. Membuat hana pasrah, memang seharusnya namja itu mentertawakannya. Memang seharusnya baekhyun mengejek dirinya yang menyedihkan saat ini.
‘jadi hanya sampai disini?’ hana menatap namja yang ada dihadapannya, ia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh baekhyun.
‘impianmu yang membuatmu meninggalkan ku sudah kau buang begitu saja? Bukannya kau berjanji akan datang dan membuat ku berlutut dihadapanmu untuk meminta maaf? Bukannya begitu?!’
hana terdiam. Kalimat itu seperti suntikan semangat yang sangat besar untuk Hana. Yeoja itu lalu menghapus air matanya dan kembali menatap baekhyun.
‘ara! Aku akan membuat mu berlutut dan meminta maaf kepadaku. Impianku pasti akan terwujud. Dan hal itu pasti akan menjadi nyata. Tunggulah pembalasan ku byun baekhyun!’
namja itu tersenyum dan mengusap kepala hana dengan lembut.
‘benar, speerti itu Hana yang kucintai…’ senyumannya membuat hana lebih tenang. Selalu begitu.
Baekhyun lalu kembali mendekap Hana dan mencium keningnya..
‘berusahalah. Aku datang untuk menyampaikan ini’ air mata Hana kembali mengalir diiringi anggukannya. Dekapan dan kecupan baekhyun seakan memberi tahu, bahwa ia tidak pernah sekalipun melupakan dirinya. 15 tahun atau 17 tahun seperti saat ini, perasaan itu tetap sama.

‘ka! Teman-temanmu sudah menunggu terlalu lama.’ Hana menatap sebuah restouran tempat acara reuni itu diadakan.
‘temani aku kedalam baekhyun-ah’ hana melingkarkan tangannya di lengan Baekhyun.
‘aku harus segera pergi Hana.’ hana menghembuskan napasnya. Baiklah pikirnya. Lagipula ia begitu merindukan teman-temannya.
‘kalau begitu sampai jumpa baekhyun-ah’ hana melangkah dan melambaikan tangannya kepada baekhyun.

‘omo!! lihat itu Lee hana.. aigoo’ tidak sampai satu menit hana masuk ke restoran itu, keributan sudah terdengar dimana-mana
‘mengapa kau begitu lama hana-yaa..~’
‘waah kau terlihat lebih cantik sekarang…’
‘bagaimana kehidupan di seoul?’
bagaimana ini? Bagaimna itu?. Beribu-ribu pertanyaan sudah dijawab oleh Hana dengan senang hati, karena ia begitu merindukan teman-temannya. Ia merindukan keadaan dimana banyak orang disekelilingnya.

‘oh iya, tadi aku bertemu baekhyun, tapi dia bilang dia tidak bisa datang karena ada urusan lain’
kalimat Hana membuat teman-temannya seketika diam. Wajah-wajah yang sedari tadi asik berbincang berubah menjadi serius, bingung, terkejut bahkan sedih?
Hana menaikan alisnya. Ada apa ini? Pikirnya
‘mungkin yang kau temui tadi bukan baekhyun Hana’ ‘iya mana mungkin itu baekhyun’ ‘hana kau pasti berkhayal’ ucapan itu terdengar bersahutan di kepalanya. Apa maksud mereka, bagaimana mungkin itu bukan baekhyun.
‘hana mungkin kau tidak mengetahuinya, tapi baekhyun sudah meninggal enam bulan yang lalu tenggelam di laut.’ kalimat itu sepenuhnya jelas. Sangat wajar mengapa teman-temannya begitu terkejut dengan hal yang dialaminya. Tapi bagaimana bisa orang yang sudah meninggal berbicara, bercanda dan bahkan menciumnya.
‘seandainya namja bodoh itu tidak mabuk’
‘sungguh malang nasibnya’ kalimat bersahutan itu kembali terdengar, tapi hana tidak bisa fokus dengan perbincangan mereka, ia sibuk mengingat kejadian tadi siang bersama Baekhyun.

Aku datang untuk mengatakan hal ini

kalimat itu. Hana segera tersadar dengan kalimat yang diucapkan Baekhyun di pantai tadi. Baekhyun sengaja, ia sengaja mengatakan hal itu. Baekhyun datang hanya untuk menyampaikan kalimat itu untuk dirinya. Agar ia tidak menyerah dan membuang mimpinya.

Hana meletakkan satu karangan bunga di atas rumput hijau, angin musim gugur membelai lembut rambutnya. Udaranya yang hangat membuat yeoja itu merasan tentram. Ia menutup matanya dan menarik napasnya dalam, mengisi paru-parunya dengan udara segar. Menghilangkan rasa sesak yang ada di dadanya. Ia menatap pemandangan yang ada di hadapannya. Nama ‘Byun Baekhyun’ terukir jelas di atas batu rerumputan itu.
‘impianku-‘ hana membetulkan suaranya yang tercekat
‘sepertinya masih jauh. Setiap malam juga masih kulewati dengan menangis’
Hana menelan ludah dan kembali melanjutkan monolog nya
‘tapi aku tidak akan menyerah, aku akan terus berusaha’ kali ini air matanya menetes. Mengalir lembut dipipinya
‘dan hal itu, akan kuperlihatkan kepadamu’ Hana menarik bibirnya, hingga membentuk sebuah senyuman di hadapan makam Baekhyun.
Angin kembali berhembus lembut. Seakan mengantarkan pesan semangat yang pernah baekhyun katakan untuknya. Yeoja itu lalu berbalik dan pergi
‘aku akan berhasil’
‘pasti!’

19 pemikiran pada “Fall For You

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s