Good Person

Good Person

Author: @diantrf

Tittle: Good Person

Cast: Byun Baekhyun, Park Cheonsa, Kim Jongin, Kim Jongdae, Xi Luhan

Genre: Romance

Rating: G

Length: Oneshot

AN: Annyeong.. pernah dipublish ditempat lain dan diblog pribadi author dengan cast berbeda. Harap lihat nama authornya untuk menghindari salah paham.

Recommended Song:

Good Person – Super Junior

Happy Reading^^

0o0

Baekhyun POV

Musim gugur tahun ini sangat indah. Aku suka saat melihat semua daun itu gugur dari rantingnya satu per satu. Seakan dunia belum puas memperlihatkan keindahannya, langit pagi ini sangatlah cerah, mengingatkanku pada seseorang. Seorang gadis yang membuatku hanya mampu memusatkan seluruh perhatianku padanya.

Park Cheonsa, gadis manis bermata hijau dan senyum lembutnya, siapa yang tidak terpesona? Ditambah sifatnya yang ramah pada semua orang. Aku benar-benar telah jatuh kedalam pesonanya. Ia selalu tersenyum saat menyapaku. Banyak waktu yang sudah kami lewati bersama.

Tapi sayangnya kebersamaan kami hanya sebatas teman, tak lebih. Ia juniorku dan sudah pasti ia hanya menganggapku sebagai oppanya. Tak apa, asal kami masih tetap bersama aku sudah sangat bahagia. Dapat melihat senyumnya dan membuatnya tertawa bahagia. Bukankah melihat bidadari tersenyum adalah suatu keajaiban?

Oneureun museun il ingeoni

Ureotdeon eolgul geteungeol

Geuga neoui maeumeul apeuge haenni

Naegen sesangeseo jel sojunghan neoinde

 

Aku tersadar dari lamunanku karena mendengar suara menangis dari seorang gadis. Tak jauh dari bangku taman yang kududuki, kulihat seorang gadis dengan penampilan yang sepertinya kukenal. Apa benar dia? Kenapa ia menangis? Karena penasaran aku pun menghampirinya. Dan benar saja, gadis manisku sedang menangis.

“Cheonnie, gwenchana?” tanyaku sambil duduk dan merangkul bahunya. Bahunya bergetar dan wajahnya terlihat sangat menyedihkan. Apa yang terjadi pada gadis kesayanganku?

“Oppa..” hanya kata itu yang mampu ia ucapkan, dan detik selanjutnya ia memelukku dengan erat dan terisak hebat. Sungguh aku tak tega melihatnya menangis. Aku merasa gagal karena tidak tahu hal apa yang membuatnya sedih.

“Kenapa adik kesayanganku menangis? Ada apa? Beritahu oppa ne? Ada masalah apa?” tanyaku lembut padanya sambil mengusap rambutnya yang tergerai indah. Miris sekali nasibku yang hanya bisa mengatakan hal itu. Aku berharap lebih darinya, tapi sepertinya itu hanya menjadi sebuah harapan.

“…” ia hanya diam, tapi tangisnya sudah mulai mereda, syukurlah dengan kehadiranku setidaknya perasaannya menjadi lebih baik.

“Tak apa jika kau tak mau cerita. Hmm..bagaimana jika oppa membelikanmu coklat panas dan cake? Mungkin perasaanmu akan lebih tenang..” tanyaku mencoba membuatnya bicara. Aku benci saat dimana aku tak bisa berbuat apapun untuknya.

“Oppa..gomawo. Kenapa kau selalu ada saat aku membutuhkan sandaran? Jangan-jangan oppa selalu mengikutiku ya?” jawab Cheonsa dengan nada menggoda, masih dengan sisa airmata dipipinya. Aku menghapus air matanya dan mencubit sayang pipinya. Setidaknya ia sudah dapat menunjukkan senyumnya lagi untukku.

“Memangnya hidupku hanya untuk bersamamu saja? Aku juga memiliki kehidupan pribadi tahu!” ujarku pura-pura marah padanya. Ia hanya terkekeh pelan lalu mencium pipiku lembut. Ia memang manja padaku, tetapi hanya sebatas itu. Hanya sebatas kasih sayang adik terhadap kakaknya. Tak bisakah kau melihatku sebagai pria Cheonsa?

“Ish kau genit sekali ya pada oppamu? Kajja kita jalan-jalan” ujarku yang hanya ditanggapi kekehan pelan olehnya. Semoga saat-saat seperti ini akan terus berlanjut.

0o0

Japangi keopireul naemireo

Geusoge gamchwoon nae mameul dama

Gomawo oppa neomu joheun saramiya

Geu hanmadie nan useul ppun

 

 

Aku membawa Cheonsa ke kafe yang sering kami datangi, ya sekedar menghabiskan waktu bersama. Tetapi akhir-akhir ini kami jarang bersama karena ia sering menolak saat kuajak. Entah karena apa aku tak tahu, dan aku tak mau bertanya macam-macam padanya. Mungkin ia harus belajar atau bermain bersama teman-temannya kan?

“Oppa..gomawo.. Oppa adalah orang yang paling baik yang pernah kukenal” ucap Cheonsa sambil tersenyum manis. Betapa indahnya pemandangan didepanku ini, seorang bidadari yang sedang tersenyum. Aku hanya bisa balas tersenyum dan mencubit pipinya. Apa jadinya jika aku tak lagi bisa bersamanya?

“Sebenarnya tadi kenapa kau menangis hm? Ceritalah pada oppa. Tak biasanya kau menyembunyikan sesuatu dari oppamu ini..” tanyaku sambil mengelus tangannya yang terasa dingin. Wajahnya langsung berubah murung dan pandangannya kosong. Sepertinya masalahnya lumayan berat.

“Aku malas membahasnya oppa.. Bisakah oppa melupakan kejadian tadi?” tanya Cheonsa sambil mencoba tersenyum, walau gagal dimataku. Aku mengerti, dan sebaiknya aku memang tak lagi membahas kejadian tadi.

“Hm..baiklah. Bagaimana jika besok kamu kesekolah oppa lalu kita jalan-jalan? Sudah lama kita tidak jalan-jalan berdua kan? Kau seperti melupakanku..” tanyaku dengan nada menggoda, dan itu sukses membuatnya kembali tersenyum. “Ne oppa” itulah kata terakhirnya sebelum kami sibuk dengan pikiran masing-masing.

0o0

Hoksi neon gieokhago isseulkka

Nae chingu hakgyo ape nolleo watdeon nal

Urideul yeoningatda jangnanchyeosseul ttae

Neon useotgo nan bam jisaewotji

 

Hari ini dia akan datang kesekolahku. Kami memang tidak satu sekolah, dan aku mengenalnya karena rumah kami berdekatan. Setiap pagi kami jalan bersama dan berpisah dipertigaan jalan menuju sekolah masing-masing. Aku menyuruhnya datang kemari karena aku akan mengajaknya ketoko buku yang dekat dengan sekolahku.

“Ada apa denganmu Baekhyun? Daritadi senyum-senyum seperti orang gila saja hahaha” karena terlalu asik melamun bahkan aku tak sadar jika kedua sahabatku ada disini melihat kelakuan absurdku. Aku memang suka senyum-senyum sendiri jika memikirkan gadis itu. Ya Tuhan..

“Baekhyun sedang jatuh cinta Chen, jangan ganggu dia” ditengah lamunanku aku masih bisa mendengar suara Luhan yang sedang membelaku. Luhan memang sahabatku yang paling pengertian.

“Apakah orang jatuh cinta harus seperti itu? Kau lihatlah wajah Baekhyun Luhan, wajahnya sangat lucu!” Jongdae, atau yang lebih sering dipanggil Chen, masih tertawa saat mengucapkan hal itu. Aku benar-benar tak peduli dengan obrolan mereka berdua. Yang aku pedulikan adalah membayangkan wajah imut Cheonsa yang sebentar lagi akan kulihat.

“Kau akan tahu jika sudah merasakannya Chen, makanya cepatlah cari yeoja yang dapat membuatmu gila seperti Baekhyun” kali ini Luhan yang kudengar menertawakan Chen. Luhan benar, kau akan tahu rasanya menjadi gila karena cinta jika sudah bertemu dengan orang yang benar. Benar-benar membuatmu gila maksudnya hahaha.

“Hahaha kau benar Lu, mungkin aku harus mencari yeoja juga hahaha” mereka berdua tertawa bersama sementara aku masih dengan sibuknya membayangkan wajah Cheonsa. Sebesar itukah cintaku untuknya? Tapi seperti yang sudah sering aku katakan, ia hanya menganggapku sebagai oppanya. Hidup memang kejam, jadi biasakanlah.

Ditengah-tengah tawaan mereka, kudengar langkah kaki berlari seseorang mendekat. Aku tersadar dari lamunanku dan tersenyum lebar saat melihat siapa orang yang sedang berlari tergesa-gesa menuju kemari.

“Oppa..mian..aku..terlambat..mian..” ucap yeoja itu sambil mengatur nafasnya. Aku hanya mampu tersenyum sambil mengacak rambutnya sayang. Luhan dan Chen yang melihat kejadian itu hanya mampu terdiam. Mungkin terpesona dengan Cheonsa?

“Tak apa. Kenapa kamu berlari seperti itu hm? Ada apa?” tanyaku lalu memberinya air mineral yang aku simpan ditasku dan ia meminumnya dengan terburu-buru, sepertinya benar-benar lelah karena berlari.

“Tadi ada pelajaran tambahan dan aku tak sadar jika sudah sore. Mian oppa, sepertinya kita tak bisa jalan-jalan sekarang” jawabnya dengan wajah tertunduk. Aku tak tega melihatnya merasa bersalah. Aku meraih dagunya membuatnya menatapku. Matanya memancarkan sebuah penyesalan yang tulus. Ia tidak berbohong. Tunggu! Sudah sore? Berapa lama aku melamun?

“Tak apa Cheonnie, masih ada hari esok ne? Ayo sekarang kita pulang saja, dan nanti malam oppa akan main kerumahmu” ujarku dan seketika binar kebahagiaan muncul dari matanya. Aku selalu senang jika dapat membuatnya bahagia.

“Jinja? Aaaaa gomawo oppaaa!” serunya riang dan tanpa diduga langsung memelukku dan mencium pipiku, seperti kebiasaannya padaku jika ia sedang sangat senang. Kenapa kebahagiaanku ini terasa miris sekali ya?

“Wah Baekhyun, dia yeojachingumu? Neomu kyeopta” ujar Chen yang membuat Cheonsa melepaskan pelukannya dan menunduk malu. Wajahnya memerah lucu sekali.

“Ah bukan, dia hanya adikku. Hey ayo kenalkan dirimu pada kedua sahabatku” ujarku sambil mencubit pipinya. Dan benar saja, wajahnya merah merona menahan malu.

“Ah, annyeong oppadeul Park Cheonsa imnida, bangapseumnida” ia membungkukkan badannya dan kembali menunduk. Hahaha lucu sekali ketika sekarang ia salah tingkah.

“Yeodongsaeng? Kenapa marganya beda Baekhyun?” tanya Luhan bingung. Bagaimana menjelaskannya ya?

“Haha ia bukan adik kandungku. Rumah kami berdekatan jadi kami akrab dan sudah seperti saudara. Ah sudah sore aku pulang duluan ya!” ujarku dan langsung menarik tangan Cheonsa sebelum wajahnya seperti tomat. Kenapa ia malu? Apa ia menyukaiku?

***

“Hey kenapa hanya diam saja?” tanyaku saat sudah agak jauh dari sekolah. Aku masih mengenggam tangannya tetapi sedaritadi dia hanya diam.

“Hey oppamu ini sedang bertanya, kenapa kau hanya diam hm? Kau malu ya? Wajahmu tadi memerah loh.. Wah jangan-jangan kau menyukaiku ya?” godaku tanpa henti dan tanpa disangka Cheonsa mencubit pipiku dengan kencang, “Ah sakit tau!” rintihku sambil mengusap pipiku yang sakit. Dasar anak kecil!

“Hahaha wajahmu jelek sekali oppa! Baiklah akan kujawab. Aku tadi malu karena tak sadar memelukmu didepan sahabatmu, nanti dikiranya kita ada hubungan khusus. Iya aku menyukaimu oppa, karena kau oppaku” jawabnya sambil tersenyum lalu dengan cepat mencium pipiku yang tadi dicubitnya, “Apa masih sakit? Mian, habisnya aku kesal sama oppa yang daritadi menggodaku hahaha”

Aku hanya bisa terpaku. Bukan karena ciumannya, tapi karena perkataannya yang sangat menusuk hatiku. Ia benar-benar tak melihatku.

“Yak Park Cheonsa! Aku cubit kau!” ucapku dan kami pun kejar-kejaran sampai depan rumahnya. Larinya cepat juga, aku lelah. Jantungku berdetak tak karuan. Ada apa?

Aku berhasil menangkap pinggangnya dan menguncinya dalam dekapanku. Rasanya hangat.. “Haha kena kau, mau kemana lagi hm? Kau harus kuhukum!” ucapku pura-pura marah. “Ahhh oppaaa lepaskan!! Miaaan!” ia berteriak dalam dekapanku.

Aku melonggarkan dekapanku dan menatap wajahnya. Ia yang semula berteriak kini diam karena kutatap langsung ke matanya. Apakah bidadari ini bukan untukku Tuhan?

“Jangan coba-coba nakal lagi padaku ne? Dasar gadis kecil” ucapku menjitaknya pelan lalu mencium puncak kepalanya. Harum rambutnya akan selalu kuingat sampai kapanpun.

“Hehehe mian oppa..” ia terkekeh pelan sambil mengusap kepalanya. “Aku masuk dulu ya oppa, nanti malam jangan lupa!” ia mencium pipiku lalu berlari masuk kedalam rumahnya. Sepertinya aku harus mulai mengikhlaskannya..

0o0

Chingudeul jigyeopda malhaji

Neul gateun norael bureuneun naege

Hajiman geuge baro nae maeumingeol

Geudae meongotman boneyo

 

Aku sedang bermain gitar diruang musik. Sebenarnya jadwal klub musik sudah berakhir satu jam yang lalu, tapi aku memang suka berlama-lama disini. Aku selalu bermain gitar sambil bernyanyi lagu kesukaanku. Aku tak sendiri, kedua sahabatku juga senang berlama-lama disini. Chen biasanya akan bermain piano dan Luhan lebih memilih memainkan biola.

Entah kenapa akhir-akhir ini perasaanku tak enak, jadilah hampir setiap hari aku ditemani Chen dan Luhan menghabiskan waktu disini. Dan setiap kali itu pula Chen selalu melontarkan pertanyaan yang sama padaku, sampai aku bosan mendengarnya.

“Apa kau tidak bosan selalu memainkan lagu itu Baekhyun?” hanya itu pertanyaannya yang tentu saja aku jawab dengan gelengan. Entah kenapa aku sangat menyukai lagu ini.

“Sudah kubilang padamu Chen, carilah seorang yeoja dulu barulah kau akan merasakan apa yang Baekhyun rasakan” dan seperti biasa pula, Luhan selalu membelaku. Mungkin Chen galau karena sampai sekarang belum menemukan yeoja yang tepat. Padahal setahuku Chen termasuk namja yang banyak fansnya disini, tapi masih banyakan fansku kekeke~

“Huh.. dasar cinta.. Semoga Tuhan memberkati cinta seorang Byun Baekhyun” ucap Chen dengan gaya seperti pendeta yang sedang berdoa, membuatku dan Luhan tertawa geli melihatnya. Semoga cintaku diberkati..

“Eum..Baekhyun.. bukankah lusa adalah hari ulangtahunmu? Apakah kau akan merayakannya?” Tanya Luhan saat kami sudah meredakan tawa kami.

“Ah tentu aku akan merayakannya. Sebarkan saja beritanya pada murid satu sekolah. Aku tak mau repot-repot membuat undangan jadi sebarkan saja bagi yang ingin datang silakan saja datang” ujarku santai lalu mulai bernyanyi lagi. Kulihat dari sudut mataku Chen dan Luhan menatapku tak percaya. Aku menghentikan nyanyianku dan balik menatap mereka.

“Kenapa kalian menatapku seperti itu?” tanyaku sambil menaikkan sebelah alisku. Mungkin mereka kerasukan hantu penunggu ruang musik?

Ah ngomong-ngomong soal hantu, sepertinya bukan hantu ruang musik ini yang merasuki mereka, karena aku sudah pernah mengobrol dengan hantu ruang musik ini dan ia baik. Sesosok yeoja dengan wajah ramah berpakaian seragam sekolah. Bahkan aku pernah berduet dengan hantu itu, ia sangat pandai bermain piano. Dan ia pernah bilang bahwa ia menyukaiku! Hebat kan aku?! Bahkan hantu saja suka padaku kekeke~

“Kau yakin Baekhyun? Murid sekolah ini kan ada ratusan, kalau mereka semua datang bagaimana? Tidak kebanyakan?” tanya Luhan dengan wajah polosnya yang sangat absurd.

“Aku mengadakannya di ballroom hotel milik appaku jadi mau seluruh murid datang pun tidak masalah” jawabku seadanya dan langsung ditanggapi dengan anggukkan dari keduanya. Lalu aku pun melanjutkan nyanyianku dan kedua sahabatku kembali berkutat dengan alat musik masing-masing.

0o0

Hoksi neon geunal naemameul alkka

Urireul aneun chingu modu moin bam

Sulchwihan neol dedireo on geureul

Naege insasikyeotdeon naui saengillal

 

 

Hari ini aku hanya berpakaian santai untuk acara ulangtahunku. Aku malas jika harus memakai jas atau yang sebangsanya. Aku ini kan masih muda dan tampan, kalau aku memakai pakaian seperti itu malah nanti dikira seumuran appaku. Dan lagipula kan ini pesta untuk remaja, jadi semua yang datang kesini memakai pakaian santai tapi elegant hahaha.

Sudah satu jam pestaku berlangsung tapi aku tak kunjung melihat gadis itu. Gadis yang paling aku nantikan kehadirannya. Apakah ia tak datang? Setega itukah ia padaku? Memang sudah dua minggu ini aku tak melihatnya. Kami tak pernah lagi berangkat sekolah bersama ataupun jalan-jalan seperti biasa. Waktu kutelpon juga ia tak pernah mengangkatnya. Hanya sms terakhir yang kuterima darinya seminggu yang lalu, itupun hanya memberitahuku bahwa ia sedang sibuk. Sibuk apa sih?

“Mian oppa aku terlambat..” suara lembut itu membuyarkan lamunanku. Untunglah gadis ini datang dan masih peduli padaku. “Saengilchukkae oppa!” ia memberikanku kado dengan pita manis berwarna biru.

Baru saja aku akan mengucapkan terimakasih tiba-tiba ada seorang namja datang dan dengan santainya merangkul pundak Cheonsa. Siapa dia?

“Ah kau sudah datang oppa?” ucapnya pada namja itu. Namja itu mengangguk dan tersenyum padanya lalu beralih menatapku dan kembali tersenyum padaku.

“Baekhyun oppa, ini Kai oppa” ucap Cheonsa dan namja bernama Kai itu langsung memperkenalkan dirinya. “Annyeong Baekhyun, Kim Jongin imnida, panggil saja Kai” ujarnya lalu tersenyum padaku. “Byun Baekhyun” hanya itu kata yang dapat keluar dari mulutku. Aku masih menerka-nerka siapa namja ini dan ada hubungan apa ia dengan Cheonsa.

“Ia seangkatan denganmu yang sebentar lagi akan lulus. Ia tunanganku. Dan maaf karena dua minggu ini aku tidak bisa bermain denganmu karena aku harus mengurus pertunanganku ini di Kanada” seakan petir menyambar diriku saat ini. Aku sudah tak mempunyai kekuatan lagi. Rasanya hidupku sudah tak ada artinya lagi.

“A-ah be..benarkah? Wah chukkae Cheonnie! Ternyata dongsaengku sudah besar ya? Kau ingin mendahului oppamu eo?” akhirnya kata-kata palsu itu keluar dari mulutku. Sepertinya ia memang bukan untukku. Melihat bidadari tersenyum adalah sebuah anugerah kan?

“Hahaha mungkin oppa. Dan sepertinya ini adalah pertemuan kita yang terakhir, karena aku akan pindah ke Kanada dan tinggal dirumah keluarga Kai oppa. Mian oppa.. Tapi kapan-kapan aku pasti akan mengunjungimu dan kita akan bermain bersama lagi ne?” ucapnya dengan senyum bahagia. Dan sekali lagi, aku tak tega merusak kebahagiaannya.

“Tentu. Aku mungkin juga akan mengunjungimu kalau sempat. Jaga diri ne? Jangan terlalu manja, nanti Kai bisa pingsan dengan kelakuanmu yang manja itu hahaha” jawabku lalu mengacak rambutnya sayang. Senyummu akan selalu ku ingat Cheonsa..

Kai hanya tersenyum melihatku dan Cheonsa yang begitu akrab. Mungkin ia bisa merasakan bahwa aku mencintai tunangannya. “Kalau begitu kami pamit oppa. Jaga kesehatan ne? Annyeong!” ucapnya kemudian mencium pipiku sekilas dan langsung pergi meninggalkanku yang mungkin tak kuat lagi bertahan hidup tanpanya. Apakah cinta setragis ini Tuhan?

0o0

Niga useumyeon nado joha

Neon jangnanira haedo

Neol gidaryeotdeon nal

Neol bogosipdeon bam

Naegen beokchan haengbogeuro gadeukhande

 

Naneun honjayeodo gwaenchanha

Neol bolsuman itdamyeon

Neul neoui dwieseo

Neul neol baraboneun

Geuge naege gajin mogsingeotman gata

Five years later..

Tanggal berapa sekarang? Ah ya benarkah hari ini hari ulangtahunku? Apakah itu artinya sudah lima tahun aku tak pernah melihat bidadari itu lagi? Aku hanya bisa tersenyum miris menatap jendela kamar ini, atau lebih tepatnya ruangan ini.

“Baekhyun.. Saengilchukkae! Eomma membuatkan kue untukmu..” eomma membuka pintu ruangan ini dan berjalan menghampiriku dengan kue ulangtahun ditangannya. Dibelakang eomma ada noonaku yang menggandeng tangan appaku manja. Dasar, sudah tua masih saja manja pada appa. Tapi aku tetap sayang pada noona cerewetku itu.

“Saengilchukkae namdongsaeng imutku!” ucap Noonaku lalu mencium pippiku dan memelukku, sama seperti kebiasaan gadis itu..

“Kapan aku bisa keluar dari tempat ini appa? Aku bosan terus berbaring dan tak melakukan apapun..” rengekku manja pada appa. Appa hanya menatapku lembut dan mengusap kepalaku sayang. “Sebentar lagi Hyun..” Kenapa perasaanku tidak enak ya?

“Ah ayo tiup lilinnya dan makan kuenya!” ujar noona dan dengan resmi acara ulangtahun sederhanaku ini dimulai.

0o0

Cheonsa POV

Tak terasa sudah lima tahun aku meninggalkan Korea dengan semua kenangannya. Aku rindu sekali dengan suasana disini, dan tentu saja aku juga sangat merindukan oppa imutku yang paling aku sayangi. Aku kemari dengan Kai oppa.

Ah ya, kami baru saja menikah dua hari yang lalu. Aku memang tidak mengundang Baekhyun oppa karena eomma bilang Baekhyun oppa sedang sibuk dan tidak bisa diganggu. Sebenarnya aku sedih karena oppa kesayanganku itu tidak bisa hadir, tapi aku juga tidak boleh egois.

“Ah mian nona.. Cheonsa?!” aku menabrak seseorang yang ternyata adalah Chen oppa, sahabat dari Baekhyun oppa.

“Ah Chen oppa? Annyeong..oppa mau kemana?” tanyaku yang melihat wajah terburu-burunya.

“A-ah i-itu.. apakah kau tidak tahu Cheonsa?” tanya Chen oppa gugup yang kujawab dengan  gelengan. Ada apa sebenarnya?

“Hyun..Baekhyun meninggal tadi pagi. Luhan yang memberitahuku. Aku yang masih ada jadwal kuliah di Inggris langsung mengambil cuti untuk menghadiri pemakaman sahabatku itu..” ujar Chen oppa dengan wajah sedih yang amat dalam. Baekhyun oppa.. Apa ini mimpi buruk? Kenapa kau ambil orang yang kusayang Tuhan..

 

“Hyun..oppa..” hanya kata itu yang mampu keluar dari mulutku. Bahkan aku tak sadar jika Kai oppa telah ada disampingku setelah pergi ke kafe beberapa menit yang lalu.

“Ada apa ini?” tanya Kai oppa yang kaget melihatku hanya terdiam. Karena aku sama sekali tak bersuara maka Chen oppa menjelaskan semuanya pada Kai oppa. Kai oppa kaget dan langsung memelukku.

“Sabar sayang.. Ayo kita melihat Baekhyun..” Aku hanya mengangguk. Tanpa ada air mata yang keluar. Dipikiranku sekarang hanya ada putaran kenangan masa lalu kami berdua. Apa jadinya aku tanpamu oppa..

0o0

Niga joheumyeon nado joha

Niyeope geureul bomyeo

Nawan neomu dareun

Nan chorahaejineun geuge

Neol butakhandaneun mal bakke

 

Neol ullineun saramgwa

Wiro bakke motaneun na

 

Aku menatap gudukan tanah didepanku ini dengan pandangan tak percaya. Kenapa oppa meninggalkanku seperti ini.. Aku sangat rindu padamu dan inikah hadiah untuk kepulanganku? Bahkan Baekhyun oppa belum pernah sama sekali mengunjungiku di Kanada.. Dan kenapa selama ini oppa tak pernah cerita padaku tentang penyakit parah itu..

Dan air mataku sama sekali belum mau keluar. Padahal hatiku sangat sakit menerima kenyataan ini. Oppa yang selalu ada untukku sekarang telah pergi. Bahkan ia tidak melihat hari bahagiaku dua hari yang lalu. Oppa..

“Baekhyun menitipkan ini padamu..” ucap seseorang yang ternyata adalah Hyunra eonnie. Ia memberiku sebuah kotak dengan pita putih cantik diatasnya.

“Gomawo eonnie.. Aku benar-benar akan merindukan Baekhyun oppa..” ucapku pelan, tapi masih dapat terdengar oleh Hyunra eonnie.

“Aku juga Cheonsa.. Ah aku duluan ne? Nanti akan kusuruh Kai menyusulmu kemari” Hyunra eonnie meninggalkanku. Karena aku penasaran aku membuka kotak itu. Isinya dua buah cincin dengan satu rantai kalung dan selembar surat. Aku membuka surat itu dan membacanya. Apa artinya ini oppa..

Annyeong..

Hai dongsaengku yang manja kekeke~

 

Mungkin ketika surat ini sampai kepadamu aku sudah dialam yang berbeda

Aku punya beberapa hal yang ingin aku sampaikan..

 

Pertama, jangan menangis lagi

Aku baru tahu alasanmu menangis waktu itu karena Kai kan?

Aku sudah berbicara dengan Kai dan dia berjanji akan membuatmu bahagia

 

Kamu adalah orang yang membuatku selalu bahagia

Kau spesial untukku Cheonsa, apa kau tidak tahu?

 

Aku selalu bahagia saat kau berkata “Gomawo oppa, kau adalah orang yang baik”

Dan aku hanya bisa membalas perkataanmu dengan senyum termanisku

 

Apa kau masih ingat saat kau datang kesekolahku dulu?

Teman-temanku menggoda kita dan wajahmu merona

Mereka bilang kita pasangan serasi ne?

Aku sangat bahagia mendengar hal itu!

 

Walau kau biasa saja mendengar pujian itu, tapi aku tidak

Bahkan aku tak bisa tidur semalaman karena terlalu bahagia

 

Tahukah kamu bahwa saat kau tak ada aku sangat merindukanmu?

Aku bahkan selalu menyanyikan lagu yang sama sampai temanku bosan mendengarnya

Hahaha orang yang jatuh cinta itu memang gila ya? Itulah aku..

 

Dan ingatkah kau saat kau mengenalkan Kai padaku dihari ulangtahunku?

Tahukah kau bahwa aku sangat sedih dan kecewa?

Tapi melihatmu yang sangat bahagia membuatku tak tega..

Jadilah aku hanya bisa tersenyum dan mengikhlaskan semuanya

 

Dan maaf karena tak pernah memberitahumu soal penyakitku ini..

 

Aku mempunyai kelainan jantung, dan memang dokter sudah menghitung umurku

Sedikit meleset sih..

Dokter memvonisku meninggal saat berusia 18 tahun

Tapi aku berhasil bertahan sampai 23 tahun, tepat 23 tahun!

Menakjubkan bukan?

 

Aku menulis surat ini sehari sebelum aku pergi..

Hey.. aku bukan orang yang bisa melihat masa depan..

Hanya insting yang berkata padaku

 

Dan terakhir! Ini yang paling penting!

 

Saranghae Park Cheonsa!

Bukan sebagai oppa, tapi sebagai seorang pria kepada wanita

 

Ingat itu yaa!

 

Yang menyayangimu: Byun Baekhyun

 

0o0

Naneun honjayeodo gwaenchanha

Neol bolsuman itdamyeon

Neul neoui dwieseo

Neul neol baraboneun

Geuge naege gajin mogsingeotman gata

 

Aku jadi senang mendengarkan lagu ini karena Baekhyun oppa. Dan dijariku ini terpasang dua cincin dari dua orang yang kusayang. Cincin pernikahanku dan cincin dari Hyun oppa yang berinisial C untuk namaku, juga kalung cincin berinisial B untuk Baekhyun oppa yang menggantung manis dileherku.

Maafkan aku yang selama ini tak peka oppa..

Aku menyayangimu selalu..

Kau akan selalu menjadi orang yang baik, sama seperti lagu ini..

Nado jeongmal saranghae Baekhyun opa..

Fin

0o0

Epilog

“Hai”

“Baekhyun? Apa benar itu kau?”

“Tentu saja. Sekarang alam kita sama, apa perkataanmu waktu itu masih berlaku?”

“Perkataan yang mana?”

“Perkataan bahwa kau menyukaiku”

“A-ah..itu..”

“Ayolah jadi yeojachinguku, dan kita akan menjadi pasangan hantu paling spektakuler disekolah ini!”

0o0

Mian atas segala kekurangan. Comment sangat diperlukan ne? Annyeong^^

14 pemikiran pada “Good Person

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s