Mon Ami (Chapter 2)

Title: Mon Ami- Chapter 2

Author : babocheonsa

Cast(s)  : EXO-K Sehun as Oh Sehun

EXO Chen as Kim Jongdae

f(x) Sulli as Sulli

EXO-K Chanyeol as Park Chanyeol

Kim Cheonsa as You (Readers)

Rating   : PG-13

Genre   : Friendship, Romance

Length : Two shot

Disclaimer : Chanyeol is mine ©babocheonsa2013

Poster-Mon Ami2

Note      : Annyeong haeseyo. Ini FF pernah dipost dengan cast berbeda dan judul berbeda. Mari dibaca chapter-2 ini. Kamsahamnida ^_____^

Summary:

Aku sangat mengenalmu, seseorang yang begitu menyilaukan mataku.

Aku tidak bisa menyembunyikan perasaan itu, aku tidak bisa menahan diri.

Aku tidak bisa melupakanmu untuk satu hari saja.

Aku tidak bisa berhenti.

Mencintaimu.

♣♣♣♣

-Previous part-

Sehun memasuki gerbang rumah Cheonsa dan mendapati sebuah motor terparkir disana. ‘Apa ini motor baru Chen hyung? Tapi rasanya aku pernah melihat motor ini sebelumnya..’ pikir Sehun. Seingat Sehun, motor milik Chen hyung tidak seperti ini. Sehun tidak ambil pusing dengan hal itu, ia memencet bel rumah Cheonsa dengan tak sabar. Akhirnya, gadis yang paling ditunggunya itu membukakan pintunya. Senyum terpancar dari wajah Sehun, namun sedetik kemudian wajahnya itu berubah menjadi penuh tanya.

“Sehun-ah! Sejak kapan kau kembali? Aigoo, kenapa tidak mengabariku?” pekik Cheonsa sambil memeluk Sehun.

“Sehun-ah, akhirnya kau kembali  ke Seoul” Bingo! Akhirnya Sehun tahu siapa pemilik motor itu.

♣♣♣♣

Rupanya pemilik motor itu adalah Chanyeol. Namun Sehun masih heran dan bertanya-tanya,’Kenapa Chanyeol hyung bisa kemari?’

“Chanyeol hyung? Kenapa bisa ada disini?”

“Ah, Sehun-ah banyak sekali yang ingin kuceritakan kepadamu, tapi sebaiknya kau masuk dulu saja” Cheonsa mempersilahkan Sehun untuk masuk.

♣♣♣♣

Hati Sehun benar-benar sakit saat mendengar cerita dari mulut Cheonsa. Namun Sehun berusaha menahannya, ia tak ingin merusak hubungan baru yang terjalin antara Chanyeol dan Cheonsa. Ya, baru tiga hari lalu mereka resmi berpacaran. Rupanya Park Chanyeol memperhatikan Cheonsa sejak lama, namun baru saat pertemuan di kafe itu ia memberanikan diri untuk mendekati Cheonsa, bahkan sebenarnya ia telah mengetahui nama Cheonsa sebelum pertemuan di kafe itu. Chanyeol hanya mencari alibi untuk berkenalan dengan yeoja yang menarik hatinya.

Chukhahaeyo atas hubungan kalian” Sehun tersenyum. Meskipun hatinya sakit, setidaknya ia harus bahagia bila Cheonsa juga bahagia. Sehun bisa melihat dari mata Cheonsa, kalau ia benar-benar mencintai Chanyeol. Begitupun sebaliknya, Chanyeol pasti benar-benar mencintai Cheonsa.

Sehun menyodorkan sebuah bungkusan untuk Cheonsa “Oh ya, ini oleh-oleh untukmu dan Chen hyung

“Waah, gomawo Sehun-ah! Ternyata disana kau masih ingat padaku” kata Cheonsa bercanda.

“Lalu, mana oleh-oleh untukku?” Chanyeol rupanya iri melihat yeojachingu-nya mendapat oleh-oleh dari Sehun.

“Tentu saja di rumah hyung, mana kutahu kalau kau ada disini”

“Oh ya. Benar juga. Besok kau harus memberikannya padaku.Arraseo?”

“Haha, sudah pasti. Oh ya, sepertinya aku harus pulang sekarang, aku sudah ditunggu eommaappa-ku” tentu saja itu bohong. Menghabiskan waktu bersama Chanyeol dan Cheonsa hanya menambah luka di hatinya.

♣♣♣♣

Setahun sudah Chanyeol dan Cheonsa berpacaran. Kini Sehun dan Cheonsa telah menjadi murid kelas tiga sedangkan Chanyeol sudah menyandang status sebagai mahasiswa di Konkuk University.

“Sehun-ah..” Cheonsa memanggil Sehun yang sedang tiduran sambil membaca komik di atas sofanya.

“Hm?” jawab Sehun dengan malas.

“Kau tidak ingin punya pacar?” Cheonsa mendekatkan dirinya pada Sehun.

Mwo? Kenapa kau bertanya begitu?” Sehun akhirnya menyingkirkan komik yang sedari tadi dibacanya dan melihat wajah Cheonsa yang kini tengah menatapnya.

“Sudah bertahun-tahun kau tidak punya pacar, aku jadi khawatir. Jangan-jangan kau sudah tidak normal” kata Cheonsa dengan polosnya.

“Aish! Kau pikir aku gay?” Sehun memukul kepala Cheonsa dengan komik yang dipegangnya.

Appo.. aku kan hanya bercanda” Cheonsa mengusap-usap kepalanya yang tadi dipukul Sehun.

“Sehun-ah, kau benar-benar tidak ingin punya pacar?” rupanya Cheonsa masih penasaran dengan Sehun.

“Aish, kau ini cerewet sekali. Baiklah kalau begitu putuskan Chanyeol hyung dan jadilah yeojachingu-ku. Bagaimana? “ kata Sehun sambil tersenyum genit.

Kini giliran Cheonsa memukul kepala Sehun “Aniyo.  Enak saja kau ini”

♣♣♣♣

Mwo? Kau sudah jadian dengan Sehun? Sejak kapan?” Cheonsa memekik kaget setelah mengetahui dua sahabatnya telah berpacaran.

“Ssst, jangan keras-keras. Ini masih di kelas. Eum, sebenarnya baru kemarin Sehun menembakku” ucap Sulli malu-malu.

Chukhahaeyo Sulli-ah, aku tidak menyangka kalau kalian akhirnya berpacaran” Cheonsa memeluk Sulli kegirangan.

“Nona Kim, bisakah kau diam selama pelajaranku?” ternyata Do Songsaenim sedari tadi memperhatikan mereka dan rupanya ia merasa terganggu akan pembicaraan dua gadis itu.

Ne songsaenim. Jwosonghamnida” ucap Cheonsa sambil menundukkan kepalanya berkali-kali.

“Sulli-ah, kau harus menceritakan semuanya padaku nanti” kata Cheonsa sambil berbisik.

♣♣♣♣

“Hanya begitu? Aigoo, namja itu sungguh tidak romantis. Bagaimana bisa kau menyukainya?” ujar Cheonsa setelah Sulli bercerita bagaimana Sehun menembaknya.

Sulli menatap Cheonsa kesal, “Meskipun dia tidak romantis  aku tetap menyukainya”

“Aigoo, Sulli-ah jangan cemberut begitu. Aku hanya bercanda. Ah, itu dia Sehun! Aku harus memberinya pelajaran karena dia tak memberitahuku soal ini”

“Sehun-ah!” teriak Cheonsa sambil berlari ke arah Sehun, sementara Sulli haya mengikuti Cheonsa sambil berjalan.

“Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau sudah jadian dengan Sulli, hah?” Cheonsa memukul kepala Sehun dengan tangannya, yang tentu saja cukup membuat Sehun kesakitan.

“Ya! Kenapa kau memukulku? Lagipula kami kan baru jadian kemarin” Sehun mengusap-usap kepalanya yang sakit karena dipukul Cheonsa.

“Setidaknya kau memberitahuku kalau kau mau menembak Sulli. Sulli kan juga temanku”

Melihat pemandangan di depannya Sulli jadi ingin melerai mereka, “Sudah-sudah. Kenapa kalian jadi bertengkar? Kkaja, kita pulang. Sebentar lagi sepertinya akan turun hujan”

“Ah, benar juga. Aish, ternyata Chanyeol oppa sudah menungguku. Oh ya, chukhahae Sehun-ah. Jangan lupa mentraktirku atas perayaan jadian kalian” Cheonsa mengedipkan sebelah matanya.

Annyeong” kata Cheonsa sambil melambaikan tangannya dan segera masuk ke mobil Chanyeol, namjachingu-nya.

Sehun menatap Cheonsa yang makin menjauh dengan tatapan kosong. Sepertinya ia sedang melamunkan sesuatu.

“Sehun-ah, kau tidak mau pulang?” kata Sulli membuyarkan lamunan Sehun.

Mwo? Mulai sekarang kau harus memanggilku chagiya. Arraseo? Kau kan pacarku” Sehun mencubit pipi Sulli gemas. Mendengar itu wajah cantik Sulli bersemu merah.

“Eung.. ne chagiya” Sulli menundukkan kepalanya, malu.

“Baiklah. Kkaja, kuantar pulang sekarang. Sebentar lagi hujan” Sehun menggandeng tangan Sulli menuju parkiran motor dan segera mengantar Sulli pulang.

♣♣♣♣

“Jadi Sehun sekarang sudah punya pacar?” Cheonsa menceritakan tentang Sehun yang sekarang berpacaran dengan Sulli pada Chanyeol.

“Ya begitulah. Aku kesal, kenapa dia tidak memberitahuku kalau dia mau menembak Sulli?”

“Kau cemburu pada Sehun?” tanya Chanyeol.

“Memangnya kalau aku cemburu kenapa?” kata Cheonsa bercanda.

“Jadi,kau menyukai Sehun, chagi?” kata Chanyeol terkejut. Dari  nadanya terdengar kalau ia sedang cemburu.

Aish, kau ini polos sekali oppa, aku ini milikmu. Mana mungkin aku melirik namja lain. Apalagi Sehun” Chanyeol tersenyum lebar mendengarnya.

“Gomawo chagiya” ucap Chanyeol sambil menggenggam tangan Cheonsa.

Sejenak Cheonsa teringat akan kejadian beberapa tahun lalu. Saat Sehun menyatakan rasa cintanya pada Cheonsa, dan dengan sangat sedih Cheonsa harus menolaknya. Mengingat wajah Sehun yang sangat kecewa saat itu membuat dadanya terasa sesak. Ia menjadi merasa bersalah telah membuat hati Sehun sakit. Namun sekarang Cheonsa bisa bernapas lega, karena Sehun telah menemukan wanita yang ia cintai. Terlebih lagi wanita itu adalah Sulli. Sahabat baiknya juga.

♣♣♣♣

Siang itu Seoul terasa begitu panas. Tak heran, banyak murid Paran High School yang  berhamburan menuju ke kantin setelah mendengar bel istirahat untuk sekedar membeli minuman. Tak terkecuali pasangan Sulli-Sehun dan tentunya sahabat mereka, Cheonsa.

“Cheonsa-ya, kau mau minum apa? Biar aku yang pesan” tanya Sulli pada Cheonsa.

“Aku mau pesan jus jeruk saja”

Chagi, kau mau minum apa?” tanya Sulli mesra pada Sehun.

“Terserahmu sajalah” jawab Sehun dingin. Sulli terlihat sedikit heran, namun akhirnya ia tetap pergi memesan minuman.

“Sehun-ah, kau tak boleh sedingin itu terhadap yeoja. Apalagi itu yeoja-mu sendiri” mendengar itu Sehun hanya menatap Cheonsa tanpa ekspresi. Lama-lama Cheonsa bergidik sendiri dipandangi Sehun seperti itu.

“Pesanan sudah datang!” untunglah di saat seperti itu Sulli datang dengan minuman untuk mereka.

Chagi, ini jus jeruk untukmu. Aku ingat, kau dan Cheonsa sangat menyukai jus jeruk kan?” Sehun hanya mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata-pun. Melihat itu Cheonsa jadi gemas ingin menendang Sehun keluar angkasa.

“Sulli-ah, kau pacar yang perhatian sekali.  Aku dan Sehun memang sangat menyukai jus jeruk” kata Cheonsa berusaha mencairkan suasana.

Sehun menghabiskan minumannya dengan cepat dan pergi meninggalkan kantin begitu saja. Sulli tampak kecewa, namun ia berusaha untuk tetap tersenyum di depan Cheonsa.

“Sulli-ah, kau tak apa? Mungkin Sehun sedang sakit gigi atau sedang menstruasi. Makanya ia seperti itu” kata Cheonsa sambil mengelus pundak Sulli.

“Kau ini ada-ada saja Cheonsa-ya” Sulli tertawa mendengar kata-kata Cheonsa.

“Ah, mungkin ia merasa jenuh dan stress setelah ujian semester kemarin. Ya kan?”

“Emm, mungkin saja. Dia akhir-akhir ini berubah, tidak seperti bulan lalu awal kita pacaran. Oh, aku punya ide bagus untuk mengatasinya!” kata Sulli sambil menjentikkan jarinya.

♣♣♣♣

            “Cheonsa-ya. Mengapa begitu sulit melupakanmu?” gumam Sehun sambil memukulkan tangannya ke dinding toilet. Sakit. Itu yang Sehun rasakan di tangannya saat ini. Namun rasa sakit itu tak sebanding dengan rasa sakit di hatinya yang ia rasakan bertahun-tahun.

♣♣♣♣

“Double date?” kata Chanyeol mengerutkan kedua alisnya.

“Iya oppaOppa mau kan?” pinta Cheonsa.

Aniyo. Aku tidak mau” jawab Chanyeol sambil melipat tangannya di depan dada. Cheonsa hanya mengerucutkan bibirnya kesal.

“Ayolah oppa, kita kan belum pernah double date. Mau ya oppa?”

Oppa..” Cheonsa  bergelayut manja di lengan Chanyeol dan menatap Chanyeol dengan puppy eyes-nya.

Melihat itu, akhirnya Chanyeol luluh juga, “Baiklah. Asal kau berjanji tempat kencan kita tidak membosankan. Yaksok?”

Ne, yaksokhae. Gomawo oppa, saranghae” kata Cheonsa sambil mencium pipi Chanyeol.

Nado saranghae chagi” balas Chanyeol memeluk Cheonsa.

“Baiklah, ayo kita pulang sekarang. Sekolahmu sudah sepi begini”

Chanyeol dan Cheonsa rupanya tidak sadar, sedari tadi ada sepasang mata yang tengah memperhatikan mereka.

♣♣♣♣

Sehun melangkah dengan gontai, ia merasa cemburu melihat sahabatnya, sekaligus orang yang dicintainya bermesraan dengan namja lain. Melihat pemandangan yang ia lihat di lorong sekolah tadi membuatnya terpukul. Harusnya ia menyadari bahwa Cheonsa telah bahagia bersama Chanyeol. Dan harusnya ia juga bahagia akan itu. Namun yang ia rasakan justru sakit yang amat dalam.

Chagiya!” suara itu membuat Sehun tersadar dari lamunannya. Sehun menatap gadis yang sudah sebulan ini dipacarinya. Ia merasa dirinya adalah namja terbodoh. Ia telah menyia-nyiakan gadis yang begitu mencintainya.

Mianhae..” Sehun merengkuh Sulli dalam pelukannya. Seketika itu, jantung Sulli berdebar keras. Ia tak pernah dipeluk Sehun seperti ini sebelumnya.

Mianhae,akhir-akhir ini aku jadi bersikap dingin padamu.Jeongmal mianhae..”

Gwenchana, aku mengerti. Kau pasti merasa jenuh setelah ujian kemarin. Makanya kau jadi bersikap seperti itu. Iya kan?”

Sehun melepas pelukannya dan menatap kedua mata Sulli, dan ia hanya mengangguk pelan. ‘Bahkan di saat seperti inipun ia masih sabar menghadapiku. Oh Tuhan,aku benar-benar bodoh’ batin Sehun.

“Aku punya cara untuk menghilangkan kejenuhanmu” kata Sulli dengan tersenyum.

Mwo?”

“Bagaimana kalau kita double date dengan pasangan Chanyeol sunbae dan Cheonsa?” Sehun mengangguk sambil tersenyum.

Gomawo chagi..” kata Sehun. ‘Setidaknya aku tak boleh membuatnya kecewa lagi’ batin Sehun.

♣♣♣♣

Yeoboseyo, Sulli-ah. Kau dimana?”

“Oh, begitu. Baiklah, aku akan menunggumu. Annyeong” Cheonsa menutup layar ponselnya.

“Mereka dimana chagi?” tanya Chanyeol sambil menyendok es krim ke dalam mulutnya.

“Mereka masih di jalan. Mungkin sebentar lagi sampai” Chanyeol hanya mengangguk-angguk sambil memakan es krimnya.

Oppa! Jangan terlalu banyak makan es krim. Nanti perutmu sakit. Kalau perutmu sakit siapa yang akan menyetir?” omel Cheonsa sambil merebut es krim yang dimakan Chanyeol dan memasukkannya ke dalam kulkas.

Chagi..” Chanyeol mengeluarkan jurus aegyo-nya.

TING TONG TING TONG *jelek banget bunyinya*

“Ah, itu pasti Sulli dan Sehun!” Cheonsa bergegas membukakan pintu rumahnya. Sementara Chanyeol hanya bisa memanyunkan bibirnya karena jurus aegyo-nya tidak ditanggapi oleh yeojachingu-nya.

Tak lama kemudian Chen yang baru saja bangun tidur menghampiri Chanyeol.

“Chanyeol-ah” sapa Chen sambil duduk di sebelah Chanyeol.

“Oh, hyung. Kau baru bangun hyung?

“Ya, begitulah. Kalian pagi-pagi begini sudah mau kencan? Aigoo, dasar anak muda jaman sekarang”

“Jangan iri begitu hyung. Makanya hyung cari yeojachingu juga dong” Chanyeol tersenyum jahil.

“Kau ini!” Chen menjitak kepala Chanyeol.

Oppakkaja kita berangkat sekarang!” teriak Cheonsa menghampiri Chanyeol. Sulli dan Sehun menunggu mereka di teras rumah.

“Eh, Chen oppa-ku sudah bangun rupanya. Oppa mau ikut kita ke pantai?”

“Tidak. Aku malas. Mungkin aku hanya jadi obat nyamuk saja disana”

“Sayang sekali. Mungkin saja oppa bisa bertemu yeoja-yeoja cantik dan seksi disana” ujar Cheonsa sambil tersenyum genit.

Aish, ternyata kalian berdua sama saja! Sudah, kalian cepat pergi sana! ”

“Jangan marah dong oppa. Nanti aku bawakan oleh-oleh kok. Aku pergi dulu ya oppa!” pamit Cheonsa sambil mencium pipi Eli.

Melihat itu, Chanyeol jadi iri “Chagi, tak ada ppo-ppo buatku juga?” Chanyeol menunjuk-nunjuk pipinya.

Aniyoo, cepat berangkat sekarang. Sulli dan Sehun sudah menunggu kita”

♣♣♣♣

            “Akhirnya..Kita sampai disini juga” kata Sulli sambil merentangkan kedua tangannya. Merasakan hembusan angin laut yang menerpa tubuhnya. Sehun hanya berdiri disamping Sulli sambil memandang hamparan laut yang terbentang luas di depan mereka.

Sementara itu, Chanyeol dan Cheonsa yang baru saja turun dari mobil berlari-lari menuju pantai dengan semangat. Tetapi kemudian Cheonsa terjatuh, lalu Chanyeol menggendongnya dan menjatuhkannya di tepi laut. Merasa tidak terima, Cheonsa menarik Chanyeol agar ia jatuh juga ke dalam air. Setelah itu mereka tertawa bersama.*gila nih couple, jatuh malah ketawa-ketawa aja*

Melihat itu, Sulli berkata pada Sehun “Lihat, mereka sepertinya asyik sekali ya”

Sehun tidak menanggapi celotehan Sulli, ia hanya memandang Chanyeol dan Cheonsa yang tengah asyik bermain dengan tatapan kosong. Ia merasakan hatinya begitu sakit, melihat Cheonsa bermesraan dengan namja lain. ‘Mengapa aku harus sakit di saat melihatmu bahagia bersama yang lain Cheonsa-ya? Mengapa aku mencintaimu sampai sejauh ini? Hatiku benar-benar sakit’ batin Sehun.

“Hei, apa kalian berdua tidak lapar?” teriak Sulli kepada pasangan yang tengah bermain air di tepi pantai itu. Sulli dan Sehun sudah menata makan siang mereka yang sudah Sulli dan Cheonsa siapkan dari rumah.

“Oh, makan siangnya sudah siap?” kata Chanyeol pada Cheonsa.

“Ya ampun, kita harusnya membantu mereka menata makan siang bukannya malah main air begini”Cheonsa menepuk-nepuk bajunya dan baju Chanyeol yang sedikit terkena pasir.

Kkaja oppa, kita kesana” Cheonsa menarik tangan Chanyeol menuju tempat untuk makan siang mereka.

Mianhaeyo, kita tidak membantu kalian malah bermain-main. Maaf ya” kata Cheonsa diiringi anggukan dari Chanyeol.

“Sudahlah, tidak apa. Kkaja, kita makan sekarang” kata Sulli tak keberatan. Dan mereka berempat mulai memakan bekal mereka.

“Oppa, kau tidak mau mencoba kimchi-nya?”

“Emm, boleh juga. Suapi aku chagi” Cheonsa menyuapi Chanyeol dengan kimchi buatannya tersebut.

“Uhm, jinjja mashita” komentar Chanyeol setelah menghabiskan kimchi dalam mulutnya.

Jinjjayo? Itu kimchi buatanku sendiri lho”

“Wah tak kusangka kau pintar memasak chagi” Chanyeol mengelus rambut Cheonsa.

Sehun yang sedari tadi melihat kemesraan dua insan tersebut merasa cemburu. Buru-buru ia menghabiskan makanannya sampai tiba-tiba ia tersedak.

“Uhuk-uhuk”

Sulli terlihat panik, “Kau tersedak chagi? Minum ini dulu” Sulli menyodorkan sebotol air mineral pada namjachingu-nya itu.

Gwenchanayo?” Chanyeol ikut bertanya pada Sehun.

Nan gwenchana” Sehun menjawabnya dingin. Ia langsung bangkit dari duduknya dan beranjak pergi.

Chagi, kau mau kemana? Tunggu aku” Sulli ikut menyusul Sehun.

Sementara Chanyeol dan cheonsa hanya menatap pasangan itu bingung,

“Ada apa dengan bocah itu?”

“Sehun? Mungkin dia sedang menstruasi” jawab Cheonsa asal.

♣♣♣♣

Hari semakin sore, namun Sehun dan Sulli masih belum menampakkan batang hidungnya. Chanyeol dan Cheonsa mulai resah, mereka kira Sehun dan Sulli akan pergi jalan-jalan sebentar. Namun sampai sekarang pasangan itu belum kembali juga.

Oppa, kemana perginya mereka? Kenapa sampai sekarang mereka belum kesini?”

Chanyeol nampak berpikir, “Sebaiknya kita cari mereka saja. Ini sudah sore”

Chanyeol dan Cheonsa memutuskan pergi untuk mencari mereka. Setelah beberapa lama, mereka menemukan Sehun dan Sulli di puncak tebing dekat pantai. Namun Chanyeol dan Cheonsa melihat ada yang salah disini. Sulli menangis.

“Sulli-ah, kenapa kau menangis?” Cheonsa segera memeluk tubuh Sulli yang bergetar hebat karena terus menangis.

“Sehun-ah, apa yang kau lakukan sampai-sampai yeojachingu-mu menangis?” Chanyeol menghampiri Sehun yang tengah menatap Chanyeol dengan tatapan aneh. Tiba-tiba Sehun memukul wajah Chanyeol hingga Chanyeol jatuh ke tanah.

“Sehun-ah kau ini kenapa?” Chanyeol memegangi wajahnya yang baru saja dipukul Sehun.

“SEHUN-AH! APA YANG KAU LAKUKAN?” jerit Cheonsa melihat namjachingu-nya jatuh tersungkur.

“CHEONSA-YA! KAU TAHU? AKU MASIH MENCINTAIMU! DAN BISA  KAU BAYANGKAN BETAPA TERLUKANYA AKU, HAH?” kata-kata itu akhirnya keluar juga dari mulut Sehun. Setelah bertahun-tahun menyembunyikan isi hatinya, akhirnya ia dapat mengungkapkannya sekarang.

Cheonsa menatap Sehun tak percaya, begitu juga Chanyeol. ‘Jadi ini alasannya mengapa Sulli menangis. Ya Tuhan, betapa kejamnya aku’ batin Cheonsa.

“Sehun-ah mianhae, aku tidak tahu kalau kau masih menyukaiku. Kupikir Sulli..” kata-kata Cheonsa menggantung, ia mulai terisak.

Chanyeol juga ikut bicara, “Sehun-ah, aku tidak tahu kalau kau..”

“AKU MENCINTAI CHEONSA SEJAK LAMA HYUNG! BAHKAN JAUH SEBELUM KAU MENYUKAINYA!” emosi Sehun meluap-luap saat ini.

Mianhae Sehun-ah.. jeongmal mianhae.. Sulli-ah jeongmal mianhae..” kata-kata itu terus meluncur dari mulut Cheonsa di sela-sela tangisnya.

Melihat gadis yang ia cintai menangis hati Sehun terenyuh, “Sebenarnya ini semua salahku. Salahku yang begitu mencintaimu Cheonsa-ya. Aku tidak sanggup melihatmu berbahagia dengan namja lain.. Aku tidak rela melihatmu dengan Chanyeol hyung.. Aku memang bodoh Cheonsa-ya,mianhae..” mata Sehun mulai berkaca-kaca.

Entah apa yang dipikirkan Chanyeol saat ini, mungkin ia bingung harus berbuat apa. Sahabatnya sendiri ternyata mencintai yeojachingu-nya sendiri.

“Mungkin sebaiknya aku menghilang saja dari dunia ini..” tiba-tiba saja Sehun sudah berdiri di ujung tebing yang curam itu. Bersiap untuk menjatuhkan dirinya. Namun tangan Chanyeol berhasil mencegahnya.

“Sehun-ah. Kau jangan bertindak bodoh!”  Sehun menepis tangan Chanyeol yang memegangi lengannya.

“Kau tak usah pedulikan aku hyung, berbahagialah dengan Cheonsa. Aku tidak akan mengganggu kehidupanmu lagi” Sehun tersenyum tipis.

Sehun memejamkan matanya, dan kembali menjatuhkan dirinya ke dasar tebing tersebut.

♣♣♣♣

                7 tahun kemudian,

“Eomma, Thulli ahjumma datang” kata seorang gadis kecil bernama Seorin itu. Ia berusaha mengeja nama ‘Sulli’ namun karena ia masih kecil, yang terdengar malah ‘Thulli’ *kok kayak Sehun?*

Seorin adalah putri dari Chanyeol dan Cheonsa. Sebelum Cheonsa menyelesaikan tugas akhir kuliahnya, Cheonsa menerima lamaran Chanyeol yang sudah bekerja di salah satu perusahaan swasta. Dan kini kebahagiaan mereka bertambah karena kehadiran Seorin diantara mereka.

Aigoo, Seorin-ah. Kau lucu sekali’ sulli mengelus-elus rambut Seorin dan menatapnya gemas.

“Sulli-ah, kau sudah datang. Ayo kita berangkat sekarang”

“Suamimu tidak ikut?”

“Oh iya, hari ini dia harus pergi ke Tokyo menyelesaikan proyeknya. Jadi dia tidak bisa ikut” kata Cheonsa sambil membenahi baju Seorin.

“Eomma, kita mau kemana?” Seorin menatap eomma-nya bingung.

“Kita mau menjemput pacar Sulli ahjumma, Seorin sayang” kata Cheonsa mengedipkan sebelah matanya. Sulli memukul lengan Cheonsa pelan.

“Ya, kenapa kau mempermalukanku di depan anakmu?”

♣♣♣♣

                “Chagiya..” kedua insan yang telah lama tidak bertemu itu pun saling berpelukan. Pasangan itu adalah Sulli dan Sehun. Semenjak kejadian 7 tahun lalu, Sehun mulai menyadari betapa Sulli mencintai dan menyayangi dirinya dengan tulus. Hari itu, saat Sehun mencoba untuk bunuh diri untuk kedua kalinya, lagi-lagi Chanyeol dapat menyelamatkannya walaupun saat itu Sehun tidak sadarkan diri akibat kepalanya yang membentur sisi tebing. Dan selama Sehun sakit, Sulli-lah yang dengan sabar merawat Sehun tanpa sedikitpun mengeluh. Bahkan Sulli tidak marah ketika Sehun memberitahu bahwa saat itu Sehun mencintai Cheonsa.

Naega neomu bogoshipeo..” ucap Sehun manja.

Nado..” Sulli tersenyum. Ia begitu merindukan namja yang ada dihadapannya itu. Sudah 3,5 tahun lamanya Sehun menyelesaikan studinya di Paris. Dan selama itu pula mereka tidak bertemu.

“Jadi itu pacal Thulli ahjumma?” Seorin menunjuk Sehun yang masih memeluk Sulli.

“Iya sayang. Pacar Sulli ahjumma keren kan?”

“Ah, tidak juga. Uli appa jauh lebih kelen” Cheonsa hanya mengacak rambut Seorin gemas. ‘Betapa polosnya putriku ini’ batin Cheonsa.

Setelah acara berpelukan itu Sehun menghampiri Cheonsa dan Seorin “Cheonsa-ya, jadi ini anakmu?”

“Ne.Putriku cantik bukan? Seorin-ah, ayo beri salam untuk Sehun ahjussi”

Annyeong haetheyo ahjuthi. Theorin imnida” kata Seorin sambil membungkukkan badannya.

Aigoo, lucunya kau ini” kata Sehun mencubit pipi Seorin.

“Kau sudah menyiapkan semuanya kan?” bisik Sehun kepada Cheonsa.

Ne. Tenang saja, semua sudah beres” Cheonsa mengacungkan jempolnya.

“Sulli-ah, aku pergi dulu ya. Seorin harus ke klinik hari ini” pamit Cheonsa kepada Sulli. Sebenarnya ini hanya pura-pura. Cheonsa telah merencanakan ini semua.

“Kau tidak ikut pulang dengan kami?  Kau kan tidak membawa mobil. Biar kami antar saja”

“Ah, tidak usah. Kita bisa pergi naik taksi. Sudah ya. Annyeong” Cheonsa buru-buru pergi sambil menggandeng tangan kecil Seorin.

“Eomma, aku tidak mau ke klinik” kata Seorin sesampainya di dalam taksi.

“Kita tidak akan kesana sayang. Kita akan pulang” kata Cheonsa tersenyum pada putri semata wayangnya itu.

“Kita tidak jadi ke klinik? Holee” Seorin kelihatan sangat gembira.

‘Semoga rencanaku dan Sehun berhasil. Kira-kira bagaimana acara kencan mereka? Apakah Sulli akan menerima lamaran Sehun? Ah, itu sudah pasti. Aku tidak sabar melihat wajah bahagia Sulli besok’ batin Cheonsa.

-END-

Akhirnya selesai juga FF gaje ini. Jangan lupa komen yaa. Gomawo ^^

8 pemikiran pada “Mon Ami (Chapter 2)

  1. Sbnernya q g dpet feel sehun-sulli.
    Krna cma d ujung cerita ja da moment bhgia mreka.
    Tpi tetep bgus kuq.
    Keep writing….:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s