Death Hollow (Chapter 1)

DEATH HOLLOW (1)

Chapter: One

Author: momo Wu

Genre: sesuatu yang membuatmu berfikir dua kali, hhohoho

Main Cast: Kris, EXO M, EXO

OC: still a secret

Length: Chapter(s)

Note: ada di akhir chapter ini nae chingu~ ^^

Death hollow 1

*

Walaupun aku berbalik, masihkah aku mampu melihatmu?

*

..A year after it all started.. 2013

Menit-menit berlalu di dalam ruangan yang tak terlalu besar itu diiringi kesunyian yang menghanyutkan. Tetes-tetes darah yang mulai surut terdengar menggema dalam pantulan suaranya yang meluas. Sesosok tangan yang panjang dan kokoh mulai kehilangan tenaganya dan perlahan mulai mengurangi gerakan-gerakan kecil yang dari tadi ia usahakan untuk menemukan harapan.

Kris, nama orang yang tengah terbaring berbalurkan darah di perut dan wajah kirinya itu, mulai melepaskan kesadarannya pelan-pelan. Aku hanya ingin tahu kau ada di mana.

Berbarengan dengan menutupnya mata dengan tatapan tajam itu, suara pintu menjeblak terbuka dan muncul suara tegang seorang wanita. Suara yang tenang namun penuh tekanan.

*

04 juni 2012 –that’s why i ask you to not follow me-

Kris menghirup kopi lattenya dengan tenang di balik mobil mewah miliknya. Matanya memperhatikan keramaian di sekitar kafe itu dengan seksama, mengumpulkan tenaga dan pikiran untuk menghadapi rutinitas yang mungkin akan membunuh jiwanya lagi, seperti biasa.

Sedetik kemudian, manik matanya terpaku pada seorang wanita dengan siluet tubuh tinggi dibaluti coat hitam selutut. Rambutnya yang juga hitam panjang di ikat melewati puncak kepala memperlihatkan leher belakangnya yang jenjang. Sepatu boots wanita itu berbunyi keras ketika melewati samping mobil kris yang terparkir di tepi jalan.

Entah apa yang merasuki otaknya, kris meminta supirnya untuk mengikuti wanita itu dalam jarak satu meter. Seperti tanpa rasa curiga, gadis itu tetap berjalan tegap menuju jalan kecil yang berada di antara toko pakaian dan toko sepatu di daerah perbelanjaan yang ramai.

Sadar jika mobil tak mampu menyusul ke sana, tanpa ragu kris turun dari mobil dan dengan hati-hati membuntuti gadis dengan tinggi yang kira-kira mencapai bahunya itu. sekitar lima menit berlalu dan kris mulai mendengar suara orang berbicara di balik belokan selanjutnya tempat ia tak jauh berdiri, suara sekumpulan pria dan seorang wanita, yang pastinya adalah wanita tadi.

“jadi karena kau sudah pensiun kau membawa penjaga di belakangmu? Pria necis dengan rambut penuh gaya itu?” seiring dengan perkataan mencemooh seperti itu, terdengar tawa menghina dari sana. Mereka bertepuk tangan dengan seruan-seruan merendahkan.

Tak terdengar respons dari sang wanita. Hal itu membuat kris berfikir lagi bahwa gadis itu tadi hanya datang sendiri, jadi… penjaga yang di maksud oleh mereka adalah,.. dirinya? Kris?

“ayolah, apa sih kerennya pria seperti itu dibanding organisasi kita? Kami menghasilkan banyak uang dibanding pria pesolek semacam dia. Perusahaan miliknya itu mungkin akan jatuh besok pagi ketika dia membuka mata.” Lanjut suara lelaki bersuara sangar tadi bertambah semangat melihat sang wanita tak menunjukkan respon apa-apa.

“setidaknya pria itu bukan sampah seperti kalian.”

Aura dingin mendadak menusuk leher kris setelah sang gadis mengeluarkan suara. Begitu juga dengan seluruh pria menyeramkan yang mungkin berada di hadapan sang gadis. Semuanya hanya membuka mulut tanpa mengeluarkan suara sama sekali. Suara gadis itu sangat tenang, dalam dan berkesan mematikan.

“jadi, tolong jangan pernah memanggilku lagi tanpa alasan apapun. Tambah lagi, pria yang kalian sebut-sebut tadi tidak ada hubungannya denganku. Dia hanya mengikutiku tanpa tahu apa yang sedang berada di hadapannya.”

Setelah berkata begitu, suara detak highheels yang tajam mulai memenuhi lorong-lorong antar dinding dengan sangat mengintimidasi. Bahkan kris yang sudah melangkahkan kakinya ke depan tidak sanggup untuk berjalan lagi, wajah manga-nya tidak menunjukkan ekspresi apapun.

Ketika suara detak sepatu tepat di sampingnya pun, ia masih tidak menunjukkan respons apa-apa. Tanpa ia sadari sepenuhnya, sepasang tangan menggandenganya protektif dan tegas dan menggiringnya keluar dari lorong itu. yang ia sadari saat itu hanyalah aroma parfum, atau aroma tubuh (?), seseorang yang manis dan tajam.

Suara pintu mobil yang terhempas menutup membuatnya kembali lagi ke alam sadarnya. Ternyata ia sudah duduk di bangku belakang mobil miliknya. Ketika ia menoleh keluar jendela mobil, seorang gadis dengan wajah oriental namun berkulit kecoklatan tengah menatapnya balik dengan pandangan tak dapat di baca.

“setelah ini jangan pernah lagi mengikuti siapapun, kau tak akan pernah tahu mereka akan membawamu kemana. Pulang, segarkan pikiranmu dan ganti nomor plat mobilmu. Secepatnya.” Setelah berkata begitu ia memberi tanda kepada supir untuk cepat pergi, membiarkan kris dengan pikirannya sendiri.

*

“ada apa denganmu kris?” tiba-tiba kris dikagetkan oleh suara seorang pria yang ternyata adalah partner kerjanya di perusahaan itu, Lay.

“ha? Ah! Kau mengagetkanku. Apanya yang kenapa?” tanya kris balik dengan bingung.

“entahlah, akhir-akhir ini matamu terlihat lebih dalam, seperti memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak kau pikirkan,.. ah, kenapa bahasaku aneh begini.” Lay tertawa sendiri setelah menyadari ucapannya. Kris ikut tertawa di sampingnya.

Namun setelah lay keluar dari ruangan, kris menyandarkan kepalanya di punggung kursi dan menerawang. Setelah kejadian empat hari yang lalu, ia menjadi ekstra hati-hati. Tapi tidak ada yang terjadi sama sekali. Hal ini membuatnya bingung, antara merasa lega atau merasa terancam.

Tambah lagi dengan kehadiran gadis dengan mata cokelat terang itu, apa maksud perkataannya? Siapa dia? Haruskah ia menyelidikinya?

“tidak, kau tidak perlu menyelidikiku.”

Kris terlompat dari kursinya dan segera berdiri tegak, matanya awas. Lalu ia mengerutkan dahinya menemukan gadis berpakaian cerah berlapiskan blazer merah muda telah duduk sempurna di hadapannya. Bukan pakaiannya yang mengagetkan kris, melainkan karena gadis itu adalah orang yang tadi tengah ia pikirkan.

“kenapa? Apa..? bagaimana? Aish! Kamu bisa membaca pikiranku?” lidah kris seolah tergigit sesuatu hingga ia tak bisa mengatakan apa-apa. Dirinya yang biasanya tenang dan mampu mengendalikan diri itu kini kehilangan dirinya yang dulu.

Gadis itu mengerucutkan bibir, mencemooh.

“semua itu bisa terbaca lengkap di wajahmu, tuan muda kris.” Jawab wanita itu masih dengan ekspresi tenang. Kris menghela nafas pelan untuk meredakan kekagetan yang muncul dalam dirinya.

“lalu, apa yang kau lakukan di sini?” tanya kris lagi, kali ini mulai terkendali walaupun detak jantungnya meningkat entah karena alasan apa.

“untuk melindungimu.” Santai gadis itu menjawab. Kris tersedak.

“a.. apa?” sungguh miris sekali jika pria secapable dirinya harus dilindungi oleh gadis yang ramping dan terlihat rapuh ini.

“mungkin kau tidak tahu, tapi selama empat hari ini ada banyak orang yang mencoba membunuhmu dan selalu aku yang mengatasinya. Aku tak percaya betapa polosnya kamu. Jadi sebelum segalanya bertambah rumit, aku memilih untuk berada di sampingmu.”

Kris mencoba mencerna satu persatu perkataan gadis dengan kuncir di puncak kiri kepalanya itu. lalu matanya terbelalak.

“empat hari yang lalu? Kenapa?”

“karena sejak kau berada di dekatku, mereka telah menetapkanmu sebagai objek. Jadi karena aku merasa bersalah, aku akan melindungimu.”

“kau ini apa?” kris menatap langsung ke matanya.

“lebih baik kau tidak tahu apa-apa.”

*

To be continued…

Kyu kyu kyu~~ it’s midnight already chinguyaa~

Hhaha, karena midnight feeling kali ya, jadinya muncul cerita ini. padahal author habis nonton Running Man episode 141 yang kocak loh, bukan abis nonton film action or sumtin’ like that. However, kris cocok dengan image kayak gini deh. A rich guy with an innocent appearence, hhooho

Semoga chingudereul suka yaaa

Jangan lupa like or comment, i will reeaally appreciate it ^^

Sarangheyoooo :*

11 pemikiran pada “Death Hollow (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s