Memories (Chapter 11)

Title: Memories (Sequel of Soulmate) | Part 11

Sub-Title: Xi Lu Han / Luhan (Saranghae)

Author: Lee Yong Mi / @YongMiSM

Genre: Romance, Thriller, Tragedy, Fantasy

Length: Chapter

Main Cast:

  1. EXO-M Luhan
  2. Lee Yong Mi
  3. All EXO members
  4. Lee Hyunwoo
  5. BAP Members
  6. U Kiss Members

Rating: Part 11… NC-17

Disclaimer:

Annyeonghasseo~ Author kembali dengan soulmate part 11 XD

Ada yang menyadari ratingnya? Yup, NC-17 ._. Kenapa bisa rating seperti itu? Ada yang bisa menebak? XD

Oke, selamat membaca readers~ Dan ini bukan untuk SILENT READERS 😀

Poster credit: cipzcagraph.wordpress.com

 memories-luhan-saranghae

 

Xi Lu Han / Luhan (Saranghae)

 

Xi Lu Han / Luhan

Aku menatap wajah itu dari jauh. Dia masih tetap cantik-bahkan bertambah cantik-, membuatku tidak dapat mengalihkan tatapanku padanya. Ia tersenyum lembut pada Kris, Suho, dan Lay yang mengelilinginya. Sesekali ia tertawa saat Lay berusaha menceritakan leluconnya.

Sebaliknya, aku justru kesepian tanpa dirinya. Harus membagi dirinya dengan sebelas saudaraku memang bukanlah hal yang mudah, namun mau tidak mau, aku harus tetap melakukannya.

Dan juga, ada sesuatu yang sebenarnya membuatku takut untuk mendekatinya…

+++

Luhan memutuskan untuk mengurung dirinya di kamar. Ia memikirkan akan ‘sesuatu’ yang ia lihat kemarin, ketika Kai berhasil membawa Yong Mi dan Xiumin kembali ke rumah mereka…

Flashback

“Dimana mereka sekarang…? Aku sangat khawatir…” gumam Kris seraya berjalan mengelilingi ruangan. Semua anggota EXO gelisah, terutama Luhan. Tubuhnya yang lemas karena memaksakan diri untuk menggunakan kekuatannya terlalu besar membuatnya tidak dapat berangkat dari duduknya.

“Su, suara Yong Mi!”

Mereka segera menoleh ke arah Kai. Kai sendiri menteleportasikan dirinya ke tempat dimana Yong Mi berada, kemudian beberapa detik kemudian ia membawa Yong Mi dan Xiumin kembali ke rumah mereka.

Luhan menghela nafas lega, namun sekilas, ia melihat sesuatu membentang di punggung Yong Mi.

Sepasang sayap berwarna bening…

Flashback Off

“Sayap bening… Yong Mi, apakah kau…”

+++

Lee Yong Mi

Sepi. Padahal tadi cukup ramai karena Wu Fan, Joon Myung, dan Yi Xing yang mengelilingiku. Tapi setelah mereka pergi, aku merasa sendiri lagi. Seakan… ada yang kurang.

“Luhan?” gumamku mengucapkan nama seseorang yang melintas di pikiranku. Seketika aku tersadar. “Luhan!”

Aku segera beranjak dan berlari ke kamar Luhan. Mataku menatap ia yang duduk di tepi jendela, dan ia balas menatapku terkejut.

“Yo, Yong Mi-ah! Apa yang sedang kau lakukan disini?!” tanyanya. Ia segera beranjak, namun ia tidak menghampiriku seperti biasanya.

“Aku… hanya mengunjungimu, Luhan.” Jawabku pelan. Ia kembali duduk dan membuang muka dariku. Aku merasa tertampar.

“Pergilah. Aku sedang ingin sendiri.”

Perkataannya itu seakan menusuk diriku. Yang kurasakan? Sakit. Hanya rasa sakit.

“A… arasseo…”

Aku segera berlari keluar, mengabaikan tatapan Wu Fan yang kebetulan berdiri diluar kamar Luhan. Aku mengurung diriku di kamar dan… menangis keras.

Xi Lu Han…

Apa yang sebenarnya kau pikirkan?

+++

Luhan menghela nafas pelan. Ia melihat sayap itu lagi, sayap yang berada di punggung Yong Mi.

“Hyung? Kenapa Yong Mi menangis?”

Luhan segera menoleh. Ia melihat Kris berjalan masuk ke dalam kamar. Kris menatapnya dengan penuh tanda tanya.

“Aniyo. Sepertinya… aku bersikap terlalu dingin padanya.” Jawab Luhan jujur. Ia kembali menghela nafas. Kris merasa bingung akan tingkah laku hyung-nya yang satu ini.

“Kau sepertinya banyak pikiran, hyung. Apa ada sesuatu yang salah? Katakan saja pada kami.”

Luhan menatap dongsaengnya itu. Ia baru menyadari bahwa selama ini, ia selalu menyimpan semuanya sendiri. Mulai dari tugas dari orang tuanya untuk menjaga Yong Mi saat ia lahir, kemudian menyembunyikan fakta bahwa Yong Mi mempunyai sepasang sayap? Luhan berpikir, betapa bodohnya ia untuk menyembunyikan semuanya?

“Panggil semuanya-kecuali Yong Mi-untuk segera ke kamarku! Ada yang harus kukatakan pada kalian semua.”

+++

Xi Lu Han / Luhan

“Dengar semua.” Ucapku seraya berdiri di hadapan semua saudaraku. “Seharusnya aku mengatakannya pada kalian, tapi entah mengapa aku selalu takut untuk mengatakannya.”

“Mengatakan apa, hyung?” tanya Sehun padaku. Aku menarik nafas dalam.

“Kalian ingat bukan, saat dimana wingstales pernah menyerang kita?” tanyaku. Mereka semua mengangguk. “Apa ada diantara kita telah mengetahui alasan mereka mengincar Yong Mi? Mengapa mereka bersikeras untuk merebut Yong Mi dari kita?”

Awalnya tidak ada yang menjawab, namun Tao segera bersuara.

“Hyung… Aku, aku tahu alasannya…”

Ia pun mengatakannya pada kami semua, alasan mengapa wingstales mengincar Yong Mi… dan dugaanku benar.

Yong Mi adalah salah satu dari para wingstales tersebut.

“Jadi, kita sekarang mengetahui suatu fakta.” Ucapku, tetap berusaha untuk tenang. “Semenjak proses transferisasi, Yong Mi telah sepenuhnya menjadi vampire. Dengan kata lain, jiwa manusianya memang telah mati. Oleh karena itulah, dia secara perlahan mendapatkan kekuatan wingstales-nya…”

Mereka semua memperhatikanku dengan seksama, membuatku menelan ludah.

“Yang menjadi pertanyaanku adalah… bagaimana bisa makhluk kegelapan seperti vampire, berada di satu tubuh dengan makhluk cahaya seperti wingstales? Bagaimana bisa Yong Mi mempunyai dua sisi yang jelas sangat berbeda tersebut?”

+++

Lee Yong Mi

Duduk di ayunan. Mungkin hal ini dapat membuatku merasa lebih baik. Semilir angin yang memainkan rambutku mungkin juga dapat menghilangkan rasa sakit di dalam hatiku.

Tapi nyatanya tidak. Aku tetap merasakan sakit. Mengingat semua ucapan Luhan… membuatku merasa tidak berharga sedikit pun di dunia ini.

Apa lebih baik aku mati saja…?

“Yong Mi, sudah seharusnya kau mengikuti kami.”

Aku terkejut mendengar suara itu. Dengan cepat aku menoleh dan… aku melihat Hyunwoo oppa berdiri tidak jauh dariku, bersama dengan 6 orang namja.

“Oppa…”

“Apa yang Hyunwoo katakan itu benar, Yong Mi. Lebih baik kau mengikuti kami ke tempat dimana kau seharusnya berada.” Ucap salah satu namja itu padaku. Aku, yang merasakan keputusasaan yang amat besar, merasa bahwa apa yang mereka ucapkan itu… benar. Jika Luhan membutuhkan waktu untuk sendiri… itu berarti dia tidak menginginkan aku di sisinya lagi, bukan?

“Oppa, aku…” aku sedikit ragu untuk mengatakan ‘ya’, namun Hyunwoo oppa segera menghampiriku dan meraih tanganku lembut.

“Lupakan apa yang pernah terjadi, ne? Oppa akan selalu menjagamu. Kami semua akan menjagamu, Yong Mi. Kau percaya pada kami, bukan?” tanya Hyunwoo oppa dengan senyum yang sangat meneduhkan hatiku. Tapi aku tetap saja merasa ada yang kurang.

“Aku, aku hanya bingung, oppa…” ucapku seraya menunduk. Benarkah pilihanku ini? Aku akan mengikuti mereka pergi? Kalau ya… kenapa aku merasa berat untuk pergi?

“Yong Mi-ah, gwenchana. Mereka semua akan tetap baik tanpa dirimu.” Ucap namja lainnya, membuatku tersadar seketika. Mereka semua akan baik tanpa diriku… jadi tidak apa-apa kalau aku pergi…

“Oppa, ara-“

“LEE YONG MI!!!”

Aku terkejut mendengar teriakan itu. Baru saja aku ingin berbalik, Hyunwoo oppa telah menarikku.

“Tidak, Lee Yong Mi. Kau tidak boleh kembali kesana. Kau harus tetap mengikuti kami.”

Nada lembut yang tadi ia gunakan telah menghilang, bergantikan dengan nada memerintah. Aku menggeleng cepat seraya berusaha melepaskan tanganku darinya.

“Oppa, mereka memanggilku. Mereka membutuhkanku, mereka…”

“MEREKA TIDAK MEMBUTUHKANMU! SAMPAI KAPAN KAU AKAN DIBUTAKAN OLEH CINTA, HUH?!”

Bentakan Hyunwoo oppa itu membuatku terdiam. Aku menoleh ke belakang-dimana Luhan dan yang lainnya menatapku khawatir dari dalam rumah karena mereka tidak bisa keluar di tengah cahaya matahari seperti ini.

“Atau…”

Seorang namja melangkah menghampiri kami. Ia berbicara dengan lantang.

“Jika kalian ingin Yong Mi tidak kami bawa, maka kalian harus berdiri di tempat ini selama 10 menit.”

Aku terbelalak. Membiarkan semua suamiku berdiri di bawah terik matahari selama 10 menit?! Mereka gila!! Mereka berniat membunuh suamiku!

“Lepaskan aku!” teriakku seraya menyentakkan tanganku dari pegangan Hyunwoo oppa, namun tidak berhasil.

“Ya, benar. Lebih baik kalian melakukannya, lalu kami akan mengembalikan Yong Mi pada kalian.”

Hyunwoo oppa justru memanas-manasi semua keadaan ini. Aku menggeleng cepat, memberikan isyarat pada Luhan agar tidak melakukan tindakan bodoh itu. Namun Luhan justru tersenyum tipis.

“Baiklah.”

Aku terbelalak ketika melihat Jong In membawa mereka berteleportasi ke tengah halaman, membuat cahaya matahari menyinari mereka secara langsung…

“ARGH!!”

Mereka semua terjatuh. Aku meronta, berusaha melepaskan diri, namun Hyunwoo oppa benar-benar menahanku dengan kuat.

“Lihat itu, Yong Mi? Mereka mengorbankan dirinya. Jika mereka mati, maka kau baru bisa pergi dari dunia ini, bukan?” ucap Hyunwoo oppa dengan tawa yang terdengar kejam. Aku menatap semua suamiku cemas, dan mereka… perlahan menghilang…

“Andwae…” ucapku tertahan. “Andwae… Andwae!! KIM JONG IN BAWA MEREKA KEMBALI MASUK, BODOH! XI LU HAN APA YANG KAU PIKIRKAN?! WU YI FAN KAU INGIN AKU MEMBUNUHMU?? PARK CHANYEOL KAU LEMAH TERHADAP CAHAYA!! BYUN BAEKHYUN KAU INGIN MATI, HAH?! ZHANG YI XING KAU MAU MENINGGALKANKU?? DO KYUNGSOO KAU JUGA MAU PERGI?! OH SE HOON AKU AKAN MEMBUNUHMU!! KIM JOON MYUNG KAU ITU PEMIMPIN MEREKA, BODOH!! HUANG ZI TAO APA GUNA KEKUATANMU ITU?! KIM JONG DAE DIMANA PIKIRANMU, HAH?! KIM MIN SEOK KENAPA KAU MELAKUKANNYA????”

Suaraku habis. Aku menatap Hyunwoo oppa dengan tatapan aku-akan-membunuhmu-sekarang.

“Pergi dari sini. Sekarang.”

Entah aura apa yang kukeluarkan, yang jelas Hyunwoo oppa segera melepas pegangannya dari tanganku. Aku mengayunkan tanganku dan tiba-tiba saja ia terlempar ke belakang.

“Aku membencimu, Hyunwoo! AKU MEMBENCIMU KARENA KAU BERANI MENYAKITI SUAMIKU!!”

Aku segera melesat ke arah suami-suamiku dan mengeluarkan kemampuan teleportasiku untuk membawa mereka masuk ke rumah, dan kemudian aku menyegel rumah ini dengan tameng air, api, angin, dan tanah.

Dan sedetik kemudian, tubuhku ambruk di atas lantai. Aku… kelelahan.

+++

“Woah, kemampuannya menarik sekali.” Ucap Zelo antusias. Ia tadi menyaksikan dengan jelas bagaimana kemarahan seorang Lee Yong Mi melempar mereka semua ke belakang. Aura yang dikeluarkan oleh Yong Mi bukanlah aura biasa, melainkan aura tersebut adalah aura campuran antara vampire dengan wingstale.

“Dan ia hampir mengalahkan kita.” Ucap Yong Guk seraya membersihkan debu yang menempel di bajunya. “Hyunwoo, kali ini kita harus memikirkan strategi terlebih dahulu sebelum menyerang kembali.”

“Ugh… Aku harus merebutnya kembali dari tangan mereka…”  gumam Hyunwoo kesal. Ia dan keenam namja itu segera pergi meninggalkan tempat itu.

+++

Lee Yong Mi

“Yong  Mi-ah…”

Ugh… Siapa itu yang memanggilku?

“Yong Mi…”

Siapa…?

“Yong Mi, ireona…!”

Suara ini… sepertinya aku mengenalnya…

“Yong Mi! Jebal, ireona!!”

Aku segera membuka mata lebar. Hal pertama yang kulihat adalah wajah khawatir semua anggota EXO.

“Yong Mi! Akhirnya kau sadar!!” ucap Tao yang duduk paling dekat denganku. Ia memelukku erat, terlalu erat sampai rasanya aku tercekik.

“Tao, kau mencekiknya!!” ucap Yi Xing seraya menjauhkan Tao dariku. “Yong Mi-ah, gwenchana? Ada bagian tubuhmu yang sakit?” tanyanya yang kubalas dengan gelengan kecil.

“Kau benar baik-baik saja? Apa kau haus? Aku akan memberikan darahku-“

“Tunggu, aku yang akan memberikannya-“

“Hey! Seharusnya aku yang memberikannya-“

“BERISIK!!”

Aku terkejut ketika Luhan berteriak. Kami semua terdiam.

“Kalian semua…” ucap Luhan seraya menunjuk semua saudaranya. “… kembali ke kamar. Sekarang.”

Tanpa ragu, yang lain segera berjalan pergi meninggalkan kami. Luhan menghela nafas dalam, kemudian ia menghampiriku.

“Gwenchana, Yong Mi?” tanya Luhan seraya mengusap rambutku lembut. Ini… adalah sentuhan yang kurindukan…

“Luhan, bukankah kau… sedang ingin sendi-“

“Aku tahu apa yang kukatakan!” ucap Luhan sedikit keras, memotong perkataanku. Aku terdiam, takut akan bentakannya itu. Ia sepertinya menyadari ketakutanku. “Mianhae…”

Ia duduk di sebelahku, matanya menerawang ke langit-langit kamarku.

“Ka… kau meminta maaf untuk apa, Luhan?” tanyaku terbata. Ia tidak menjawab. Yang ia lakukan hanyalah terus menatap langit-langit tersebut.

“Aku bersalah karena… membuatmu menjauh dariku.”

Ia menghela nafas, sedangkan aku hanya menunduk.

“Mianhae… Aku terlalu kasar padamu tadi.”

Aku merasakan tangannya menggenggam erat tanganku, membuatku menoleh ke arahnya. Matanya menatapku lembut, membuatku merasakan keteduhan yang sangat menenangkan…

“Maafkan aku, Yong Mi…” ucapnya lagi. Aku mengangguk pelan. Tentu saja aku memaafkanmu, Xi Lu Han… Jika tidak, maka aku adalah yeoja terbodoh yang pernah ada di muka bumi ini.

Perlahan, aku merasa bahwa jarak wajah kami semakin dekat. Aku juga merasakan nafasnya yang menerpa wajahku, semakin dekat dan… bibirnya menyentuh bibirku.

Boleh aku melakukannya?

Aku mendengar suara telepatinya di dalam pikiranku, dan bersamaan dengan itu aku merasakan tangannya yang berada di punggungku menarikku ke dalam dekapannya. Hangat…

Yong Mi, bolehkah aku melakukannya? Atau kalau kau tidak mau, aku akan berhenti sampai disini.

Luhan… ia selalu memperlakukanku dengan lembut. Ia juga suamiku…

“Auw!”

Ia menggigit bibirku, memaksaku untuk segera memberikan jawaban. Sorot matanya lembut, membuatku terpana beberapa saat.

Bahkan aku tidak menyadari ketika ia telah mendorongku jatuh ke atas tempat tidur dengan bibir yang saling bertautan.

Bolehkah?

Luhan…

Ne.

Ia tersenyum di sela ciumannya, dan aku tahu bahwa kami akan melakukannya sekarang.

+++

Xi Lu Han / Luhan

Malam yang sangat panjang bagiku. Membiarkan Yong Mi tertidur di dalam pelukanku setelah apa yang kami lakukan tadi. Em… aku senang, karena aku memang menjadi yang pertama baginya. Tapi… aku merasa bersalah karena ia harus merasakan sakit terlebih dahulu.

“Gomawo, Yong Mi-ah…” gumamku seraya mencium puncak kepalanya pelan. “Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu…” ucapku. Kueratkan pelukanku padanya.

“Engh…”

Yong Mi perlahan bangun. Awalnya ia menatap sekelilingnya, kemudian tatapannya berhenti padaku. Saat ia menyadari bahwa aku dan dia sama-sama tidak mengenakan pakaian, wajahnya memerah dengan cepat.

“A, aku…”

“Ssstt, sudahlah…” ucapku memotong perkataannya. “Katakan padaku kalau suatu hari nanti kau mual atau ingin muntah, ne? Aku akan selalu berada di sebelahmu, chagi…”

Aku kembali mencium puncak kepalanya, namun ia justru terdiam.

“Luhan…”

“Hm?”

“Apa kau melakukan ini karena… mencintaiku… atau hanya-“

Dengan cepat kubungkam bibirnya dengan bibirku. Aku menahan kedua tangannya, menciumnya dalam, kemudian melepas ciumanku.

“Kau tak percaya bahwa aku mencintaimu, Yong Mi?” tanyaku. Ia hanya menunduk. “Yong Mi… Dengarkan aku, ne?”

Aku kembali memeluknya seraya mengusap rambutnya pelan.

“Kalau aku tidak mencintaimu, tidak mungkin aku melindungimu. Kalau aku tidak mencintaimu, tidak mungkin aku merasa kehilangan saat kau tidak ada di sampingku. Kalau aku tidak mencintaimu, tidak mungkin aku memaksa yang lain untuk segera mencarimu ketika kau diculik.”

Ia terisak. Aku mempererat pelukanku, berusaha untuk menenangkannya.

“Karena itu, Yong Mi… Jangan berpikir bahwa aku tidak mencintaimu, karena aku telah mencintaimu bahkan sebelum kamu tahu akan diriku…”

+++

Lee Yong Mi

Ugh… Seluruh tubuhku masih terasa sakit. Sepertinya aku harus beristirahat sejenak.

“Yong Mi-ah.”

Aku segera beranjak dari posisiku. Tadi Luhan telah kembali ke kamarnya, jadi siapa yang memanggilku?

“Lihat ke arah jendela.”

Mataku menatap ke arah jendela dan aku terbelalak. Dia… dia…

“Ke, Kevin…” gumamku tidak jelas. Namja itu-Kevin-menatapku datar.

“Aku datang kesini untuk menagih sesuatu…” ucap Kevin seraya melompat masuk ke dalam kamarku. Aku segera berdiri dan berjalan menjauh darinya.

“A, apa… yang akan kau tagih?” tanyaku pelan. Dalam sekejap, ia telah meraih tanganku dan mendorongku ke arah dinding.

“Kau-harus-meminum-darahku.” Bisiknya di telingaku, dan seketika aku menyadarinya. Ia… menginginkanku untuk menjadi istrinya.

“Shi-shireo!” ucapku seraya berusaha mendorongnya. Ia menahan kedua tanganku dan menatapku tajam.

“Turuti perintahku, Yong Mi. Hisap darahku!” bentaknya. Aku menggeleng cepat, sedangkan ia benar-benar memaksaku untuk melakukannya. Aku segera mengirim telepati pada siapa pun yang berada diluar.

Brakk!!

Seseorang melesat dari arah jendela. Samar, aku melihat ketika orang itu menarik Kevin menjauh dariku dan memukulnya kuat.

“Jauhi Lee Yong Mi, dasar brengsek!”

Ia memukul Kevin tanpa ampun, namun disaat ia lengah, Kevin segera melesat kabur.

“Cih, dasar tukang kabur! Lemah!” gerutu namja itu. Aku mendekatinya secara perlahan. Sepertinya aku pernah melihat wajah itu… Tunggu dulu, ia…

“Himchan?”

Namja itu terkejut. Ia segera menjauh dariku.

“Kau… menolongku?” tanyaku tidak percaya. Ia terlihat salah tingkah, namun kemudian ia melesat keluar dari arah jendela. Aku segera berlari ke arah jendela untuk melihat ke arah mana ia pergi, namun ia telah menghilang.

“Himchan-ah!!” teriakku memanggilnya, tapi tidak ada jawaban. “Himchan-ah!! Himchan-ah!!!”

+++

Himchan menghela nafas. Ia bersandar pada sebuah pohon di dalam hutan yang sangat lebat.

“Apa yang kulakukan…?” tanyanya pada dirinya sendiri. “Kenapa aku menolongnya? Bukankah tadi selangkah lagi Kevin berhasil membawa Yong Mi?”

Ia memukul pohon di belakangnya dengan kesal, merutuki dirinya sendiri. Ia telah melakukan kesalahan, karena ia justru menolong Yong Mi.

“Ugh!!”

Himchan terbatuk, dan ia segera sadar bahwa batuknya tadi mengeluarkan darah.

“Gawat, aku melanggar aturan…” gumamnya pelan. Ia merasakan sakit di dalam tubuhnya, membuatnya meringis. “Ini baru hukuman… Aku bisa mati jika melanggar lagi.”

Ia terduduk di atas tanah. Matanya menerawang ke atas, terbayang oleh wajah seseorang. Wajah seseorang yang seharusnya tidak ia pikirkan.

“Sial… Aura wingstale-nya benar-benar menarikku…”

+++

Xi Lu Han / Luhan

Yong Mi sedang bermain di halaman rumah kami. Hari ini matahari bersinar cukup terik, sehingga aku tidak dapat menemaninya. Sesekali ia melambai ke arahku yang melihatnya dari balik jendela rumah.

“Luhaaann!” sapanya ceria. Aku balas melambai ke arahnya, membuat ia tersenyum dan kembali melnajutkan kegiatannya. Sedari tadi ia berlarian di antara bunga-bunga, membuat ia bertambah cantik.

Dan sepasang sayap itu semakin berwarna putih, meskipun sepertinya hanya aku yang dapat melihatnya. Yong Mi sendiri belum menyadarinya, dan entah kapan aku akan memberitahukan hal ini padanya.

Memiliki seorang istri yang merupakan vampire dan wingstale… Mungkin ini hal yang terjadi sekali dalam seumur hidup, tapi tidak apa-apa.

Aku akan tetap mencintainya.

Selalu mencintainya…

+++

Yong Mi mengernyit. Ia bingung ketika Luhan mengajaknya untuk keluar.

“Luhan-ah, memangnya kita mau pergi kemana? Sekarang matahari sedang bersinar… Aku takut kau akan-“

“Aku akan selalu menggenggam tanganmu, jadi aku tidak akan musnah.” Ucap Luhan memotong kalimatnya. Ia menggenggam tangan Yong Mi erat dan membawanya keluar dari rumah. Mereka berjalan cepat menelusuri hutan, dan akhirnya mereka tiba di peradaban manusia.

“Kau benar-benar tidak apa-apa, Luhan? Disini ada banyak manusia…” ucap Yong Mi khawatir. Luhan menggeleng tegas. Ia merangkul Yong Mi erat.

“Kenapa aku harus melirik yang lain jika kau ada di sampingku?”

Wajah Yong Mi merona, membuat Luhan tertawa dan mengecup puncak kepalanya lembut. Mereka berjalan mengelilingi tempat itu, terus berjalan…

Dan mereka tidak menyadari bahwa Hyunwoo mengawasi mereka dari kejauhan.

“Sial… Beraninya kau melakukan itu pada adikku, Luhan… Lihat saja, kau adalah orang pertama yang akan kubunuh nanti…”

Hyunwoo segera melesat pergi, meninggalkan Yong Mi dan Luhan yang masih berjalan dengan tangan yang saling menggenggam erat.

“Yong Mi-ah…” panggil Luhan pelan. Yong Mi segera menoleh.

“Ne, Luhan?”

“Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu…”

Luhan membawanya ke sebuah taman, kemudian mereka duduk berdua di bangku taman tersebut. Luhan menarik nafas dalam, sedikit ragu untuk memberitahukan hal tersebut pada Yong Mi.

“Apa itu?” tanya Yong Mi bingung. Luhan mengepalkan tangannya, ia kembali menarik nafas, kemudian matanya menatap Yong Mi lembut.

Kau adalah salah satu dari wingstale, Yong Mi.

Yong Mi terbelalak. Tangannya hampir saja terlepas dari genggaman Luhan.

“M-mwo…?” tanya Yong Mi tidak percaya. Ia menganggap semua yang ia dengar tersebut adalah salah.

Itu benar, chagi… Kau adalah salah satu dari wingstale, dan kau juga vampire. Setelah proses transferisasi, kau menjadi vampire seutuhnya… Karena itulah, jiwa manusiamu mati.

Yong Mi menggeleng cepat. Ia tidak mau mendengar kelanjutan dari apa yang dikatakan oleh Luhan.

Kami tidak tahu mengapa kau menjadi wingstale, Yong Mi… Yang jelas, kau memang telah memiliki sepasang sayap bening yang berada di punggungmu, lalu…

“Aku tidak mau mendengarnya!!!”

Luhan segera memeluk Yong Mi yang terisak. Ia mengusap punggung yeoja itu pelan.

“Hiks, aku tidak mau mendengarnya… Aku tidak mau…” lirih Yong Mi di dalam pelukan Luhan.

“Mengapa kau tidak mau mendengarnya?” tanya Luhan. Selama beberapa saat hanya isakan Yong Mi yang terdengar.

“Aku… aku tidak peduli akan apa yang ada di dalam tubuhku sendiri, Luhan…”

Yong Mi mempererat pelukannya.

“Se, selama… aku masih bersama kalian, aku tidak akan peduli akan apa yang terjadi… Karena itu…”

Ia menggerakkan kepalanya ke atas, menatap ke arah Luhan. Luhan dapat melihat air mata yang menghiasi wajah gadisnya itu.

“Aku tidak perlu mendengar apa pun… karena bersama dengan kalian, adalah hal yang terpenting bagiku…”

 

TBC

 

Next Episode: Kris (Shireo!)

 

“Silahkan masuk. Anda ditunggu di lantai 8 ruangan nomor 804.”

 

“Entahlah… Ada firasat yang mengatakan bahwa aku harus segera menemuinya… Firasat buruk.”

 

“Kau tidak mau keluar dari ruangan ini hidup-hidup?”

 

“Hyura telah mati, hanya tinggal Yong Mi yang tersisa. Maka, Yong Mi juga harus mati. Benar begitu bukan, Kris?”

 

“Jangan menyentuhnya.”

 

“Musuh!! Musuh menyerang!!”

 

“Baiklah, kita akan menantikannya…”

Iklan

30 pemikiran pada “Memories (Chapter 11)

  1. Daebak thor yaampun himchan disini udah nolong yaampun yongmi beruntungnya dirimu…sebenernya thor aku berharap endingnya itu yongmi balik sama kakakknya jadi dia ninggaalin exo *smirk evil hahaha just kidding thor hehehe ​(‾⌣‾)♉ ditunggu next chap

  2. wah mian aku g comment di part” sblumny soalny mau d jadiin 1 >.< mian yahh hehe~~ chinguuu bagus bgt aaa aku young mi luhan shipper pokokny sm luhan yah titik no koma kei OuO

  3. nc nya kurang.hahaha yadong.
    aq suka klo semua member exo pada ngerebutin yongmi. hebat authornya bisa ngebagi persaan yongmi. walau sebenarnya luhan part lebih banyak ketimbang yg lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s