Oppa (Chapter 1)

Oppa

Genre              : Romance, Family, Friendship

Rating              : PG14

Main Cast         :

  • Lee Jihyo (OC)
  •  EXO-K

Support Cast   :

  • Park Haeri
  • Kim Chaerin

Author             : _Agrn

Annyeong, Ini Author baru ‘-‘)/ ini FF pertamaku disini, jadi mohon dibimbing lebih lanjut ya. FF ini terinspirasi dari variety show Infinite yang You’re My Oppa bareng Yoo Ji Ae. Ada yang tahu? Haha, tapi tenang aja. Ga semua sama kok, Cuma terinspirasi doang (walau mungkin ada beberapa scene yg sama? ‘-‘?). Sip, segitu aja dari Author. Don’t Like Don’t Read, RCL~

oOoOoOo

Untitled-1

“Pokoknya kau harus melunasinya besok! Kalau tidak, keluar kau dari sini!!”

Yeoja itu mendengus dan mengangguk lemah. “Arasseo Ahjumma. Kamsahamnida…”ujarnya berulang-ulang meski wanita yang ia panggil ahjumma telah pergi dari hadapannya.

Yeoja bernama Lee Jihyo itu menghela nafas sekali lagi dan masuk ke kamar kos kecilnya itu. Ia menatap sekelilingnya lalu kembali mendengus. Semakin dilihat ia semakin sadar kalau tempat tinggalnya itu sungguh kecil dan bisa dibilang kumuh.

Tapi apa yang bisa ia lakukan? Ia hanyalah seorang anak yatim piatu yang berusaha untuk sekolah dan bekerja di Seoul. Ia tidak punya banyak uang, bahkan ia harus menunggak untuk membayar kamar kosnya yang terbilang murah itu selama 3 bulan.

Jihyo pun duduk di lantai yang kotor dan dingin. Ia benar-benar bingung saat ini. “Dari mana aku bisa mendapat uang untuk membayar kos?”batinnya bingung.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi.  Ponsel yang ia beli dengan hasil jerih payahnya. “Y..Yoboseo?”ujarnya.

“Yak! Kau dimana hah?! Restoran sedang kewalahan karena kau belum datang! Cepat datang!!”

Jihyo menghela nafas untuk kesekian kalinya. Tadi itu managernya di restoran tempat ia bekerja. Dan ia yakin ia akan kena ocehan yeoja kepala 3 itu lagi jika dia tidak segera pergi kesana.

oOoOoOo

“Ini fotonya”

Salah satu namja yang duduk paling dekat dengan orang yang membuka pembicaraan itu dengan sigap langsung mengambil selembar foto itu. Kelima namja lain melirik foto itu lalu tersenyum meremehkan.

“Tampangnya saja sudah memuakkan!”komentar salah seorang namja.

“Kai!”Namja yang tadi membuka pembicaraan itu langsung membentak ketika mendengar kritikan pedas dari mulut namja yang dipanggil Kai.

Namja yang mengambil foto itu menghela nafas. “Aku tidak menerimanya. Menerima yeoja yang sekarang menjadi istrimu itu saja sudah membuatku muak. Apalagi tinggal bersama anakmu dan dia?”ucapnya tajam, membuat satu-satunya yeoja yang ada disana terdiam.

“Joonmyun!”Namja yang diketahui sebagai Ayah dari keenam orang itu kembali bersuara.

“Aku terserah saja”

Mereka menoleh kepada seorang yang paling muda diantara mereka. Sementara yang ditatap balik menatap dengan pandangan malas. Namun sedetik kemudian terlihat smirk yang menghiasi wajah tampannya. “Tapi aku tidak jamin dia akan betah tinggal disini.”

Keempat namja lain terkekeh dan pergi dari ruang keluarga itu. Meninggalkan sang Ayah beserta seorang yeoja disana.

“Yeobo…”panggil sang yeoja.

Namja itu tersenyum pahit lalu mengajak yeoja itu keluar.

oOoOoOo

“Pesanan untuk meja nomor 6! Ya! Lee Jihyo! Jangan bermain-main! Sana pergi bekerja!!!”

Jihyo kembali menghela nafas ketika mendengar ocehan manager-nya. “Siapa yang bermain? Aku saja baru datang!”batinnya kesal.

Ia mengambil piring itu dan mulai melangkah menuju meja nomor 6. Ia pun meletakkan pesanan mereka dan membungkuk sebelum pergi. “Silahkan menikmati”pesannya singkat.

“T..Tunggu!”Baru saja ia akan pergi, tangannya ditahan oleh sang yeoja yang ada di meja nomor 6 tadi.

Jihyo menatap yeoja itu dengan pandangan malas bercampur bingung. Malas karena ia masih punya pekerjaan yang lebih penting dibanding meladeni yeoja itu. Dan bingung, ada perlu apa yeoja kaya itu dengannya?

Well, Jihyo tahu dia karena pakaiannya yang simpel namun terlihat mahal. Hei, dia juga wanita dan dia tahu beberapa hal tentang barang yang bermerek.

“Ada apa?”tanyanya

“Eng… Kumohon, duduklah dulu. Tidak enak jika kita berbicara dengan posisi begini”jelas yeoja itu lembut.

“Tapi aku masih punya pekerjaan Agasshi”ucap Jihyo lantang. Dia memang seorang yang sangat tegas dan membenci jenis yeoja didepannya. Seorang yang berlagak sok imut dan terlalu lemah.

Yeoja yang Jihyo anggap sok imut itu menatap namja didepannya dengan pandangan memohon. Sang namja tersenyum dan berjalan mendekati manager Jihyo.

“Nah, duduklah”ujar yeoja itu pada Jihyo sambil menarik tangan Jihyo. Otomatis, Jihyo langsung duduk disampingnya.

“Tapi Aga…”

“Diamlah. Kau tenang saja. Bosmu tidak akan marah.”potong yeoja itu. Jihyo mendengus. Dia tidak akan menang beradu mulut dengan yeoja didepannya. Yeoja didepannya itu bukan hanya sok imut dan lemah. Tapi juga egois dan keras kepala.

“Baiklah, kita berkenalan dulu. Namaku Kim Chae Rin. Kau?”tanyanya

“Lee Jihyo”jawab Jihyo singkat.

“Aaa… Jihyo ya. Namamu lumayan mirip dengannya. Oh ya. Coba kau lihat foto ini”Chae Rin memberikan selembar foto kepada Jihyo.

Jihyo mengambilnya dan alisnya betaut ketika melihat foto siapa itu. Disitu ada seorang yeoja yang begitu mirip dengannya. namun Jihyo tahu dia tidak pernah berfoto dengan dress dan rambutnya juga tidak pernah dibuat bergelombang. Yeoja di foto itu bukanlah dia, namun begitu mirip dengannya. “Siapa ini?”tanyanya

“Bagaimana? Mirip denganmu bukan?”

Jihyo mengangguk kecil.

Yeoja didepannya tertawa kecil. Jihyo yang melihatnya sempat terpesona akan kecantikan yeoja itu. “Aku juga berpikir begitu. Makanya tadi aku terkejut melihatmu”

Jihyo tidak peduli dengan penjelasan Chaerin. Ia masih menuntut jawaban atas pertanyaannya “Siapa dia?”tanyanya lagi.

“Dia anakku”

“Mwo?”

Jihyo membulatkan matanya karena terlalu terkejut. Ia menatap yeoja yang kini terlihat bingung itu. Bagaimana mungkin seorang yang mungil dan terlihat masih berumur 16 tahun itu bisa memiliki anak?

“Ah. Kau pasti bingung kenapa aku bisa punya anak. Tapi itu tidak aneh kan? Aku sudah berumur 33 tahun”ujarnya polos.

Jihyo kembali membelalak. “33 tahun?! Astaga…”gumamnya kecil hingga tidak bisa didengar yeoja itu.

“Kau sendiri? Berapa umurmu?”tanya Chaerin mengalihkan pembicaraan.

“16”jawab Jihyo lagi.

“Waah… berarti sama seperti Jongin dan Sehun…”

“Apa itu anakmu?”

Chaerin sedikit terkejut karena Jihyo langsung menanyainya. Belum lagi karena kagum dengan pendengaran Jihyo yang lumayan tajam. Well, dia tadi bergumam.

Chaerin menghela nafas kecil. “Memang iya. Tapi… mereka tidak mau mengakuiku”ujarnya.

“Tidak ada anak yang tidak mengakui Ibunya. Apa kau melakukan kesalahan?”kata Jihyo sambil menopang dagunya dengan salah satu tangannya.

Chaerin menggeleng. “Mungkin. Tapi… apa salah jika aku menikah dengan orang yang aku cintai? Lalu, apa salah bagiku untuk menyayangi mereka dan meminta mereka untuk menganggapku sebagai Ibu mereka?”

Jihyo mencerna perkataan Chaerin dan akhirnya menyimpulkan sesuatu. “Maksudmu… kau bukanlah Ibu kandung mereka berdua?”

Chaerin mengangguk. “Ya, aku memang bukan Ibu kandung dari mereka berenam”

Jihyo menghela nafas. Ternyata namja yang menjadi suaminya memiliki 5 anak. Dan ditambah dengan anak Chaerin menjadi 6. Wow, jumlah yang cukup banyak di zaman sekarang. Bagaimana mereka menyekolahkan mereka?

“Oh iya, mereka kaya”batin Jihyo sambil mengangguk-ngangguk.

“Jihyo-ah. Kau tahu? Mereka sangat membenciku, perkataan mereka sungguh menusukku. Dan aku tidak bisa membayangkan jika mereka melihat Jihyun. Mungkin Jihyun akan mendapat cacian yang lebih menyakitkan dari mereka… astaga… aku tidak sanggup membayangkannya…”ujar Chaerin setengah menangis.

“Ah, itu nama anaknya”batin Jihyo lagi. “Kau berencana mempertemukan mereka?”

Chaerin menggeleng. “Aku dan Suamiku berencana membuat mereka tinggal bersama dikarenakan suamiku dan aku yang akan pergi keluar negeri untuk mengurus perusahaan. Kami tidak mungkin meninggalkan Jihyun sendiri dan tidak mau membuat Jihyun sakit dengan perkataan tajam mereka. Selama ini Jihyun hanya tahu bahwa keenam kakaknya sungguh baik dan menerimanya…”jelas Chaerin.

Jihyo tidak membalas. Dia hanya menghela nafas. Permasalahan orang kaya terlalu rumit baginya.

“Jihyo-ah”

Jihyo sedikit terkejut ketika Chaerin menggenggam tangannya dengan sangat erat. Bahkan sekarang ia sedikit ketakutan.

“Kumohon bantu aku!!”

“B…Bantu apa?”tanya Jihyo bingung

“Kumohon, tolong gantikan Jihyun”pinta Chaerin.

“Maksudmu tinggal dengan keenam anak itu?”

Chaerin mengangguk. “Aku yakin kau bisa membuat mereka sedikit lembut terhadap Jihyun. Kumohon gantikan dia sementara! Setidaknya sampai mereka bisa menerima Jihyun! Kumohon…”Chaerin menatap Jihyo dengan pandangan imut.

Jihyo melepaskan pegangan tangan Chaerin. “Ini tidak masuk akal. Ini sungguh tidak masuk akal”ujar Jihyo dan bersiap pergi dari sana.

“Lee Ji Hyo”

Jihyo berbalik dan mendapati Chaerin yang berdiri dan menatapnya serius. Jihyo balik menatapnya dengan pandangan dingin.

“Apa ada yang kau inginkan?”

Jihyo mengerutkan alisnya, bingung dengan pertanyaan Chaerin. Tentu saja setiap orang punya keinginan.

Chaerin mendekat dan memberikan seringaian. “Aku… bisa mengabulkan apapun yang kau mau, Lee Ji Hyo”

oOoOoOo

Jihyo mendengus dan menatap bangunan megah dihadapannya. Sebuah rumah yang ia ketahui sebagai rumahnya mulai sekarang.

Ya, Jihyo menerima tawaran Chaerin dengan imbalan biaya sekolah dan hutangnya dibayar lunas. Dan kini, Lee Jihyo mulai berganti peran sebagai Kim Jihyun. Seorang yeoja lemah lembut.

Ini memang peran yang terlalu berat bagi Jihyo. Bayangkan saja, ia tidak pernah memakai dress dan kini dia harus memakainya. Ia tidak pernah memakai make up dan sekarang dia harus memakainya setiap saat. Ia tidak pernah naik mobil mewah namun kini ia akan mengendarainya untuk sampai ke tempat tujuan setiap hari! Ini semua sungguhlah sulit baginya.

Jihyo akhirnya berusaha menenangkan diri dan menekan bel .Tiba-tiba pagar besar didepannya langsung terbuka. Matanya membelalak ketika melihat sederetan maid dan butler telah membungkuk hormat padanya.

“Astaga. Aku lupa kalau sekarang aku adalah Nona Besar”batinnya.

Ia berjalan melewati mereka semua dan tak lupa memberi salam. Hei, meskipun dia adalah orang miskin, ia tidak lupa dengan tata krama dan sopan santun. Walau kini ia adalah seorang Nona Besar, ia tidak boleh melupakannya.

“Selamat datang Nona”

Jihyo menoleh dan mendapati seorang yeoja dengan rambut pendek dan kacamata bingkai perak sedang menatapnya datar. “Saya Park Haeri. Saya sekertaris Nyonya Kim Chaerin”ujarnya.

“Ne, Annyeonghaseyo.”balas Jihyo. Ia yakin Jihyun sudah pernah kenal dengan Haeri. Ia tidak perlu memperkenalkan diri lagi.

“Mari saya antar kedalam. Didalam sudah ada para Tuan Muda”ucap Haeri dan masuk ke dalam. Namun sebelum masuk, ia berhenti dan menatap Jihyo datar.

“Ingat, aku tahu siapa kau sebenarnya. Jangan hancurkan image Nona Jihyun didepan Tuan Muda, Lee Jihyo”

Jihyo balik menatap Haeri dengan pandangan malas tanpa berkata apa-apa. Jujur, ia sedikit tidak suka dengan Haeri. Yeoja didepannya ini terlihat terlalu muram. Dan dia benci itu. apa selama masa mudanya yeoja ini tidak pernah bersenang-senang?

Haeri masuk ke dalam dan Jihyo mengikuti yeoja itu dari belakang. Sesekali ia memasati lukisan, foto dan beberapa hiasan di rumah itu. dan dia baru sadar, betapa mewahnya rumah ini. Bagaimana ia bisa tinggal di rumah ini? Rumah ini besar, bersih dan asri. Berbeda dengan tempat tinggalnya dulu.

“Selamat Siang, Tuan Muda”

Perkataan Haeri membuat Jihyo menoleh kedepan. Ia pun mendapati Haeri yang sedang menjelaskan sesuatu pada enam namja dihadapannya.

“Aah, mereka enam orang itu”batin Jihyo. Merasa ini adalah saatnya ia melakukan perannya sebagai Jihyun, ia pun mulai menunjukkan wajah seorang yeoja imut.

“Ini adalah Nona Kim Jihyun”ucap Haeri secara tidak langsung meminta Jihyo memperkenalka dirinya.

“Annyeonghaseyo. Jeoneun Kim Jihyun imnida. Senang bertemu kalian…”ucap Jihyo dengan senyum manisnya. Tapi sesuai dengan perkiraannya, keenam namja itu hanya memberinya tatapan datar.

“Cih, ternyata mereka benar-benar mengirimkanmu kesini ya”desis seorang yang paling tinggi diantara mereka. Suasana di ruangan itu pun terasa mulai terasa menegang. Haeri yang merasa tugasnya sudah selesai pun beralih pergi dari sini, menyisakan Jihyo dan keenam ‘saudara laki-lakinya’

Salah satu dari mereka mendekati Jihyo dan menyunggingkan smirk-nya. “Siapa yang menyuruhmu tinggal disini huh?”tanyanya

Jihyo menyunggingkan senyum manis. Sesuai permintaan Haeri tadi, dia tidak akan menghancurkan image Jihyun. “Tentu saja Eomma dan Appa”

Namja itu tersenyum. Jihyo harus mengakui, senyumnya sangatlah indah dan membuatnya terlihat seperti anak-anak. “Bagaimana jika kami tidak menginginkan kehadiranmu disini?”tanya namja itu lagi.

Masih dengan senyum palsunya, Jihyo berkata “Yang jelas aku tidak akan pergi. Aku tidak akan mengecewakan Eomma dan Appa”

Namja itu terkekeh pelan. “Yah, tidak apa-apa. Aku senang kau berada disini”Namja itu membelai pipi Jihyo, membuat Jihyo tersentak. Tangannya kini berpindah ke dagu Jihyo. Ia mendekatkan wajahnya dan mulai berkata “Paling tidak kau bisa memuaskan kami…”

PLAK!

Kini kelima namja yang ada tak jauh dari Jihyo menatap Jihyo dengan pandangan kaget. Begitu juga dengan namja yang baru saja ia tampar. Namun Jihyo hanya membalas tatapan mereka dengan pandangan tidak peduli. Hei, wanita mana yang mau diperlakukan begitu, bahkan oleh Kakak sendiri. Jihyo yakin kalau Jihyun juga tidak ingin diperlakukan seperti itu. Ia juga yakin kalau hal yang ia lakukan tadi tepat.

Jihyo menunjukkan smirk-nya. “Oppa, meskipun kalian tidak menyukaiku, kalian tidak boleh melakukan hal itu padaku. Arraseo?” Jihyo pun menatap salah satu pelayan.

“Chogiyo, dimana kamarku?”tanyanya.

Tak perlu waktu lama, Jihyo pun diantarkan menuju kamarnya. Sementara kelima namja tadi mendekati namja yang Jihyo tampar.

“Baekhyun, kau tidak apa-apa?”tanya salah satu dari mereka yang diketahui bernama Joonmyun.

“Tidak apa-apa”jawab Baekhyun singkat.

“Yeoja itu lumayan juga. Kukira dia hanya yeoja lemah yang tidak bisa apa-apa”komentar Chanyeol.

“Ya, padahal aku sudah sangat setuju dengan perkataan Baekhyun Hyung tadi”timpal Kai, atau JongIn.

Baekhyun terkekeh pelan. “Well, dia menarik.”

oOoOoOo

Well, inilah chapter 1-nya. Semoga kalian suka. RCL ya~

30 pemikiran pada “Oppa (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s