Saranghaeyo Ahjussi (Chapter 9)

Saranghaeyo Ahjussi ^^

Chapter 9

Author: Dreamcreampiggy(@DebDebyanca)

 

Length: Chaptered

 

Genre: Romance, Family, School Life, AU

 

Rating: Teenager

 

Cast:

-Lee Youra (Fiction)

-Wu Yi Fan/Kris (EXO-M)

-Park Chanyeol (EXO-K)

-Im Yoon Ah/Yoona (SNSD)

-Kim Jae Joong (JYJ)

-Lee Yourin (Fiction)

-Song Qian/Victoria (F(X))

-Kim Jae In (Fiction)

 

Disclaimer:Cast adalah milik mereka sendiri, Tuhan, dan Orang Tua mereka. Tapi ‘Fiction’ adalah fiksi.  Cerita milik Author. Tidak ada plagiat apapun karena cerita ini murni 100% ‘Imajinasi’ Author. Maaf sekali jika ada kesamaan nama ataupun latar belakang cerita. Nama sekolah maupun perusahaan disini adalah fiksi.

Saranghaeyo Ahjussi (Next Cover)

 

 

 

~Happy Reading~

 

Malam ini, Youra merasa dirinya sendirian. Ia merasa dirinya sudah terasingkan dari dunia ini. Malam yang seharusnya terasa begitu indah dan menenangkan dengan cahaya lembut dari bulan dan bintang, berubah gelap saat awan mendung menutupinya. Youra memilih terduduk pada sebuah kursi besi dingin di depan kamar khusus rumah sakit. Menatap sepatunya sendiri dengan sisa-sisa air mata yang masih membekas. Dingin sekali di sini. Terlebih lagi ia kesepian. Waktu sudah menunjukan pukul dua belas malam dan ia belum terpikir untuk kembali pulang.

Kaki Youra bergerak sedikit demi sedikit untuk berdiri. Berjalan mendekati pintu di sampingnya dan memegang kenop pintu sambil memandang lesu dari kaca kecil yang tersemat pada pintu tersebut.

Youra melihat seorang laki-laki yang kini terbaring lemah di sebuah tempat tidur. Kepalanya di perban dengan rapih, bercak-bercak darah sedikit terlihat dari perban itu, wajahnya yang sebelumnya sangat tampan tanpa cacat sekarang di penuhi oleh luka-luka. Tubuhnya pun kini tak bergerak dan ia terluka parah.

KLEK

Pintu itu terbuka dan Youra melangkah memasuki ruangan itu. Mendekat ke arah tempat tidur dan menyentuh tangan laki-laki itu lalu menggenggamnya.

“Maafkan aku Oppa.”, suara Youra terdengar lirih dan serak. Ia sudah menghabiskan waktu untuk menangis dan menyesal hari ini. Terlebih ketika dokter mengatakan kondisi Kris yang sangat parah. Hantaman benda tumpul pada kepalanya ternyata berakibat cukup berbahaya pada otaknya. Beberapa jari tangannya pun patah. Berbeda dengan Chanyeol yang menderita luka sedikit lebih ringan daripada yang di alami Kris.

“Aku seharusnya tidak berlaku bodoh. Harusnya aku benar-benar menjauh. Harusnya aku tak berharap banyak. Harusnya aku tak mengenalmu. Ini semua salahku.”, isakan Youra mulai terdengar dan air matanya kembali meluncur keluar. Rasa sakit dan sedihnya belum terobati sama sekali. Ia masih menderita dengan rasa bersalahnya dan ia sangat menyesali keadaan Kris. Ia sadar bahwa ia sudah melukai Kris.

Youra terus menundukan kepalanya ke bawah dan menangis. Sayangnya tak ada yang bisa mendengar tangisan Youra. Ruangan itu terlalu sepi. Hanya ada dirinya dan Kris yang kini tak bisa di katakan sebagai pendengar dengan kondisinya. Sesekali Youra melihat ke arah sebuah alat monitor jantung untuk memastikan keadaan Kris. Jae Joong, Yourin, orang tuanya dan orang tua Kris bahkan sudah merayu Youra untuk pulang. Membiarkan salah satu di antara mereka yang menjaga Kris. Tapi Youra menolak dan hanya bisa menangis saat itu.

Keadaan Youra sangat buruk dan kacau ketika ia baru sampai di rumah sakit. Ia segera membantu Chanyeol ke salah satu ruangan yang di tunjukan perawat sedangkan Jae Joong yang tak sengaja melihat perkelahian antara Kris dan Chanyeol saat itu segera mengurus segala hal yang di butuhkan agar adiknya bisa di selamatkan dengan kondisi yang tak sadarkan diri.

Youra berterima kasih atas kebetulan yang Tuhan berikan padanya. Ia tak menyangka Jae Joong akan datang karena tak sengaja melewati jalan itu dan segera melerai perkelahian yang terjadi.

Walaupun hal itu juga tak mengubah kondisi Kris saat ini.

Youra menatap wajah Kris sekali lagi dan saat itu dadanya terasa sakit dan sesak. Bayangan-bayangan bersama Kris selama ini berkelebat bagaikan film. Membuat Youra menyadari kebodohannya karena menolak Kris. Tapi ia tahu ia tak pantas untuk Kris. Ia terlalu jauh untuk menggapai Kris. Menurutnya, hubungannya dan Kris tak akan pernah berhasil dengan usia yang terpaut begitu jauh.

Tangan Youra membantunya untuk berdiri. Membungkukan tubuhnya ke arah wajah Kris dan dengan perlahan mendekatkan wajahnya pada bibir pucat Kris. Mengecupnya tepat di sana. Mengungkapkan rasa sesal dan betapa bodohnya seorang Lee Youra. Dalam ciuman pertamanya yang penuh dengan kesunyian itu air mata Youra tak bisa berhenti mengalir. Air matanya membasahi wajah manisnya dan dengan lembut juga mengalir pada wajah Kris. Mengisyaratkan bahwa laki-laki di bawahnya kini juga menangis. Jika Kris bisa bergerak dan berbicara mungkin kini laki-laki itu akan memeluk Youra erat agar perempuan itu tak pergi kemanapun lagi lalu membalas ciumannya. Membuktikan bahwa laki-laki itu memang mencintainya. Membuktikan bahwa Kris tak ingin kehilangan perempuan ini.

Perlahan namun pasti, Youra mengangkat wajahnya dari wajah Kris dan menjatuhkan dirinya kasar ke lantai. Menangkupkan wajahnya pada telapak tangannya dan menangis histeris. Suara tangisannya begitu memilukan. Ini adalah cinta pertamanya. Dan ia harus menyakiti cinta pertamanya tersebut. Suara tangisan Youra seakan-akan membuat siapapun juga menangis. Merasakan kesedihan gadis itu. Ketika ia sangat mencintai laki-laki di hadapannya yang ternyata harus ia lepaskan karena sebuah alasan yang ia sendiri masih pertanyakan. Kenapa ia harus melepas Kris? Apa karena Yoona? Ataukah karena ia takut Kris mempermainkan anak kecil sepertinya? Atau ia takut dengan jarak di antara mereka? Youra sendiri tidak tahu. Ia ingin menjauh. Dan ketika ia berjalan untuk menjauh, Kris berlari mendekatinya. Lalu ketika ia berhenti, justru Kris yang kini semakin menjauh.

Perasaannya sungguh kacau. Dan rasa sedihnya kini juga di rasakan oleh seorang laki-laki sebaya dengannya yang berdiri di depan pintu ruangan itu. Mengintip dari sela kaca pintu sedari tadi. Chanyeol. Laki-laki itu adalah Chanyeol. Ia juga merasakan air matanya meluncur keluar melihat perempuan yang ia cintai menangis.

Ya. Chanyeol berdiri di sana sedari tadi, menyaksikan semua yang terjadi. Dengan tiang infus yang masih tertempel pada pergelangan tangannya. Dengan perban di tubuhnya, juga luka-luka yang tidak kalah parah. Chanyeol tak pernah menangis seumur hidupnya ketika ia menginjak sekolah menengah pertama. Karena ia sudah merasakan cinta kepada sahabatnya, dan ia harus melindungi sahabatnya itu.

Tapi ketika Chanyeol melihat betapa memilukannya kondisi Youra sekarang, ia sadar bahwa ia bukanlah laki-laki yang di ciptakan untuk melindungi dan bersama dengan Youra selamanya. Mungkin ia harus melepaskan sahabat yang ia cintai itu pada sosok laki-laki yang kini terbaring lemah nantinya dan berusaha tersenyum bahagia ketika mereka bahagia walau hatinya terasa sakit.

Dengan kepala tertunduk kini Chanyeol membalikan tubuhnya, mengusap sisa air matanya dan berjalan menjauh. Ternyata ialah orang ketiga dalam kisah cintanya ini. Dan dalam setiap cerita bahagia, orang ketiga itu pasti akan pergi merelakan orang yang ia cintai.

Dan Park Chanyeol akan melakukan itu. Hanya untuk seorang Lee Youra.

~**^^**~

Cahaya matahari yang hangat dan terang, menyilaukan mata Lee Youra yang masih terpejam erat. Youra mengangkat kepalanya yang ia letakan pada punggung tangannya sebagai bantalan di atas tempat tidur putih yang masih ditiduri oleh Kris. Youra membetulkan posisi duduknya di kursi dan mengusap wajahnya. Jam sudah menunjukan pukul sembilan dan itu artinya ia melewatkan sekolahnya sekarang. Beberapa menit belum berlalu, Youra sudah mendengar suara pintuterbuka.

Sosok Im Yoon Ah terlihat jelas disana. Ia menatap Youra sekilas dan segera berlari menghampiri sisi lain dari tempat tidur Kris. Youra segera berdiri dan menundukan wajahnya.

“Ini semua karenamu.”, suara Yoona terdengar begitu tegas dan Youra yakin Yoona sangat membenci Youra saat itu.

“Maaf.”

“Aku sudah menyuruhmu menjauhinya. Jangan pernah kembali. Tapi kau tak mendengarkanku. Sekarang kau lihat keadaan Kris! Kau tahu? Keadaan Kris tak pernah separah ini sebelumnya. Dan kini kau membuatnya seperti mayat hidup!”, Yoona berteriak pada Youra yang hanya bisa terdiam. Youra tahu ia sangat mudah menangis sekarang. Buktinya kini air mata sudah mengalir keluar lagi. Ia pengecut.

“Lebih baik kau keluar sekarang.”, kata Yoona. Ia menunjuk arah pintu dengan tangannya kasar. Youra berjalan pelan keluar dan segera menjatuhkan dirinya ke kursi besi di samping ruangan. Membiarkan Yoona yang sibuk melakukan sesuatu yang Youra tak tahu. Ia hanya melihat Yoona mengusap pelan wajah Kris saat ia keluar tadi. Membuat hati Youra sakit. Ia cemburu. Ia cemburu pada Yoona. Bahkan sejak awal.

Detik-detik kemudian, waktu bergulir semakin cepat dan suara langkah kaki terdengar semakin lama semakin mendekat. Disana, Jae Joong berjalan mendekat. Menghampiri Youra dengan setelan jas yang biasa ia kenakan untuk bekerja. Namun kini Jae Joong hanya menyampirkan jasnya di tangannya yang terlihat membawa sebuah kantung kertas yang berukuran cukup besar.

“Youra? Kau? Di luar?”, tanya Jae Joong tiba-tiba. Ia segera menempati kursi di sebelah Youra dan menatap perempuan itu.

“Ne. Aku di luar.”, kata Youra sambil mengusap sisa air matanya. Jae Joong tak ingin berkomentar tentang hal itu. Ia tahu Youra pasti akan menangis melihat kondisi Kris. Jae Joong tahu bahwa dua orang ini saling mencintai sejak awal. Tapi entah apa yang membuat hubungan mereka berjalan dengan sangat rumit kini.

“Kenapa? Di dalam ada dokter?”

Youra menggeleng. Jae Joong segera bangkit dan mengintip ke dalam ruangan lewat kaca kecil pada pintu. Hembusan napas Jae Joong terasa kesal. Ia melihat Yoona sedang duduk pada kursi di samping tempat tidur Kris sambil mengusap wajah adiknya dan berbicara sesuatu.

Untuk apa perempuan itu datang? Sudah cukup perempuan itu menyakiti hati Kris dan kini ia tiba-tiba datang kembali? Ia pikir Kris manusia macam apa yang bisa dengan mudah menerima seseorang sepertinya.

“Youra kau harus masuk denganku.”, kata Jae Joong yang kemudian menarik tangan Youra dan membawa perempuan itu masuk ke dalam ruangan.

“Jae Joong Oppa…”, kata Yoona pelan. Ia terkejut ketika melihat Jae Joong disana. Apalagi ketika ia melihat Youra juga ikut memasuki ruangan.

“Mau apa kau kesini?”, tanya Jae Joong.

“Aku ingin menjenguk Kris. Aku bertanya pada Jae In kemana Kris karena rumahnya kosong dan Jae In bilang padaku bahwa Kris sakit. Jadi…”

“Aku tahu semuanya. Kau tak perlu menjenguk Kris. Ia tak butuh itu.”, kata Jae Joong ketus.

“Tapi bagaimana pun juga…”

“Kau bukan siapa-siapa lagi bagi Kris Yoona.”, Jae Joong selalu memotong setiap kata-kata Yoona sebelum perempuan itu berhasil menyelesaikannya. Dengan kata lain, sebenarnya Jae Joong sudah sangat muak mendengar semua ucapan Yoona. Jae Joong tak ingin perempuan itu kembali menyakiti adiknya.

“Maaf tapi sungguh Oppa aku mencintai Kris.”

“Aku akan memanggil perawat kemari untuk mengurus Kris. Jadi lebih baik kau keluar.”, kata Jae Joong tegas. Youra yang sedari tadi hanya berdiam diri menatap Jae Joong, hendak pergi sebelum Jae Joong menyerahkan kantung kertas di tangannya yang berisikan keperluan Youra.

“Youra, Ibu-mu sudah memberikan surat izin pada sekolahmu. Dan ini adalah semua keperluanmu. Ibu-mu juga memberikan uang di dalamnya. Jadi lebih baik kau bersihkan dirimu dan membeli sesuatu untuk di makan. Aku bisa mati tercekik oleh Eonni-mu jika kau sakit.”, kata Jae Joong sambil tersenyum pada Youra. Youra tertawa kecil walaupun wajahnya terlihat sangat sedih. Ia mengangguk dan pergi meninggalkan ruangan itu di susul oleh Yoona.

“Kau puas sekarang?”, Yoona menyentuh pundak Youra dan membalikan tubuh Youra kasar.

“Maaf. Tapi aku tak mengerti.”, kata Youra singkat. Ia menatap Yoona tepat di manik mata perempuan itu dan menunjukan bahwa ia benar-benar menyesal dan berharap perempuan di hadapannya ini berhenti menyalahkannya.

“Kau tak mengerti? Kau penyebab ini semua! Kau membuat Kris sepeti itu! Aku sudah mengatakan semuanya padamu! Jauhi dia! Jangan pernah kembali! Kau harus bertanggung jawab atas ini semua! Seharusnya akhir bulan ini aku bisa mengajak Kris kembali ke Kanada. Tapi karena ulahmu semuanya kacau! Kau tak tahu apa yang kau lakukan bukan? Pasti. Karena kau hanya anak-anak. Kau tidak tahu apa-apa dan kini kau berusaha menghancurkan hidup Kris!”, suara Yoona terdengar sangat keras di telinga Youra. Membuat Youra ingin mati saat itu. Kenapa ia selalu menjadi satu-satunya tempat untuk di salahkan? Ia sudah berusaha menjauh tapi ia tak tahu bahwa ternyata Kris tak membiarkannya pergi dan berusaha mengejarnya lagi.

Youra menundukan kepalanya dan tanpa sadar rentetan kalimat keluar begitu saja dari mulutnya.

“Lalu aku harus bagaimana? Apa aku harus mati? Atau aku harus menggantikan Kris Oppa di sana? Aku sudah berusaha menjauhinya sebisaku. Aku mengacuhkannya dan menghindarinya setiap saat. Tapi aku tak tahu jika ternyata ini yang terjadi! Kenapa aku harus selalu di salahkan? Apa urusanmu memangnya? Kau bukan siapapun bagi Kris Oppa! Kau meninggalkannya dulu bukan? Lalu kenapa sekarang kau berpura-pura baik dan menginginkannya kembali? Aku memang anak-anak yang tak bisa melakukan apapun! Aku memang pengecut! Aku memang seharusnya di salahkan! Lalu kenapa sekarang tidak kau bunuh saja aku!”, teriak Youra histeris. Ia menarik kasar tangan Yoona dari pundaknya dan menatap Yoona dengan dua matanya yang sudah di basahi oleh air mata. Youra berlari kencang hingga keluar rumah sakit dan terduduk pada bangku taman di sana. Memeluk erat kantung kertas di pangkuannya.

Ia menghembuskan napasnya lelah dan berjanji pada dirinya sendiri. Ia akan melupakan semua perkataan Yoona. Ia akan mengikuti kata hatinya sendiri. Maka ia akan mempertahankan Kris. Ia akan mempertahankan dirinya dan seperti harapan Kris pada malam itu, ia akan memulainya lagi dari awal.

~**^^**~

Pandangan lurus Chanyeol yang terarah pada suasana taman rumah sakit teralih ketika ia mendengar suara pintu ruangannya terbuka. Perlahan Chanyeol menoleh dan mendapati Jae In melangkah mendekat. Menghampiri Chanyeol dengan senyum khawatir.

“Kau kesini?”, tanya Chanyeol yang kemudian segera menatap jam dinding dan mendapati ternyata waktu bergulir dengan sangat cepat dan senja sudah menanti.

“Ya. Aku ingin menjenguk Oppa. Keluarga Oppa sudah datang?”, tanya Jae In. Ia meletakkan kantung kertas kecil berisi bubur hangat di meja samping tempat tidur Chanyeol. Mengambil mangkuk putih dan sebuah sendok lalu menyiapkan makanan itu untuk Chanyeol.

“Begitulah. Mereka kesini.”, kata Chanyeol dengan wajah sumringah. Berbeda dengan keadaan sebenarnya, Chanyeol selalu bisa tersenyum. Menunjukan wajah ceria walaupun hatinya sedang menangis mengingat kejadian malam kemarin.

“Oppa tampak senang?”, tanya Jae In lagi. Ia mengambil mangkuk itu dan memberikannya pada Chanyeol. Chanyeol mengambil bubur itu sambil tersenyum senang dan menyuapkan satu sendok bubur ke dalam mulutnya.

“Terima kasih. Akhirnya aku bisa makan sesuatu yang di buat di luar. Bukan dari rumah sakit.”, kata Chanyeol senang. Jae In tersenyum dan menunggu Chanyeol menjawab. Chanyeol yang merasakan keheningan di antara mereka berdua menatap Jae In sekilas dan menurunkan letak mangkuknya ke pangkuannya di tempat tidur.

“Ayahku adalah pria yang tegas dan keras. Ia jarang menunjukan kasih sayangnya. Berbeda dengan Ibu-ku. Maka ketika aku sakit seperti ini, aku bisa melihat ayahku khawatir dan menunjukan kasih sayangnya padaku. Dan satu lagi. Aku bisa melihat Ibuku menangis… Hahaha~ Rasanya jarang sekali…”, jawab Chanyeol ringan. Jae In tertawa dan memukul tangan Chanyeol pelan.

“Oppa masih bisa membuat orang tertawa di saat seperti ini. Hebat.”, kata Jae In masih tertawa. Ia menatap mata Chanyeol yang juga menatapnya lekat. Mereka terdiam sebentar dan keheningan yang hanya diisi tatapan mata itu terpecah ketika suara sendok yang membentur mangkuk akibat tangan Chanyeol.

“Bukankah itu yang membuatmu menyukaiku?”, tanya Chanyeol.

Jae In membelalakan matanya seketika. Wajahnya berubah merah dan ia tak tahu harus berbuat apa. Chanyeol yang menyadari reaksi Jae In segera berdeham dan menyantap makanannya lagi dengan cepat hingga tersedak.

Jae In dengan sigap mengambil air putih di meja yang berada di dekatnya dan memberikan minuman itu pada Chanyeol.

“Hati-hatilah ketika makan.”, kata Jae In khawatir. Guratan wajahnya yang merah masih tergambar di sana.

“Kim Jae In.”, Chanyeol menggenggam tangan Jae In dan menatap matanya lekat.

“Kau tak ingin jujur padaku?”, kata Chanyeol kemudian. Jae In menunduk dan menghembuskan napas. Jantungnya berdegap tidak karuan saat itu. Begitu cepat dan ia tak tahu harus bagaimana. Ia menatap Chanyeol sekali lagi dan menguatkan hatinya.

Ya atau tidak sama sekali.

“Oppa. Aku menyukaimu sejak dulu.”, kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulut Jae In. Hatinya terasa lega saat itu. Beban yang ia pikul akhirnya dapat ia keluarkan. Dan apapun yang akan Chanyeol katakan nanti, Jae In akan menerimanya.

Wajah Chanyeol terlihat berbeda dari sebelumnya, wajahnya terlihat serius dan kemudian wajah Chanyeol semakin lama berubah menjadi cerah. Ia mengangguk pelan dan dengan perlahan mendekatkan tubuhnya ke arah Jae In.

Tubuh Jae In terasa hangat ketika tangan Chanyeol melingkar di tubuhnya dan Chanyeol menyandarkan kepalanya di pundak Jae In. Rasanya Jae In ingin menangis saat itu. Ini adalah hal pertama baginya. Akhirnya Chanyeol melihatnya.

“Oppa.”, suara Jae In yang terdengar sangat pelan bahkan seperti berbisik itu membuat Chanyeol menggerakan tangannya untuk melepas pelukan Jae In dan menatap perempuan di depannya ini.

“Ya?”

“Aku sudah jujur padamu. Aku mungkin tak tahu apa jawabanmu. Tapi, jangan berharap kalau aku bersedia menjadi pelampiasanmu.”, Jae In menghembuskan napasnya dan menatap wajah Chanyeol lagi setelah menunduk cukup lama ketika ia berbicara.

“Ya. Aku janji.”

Walaupun ia tak tahu apa yang Chanyeol akan lakukan. Apakah pria itu akan membalas perasaannya atau tidak, biarkan waktu yang menjawab. Tapi kini, Jae In hanya ingin merasakan pelukan Chanyeol lebih lama lagi di tengah-tengah ruangan yang hanya di terangi oleh cahaya matahari senja dari jendela di samping mereka.

~**^^**~

Youra menggenggam sebuah handuk putih yang lembut dan mencelupkan handuk itu pada sebuah mangkuk berisi air hangat. Memerasnya untuk mengurangi kadar air yag terserap dan dengan sangat lembut juga di penuhi ke hati-hatian, ia mengusapkan handuk itu lembut pada wajah Kris. Membersihkan sedikit wajahnya dan memberikan beberapa obat pada luka kecil di wajahnya dan menutupnya dengan plester luka.

KRIET

Pintu ruangan itu terbuka dan Youra melihat seorang wanita dengan senyum yang ramah pada dirinya balas menatap Youra. Wajah wanita itu tampak asing. Youra baru saja akan berdiri sebelum Jae Joong memasuki ruangan itu dan menyapa Youra.

“Bagaimana keadaanmu? Baik-baik saja?”,tanya Jae Joong. Your mengangguk dan berdiri dari kursinya.

“Kenalkan. Ini Victoria. Dia asisten Kris di kantor sekaligus teman kecil kami berdua dan… Yoona.”, kata Jae Joong sedikit terhambat di akhir. Victoria segera berjalan mendekati Youra dan menjabat tangan Youra.

“Kau pasti Youra kan? Kau hebat bisa membuat Kris tergila-gila padamu.”, kata Victoria sambil tertawa kecil. Youra tampak terkejut saat itu tapi dengan senyum dari Victoria, suasana menjadi lebih hangat.

“Victoria. Kau membuatnya terkejut.”, kata Jae Joong yang kemudian mengambil handuk di tangan Youra dan melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda itu.

“Ayolah Jae, memang benar kan? Kris sempat tak bisa mengerjakan apapun di kantor karena Youra? Berarti Youra memang sangat hebat. Benar kan?”, tanya Victoria pada Youra yang masih terdiam dengan wajah memerah.

“Aku tak berani membantah.”, kata Jae Joong sambil mengedikkan bahunya. Victoria melangkah mendekati Jae Joong dan mengambil handuk di tangannya.

“Biar aku. Kau tak cocok melakukan ini. Jika perawat tak tahu kau ini adalah saudara Kris, mereka mungkin akan mengiramu dan Kris pasangan Gay.”, kata Victoria sambil menjulurkan lidah mengejek Jae Joong.

“Yak!”, teriak Jae Joong tak suka.

“Apa? Jae ayolah~ Wajahmu memang cantik.”, kata Victoria.

“Kau tahu sebenarnya Youra yang lebih berhak.”, bantah Jae Joong.

“Astaga kau benar! Youra sungguh aku minta maaf~ Benar-benar maaf. Kau pasti tak suka dan cemburu karena aku menyentuh pacarmu ini.”, kata Victoria yang kemudian berlari menuju Youra dan memberikan handuk itu pada Youra.

“Tak apa Eonni. Sungguh. Lagipula aku belum berpacaran dengan Kris Oppa.”, kata Youra sambil tersenyum. Setidaknya ia masih mempunyai orang-orang yang mendukung dan menghiburnya saat ini.

“Belum berpacaran? Astaga? Kalian belum berpacaran?”, tanya Victoria bingung.

“Dasar ketinggalan jaman.”, kata Jae Joong.

~**^^**~

Youra terduduk pada salah satu sofa di ruangan itu bersama Jae Joong selagi Victoria sibuk mengobati luka-luka Kris.

“Oppa.”, panggil Youra. Jae Joong menoleh ke arahnya dan menunggu Youra mengatakan sesuatu.

“Sebenarnya. Bagaimana hubungan Kris Oppa dan Yoona-ssi sebenarnya?”

Victoria menoleh pada Jae Joong saat itu. Dan dengan cepat Jae Joong menatap mata Victoria. Memberikan isyarat agar wanita itu saja yang menjelaskan.

“Youra-ya~ Kau belum tahu?”, tanya Victoria yang di balas dengan gelengan dari Youra.

“Mereka dulu berpacaran. Sudah lama sekali. Dan Yoona adalah satu-satunya orang yang berhasil membuat Kris bangkit dari keterpurukannya karena kehilangan seorang ibu. Dan dulu, aku, Jae Joong, Kris, Yoona dan satu orang lagi yang bernama Nickhun adalah sahabat. Tapi entah beberapa tahun yang lalu, mungkin sekitar lima tahun atau lebih, ketika Kris semakin yakin dengan Yoona, entah apa yang ada di pikiran wanita itu, tapi Yoona justru meninggalkan Kris. Membuatnya patah hati. Padahal yang ku tahu, Yoona adalah cinta pertama Kris.”, akhir Victoria.

“Lalu?”, tanya Youra karena merasa Victoria belum menceritakan semuanya. Tapi kini Jae Joong yang bercerita. Mengambil alih peran Victoria yang ia yakin tak akan mau menceritakan kisah berikutnya.

“Lalu, setelah Yoona meninggalkan Kris, kami baru tahu bahwa sejak dulu, Yoona dan Nickhun berhubungan di belakang kami. Dan sayangnya Nickhun adalah kekasih Victoria. Lalu mereka, maksudku Yoona dan Nickhun pergi bersama ke Kanada. Meninggalkan kami. Dan semenjak itu Kris kacau. Aku tak bisa menceritakan bagaimana ia dulu, tapi ia memang sangat berandalan. Jika kau melihatnya sekarang dan dulu, itu sangat berbeda. Dan ia bisa berubah lebih baik pun hanya karena Jae In. Mungkin ia sadar bahwa Jae In sudah mulai dewasa dan mengerti segala hal. Maka karena itu ia berubah menjadi lebih baik. Bagaimanapun Jae In juga menjadikannya panutan.”

“Berarti Kris Oppa sangat menyayangi Jae In?”, tanya Youra.

“Pasti. Youra~ya, Jae In adalah satu-satunya saudara yang masih memiliki aliran darah yang sama dengan Kris. Karena Jae Joong tidak. Dan anehnya dulu Kris belum bisa menerima Ibu Jae Joong sebagai Ibu-nya. Dan ketika Jae In lahir, Kris baru bisa menerima hal itu. Bahkan kalau aku melihat Kris sekarang, ia terlalu banyak mengalami tekanan sebenarnya.”, kata Victoria dengan wajah sedih dan prihatin.

“Oppa. Eonni. Apa yang menyebabkan Ibu kandung Kris Oppa meninggal?”, tanya Youra. Matanya kini sudah kabur dengan air mata. Entah kenapa tapi ia sedikit tidak percaya dengan semua ini. Rasanya ia belum pernah mendengar satu kata yang mengungkapkan kesedihan Kris tentang masa lalunya.

“Ibu kandung Kris meninggal karena sakit. Tapi aku tak tahu penyakit apa tepatnya. Tapi yang pasti, yang membuat Kris kecewa adalah karena Ayahnya tak mau memberi tahu Kris penyakit Ibunya sejak awal. Ayahnya dan Ibunya selalu mengatakan bahwa Ibunya hanya sakit biasa. Tapi Kris merasa sesuatu yang aneh pada Ibunya lama kelamaan. Dan ketika ia mengetahui itu. Ibunya meninggal. Youra?”, Tanya Jae Joong di akhir.

“Ya?”, jawab Youra sambil mengusap air matanya.

“Kau pernah merawat Kris saat demam bukan? Kau tahu bagaimana reaksinya saat harus meminum obat?”, tanya Jae Joong. Youra mengangguk.

“Dulu, aku dan ayah pernah membawanya ke psikiater. Dan hasilnya memang sedikit aneh. Kris mempunyai trauma tersediri pada obat. Itualah kenapa ia tak mau meminum obat jika sakit. Awalnya kami masih ingin mendengar penjelasan dari Kris sampai ia jujur pada kami. Bahwa sejak kecil sebelum Ibunya meninggal, diam-diam ia sering melihat Ibunya kesakitan sambil meminum obat-obatan. Dan anehnya, Ibunya meninggal ketika Kris baru saja memberika obat pada Ibunya. Tapi bukan berarti Ibunya teracuni karena obat. Tapi ayahnya yakin karena penyakit ibunya memang sudah tak bisa di sembuhkan dengan obat. Maka dari itu Kris membenci obat-obatan. Mungkin aneh tapi saat ia tidak sadarkan diri saat ini dokter sudah mencoba memasukan obat pada tubuh Kris tapi tubuhnya menolak.”, kata Jae Joong.

Youra mengangguk paham. Ia sudah mengetahui semuanya. Ia sudah mengerti semuanya. Dan bodohnya ia menyakiti laki-laki yang ternyata begitu rapuh di dalam.

~**^^**~

Bumi terus berputar, dan itu berarti waktu terus bergulir. Tiga hari sudah Youra menunggu Kris agar sadar. Tapi hasilnya nihil. Youra terkadang menghabiskan waktunya dengan Chanyeol untuk sekedar berbicara satu sama lain dan meluruskan masalah yang ada. Dan ini adalah titik puncak dimana Youra sangat mengharapkan Kris agar sadar. Ia bahkan sudah menyerah dan memutuskan untuk kembali ke rumah dan tetap datang ke rumah sakit sesekali.

Sore ini, Youra berjalan memasuki gedung rumah sakit. Memasuki lift dan menyapa beberapa perawat yang sudah mengenalnya belakangan ini. Ia ingin menemui Kris dan merawat laki-laki itu lagi. Kabar baik yang ia bisa syukuri saat ini adalah karena Chanyeol sudah keluar dari rumah sakit dan masih dapat berhubungan baik dengannya.

Youra melangkah di koridor rumah sakit dan berbelok ke kanan menuju satu ruang. Ruangan kamar Kris. Youra dengan perlahan membuka pintu itu dan seluruh tubuhnya terasa membeku dan ia bisa merasakan jantungnya lama kelamaan berdenyut dengan sangat nyeri. Rasanya seperi sebuah duri mengganjal di sela-sela jantungnya.

Di sana. Di tempat tidur, Youra melihat Kris. Sadar. Ya Kris sudah sadar.

Tapi bukan itu yang membuat Youra serasa ingin mati sekarang. Ia melihat dengan jelas Kris terduduk di tempat tidurnya sambil memeluk Yoona. Entah darimana sehingga Yoona ada di sana dan bagaimana Kris bisa memeluknya, tapi yang pasti Youra hanya mendengar suara pintu tertutup di belakangnya dan Kris juga Yoona menoleh menatapnya.

“Youra?”, itu adalah kata pertama yang Youra dengar setelah Kris kembali sadar. Youra merindukan suara itu. Bahkan ia sempat berpikir ia tak akan mendengar Kris berbicara lagi.

 

~To Be Continued~

Author’s Note: Ini bener-bener parah… Author lega sih udah bisa nyelesain Chapter ini. Tapi yang Chapter 10 Author masih harus mencari cerita-cerita penghubung. So~ Mungkin akan sedikit lama dan Chapter 10 bakal panjang. Tapi bener deh. Author akan berusaha sebaik-baiknya. Karena di Chapter ini Author pengen banget ngeletakin TBC di situ… TT_TT Full of stress! Dan Author buat Kiss Scene! Liat kan? Wkwkwkwk Kiss Scene abal-abal karena Author belum pernah jadi Author susah mendeskripsikannya. Lagipula Author masih anak-anak. Tapi tenang aja kalo gak puas sama Kiss Scene mungkin di next Chapter ada lagi? Wkwkwk soalnya Author udah dapet izin dari ortu buat nulis Kiss Scene~ Kekekekekeke… Oh iya jangan lupa RCL! Ini Author kasih bocoran kalo sebentar lagi Saranghaeyo Ahjussi tamat! Yuhuhuhuhuhuhu~ Makanya kalo misalnya RCL sedikit Author bakal susah lanjutin… Btw, Sorry Readersdeul kalo ada kesalahan dan Thanks yang sudah baca dan Author harap mau Comment! Jangan bosan nunggu Chapter selanjutnya! Semoga cerita ini bisa selalu diinget sama Readersdeul! See you^^ Jangan lupa Visit Blog Author ya. Address-nya udah di ganti jadi Imaginepiggy.wordpress.com

 

20 pemikiran pada “Saranghaeyo Ahjussi (Chapter 9)

  1. thor ane baru baca chap 9 nih eh tapi kayanya udah pernah koment di chap 2 atau 3 wkwkw
    itu tbc seriusan mesti ditendang dari situ>.< lagi seru masa._.
    next chap 10nya di tunggu hohoh

  2. pasti klo di part akhir, ceritanya menegangkan dan bikin penasaran.. yoohoo, author… you are the best deh. wkwk, aku sm chanyeol nunggu kelanjutannya ya. #apaan sih. wkwk. 🙂

  3. aduh aduh sesek..
    butuh kipas,
    #kipas2
    onni jahat bgt sich..
    kata2 nya kasar bgt..
    tp berkat tu youra jd sadar kalo salah kan..
    huhft apa lg ni d akir..
    gag mgkn yoona onni n kris balikan kan..
    arghhh andwae..
    next ^^

  4. oh apa yg terjadi ha? knapa kris sadar tau tau meluk yoona eonni? omona… jangan2 dia lupa ingatan sedikit? dia lupa kalo cinta sama youra? aigooo merumitkan -_-” aku mau lanjut ke chapter 10 ne soalnya geregetan. anyeong author jjang! ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s