Family, Love and Feeling (Chapter 4)

Family, Love and Feeling (Chapter 4)

Author : Do Sang Hwa

Genre: Romance, Comedy maybe.-.

Main Cast : KaiSoo & HunHan

Maaf demi apa ini ff udah aku anggurin ampe satu tahun, gila satu tahun-_- ini gara-gara efek maen rp jd aku lupa cara menulis ff lagi masa L (curcol). Ada yang masih ingatkah ff ini? “Gaaaak” </3 ini ff semacam kambek aku mungkin, hahaha. Makasih buat like dan komennya, sangat aku hargai J

zsgr

Di sebuah ruangan di rumah keluarga Cho entah kenapa terasa begitu menegangkan. Tapi tidak bagi sepasang suami istri yang setelah 5 tahun menunggu, akhirnya menghasilkan penantian yang tidak sia-sia.

“Kamsahamnida.” Ucap Chanyeol yang membuyarkan lamunan Kyuhyun dan Sungmin. “Gomawo karna telah merawat anak kami. Kalau Kyungsoo tidak ditemukan oleh kalian saya tidak tahu gimana dengannya nanti.” Ucap Chanyeol sambil tersenyum tulus. “Tapi D.O anak kami.” Ucap Sungmin. “Bagaimana kalian bisa mengatakan bahwa D.O kami adalah Kyungsoo anak kalian? Mungkin mereka hanya mirip saja.” Terang Kyuhyun.

“Dari perasaan kami sebagai orang tua, kami bisa merasakan kalau D.O adalah Kyungsoo. Sejak kecil kami yang merawatnya, kami bukan orang tua yang gampang menitipkannya pada baby sister. Sebisa mungkin kami selalu menyediakan waktu untuknya, entah bermain atau belajar. Setiap hari kami habiskan waktu bersama. Walau suami saya lelah karna pekerjaannya, tapi setiap Kyungsoo mengajaknya bermain atau memintanya membantu mengerjakan PR dia tidak pernah menolak. Saat Kyungsoo menghilang dan tidak ada kabar, kami benar-benar merasa sakit. Dan saya merasa sangat tidak berguna. ” Jelas Baekhyun sampai tidak terasa airmatanya menetes. Chanyeol pun mengusap punggung Baekhyun, mencoba menenangkan istrinya itu. “Uljima.” Ucapnya di telinga Baekhyun.

“Mian.” Ucap Sungmin akhirnya. “Saat saya hamil, kami sangat bahagia. Tapi karna terjadi kecelakaan kandungan saya tidak bisa diselamatkan. Dan disaat itu, dokter mengatakan kalau saya tidak bisa mempunyai anak lagi. Saya benar-benar sedih, rasanya seperti hancur berkeping-keping. Kami bisa saja mengadopsi anak, tapi saya takut tidak bisa merawat anak itu dengan baik. Sampai akhirnya kami menemukan D.O. Mian karna tidak memikirkan perasaan kalian, semenjak ada D.O kami merasa menjadi keluarga yang utuh. Tapi ternyata selama itu kalian merasa sakit. Maafkan kami.” Ucap Sungmin menunduk.

“Gwenchana, yang penting kami sudah tau Kyungsoo aman bersama kalian.” Jawab Chanyeol. “Kami akan memberitahukan hal ini pada D.O. Tapi kalian harus tau kalau D.O itu amnesia. Karna itu dia tidak mengingat kalian sebagai orangtuanya. ” Jelas Kyuhyun. “Sejak kapan?” Tanya Chanyeol khawatir. “Sejak kami menemukannya dengan luka di kepalanya.” Jawab Kyuhyun. “Apakah itu permanen? Maksud saya apa ingatannya tidak akan bisa kembali?” Tanya Baekhyun khawatir. “Bisa, mungkin dengan adanya kalian ingatannya akan kembali. Tapi apakah nanti saat ingatan D.O kembali, kami dapat mengunjunginya lagi?” Tanya Sungmin ragu.

“Tentu, kalian juga orang tuanya. Saya tau kalian sangat menyayangi Kyungsoo. Gomawo. Bagus kan, berarti sekarang Kyungsoo punya dua orang tua.” Jelas Baekhyun dengan senyum manis tergambar di wajahnya. “Kamsahamnida Baekhyun-ssi.” Jawab Sungmin dengan senyum manisnya.

Mereka pernah merasakan yang namanya kehilangan, dan mereka tau hal itu merupakan sesuatu yang menyakitkan. Maka itu mereka saling mengerti dan dapat memahami satu sama lain. Di lain tempat, tepatnya di sebuah kamar. Kamar D.O atau yang sekarang bisa kita sebut Kyungsoo. D.O mendengar semua yang terjadi di ruang tamu rumahnya itu. Entah perasaan apa itu, tapi ia merasa tenang. Walau ingatannya belum pulih. Tapi ia yakin suatu saat ingatan itu pasti kembali.

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Keesokan harinya ^^

“Gue denger ada anak pindahan baru lg ya? Kalau ga salah katanya itu sodaranya Yoona loh.” Ucap Suho memecahkan keheningan yang terjadi pada ke 5 temannya itu. “Jangan-jangan…, eh siapa namanya?” Tanya Chen cepat. “Kalau ga salah sih namanya Krystal.” Jawab Suho santai. ‘JLEGEEER’ bagai kesamber petir, Sehun, Xiumin, Lay, dan Chen pun langsung membatu ngedengernya. Gimana engga? Mereka kan bermaksud menjauhkan Krystal dari Luhan. Nah kalau udah satu sekolah bisa ketauan lah masalah pertunangan Sehun.

“Lo pada kenapa sih? Jadi keliatan tegang gitu. Ada masalah?” Tanya Suho khawatir. “Eh..em, engga. Hehehe.” Jawab Sehun sambil nyengir gaje. Biarlah masalah itu mereka yang menyelesaikan. Kasian Suho udah galau gara-gara Kyungsoo.

“Saatnya lo beraksi.” Bisik Chen pelan. “Ih kenapa jadi gue yang kena sih?” ucap Lay lemes. “Sorry Lay, tapi lo satu-satunya harapan gue.” Jawab Sehun melas. “Iya Lay, kasian Luhan juga.” Hasut Xiumin. “Iya deh oke.” Jawab Lay pasrah. “Thank you Lay.” Ucap mereka bertiga sambil meluk Lay erat.

Suho yang melihat itupun hanya dapat geleng-geleng kepala. Suho tau pasti ada ‘sesuatu’ yang mereka sembunyikan. Tapi sudahlah, mungkin mereka bisa menyelesaikannya sendiri. Beda dengan Kai yang dari tadi melihat keluar kelas lewat jendela. Senyumnya selalu mengembang setiap ia melihat yeoja itu. Entah kenapa dari dulu semenjak ia bertemu dengan yeoja itu, di otaknya selalu terbayang senyum manis yeoja itu. Dan itu selalu sukses membuat Kai tersenyum.

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

“HAH jadi tunangan sodara lo itu Oh Sehun?” Tanya D.O ngga percaya. D.O dan Yoona yang sedang berjalan di koridor pun menjadi perhatian. “Ssst jangan keras-keras. Ne, dan sekarang kan dia pindah ke sekolah ini.” Jelas Yoona. “What? Pindah kesini? WOW, gue boleh koprol ga?” ucap D.O saking kagetnya. “Lebay lo.” Jawab Yoona.

“D.O!!” teriak Luhan dari jendela kelasnya sambil melambaikan tangannya semangat. “Hoi Luhaaan.” Jawab D.O balas melambaikan tangannya semangat. “Lo kenal Luhan? Dia kan yeoja yang deket sama Sehun sunbaenim.” Bisik Yoona. “Yup, dia temen gue.” Jawab D.O. D.O pun menandakan tangannya ke kelas pada luhan, karna dia akan masuk kelas. Luhan pun mengangguk.

“Dia yeojachingunya Sehun sunbae bkn sih?” Tanya Yoona penasaran. D.O pun mengangguk. “Tapi dia tau ga sih kalau Sehun sunbae mau tunangan?” Tanya Yoona lagi. D.O pun langsung menatap Yoona. “Lo sayang ga sama sodara lo?” Tanya D.O. “Sayang lah, maka itu gue kurang setuju dia sama Sehun sunbae. Habis setau gue Sehun sunbae keliatan sayang banget sama Luhan. Gue takut Krystal sakit hati.” Jelas Yoona. “Lo bener, Sehun oppa sayang banget sama Luhan. Soal pertunangan itu, semua ga sengaja. Maka itu gimana caranya supaya mereka pisah. Lagian kan kasian juga kalau Krystal sodara lo itu patah hati.” Ucap D.O.

“Lo kok tau banget sih, lu kenal deket Sehun sunbae bkn?” Tanya Yoona penasaran. “Yah lumayan. Dia udah gue anggap kaya oppa gue sendiri. Dan gue juga ga mau Luhan sedih.” Terang D.O. “Sama, gue juga gamau Krystal sedih. Tapi masalahnya Krystal tuh suka banget sama Sehun sunbae.” Jelas Yoona. “Mending kita cari solusi bareng sama Sehun oppa nanti.” Jawab D.O akhirnya.

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Sepulang sekolah, rencana D.O adalah berdisukusi dengan Sehun tentang masalah “pertunangannya” itu di Mall dekat sekolah mereka. Tapi tanpa disangka-sangka Sehun tidak sendiri. Ia membawa Chen, Lay, Xiumin, dan orang yang tidak ia suka, tp entah kenapa ia merasa ada sesuatu yg merambat hatinya saat melihat orang itu, membuatnya susah untuk tidak suka, Cuma sebel. (Lah apa bedanya-_-)

“Oppa, kita mau bahas masalah itu tp kenapa oppa bawa rombongan satu kampung?” ucap D.O kesal. “Mereka juga termasuk orang-orang yang tau masalah gue ini, ya kecuali yang satu ono” lirik Sehun pada Jongin. D.O pun otomatis mengikuti arah mata Sehun, dan saat itu juga mereka saling berpandangan. D.O pun segera mengalihkan pandangannya.

“terus kenapa diajak?” Tanya D.O kesel. “Abis pas gue bilang mau ketemuan ama lo dia langsung ngotot pengen ikut-_-“ jawab Sehun dengan muka datarnya. “Yaudahlah, bubur telah menjadi aer” jawab D.O asal, saat itu juga Sehun pun menjitak D.O “Aw ish appo” runtuk D.O sambil mengusap-usap kepalanya. “Lagian udah bagus nasi telah menjadi bubur, tp malah dibikin aneh” ucap Sehun. “Hak dong!” protes D.O. akhirnya mereka berdua pun kembali ke meja.

“Jadi siapa yang mau nlaktir nih?” ucap Lay polos. Dan seketika mereka semua membeku kaya ingus(?) (gak nyambung oke sip-_-) “Lay sunbae mau ditlaktir? Sama Yoona aja. Hahaha” jawab Yoona yg menghilangkan kebekuan yg lengket ini(?) Sebenernya Yoona udah ngakak aja denger kata-kata Lay. Kalo di liat-liat Lay sunbaenya itu polos pake banget gak pake aja.

“Gue juga mau dong” sambung Chen. “Eh..em.. kalo oppa, Oppa aja yg nlaktir Yoona, hehe.” Ucap Xiumin yg membuat Chen dan Lay nahan ketawa. Mereka berempat pun sibuk dengan obrolan yang menyenangkan, dengan Chen yang asal ceplos, Lay yang polos dan bisa dibilang oon, serta Xiumin yang grogi dan senang secara bersamaan. Akhirnya ia bisa berdekatan dengan Yoona. Sedangkan Yoona? Dia menikmati obrolan itu sambil sesekali melirik Kai, yah walau masih ada rasa tapi tidak sebesar dulu. Malah Yoona rada sebel sama Kai-_-.

Tapi saat Yoona melihat Kai, selalu seperti itu, wajah Kai yang selalu sedang menatap wajah D.O dengan pandangan yang tidak bias dijelaskan. Tidak jauh beda dengan Sehun, Sehun yang sedang berbincang-bincang dengan D.O pun sesekali melirik Kai yang hanya diam saja, tapi tidak bengong. Kai terus menatap D.O. Oh seperti orang bodoh Kai sekarang, yah walau tidak bias dipungkiri dia tetap keren menurut author. Kekeke~

D.O yang menjadi tontonan bagi Kai pun mulai kesal, ia merasa risih, kalau dibilang tidak sadar? Tentu saja tidak. Ia sadar dari tadi Kai memperhatikannya terus. Saat itu juga D.O berdiri dari duduknya dan menarik Kai dari kursinya, menjauh dari teman-temannya itu dan membuat semua melihatnya bingung.

“Oke Kai, stop natapin guenya, gue risih tau.” Ucap D.O kesal. “Emang gue lagi natapin lo? Emng lu ngerasain gitu?” Tanya Kai dengan tampang polosnya. “Em..kayanya sih iya.” Jawab D.O ragu “Tapi bukan kayanya lagi deh. Tapi beneran iya! Emang ada apa sih dengan wajah gue? perasaan wajah gue ga ada yang aneh.” Ucap D.O sambil ngeraba-raba(?) wajahnya. Seketika itu juga kegiatan D.O berhenti karna Kai menangkap tangan D.O. D.O yang digituin hanya diam membeku karna kaget.

“Lo ga inget gue? Lo ngelupain gue? Padahal selama ini gua nyari lu dengan bayangan lo yang susah ilang. Tapi dengan gampangnya lo lupain gue?” Tanya Kai sambil menatap D.O dalam. “Em..Kai gue ga..” ucapan D.O terpotong saat Kai berkata “Kenapa segampang itu? Kenapa lo dengan gampang lupain gue? Tapi kenapa bagi gue itu susah..” ucap Kai menunduk kecewa dan melepas genggamannya pada D.O. D.O yang melihat raut wajah Kai itu pun entah kenapa merasa sedih.

“Denger oke!” perintah D.O. Kai pun mengangkat wajahnya dan menatap D.O dalam “Maaf soal kalo gue ngelupain lo. Gue gatau karna kemungkinan gua lupa ingatan, yeah maybe.” Ucap D.O ragu-ragu. “Tapi emang lo siapa? Maksudnya em..lo siapa gue? Kenapa lo susah ngelupain gue? Kenapa lo keliatan kecewa.. oh mungkin gua kepedean saat bilang lo kecewa. Tapi kenapa lo liatin gue terus sih? Dan sebenernya gue penasaran dengan panggilan lo itu yang em..”uco” kenapa gue ngerasa ga asing dan reflex nyebut ongin?” ucap D.O sambil mengeluarkan unek-unek dan rasa penasarannya.

Kai yang mendengar itupun tersenyum lembut, sangat lembut. D.O yang melihat itupun jadi salah tingkah. “Semua jawabannya karna lo adalah istri gue dan gue adalah suami lo uco.” Ucap Kai yang sukses membuat D.O syok. “Heh lo ngarang banget, gue masih kecil, gue baru kelas 2 SMA. Gimana udah punya suami-_-“ ucap D.O kesal yang berniat pergi meninggalkan Kai dengan ucapan yang menurutnya ngarang pake nget ga pake jah.

Kai pun mengejar D.O dan berkata tepat ditelinganya “gue bakal buat lu inget semuanya, dan buat lu inget gue lagi.” Ucap Kai dengan senyum senangnya lalu berjalan mendahului D.O. membuat D.O juga tersenyum entah kenapa.

Kai dan D.O pun kembali ketempatnya masing-masing, tapi bedanya raut wajah Kai dan D.O sama-sama ya..entah lah, mungkin bisa dibilang gembira(?) tapi yang lain tidak mau ikut campur walau mereka semua sejujurnya penasaran. Oke ralat, amat penasaran. Itu efek kepo yang overdosis sih, tp ntar juga kalo sudah saatnya pasti Kai ataupun D.O bakal cerita.

“Yeah makanan datang.” Ucap Chen dan Lay girang. “Xiumin jangan ditanya, seneng sih tapi untuk sekarang dia perlu menjaga image jangan keliatan alay di depan gebetannya (Lay&Chen: Jadi lo bilang kita alay-_- ; Author: Ga maksud. Wkwk ^-^v)

“Maaf tadi kalian pergi jadi gue nyamain makanannya. Hehe.” Ucap Sehun. “Gpp kok oppa.” Jawab D.O sambil senyum, Sehun pun mengacak-acak rambut D.O karna gemes. Tanpa sadar tatapan Kai seolah-olah tidak suka melihat kedekatan D.O dan sehun. Setelah selesai, akhirnya perbincangan masalah sehun pun dimulai.

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

“Oke, jadi rencana sunbae apa buat ngebatalin pertunangan ini?” Tanya Yoona to the point. “Kok lu tau gue mau ngebatalin pertunangan ini?” Tanya Sehun bingung. “Karna aku tau sunbae ga suka sama saudara aku Krystal. Aku juga ga mau Krystal sakit hati, ya bisa juga pacar sunbae.” Jawab Yoona. Sehun pun membayangkan bagaimana kalau Luhan tau akan hal ini.

“Tunggu, lo tunangan? Sama sodara Yoona?” ucap Kai kaget dengan pembicaraan ini. Sehun pun mengangguk malas. “Luhan?” Tanya Kai lagi. “Dia gak tau apa-apa.” Jawab Sehun dengan raut wajah menyesal. “Oh good.” Ucap Kai kesal.

“Tapi kita udah punya rencana.” Ucap Chen, Xiumin pun mengangguk senang. “Apa apa?” Tanya D.O penasaran. “Noh rencana kita.” Jawab Chen sambil melirik Lay. “Lay subae?” Tanya Yoona yang tidak mengerti. “Buat Krystal yang ngebatalin pertunangan ini. Ya dengan cara buat dia suka sama namja lain, namja itu bisa dicoba sama Lay.” Jawab Xiumin. Yang lain terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Boleh juga, tapi gimana caranya?” Tanya D.O. Lay yang dijadikan tumbal pun hanya menghela nafas malas dan pasrah. Pasalnya Krystal nyebelin, coba kalo manis, lembut, ia pasti langsung menerima tawaran ini dengan tangan terbuka. Akhirnya mereka pun membicarakan rencana mendekatkan Lay dengan Krystal.

“Krystal suka namja cool, pinter, lebih tinggi dari dia, terus apa lagi ya..” terlihat Yoona berfikir. “Itu bukan Lay banget, dia ga cool. pinter? Ada juga lemot. Kalo lebih tinggi..bisa lah, walau Cuma dikit.” Ceplos Chen. Lay yang mendengarnya pun langsung menjitak Chen sekuat tenaga. “Gue cool, pinter juga. Enak aja lo ngatain lemot-_-. Soal tinggi sih kan masih ada masa tumbuh dan berkembang. haha.” ucap Lay malu-malu(?)

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

“Udah pulang?” Tanya Baekhyun saat tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang dan bahunya pun terasa berat karna ada sebuah(?) kelapa eh kepala nemplok disana. “Hmm.” Jawab Chanyeol singkat. “Cape ya? Sana istirahat dulu. Aku bikinin air hangat buat kamu mandi.” Ucap Baekhyun yang berniat meninggalkan Chanyeol. “Jangan bergerak dulu sayang, dengan gini aja ntar cape aku ilang kok.” Ucap Chanyeol sambil mengecup singkat pipi Baekhyun. Membuat pipi Baekhyun bersemu merah.

“Cie langsung merah gitu pipinya, padahal Cuma dicium, belum diapa-apain. Hahaha.” Ucap Chanyeol yang berniat menggoda Baekhyun. “Heh, emang diapa-apin itu maksudnya apa!” balas Baekhyun yang langsung mencubit tangan Chanyeol. “Aw ish appo yeobo. Emang kamu mikir apa sih?” Tanya Chanyeol sambil meringis. “Ya..em..diapa-apin(?)” Jawab Baekhyun ragu. “Ah istriku sekarang pikirannya suka yang menjurus ya…” ucap Chanyeol jail. “Ga menjurus kok ih, YA! habis kamunya yang ngasih jurusan” elak Baekhyun. “Emang kamu ngerti yang menjurus itu apa?” Tanya Chanyeol.

“Aish tau tau! Yang menjurus itu yang begitu-begitu!” jawab Baekhyun saking keselnya. “Eh padahal aku ga bahas yang begitu-begitu loh. Oh… sayangku ini mau yang begitu-begitu? Yaudah ntar malem aja, sekarang masih tanggung, masih sore, Hahaha.” Jawab Chanyeol yang dengan santainya pergi meninggalkan Baekhyun ke ruang tamu. “DASAR PARK CHANYEOL!!!!” Teriak Baekhyun menggelegar.

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

“Masak apa?” Tanya Kris saat melihat Tao sedang mengoseng oseng didapur. “Masak semur jengkol, kamu suka kan?” Tanya Tao sambil  melihat kea rah Kris. “Biasa aja.” Jawab Kris datar. “Bukannya suka?! Kamu kan suka ih!! Kenapa sekarang pas aku bikin jadi ga suka!!” ucap Tao sambil narik-narik kerah baju Kris. “Aduh aduh lepas Tao aku kecekek!” jawab Kris yang mulai sesak napas. “Masakan kamu noh napa ditinggal.” Ucap Kris yang langsung mengalihkan perhatian Tao. “Oh iya lupaaaaa!!!” Tao pun segera berlari ke tempat semula.

“Hampir aja..” ucap Kris lega. “Yaudahlah daripada mubanjir mending mulongsor(apaan-_-) mending aku kasih tetangga aja semur jengkol ini.” Ucap Tao santai. “Eh jangan dong.” Sambung Kris. “Yang ga suka diem aja, jangan banyak omong.” Jawab Tao jutek dengan muka keselnya. “Aku suka.” Jawab Kris singkat. “Tapi tadi…”

“Ya ga usah ditanya maksud aku, kamu kan udah tau. Ngapain pake ditanya.” Jawab Kris santai. “Alah eta suami saha! Ngeselin amat-_-“ ucap Tao yang udah diambang batas kesabaran terdalam(?) “Ya suami kamu lah siapa lagi cinta.” Jawab Kris sambil memeluk Tao dari belakang. “Idih, punya suami kaya begitu? Mikir-mikir lagi deh.” Jawab Tao. “Gausah dipikirin, ntar jadi naksir.” Balas Kris. “udah naksir sih.” Jawab Tao polos. “Tuh kan, makanya jangan dipikirin, mending diituin(?)” jawab Kris dengan senyum sesuatunya.

Tao pun mematikan kompor dan membalikan badannya. “Diituin? Maksudnya?” Tanya Tao polos. “Mau tau ga nih? Mau tau banget apa aja?” Tanya Kris jail. “Mending banget apa aja?” Tanya Tao bingung. “Banget aja, biar pake praktek.” Jawan Kris seneng. “Yaudah deh banget aja.” Jawab Tao bener-bener polos. “Yaudah ayo aku kasih tau, mumpung Jongin belum pulang.” Ucap Kris sambil menarik Tao. Tao pun nurut-nurut aja masuk ke kandang macan. “Hahaha senangnya dalam hati, punya istri begini.” Ucap Kris dalam hati. (ampun deh Tao T.T)

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Kembali ke Foodcort^^

“Oke semua setuju kan?” Tanya Sehun pada teman-temannya itu. Semua pun mengangguk setuju. “Aku setuju, bagus-bagus aja sih idenya. Lagian Lay sunbae juga ga jelek kok.” Jawab Yoona membuat Lay yang mendengarnya pun senang. “Kalo bisa jangan ampe Luhan tau, ya walau kemungkinan dia tau bakal lebih besar.” Jelas D.O. “Ehm, ada apa nyebut-nyebut nama gue?” Tanya Luhan yang entah tiba-tiba ada di belakang D.O. semua yang melihat itu pun langsung diam membeku, bingung mau jawab apa.

“Lu, kamu kesini sama siapa?” Tanya Sehun mengalihkan perhatian. “Sulli sama Suho, beli keperluan buat eskul tataboga. Kamu kesini kenapa ga ngajak-ngajak aku ih cutau.” Jawab Luhan dengan wajah cemberutnya. “Ga gitu, ini em.. itu..em..” elak Sehun yang kehabisan kata-kata.

“Luhan!” teriak Sulli sambil berlari kearah Luhan. Dibelakangnya ada Suho yang jalan dengan santainya. “Dikirain diculik, hehe.” Ceplos Sulli yang langsung mendapatkan jiatakan dari Luhan. “Enak aja, emang gue anak kecil apa.” Jawab Luhan kesal. “Woy Suho.” Ucap Trio Chen, Lay, Xiumin sambil melambai-lambai(?)

“Tau gitu tadi gue bareng aja berangkatnya ama lu pada dari pada ama nenek-nenek rempong ono.” Ucap Suho melirik kearah Luhan Sulli. “Kita denger oppa.” Timpal Sulli dengan death glearenya. “Hii serem” ceplos Suho. “Eh ngomong-ngomong kalian ngapain disini? Kok banyakan?” Tanya Suho sambil melihat sekeliling, dan Tepat saat melihat D.O. matanya tidak berniat untuk melihat yang lain. Dirinya hanya terpaku pada sosok itu. “Kyungsoo?” Ucap Suho pada D.O. Dan yah D.O hanya bisa pasrah jika seseorang sudah menyebutkan nama Kyungsoo lagi padanya, pasalnya ia sekarang tidak mungkin mengelak karna memang kenyataannya dia Kyungsoo.

“Ya? Apa kita kenal?” Tanya D.O pada Suho. “Jadi lo beneran Kyungsoo kan? Gue ga salah kan?” Tanya Suho. “Maybe.” Jawab D.O bingung. “Oh tunggu, lo beneran Kyungsoo? Serius kan? Tapi kenapa pas gue bilang Kyungsoo waktu itu lo ga ngaku?” Tanya Luhan sama syoknya dengan Suho.

“D.O lupa ingatan.” Jawab Kai. Semua yang mendengar itu pun kaget, bukan karna itu aja, mereka juga kaget karna ‘kenapa Kai bisa tau?’ Mereka pun melihat kearah Kai dan D.O bergantian. “Bisa ga jangan liatin gue gitu? Gue risih.” Ucap D.O sebel.

“Jadi kyungsoo yang selama ini lu maksud itu?” Tanya Chen di telinga Suho. Suho pun hanya mengangguk mantap. “Wow pertemuan yang ga terduga.” Ceplos Lay. “Ini Kyungsoo yang lu cari-cari?” bisik Sehun ditelinga Kai. “Yes.” Jawab Kai mantap.

“Kenapa disini gue ngeliat dua kubu ya.” Ucap Yoona pelan. “Sama..” sambung Luhan yang berada di sebelahnya. “Eh…” Yoona pun menengok ke sebelah. “Oh hallo, Luhan imnida.” Ucap Luhan memperkenalkan dirinya. “Hallo Luhan, Yoona imnida.” Mereka berdua pun tersenyum ramah. “Ikutan dong, Sulli imnida. Hehe.” Sambung Sulli membuat Yoona terkekeh.

“Sorry kalau gue ga inget apa-apa soal kalian, gue juga baru tau ini kemarin.” Ucap D.O dengan wajah menyesalnya. “Gapapa, oppa ngerti, jangan sedih lagi.” Ucap Sehun sambil menepuk pelan bahu D.O. “Em mau malem, pulang yuk.” Ceplos Sulli. Membuat semua menyadari sekarang sudah jam 06.PM.

“Lulu, kamu pulang bareng aku ya.” Ucap Sehun pada Luhan. “Tapi Sulli…” jawab Luhan ragu. “Gue dijemput, tenang aja. Hehe.” Jawab Sulli ramah. “Yoona pulang bareng oppa ya, udah malem ga baik pulang sendiri.” Tawar Xiumin. “Eh.. em..”pikir Yoona. Akhirnya ia pun mengangguk setuju. Lay, dan Chen membawa motor masing-masing. “Mau pulang bareng?” tawar Suho pada D.O atau sekarang bisa kita sebut Kyungsoo.

“Ga usah, gue bisa nganter istri gue pulang kok.” Tolak Kai yang membuat semua mata kembali tertuju padanya. “What? Kai SUAMI Kyungsoo?”

Sepertinya Kai dan Kyungsoo belum cukup membuat semua teman-temannya kaget.

END tapi boong. Wkwk

TBC

Oh iya maaf kalo kata-kata aku kurang bagus ya, trus aku ga bisa pake yg terlalu korea-korea. Payah ih L dan maaf cuma pendek, mungkin chap selanjutnya bakal lebih panjang, dan lebih focus kisah para pelajar SMA ono. Hehe. Dan maaf lagi kalo banyak typo. Terimakasih^^

 

Iklan

10 pemikiran pada “Family, Love and Feeling (Chapter 4)

  1. Aduh Uco kamu kok lupa ingatan gitu sih? Kan kasian itu onginnya. Ah, jwesonghamnida baru comment aku lupa buat comment soalnya ceritanya bene-bener bikin gue pengen jungkir balik gitu….. gomawo buat author

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s