Possibility (Chapter 1)

Author                  : boogy_ah (park soul ah) @paulfash

Main cast            : Kim Jongin as Kai

Jung Minji as Minji (OC)

Other cast           : Xi Luhan as Luhan

Kim Nami as Nami (OC)

And the other? Find it by your self

 

Genre                   : romance, sad, school life etc.

Length                 : multi chapter

Songfic                                : Since I Met You by Josh Kay

Hallooo~!!! Boogy balik lagihhh \^0^/  kali ini aku publish fanfic chaptered pertamaku, hehheh  #emang ude berapa fanfic yang lo bikin thor?-__- *plaakk.  Btw, boogy mau cerita sedikit boleh? *gaada yang dengerinX_X

jadi gini… pertama, aku tahu music k-pop mulai dr 2011 dan baru mulai mengenal k-pop Februari 2013 kemarin. Baru? Ya, I’m new born kekkekk. Itu sebabnya aku gatau banyak tentang lika-liku dunia per-k-pop-an hahhaha *cengengesan gajelas!* Kenapa?Karena aku dari dlu memang lebih tertarik dgn dunia music barat. (I’m underground, MUSER, and IDIOT’s) *tebar poster linkin park

kedua, fanfiction pertama yg aku baca itu NC (gaberes!) *tutup muka* Dari situ aku mulai tertarik nyari tahu tentang Korean fanfiction, Makanya aku coba buat fanfic yg mungkin agak sedikit atau bahkan sangat abal, tapi itu semua insyallah keluar dari hati nurani dan otak kecil aku sendiri -_____-“  (yang benerrr???? Emang punya thor????/ X_X) jadi mian bgt kalo ada banyak typo atau feelnya gadapet, maklum karena baru belajar XD

***Dan tambahan, author favorite aku hingga sekarang adalah, baconyeojachingu, nanairu, violet kecil dan kak dira (hangukffindo) mereka idolaku^^terimakasih jg buat para author berbakat lain yang bertebaran di dunia maya, karena secara tidak langsung kalian telah menjadi tutor gratis-ku>,< hehehhee~  fanfic ini juga inspirasi dari kalian semua chingguuu!!!

Terakhir.aku mohon bantuannya dari para reader. Karena aku ini masih baru di dunia k-pop maupun fanfiction, jadi insyallah, aku bakal nerima kritik maupun saran apapun itu yg membangun.Kita semua disini saling menguntungkan nde chingu?!^^

Disclaimer=Langsung aja nde? The all of the cast is God’s and Familie’s but the other cast and the story is mine! Don’t be PLAGIATOR!But… I’ll let you, if you’re said “inspired by me” kekekekkk. Don’t be SILENT READER please… and… CEKIDOT!

 

Aku tak akan memaksamu tetap disisiku. Aku pun tak akan mengeluarkan kata-kata manis dan romantis yang sekiranya bisa membuatmu berbalik dan melihat ke arahku.

Tak ada yang bisa kulakukan, karna semua pilihan ada ditanganmu- memaksaku untuk menerima kenyataan pahit yang sungguh tak ingin kurasakan.

Tapi aku sadar, aku hanyalah laki-laki tak berguna yang selalu menjadi benalu untukmu.Aku pun sadar bahwa tidak mungkin kau mencintai laki-laki brengsek dan hina sepertiku.

‘Cinta tak harus memiliki’ sekarang kuterima itu. Jika memang benar, di kehidupan selanjutnya, aku berjanji akan membuatmu mencintaiku.

Mungkin. Aku berharap di kehidupan selanjutnya kita dapat bersatu…

 

Summary : apa yang bisa kau lakukan bila seorang yang kau cintai harus pergi meninggalkanmu? Menunggu? Bagaimana jadinya jika ada orang lain yang hadir di kehidupanmu? Melupakan cintamu, atau justru mengabaikan warna baru di hatimu?…

 

 

^^…Let’s We Start This…^^

 

 

 

July 22th

Seoul, South Korea

Minji’s House o6.23 KST

 

Matahari tampak  masih enggan menampakan sinar hangatnya, tertutup oleh kabut tipis di udara dan sejuknya embun yang terhampar di rerumputan disertai aroma khasnya yang sungguh, sangatlah menyejukkan indera penciuman siapapun yang menghirupnya. Suara cicitan burung yang saling bersaut-sautan satu sama lain mewarnai langit ditemani dengan semilir angin yang berhembus tenang menerpa kulit. Sungguh,hari yang indah- begitu yang dirasakan oleh seorang gadis berambut hitam legam dengan mata sipitnya yang masih tertutup rapat dengan damai, sebelum-…

 

“YAAAKKKK!!!! Jung Min Ji IREONAAA!!!!!!”

 

“hshshhhshh….”

 

“ppali ireona minji-ah!! Ppali-ppali yaakkk!!!”

 

 

Yeah, Of course, it was a beautiful morning for minji- gadis yang rupanya hampir mirip dengan boneka itu,sebelum sebuah suara wanita paruh baya menggema dari balik pintu dengan lantangnya. Sedangkan sang gadis yang diteriaki, masih saja terkapar di ranjangnya- mencoba untuk kembali masuk kealam mimpi indahya.Ia tutup kedua telinganya dengan ujung-ujung bantal dengan tubuh terkelungkup.  Namunnaas baginya- belum selesai ia membaca doa tidurnya kembali, wanita yang masih setia berada di balik pintu itu meneriaki gadis ini lagi. Oh damn! this is the great morning for sleeping really- minji mengutuk kelakuan eomanya itu sambil mengeratkan bantal yang bersemayam di wajahnya.

 

“YAAKKK JUNG-MIN-JI!!! Cepat bangun, sebelum kupanggilkanPEMADAM KEBAKARAN  untuk MENYEMPROTMU!!!!!” mendengar ancaman eommannya itu, sontak membuat minji yang sebelumnya ingin menarik selimutnya kembali  terlonjak kaget dengan melebarkan kedua mata yang mungkin harusnya sebesar bola tenis, tapi justru lebih mirip dengan sebiji jagung(?) dan langsung beringsek turun dari ranjangnya panik. Oh shit!

 

Jelas saja, mendengar ancaman dari eommanya itu reflek membuat minji terbangun.Ia takut kejadian tempo hari terulang lagi-Ia masih trauma mengingatnya. Oh! bukan, bukan! Tentu saja bukan karena kebodohan eommanya yang benar-benar menghubungi 113 untuk menyemprotkan air ke wajah minji. Tapi justru, lebih parah! eommanyaitu nekat  memanjat pohon apel dengan gagahnya di halaman samping rumah mereka dan meloncat masuk ke balkon menuju kamar minji yang berada di lantai dua.Dengan mulus, seember penuh air dingin menyembur  tepat ditubuhnya atau mungkin target awalnya adalah ke wajahnya (bahaya!). Dan satu lagi yang tak kalah penting! jangan lupakan para tetangga- ini yang selalu ditakuti minji. Lagi-lagi eommanya itu sukses membuat tetangga mereka tercengang untuk yang kesekian kalinya akibat aksi-aksi brutal yang selalu dilakukannya tiap  pagi hanya untuk membangunkan minji, antara terkagum-kagum atau justru mengutuk kelakuan aneh eommanya itu.Benar-benar buat malu.

“nde..nde.. eomma aku bangun!!” masih dengan separuh nyawanya, minji menjawab eommanya malas, meyakinkannya bahwa ia sudah benar-benar bangun dari tidurnya.

“bagus. Cepat mandi sana!”“dan apa kau tau? ini sudah hampir pukul tujuh, sedangkan  kau masih saja bertengger didalam kamar- Cepat pergi sekolah sebelum Park songsaenim kembali memanggangmu di lapangan seperti dengdeng sapi!”

lagi, perkataan dari wanita itu sukses membuat minji yang sedari tadi masih berdiri mematung diambang pintu kamar mandi, berusaha mengumpulkan volt demi volt kekuatan dalam tubuhnya, (gila!) menegang dan terlonjak  kaget. “yaakkk eommaaa! Kenapa baru membangunkanku?!! Aku sudah pasti telat! Haishhh…” Ia langsung menyambar handuknya dan mandi secepat mungkin.

“sudah kubangunkan dari tadi, mamang kau-nya saja yang tidur seperti mayat” decak wanita yang tadi dipanggil eomma itu sambil berlalu menuju dapur menyiapkan sarapan.

 

 

Minji keluar dari kamar mandi sambil mernarik kedua tangannya keatas, menyegarkan keadaan tubuhnya- sekaligus memastikan bahwa sel-sel otot dalam tubuhnya kini sudah aktiv(?) kembali “huhh, segarnya” minji lalu melirik kearah jendela. Dilihatnya matahari mulai menghalangi indra penglihatan pertanda hari sudah lebih dari kata ‘pagi’. Aish, minji paboya! Kau akan terkena terkaman buaya lagi hari ini- batin minji mengingat hari ini adalah hari rabu- guru piket yang bertugas adalah park songsaenim._. okay, I’ll be the sweet meet again, pikir minji.

 

Setelah merapikan perlengkapan dan tentunya memakai seragamnya lengkap, minji langsung berlari keluar dari kamar.Ia melihat eommanya di meja makan, menuangkan cairan putih kental pada sebuah gelas yang cukup tinggi. ‘itu untukku’ benar. Itu memang itu gadis pemalas ini, lihat saja cara ia meminum susunya- sangat rakus, bahkan tanpa mengambil napas! Setelah memastikan gelas yang dipegangnya tadi kosong, minji langsung menghambur keluar rumah dengan langkah tergesa. Baru saja ia melangkahkan kakinya keluar pintu rumah, suara nyaring dari eommanya kembali terdengar

 

“chanmkaman! Ini, bawa ini sebelum kau memakan makanan yang tidak sehat disekolah!”ucap wanita tadi menyodorkan sekotak bekal dengan sumpit ditangannya. Nyonya jung memang ahli dalam memasak. Keistimewaannya itupun kini tertular pada minji, ‘tapi ayolah!Ini bahkan sudah sangat siang, dank au ingin menghentikanku untuk kotak ini?’ pertanyaan ini muncul dari balik hati minji.

“ah, nde nde eomma, gomawo. Sudah, aku berangkat dulu- kau menghambatku!” cetus minji.

Samar-samar minji mendengar makian dari eommanya saat dia berlari “dasar gadis pabbo!Untung dia anakku.kalau bukan, sudah kutancapan sumpit ini di kepalanya” (jangan ditiru!) ucapnya sambil mengacungkan sumpit  yang ditangannya tadi. Minji hanya mendengus kesal-Ashh,I don’t care! I’ve been late again today!

 

 

Incheon Halte

06.50 KST

 

 

Minji POV

 

Setelah berlari kencang yang cukup menguras tenaga, akhirnya kakiku menapak juga di pedestrian halte- untunglah jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahku. Tapi, ini sungguh gila!Saat ini aku disuguhkan oleh lautan manusia yang sudah menumpuk disana bak kumpulan ikan sarden- mereka terlalu banyak! Ada beberapa orang berseragam yang wajahnya juga nampak panik sepertiku.Sedangkan yang lainnya?Mereka sibuk dengan dengan diri mereka masing-masing. Ada yang berkutat dengan ponsel, ipad, ipod atau sekedar mengobrol dengan temannya, bahkan bisa kulihat  ada juga yang sedang mengitung uang(?) ‘untuk membayar bus mungkin’ batinku. Sedetik berikutnya kulirik jam yang melingkar di pergelangan tanganku, dan kali ini berhasil membuat kedua mataku melebar setidaknya walau tidak sebesar bola tenis, tapi bisa dikatakan seperti bola golf(?)

 

“MMWOOO??!!?!!!” ucapku heboh dan sontak membuat berpasang-pasang mata tertuju ke arahku. Aku hanya bisa membungkuk pertanda ‘maaf’ sambil cengengesan dan langsung  ikut berjejal diantara mereka semua. Saat sedang menunggu bus, dipojok kiri halte, kulihat seorang namja berwajah oriental dengan seragam yang sama denganku, Hannyoung High School. Huft, untunglah aku tidak sendirian.Tapi tunggu, aku mengenalnya.Dia salah satu siswa popular di sekolahku. Bahkan kita sekelas, tapi memang tidak terlalu dekat- bahkan tidak dekat sama sekali!Dia hanya mengenalku sebagai sahabat dari ‘incaran’ temannya.Jongin, kim jongin atau orang sering memanggilnya kai.Remaja yang selalu bisa membutakan mata setiap wanita.Aku heran, kenapa banyak sekali gadis yang mengejarnya?Dia playboy- bahkan dia bisa mengggandeng dua atau tiga gadis bersamaan saat pergi ke kantin bersama teman-temannya. Sweet talker- tidak seperti ‘teman sipitnya’ yang pandai merayu, kai hanya perlu melontarkan 2 atau 3 kalimat untuk membekukan hati para gadis. Jerk- kai bahkan bukan dari keluarga kaya- Itu yang kutahu. Tapi apa yang menjadi magnet darinya?

Kulitnya sedikit lebih gelap dari orang korea kebanyakan, dan itu memang membuatnya terlihat berberda dan emhh..eksotis? mungkin. Posisinya saat ini sedang berdiri bersandar pada tiang penyangga  halte dengan mata terpejam- wajahnya terlihat lebih tampan ketika terpejam seperti itu.Sepasang headsetterpasang ditelinganya, sedangkan kedua tangannya  ia biarkan berada dalam saku celanya, menambah kesan cool dan… errr… sexy?

What??? Aigo, Jung Min Ji, kau sedang dalam keadaan sekarat, masih sempat-sempatnya berpikir yadong- how stupied are you, huh? dasar pabbo! Haaahaha.Aku mengutuk diriku sendiri bodoh. Tak lama setelahnya, bus yang kutunggupun tiba,  langsung saja aku berebut masuk kedalam bus itu brutal.

 

 

Hannyeong High School

Storeroom, 08.50 KST

 

Kai POV

 

Saat ini aku sedang dihukum oleh Park songsaenim karena terlambat masuk dan lebih memilih bolos pelajarannya saat tahu aku telat. Shit! Kalau saja dia bukan seorang guru, sudah habis kulempar laki-laki tua itu dari lantai paling atas gedung SM milik Lee So Man! Tapi, oh, tidak-tidak! Tidak mungkin aku melemparnya bukan?Dia guruku.Dan parahnya lagi dia adalah guru matematika, lengkaplah sudah.Berarti gedung SM bukanlah pilihan yang tepat. Mungkin Namsan Tower  lebih bagus!-___- (sableng!) Aishhh, mikir apa aku ini? Hhaha, lebih baik aku menyelesaikan urusan ini dulu.Setelah menjemurku ditengah lapangan, nampaknya dia belum puas, padahal aku hanya telat 15 menit. Makanya ia menyuruhku untuk membersihkan gudang di ruang olahraga yang bisa dengan sangat  akurat dipastikan, ruangan itu akan lebih mirip dengan tempat penampungan sampah raksaksa. Hahhahaha

 

“haisshhh!!! Apa mereka gila masih menyimpan barang-barang yang lebih cocok dijadikan sarana bermain tikus?!! ckckkck” aku tidak habis pikir, untuk apa mereka menyimpan barang-barang tak berguna seperti ini?“have I cleaned this room by self? This is fu*kin crazy really!” Tapi tunggu, sepertinya tadi Park songsaenim tidak hanya mengoceh padaku?Aku yakin, tadi aku tidak telat sendirian.Dan benar saja, saat aku sedang melamun mengingat dengan siapa aku dihukum… Bingo! Tiba-tiba  pintu gudang yang terbuka menampakan seorang yeoja, yeoja yang tadi sempat kulihat di halte. Oh, good! Together is better then alone right? Hahhaha.

Minji?Ya, seingatku namanya minji, dia teman hyerin-gadis yang disukai baekhyun.Mungkin ini menjadi kali pertama aku dan dia berhubungan, atau mungkin lebih tepatnya berkenalan. Dan bagus, perkenalan pertama kami akan sangat berkesan! Lihat saja- pakaian yang melekat ditubuhnya ‘haishhh, dia sungguh berantakan’ itu hal pertama yang ada dalam benakku. Jelas saja, pakaiannya sudah habis dibanjiri keringat, rambutnya yang setengah terkuncir dia biarkan acak-acakan, ditambah lagi dengan wajahnya yang tidak bisa dibilang kusut, karena wajahnya itu lebih mirip dengan wajah joker(?) dalam film batman. Hhahaha, lucu sekali yeoja ini- mungkin dia bisa menjadi sarana penghilang bosan untukku saat ini. Now, I’m feel so glad to meet with her.

 

Oh, I can’t find a light in the corner of this empty room…

All I see, all along the western front…

 

 

Minji POV

 

“haisshhh, apa-apaan Park songsaenim itu?!! Sudah menjadikanku dendeng bakar, sekarang seenak jidat menjadikanku babu sekolah dadakan! Awas saja, saat lulus nanti, orang pertama yang akan kulempar dengan botol air mineral adalah laki-laki tua kacamata kuda itu!” gerutuku sambil menghentakkan kakiku ke lantai dan membuat debu-debu dibawah sini bertebaran yang sontak membuatku terbatuk-batuk tersedak debu yang kuproduksi sendiri-___-(LOL!)

“uhhuuukkk uhhuukkkk-…”

 

“dasar, yeoja pabbo!”

 

“Eoh?”Kuedarkan pandanganku mencari sumber suara itu, kucari-cari dan aku yakin objek yang kucari itu adalah manusia, karna suaranya yang ngebass seperti seorang namja. ‘seenaknya saja dia mengataiku bodoh! Walaupun 91% bisa dipastikan itu benar(?) tapi tetap saja aku tak terima!

“yakkk! Siapa yang kau sebut bodoh, huh?” ucapku keras setelah berhasil menemukan sosok yang kucari tadi.  Namja yang tadi kulihat di halte, Kim Jong In. Ternyata dia juga terlambat dan dihukum- bernasib sama sepertiku.

 

“tentu saja kau bodoh! Siapa lagi manusia disini? Atau kau ini sama seperti tikus-tikus itu?” ucapnya sambil menekankan kata bodoh dalam kalimat basinya itu dan menunjuk ke suatu arah

 

“enak saja kau mengataiku bodoh! Menyamakanku dengan tikus pula,… tsskkk!!!”

 

1 detik…

 

2 detik…

 

3 detik…

 

“…MWOOO, apa kau bilang tadi??? Tikus???? Tikus, tikus dimanaaa…????? HWWAAAA TIKUUUSSSSS, EOMMAAAA!!!!!!!!!!” teriaku heboh, mungkin teriakan ku ini tak ubanya dengan suara halilintar yang tersangkut(?) badai dan berputar-putar di udara. Reflek aku langsung loncat bagai tersengat lebah, dan melompat-lompat tak karuan berusaha menjauhi lantai seakan lantai dibawahku adalah lumpur hisap, yang siap menyedotku kedalamnya, membuatku enggan menapakan kaki di tanah datar itu. Aku terus saja menari-nari mengangkat kakiku dengan tangan keatas dan tak lupa suara yang keluar dari mulutku yang terus saja meneriakan berbagai macam hal, entah itu ‘tikuuusss!, tikus menjijikan!, aku benci tikus!, makhluk bodoh!, idishhh!’ atau hanya sekedar satu buah huruf vocal ‘AAAAAAAA!!!!!!!!!!!!’ sungguh SEMPURNA. Aku benar-benar terlihat bodoh sekarang.Ditambah lagi, manusia tolol tak beradap dihadapanku ini hanya memandangku sambil terus tertawa- memegangi perutnya. Aku bersumpah bahkan demi dewa petir, ingin melihat namja ini menangis karna sakit perut atau mungkin lambungnya mengkerut, jatuh pingsan dan tak bisa tertolong nyawanya karena terlalu banyak menertawaiku (LOL!) seakan aku ini adalah objek badut favoritnya, dia masih terus saja tertawa terbahak-bahak, sampai-sampai meneteskan air mata, ‘aisshh, dasar manusia TERKUTUK! Namja TAK BEROTAK!’.

Namun naas, ini adalah hari tersialku! Saat sedang melompat, kakiku tak sengaja terpeleset baju-baju olahraga yang berantakan.Alhasil, Kakiku terhempas kebelakang, menyisakan tubuhku yang terhuyung kedepan. Besiap merasakan benturan yang mungkin cukup hebat, aku memejamkan mata erat, seerat-eratnya sampai kudengar suara-“awaasss!!!” setelah itu aku tak merasakan dingin dan kotornya lantai, tapi justru sesuatu yang datar dan hangat yang terasa menjalar disekujur tubuhku.

Hmm… bau mint, mana mungkin lantai gudang bisa seharum ini? Aku menyesap aroma itu dalam- karena baunya sangatlah tercium oleh indra penciumanku. Sejenak aku terlarut dalam situasi ini, mataku bahkan terpejam karenanya- bukan karna takut, aku justru  menikmati hangat dan aroma mint yang menyesakan hidungku. Dadaku terasa sesak, sepertinya ada yang menekan bahuku layaknya tali yang mengikat sekujur tubuhku- membuatku kaku tak bergerak. Tapi ini sama sekali tidak menyakitkan, tapi justru sangat nyamanan dan… hangat. Pompaan darah yang berdesir hebat dalam tubuhku terus saja berpacu dengan jantungku yang berdetak capat bershuffle ria. Kudengar suara seperti tabuhan drum yang sangat keras ditelingaku, sampai akhirnya baru kusadari bahwa aku tengah berada dalam sebuah dekapan dan seseorang berada dibahwahku tubuhku. Aigo, namja pabbo ini, Kim Jongin, ternyata dia menolongku? Haishhh, Jung Minji, kali ini kau benar-benar bodoh! Aku segara berontak dan mengangkat tubuhku kembali.Dapat kurasakan panas di kedua pipiku.Malu? Tentu saja bodoh! Mana mungkin aku tidak malu saat tubuhku menimpa tubuh seorang pria dan bersedekap cukup lama?!Ditambah aku tadi malah terlarut menikmatinya. Stupied, stupied! Minji stupied!.

 

 

 

Kai POV

 

Aku melihatnya, mondar-mandir kesana kemari menghindari tikus yang sebenarnya sudah hilang entah kemana sejak tadi.Aku menertawai tingkahnya hingga mengeluarkan air mata dan sampai-sampai kurasa isi perutku ini sudah mau keluar semua saking gelinya. Tapi memang yeoja ini benar-benar sangatlah bodoh, dia terus saja berteriak minta tolong  dan mengutuk tikus-tikus tak berdosa itu, ‘haishhh, sungguh suaranya itu seperti suara terompet marching band yang sering kulihat di festival tahunan kota seoul- dapat memecahkan gendang telinga!’ lama berada dalam kebodohan yang tak berujung, kulihat ia berjalan lemas dan tak sengaja kaki pendeknya itu menginjak baju-baju olahraga yang tak terpakai  dan tubuhnya oleng.Tubuhku sendiri tiba-tiba bekerja tanpa diperintah untuk langsung menahannya.

 

“awaaasss!!!” Karena lantai yang cukup licin akibat terlalu banyak debu, alhasil aku justru ikut terjatuh ke lantai dengan posisi tubuhku yang menubruk lantai lebih dulu menyisakan tubuh yeoja ini diatasku.Sakit? Itu sudah pasti, sebelum akhirnya aku tidak merasakan sakit sama sekali- ternyata aku memeluk yeoja ini untuk menahan rasa sakit yang justru membuat tubuhku kaku. Cukup lama kami bertahan dengan posisi ini, gadis diatasku ini belum juga bergeming ‘mungkin dia shock’ pikirku.Tapi entah mengapa, aku justru menikmati momen ini.Dapat kusesap aroma mawar yang menguar tapi tak terlalu mencolok.Wangi.Tanganku yang memegang bahunya, membuatku sedikit mendongak.Kali ini aroma melon yang kucium saat hidungku menyetuh puncak kepala gadis ini.Sangat alami.Sungguh gadis yang unik dan supranatural, ehm, maksudku sangat natural.(ckckckk bisakah kau bedakan mana alam gaib dan alam bawah sadar, kai?)saat pikiranku sudah melayang entah kemana, tiba-tiba saja tubuh diatasku ini berontak dan terlepas dari dekapanku. Sedikit kecewa, namun aku langsung tersadar saat ia berkata-

 

“emh… eh… maaf…” terdengar nada canggung darinya. Entah perasaanku saja atau memang benar pipi gadis ini terlihat memerah. Dan, apa ini? Kurasakan detak jantungku diatas ambang normal, bagai sedang berpesta pora, jantung ini terus saja berdegub-degub kencang dan perutku terasa melayang melihat senyumannya.

 

“nn, ndee…” hanya itu yang bisa kulontarkan seraya memegang dadaku yang rasanya semakin berdenyut kecang tak terkendali.

 

 

…Hening…

 

 

“ehm, lebih baik kita segera bersihkan gudang ini sebelum park songsaenim kembali” celetuknya. Dan untunglah ia bisa bersuara juga untuk memecah keheningan ini.

 

“ye, nde-nde, terserah kau saja” lagi-lagi suaraku terdengar bodoh.

 

“baiklah, kalau begitu aku yang menyapu dan kau mengepel lantai. Lalu kita bersihkan debu-debu ini bersama, otte?” ucapnya semangat. Aku bingung darimana ia mendapat suplemen spirit untuk membersihkan tong sampah raksaksa ini? Haishh, dasar gadis aneh!

 

“yasudah” jawabku enteng dengan aksen cool. Kali ini aku mulai bisa mengendalikan diriku,“hei, kau- emh, bukankah kau teman hyerin?” tanyaku basa-basi, sudah jelas aku mengenalnya.

 

“aigo, kau benar-benar tidak mengenalku kai? Nde, aku minji- sahabat hyerin”

 

“haishh, gadis di sekitarku itu terlalu banyak, mana mungkin aku mengingat gadis kurus unattractive sepertimu? Hahhaa” ucapku sombong membanggakan ke-playboy-an-ku hahha.tapi memang benar, aku tidak terlalu mengenali gadis ini- aku bahkan tidak punya urusan dengannya. Masalah tubuhnya yang kurus?ehm, mungkin aku sedikit berbohong- karena walau tidak sebagus hyerin, tubuh gadis ini lumayan juga hahha.

 

“haishhh, tingkat  percaya dirimu itu sungguh diatas batas normal kkamjong! Dasar namja mesum!”

 

Apa??? Tadi dia memanggilku kkamjong???sungguh, itu adalah panggilan terjelek yang pernah kudapat. Dan lagi, darimana dia tahu kalau aku ini mesum? Heh, apa yang kukatakan tadi? Aku ini namja mesum?Hhahhaaa, ya, mungkin memang aku ini mesum.Memang predikat mesum sudah kusandang dan melekat bagai daging denganku dari dulu, hhhahha. Melihat lekuk tubuh seorang yeoja cantik nan seksi adalah keindahan. ditambah dengan pakaian super mini dan super ketat yang mereka kenakan adalah penyegaran mata dan batin untukku. Dan pantai. Pantai adalah surga mata, hati dan birahi(?)untukku. Aku bisa melihat banyak yeoja bergelimpangan dengan hanya mengenakan bikini yang sangat kekurangan bahan dan tubuh terekspos dimana-mana.Pantai adalah surga dunia untukku selain club malam tentunya, hahhaha.Yasudahlah, berarti aku ini memang cocok mendapat gelar mesum.Lagipula itu tidak buruk, bukankah itu normal bagi seorang namja?hahhaaha

 

“biar begitu, tetap saja banyak yeoja yang berteriak histeris saat aku menari atau sekedar menarik senar gitar. Bukan begitu, Nona jung…” ucapku menggoda. Aku sengaja mendekatkan wajahku sejajar dengan wajahnya dan, YES! Dapat! kena kau! kulihat ia menunduk dan salah tingkah. Dapat kupastikan ia menunduk karna malu dan menyembunyikan raut merah mirip kepiting rebus di pipinya. Hahaha, dia sangat lucu.Benar-benar gadis yang menarik.

 

“hishhh, dasar namja pabbo! Sudah, sana cepat selesaikan tugasmu!” ucapnya dan berlalu pergi dengan gugup.

 

 

Hannyeong High School

School’s Corridor, 09.30 KST

 

Seorang gadis cantik dengan tubuh semampai berlarian mengitari koridor sekolah mencari-cari sesuatu.Rambut cokelat bergelombang miliknya ikut menari-nari seirama dengan pergerakannya yang semakin cepat mencoba untuk menemukan targetnya secepat mungkin. Kantin, lapangan, uks, bahkan toilet sudah ia datangi semua, tapi lagi-lagi, targetnya itu belum juga ditemukan.

Langkahnya terhenti ketika kaki jenjangnya menapak didepan ruang olahraga.Lelah, itu yang saat ini gadis itu rasakan.Sekujur tubuhnya habis dibanjiri keringat yang membasahi sebagian seragamnya.Ia membungkuk mengatur nafas sambil memegangi lututnya. Nafasnya masih saja tersenggal- namun belum puas mengambil oksigen, sebuah suara mengganggunya…

“hyerin-ah!!!” baekhyun. Jelas itu suara baekhyun.Ia berlari menghampiri gadis tadi, yang ternyata adalah hyerin- disertai seorang lelaki bertubuh lebih besar dan jangkung darinya yang juga sama-sama berlari. Chanyeol.

“apa yang kau lakukan?” ucap baekhyun saat sampai dihadapan hyerin. Namun gadis ini belum juga bergeming.Ia masih sibuk menarik nafas sambil terus menunduk, tidak mengiraukan baekhyun.

“apa kau- haaaaa-…” ucapan baekhyun terhenti saat hyerin mengangkat tubuhnya. Jelas! Kali ini baekhyun beruntung- seragam hyerin basah oleh keringat, menyisakan pemandangan transparan yang menyegarkan mata.Ditambah lagi tiga buah kancing seragamya yang terbuka, makin membuat tubuh baekhyun kaku tak bergerak.Mulutnya masih saja terbuka lebar dengan pandangan yang masih belum berubah tempat.Sementara chanyeol?Ia hanya melihatnya dengan tatapan datar, sebelum akhirnya ia memukul kepala baekhyun untuk menyadarkannya dari fantasi gilanya.

“ah, maksudku apa yang kau lakukan sampai berkeringat seperti itu?” tanyaa baekhyun lagi.

“hfhh hfhh, aku mencari minji- sepertinya dia dihukum park songsaenim lagi” jawab hyerin masih dengan nafas tersenggal.

“nde? Ah- kami juga sedang mencari kai- sepertinya dia juga dihukum park songsaenim tadi” ucap baekhyun asal.

“eoh? Kau bilang tadi tak perlu mengurusnya?!Kita kan akan ke kantin baekkie- Aku sudah lapar!” chanyeol yang tak terima langsung angkat bicara. Yap, tadi mereka sepakat akan makan siang di kantin tanpa memperdulikan kai yang sedang mendapat hukuman dari park songsaenim- walaupun sebenarnya mereka tahu kai sedang dihukum, tapi itulah mereka, GILA! Sementara hyerin didepannya hanya memutar bola matanya malas.Dia sudah terlalu sering melihat drama gila dari kedua bocah setan ini.

“eh? Ani, tadi ku bilang kan, ‘kita cari kai dulu, baru ke kantin’ kau ini bagaimana chanyeol?” baekhyun menyikut tangan chanyeol untuk mengiyakan segala perkataannya. Namun yang ada, chanyeol justru makin mengelak.Ia tak terima terus dikesampingkan oleh baekhyun hanya demi hyerin. Benar-benar GILA! Sampai-sampai orang berpikir bahwa chanyeol adalah seorang ‘gay’.Mungkin.

“sudahlah, kalian sama sekali tidak membantu…” baru saja hyerin ingin melangkah, namun tangan putih baekhyun menahannya. “kita cari bersama, nde?” tawar baekhyun disertai senyuman manisnya yang sangat imut. Untuk kali ini, hyerin tidak bisa menolak- ia sudah sangat lelah jika harus mencari-cari sendiri. Jadilah ia bersama baekhyun mencari dua manusia tadi, dibarengi chanyeol yang mengekor dibelakang dengan tangan terlipat di dada. Mulutnya terus saja mengoceh, mengutuk dua makhluk didepannya, ditambah baekhyun yang terus saja menggoda hyerin dengan rayuan mautnya.

 

Mereka bertiga sekarang berada di ruang olahraga.Karena tempatnya terlalu luas, hyerin meminta agar mereka berpencar. Namun memang dasar baekhyun, dia malah menyuruh chayeol mencari sendiri, tapi ia justru mengekori hyerin- yang membuat hyerin lagi-lagi ingin muntah karena terus dijejali dengan rayuan-rayuan abstrak miliknya.

“minji !!!” demi nerptunus, hyerin bersyukur- karena baru sebentar ia mengitari tempat itu, ia melihat minji yang baru saja keluar dari gudang dengan wajah lesunya, disusul kai yang terlihat jauh lebih baik darinya- bahkan wajah kai sangat amat ceria. ‘wae?’ batin hyerin.Hyerin langsung berlari menghampiri minji, dibarengi dengan baekhyun dibelakangnya. “are you okay?” tanya hyerin saat melihat keadaan minji yang sangat-sangat buruk. “no, honestly I’m not!” jawab minji dengan susah payah. Tapi ada yang menakjubkan disini, kai.Dia justru tertawa riang penuh kemenangan. ‘shit! What strong is this?’ hyerin mengutuk dirinya sendiri karena tidak bisa menebak apa yang terjadi pada sahabatnya itu.

“eh?” baekhyun yang saat itu melihat kegembiraan kai hanya mengangkat sebelah alisnya. ‘tidak biasanya’ batin baekhyun. Jelas saja, biasanya kai hanya akan tertawa jika dijejeali majalah-majalah porno simpanan chanyeol atau melihat park songsaennim yang habis dikerjainya. Benar-benar manusia terkutuk!

“minji-ya, lain kali kita bermain lagi, nde?” kai mengatakannya masih dengan tawanya yang meledak disertai smirk khasnya yang selalu terpampang diwajah cool-nya. “WHAT???!!!!!” kali ini baekhyun dan hyerin kompak mengucapkannya-jarang sekali mereka seperti itu.Pikiran mereka melayang kemana-mana. ‘apa yang mereka lakukan’ hyerin membatin. ‘God! Ada apa dengan selera kai?’ bodoh! Bukannya khawatir, baekhyun malah memikirkan yang tidak-tidak.mereka berdua lantas menggelengkan kepala, menghilangkan segala pemikiran kotor di kepala masing-masing, dan menoleh kearah kai dan minji bergantian.

“KAAAIIII !!!”chanyeol datang terlambat. Ia lantas menghampiri mereka semua dengan tergopoh-gopoh. ‘apa yang dia lakukan?’ pikir mereka. “jangan tanya- aku tadi mencarimu, tapi malah bertemu si beruang madu(?)” oh, ayolah! Siapa lagi yang dia katakana beruang madu? Tapi manusia yang ada dihadapannya itu sama sekali tidak merespon perkataannya. Sungguh naas. Chanyeol geram karena tidak mendapat perhatian, tapi ia merasa ada yang tidak beres. ‘mengapa mereka semua tampak tegang?’ batin chanyeol. Ya, mereka yang ada disana terlihat tegang terkecuali kai yang membeerikan senyum sumringah.

“aargghhhh, aku bisa gila jika begini terus!!!” minji pun meninggalkan mereka yang ada disana dengan sejuta pertanyaan yang ada di benak mereka. Hyerin berlari mengikuti. “minji-ya, wait me!” baekhyun sebenarnya juga ingin berlari mengejar hyerin, tapi apa daya? Ada dua makhluk sial dibelakangnya- terlebih yang satunya seperti bocah setan.

 

 

Hannyeong High School

Canteen, 09.50 KST

 

Dua orang gadis cantik tengah berada di sebuah meja bundar disudut keramaian kantin sekolah, yang satu berwajah cantik dengan kesan sexynya, semantara yang satu lagi barwajah manis dengan aura kebahagiaan yang selalu menyelimutinya- tapi tidak untuk hari ini. Tapi tetap, mereka berdua menjadi pusat perhatian beberapa pasang mata lelaki yang ada disana, termasuk tiga orang bodoh yang berada disebrang meja tempat mereka makan.Jelas, minji hari ini sedang tidak beruntung.Dia terlambat, dihukum park songsaenim, bertemu bocah terkutuk, menghindari tikus, dan sisanya?Harus bertahan melalui berbagai serangan dan siksaan batin yang dilakukan kai selama mereka menjalani hukuman.Itu yang membuat minji tampak frustasi, sementara kai yang terlihat senang bukan main.

“minji-ya, what happened?” baru saja minji ingin menyuap roti isi bekalnya tadi, hyerin menanyakan hal yang membuatnya bosan. “nothing!” minji lantas menyambar rotinya kasar layaknya seekor serigala yang kelaparan. “really? You don’t look like fine. What happened between you and kai?” hyerin-pun menyuap bim bim bap yang dipesannya tadi kedalam mulutnya. Minji mengambil napas panjang seraya mengatur emosinya. “okay, I got a trouble with him” hyerin tertarik, ia memajukan badannya agar lebih dekat dengan minji. “and then?” minji pun melakukan hal yang sama, ia memajukan badannya sejajar dengan hyerin-hanya meja batu penghalang mereka. “kami berdua berpelukan saat di gudang” hening. Nampaknya hyerin belum bisa menalar perkataan minji, sampai akhirnya “WHAATTT???!!!” hyerin reflek berteriak setelah cukup mengerti maksud dari minji.Ia tak habis pikir, bagaimana kai yang seorang playboy cap yadong memeluk sahabatnya minji. sungguh tidak masuk akal. Untuk apa?. “sstttt, pelankan suaramu bodoh!” minji yang kesal lantas menarik kerah baju hyerin agar mendekat kearahnya lagi. Iatakut ada orang yang mendengar pembicaraan mereka, terlebih tiga makhluk bodoh didepannya yang terus memperhatikan mereka berdua sedari tadi- membuat minji risih.

“how can? Really, I can’t believe it. Oh, oh may God!” minji hanya memutar bola matanya, sahabatnya- hyerin benar-benar tidak percaya. Sungguh, jika sahabatnya sendiri saja tidak percaya, lalu bagaimana dengannya???!!!Minji justru lebih mengutuk dirinya sendiri untuk hal itu.Bagaima bisa tadi mereka berpelukan?Walaupun pada dasarnya minji tahu, itu semua terjadi karena kebodohannya sendiri.Lebih parahnya lagi, selama dihukum tadi kai terus-menerus menjahili minji. Benar-benar GILA! Minji mengacak rambutnya frustasi.Dia sangat lelah hari ini. Ingin rasanya ia cepat pulang dan mengadu pada eommanya. Benar-benar manja!

 

Selagi dua gadis itu mendadak terkena serangan jantung, tiga lelaki tampan di meja lain justru menampakkan wajah berbeda. Yang satu tersenyum penuh arti pada seorang gadis di depannya dengan menarik ujung bibirnya- smirk andalannya.Yang satu lagi tersemun bahagia karena bisa memandang gadis pujaannya lebih lama- disertai berbagai imajinasi yang menguar di kepalanya.Sementara yang satu lagi?Ia hanya menampakkan wajah bodohnya yang tak pernah bisa diubahnya. Sungguh naas.

“kai, apa yang kau lakukan padanya sampai ia seperti itu?” baekhyun bertanya pada kai, namun pandangannya masih tertuju pada hyerin- dasar MANIAK! “tidak ada. Aku dan dia hanya berpelukan tadi di gudang”

“uhhuuukkkk” chanyeol tersedak. Bagaimana tidak?kai kali ini benar-benar gila!Pikiran chanyeol masih cukup waras untuk mengerti ketidak beresan pada diri kai.Jelas, minji bukanlah tipikal gadis yang kai inginkan. Minji memang cantik, bodynya juga tidak terlalu buruk, tapi tetap saja bukanlah tipe gadis kesukaan(?) kai. “apa maksudmu jongin?” chanyeol bertanya. “kau sudah gila kai?” baekhyun yang tadi sempat terkena syndrome imajinasi akut akhirnya menoleh pada kai- sementara kai hanya menggendikan bahu tanda ‘tak tahu’. apa-apaan dia itu?pikir baekhyun dan chanyeol.

“kau gila kai? Untuk apa memeluknya? Di gudang olah raga pula- sungguh tidak elit!jelas dia bukan tipe-mu bukan?” chanyeol berlagak sok dewasa menanggapi minat gila kai. Sementara baekhyun yang baru menyadari sesuatu mendadak panic tercekat.Ia benar-benar panic dan takut sampai-sampai bola matanya yang kecil itu seperti ingin keluar. Chanyeol yang melihatnya berpikir bahwa baekhyun memiliki pikiran yang sama dengannya dan ingin memaki kai untuk hal itu.

“kai, apa kau gila?? Jika kau ingin sudah berbuat sesuatu pada minji, bagaimana bisa aku berkencan dengan hyerin????!!! Dia sudah pasti menolak!! Arghhhh!!!” chanyeol salah besar! Bukan itu yang dipikirkan baekhyun. Jelas, ia lebih memikirkan dirinya sendiri ketimbang orang lain. Mendengarnya membuat tubuh chanyeol merosot lemas. Lagi-lagi ia harus kalah dengan hyerin untuk mendapat perhatian baekhyun. BENAR-BENAR GILA!

 

“haishh, aku tidak melakukan apapun dengannya. Hanya sekedar pelukan, itupun tidak disengaja” jelas kai saat melihat kedua sahabatnya mulai berfantasi buruk mengenai ia dan minji. Dasar MESUM! Chanyeol hanya ber’o’ ria, sementara baekhyun masih dengan kebimbangannya. Ia takut karena kejadian ini bisa memberikan efek buruk pada ekspedisinya mengejar hyerin- benar-benar childish. Chanyeol yang menyadari pemikiran baekhyun lagi-lagi dibuatnya patah hati(?) tubuhnya jadi lemas tak berdaya. Akhirnya ia pun menyambar hoodie milik kai dan menutupi sebagian wajahnya dan menyingkirkan segala perasaan laparnya. Ckckkck, kesian sekali dia. kai melirik ke arah samping kanan.Dilihatnya seorang gadis dengan senyum merekah diwajahnya membawa sebuah kotak bekal. Kai berpikir sejenak, lalu ujung bibirnya tertarik- ia baru saja mendapatkan sebuah ide cemerlang.

“chanyeol-ah, daripada kau memikirkan nasib hubungan(?)mu dengan baekhyun, lebih baik kau bersenang-senang?” ucap jongin dengan mengerling nakal. “apa maksudmu hubungannya denganku, huh? Aku ini laki-laki NORMAL, bodoh!” baekhyun tak terima disebut homoseksual. Jelas, siapa yang menganggapnya ‘gay’ jika ia mati-matian mengejar hyerin ‘si sexy’- semua pikiran bodoh itu hanya tertuju pada chanyeol ‘si IDIOT’. “eoh?” chanyeol tidak jadi menutup matanya setelah mendengar perkataan bodoh kai. Memang bodoh, tapi lebih bodoh lagi jika ia membetulkan ocehan basi itu! BENAR-BENAR GILA!

“ya, lebih baik kau urus dia-“ ucap kai sambil mendelikan matanya ke suatu arah. Nampaknya dia memang memiliki misi tersendiri, pikir chanyeol dan baekhyun. Baekhyun dan chanyeol  pun mengikuti arah yang ditujukkan kai, setelah ketemu- mereka berdua terdiam, lalu saling bertatapan, setelah itu… “BWAHHAHHAHAHAHAA” tawa baekhyun meledak, tapi tidak dengan chanyeol.Ekspresinya datar- tidak mengisayaratkan apapun.Ia mengambil napas panjang lalu tubuhnya merosot lagi- lebih merosot dari sebelumnya. Baekhyun mengerti maksud kai, ia pun mengambil ancang-ancang dengan menggeser tempat duduknya. Sementara gadis- yang dimaksud kai, makin berjalan mendekat ke arah mereka, sampai akhirnya gadis itu sampai dihadapan mereka- tersenyum lebar.Kai tahu jika gadis yang ada dihadapannya ini suka sekali memperhatikan chanyeol- walaupun tidak pernah mendapat tanggapan dari si tiang itu.Sementara baekhyun?Ia tahu segalanya… hahha, baekhyun tertawa licik.

“rin rin-ah, kemari- Duduklah!” chanyeol seperti mendapat hujaman meteor saat kai menyuruh sepupu baekhyun itu duduk bersama mereka. “rin rin, apa yang kau bawa itu?!” entah bertanya atau membentak- karena baekhyun mengatakannya dengan nada yang lumayan tinggi sambil melirik ke kotak bekal yang dibawa rin rin. Ya, gadis itu rin rin atau Min Rin Tae- sepupu baekhyun jadi wajar jika baekhyun berbicara seperti itu padanya- itu sudah biasa. Rin rin tidak menjawab, ia justru sibuk tersenyum ke arah chanyeol sambil terus memperlihatkan giginya- seperti yang selalu chanyeol lakukan, walaupun sebenarnya wajah chanyeol sendiri sudah tertutup lagi oleh hoodie milik kai setelah tahu kehadirannya. Kai kembali menggerling nakal pada baekhyun, ia seperti mendapat tiket nonton sirkus gratis, dan baekhyun tahu itu. “rin rin, apa bekal itu untuk chanyeol?” tanya kai pada rin rin- sementara yang ditanya malah diam menunduk dan mengambil tempat duduk disebelah chanyeol- kursi yang ditempati baekhyun tadi. Rin rin duduk masih dengan kepala tertunduk.Ia malu, bahkan sangat malu- selalu seperti ini jika ia berada dekat dengan chanyeol. Hatinya selalu berdebar kencang, aliran darahnya mengalir deras bagai aliran sungai han. Pipinya selalu memerah seperti yang habis dipukuli orang.Ia lalu mulai mengangkat kepalanya- masih dengan senyum lebarnya. Ia lirik kearah kai dan baekhyun bergantian, lalu “nde, bekal ini untuk ‘oppa’” ucap rin rin akhirnya. Ia menyodorkan kotak bekalnya pada chanyeol yang masih ‘berakting’ tidur. “YAK!Siapa yang kau sebut ‘oppa’ huh?!!!” chanyeol lantas mengangkat tubuh besarnya.Ia tidak suka jika gadis didepannya ini memanggilnya ‘oppa’. Cukup baekhyun yang mendapat gelar itu- pikirnya. “tentu saja kau, chanyeol oppa- tidak mungkin aku susah payah membuat ini untuk baek baek oppa!” jawab rin rin sambil melirik sinis ke arah baekhyun.

“haishh, aku tidak rela kau panggil oppa! Lebih baik kau pergi- bawa bekalmu itu untuk makan siangmu!”

“em, tidak oppa- aku sudah membawa bekal untukku sendiri. Ini untuk oppa” rin rin bersikeras memberikan bekal itu untuk chanyeol. Memang benar, ia membawa bekal lebih banyak dari biasanya- dan itu untuk chanyeol- dan chanyeol tidak mengerti itu!

“tapi aku tidak mau! Kau saja yang makan- kau ini kan butuh asupan banyak untuk memenuhi porsi makan besarmu itu!” iblis jahat telah memasuki tubuh chanyeol.seperti biasa, ia seperti tidak ingat bumi jika bertemu rin rin- memaki dengan kasar  tanpa alasan. Sungguh manusia TAK BEROTAK! Sementara dua manusia laknat didepannya dari tadi telah puas menertawai mereka berdua. DASAR SETAN! Batin chanyeol.

Rin rin tercekat. Lagi-lagi ia harus menerima perlakuan buruk dari chanyeol. apa salahnya? Ia benar-benar tidak tahu. Chanyeol selalu marah ketika ia dekati. Chanyeol selalu memakinya saat ia bicara. Chanyeol selalu membuang muka saat ia tersenyum kearahnya. Sungguh, rin rin tidak tahu apa salahnya. Ia hanya menyukai chanyeol. mengaguminya, bahkan memujanya bak seorang dewa. Mungkin, mungkin saat ini rin rin jatuh cinta pada chanyeol- walaupun chanyeol jelas menolaknya, tapi ia tak perduli. Ia lulu mengambil napas panjang lalu mengangkat kepalanya lagi setelah tadi sempat tertunduk (lagi).

“aku hanya ingin memberimu ini oppa. Jika kau tidak suka, maka jangan dimakan.Berikan saja pada baek baek oppa.Ini juga makanan favoritenya” ucap rin rin. Ia lalu berdiri dan mengambil langkah seribu(?) untuk pergi- menutupi kesedihannya. Baekhyun dan kai yang tadi masih tertawa perlahan menghentikan tawa mereka.Chanyeol geram.Ia bersumpah akan memukul jidat kedua orang ini jika saja bel pertanda masuk belum berbunyi. SIAL! Umpat chanyeol.

Mereka pun kembali ke kelas dengan ekspresi wajah masing-masing- selalu berbeda, tapi dasarnya mereka tetap sama, satu hati, satu pikiran. GILA! Chanyeol berjalan duluan, sementara baekhyun dan kai mengikuti dari belakang dengan tangan masing-masing memegang sumpit.Ya, mereka berdua sedang memakan bekal yang dibawa rin rin untuk chanyeol ‘sambil berjalan’. DASAR TIDAK TAHU ADAT!

 

 

August, 07th

At the way, 16.20 KST

 

 

Seorang gadis cantik dengan perawakan mungil berjalan seorang diri di pedestrian jalan. Wajahnya yang nyaris sempurna itu ia tundukkan sedari tadi berjalan sambil menggenggam sesuatu ditangannya- gadis itu seperti ingin menunggu bus karena kaki mulusnya ia tetapkan tapat di sebuah halte. Ia memang berjalan seorang diri, tapi saat ini ia seperti sedang menunggu. Bukan, bukan bus yang ia tunggu! Melainkan sebuah pesan singkat.Hatinya kini sedang bergejolak menunggu sebuah deringan suara dari balik layar handphone yang digenggamnya sedari tadi.Warna langit yang kian memerah dan desiran angin yang mulai menusuk tak dihiraukannya untuk tetap berada di tempat itu sambil terus memandangi ponselnya.Ia lalu mengambil tempat duduk disudut halte dan menundukan kepalanya lemas. Ya, hari ini sungguh melelahkan baginya- minji.

 

“hufftt…oppa, kau kemana..?” lirih minji pelan sambilmenatap  ponselnya- berharap nama orang yang dinantinya itu muncul di layar lebar benda kecil itu.

 

“kenapa kau selalu terlihat seperti orang bodoh?!” pertanyaan dengan nada pernyataan itu terlontar dari mulut tak berdosa seorang namja yang entah sejak kapan duduk disudut bangku yang ditempati oleh minji

 

“eoh?” minji melirik kesumber suara dan mendapati kai sudah dengan tenangnya duduk disudut yang bersebrangan dengannya- dengan kaki terangkat. TIDAK TAHU SOPAN SANTUN! “kau? Untuk apa kau kemari? Apa kau tidak puas sudah mengerjaiku tadi, huh? Dasar SETAN!” ucap minji merasa terganggu dengan kehadiran kai yang tiba-tiba itu- memang benar seperti setan.

 

“aishh, mana ada setan yang setampan diriku? Kau ini bodoh atau buta Nona Jung?” ucap kai. Kini matanya terpejam dengan tubuh bersandar pada dinding halte tempat mereka duduk- nampaknya ia sedang menikmati udara senja yang cukup sejuk disekitar mereka.

 

“terserah kau sajalah kkamjong, aku sedang malas berdebat denganmu! Aku lelah kalu terus-terussan bermain-main api denganmu!” ucap minji lemas.Ia masih sangat malas untuk beradu mulut dengan bocah setan didepannya itu. Terlebih lagi tadi pagi ia sudah terkena jebakan jahanam manusia tolol ini. Ya, memang setelah kejadian beberapa waktu lalu membuat mereka- minji dan kai semakin dekat(?) oh tunggu! Kalian tidak berpikir mereka dekat dalam arus deras positive relation right? Aishh, you WRONG! Kedekatan mereka secara kharfiah dikatakan sebagai ‘pasangan’ musuh. Yeah, setiap hari kegiatan baru mereka adalah masuk kelas, bertatapan, adu mulut, adu otot(?), dilerai sahabat- baekhyun, chanyeol atau terkadang hyerin dan terakhit pulang dengan dendam kusumat. Dan satu lagi, mungkin dewi fortuna belum berpihak pada minji- karena selama ini yang menjadi korban dalam pertarungan gila mereka adalah ‘DIA’. sungguh naas.

 

 

 

 

#flashback on

 

“YAKk! Kim Jongin, kau berisik sekali! Apa kau tidak ingat kita ini sedang ulangan, huh?” ucap Minji setengah berbisik. Ia sudah depresi dibuatnya, karena sedari tadi Kai terus bergumam dan sibuk sendiri tidak jelas, mengganggu konsentrasi seorang Jung Minji yang bodoh dalam hal mengerjakan soal matematika. Tapi yang dibisikinya malah tetap asyik dengan sesuatu yang dipegangnya- entah apalah itu.

“hushh, baekyeol-ah! Coba lihat ini- bagus bukan? Errggghhh…” bukannya merespon, kai justru bicara pada baekyeol yang duduk dibelakangnya- ia menunjukkan sesuatu, seperti sebuah buku? Tapi bukan itu, itu bukan buku biasa…

 

“waahhhh, itu bagus Jongin! Berikan padaku setelah pelajaran Park songsaenim selesai, nde?” jawab chanyeol.ia pun ikut berbisik, takut-takut kena semprot dari guru killer di depan kelasnya.Sementara baekhyun hanya mencari aman dengan melirik diam-diam sesuatu yang ditunjukkan oleh kai. Dasar Egois!

 

Minji Yang medengar pembicaraan tiga makhluk bodoh itu pun penasaran.Ia melirik kearah belakangnya dan… apa yang ia dapat? buku yang dipegang kai bukanlah buku pelajaran biasa, buku itu mempelajari soal ‘sex’- atau lebih tepatnya MAJALAH PORNO! dasar TIDAK TAHU DIRI! Makhluk macam apa dia ini? membaca majalah porno disaat ulangan jam pelajaran, di jam guru terkiler seantero sekolah pula! Benar-benar manusia tak berotak!

 

“aigooo! Kkamjong!!! Bisa-bisanya kau berbuat mesum disaat seperti ini, huh!!!” ucap minji tak menyangka.Suaranya tidak begitu keras, tapi karena suasana kelas yang sedang hening, membuatnya terdengar seperti suara petir yang menggelegar ditengah malam, membuat semua pasang mata tertuju padanya secara serentak.

 

“bagaimana bisa kau berbuat seperti itu, huh???!!! Apa kau tidak punya otak???!!!!!!” sekarang suara Minji terdengar lebih tinggi. Nampaknya ia belum juga sadar bahwa sekarang ia dan kai sedang menjadi pusat perhatian-termasuk park songsaenim yang mulai mengambil ancang-ancang untuk menyerang mereka berdua. Hyerin sudah berulang kali menyikut lengan minji dengan maksud menyadarkannya- tapi memang dasar yeoja bodoh, ia sama sekali tidak menggubrisnya! Dasar pabbo! Sementara itu disisi lain baekhyun dan chanyeol mulai menundukan kepala pertanda ‘kami tidak tahu apa-apa’. Dasar kurang ajar! Chanyeol menutupi wajahnya dengan kertas soal, sedangkan baekhyun? Dia mulai gila! Sekarang ini ia sedang mebentur-bentrukan kepalanya ke meja- nampaknya ia baru menyadari bahwa selama ini ia berteman dengan orang-orang yang salah. Sungguh kasihan dia. Kai yang menyadari hal itu, langsung memutar otak. Dan, TRINGGG! bagai mendapat sebuah lampu bohlam berwarna kuning terang, ia tertawa kecil karna tiba-tiba sebuah ide cemerlang melebihi kilaunya berlian, melintas dipikirannya. TRAP!

“YAAKKK! Minji-ah!!! Bagaimana bisa aku memberi tahumu!!! Kau harus mengerjakannya sendiri !!!!!!!KAU INI MEMANG YEOJA BODOH!!!!!!”

 

“hehh……?????” minji bingung dibuatnya. Ia memiringkan kepalanya dan memicingkan mata sipitnya kearah kai. Dan bodoh! Ia menemukan sebuah seringaian kecil ala kkamjong diwajahnya itu-ia baru sadar bahwa seisi kelas tengah memperhatikannya. Haishh, minji pabbo! Bisa-bisanya kau terjebak dalam kekejiannya?Lagi?Ckckkck sampai kapan kau menjadi tokoh kartun bodoh minji-ya? Taktik yang bagus kim jongin! Kau memang namja tidak berotak! Dasar licik!

 

“Jung Min Ji !!!berikan lembar kerjamu dan CEPAATTT KELUAARRR!!!!” kali ini giliran park songsaenim yang berteriak histeris di kelas

 

“ta-tapi, aku, belum menyelesaikannya songsaenim… a-aku” ucap minji terbata-bata dengan tubuh bergetar hebat bagai diterjang gempa bumi dahsyat 10,1 skala richter(?)

 

“baiklah, kalau begitu kau bisa berdiri didepan kelas dan menyelasaikannya dengan satu kaki terangkat!” ucap laki-laki tua berkacamata itu datar, namun-

 

“BWUAHAHHAHAHAAHHHAAA!!!!!!!!!!!”

 

ucapan songsanim tadi sukses membuat seisi kelas tergelak tawa terbahak-bahak. Menertawai minji?. Tentu saja mereka menertawainya, karna ulah si namja mesum tak berotak, kai! Minji mengacak-ngacak rambut frustasi, sedangkan terlihat kali ini kkamjong sedang tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya.‘Haishhh!Aku benar-benar membenci namja bresngsek itu!’Batinminji terus saja menggerutu sebal.Ia bahkan mengeluarkan sumpah serapah pada kai agar namja itu jatuh pingsan sekarang juga- dasar bodoh!

 

#flashback of

 

 

“hhahahaha, kau masih kesal padaku karna kejadian tadi ya, pabbo? Hahahha”

 

“dasar namja tak berotak!Masih saja bertanya. Kenapa kau terus saja menggangguku, huh?!!!! Sejak saat dihukum di gudang, kau selalu menjadi juru pembawa bencana bagiku! Kau sangat mengganggu hidupku Kim Jongin!!!” ketus minji. Memang benar, semenjak mereka dipertemukan(?) oleh park songsaenim, mereka menjadi sering bertengkar. Ya, kalian tahu lah apa penyebabnya.

 

“hahhaha, aku tidak mengganggumu~ tapi mungkin kita memang ditakdirkan untuk bersama Hahhahaha” … kai menyadari sesuatu- Minji mengingat pertemuan pertama mereka saat di gudang.. “eoh? apa kau mengingatnya? Padahal itu sudah lama sekali ~ ternyata benar, kau itu penggemarku! Hahhaha” kai Nampak sumringah mendengarnya.Pipinya bahkan saat ini sudah terasa panas.

 

“ah…? hah- tidak! anu-emhh, maksudku, tentu saja! Itu adalah hari terburuk yang pernah kualami! Seharusnnya aku tidak perlu bertemu denganmu, jadi setidaknya hidupku bisa lebih  tenang. Aku benar-benar membencimu kkamjong!” minji mencelos dengan nada yang diatur sedemikian rupa.Mungkin terdengar skartis, tapi ia berani bersumpah- sangat sulit mengatakannya. Mengatakan bahwa selama ini kai benar-benar menganggu hidupnya. Karena sejujurnya, ia juga merasa senang tiap kali dekat dengan kai- mungkin maksudnya ia merasa harinya akan terasa bosan jika tidak bertemu dengan namja gila itu. Tapi Entahlah-

 

“oh-begitu rupanya” ucap kai datar.Kali ini kai yang membatin. Awalnya ia senang melihat kegugupan minji perihal ingatannya dengan pertemuan pertama mereka, namun semuanya sirna sudah terhapus tanpa jejak  saat mendengar penuturan yang diucapkan minji. Membuat dada kai sesak.Alasannya mengapa, kai pun tak mengerti. Yang jelas sesaat setelah itu, ia merasa lemas mendadak dan tak bersemangat- hal ini patut dipertanyakan pada baekhyun dan chanyeol, pikir kai.Setelah itu, perjalanan pulang mereka lalui dalam diam tanpa satu patah katapun keluar dari mulut masing-masing.

 

And I’ve tried to change your mind…

Still I getfrom you is No, No.

 

 

Kai’s Apartement

21.50 KST

 

 

Kai POV

 

 

Aku berjalan menuju tempat tinggalku saat matahari sudah berganti bulan dan di langit terhampar benda-benda kecil bercahaya terang, Bintang. Kulangkahkan kakiku memasuki apartement kecilku saat sudah kutemukan kunci kecil dari saku celanaku.aku berjalan masuk kedalam-  Kurebahkan tubuhku di ranjang, dan kupejamkan mataku. Hari ini sungguh melelahkan, benar-benar melelahkan.Bekerja mengajar anak-anak kecil menggerakan badannya menyesuaikan dengan alunan music bukanlah hal yang mudah.Sulit, sangat sulit- dengan tubuh kecil, otak kecil, dan daya tangkap kecil, ditambah lagi… MEREKA MASIH KECIL! Jelas sangat sulit mengatur bocah-bocah itu.Jika bukan karna tidak memiliki bakat lain dan tuntutan ekonomi, mungkin aku tidak akan melakukan pekerjaan ini untuk menghidupiku. Aku akan lebih memilih untuk mengisi acara-acara pensi atau kesenian yang sesekali kudapatkan- karena memang aku ini belum lulus sekolah, jadilah begini. Tidak memiliki apapun untuk ditawarkan sebagai keahlian kerja.

 

“huffttt… hidup sendiri memang susah” lirihku

 

Kubuka mataku menatap langit-langit kamar.Aku mengingat kembali perkataan minji di halte tadi sore. Sungguh, aku tak bisa mengungkapkannya mengapa hatiku sakit sekali mendengar  minji  mengatakan hal itu. Rasanya ada sesuatu yang aneh saat berdekatan dengan yeoja pabbo itu. Berbeda dengan gadis lain, dia tidak tertarik untuk mengikutiku atau sekedar meneriakan namaku saat aku sedang berlatih tari atau sekedar memetik gitar. Dia justru akan pergi menjauh dari keramaian yang ditimbulkan oleh ku dan dua sahabat konyolku itu. Gadis yang unik- itu yang membuatku selalu tertarik dengannya.Tapi mendengarnya berkata seperti itu, membuatku jatuh terjerembap kedalam lautan pertanyaan menyakitkan. Bahkan meski semua orang tahu aku bukanlah dari golongan berada, gadis diluar sana masih mau mengejarku. Apa mungkin dia menyukai namja yang mapan, memiliki sisi romantis dan bersikap baik? Itu yang terlintas dibenakku saat mengingat yeoja yang selama ini mengganggu pikiranku.Atau mungkin dia sudah memiliki namja chingu???Aahhh, apa-apaan aku ini?Apa mungkin aku mulai menyukai yeoja bodoh itu? Aishhh, ada banyak yeoja cantik dan sexy yang berkeliaran disekitarku, tapi mengapa aku selalu saja memperhatikan tampang bodohnya itu???‘Arrgghhhh!!!Yeoja itu memang benar-benar membuatku gila!’Aku lalu bangkit dari ranjangku, lalu duduk ditepi ranjang menghadap ke cermin didepanku.

 

“haruskah aku kembali pada mereka?” tanyaku pada bayangan yang sama persis denganku.

 

“ahh! tidak,tidak! mereka semua tidak membutuhkanku!” segera kutepis pikiran menjijikan yang tiba-tiba terlintas di otakku.

 

Kembali kubanting tubuhku ke kasur.Kuusap wajahku dengan kedua telapak tanganku kasar.Memikirkan hal yang selama ini ingin kulupakan membuat kepalaku pusing.Sangat sakit kepalaku memikirkannya.Tadi hatiku, sekarang kepalaku. Oh, Tuhan! mengapa nasibku semenyedihkan ini? !!!

Drrrtt drrtttt…

 

Saat sedang bergelimang kesakitan disekujur tubuh, ponselku berbunyi. Tertera nama seseorang yang meneleponku di layarnya. Seorang yeoja…

 

“yeoboseyo”

 

“Kim jongin, apa kau sudah tidur?” tanya orang deseberang sana

 

“ani, ada apa?”

 

“………………………..”

 

“tidak bisa, mian aku tidak bisa” langsung kututup ponselku saat mendengar alasan orang itu menelepon.

 

Kembali kuusap wajahku kasar.Berpikir betapa sulitnya hidupku seorang diri.Tanpa keluarga disampingku.Tak ada tempat berbagi kisah, tak ada tempat berbagi lelah dan penat, tak ada tempat berlindung. Hanya ada chanyeol, baekhyun, yeoja, majalah dewasa, video yadong, club malam  dan teman-temanku yang sama sekali tidak mengerti perasaan dan penderitaanku selama ini.

 

“aarrghhhhh” kuusap wajahku kasar. Lagi, untuk yang kesekian kalinya. Membayangkan bahwa dengan cara ini dapat merusak wajahku. Persetan! Aku tak peduli, ini semua benar-benar menyakitkan! Memikirkannya saja sudah membuatku lelah.Sangat lelah semua ini, semua yang kualami selama ini.Hingga tanpa sadar, mataku benar-benar sudah terpejam, meninggalkan warna hitam yang kudapat, membawaku kealam tidur yang damai.

 

 

 

Minji’s House

22.15 KST

 

Minji POV

 

Masih saja kugenggam ponselku ini.Sudah hampir dua minggu dia tak ada kabar.Terbesit pikiran-pikiran negative dalam otakku, namun segera kutepis mengingat betapa lembut dan manisnya dia saat bersamaku.Apalagi senyumannya itu, sungguh membuat lututku lemas dan jangan lupakan pelukan hangatnya yang selalu membuatku terbuai dan terlena menikmatinya.

 

“luhan oppa, kau dimana?” entah sudah berapa kali aku mengucapkan hal bodoh itu seraya mengetikan sesuatu atau menekan tombol hijau memanggil nama kontak ‘lulu oppa’ di ponselku, karena jelas-jelas orang itu berada di jepang.

 

Aku sudah benar-benar bingung sekarang.Bagaimana bisa luhan oppa tidak mengabariku selama ini. Bahkan biasanya ia selalu mengirimiku pesan tiap dia sedang istirahat kuliah. Memang seharusnya aku mengerti bahwa mungkin ia sedang sibukdengan kuliahnya, tapi entah mengapa perasaanku akhir-akhir ini benar-benar kacau. Dia tampak aneh, walau aku tak bisa bertatap langsung dengannya, tapi dapat kurasakan keanehan dari dirinya.Dia berbeda. Luhan oppa tidak lagi meneleponku tiap malam- Hanya beberapa kali saja ia melakukannya. Luhan oppa tidak lagi menyematkan kata ‘saranghae’ walaupun masih ada kalimat ‘bogoshipeo atau aku merindukanmu’ dalam pesannya.Terlebih lagi sekarang, luhan oppa nampak tidak seantusias dulu saat aku menanyakan ‘kapan kau kembali oppa?’ dia lebih memilih diam dan berkata ‘bersabarlah chagi’ Entahlah, tapi aku benar-benar merasakan kekhwatiran yang teramat sangat padanya.Aku mencintainya. Terlalu mencintainya, sampai-sampai  aku tak bisa berpikir logis lagi, bahwa mungkin saja dia sudah mendapat wanita yang lebih baik, lebih cantik, dan tentunya lebih dewasa dariku di sana.Aku sangat takut itu terjadi.

 

Ya, aku memang manjalani hubungan jarak jauh dengan namjachinguku. Luhan, Xi Luhan. Dia namja yang sudah kupacari hampir 3 tahun lamanya.Hingga pada saat kelulusannya, dia mengatakan sesuatu yang membuat hatiku tercekat.dengan wajah tertunduk ia mengatakan bahwa ia ingin melanjutkan studinya di Jepang. Aku terhenyak mendengarnya, sungguh miris. Orang bilang tidak ada hubungan jarak jauh di dunia ini, karna pasti salah satu atau bahkan kedua pihak akan mendapatkan hati baru dari sekitarnya. Akku takut.Takut jika mitos itu benar terjadi.Aku sangat mencintainya, dan sangat-sangat tidak rela jika harus berpisah dengannya.tapi demi kebahagiaannya, aku menampakan senyum termanisku yang setengah mati kupaksakan dan berkata ‘pergilah oppa, kejar impianmu sebagai pengusaha handal dan kembali sebagai seorang yang sukses’ ia lalu mengangkat wajahnya. Nampak raut muka yang cerah bahagia setelah aku mengatakan hal itu. Ia langsung menarik tubuhku, membawaku masuk kedalam pelukan hangatnya, terlarut dalam kehangatan dan kenyamanan kasih sayang seorang yang sangat amat  kucitai. Luhan oppa…

 

“haahh, oppa… mengingatnya membuat hatiku sakit oppa. Aku ingin menangis…” lirihku seorang diri seperti orang bodoh- padahal memang sedari tadi aku sudah menangis.Bahkan rumah hyerin pun sudah kudatangi untuk berbagi kesedihan ku ini.

 

Aku merindukanmu oppa, sangat merindukanmu. Merindukan saat kau memanggil namaku dengan sebutan ‘minnie’ atau ‘chagi’ merindukan saat kau mengucapkan kata ‘saranghae’ tepat di telingaku membuat tubuhku bergidik bagai tersengat listrik bermega-mega volt, merindukan saat kau membelai pipi dan rambutku lembut, dan tentu saja aku sangat merindukan sentuhan saat kau membawaku dalam pelukan cinta hangat darimu oppa…

DEG!

 

Tiba-tiba saja, aku teringat kai.Ingat saat aku tak sengaja berpelukan dengannya di gudang. Saat aku hanyut dalam dekapan hangat dan bau mint yang menguar dari tubuhnya. Merasakan kenyaman dan desiran darah yang megalir deras dalam tubuhku.Tidak jauh berbeda dengan yang kurasakan saat bersama luhan oppa.Bedanya, aroma yang menguar dari tubuh luhan oppa adalah bau almond yang sangat kusukai dan menenangkan.

 

“aisshhh, minji-ah, apa yang kau pikirkan, huh?! Bisa-bisanya kau membandingkan luhan oppa dengan namja tak berotak itu! Haisshh” aku menggelengkan kepalaku menyadarkan otaku yang mulai tak beres ini.

 

Lalu, aku mengingat kejadian tadi sore, saat aku mengatakannya. Hal yang sebenarnya entah mengapa sangat sulit kuucapkan, walau itu adalah kenyataan bahwa ia benar-benar selalu saja mengganggu dan mengahancurkan hariku. Rasanya seperti ada yang menahanku untuk mengatakan itu semua.Mungkin karena pelukan itu, kehangatan dan kenyamanan yang sangat kurindukan dari luhan oppa dan tanpa sengaja kudapatkan darinya membuatku lupa diri, dan merasakan hal-hal aneh akhir-akhir ini. Tapi, entah perasaanku saja, atau memang benar ia langsung terlihat muram dan lesu selesai aku mengeluarkan unek-unek ku itu. Dan lagi-lagi otak dan hatiku berjalan tak seimbang, perasaan menyesal tiba-tiba saja menusuk hatiku.Bagaimana bisa?aku pun tak mengerti alasannya, tapi yang pasti sudah kuputuskan untuk menanyakannya pada kai esok.

 

 

 

August, 08th

Hannyoung High School, 06.55 KST

 

Pagi itu suasana amat cerah. Langit tidak mendung  namun tidak juga menampakan warna kuning yang menyala menyilaukan mata. Semilir angin berhembus tenang menerbangkan dedaunan dan menggerakan ranting-ranting pohon dengan gerakan pelan dan lambat.Udara sejuk itu juga masuk melalui celah-celah jendela yang dapat persis dirasakan oleh sekelompok manusia yang berada dalam sebuah kelas. Murid-murid Hannyoung high school sudah berada dalam kelas masing-masing, begitu juga dengan minji, yang hari itu datang lebih pagi karena  perasaannya mengatakan ingin segera bertemu dengan namja yang selama ini mengganggunya- kai. Namun, hingga waktu hanya menyisakan 5 menit lagi sebelum bel masuk berbunyi, sosok itu belum nampak juga batang hidungnya, membuat si penunggu kesal dan jengkel.Eitzz, tapi jangan lupakan kekhawatiran dari yeoja itu juga.Diam-diam minji juga sempat khawatir dengan kai.Mengingat belakangan ini aktivitas kai menjadi lebih sibuk, dan tubuhnya juga menampakan kelelahan yang teramat sangat.Bagaimana tidak?seorang remaja hidup seorang diri di kota besar macam seoul bukanlah hal yang mudah, ditambah lagi ia berada di lingkungan sekolah elit yang mengharuskannya membiayai segala keperluannya seorang diri. Ckckkckkckk, kasihan, tapi dia adalah laki-laki yang hebat. Saat minji sedang melamunkan namja mesum itu, tiba-tiba saja terdengar suara teriakan dari belakang minji…

 

“YAAKK!Kai-ah kemana saja kau ini, huh??? Semalaman kuhubungi tidak maau menjawab!! Padahal ada banyak yeoja sexy kemarin disana” terdengar suara lengkingan tinggi yang memekakan telinga dari baekhyun si namja sipit nan imut sambil bergerak bersama  satu orang temannya yang tentu(?) lebih tinggi darinya menuju seorang yang baru saja memasuki kelas dengan tubuh lunglai disertai tampang lesu dan lemas- nampak bosan hidup mungkin orang ini. “hmmhhhh” yang diteriaki malah hanya menjawab dengan desahan malas yang keluar dari rongga mulut tak berdosanya(?) membuat jengkel dua orang manusia yang kini sudah berada dibangkunya lagi- karena mengikuti alur berjalan kai. DASAR BODOH!

“haisshhh, dasar pabbo! Kemarin kau yang minta dicarikan yeoja-yeoja sexy, tapi malah kau yang tidak datang! Apa kau sudah berubah menjadi alim sekarang, HUH???!!!” sekarang giliran suara parau yang ngebass  mirip suara ahjussi-ahjussi pingiran dangkok keluar dari bibir mungil chanyeol. Ckckckk dia ini sungguh tidak cocok untuk urusan teriak-meneriak. Baekhyun yang disampingnya hanya menutup telinga sambil menatap death glare kearah chanyeol- chanyeol menyengir.

 

“aku sedang tidak bersemangat, lain kali saja” singkat dan tepat. Itu predikat yang paling pas disandang untuk perkataan kai barusan, menandakan bahwa orang itu benar-benar dalam keadaan yang sulit diartikan dan tidak dapat ditebak.Sementara kedua makhluk yang masih setia berada dibangkunya hanya melongo dengan tatapan tak percaya.

 

“hshhh,…. yasudahlah, kita saja yang melanjutkannya nanti malam yeolli” decak baekhyun menyerah melihat tampang kai yang seolah mengatakan ‘jangan ganggu aku’ dan baekhyun mengerti itu- berbeda dengan chanyeol…

 

“ohhohoho, yasudah baiklah chagi. As your wish…” jawab chanyeol semangat sambil memperlihatkan jejeran gigi putihnya yang seperti susu formula bayi usia 6 bulan. Ternyata chanyeol memang tidak mengerti! Ckckkck-___-“

 

“ishhh, menjijikan sekali kau, bayi ahjussi!” baekhun Nampak bergidik ngeri mendengar jawaban dari chanyeol yang menyematkan kata ‘chagi’ untuk dirinya. Bukan hanya bibirnya yang selalu tersenyum terbuka lebar seperti pintu masuk gereja st.fless saat dalam keadaan apapun, bahkan saat terkena musibah sekalipun- tapi juga kelakuannya  yang diluar nalar akal sehat manusia, membuat baekhyun yakin benar bahwa orang yang ada dihadapannya ini memang manusia IDIOT!!!

“haishhh, kau ini kejam sekali baekhunnie…” ucap chanyeol sambil mempoutkan bibirnya, memperjelas keyakinan baekhyun bahwa manusia ini memang benar-benar jelemaan(?) dari seorang ahjussi tua yang bersemayam dalam tubuh, ralat! Wajah.hanya wajah- mengingat postur tubuhnya yang tinggi besar bak seekor beruang madu. (‘seekor’ oh, maaf ‘seorang’) bayi karena mukanya yang imut dan baby face berbanding terbalik dengan suaranya yang berat, parau dan ngebass menggelintar.

 

“Tskk! Go away from me! Setidaknya sampai nanti malam sebelum kita sampai di club!” ketus baekhyun melihat tingkah chanyeol yang makin menggila.“kau akan menyesal berjauhan denganku baekhyunnie…” lagi-lagi ucapan chanyeol itu terdengar seperti ocehan orang dari rumah sakit jiwa yang masuk dalam kawasan sekolah. Sungguh diluar dugaan baekhyun memiliki teman sepertinya.

 

“ You’re mucky! Hushh hushh” frustasi, akhirnya baekhyun memilih untuk kabur menjauhi bayi ahjussi itu menuju tempat duduknya, yang sebenarnya mereka berdua adalah teman sebangku. Sungguh, baekhyun yang malang-,-“ ckckckkck

 

 

Lain baekhyun yang frustasi, lain chanyeol yang depresi, lain pula kai yang nampak tak perduli, ckckkcck. (di korea juga ada Bhineka Tunggal Ika ya? berbeda tapi tetap satu) Ia justru terlihat serius dengan proses pemasangan headset ditelinganya dan langsung menyambar ipod yang tadi hampir disentuh oleh chanyeol- sepertinya chanyeol memang patut unutk dijauhi. Lalu kai pun terlarut dalam alunan musik yang entah  lagu apa yang didengarnya itu. Minji yang memperhatikan kejadian tersebut hanya bisa menarik kesimpulan bahwa suasana hati kai sedang tidak baik. Maka dari itu, ia urungkan niatnya untuk berbicara dengan kai. Untung saja Shin songsaenim telat masuk kelas, karena ternyata saat kai memasuki kelas, jam sudah menunjukkan pukul tujuh lewat sepuluh menit. Itu berarti kai telat- lagi! Dasar namja gila! Tak lama setelahnya, shin songsaenim pun datang membawa tumpukan buku tebal berwarna-warni dengan berbagai cover.

 

“maafkarena saya terlambat masuk kelas, ada keperluan yang harus saya selesaikan tadi” ucapnya sambil merapikan buku yang dibawanya tadi keatas meja, lalu berdiri didepan kelas “ Kalau begitu langsung saja kita membagi kelompok untuk ujian praktek bulan depan.kalian akan menarikan tarian tango berpasangan” ucap wanita yang masih tergolong muda itu tegas. Perawakannya yang kecil, imut dan lucu serta wajah yang manis, sangatlah tidak sesuai dengan sikapnya yang menganggap seolah-olah manusia-manusia tak berdosa dihadapannya itu adalah buruh pabrik yang siap setia bekerja 24jam nonstop tanpa makan. Eerrrrrr… lebih mengerikan daripada Park songsaenim ternyata!

 

“haisshhh, songsaenim, tugas mengaransement lagu dan tari individu yang kau berikan saja belum selesai, mana bisa kau menambahkan kami tugas lagi???” ujar seorang murid lantang

 

Pernyataan dari shin songsaenim tadi tentu saja membuat jengkel para murid. Ada yang mengumpat dalam hati, mengutuk sang songsaenim, memukul-mukul meja sebagai pelampiasan(?) bahkan ada pula  yang sampai berteriak histeris saking frustasinya. Jelas saja, tugas yang lain belum selesai, sekarang dengan seenak jidat dia menambahkan pekerjaan baru lagi pada mereka- ditambah tugas dari guru-guru lain pun sudah menempuk, bersiap menjajal raga jasmani dan rohani mereka dengan gegap gempita. Sungguh menderitanya menjadi siswa kelas akhir!

“sudah-sudah, tidak ada tawar menawar! Kalian ikuti, atau saya tidak memberi kalian nilai akhir semester!” cerocos wanita itu, membuat jantung para siswa bagai terlepas(?) dari raganya. Akhirnya kelaspun kembali tenang, siswa bersiap mendengarkan dengan siapa mereka berpasangan- dalam hati mereka mengutuk yeoja itu.

 

“baiklah, kelompok pertama, Jung ah ri dengan lee jinki..”

 

“Kelompok dua, park chanyeol dengan min rin tae..” tiba-tiba-

 

“songsaenim! Apa aku tidak bisa bertukar pasangan???!!! A-akku—“ belum sempat chanyeol melanjutkan kalimatnya…

 

“tidak bisa park chanyeol, keputusan ini sudah final. Kau tinggal menjalankannya” ucap guru itu memotong perkataan chanyeol membuat chanyeol tersentak dan kali ini tidak ada deretan gigi putih yang terlihat. Sungguh naas nasibnya kali ini-,-ckckckkk

 

“kelompok tiga, byun baekhyun dengan lee hyerin…” lanjut shin songsaenim dan mendapat respon yang luar biasa senang dari salah satu pihak.

 

“GREATTT!!!!!” baekhyun memekik senang mendengar ucapan shin songsaenim “rasakan kau park chanyeol- selamat menikmati ujianmu…!” goda baekhyun berbisik pada chanyeol. Bagai mendapat kupon berhadiah uang tunai 1 juta won, baekhyun senang bukan main karna berpasangan dengan hyerin yang cantik nan sexy yang sudah menjadi incarannya namun belum juga dapat ia taklukan  selama ini. (kasian! Ama author aja sini !^,^)

 

“haishhh, sial ! Mengapa baekhyun mendapat pasangan bagus, sementara aku harus berpasangan dengan yeoja gendut dan montok itu???!!! Awass saja! sampai dia menghambatku, akan kugulingkan dia di rel kereta cepat  menuju mokpo!!!” umpat chanyeol membatin, sementara baekhyun masih terkekeh penuh kemenangan.Pasangan lain pun ikut dibacakan, walau sesekali terdengar suara protes dari murid, tetapi guru itu tetap pada keputusannya. Sampai yang terakhir dibacakan…

 

“yang terakhir, Kim jongin dengan jung minji…”

 

“hhhhhwwwwaaaaaaaaaa!!!!!!!” terdengar teriakan histeris dari para yeoja seisi kelas seperti baru saja  melihat monster inc. keluar dari layar televisi saat mendengar ucapan shin songsaenim tadi-  tentunya iri karna minji mendapat pasangan yang jago menari, hebat, keren dan Kece badai tralala-trilili  seperti kai.

 

“itu tidak adil songsaenim! Mana boleh kai berpasangan dengan minji !” sekarang terdengar seorang yeoja yang nampak benar-benar dengki kusumat dengan minji. Sementara sang guru hanya menggelengkan kepala seakan mewakili perkataan ‘ini keputusan final’ Sedangkan yeoja-yeoja lain hanya mengumpat dan mencemooh minji karena keberuntungannya bisa berpasangan dengan kai.

 

 

Minji POV

 

“haishh, kenapa harus dengan namja mesum itu?!” batinku

 

Aku tidak tahu apakah harus kesal karna berpasangan dengan namja gila itu, atau justru senang. Entahlah, aku pikir aku akan kena sial jika terus berdekatan dengannya, tapi yang kurasakan beda. Aku rasa akan lebih baik jika aku bersamanya. Mengapa?Aku pun tak tahu alasannya.Mungkin karna dia hebat menari dan hebat juga bermusik.Lengkaplah sudah.Aku terima sajalah.

 

Aku melirik kearah kai, yang sama sekali tidak bergeming. Ia nampak tak menggubris rayuan para yeoja yang memelas belas kasih untuk kai melatih mereka menari. menampangkan wajah aegyo mereka  yang sungguh ingin membuatku muntah ditempat. sangat menjijikan! Kai malah terlihat sibuk dengan pikirannya sendiri. Itu yang dapat kulihat, karna tatapan matanya kosong entah kemana ditinggalkan(?) oleh sang pemilik. Lalu aku pun berbalik menghadap depan lagi, mendegarkan intruksi yang diberikan oleh shin songsaenim

 

Kai POV

 

Entahlah apa aku harus senang atau justru kesal mendengarnya. Aku mendengarnya.Mendengar dengan jelas bahwa kali ini aku dipasangkan dengan minji.Disatu sisi aku senang karna pasti dapat menghabiskan waktu lebih lama bersama yeoja itu dan bisa mengenalnya lebih dekat. Tapi disisi lain, ‘apa mereka tidak tahu bahwa sekarang pikiranku ini sedang dipusingkan olehnya?!!!Great! It’s will be embarrassing day after this! antara senang dan sedih- entahlah, aku tak bisa memilihnya.

 

Aku lihat minji melirik kearah ku.Segera kupalingkan wajahku, berusaha mati-matian supaya dia tidak sadar bahwa sedari tadi aku memperhatikannya.Sejak tadi. Sampai-sampai tidak kuhiraukan pertanyaan, teriakan, atau bahkan rayuan dari yeoja-yeoja yang memenuhi telingaku, memintaku untuk menjadi tutor dance mereka-damn! merekamembuatku ingin menyumpal mulut-mulut mereka itu dengan kaos kaki milik kim minseok si pemain futsal sekolah yang terkenal tidak pernah diganti. Yang kuperhatikan dari tadi hanyalah sosoknya- Jung minji.Dia sangat menarik perhatianku.

 

I gotta be moving on, moving on,

Since I met you…

 

 

Kai’s studio, 16.00 KST

 

Sepulang sekolah, kai dan minji sepakat untuk berlatih menari tango di studio tari tempat kai biasa mengajar.Tidak begitu jauh dari sekolah, sehingga mereka dapat cepat sampai ke tempat latihan.Sesampainya disana minji Nampak terkagum-kagum dengan bangunan yang ada didepannya itu “kai, ini tempat kau mengajar?” minji bertanya pada kai dengan raut wajah yang tak bisa digambarkan.Bodoh- yang jelas itu.“nde..” jawab kai enteng sambil terus berjalan memasuki studio dengan minji yang mengekor dibelakangnya. Mereka berjalan memasuki studio yang bisa dibilang cukup terkenal itu

“mengapa banyak anak-anak?” tanya minji bingung melihat kerumunan anak kecil di setiap sudut studio membuat suasana didalam studio jauh lebih ramai daripada diluar tadi.“aku memang mengajar mereka” kai sempat menoleh kebeberapa anak yang ada disekitar studio, lalu kembali berjalan.

 

Minji mengangguk seolah mengerti dengan ucapan kai.Ia baru tahu selama ini kai mengajar tari untuk anak-anak. Sesekali ia mencubiti pipi gembul anak-anak kecil yang melintas didekatnya dengan penuh nafsu. Sedangkan sang anak? Mereka hanya memasang muka datar dan terlihat menyesal karna harus berpapasan dengan minji yang nampak seperti monster yang siap mencabik-cabik wajah imut mereka.Minji memperhatikan sekeliling studio.Tempatnya tidak begitu besar, tapi minimalis dan terlihat sangat modern. Disetiap ruangannya terdapat kaca-kaca besar yang hampir memenuhi seluruh sudut ruangan tersebut, warna cat yang amat cerah dan berwarna-warni disertai berbagai alat speaker dan sound sistem yang diatur sedemikian rupa. Lantai yang tertutupi kayu dan akses menuju ruangan yang mirip dengan koridor membuatnya terkesan lebih elegan.Keren.Itu komentar minji saat melihat tempat kai bekerja selama ini.

 

Mereka lalu memasuki salah satu ruangan yang sepertinya paling luas diantara ruangan lainnya. Kai meletakkan tasnya dipojok ruangan dan beranjak kesudut ruangan lainnya tempat rak-rak seperti lemari dengan kaset, album, majalah, dvd dan vcd tercecer tak beraturan didalamnya. Lalu ia kembali dengan membawa sebuah kaset yang minji yakini, itu adalah bahan untuk latihan mereka

 

“ada beberapa music backsong untuk tarian kita didalamnya. Kau bisa pilih sesukamu” ucap kai pada minji sambil menyerahkan kaset yang tadi dipegangnya

 

“baiklah, aku akan mencobanya!” jawab minji semangat dengan senyum lebarnya- mungkin tertular happy virus dari chanyeol-_-

 

Minji lalu memutar satu demi satu lagu yang ada dalam kaset tersebut. Setelah dirasa cocok, akhirnya ia memilih salah satu lagu yang menurutnya paling pas untuk menjadi backsong tari mereka. Setelah itu tanpa membuang banyak waktu, mereka langsung berlatih denagan serius.Kai mengajari minji dengan sangat telaten dan sabar.Mengingat ini adalah kali pertama bagi minji melakukan tari tango, maka kai pun memakluminya. Mereka terus berlatih sampai hampir 3 jam mereka latihan, dan minji merasa tulangnya sudah retak dan rontok entah menjadi seperti apa. Mereka pun memustuskan untuk beristirahat.Minji menyandarkan tubuhnya ke dinding ruangan dan mengatur nafas yang masih memburu.Sedangkan kai?Hilang entah kemana. ‘biarlah, mungkin dia mencari angin’ pikir minji.

 

“hossshhh, hosshhh, hosshhh….” Nafas minji masih saja memburu seiring dengan rilisnya keringat yang membasahi tubuhnya.“ini, minumlah!” tiba-tiba saja kai muncul entah datang dari mana serta merta membawa dua botol minuman dingin dan menyerahkan salah satunya pada minji. ‘Ahh surga dunia’ batin minji.

 

Gleekkk… gleekkk… gleekkkk……

 

“kau bisa mati tersedak jika minum seperti itu” ucap kai ngeri saat melihat minji meminum airnya sampai habis tanpa mengambil napas, layaknya seekor unta(?) yang baru mendapatkan air setelah mengelilingi bermil-mil gurun pasir. Haish, yeoja ini benar tak karuan.

 

“huugghhh, huugghhh, huugghhh… haku sanghaat haus khaiii-” jawab minji ngos-ngosan setelah meminum habis airnya dan kembali menyandarkan tubuhnya ke didinding, lemas.

 

Cukup lama mereka beristirahat.Kai dan minji duduk bersebelahan, menyadar pada dinding menghadap lurus kedepan, menikmati udara yang ada dalam ruangan tersebut dalam diam. Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka masing-masing. Canggung-  Itulah yang terjadi diantara mereka.Berdua dalam satu ruangan dan harus sedekat ini membuat mereka berdua diliputi rasa canggung yang menguar keseluruh tubuh- menjadikan segala pergerakan mereka seperti pusat perhatian.Alasannya mengapa?Mereka pun tak tahu. Bingung- Itu juga  yang ada dalam pikiran mereka. Bingung harus melakukan apa, membicarakan apa, atau bahkan memulai pembicaraan darimana. Situasi yang sangat rumit.Alhasil, mereka pun lebih memilih diam dan menyesap suhu normal dalam ruangan tersebut dengan damai.

 

Hening…

 

We wait for something’s…

We wait and never know when the hardest thing in life

But letting go, it gets harder

 

10 minute letter…

 

“kau menyukai anak kecil kai?” tak tahan dengan situasi tak mengenakkan, akhirnya minji pun mencoba membuka suaranya. “tidak begitu” jawab kai singkat, bahkan tanpa menoleh sedikit pun kearah minji- bukan itu yang inji harapkan.  “kenapa? Padahal hampir tiap hari kau bergumul dengan anak-anak kecil itu” tanya minji lagi. Walau jawaban kai tidak mengenakan, tapi ia tertarik dengan segala hal tentang kehidupan kai. Entahlah- dia hanya merasa begitu.

 

“huffthh… mereka itu sangat merepotkan… tapi terkadang, mereka  juga terlihat sangat menggemaskan. Sangat menyebalkan, tapi terkadang, saat bersamanya juga terasa sangat menyenangkan.Entahlah aku tak tau” jawab kai dengan pandangan yang tetap lurus kedepan.

 

“hmm, kalau menurutku, mereka semua itu sangat unik. Lucu, imut, dan menyenangkan.Melihat mereka tertawa saja bisa membuatku ikut tertawa, Hhhh. Tingkah polos mereka membuat mereka terlihat bagai makhluk paling mulia di muka bumi.Hhahaa” tanpa diminta, minji mengeluarkan pendapatnya dengan semangat dan wajah beseri-seri. Kai yang melihatnya, tanpa sadar menarik salah satu sudut bibirnya membentuk sebuah lengkungan manis penuh arti. Terus saja ia perhatikan cara yeoja itu berbicara sampai ia rasa sudah benar-benar takluk akan pesona dan kebodohan yeoja itu.

 

“yaakk! Kai !!!kau tidak mendengarku ya??? Hufftt, dasar menyebalkan!” ucap minji sambil memanyunkan bibir dan melipat kedua tangannya di dada, setelah sadar bahwa yang diajak bicara sedari tadi hanya diam dan bernapas.Benar-benar imut, kai ingin tertawa melihatnya.Ia terus saja memandangi yeoja disampingnya itu hingga tanpa sadar ia melakukan kebodohan tak terhingga…

 

“aku mendengarmu. Lucu sekali kau bilang anak kecil itu makhluk paling mulia-“ setelah keadaan sunyi senyap tak bersuara, tiba-tiba saja kai bicara. Sungguh diluar dugaan, ditambah lagi topic pembicaraanya tadi yang membuat  Minjimenaikan sebelah alisnya. Minji Nampak berpikir, setelah itu…

 

“bwuuaahhahahhahahhhahaa” tawa minji pun meledak “ter..ternyata… kau ini benar-benar tak berotak kkamjong…!!!!! lama sekali kau mencerna perkataanku! Bwuahhahahhaha!!!!!!!” minji mengatakannya dengan terputus-putus karna menahan sakit diperutnya akibat menahan dan terlalu banyak tertawa.Ternyata dari tadi kai baru mengerti ucapannya.

 

“aisshhh, dasar yeoja pabbo!!! Seenaknya saja kalau bicara! Kau mengejekku, huhh?Cari mati kau??!!!-“ ucap kai kesal melihat minji malah menertawainya. Sedangkan dari tadi ia sibuk setengah mati merangkai kata-kata yang tepat untuk diucapkannya pada minji. Setelah dapat, malah ledakan tawa tak berirama yang diterimanya. ‘haisshhh, yeoja pabbo!’

 

“hahhaha anniyooo… khau nya saja yang terlalu sensitive! Tapi memang benar kau ini sangat idiot, sama seperti temanmu si baekyeol itu! Huahhahhahha” lagi-lagi dengan tampang innocentnya minji tertawa, tidak menyadari orang disebelahnya kini sedang mengutuk dirinya.Haish, mereka berdua memang benar-benar aneh.

 

“sudah, jangan menertawaiku terus! Atau aku tidak akan mengejarimu menari?!!” kata kai kesal karna merasa dipermalukan. “ahh hahh, anni-anni !!! mian kai, mian… Jeongmal mianhae._.Aku janji tidak menertawai mu lagi, tapi kau tetap harus melatihku, nde?!” ucap minji takut dan sejurus kemudian melancarkan aksi aegyonya, membuatnya terlihat seperti kucing Persia yang minta diberi makan oleh majikannya.

 

“yaksok?” tanya kai. Sebenarnya melihat minji beraegyo, kai ingin tertawa. Karena baru kali ini ia melihat yeoja cerewet itu beraegyo. Namun setengah mati ia tahan tawanya itu karna penyakit gengsi yang menjalar tubuhnya. “emhh! yaksoookkk!” jawab minji mantap sambil menarik salah satu jari tangan kai dan menautkan kelingking mereka menjadi satu.

 

Kai yang melihat hal itu hanya bisa diam seribu bahasa, tak bisa berkutik mengikuti atau menolak. Debaran jantungnya tiba-tiba saja mengeras, Menderu, menggebu-gebu bagai suara drum yang selalu ditabuh oleh chanyeol saat membawakan lagu ‘play for plagues’ dari bring me the horizon. Desiran darahnya pun tak mau kalah beradu cepat.Bagai terkena aliran listrik, cairan kental itu terus saja memompa jalannya irama degupan jantung kai.Pipinya pun tak mau diajak kompromi.Kedua sisi wajah itu memanas dan nampaak terbakar seperti daging panggang.Kai yang mulai merasakan hal yang tidak beres itu, langsung saja memalingkan wajahnya agar tidak bertemu dengan manik mata hitam milik yeoja didepannya ini.Mencoba menetralkan suasana hati dan tubuhnya.

 

Tidak berbeda jauh dengan kai, minji pun merasakan hal yang sama- karena saat ia menarik jari kai, kai sempat menatapnya dalam. Oh! Apa itu? Degup jantungnya menjadi hilang hitungan seperti ini. Bagai lari berkilo-kilo meter jauhnya, jantung minji terus saja berdetak tak beraturan. Pipinya menjadi merah padam, terlihat benar saat ia melirik dirinya dari pantulan kaca studio. Bedanya, minji hanya menganggap semua itu adalah hal yang biasa dan segera mengontrol kembali keadaan dirinya.Berbanding terbalik dengan namja dihadapannya yang sedang mati-matian mengendalikan gejolak emosinya yang meluap-luap.

 

“hhahhhaha, kau ini-“ ucap kai renyah setelah ia rasa keadaannya cukup aman terkendali “hehehheehe” timpal minji cengengesan tak kalah bodohnya.

 

Mereka akhirnya dapat membuka suara, , mencari topik masalah, memulai perbincangan, tertawa dan terdiam beberapa saat. Lalu kembali berbincang, saling mengejek dalam konteks yang aman. Kali ini mereka sudah mulai bisa terbuka satu sama lain. Minji tanpa ragu memuji kehebatan kai dalam menari dan bermain gitar, sedangkan kai hanya memberikan senyum miringnya dan sesekali mengacak rambut minji menambah kesan akrab diantara mereka.Berbeda dengan dulu, saat mereka masih sering bertengkar dan adu mulut.Sekarang mereka terlihat seperti kawan yang sangat akrab dan sudah sangat dekat.Baru mereka sadari ternyata bisa sebaik ini jika mereka berteman.Baik kai maupun minji sama-sama menikmati suasa tersebut.Ternyata kai tidak seburuk yang minji kira.Kai bisa mengerti segala perkataan minji dengn baik- bahkan sahabatnya, hyerin, terkadang sulit mengartikan berbagai cerita minji yang selalu dramatis dan melankolis.Tapi kai berbeda.Ia tak memberikan nasihat seperti yang selalu dilakukan ibunya, tidak memberi saran yang sering diberikan hyerin untuknya. Kai hanya diam- ia hanya diam dan tersenyum sambil memperhatikannya. Terkadang tangan kirinya terangkat untuk menyentuh pundak minji atau mengacak brutal rambutnya sebagai respon darinya- dan minji menyukai itu.Tingkah kai itu membuatnya nyaman, terlebih minji yang sudah lama tidak merasakan kenyamanan dari seorang namja.

 

I know it’s wrong, know it’s wrong,

But still I’ll try…

There’s something in the way I feel

When you say my name

Girl I know it’s real

Moving on is what I gotta do,

To get myself over you, yeah

 

Lama mereka menikmati suasana hangat yang berhasil diciptakan, hingga tanpa sadar waktu sudah menunjukkan hampir pukul 9 malam. Kai yang lebih dulu menyadarinya buru-buru mengambil tasnya dan mengajak minji pulang.Sebenarnya ada perasaan tak rela saat harus berpisah dengan minji dalam keadaan seperti ini, namun semua itu segera ditepis dari olehnya, dan berpikir masih ada hari esok.Minji meminta izin ke toilet untuk mencuci muka.Kai pun berinisiatif untuk membawakan tasnya. Saat diambilnya tas itu, tak sengaja sebuah buku terjatuh dari dalamnya. Ternyata minji lupa menutup resleting tasnya tadi. Kai pun mengambil buku itu yang ternyata adalah buku diary dan berniat memasukannya kembali kedalam tas sebelum sesuatu yang lain juga ikut terjatuh dari dalam buku tersebut-

 

DEGG!!!

 

Kai diam mematung- tubuhnya kaku melihat sesuatu yang baru saja dilihatnya dilihatnya…..

 

 

-TBC-

 

 

 

Hufftt, akhirnya bisa dipublish juga ff ini.Mian banget, banget se-banget-banget-nya kalo boogy telat publish. I’m really sorry about that._. but, you know lah, I’m just a girl with daily activities like another :D. Terimakasih buat READER yang sudah mengorbankan waktunya untuk menuggu ff abal ini. Mian karena boogy ngaret banget dari jadwal publish kemaren. Soalnya tadinya fF ini pake bahasa baku biasa, tapi waktu bikin intro kepikiran buat make bahasa yang rada..ehm, dramatis gitu deh. Alhasil, jadilah ane harus mengobrak-ngabrik, orak-arik, edit ulang chapter ini, soalnya banyak(?) eh, ada yg suka penggunaan bahasanya #LEBEEHHH -____- oiya, MIAN juga kalau chapter satu ini tidak seperti harapan kalian, baik dari segi bahasa ataupun alur dan karakter. Insyallah, di chapter 2 boogy bakan bikin yang lebih special dan CETAR lagih\^,^/ kekkek. Sekali lagi, AKU masih belajar membuat fanfic yang baik, jadi tolong bantuan dan kerja samanya. Kritik dan saran akan sangaaattt diterima dengan lapang dada dan hati terbuka^,^ kekkekk

 

Tidak lupa, special thanks again for reader^o^ terimakasih karena kalian sudah mau membaca karangan saya, dan jika berminat, harap tunggu chapter selanjutnya yang insyallah- mudah-mudahan akan segera di publish kalau kalian antusias dengan fanfic ini… dan meninggalkan jejak untuk saya lihat ^^

 

The last word, please comment and don’t be silent reader! \^0^/

Thank you for reading>>>>

Iklan

20 pemikiran pada “Possibility (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s