One Day in Your Live (Chapter 1)

One Day In Your Live [Part 1]

Author                  :               Yoo Mi (@Bilbiladinda)

Cast                       :               Wu Yi Fan

Kim Hye Mi

Im YoonA

Kim Jongin

Other Cast          :               Exo Member

Genre                   :               Silahkan kalian yg tentukan sendiri ini genrenya apa (?) .-.

 

*Author POV*

Semua orang di dunia ini pasti pernah memiliki satu hari yang paling berharga dalam hidupnya. Satu hari itu tidak akan pernah di lupakan sampai kapan pun. Umur semakin bertambah tapi kejadian berharga yang kalian alami tidak akan bisa terlupakan.

Begitu pula dengan Wu fan, dia tidak bisa melupakan hari paling berharga dalam hidupnya di tempat ini. Ya, sebuah taman bunga yang sering ia datangi dulu bersama seseorang wanita yang dicintainya.

Wu fan menarik nafasnya dalam dan menutup matanya menghirup udara segar yang ia rasakan di taman bunga ini. Setiap kali ia menghirup udara di taman bunga ini, pikirannya selalu teringat pada seorang wanita yang sangat ia cintai.

Suara sepatu terdengar melangkah ke arah wu fan. Wu fan sering mendengarkan suara sepatu yang selalu ia dengar saat ia datang ke taman ini. Suara sepatu ini adalah suara sepatu yang ia dengar 8 tahun lalu tepatnya di taman ini.

*Flashback*

Permasalahan yang terus datang membuat wu fan merasa tertekan. Ya, hari ini wu fan kembali lagi ke taman bunga favoritnya. Hari ini dia hanya duduk di kursi taman itu dan menyandarkan kepalanya ke kursi. Wu fan memejamkan matanya. Terlihat dua bulir air mata jatuh membasahi pipinya menandakan bahwa wu fan benar-benar sangat tertekan. Suara sepatu melangkah menghampiri wu fan. Seorang wanita cantik duduk di sebelah wu fan. Wanita itu adalah Kim Hye Mi teman wu fan semasa kecil. Wu fan menyadari ada seseorang sedang berada di sampingnya dan ia pun membuka matanya.

“hye mi kau…”

Hye mi memegang wajah tampan wu fan. Dia menghapus air mata yang membasahi pipi wu fan. Wu fan terkejut dengan apa yang sedang hye mi lakukan saat ini. Hati wu fan di penuhi oleh ketenangan yang belum pernah ia rasakan selama ini.

“jangan menangis. Laki-laki tidak boleh menangis”

“yak! Memang siapa kau ini berani menasihatiku cih”

“aku sahabatmu! Aku berhak menasihati sahabatku”

Wu fan tersenyum pada hye mi dan tentunya di balas lagi oleh senyuman manis dari hye mi. Perasaan wu fan mulai di penuhi oleh ketenangan dan kesenangan. Entah kenapa ia merasa sesuatu berbeda pada dirinya. Ketika melihat hye mi tersenyum, ketenangan dan kesenangan mulai memenuhi dirinya.

“jika ada masalah, kau tinggal bercerita padaku tuan wu”

“apa kau bisa hadir di setiap aku membutuhkanmu?”

“tentu! Aku ini sahabatmu!”

“bagaimana caranya membuatmu hadir saat aku sedang ada masalah?”

“kau tinggal panggil saja namaku, aku pasti muncul”

“cih kau ini seperti bocah!”

“bocah katamu?! Yak! Wu yi fan!”

Wu fan berlari menjauhi hye mi, tentu saja hye mi ikut berlari. Wu fan terlihat senang dan seperti tidak berada dalam sebuah masalah. Ya, ini adalah hari paling berharga bagi wu fan yang tidak bisa ia lupakan.

*Flashback off*

Wu fan membuka matanya dan melihat di sekelilingnya sudah di penuhi anak-anak kecil yang sedang bermain bersama ayah dan ibunya. Tiba-tiba saja wu fan membayangkan dimana suatu saat nanti dia bermain bersama anaknya dan tentu saja dengan istrinya. Wu fan tersenyum.

*Hye Mi POV*

Aku menggenggam tangan Jongin. Ya, hari ini adalah hari pengumuman kelulusan di universitasku. Tanganku semakin erat menggenggam jongin. Jongin adalah kekasihku yang sudah ku pacari selama 3 tahun. Dia selalu ada di saat aku senang dan susah, aku sangat mencintainya.

Dosen universitasku keluar dari ruangannya. Aku semakin erat lagi memegang tangan jongin. Aku menundukkan kepalaku berharap bahwa aku akan lulus dari universitas ini. Dosenku mengeluarkan sebuah kertas dan dia mulai membacakan nama yang berada di dalam kertas itu satu persatu. “Kim Hye Mi… kau… lulus”. Mendengar kata-kata dari dosenku aku langsung berteriak dan memeluk erat jongin.

“jong aku lulus”teriakku

“chukkae chagiya”

Tak terasa beberapa bulir air mata kesenangan mulai membasahi pipiku. Jongin tersenyum padaku dan ia menghapus air mata di pipiku. “kau hebat” ucapnya. Aku kembali memeluk jongin. Mendengar kata-kata ”kau hebat” membuatku semakin senang.

Sepulang dari kampus, aku dan jongin pergi ke sebuah taman bunga. Aku sepertinya mengingat taman ini, aku pernah mengunjunginya beberapa tahun lalu. Aroma sejuknya bunga di taman ini membuatku mengingat suatu hal yang sampai hari ini tidak ku lupakan.

*Flashback*

“sudah sudah! Aku capek”ucap wu fan

Ya akhirnya dia menyerah juga setelah berlari mengelilingi taman ini. Huh… hatiku menjadi tenang saat aku tertawa bersama wu fan. Pria ini adalah sosok pria yang sangat aku idamkan. Aku tidak tau bagaimana perasaannya terhadapku, tapi aku akan selalu menyukainya.

“kau tau hye mi? Suatu masalah akan terasa ringan jika seorang sahabatmu mampu membuatmu merasa tenang”

Aku tersenyum mendengar kata-katanya. Aku sangat senang bisa membuat beban di dalam dirinya berkurang.

“berterima kasihlah padaku tuan wu”

“bagaimana caranya?”

“terserah, bagaimana maumu saja”

“bagaimana kalo aku beri ini”

Wu fan mendekatiku dan detik berikutnya bibirnya menempel di pipiku. Seperti tersengat listrik, sekujur tubuhku melemah. Perasaanku mulai campur aduk antara senang dan kesal karena baru kali ini seseorang mencium pipiku.

“kenapa kau melamun? Kau senang dicium olehku? Kau mau lagi aku cium?”

Aku masih terdiam. Wu fan kembali mendekatiku, sepertinya dia akan mencium pipiku lagi. Aku segara tersadar dan mendorongnya hingga terjatuh.

“beraninya kau menciumku tuan wu!!!”

“itu kan tanda terima kasih”

“kau seperti mencari kesempatan dalam kesempitan tuan wu!!”

“haha mian”

*Flashback off*

Aku tersenyum sendiri mengingat kejadian yang dulu pernah ku alami bersama wu fan di tempat ini. Sungguh menyenangkan bila aku mengingat itu kembali.

“kenapa kau tertawa sendiri?”tanya jongin

“ani!”

“cih”

Aku tersenyum sambil bersandar di pundak jongin.

*Wu fan POV*

Melihat anak-anak kecil berlarian membuatku terus membayangkan jika aku mempunyai anak bersama Hye Mi dan mengasuh anak-anakku disini. Mungkin aku adalah orang yang paling berbahagia di dunia ini.

Tiba-tiba saja ku mengingat kata-kata Hye Mi yang dia ucapkan 8 tahun lalu “kau tinggal panggil saja namaku, aku pasti muncul”. Bagaimana bocah itu bisa mengatakan hal bodoh seperti itu kepadaku.

“Hye Mi-ah”ucapku sambil memejamkan mata

Terdengar suara sepatu itu kembali. Aku tersenyum karena aku terus membayangkan hal-hal yang tidak pasti. Terasa seseorang sedang duduk disebelahku. Tiba-tiba saja sebuah tangan memegang pipiku, sontak membuatku membukas mataku.

Betapa terkejutnya aku melihat seorang wanita yang baru saja aku pikirkan dan ku panggil datang di hadapanku dengan senyuman manisnya.

“hye mi?”

“hai tuan wu lama tak bertemu”ucap hye mi sambil mencubit pipiku

“yak! Apa-apaan kau ini!”

“haha lama sekali tidak membuatmu marah tuan wu”

“cih apakah itu hobimu membuatku marah?”

“mungkin. Ah iya, kenapa tadi kau menyebut namaku?”

“oh itu. Kau kan pernah mengatakan kau akan muncul jika aku menyebut namamu”

“ah iya aku ingat! Apa kau sedang ada masalah?”

Ya. Masalahku saat ini adalah sedang merindukan dirimu yang sudah 4 tahun tidak kutemui. Aku ingin memeluk erat dirimu dan mencium pipimu kembali Hye Mi. Aku sangat merindukanmu.

“Hye Mi”panggil seorang lelaki

Lelaki itu berjalan menuju ke arahku dan hye mi. Siapa dia? Temannya? Atau? Kekasihnya hye mi?

“ah jongin kemari! Ini temanku wu fan, dan tuan wu ini kekasihku jongin”

Raut wajahku seketika berubah menjadi kelam. Seseorang wanita yang kucintai telah memiliki kekasih. Cih ini adalah hal yang sangat aku benci. Cinta segitiga. Aku sangat membenci ini. Aku tidak suka terlibat di dalam cinta segitiga.

“hai aku jongin”

“hai, aku wu fan. Sahabatnya hye mi”

“ah ya hye mi, ayo kita pergi ayah sudah menunggumu”

“baiklah. Tuan wu, semoga kita berjumpa lagi”

Aku hanya tersenyum dan mengangguk pada hye mi. Sepertinya, aku akan berhenti menyukai Hye Mi mulai detik ini daripada aku harus terlibat dalam cinta segitiga yang sangat aku benci.

*Author POV*

Malam ini suasana di cafe sangat hening seperti tidak ada pengunjng. Wu fan yang saat ini berada di dalam cafe ini sedang larut dalam kesedihannya. Beberapa botol minuman sudah ia habiskan malam ini. Kebiasaan buruknya kembali lagi setelah menerima kenyataan yang sia-sia.

“hye mi aku menyukaimu hehe”

Seorang wanita duduk di sebelah wu fan. Dia dengan sigap memegang wu fan yang hampir terjatuh karena engaruh alcohol.

“ya wu yi fan! Kenapa kau harus mabuk-mabukan lagi?”ucap wanita itu

“aku benci pada cinta segitiga yoong”

“aihh jinjja! Kau masih mengharapkan wanita bernama hye mi itu?”

“aku mencintainya yoong”

“aku tau itu. Tapi apa dia memiliki kekasih?”

“iya, jongin… jongin kekasihnya”

“ah sudahlah cepat bangun dan segera pulang ke rumahmu”

“aku ingin di rumahmu saja, rumahku banyak orang hehe”

Yoona menggerutu kesal karena wu fan kembali merepotkannya lagi setiap ia mabuk.

*Yoona POV*

Hari ini aku membawa wu fan ke rumah. Untung saja dirumah sepi, ibu dan ayahku sedang bekerja ke luar negeri. Wu fan adalah sahabat baikku, dia selalu bercerita padaku tentang apapun termasuk tentang hye mi. Aku menganggap wu fan seperti adikku sendiri, karena dia lebih muda beberapa  bulan dariku.

“yoong!”

Suara wu fan terdengar memanggilku dari dalam kamar. Aku segera menghampirinya. Wu fan sudah terbangun dan duduk di kasurku.

“ada apa?”

“kau membawaku ke kamarmu lagi?”

“kau yang menyuruhku yi fan”

“cih aku mabuk lagi”

“hm… ceritakan padaku kenapa kau mabuk”

“mungkin saat mabuk aku sudah menceritakannya padamu”

“kau hanya menceritakan cinta segitiga dan jongin saja”

“oh… kemarin aku bertemu hye mi di taman bersama jongin, jongin adalah kekasihnya. Kurasa aku terjebak dalam cinta segitiga”

Aku seperti ingin tertawa lepas mendengarnya. Bagaimana mungkin seorang wu yi fan bisa terjebak dalam kasus cinta segitiga ini? Dari dulu orang ini sangat berhati-hati agar tidak terjebak cinta segitiga dan akhirnya dia mengalaminya.

“kau lucu yi fan! Haha”

“aku memang lucu”

“cih narsis! Kurasa sifat pemabukmu itu kembali”

“hm…”

“kuyakin kau tidak akan mendatangi taman bunga itu lagi setelah kejadian yang kemarin terjadi padamu”

“cih kau ini selalu saja bisa menebak”

“sudah sekarang kau mandi dan segera pergi dari rumahku yi fan. Dan ingat! Jangan pernah mabuk-mabukan lagi, jika ada masalah ceritakan padaku”

“baik nona  im”

*Author POV*

Hye mi berjalan di taman bunga yang kemarin ia kunjungi. Di pikirannya terbayang wajah wu fan. Hye mi tersenyum manis ketika membayangkan wajah wu fan. Tiba-tiba seorang wanita cantik berada di hadapan hye mi sambil tersenyum seperti ia sudah lama mengenal hye mi.

“annyeong”sapanya

“hmm annyeong, k…kau siapa?”

“ah perkenalkan aku im yoona. Aku sedang mencari teman untuk kuajak ngobrol disini”

“aku kim hye mi,mari mengobrol bersamaku”

Hye mi mengajak yoona duduk di bangku taman. Hye mi tersenyum ketika duduk di kursi taman itu. Yoona menawarkan cemilannya pada hye mi namun hye mi menolaknya.

“hye mi-ah! Apa kau memiliki hari yang spesial dalam hidupmu?”

“hari spesial? Ada”

“apa itu?”

“hari dimana aku merasakan kesenangan yang berlebih. Kau?”

“ah aku belum pernah memiliki hari seindah itu”

“kau bisa mendapatkan hari seindah itu bersama orang yang kau sayangi”

“jinjja?”

Tiba-tiba ponsel yoona berdering. Tertulis nama ”Tuan Yi Fan” di layar ponselnya. Yoona berdiri dan mengangkat telpon dari wu fan.

“ne? Aish jinjja! Oke aku akan ke rumah”

“hye mi aku pergi duluan, ada urusan mendadak”

“baiklah”

“jika ada umur panjang, kuharap kita bisa bertemu dan mengobrol lagi”

“ah ne”

*Wu Fan POV*

Entah kenapa aku sangat ingin kembali ke taman hari ini. Tapi, di dalam lubuk hatiku mengatakan kalau aku tidak boleh pergi ke taman itu lagi. Sebaiknya aku mengajak Yoona saja untuk pergi ke taman itu.

Aku mengambil ponselku dan menelponnya. Ku katakan saja ada hal yang sangat penting dan sangat mendesak. Kurasa setelah ini Yoona akan datang terburu-buru dan akan menanyakan hal apa yang terjadi padaku. Ini akan sangat menenangkan.

Terlihat Yoona berlari terburu-buru dari luar rumahnya. Aku yakin dia juga akan memarahiku karena aku masih berada dirumahnya. Yoona datang menghampiriku dengan nafas yang tersenggal-senggal.

“ada hal penting apa yi fan?”

This! Tebakanku benar. Sepertinya akan sangat menyenangkan jika aku melanjutkan mengerjainya.

“ikuti aku yoong”

“kemana? Dan kenapa kau masih dirumahku?”

“ikuti saja aku jangan banyak bicara”

Aku menarik tangan Yoona dan membawanya pergi.

Aku membawa Yoona ke taman bunga yang sering aku datangi. Entah apa yang merasuki jiwanya, ia memukuliku dengan tenaganya yang begitu kuat.

“aw aw sakit yoong!!”

“kau ini manusia sialan!! Aku baru saja ke tempat ini dan kau memanggilku untuk mengajakku kesini!!”

“ya ya ya!!! Suruh siapa kau tidak memberitahuku kalau kau sedang disini”

“untuk apa memberitahumu bodoh!!!!”

Yoona menendang keras kakiku. Kurasa kakiku akan berwarna ungu hari ini, tendangan wanita yang berada di hadapanku sangatlah keras. Wanita ini memanglah wanita yang aneh, bagaimana mungkin tenaganya bisa lebih kuat dariku.

“wu fan”panggil seseorang wanita padaku

Aku mengalihkan pandangannya pada wanita yang memanggilku. Hye Mi. Kali ini dia tepat berada di hadapanku melihat kejadian yang baru saja aku alami. Bagaimana ini, dia melihatku di siksa oleh wanita. Memalukan sekali.

“ahh annyeong hye mi”

“kau dan yoona saling mengenal?”

Hye mi mengenal yoona? Aku memandang yoona dengan tatapan bertanya-tanya. Yoona hanya tersenyum manis padaku. Cih wanita ini, senyumannya membuatku muak saja.

“iya, yoona adalah kekasihku”

**to be continue**

 

3 pemikiran pada “One Day in Your Live (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s