Sweet Love Bitter Age

 

Author                  : Adinda Ellena Amalia (@adindaNRG)

Tittle                      : Sweet Love Bitter Age

Cast                       :  – Kim Yoo Jung               =>           Kim Yoo Jung

:  – Oh Sehun                      =>           Oh Sehun

OC                          :  – Jung Soo Jung              =>           Krystal

Length                  : OneShoot

Genre                   : Romance, Comedy

Rate                       : T

Disclaimer           : Kim Yoo Jung milik Sidus HQ! Sehun milik Author! *ehh -,-)v Sebenarnya cerita ini  terinspirasi dari komik outhor pas kelas 5 SD ( sekarang 2 SMP loh :3 ) , tapi ada yang diubah kok alurnya ;;) tulisan yang italic nandain flashback yah! 😀

Warning !!! Typo, Gaje, Alur Kecepetan T,T jangan lupa komen yah, kritik gapapa kok ._. enjoy ! J

 

Poster (1)

 

Normal Pov

“ aisshh! Terlambat lagi kan! “ seorang gadis terlihat sedang berjalan terburu-buru keluar dari halaman rumahnya. Sesekali ia melihat jam tangan hello kitty pinknya jam telah menunjukkan pukul 07:00. Beberapa langkah ia berjalan, tiba-tiba sebuah motor berhenti tepat disampingnya..

“ Jungie? Kau terlambat juga? Ayo! Ikut bersamaku, biar kuantar! “ lelaki yang mengendarai motor tersebut menyodorkan sebuah helm.

“ ha! Sehun oppa! “

“ aisshh, jangan melongo begitu! Kajja! “

“ aa.. aa.. ne ! “ gadis itu terlihat gugup, namun ia kembali mengingat 10 menit lagi bel sekolahnya akan berbunyi dan ia tak bisa membayangkan jika dirinya terlambat, ia harus membersihkan wc sepulang sekolah. Itu akan sangat menjijikkan! Gadis tersebut langsung meraih helm tersebut kemudian menaiki motor yang dibawa oleh lelaki tersebut.

“ pegangan Jungie! “ motor tersebut melaju cukup kencang di jalanan kota seoul yang masih cukup sepi.

 

Yoo Jung’s pov

“ Pegangan Jungie ! “ aku kemudian memeluk pinggang Sehun Oppa dengan kaku. Entah mengapa, setiap aku berada di dekatnya, hatiku selalu bergetar tak karuan. Pagi ini ia mengantarku kesekolah. memang sih, bukan pertama kalinya bagiku, ia sudah sering mengantarku sejak pertemuan bersejarah kami pada malam natal tahun lalu.

 

Normal Pov

“ sudah sampai, kau turunlah. “ motor itu berhenti didepan sebuah sekolah menengah pertama yang cukup besar. Gadis bernama Kim Yoo Jung itupun turun dari motor tersebut, dan mengembalikan helm yang tadi ia kenakan.

“ gomawo oppa! Kalau begitu, aku duluan! “ gadis tersebut kemudian tersenyum manis, lalu berlari memasuki sekolahnya. Sehun hanya tersenyum melihat YooJung yang mulai menghilang dibalik kerumunan anak-anak SMP yang lain. Sehun kembali mengendarai motornya menuju ke sekolahnya yang hanya berjarak 100 meter dari sekolah YooJung.

***

“Hari ini begitu melelahkan, ditambah lagi aku harus pulang jalan kaki. Huh..” gerutu YooJung sambil menendang beberapa kerikil yang ia lewati. Sebenarnya, rumah YooJung dan sekolahnya hanya berjarak 300 meter, namun yang membuatnya begitu malas ialah matahari yang terik siang itu, belum lagi ia merasa sangat lelah karena pelajaran disekolahnya tadi.

“ eh! Bukannya lusa adalah hari ulang tahun Sehun Oppa!” YooJung berbicara pada dirinya sendiri. “ haah! Aku harus cepat-cepat pulang! “ YooJung yang tadinya begitu lambat berjalan, tiba-tiba berlari menelusuri gang rumahnya. Ketika berada tepat di depan pagar rumahnya yang berhadapan langsung dengan bakery milik keluarga Sehun, YooJung berhenti sejenak. Ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya, kemudian berlari masuk ke bakery..

“ Annyeong! “

“ Nado Annyeong. YooJungie, kau mengagetkan saja! “ sahut Sehun pada YooJung sambil menunjukkan wajah datarnya.

“ Annyeong YooJung-ah “ jawab eomma Sehun yang sedang merapikan cupcake yang baru selesai terpanggang sembari tersenyum ramah pada YooJung.

“ aish, ahjumma! Sehun Oppa kagetan sekali! “ celoteh YooJung pada eomma Sehun. Eomma Sehun hanya tertawa cekikikan.

“ Jungie, apa itu yang kau sembunyikan dibelakangmu? “ tanya Sehun yang menyadari bahwa YooJung  menyembunyikan sesuatu dibalik badannya.

“ haa! Kau tak boleh melihatnya oppa! “ YooJung menjulurkan lidah mengejek Sehun. Sehun kemudian melangkahka kakinya mendekati YooJung.

“ kenapa? Cepat perlihatkan, aku penasaran! “ Sehun semakin mendekati YooJung

“ a.. ania! Ini rahasia!”

“ kalau kau tak mau memperlihatkannya padaku, kupeluk kau sekarang! “ Sehun menyeringai sambil melebarkan tangannya bersiap memeluk YooJung. Tiba-tiba..

“ anyyeong “

Seorang gadis yang terlihat seusia dengan Sehun memasuki bakery. Sehun yang melihat perempuan tersebut, langsung kembali ke belakang lemari kaca yang berisi banyak kue.

“ annyeong. Ka.. kau mau beli apa ? “ jawab Sehun sambil memasang muka datarnya

“ apa kabar Sehun-ah ?aku ingin membeli 6 kue sus. aku juga ingin memesan cupcake jeruk 5 buah. Lusa aku akan mengambilnya “ kata perempuan tersebut lalu tersenyum manis pada Sehun. Sehun tetap memasang wajah datarnya.

“ aku baik. Baiklah “ Sehun kemudian mengabil sebuah kotak lalu mengisinya dengan 6 kue sus.

 

Yoo Jung’s Pov

Siapa perempuan itu ? mengapa dia terlihat begitu akrab dengan Sehun Oppa ? ish! Menyebalkan sekali! Aku terus menatap perempuan tersebut dengan tatapan kau-siapa-?-dasar-kecentilan. Coba perempuan tersebut tidak kemari, pasti aku telah dipeluk oleh Sehun Oppa.

Karena posisiku cukup jauh dari posisi Sehun Oppa dan perempuan tersebut, aku jadi tak bisa mendengarkan percakapan mereka..

Tak berapa lama, kulihat perempuan tersebut keluar dari bakery secara terburu-buru. Aku lekas mendekati Sehun Oppa..

“ Oppa! Siapa perempuan tadi ? teman sekolahmu ? atau siapa ? “ aku menyerbu Sehun Oppa dengan beberapa pertanyaan sambil mengguncang-guncang celemek yang ia kenakan.

“ hey! Hey! Lepaskan! dia mantan pacarku, namanya Krystal. Aku sempat pacaran selama 1 tahun dengannya. Kami sudah putus sejak malam natal tahun lalu. “ jawab Sehun Oppa dengan wajah datarnya itu. Aku terdiam sejenak. Sebuah perasaan aneh merasuk kedada ku. Kecewa ? bukan. Bahagia ? tentu tidak. Cemburu ? ya.. mungkin iya..

Aku kemudian menunduk, aku bodoh! Tentu saja Sehun Oppa sudah punya mantan pacar, bahkan mungkin sudah begitu banyak. Dia kan sudah kelas 2 SMA ?

“ Tapi.. “ ku dengar suara Sehun Oppa, aku mendongak menatapnya dengan tatapan maksudnya-tapi-?-

“ aku telah melupakannya. Semua karenamu, jungie. “ Sehun Oppa tersenyum padaku, senyumnya yang begitu manis, terlihat matanya ikut melengkungkan senyuman. Aku hanya membalas senyumannya dengan cengiran.

“ hey! Jangan nyengir begitu! Kau terlihat seperti kuda tau! “ Sehun Oppa kemudian mencubit pipiku. Sakit, tapi aku menyukai setiap sentuhan Sehun Oppa padaku.. tawa kami berdua memenuhi bakery.

“ eh, tadi apa yang kau sembunyikan ? “ tanya Sehun Oppa sambil mengangkat alisnya. Aku baru ingat! Aku kemudian mengambil sesuatu dibalik saku rokku.

“ Oppa! Tadi di depan sekolahku ada penjual lollipop keliling, aku membeli dua! 1 untukmu dan 1 untukku “ kataku sambil memberikan sebuah lollipop berwarna pink kepada Sehun Oppa.

“ jinjja? Kau ini.. keluargaku kan punya bakery, aku juga dapat dengan mudah membuat lollipop seperti ini “ Sehun Oppa menatap lollipop yang kuberikan padanya sambil tersenyum meremehkan.

“ tapi ini spesial! Ini kubeli dengan segenap cintaku! “ aku menatap Sehun Oppa sambil menggembungkan pipi.

“ ha? Segenap cinta? Hahahaaa.. kau ini baru kelas 2 SMP! Mana tau tentang cinta? Tapi baiklah. “ Sehun Oppa hanya menertawaiku, kemudian ia membuka pembungkus lollipop tersebut lalu melahapnya.

“ tadi Oppa sombong sekali, sekarang malah sibuk memakan lollipop yang katanya-bisa-kau-buat-sendiri “ aku memberikan penekanan pada beberapa kata, lalu memasang muka cemberut di depan Sehun Oppa. Sehun Oppa kemudian menatapku, lalu tersenyum sambil mengacak lembut puncak kepalaku. Aku pun ikut tersenyum..

 

Normal Pov

YooJung terbaring dikamarnya. Tatapannya kosong. Ia masih mengingat perempuan bernama Krystal tadi.

“ mereka putus malam natal tahun lalu ? itukan pertemuan pertamaku dengan Sehun Oppa ? “ Kata YooJung pada dirinya sendiri, kemudian terduduk sambil membulatkan matanya. Ia mendengus, lalu membuang tubuhnya kembali keposisi tidur. Ia teringat akan pertemuan bersejarahnya dengan Sehun pada malam natal tahun lalu..

                Malam itu, YooJung berjalan sendirian dimalam natal.menyusuri jalan yang cukup ramai disebuah gang yang disana terdapat begitu banyak pedagang kaki lima menjajakan pernak-pernik khas natal. Langkahnya berhenti sejenak ketika melihat seorang lelaki sedang berdiri didepan tong sampah sambil memegang sebuah cupcake berwarna pink yang diujungnya terdapar sebuah ceri merah ranum. Ia kemudian berlari  mendekati lelaki tersebut, lalu mengambil cupcake yang dipegangnya secara paksa.

                “ hey! Mau apa kau? “ tanya lelaki tersebut sambil menatap YooJung dengan mata bulat sempurna.

                “ aku YooJung! Kim Yoo Jung! Kenapa oppa  mau membuang cupcake ini? “ Tanya YooJung pada Sehun sambil menyembunyikan cupcake itu dibalik pipinya.

                “ ha! Bukannya kau anak Tuan Kim yang baru pindah rumah  di depan bakery ku kan ? “ tanya Sehun. YooJung hanya mengangguk. Sehun kemudian menarik YooJung untuk duduk disebuah kursi taman yang berada dipinggiran jalan.Sehun juga ikut duduk disamping YooJung.

                “ kenapa oppa  mau membuang cupcake yang kelihatan enak ini ? “ YooJung menatap cupcake yang dipegangnya dengan tatapan lapar.

                “ karena aku telah gagal membuatnya.. “ jawab Sehun sambil menutupi wajahnya dengan tangannya sembari mendengus.

                “ gagal ? bagaimana bisa oppa sebut ini gagal ? cupcake ini terlihat begitu enak, bisa kutebak! Rasanya pasti asam-manis. Benarkan? “ YooJung tersenyum jenaka pada Sehun.

                “ ya. Kau benar.” Jawab Sehun sambil tersenyum tipis menatap YooJung

                “ kalau cupcake ini mau oppa buang, lebih baik untukku saja! Biar jadi kue ulang tahunku! “ YooJung mengangguk seraya tersenyum jenaka pada Sehun.

                “ Kau ulang tahun? Kalau begitu, mengapa kau bisa ada disini sendirian? “ Sehun menatap YooJung sambil mengerutkan alisnya.

                “ ne.. hari ini hari ulang tahunku. Tapi malam ini kedua orang tua ku harus mengurus segala kepindahan kami disini, belum lagi mereka juga harus mengurus berkas untuk proyek perusahaan baru mereka. Karena bosan dirumah, aku memutuskan untuk berjalan-jalan sendirian disini. “ senyuman YooJung luntur.

                “ yah.. jangan sedih begitu, aku kita rayakan ulang tahunmu bersama! Tunggu disini sebentar! “ Sehun kemudian berlari menuju sebuah pedagang wanita. Lalu kembali duduk disamping YooJung. Sehun memasangkan sebuah lilin pada cupcake tersebut. Ia kemudian bernyanyi lagu happybirthday untuk YooJung. YooJung tersenyum bahagia.

                “ sekarang, ayo makan cupcakenya. “ sehun lalu membuka cup cupcake tersebut secara perlahan, lalu menyuapi YooJung.

                “ hm.. ini enak sekali oppa! Apanya yang gagal? “ kata YooJung sambil terus mengunyah. Sehun tersenyum penuh arti melihat sikap YooJung.

                “ mulai sekarang, kau kupanggil Jungie atau YooJungie saja yah “ Sehun tersenyum pada YooJung, matanya juga ikut tersenyum. YooJung menatap Sehun dengan tatapan terpesona. Senyum Sehun begitu memukau YooJung, belum lagi sikapnya yang begitu manis pada YooJung.

                “ YooJungie, ayo kuantar pulang “ Sehun menggandeng tangan YooJung.

                “ ne “ YooJung tersenyum menatap Sehun

“ Jadi, cupcake asam manis yang ditengahnya ada krim blueberry dan diujungnya ada ceri itu buatan Sehun Oppa untuk Krystal? “ YooJung bicara panjang lebar pada dirinya sendiri. Wajahnya terlihat murung, matanya berair.

“ padahal ku kira itulah kue ulang tahunku yang sebenarnya.. “ Sebuah butiran hangat mengalir dipipi YooJung..

***

Sehun’s Pov

Sore ini aku sedang menunggu seseorang. Seseorang yang menurutku spesial. Ha! Itu dia! Hatiku terasa bahagia melihat seseorang tersebut. Sore ini ia terlihat manis, mengenakan dress berwarna biru laut lalu rambutnya ia biarkan terurai. Tapi! Tunggu dulu! Mengapa wajahnya terlihat murung? Aku kemudian berjalan kearahnya.

“ YooJungie, coba buka mulutmu sebentar “ ia menatapku heran, lalu membuka mulutnya. Aku kemudian memasukkan sebuah tuffle cokelat kemulutnya. Ia mengunyahnya dengan wajah tetap murung. Tapi kemudian..

“ Sehun Oppa! Tuffle cokelatnya enak sekali. “ wajahnya berseri . aku tersenyum melihatnya.

“ tadinya tuffle itu ingin ku berikan pada anak kecil yang lewat, tapi aku mendapatimu sedang murung, jadi kuberikan saja padamu. Mungkin dengan makan manisan kau bisa bersemangat lagi. “ kataku beralasan padanya. Ia hanya memanyunkan bibirnya. Aku hanya tertawa melihatnya.

 

Normal Pov

Sehun tertawa melihat YooJung yang memanyunkan bibirnya.

“ Sehun Oppa! Bukannya besok ulang tahunmu? “ tanya YooJung bersemangat. Sehun hanya mengangguk dengan tatapan memangnya-kau-mau-apa-?- .

“ bagaimana kalau besok kita rayakan berdua saja? Ditaman yang di gang sebelah? Bagaimana? “ YooJung menatap Sehun sambil mengangguk pasti.

“ hm.. bagaimana yah ? “ Sehun terlihat menyeringai. YooJung menatapnya datar. Sehun kembali tertawa

“ hahaha, baiklah. Tapi aku minta hadiah yah! Aku minta kue tart berlapis cream mint, yang diatasnya ada banyak lilin pink bermotif hati berwarna merah. Bagaimana ? “ Sehun menyeringai lagi pada YooJung.

“ mwo!? oppa menantangku? “ YooJung membulatkan matanya dengan sempurna. Seringai Sehun makin mengabang.

“ kalau begitu, aku pulang dulu oppa! Lihat saja, besok aku akan membuatkan kue yang kau minta! “ YooJung berlari memasuki rumahnya. Sehun tertawa melihat tingkah YooJung.

***

Sehun menaikin lantai dua rumahnya. Jam telah menunjukkan pukul 22.30. bakerynya  telah tutup. Ia memasuki kamarnya. Bukannya berbaring di tempat tidurnya, ia malah berjalan kebalkon kamarnya. Darisana, ia dapat melihat kamar YooJung yang juga berada di lantai dua rumahnya.

“ Mengapa lampu kamarnya masih menyala? “ tanya Sehun pada dirinya sendiri sambil mengerutkan alisnya. Ia kemudian teringat suatu hal. Ia menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil lalu masuk kembali kekamarnya.

Diseberang, YooJung sedang sibuk menghiasi kue tart berlapis krim mint yang telah ia buat.

“ untung tadi aku sembunyi-sembunyi meminta lilin ini pada eommanya Sehun Oppa. Hihi” YooJung cekikikan. Ia sedang memasang beberapa lilin berwarna pink bermotih hati warna merah pada tart yang telah ia buat. Kue yang dibuat YooJung terlihat berantakan. Ada banyak sisi yang tidak tertutupi krim dengan rata, tapi ia tidak memperdulikan hal itu.

***

Yoo Jung’s Pov

Hari ini adalah ulang tahun Sehun Oppa. Aku sengaja pulang agak cepat. Tadi pagi aku juga sengaja pergi kesekolah lebih awal biar tidak ketemu dengan Sehun Oppa. Aku sengaja membuat hari ini jadi penuh kejutan. Aku terus melihat diriku dipantulah cermin. Mengenakan kemeja putih berpita hitam, dan sweater kuning serta rok hitam. Rambutku ku kuncir agar terlihat lebih rapi. Kue yang telah kubuat juga telah kubungkus dengan box berwarna hijau kesukaan Sehun Oppa.

“ hari ini, aku harus mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya pada Sehun Oppa. Hwaiting! “ aku mengepal tanganku sambil tersenyum mantap. Aku kemudian keluar dari rumahku sambil membawa box hijau tersebut. Dengan hati-hati aku membuka pagar rumahku. Beberapa langkah aku berjalan, aku melihat 2 orang diujung jalan.. mereka sedang berpelukan.. si perempuan yang menghadap kearahku terlihat sedang menangis sendu dipelukan lelaki yang membelakangiku. Aku memperhatikan lelaki itu, dari belakang, aku dapat mengenalinya. Postur tubuh yang ku kenal, rambut blonde yang selalu ku rindukan.. ia.. Sehun Oppa! tak dapat melihat semuanya, aku pun berlari ke arah berlawanan. Aku terus belari menuju taman tempatku dan Sehun Oppa berjanji untuk bertemu. Dadaku serasa sesak. Aku kemudian duduk disalah satu kursi ditaman tersebut. Aku hanya menagis sebisaku. Nafasku serasa sulit masuk ke tenggorokanku. Dalah hati, aku bertanya, apa gunanya aku mencintai lelaki yang selama ini hanya menganggapku anak kecil ? aku terlalu bodoh untuk mencintai lelaki seperti Sehun Oppa ! aku.. aku.. aku masih kecil untuk jatuh cinta! Sayup-sayup terdengar ditelingaku, sebuah langkah seakan mendekatiku.. semakin dekat.. hingga sebuah suara yang kukenal berkumandang.. suara yang sangat kupuja..

“ mengapa menangis meraung-raung ditempat seperti ini? “ itu suara Sehun Oppa..

 

Normal Pov

“ Mengapa menangis meraung-raung ditempat seperti ini? “ tanya Sehun pada YooJung, walau sebenarnya Ia tau jawabannya. YooJung hanya terdiam.

“ kau tidak memberikan selamat ulang tahun padaku ? “ tanya Sehun lagi.

“ Sehun Oppa “ YooJung mengangkat wajahnya menatap Sehun. Saat ini, wajahnya terlihat merah, air mata membuat wajah cantiknya terlihat kusut.

“ aigooo.. jangan menangis, wajahmu jelek tau. Ada apa ? “ Sehun duduk disamping YooJung, ia mengusap pelan pipi YooJung. YooJung terlihat sedang meremas ujung roknya sambil menggigit bibir bawahnya.

“ aku harus tersenyum! Harus! Kalo Sehun Oppa bahagia, aku juga harus bahagia! “ kata YooJung dalam hatinya.

“ syukurlah, Sehun Oppa bisa rujuk kembali dengan Krystal. Iya kan ? “ YooJung senyum terpaksa pada Sehun. Sehun menatapnya dengan tatapan Kau-Melihat-Semuanya-?-

“ ternyata kau memang melihatnya. Aku dan Krystal nggak rujuk. Aku sudah tidak memiliki perasaan padanya, jadi kutolak. “ jelas Sehun sambil mengangkat alisnya. YooJung menatapya sambil membulatkan matanya dan mulutnya ternganga.

“ tapi, kami berjanji akan tetap berteman. Perasaanku padanya memang sudah hilang.. “ lanjut Sehun lagi.

“ m.. mwo?? “ tanya YooJung dengan wajah serius pada Sehun. Sehun tersenyum manis menatap YooJung.

“ ne.. mungkin kau sudah mengembalikan semangatku yang runtuh dengan senyummu itu. Walau terkadang kau kekanak-kanakan, tapi kau begitu berarti bagiku “

 

Yoo Jung’s Pov

“ ya.. mungkin kamu sudah mengembalikan semangatku yang runtuh dengan senyummu itu. Walau terkadang kau kekanak-kanakan, tapi kau begitu berarti bagiku “ Benar Sehun Oppa berkata begitu ?  aku sudah cukup puas dengan perkataan ini. Perlahan senyumku mengembang. Air mataku terhenti.

“ Sehun Oppa, saengil chukka hamnida “ kataku sambil menyodorkan box hijau yang kubawa tadi pada Sehun Oppa. ia terlihat kaget, namun seketika ia tersenyum bahagia.

“ Memang tidak sekarang. Tapi, ketika besar nanti, aku pasti akan menjadi gadis yang baik! Bila saat itu tiba, Oppa janji, hanya boleh membuat kue untukku ? “ perkataan itu terlontar begitu saja dari mulutku. Aku melihat Sehun Oppa terdiam sejenak. Lalu ia tersenyum sambil memelukku.

“ Tentu saja! Nanti akan kubuatkan kue yang sangat besar! “ katanya lalu tertawa. Aku ikut tertawa mendengar penjelasannya. Aku kemudian melepaskan pelukannya.

“ Oppa! ayo makan kuenya! “ aku kemudian menyerahkan box yang kubawa tadi pada Sehun Oppa. ia lalu membukanya..

DEG.. kuenya Hancur..

“ hehe, tadi kubawa lari-lari. Jadi begitu.. “ kataku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Aku kemudian mengambil garpu yang ada disamping kue tersebut.

“ ayo Oppa! makan! “ aku membujuknya, ia kemudian menatapku sambil menyeringai. Kemudian mencubit pipiku..

“ Kau menyuruhku makan kue seperti ini?? “ katanya sambil mencubit pipiku gemas. Ia lalu mengambil garpu yang kupegang, lalu mencicipi kue tart tersebut.

 

Normal Pov

“ Bagaimana rasanya? Enakkan? “ tanya YooJung dengan wajah ceria pada Sehun.

“ Enak “ jawab Sehun singkat dengan wajah terpaksa, walau sebenarnya kue yang dibuat YooJung rasanya terlalu manis. Yoojung tersenyum bahagia melihat hal itu.

Sore itu menjadi sore yang indah, bagi YooJung dan Sehun. Walau cinta mereka manis, bisa dibilang, usia mereka masih pahit untuk menyeimbangi cinta mereka..

Iklan

10 pemikiran pada “Sweet Love Bitter Age

  1. Thor, kok ceritanya begini ya? Serasa jadi cewenya lho thor. Kapan ya, Sehun kayak gitu sama gue? :/ *abaikan* Ahahahha, DAEBAK! SUGOII Thor! Keren!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s