Tinkerbell

Title: Tinkerbell

 Cast: Oh Sehun, Son Ahra (OC/You)

 Genre: Romance, One shoot

 PG 13+

 Author: Babykkoming (@babykkoming1)

 Blog: http://Kkominglovepumpkins.wordpress.com/

 

————————————————-

Musim gugur. Daun maple yang berwarna kemerahan. Gemerisik dari daun yang terinjak memenuhi taman yang kini sedang di duduki oleh seorang gadis. Angin yang berhembus mengacak-acak rambut gadis itu. Suhu udara yang dingin menusuk kulit gadis itu. Son Ahra -nama gadis itu-,menatap jam tangan berwaran putih yang kini melingkar di tangan nya. Gadis itu hanya dapat menghela napas nya lirih saat melihat jam yang menunjukkan pukul 10 pagi. Selalu gadis itu yang menunggu. Terkadang, gadis itu merasa jenuh dengan hubungan yang di jalani nya dengan seorang namja. Namja chingu nya yang bernama Oh Sehun. Gadis itu ingin mengakiri hubungan ini, tetapi hati nya entah kenapa tidak mengizin kan nya. Ahra mulai bangkit dari kursi taman yang sudah di duduki nya sejak 3 jam yang lalu. Sambil berjalan, berbagai pembicaraan yang Ahra dengar kemarin terlintas di otak nya. Kabar tentang Oh Sehun yang berselingkuh dengan adik kelas nya. Park Ji Na, anak baru yang dikatakan memiliki kecantikan secantik bunga. Ahra menoleh kan kepala nya saat melihat seseorang yang sangat familiar baginya. Dan gadis itu yakin bahwa matanya tidak mengalami kerusakan apapun saat ini. Gadis itu kini melihat… Oh Sehun, namjachingu nya dengan…. Seorang wanita? Hey, dia benar-benar tidak salah lihat kan? Ahra dapat merasakan sesuatu di dalam dadanya terasa amat sakit, matanya juga merasa memanas, mendesak untuk mengeluarkan sebuah cairan dari dalam matanya. Tanpa gadis itu sadari, air matanya meleleh. Dan hal itu berhasil membuat Ahra di lihat oleh orang-orang dengan pandangan dia-adalah-gadis-gila. Dengan cepat, Ahra akhirnya berlari meninggal kan tempat itu. Gadis itu memutus kan untuk pulang ke rumah nya, tidur, dan bangun lalu menganggap ini hanyalah bunga tidur nya. Jujur, gadis itu terlalu takut untuk mengetahui ini semua nyata.

***

 

#Flashback

 

“Sunbae, jebal jadilah pacarku….” ucap seorang gadis sambil menunduk. Tangan gadis itu terulur menyerahkan sebuah amplop berwarna pink. Namja di depan nya hanya terdiam memandang gadis itu. Oh Sehun -namja itu- hanya dapat mengusap tengkuk nya. Namja tampan itu merasa gugup. Entahlah, Oh Sehun memang sudah sering mendapat kan surat cinta dan pengakuan seperti ini, tapi kali ini namja tampan itu merasa gugup. Mungkin karena gadis yang menyatakan cinta padanya adalah seseorang yang Ia suka? Mungkin saja. Untuk kali ini, namja itu tidak menyesal menjadi seseorang yang sangat populer di sekolah nya. Sehun memajang wajah dingin nya sebelum akhirnya memutuskan untuk menerima gadis itu. “Baiklah, aku mau”

#Flashback OFF

***

 

Sehun tersenyum kecil saat mengingat sebuah kenangan nya bersama pacarnya. Pacar yang sangat Ia sayangi Son Ahra. Senyum di wajah tampan Sehun memudar saat mengingat janji nya dengan Ahra. “Aish….. Sudah terlambat 3 jam!!!” rutuk Sehun lalu berlari ke arah taman tempat Ahra dan dirinya berjanji untuk bertemu. Sehun mengedarkan pandangan nya saat Ia sudah sampai di taman itu. Namja tampan itu tidak memperdulikan bisikan para gadis tentang dirinya. Namja itu hanya dapat membuang napas nya kasar saat tidak mendapati orang yang dicarinya.  “mana ada seorang gadis yang mau menunggu sampai 3 jam? Babo Sehun!!” ucap Sehun sambil memukuk pelan kepalanya. Sehun kembali melangkah kan kakinya meninggalkan taman itu. Entah kenapa, namja tampan itu merasa gelisah. Seolah-olah sebentar lagi akan ada seseorang yang berharga meninggalkan nya. Dan akhirnya Sehun hanya dapat berusaha melupakan perasaan gelisah itu.

***

Sehun berjalan di koridor sekolahnya bersama teman-teman nya. Namja itu sesekali tertawa saat salah seorang teman nya menyampaikan sebuah lelucon. Tangan namja itu sibuk memutar-mutar bola basket berwarna oranye. Sementara itu, tubuhnya dibasahi oleh keringat hasil dari pelajaran olahraga yang baru saja selesai. Langkah Sehun terhenti saat matanya menangkap sosok seorang gadis yang Ia kenali. “Son Ahra!!” Sehun tersenyum lebar saat melihat sosok Ahra di depan nya. Dan tiba-tiba saja perasaan gelisah itu menyelimuti nya lagi. Perasaan takut kehilangan seseorang yang disayangi nya. “Sehun oppa, bidakah kita bicara sebentar?” ucap Ahra pelan. Sehun mengangguk mengiyakan. Namja itu melempar kan bola basket nya ke salah seorang teman nya, lalu berjalan mengikuti Ahra. “Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Sehun saat mereka ada di halaman belakang sekolah. “kita… Kita putus saja oppa…” ucap Ahra pelan. Gadis itu dapat merasakan jantung nya seolah berhenti berdetak saat kata terkutuk itu keluar. Sama halnya dengan Sehun yang merasakan oksigen nya direbut secara paksa. Rasanya begitu sesak. “apa alasan nya?” ucap Sehun akhirnya. Namja itu rasanya ingin menangis, tapi tidak boleh!! Ia bukan namja cengeng!!

 

“Aku hanya merasa jenuh dengan hubungan kita……” ucap Ahra pelan sambil menatap Sehun. Menatap nya untuk terakhir kalinya. Wajah yang sanagt dicintainya, dan pasti akan dirindukan nya. “Arasseo kalau begitu, aku tidak akan memaksamu menjalan kan hubungan ini kalau kau tidak mau” ucap Sehun sambil menyentuh tangan Ahra. “Yang jelas, aku hanya mau memberitahumu sesuatu. Hal yang mungkin sudah sangat terlambat, tapi…… Aku menyayangimu…” ucap Sehun lalu mencium pipi gadis itu. Sehun melangkah kan kakinya meninggalkan Ahra. Berada di dekat gadis itu lebih lama lagi akan membuat nya makin sakit. “Son Ahra…… Saranghaeyo……”

 

***

“Annyeong… Sampai bertemu 5 tahun lagi, saat kita bertemu nanti kau harus jadi seseorang yang mudah kutemukan arra?!” ucap seorang gadis sambil memeluk sahabat nya. Gadis itu, Son Ahra memutuskan untuk meninggalkan Seoul -kota kelahiran nya- dan melanjutkan sekolah nya ke luar negri. Akan terlalu sakit baginya jika Ia masih berada di Seoul. Cinta memang bodoh, dan mampu membuat seseorang menjadi lemah. “Eomma, Appa, jaga kesehatan kalian arra? Dan sekali-sekali kunjungi aku oke?” ucap Ahra lalu memeluk appa dan eomma nya. Gadis itu melangkah kan kakinya masuk saat panggilan untuk masuk terdengar. Senyum pahit terukir di wajah cantik nya. “aku akan merindukan kalian semua” ucap nya pelan dan memasuki pintu keberangkatan.

***

 

5 Tahun kemudian…..

Cahaya matahari yang terik menyinari langit Seoul. Sang surya seolah-olah tertawa mendengar keluhan orang-orang tentang betapa panasnya hari itu. Seorang gadis tersenyum kecil sambil menunggu traffic light berubah warna dan mengijinkan nya untuk berjalan. Son Ahra -gadis itu- melangkah kan kakinya bersama yang lain nya saat lampu itu berwarna hijau. Ahra meringis pelan saat tubuh nya jatuh terduduk karena menabrak seseorang. “Oh Sehun….” ucap Ahra pelan saat menyadari siapa orang yang menabrak nya. Sementaa itu, Sehun hanya dapat mematung melihat seseorang yang sangat Ia rindukan ada di hadapan nya. Sehun hanya tersenyum kecil lalu mengulurkan tangan nya membantu Ahra. “Hai…” ucap Ahra lalu berjalan menyebrang. Sehun hanya tersenyum kecil kemudian memutuskan untuk ikut melanjutkan jalan nya. ‘Kita akan mengulang semuanya dari awal Son Ahra…’ Sehun menorehkan senyum tipis nya.

                                  -END-

Epilog

Sehun membuka loker nya dan menemukan sebuah surat yang jatuh dari dalam sana. Namja itu merasakan matanya memanas saat membaca surat itu. Gadis yang amat disayanginya pergi meninggal kan nya hanya karena sebuah kesalahpahaman sepele. Park Ji Na? Gadis itu adalah sepupunya dan tidak mungkin Sehun berkencan dengan sepupunya. Sehun menjatuhkan surat itu dari tangan nya dan melangkah kan kakinya menuju kelasnya. ‘Aku tidak akan mengucap kan selamat tinggal padamu…. Karena aku percaya bahwa takdir akan membawaku menemukan mu kembali Son Ahra…. Kau dan aku sama seperti Tinkerbell dan Peterpan akan selalu bersama…..”

      ‘I’ll be your tinkerbell in the sky…. Oh Sehun….’

Annyeong saya tahu FF ini ancur banget T^T maka dari itu saya minta maaf… Hiks…. Maafkan saya…. T^T

Saran kritikan kalian adalah pendorong saya agar menjadi lebih baik 🙂

29 pemikiran pada “Tinkerbell

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s