Triangle (Chapter 2)

Title                 : TRIANGLE ‘Love, Friend, Dream..’ #1

Author                        : D.Kim

Main Cast       :

  • Kim Jong In (Kai EXO-K)
  • Oh Se Hoon (Sehun EXO-K)
  • Xi Lu Han (Luhan EXO-M)
  • Park Ki Na (OC)
  • Kim Min Ra (OC)

Support Cast  : Find

Genre              : Friendship, School Life, Romance

Length                        : Multi Chapter

Rating            : PG 15

triangle

Poster by        : Pluie Art

Terima kasih untuk admin sebelumnya ^^ Semoga readers suka 😀

 

  

oOo

Setelah  liburan kenaikan kelas, SMA Triangle kembali melakukan aktivitasnya. Para siswa kembali datang mengisi asrama. Kai, Kina, dan Sehun sekrang sudah naik ke kelas 3. Tidak ada lagi sunbae, merekalah yang akan menjadi senior untuk junior-junior mereka yang baru. Seperti biasa di tiap ajaran baru, tentunya ada murid-murid baru. Bukan hanya di kelas 1, tapi di kelas 2 dan 3 juga kedatangan murid baru.

Xi Luhan pindahan dari China adalah murid baru yang akan sekelas dengan Kai, Kina, dan Sehun. Namja berkulit putih, berwajah innocent, cukup tinggi, tapi tidak setinggi Kai atau Sehun, dan menurut kabar burung dia ber-IQ tinggi. Senyum lebar menghiasi wajahnya saat ia berkenalan di depan kelas kepada semua teman-teman barunya. Cara bicaranya seperti orang Korea asli meskipun dia bilang berasal dari Beijing, China. Semua menyambutnya dengan ramah karena dilihat dari perawakannya dia adalah orang yang easy going. Luhan lalu menuju tempat duduknya yang kebetulan berada di depan Sehun.

“Aneyong~” sapa Sehun. Luhan tersenyum ramah. “Kau kamar nomor berapa?” tanya Sehun langsung.

“Eoh, Seongsaengnim bilang aku memakai kamar nomor 12.” Jawabnya sambil menunjuk sebuah kunci yang bertuliskan 12.

“Jongmal????” Sehun menaikan suaranya dan terlihat antusias. “Ya! Kita akan sekamar!” Serunya, Sehun langsung melirik Kai yang saat ini juga sedang meliriknya. Kai hanya menghelas nafas.

“Jinja? Oh, sukurlah aku satu kamar dengan teman sekelas.” Luhan nampak lega.

“Nde! Oh Sehun imnida. Dan, dia Kim Jong In.” Sehun menunjuk Kai. “Kami sekamar.”

“Oh, aneyong~” Luhan mngalihkan matanya pada Kai yang duduk di bangku sebelah kiri Sehun sambil tersenyum ramah. Kai hanya membalas dengan senyum tipis.

Bel istirahat berbunyi. Seperti biasa Kai dan Sehun akan pergi ke kantin. Di luar kelas, sekolah kelihatan berbeda karena banyak wajah-wajah baru. Kai mengedarkan pandagannya seperti sedang mencari seseorang.

“Kina, Luhan..”  Suara Sehun membuat Kai menoleh dan mengikuti arah mata sahabatnya tersebut. Kina bersama dengan si murid baru Luhan sedang berjalan kearah mereka.

“Kalian mau kemana?” Tanya Sehun.

“Aku mau mengajak Luhan berkeliling.”  Jawab Kina. Kai menautkan kedua alisnya. Bukan hal yang mengherankan jika Kina akan dengan mudah berteman baik dengan murid baru seperti Luhan. Karena Park Kina adalah tipe orang yang akan membantu siapapun termasuk orang yang baru atau belum ia kenal.

“Wah, kebetulan! Aku juga ingin mencari gadis cantik diantara adik-adik kelas baru kita. Hehe..” Sehun kelihatan langsung bersemangat. Dia langsung merangkul pundak Luhan, dan tanpa sungkan Luhan juga membalas rangkulannya. Kina menoleh pada Kai kemudian tiba-tiba tersenyum tipis. Hanya sesaat, karena Kina langsung pergi menyusul Sehun dan Luhan. Kai masih menatap punggung gadis yang baru saja tersenyum dengan polosnya. Dia hanya mematung di tempatnya, dan akhirnya Kai juga ikut menyusul mereka.

Sehun berbicara banyak hal yang menurutnya menarik tentang SMA Triangle pada Luhan.  Namja China itu mendengarkan semua cerita Sehun dengan seksama walaupun cerita itu di lebih-lebihkan oleh Sehun, dan Kina sesekali juga menimpali, mungkin lebih tepatnya untuk meluruskan setiap perkataan Sehun agar lebih sesuai dengan fakta. Kai yang berjalan sedikit di belakang mereka hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Aigoo~ ada panggilan alam nih!” Seru Sehun

“Mwoya??” Tanya Luhan penasaran.

“Aku kebelet pipis!!!!” Sehun langsung lari kebarat-kebirit menuju toilet. Gubrak, Luhan tepok jidat. Namun ada satu hal yang membuat Kina dan Kai hanya terdiam mematung di tempat  mereka sambil memandang Sehun berlari dengan harap-harap cemas. Sebuah kebiasaan buruk Sehun adalah, memasuki kamar mandi yang salah saat dia benar-benar sedang tidak kuat menahan kencing. Setelah terdiam beberapa detik, Kina dan Kai langsung  berlari mengejar Sehun. Luhan yang tidak tau apa-apa juga ikut berlari.

“Aaaa!!” Byurr.. Dan benar saja, dari kamar mandi perempuan terdengar sebuah jeritan dan guyuran air. Beberapa saat kemudian Sehun keluar dengan baju yang basah kuyup dan wajah pasrah.

“Sehunie.. Gwaenchana?” Tanya Kina.

“Ani. Aku merasa tidak berpijak lagi di bumi.” Sahut Sehun lemas, tanpa ekspresi, dan dia terlihat seperti robot kehujanan. “Aku melihat bidadari! Dia sangat cantik, TAPI DIA GILA!!!” Sehun berteriak 5 oktaf (?)

“Mwo??” Kai, Kina, dan, Luhan sontak menganga.

“Opppa!!!” Suara cempreng yang persis dengan jeritan tadi terdengar lagi. Semua mata tertuju pada gadis yang baru saja kelua dari toilet dan langsung menghampiri Kai.

“Minra?? Neo,..” Kai sedikit terkejut karena sepertinya yang disebut bidadari gila oleh Sehun barusan adalah adiknya, Kim Min Ra.

oOo

“Mwo?? Ja, jadi, dia adikmu???” Sehun langsung melebarkan matanya begitu mendengar penjelasan kai, antara shock dan tidak percaya. “Ya! Kkamjongie~, kau bukan anak pungut kan?” Pletak ! Langsung saja Sehun mendapat jitakan dari Kai.

“Apa maksudmu, hah?” Kai menatap Sehun garang.

“Bukannya begitu.” Sehun mengusap kepalanya, kemudian dia tersenyum lebar sambil menatap ke atas. “Aku hanya sedikit tidak percaya.. Tapi, dia benar-benar cantik! Kau merasakan hal yang sedikit janggal tidak?? Aku merasa bahwa ini adalah takdir!!!” Cttakk! Sekali lagi Sehun dijitak oleh Kai.

“Ngawur Loe ! Bukannya tadi kau menyebutnya gila?” Sehun hanya tertawa sambil menggaruk rambutnya yang basah.

Kim Min Ra adalah adik perempuan Kai yang baru saja masuk sebagai murid kelas 1 di SMA Triangle. Dia memang cantik, tingginya 162 cm, cukup tinggi untuk ukuran perempuan dan sampir setara dengan Kina. Kulitnya putih bening, bertolak belakang dengan warna kulit Kai, dan dia adalah gadis yang sangat imut, benar-benar satu species dengan Kina.  Dia pintar, tapi mungkin tidak sepandai Park Kina. Meski terkadang cetus, tapi dia bukanlah gadis yang buruk. Ada satu sisi yang menarik dari Kim Min Ra.

oOo

Kina baru saja keluar asrama, dan di depannya sedang berjalan seorang yeoja yang juga baru keluar dari asrama. Dia tertegun begitu melihatnya lebih dekat, ternyata dia adalah Kim Min Ra. Kina langsung mendekatinya.

“Aneyong..” sapanya. Min Ra menatap Kina datar. “Kau adiknya Kai kan?”

“Ne.” Jawabnya singkat. Matanya, persis seperti Kai. Kina menatapnya sebentar dan melihat manik-manik yang biasa ia lihat di mata Kai. “Nuguseyeo?” Tanya Minra kemudian.

“Park Kina imnida. Aku teman Kai..” jawab Kina dengan ukiran senyum ramah di wajahnya. Minra masih menatapnya datar , lalu mengangguk sekali.

“Kim Min Ra imnida..” Jawabnya lalu membungkuk, tidak sampai sembilan puluh derajat, hanya sekedar, kemudian dia pergi. Tidak ada bedanya dengan Kai. Dengan hanya melihat sekali, Kina sangat percaya bahwa dia memang adik Kai.

Kina berjalan ke sekolah kemudian melihat Kai berjalan bersama Sehun dan Luhan. Dia segera berlari menghampiri mereka dan memberi salam seperti biasa.

“Kina~ya..” Luhan yang paling pertama menyapa balik. Kai yang sedari tadi berjalan dengan mata lurus ke depan langsung menoleh dengan slow motion.

“Apa kalian tidur nyenyak semalam?” tanya Kina

“Aah, aku harus membagi tempat tidur dengan Luhan.” Keluh Sehun. Luhan langsung merangkulnya.

“Mianhae, kita sudah jadi teman kan??” Tanya Luhan dengan senyum jenaka. Sehun tertawa keras. Kai hanya berdehem-dehem.

“Wuuh, uri Kai tidak mau berbagi tempat tidur kah??” Kina mulai menggodanya.

“Nanti malam aku akan tidur dengan Kai. Iya kan??” Luhan tiba-tiba juga merangkul Kai, membuatnya sedikit terperosot.

“Mwoya?” Kai melepas rangkulannya. Namun Luhan kembali merangkulnya.

“Kita kan sudah jadi teman..” Luhan tersenyum jahil pada Kai. Kai hanya menghela nafas, sekarang dia harus menghadapi dan mulai menyesuaikan diri dengan roommate barunya yang tidak tau diri   over easy going itu. Apa orang yang berIQ tinggi selalu seperti ini? Fikirnya.

“Kai, tadi aku bertemu dengan adikmu. Dia sangat mirip denganmu.” Ucap Kina dengan sumringah.

“Apanya yang mirip??” Sehun langsung menyela. “Di lihat dari sisi manapun tidak ada yang mir..” Luhan langsung membekap Sehun.

“Menurutku adik Kai lebih mirip dengan Kina.” lanjut Luhan. Yang lain tidak ada menanggapi, Luhan lalu tertawa garing. “Tentu saja karena mereka sama-sama perempuan. Haha…” Dia lalu berjalan ke kelas dan menarik Sehun. Kai sontak menoleh pada Kina.

“Luhan benar-benar lucu. Haha..” Kina tertawa renyah

“Tch.. ayo masuk.” Kai lalu berjalan ke kelas dan Kina mengikuti.

Hari ini pelajaran di kelas kosong, mungkin guru-guru sedang rapat karena besok adalah libur nasional. Kalau kelas sudah kosong, maka murid-murid pasti akan ribut, hal ini sudah jadi wacana lama. Dan sekarang Sehunlah yang paling berisik, di tambah lagi dengan Luhan, dan di tambah juga dengan suara tawa polos Kina, dia memang malaikat yang tak akan pernah lelah untuk tertawa. Nampaknya Sehun sedang menyusun rencana berlibur ke pantai, Kai hanya ikut mendengarkan.

“Yeii! Besok kita akan ke pantai!” Seru Sehun “Siapa yang ikut, angkat tangan!”

“Aku!” Luhan langsung mengangkat tangan, bahkan kedua tangannya. Kina juga mengangkat tangan, Kai hanya mendengus.

“Kai, angkat tanganmu.” Kina menggerakkan tangan Kai. Entah kenapa Kai menurut.

“Baiklah aku ikut.”

“Ya! Kau boleh ikut jika kau mengajak Min Ra.” Ucap Sehun licik.

“Mwoya??”

“Ayolah Kkamjongie~” Sehun merengek.

“Aku setuju. Ajak dia ya Kai, supaya aku tidak yeoja sendiri.” Kina ikut merengek dengan imut.

“Huft, Arrasseo.” Kai akhirnya setuju, dan semua bersorak seperti akan melakukan sebuah petualangan besar yang menyenangkan. Seperti biasa Kai hanya menarik nafas dalam-dalam dan menghelanya, meski sebenarnya dia juga bersemangat.

oOo

Pagi yang cerah, semua sudah bersiap untuk pergi ke pantai. Sehun menjadi sukarelawan menyumbangkan mobil ayahnya untuk berangkat ke pantai. Dan yang jadi sopirnya adalah Kai. Mobilnya cukup besar, tapi duduknya berdesakan karena mobilnya penuh sama barang-barang, terutama bawaan Minra yang super ribet.

“Ya! Apa yang kau bawa sampai sebanyak ini hah?” Sehun gemes.

“Ini hanya peralatan untuk melindungi agar aku tidak terkena sinar matahari saat di pantai.” Jawab Minra santai. Sehun Cuma mendengus kecil. Setidaknya dia harus menjaga image di depan Kim Min Ra.

Sampai di pantai, mereka langsung menurunkan barang-barang dan membuat tenda kecil. Luhan langsung membuka baju, dia sangat bersemangat. Sementara Sehun langsung mengambil pelampung dan membuat yang lain tertawa cekikikan. Sikap imutnya itu benar-benar bawaan dari lahir. Beberapa saat kemudian Minra keluar dengan bikini. Mata Sehun langsung terbuka lebar dan hampir saja keluar.

Kai sibuk memotret pemandangan indah di sekelilingnya. Kameranya tertuju pada Luhan dan Sehun yang sedang asyik bermain air dan saling kelelep, Kai hanya tertawa kecil melihatnya. Kemudian dia memotret Minra yang sudah langsung bergaya di atas pasir yang sudah beralas kain dengan agun nan seksi. Mata kamera Kai kemudian tidak sengaja menangkap Kina yang sedang duduk di atas pasir pinggir pantai yang membiarkan angin meniup rambutnya beserta ombak kecil yang menyisir kakinya. Tanpa sadar Kai langsung saja memotretnya dan tersenyum tipis. Minra  sedari tadi mengamati oppanya yang memang hobi memotret.

“Oppa..” Minra menghampiri Kai. “Berikan kamera itu padaku.” Minra langsung mengambil kamera itu dari tangan Kai. Dia membuka setiap foto yang diambil Kai tadi, foto Sehun danLuhan, fotonya sendiri, dan, foto Kina yang sedang duduk menatap hamparan laut. “Ouuh, uri oppa  suka mengambil foto gadis diam-diam ternyata..” Minra menggoda Kai.

“Mwoya? Kembalikan kameranya..” Kai berusaha merebut dari tangan adiknya.

“Shireo!”

“Lalu apa maumu??” Kai menyerah

“Ehm, aku ingin  berenang, kaja oppa!” Minra langsung berjalan ke laut. Sehun dan Luhan yang sedang bersabun dengan pasir buru-buru terjun ke laut begitu Minra akan berenang. Kina terus tertawa melihat tingkah lucu mereka, sementara Kai hanya mengamati kehebohan di sekelilingnya.

“Oppa.. sini..” Minra melambai pada Kai yang masih berdiri di tempatnya. Kai menggeleng karena sepertinya dia tidak berniat untuk berenang, sama seperti Kina yang sedari tadi juga hanya duduk. Kina menoleh pada Kai di belakangkangnya dan juga melambai kecil. Kai akhirnya berjalan mendekat.

“Ya! Park Kina, kau tidak bawa bikini?” seru Sehun tiba-tiba. Kina terkesiap, dia dan Kai saling menoleh.

“Aku tidak memiliki benda seperti itu..” Jawab Kina sedikit memelas. Sehun langsung tertawa terbahak-bahak dan Luhan menimpalinya, sementara Kai cuma menghela nafas kecil. Kina hanya memakai pakaian polos, kaus putih tipis dan celana pantai yang juga tidak terlalu pendek. Dia melihat sekelilingnya yang memang banyak gadis-gadis menggunakan pakaian renang yang seksi. Kina mendesah, kemudian dia bangun.

“Kau mau berenang?” tanya Kai begitu Kina bangun.

“Oh, ani. Aku akan ke tenda menyiapkan makanan.” Jawabnya kemudian berjalan menuju tenda.

“Park Kina..” Panggil Kai pelan, kina langsung menoleh. Kai menatap Kina yang hanya memakai  pakaian polos yang sedikit basah dan terkena pasir. Kai kemudian menarik nafas dan berdehem pelan.

“Kau sudah terlihat baik meskipun tanpa menggunakan bikini..” Entah kapan otaknya memproses perkataan yang baru saja ia lontarkan, dan Kai langsung merasa kikuk. Kina hanya tersenyum, merasa cukup senang dengan perkataan Kai tadi meskipun itu bukan hal yang bisa dia anggap istimewa. Baginya mungkin Kai hanya melihatnya sebagai seorang gadis polos dan tidak menarik dari sisi manapun.

“A, Aku mau berenang.” Tiba-tiba aura panas menjalar di sekujur tubuh Kai. Ia langsung membuka baju dan segera turun ke laut.  Ini karena mataku yang melihat, dan hatiku yang merasakan…

To be Continued..

RCL’x ya.. gumawo^^

 

 

 

 

 

 

Iklan

5 pemikiran pada “Triangle (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s