Your Happiness is Everything

Your Happiness is Everything~

 

Author  :  Weddy (White Teddy) @8degrees0107

Length  : Oneshot

Genre   : Romance, Angst, School life

Cast       : Kim Eunra, Oh Sehun, Choi Lee Ra and other

cover your happiness is everything

Annyeong!! Akhirnya bisa membuat sebuah ff oneshot juga.. Ide murni dari otak ku sendiri, sebetulnya ini lebih ke curhatanku daripada ideku, tapi curhatan yang diedit biar dramatis-_- #apadeh dimohon untuk tidak mengcopy karya orang lain O:) kunjungi  www.kkamexotics.wordpress.com ada beberapa fanfict buatanku dan teman-teman juga disana.. Comment kalian sangat membantu!;D Jadi don’t be silent readers yaa ;;)mian kalau Typo.. oke, tidak perlu berlama-lama… Ini dia ‘your happiness is everything’! Semoga kalian sukaa!! ^^

Author POV

 

-Seoul International Highschool-

Eunra duduk di bangku taman sambil membaca sebuah novel yang baru ia beli. Seperti merasa terusik saat membaca dia berulang kali memalingkan wajah dari bukunya dan menengok ke kanan dan ke kiri. Hingga akhirnya matanya bertemu sepersekian detik dengan mata seorang namja. Oh Sehun. Namja ini lumayan populer, sangat mudah berteman sehingga dekat dengan siapa saja. Tapi dia juga terkenal playboy dan menjadi duo berisik bersama Jongin. Dari sekian banyak teman wanita yang dekat dengannya, jarang ada yang menjadi pacarnya memang. Tapi dia lebih sering memacari seseorang yang terlihat sama sekali tidak dekat dengannya atau yang orang lain kira tidak mungkin menjadi pacarnya, kecuali beberapa orang yang sangat dekat dengannya. Oh iya, Sehun dan Jongin juga teman sekelas Eunra.

Eunra menyiritkan dahinya, ‘apa iya Sehun memperhatikanku?’ pertanyaan itu terus terngiang di kepalanya.

***

KRINGGG~

Bel pulang berbunyi Eunra membereskan buku-bukunya, dia agak malas pulang ke rumah karena tidak ada yang bisa ia kerjakan disana. Jadi dia lebih memilih bermain dahulu di sekolah.

“Eunra-ya! Lihat, Riahn sedang mengepang Nara! Aku juga ingin…” kata Minyoung, sahabat Eunra.

“Ayo kita kesana! Kita minta Riahn untuk mengepang kita juga! “

“Kajja, eumh.. Tapi, kau tau sendiri kan kalau aku tidak dekat dengannya.. Kau saja deh”

“Aish, dia itu orangnya baik! Coba kau ajak ngobrol pasti seru! Ayolahhh”

“Baiklah”

Merekapun segera mendekati Riahn dan Nara. “Riahnn, aku juga mau dikepang!”

“Haha, arasseo.. tapi tinggu aku selesai mengepang Nara ya!”

Mereka menunggu dengan tenang, Eunra melanjutkan membaca buku novelnya bersama Minyong. Mereka adalah penggemar berat novel fiksi.

Setelah selesai dikepang, bermain bersama dan berfoto bersama *mereka emang narsis-_-* Eunra memilih pulang karena hari sudah sore. Dia berjalan melewati lorong kelas bersama Nara yang juga ingin pulang. Mereka berbicara tentang banyak hal, sampai tiba-tiba Nara menceritakan sesuatu yang membuat Eunra shock.

“Eunra-ya, tau tidak tadi saat aku sedang bertanya pada Sehun tentang murid-murid di kelas” Nara salah satu murid yang cukup terkenal juga di sekolah ini, berbeda dengan Eunra yang biasa saja. Dia juga termasuk dekat dengan Sehun di kelas.

“Hmm, apa saja yang kalian bicarakan? Apa aku boleh tau?”

“Tentu saja boleh, aku memang akan memberitaunya padamu”

“Kalau begitu apa?”

“Jadi, tadi kan aku tanya siapa yang paling jelek sama cantik di kelas. Dia jawab yang paling jelek itu si *bipp* dan yang paling cantik itu kamu, kayaknya dia suka tuh sama kamu.. Kkkk”

“Hah?! Aku?! Ga salah tuh?”

“Engga serius deh! Eh, mamaku udah dateng tuh, aku duluan ya! Annyeong!”

“Ah, i..iya Annyeong”

Eunra masih shock dengan kata-kata Nara bahwa Sehun menyukainya. ‘Apa benar Sehun menyukaiku?’ Tapi pikiran itu dia tepis jauh-jauh. ‘Mana mungkin Sehun bisa menyukaiku? Aku bukanlah yeoja popules di sekolah ini seperti mantan-mantannya. Lagipula aku tidak ada lebihnya dibanding teman-temannya’ itulah pikiran yang ada di otaknya sekarang.

***

Eunra POV

Kata-kata Nara tadi sore masih terngiang-ngiang di kepalaku. Apa iya? Aku belum pernah merasakan disukai seseorang.. Hmm, pernah sih *kasian banget kalo belom-_-* tapi aku taunya bukan dari orang lain atau dirinya sendiri, tapi dari pemikiranku.. Hehe..

Bagaimana kalau dia benar-benar menyukaiku?! Mau dibilang apa aku sama teman-teman berpacaran dengan seorang cowok playboy di kelas?

“Argh, sudahlah!” lebih baik aku bermainn internet.

Aku mulai membuka laptopku, membuka twitter, bermain games dan lain-lain. Sekarang waktunya Facebook! Hmm, ada satu massage.. Dari siapa ya….

Klik…

 

From : Oh Sehun

Eunra, boleh aku minta nomor ponselmu?

 

Mwo?! OH SEHUN?! Aduhhh, aku harus bagaimana?! Menjawabnya atau mengabaikannyaaaa?? Sebaiknya aku jawab saja. Tapi belum sempat aku mengetiknya dia sudah mengajakku chat.

Sehun   : Eunra-ya aku minta nomormu dong ^^

Eunra    : Untuk apa memangnya?

Sehun   : Hanya untuk sms.. Hehe, boleh kan?

Eunra    : 0817xxxxxxx

Dan seterusnya…

Tak terasa ini sudah jam 10 malam, eomma sudah berteriak menyuruhku tidur.. Ternyata Sehun orangnya asik, kami mengobrol tentang banyak hal, mulai dari sekolah hingga keluarga.

Eunra    : Sehun, eommaku sudah menyuruhku untuk tidur.. Aku off dulu ya.. Annyeong

Sehun   : Baik, tidurlah.. Anyeong ^^

***

 

Sudah seminggu setelah Sehun meminta nomor poselku itu. Tiap hari dia mengirimkan sms padaku. Walau terkadang tidak penting, tapi aku senang saat meneruma sms darinya. Ada apa denganku? Apa ini yang namanya rasa suka pada seseorang? Tapi biasanya kalau aku menyukai seseorang ada alasannya, tapi kalau Sehun? Apa alasannya? Aku masih belum tau. Yang jelas aku selalu tersenyum saat menerima pesan darinya, dia memang tidak pernah menelponku, tapi dia selalu mengirimiku pesan jam berapapun. Dari pagi sebelum berangkat sekolah hingga aku tidur. Dia perhatian? Ya. Dia sangat perhatian. Tapi sifatnya di sms dengan di sekolah berbeda. Dia masih dengan sikap coolnya kalau di sekolah. Tidak menyapa orang-orang, termasuk diriku. Dia kembali menjadi sosok yang seperti biasa.

***

Hari ini aku kembali online facebook, entah kenapa sekarang aku jadi rajin online. Yang aku tau hanya setiap online aku chat dengan On Sehun. Tapi hari ini ada seseorang yang menyapaku di facebook, Nyla Clansy. Aku tau dia anak sekolah ini juga. Tapi kelasnya dengan kelasku sangat berjauhan. Dan aku masuk kelas national yang satu kelasnya full orang Korea. Sedangkan Nyla yang(baru ku ketahui) berasal dari Canada berada di kelas International juga teman JHSnya Sehun. Di sekolahku rata-rata menggunakan kelas International. Yang masuk kelas national di seleksi dari orang-orang Korea yang masuk Seoul International School. Mungkin menurut kalian harusnya kelas International yang diseleksi, tapi tidak begitu disini.

Nyla bertanya padaku apa benar aku pacarnya Sehun, aku pun bingung. Darimana gosip seperti itu? Aku tidak pernah mendengar dan manyangka. Karena sikap Sehun di sekolah terhadapku sangat bertolak belakang dibanding pesan-pesan yang ia kirimkan.

Eunra    : Kata siapa? Aku bukan pacarnya Sehun..

Nyla       : Jinja? Aku kira kau pacarnya…

Kami berbicara tentang banyak hal, bertukar nomor posel dan yang paling sering dibicarakan adalah On Sehun. Aku mulai merasa kalau Nyla suka terhadap Sehun. Tapi saat aku tanyakan hal itu padanya dia selalu mengelak.

Singkat cerita sudah satu bulan berlalu, aku sudah dekat dengan Nyla dan tambah dekat dengan Oh Sehun. Sekarang aku makin menyukai Oh Sehun. Entah mengapa. Di sekolah dia mulai sering mengejekku, sering bercanda denganku, dan sesekali menemaniku jalan ke depan gerbang sekolah saat pulang. Semua itu terasa indah. Aku dan Nyla sering saling mengejek saat bertukar pesan. Tapi kami mengejek satu sama lain dengan kata-kata yang sama. ‘Cie, Sehuuunnnnn’ selalu seperti itu.

Aku mulai menganggal Nyla sebagai salah satu sahabatku. Aku merelakan waktu malamku untuk mendengar ceritanya dan Sehun. Walau terkadang ceritanya menyakitkan, kenangannya saat JHS bersama Sehun memang menyenangkan. Seperti saat ini…

From     : Nyla Clansy

Eunra-ya, aku mau bercerita. Tapi kau jangan pernah bilang ini pada Sehun. Oke? Kau tau… Dia pernah menembakku tapi aku tolak.. Kkk~

Sehun pernah menembak Nyla?! Aku merasa dadaku nyeri. Sakit. Aku takut Sehun masih menyukainya. Karena yang namanya kenangan bersama seorang namja atau yeoja pasti akan terus diingat. Hal itu diperkuat saat aku mengingat jika sedang online sekarang, kami selalu online bersama.. Tapi aku senang karena aku mempunyai kenangan yang hanya milikku dan Sehun, bermain sebuah game yang menggunakan avatar. Kami bisa pergi ke berbagai tempat, chat bersama disana, seperti bertemu tapi dalam bentuk avatar. Dan Nyla tidak mengikutinya. Karena dia tidak terlalu suka bermain game. Di permainan itu sehun sering mengajakku ke pantai, restaurant, dan lain-lain.. Dia mengatakan kalau aku cantik, menggunakan emot-emot yang membuat jantungku tak karuan saat menerimanya, seperti ‘;):*:*:*{}’ memang hanya emot, tapi coba kalian rasakan juga orang yang kalian suka mengirim kalian emot seperti itu…

Aku menyukai Sehun, terkadang aku menangisinya karena aku takut dia tidak mengirimiku pesan lagi, tidak memberikan perhatiannya lagi.. Aku merasa dia juga menyukaiku, dari perhatiannya padaku. Sehari sebelum valentine dia bertanya padaku “Eunraa, kau mau aku belikan apa untuk besok?’ aku bingung, karena sebelumnya aku belum pernah mendapat hadiah valentine dari seorang cowok, jadi aku jawab saja ‘untuk aka? Terserah kau’. Dia pun bilang akan memberiku coklat.

Keesokannya dia meminta maaf padaku di sekolah karena coklat yang ia janjikan disita appanya, dia ketahuan mau membawa coklat untuk seorang yeoja. Mungkin appanya mengetahiu kebiasaannya jadi coklatnya disita. Tapi tidak apaa..

***

Saat ini aku sangat dekat dengan Oh Sehun, aku sudah tidak segan menyakan apa yang sedang ia lakukkan, bertanya sesuatu yang pribadi dan lain lain. Tapi,  akhir-akhir ini aku mendapat beberapa info yang tidak mengenakkan, dari orang lain maupun pemikiranku yang lebih sering akurat ini. Seperti Sehun yang pernah akan menembak Shinri teman sekelasku sekaligus salah satu sahabatku walau aku tidak terlalu dekat dengannya. Kedua, aku merasa Leera yang lagi-lagi sahabatku menyukai Sehun. Juga bertambah dekatnya Sehun dan Nyla.

“Eunraaaa!”

“Eoh? Sehun, ada apa?” orang yang sedang aku pikirkan datang.

“Tidak apa-apa, hanya sedang bosan..”

“Lebih baik kau membaca ini, supaya tidak bosan” aku menyodorkan sebuah novel padanya.

“Ah, tidak. Buku-buku seperti itu terlalu tebal. Aku pusing membacanya. Lebih bagus komik”

“Ani, aku tidak suka membaca komik. Aku tidak mengerti cara membacanya.”

“Pabo.. Caranya gampang tinggal dibaca saja!”

“Tapi aku tidak tau mana yang harus dibaca duluan, lebih baik baca novel, sudah jelas. Ceritanya romantis lagi.”

“Tapi membutuhkan waktu yang lama untuk membacanya”

“Aniya, aku hanya membutuhkan kira-kira 2-4jam untuk menghabiskannya”

“Aigooo.. Kau ternaya sangat maniak novel” katanya sambil tersenyun dan mengelus puncak kepalaku.

Inilah yang aku suka darinya. Perhatiannya, seperti menganggap diriku pacarnya sendiri. Aku tau aku belum diperbolahkan pacaran, jadi setiap dia bertanya ‘apa kau pernah pacaran sebelumnya’ atau ‘apa kau sudah diperbolehkan pacaran’ aku pasti menjawab ‘belum’ dan ‘tidak boleh, aku harus bertanya pada eommaku dulu’. Aku sangat ingin menjawab aku diperbolehkan pacaran, tapi nyatanya memang belum. :’

Perbincangan kami terus berlanjut, hingga pukul 4 sore ponselku berbunyi. Eomma^.^ is calling..

“Nugu?”

“Eomma”

“Angkatlah” aku hanya mengangguk dan mulai menerima telponnya. Ternyata dia menyuruhku ke gerbang depan karena dia sudah menunggu disana. Akupun segera membereskan barang-barangku sbeelum menerima teror telepon dan omelan panjang saat perjalanan pulang nanti.

Sehun menemaniku hingga gerbang depan, kami berjalan berdampingan. Dia terus tersenyum padaku, itu membuatku juga ikut tersenyum. Kami berpisah di gerbang sekolah, aku menuju parkiran mobil dan dia menuju perkiran motor.

***

Hari ini aku kembali membuka facebook-ku sambil berkhayal. Bagaimana ya kalau Sehun menembakku? Ah, pertama aku harus minta izin pada eomma sampai dia mengizinkan bagaimanapun caranya, kedua izin dengan teman-temanku terutama Nyla karena aku tau dia juga menyukai Sehun, jadi aku tidak mau menusuk temanku dengan jadian tiba-tiba tanpa menjaga perasaanya.

DEG. Semua khayalan itu musna seketika. Aku melihat dua status di facebook yang mengisyaratkan sesuatu

Oh Sehun            : NC

Nyla Clansy         : OS

Kalian tau apa artinya?! Itu inisial nama mereka kan?! Apa mereka jadian? Aku langsung mengecek timeline. ‘Congrats Oh Sehun-Nyla Clansy! Longlast my friends!’ satu kalimat di satus pertama yang sukses menghancurkan hatiku. Sakit, sesak, perih, nyeri.. Itulah yang aku rasakan sekarang.

Kenapa? Kenapa tiba-tiba mereka…? Kemarin Sehun masih berbuat baik padaku, memberi perhatiannya. Tapi sekarang? Dia telah milik orang lain. Orang yang aku anggap sahabat, Nyla Clansy.

Entah sudah berapa lama aku mengunci diri dikamar, entah sudah berapa banyak tisu yang aku buang, entah sudah berapa banyak airmata yang keluar. Aku hanya bisa terus menangis, menangis, dan menangis. Aku tidak pernah menangisi seorang namja selama ini sebelumnya, paling hanya satu menit kemudian moodku kembail. Aku memang moody, tapi saat ini? aku sama sekali tidak bisa berhenti menangis. Dan baru kusadari, aku bukan hanya menyukainya, tapi aku mencintainya.

Baru kali ini aku merasakan sakit yang teramat-sangat. Baru kali ini aku tau rasanya kehilangan. Baru kali ini aku tau rasanya dikhianati seorang teman yang waktu itu sangat dekat dengaku tapi tidak bisa menjaga perasaanku. Aku lebih senang jika dari awal dia bilang bahwa ia menyukai Sehun, jangan terus mengelak tapi akhirnya menyakiti.

***

Selama satu minggu aku tak henti-hentinya menangisi Oh Sehun. Tapi sekarang aku mulai kembali menata hatiku, walau belum bisa seperti semula tapi sudah cukup membuatku damai. Tiap melihat wajahnya di kelas dadaku selalu sesak, air mata ingin menerobos keluar. Tapi sekuat tenaga aku menahannya. Tiap bulan, aku mengucapkan annivesary pada Sehun dan Nyla. Saat mengucapkannya aku sangat ingin menangis. Tapi aku selalu berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata karena dia sudah bahagia.

Tak terasa sudah setengah tahun aku mencintai Oh Sehun, aku tetap tidak bisa melenyapkannya dari sisi hatiku. Belum ada yang bisa menggantikannya. Akupun mulai bisa menceritakan perasaanku pada Minyoung, Saphire(Satu-satunya sahabatku dari kelas Internetional) dan Caroline sahabatku sewaktu JHS, Caroline mengenal Sehun karena temannya adalah pacar Chanyeol, teman Sehun. Mereka bertiga selalu menyuruhku untuk moveon, aku sudah sangat berusaha. Tapi tetap saja tidak bisa. Ditambah beberapa hari ini Sehun kembali mengirimiku pesan, awalnya hanya menanyakan ada tugas atau pr apa di kelas. Tapi lama kelamaan dia mulai seperti dulu, dia sering surhat, bertanya apa yang sedang ku lakukkan, mengucapkan selamat tidur. Aku awalnya bingung dengan sikapnya saat ini. Dia masih berstatus sebagai pacarnya Nyla, tapi harus kuakui aku merasa sangat senang. Saat ini aku masih menjaga jarak, tidak sedekat dulu karena dia masih milik orang lain.

From     : Oh Sehun

Aku sudah bosan dengan Nyla, setiap diajak pergi dia selalu tidak mau karena malu. Kapan aku bisa pacaran kalau dia selalu malu? Aku sudah bosan.

Itulah yang ia curhatkan. Terkesan playboy? Dia memang playboy. Tapi dengan bodohnya aku tetap mencintainya. Cinta itu buta? Ya! Ini yang aku rasakan sekarang, cinta itu buta! Tidak pernah melihat siapa dia, sebrengsek apapun dia kau tetap akan mencintainya.

Suatu hari aku mendengar kabar kalau Sehun putus dengan Nyla. Aku bingung harus senang atau sedih. Separuh hatiku melonjak girang, tapi setengah lagi merasa ‘masa temen putus malah seneng sih?!’ aku bingung.

***

Aku merasa Nyla mulai menjauhiku. Sudah 2 bulan kami tidak berhubungan. Aku bertanya tanya kenapa dia menjauhiku. Hari ini aku sedang bermain ke rumah Saphire.

“Eunra, kau tau? Nyla pernah bertanya padaku ‘apa benar Eunra berpacaran dengan sehun?’ aku langsung bilang tidak, karena aku tau kau tidak mungkin seperti itu.”

“Kenapa dia bisa bertanya seperti itu padamu?”

“Katanya sih, saat dia di perpustakaan dia mendengar Jongin bilang ‘Gimana tuh si Eunra?’ pada Sehun. Mungkin dia mengira Sehun berselingkuh denganmu.”

Oh, ini sebabnya.

“Aku tidak pernah berpacaran dengan Sehun! Sungguh!”

“Aku percaya padamu, aku tidak percayanya pada si Sehun”

“Thanks”

“Your welcome bestie!”

***

Sehun terus mengngirimiku pesan seperti dulu. Sangat baik, perhatian. Sama sekali tidak terlihat sebagai namja yang cuek.

From : Oh Sehun

Kau sedang apa?

 

From : Oh Sehun

Kau sakit? Sudah minum obat? Makanya jangan terlalu banyak makan pedas..

 

From : Oh Sehun

Good Night, have a nice dream 😉

 

Oh Sehun, kau membuatku bingung.

***

Hari ini sebuah berita kembali masuk ke pendengaranku. Sehun kembali bersama Nyla. Baguslah, semmoga Nyla tidak salah paham denganku lagi. Dan setelah aku mendengar berita ini Sehun kembali menjauhiku. Setiap aku kirim dia pesan dia hanya menjawab seadanya ‘apa?’ ‘ya’ ‘tidak’ dan lain-lain. Sehun kenapa kau kembali seperti ini?

***

Hari ini karyawisata sekolah. Tapi hanya untuk kelas national. Tepatnya kelas 11 dan 12. Ya, aku sudah naik kelas menjadi kelas 11. Dan saat ini aku masih belum bisa melupakan Oh Sehun. Betapa bodohnya diriku? Sudah lebih dari 8 bulan tapi kau tidak bisa melupakannya.

Kami mengunjungi sebuah desa perkebunan di Korea. Kami menginap satu minggu di rumah penduduk. Asrama perempuan sedikit berjauhan dengan laki-laki. Di sini aku semakin dekat dengan Leera dan Shinri. Kemana-mana kami selalu bertiga. Minyoung? Dia tidak bisa ikut karena terkena demam berdarah. Hari pertama berjalan lancar, aku menemukan sawah yang indah bersama teman-teman. Tiap hari aku Leera dan Shinri pergi ke sana, melihat sunrice yang indah di pagi hari. Dan merasakan sejuknya udara di sore hari.

Drtt drtt..

From : Oh Sehun

Eunra-ya, temani aku di kebun. Aku sendirian…

Sehun. Setelah kembali putus dengan Nyla dia mengirimiku pesan lagi. Dan sekarang dia memintaku untuk menemaninya di kebun. Aku sangatt ingin menjawab iya, tapi aku memikirkan Leera. Kau tahu kan, aku sudah mengira kalau dia suka dengan Sehun sejak lama. Sama sepertiku. Tapi dia selalu mengelaknya. Lebih baik aku ajak saja dia.

“Leera-ya, kita ke kebun yuk! Sehun tadi memintaku menemaninya. Tapi kau juga temani aku yaa, jebaall~”

“Arasseo, kapan ke kebunnya?”

“Sekarang! Kajja!”

“Aku Ikut!” tiba-tiba Shinri datang.

“Baiklah, ayo!”

Aku, Leera dan Shinri menaiki sepeda kami. Disini masih sangat asri, polusi belum banyak. Kami menyewa sepeda agar bisa berjalan-jalan tapi tidak terlalu capek.

“Ah! Itu Sehun, tapi siapa laki-laki di sebelahnya?” tanya Leera.

“Biasa… Paling juga Jong In”

“Haha, kau benar”

Setelah sampai di depan kedua namja itu, aku langsung menghampiri Sehun.

“Katanya sendiri.. Huh, kau bohong”

“Haha, miann… Kkkk”

Kami banyak mengobrol, berfoto dan lain-lain.

“Eunra, nanti malam aku traktir ya..”

“Jinja? Mau! Tapi… Leera ikut ya!” aku masih memikirkan sahabatku tentu saja.

“Aku ikut kalau Shinri ikut.” Sahut Leera

“Hmmmmm… Baiklah kalian bertiga”

***

Malamnya Shinri terserang bad mood. Dia terlalu lelah hingga akhirnya aku harus membatalkan janji dengan Sehun. Untung dia baik.

Esoknya, aku, Sehun, Jongin, Leera, dan Shinri bermain di sawah lagi. Sehun mengajak kami untuk jalan-jalan ke tempat yang agak jauh. Leera sedikit protes karena dia harus membonceng Shinri yang tidak bisa naik sepeda. Akhirnya Sehun pun membonceng Shinri. Ada perasaan iri disana. Cemburu? Ya, aku cemburu.

Sehun membelikan kami minuman, bercanda bersama dan lain-lain. Aku sangaaaatt senang.

Setelah pulang kembali ke asrama, aku membersihkan diriku. Tapi setelah itu diriku dilanda bosan. Akupun mengajak Leera dan Shinri ke perkebunan. Di pinggi perkebunan kami duduk bersila. Kami saling curhat satu sama lain. Aku bertanya pada Shinri “Shinri, kau suka Sehun ya?” kenapa aku bertanya? Aku merasakannya.

“Ya, sepertinya aku menyukainya”

DEG. Satu kata yang benar-benar membuat hatiku kacau. Dua sahabatku menyukai Sehun. Apa yang harus aku lakukkan?

“Sama, aku juga menyukainya.” Lirihku.

“MWO?! Aaaa, kau juga menyukainya?”

“Tuh kan benar, apa aku bilang” Leera berkata padaku.

Aku mengacuhkan Leera. Aku terlalu bingung dengan reaksi Shinri. Apa aku salah kalau mencintai seorang namja? Tidak kan?

***

Ini hari kelima kami disini. Dan saatnya untuk outbond! Sejujurnya aku tidak terlalu menikmatinya. Aku masih galau karena sahabatku. Di tempat outbond aku hanya duduk ditepi danau buatan yang ada disana. Aku mendengar bahwa Sehun dan Shinri akan jalan-jalan berdua nanti malam. Ribuan jarum menuruk hatiku. Kenapa? Apa Shinri tidak sadar kalau kedua temannya menyukainya?

***

Kami pulang, dan ini sudah sangat sore. Aku hanya bisa mengobrol bersama Leera dan yang lain di teras. Sampai Sehun datang untuk menjemput Shinri. Saat mengetahui kedatangan Sehun aku langsung menghindar. Yang bodoh, Leera tetap pada posisinya. Tanpa sadar ia membentak Shinri yang bertanya dimana sepeda Leera. Disitu terlihat jelas bahwa Leera mencintai Sehun. Aku langsung menyusul Leera diiringi tatapan bingung dari Shinri. Apa dia tidak sadar? Kami berdua tersakiti. Aku tidak membencinya. Aku hanya marah padanya untuk saat ini. sekali lagi saat ini. Entah bagaimana besok.

Mataku terasa sangat panas melihat Shinri dalam bocengan Sehun. Tak terasa air mata kembali jatuh dengan derasnya. Aku terisak. Aku menyadari ada isakan kecil disebelahku dan itu adalah Leera.

“Aku mencintainya. Aku mencintai Sehun”

“Nado”

“Apa dia tidak sadar kalau dia menyakiti kita?” lanjutku sambil terus terisak.

Aku dan Leera terus terisak. Saat isakan kami mulai berhenti kami sedikit tertawa melihat wajah masing-masing.

“Matamu sembab” katanya.

“Kau juga, haha..”

Kami mulai berusaha melupakan kejadian tadi. Jujur, aku kecewa terhadap Shinri. Tapi aku tak tau apa yang harus aku lakukkan. Shinri kembali. Tapi kami sudah memasuki kamar sehingga dia tidak menyadari apa yang terjadi.

Saatnya makan malam, ruang makan berada di tempat khusus di luar asrama. Kami, aku dan Leera harus sedikit berjalan. Hingga kami melihat Shinri duduk. Shinri menyapa kami, aku hanya memberi senyum tipis sedangkan Leera hanya menjawab seadanya. “Neo Gwencana?”

“Eum, nan gwencana” jawabku.

“Leera, neo gwencana?”

“Eum, ne.”

“Ada apa denganmu?”

“Tidak ada apa-apa, Eunra ayo kita kembali ke arama!”

“Leera, aku minta maaf kalau ada salah. Tapi kalau boleh tau kenapa?”

“Kalau kau tidak merasa bersalah tidak perlu minta maaf”

“Tapi aku merasa kau menjauhiku”

“Aniya”

“Baiklah”

Aku dan Leera maninggalkan Shinri. Sebulir air mata kembali turun di pipiku, tapi aku segera menghapusnya dan berusaha bercanda untuk mengembalikan mood Leera.

‘Tuhan, apa aku benar-benar harus merelakannya pada Leera atau Shinri?’ tanyaku dalam hati.

‘Aku harus rela! Bagaimanapun dia sahabatku!’ hatiku kembali berbicara.

“Leera-ya, jangan menangis laahh~ Kita harus kuat! Fighting! Masa Cuma gara-gara Oh Sehun kau jadi begini. Ini bukan dirimu!”

“Haha! Ne, ara! Aku tidak menangis!” dia menghapus air matanya.

“Gitu dong! Ayo! Semangaaaatt!”

***

“Shinri-ya! Paliiwaa!” seruku pada Shinri.

“Ne! Chamkanmanyeo”

“Sehun sudah menunggu babo!”

“Aish, ara! Kajja!”

Kamipun berjalan menuju Sehun. Kami berdua diajaknya ke warung depan untuk membeli minuman hangat. Sehun hanya membeli satu karena ukurannya yang besar. Aku dan Shinri sama-sama berebut meminumnya. Terkesan bodoh? Ya. Karena aku tidak mau kalah dari Shinri. Egois? Tidak. Karena kita berdua bersaing secara tidak langsung-_-

***

Hari kepulangan. Aku sudah menunggu di bus karena bosan menunggu yang lain berbincang tidak jelas di luar. Satu persatu teman-temanku memasuki bus. Oh iya, apa aku sudah memberitau kalian kalau kami pergi kesini bersama kakak kelas? Sepertinya belum.. Miann. Sebenarnya salah satu dari mereka ada yang mengikuti Sehun, aku rasa dia juga menyukai Sehun. Huft, dia seorang sunbae. Naneun eoddokhaee?

Bis pun mulai berjalan. Sayup-sayup aku mendengar suara Yoonri berbicara pada Sehun.

“Daein sunbae sudah kau tembak?”

“Sudah”

“Kalian jadian”

“Eum”

WHAT?!?! SEHUN UDAH JADIAN LAGI?!?!?! HUA EOMMAAAAAA! Tahan Eunraa, jangan nangis disiniiii!

Sehun dan Daein sunbae sudah putus (lagi) sekarang. Kali ini dia malah berpacaran dengan Yoonri yang kutau dia adalah orang yang berusaha mendekatkan Sehun dengan Daein sunbae. Karena kita (Aku, Yoonri dan Sehun) satu kelas jadi aku sering melihat kemesraan mereka. Yoonri yang biasanya duduk di tengah pindah ke belakang hanya untuk duduk di sebelah Sehun. Haish, benar-benar.

Ternyata Yoonri-Sehun couple ini tidak bertahan lama-_- mungkin karena… entahlan-..-

And you know what? Kali ini Sehun mendekati Leera sahabatku! Aku sih bersyukur (sedikit) karena cinta sahabatku tidak bertepuk sebelah tangan. Memangnya aku tiga tahun ini bertepuk sebelah tangan? Sehunu dan Leera terlihat biasa saja saat di sekolah tapi pada saat aku membaca sms mereka diam-diam perlakuan Sehun pada Leera sama dengan perlakuannya padaku dulu. Semoga Leera benar-benar jadian dengan Sehun. Hari ini mereka akan nonton bioskop bersama, awalnya aku diajak tapi aku tolak. Kalian pasti tau kenapa aku menolaknya. Seharian di sekolah aku terus berfikir apa yang harus aku rasakan sekarang. Senang atau sedih? Kesal atau bahagia? Entah. Teman-temanku selalu bertanya kepadaku mengapa aku murung hari ini. aku hanya menjawab aku tidak apa-apa dan kembali mengerjakan hal yang tidak penting.

Drtt drtt..

From : Oh Sehun

Eunra-ya. Bantu aku menolak ajakan Leera nonton. Aku tidak mengerti harus bagaimana menolaknya. Aku tidak mau menyakitinya…

Hhh.. Aku harus bagaimana kali ini-_- netral saja lah.

To : Oh Sehun

Bilang saja tidak bisa. Aku juga bingung harus bagaimana.

Sent…

Entahlah..

Tak terasa aku kembali smsan dengan Sehun dan ini sudah berjalan satu bulan. Dia sudah bilang kalau dia sayang padaku. Tapi dia tidak menembakku. Sikapnya kali ini jauuh lebih manis daripada sebelumnya. Hal ini membuatku makin tidak bisa melupakannya. Kami sudah sangat dekat. Noton bioskop berdua dan lain-lain. Tapi akhir-akhir ini aku merasa Sehun menjauh, dan aku mendengar dia tertarik dengan Fralince anak kelas internasional. Tapi katanya hanya megagumi. Aku coba menghubunginya terus dan bertanya mengapa dia berubah. Hal aneh menjadi jawabannya ‘aku merasa aku tidak cocok untukmu. Aku bukan orang yang baik dan aku telah membuatmu berubah dari Eunra yang ceria menjadi Eunra yang pemurung. Lebih baik aku pergi darimu.’

Aneh kan? Aku tidak merasa aku berubah. Aku bertanya pada temanku dan mereka menjawab aku tidak berubah. Hipotesa darimana ituuuu? Tapi untung saja aku bisa menormalkan kembali keadaan. Aku memintanya berjanji tidak seperti ini lagi karena aku tidak berubah. Keadaan pun kembali normal.

Hal ini terjadi lagi! Dia kembali berubah. Tapi kali ini dia tidak mau memberi tau alasannya. Dari berita yang aku dapat dari Gomji bahwa dia menyukai anak perempuan yang satu kelas dengan Gomji. Dari Leera dia bilang Sehun merasa kau berubah jadi dia menjauh. Dari Reeahn dia bilang Sehun merasa tidak pantas untukku tapi dia juga berkata ada hal lain yang tidak bisa aku ketahui. Aku paling curiga dengan Reeahn karena dia yang paling dekat dengan Sehun. Dari Sara yang terakhir, katanya dia hanya kasian padaku karena Sehun tau aku sudah menyukainya selama tiga tahun dan dia merasa bersalah. Dia tidak memiliki perasaan apapun padaku, tapi dia hanya ka-si-han. Aku harus percaya yang mana?! Mereka semua mendapat info dari Sehun langsung, tapi sehun setiap curhat tidak pernah sama. Aku bingung. Akhirnya aku memutuskan untuk lost contact dengannya berhubung ujian kelulusan sudah selesai dan aku libur. Tidak akan bertemu dengannya. Tapi apa yang harus aku lakukkan sekarang? Menunggunya memberi tau yang tak pasti akan diberi tau atau tidak? Atau mencoba menghubunginya kembali? Aku takut dia terganggu. Atau opsi terakhir. Enyahkan dia dari kepalaku bagaimanapun caranya?

***

~END~

Kalau kalian jadi Eunra kalian akan gimana? Maaf kalo endingnya aku persingkat. Kalo engga bisa panjang bangeeett soalnyaa T.T

Iklan

15 pemikiran pada “Your Happiness is Everything

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s