Your Pride (Chapter 1)

judul ff : Your Pride

nama author   : LGaretha

twitter  : @LGaretha

genre  : Romance, Friendship,

length  : Chapter

main cast  :

  • Kris a.k.a Wufan
  • Li Xiaoqing (OC)
side cast  : EXO M , OC
Rating  : PG +15

 

your pride

Chapter 1

Seorang pria dengan tinggi semampai yang tingginya hampir menyamai tinggi pintu kelas mulai memasuki ruangan dengan baju yang berantakkan dan tak lupa , wajah yang masih mengantuk serta ditambah dengan rambut yang acak-acakan ,  hampir setiap harinya ia datang ke sekolah dengan tampang seperti itu . Baik , sekarang jam sudah menunjukkan pukul 08.00 , itu berarti dia sudah telat satu jam , dan lagi-lagi ia menambah catatan di buku kasus sekolah. Tanpa memberi salam atau berkata apa-apa ia langsung berjalan ke baris paling belakang menuju tempat duduknya . Zheng laoshi hanya bisa menggelengkan kepala sambil melihatnya berjalan menuju kursinya sebelum pada akhirnya mengalihkan kembali pandangannya menuju papan tulis untuk menuliskan rumus-rumus MTK yang sangat sulit itu .

” Wufan , coba kerjakan soal ini di depan kelas sekarang, ” Zheng laoshi menyuruhnya mengerjakan soal yang baru ia tulis tak lama setelah selesai menuliskan rumus-rumus . Pria yang berantakkan yang sering dipanggil Wufan itu mulai berjalan ke depan menuju papan tulis . Ia sama sekali tidak kelihatan panik dan sama sekali tak nampak berusaha menghitung jawaban. segera setelah tangannya menyambar spidol hitam yang ada di meja , ia langsung menuliskan jawaban dari soal itu , padahal , murid-murid yang lain masih kesulitan dalam menghitung jawaban meskipun mereka telah menggunakan kalkulator . “baik , jawabanmu benar , jika hari ini moodmu tidak terlalu buruk silahkan tuliskan cara serta kerjakanlah  dua soal lainnya ,” Zheng laoshi kembali menguji Wufan padahal ia sudah tahu bahwa muridnya yang satu itu pasti mampu menjawab soal apapun yang ia berikan , meskipun sebenarnya ia tak pernah memperhatikan penjelasannya . Wufan yang moodnya memang sedang agak baik pun bersedia menuliskan cara dari jawabannya tadi dan juga mulai mengerjakan 2 soal lainnya yang juga sangat susah bagi murid-murid lain . Ia mengerjakannya dengan santai , ia tidak menghitung hasilnya dengan mencoret-coret di papan tulis ataupun meminjam kalkulator milik salah satu temannya , namun ia langsung menuliskan jawaban yang tepat dan akurat . ” baik , memang sulit dipercaya namun hari ini semua jawabannya benar lagi ,” kata-kata Zheng laoshi ,memang  tak dapat dibilang menghina , namun juga tidak terlihat seperti memuji Wufan .

Semua murid masih terbelalak melihat keterampilannya dalam mengerjakan soal yang sangat sulit itu . Lelaki ini memang sangat berandalan , namun dia mendapat anugerah berupa kejeniusan yang entah ia peroleh darimana . Hampir setiap harinya ia pasti telat ke sekolah , selain itu dia tidak pernah pulang tepat waktu , ia pasti akan pulang lebih cepat , di saat kapanpun yang ia mau . Jika ia bisa bertahan 3 jam saja di sekolah , itu sudah seperti suatu mukjizat . Ia datang sebelum pukul 7 hanya pada hari Selasa di mana ada pelajaran olahraga . Ia datang awal untuk bermain basket sendirian di lapangan . Tak pernah sekalipun terlewatkan olehnya pelajaran olahraga yang merupakan pelajaran terfavorit baginya , dan di hari selasa , ia biasanya selalu pulang jam 8.30 setelah pelajaran olahraga selesai .

Perilakunya benar-benar buruk , namun sampai sekarang ia masih tetap bertahan di sekolah karena prestasi-prestasinya dulu saat masih SD dan SMP . Dulu dia sering memenangkan olimpiade-olimpiade hingga tingkat internasional . Selain itu , ketua yayasan merupakan teman baik dari mendiang ayahnya yang sudah tiada sehingga ia selalu dipertahankan di sekolah meskipun banyak sekali perilaku-perilaku buruk yang telah ia lakukan dan tak jarang mencoreng nama baik sekolah seperti berkelahi dengan murid sekolah lain atau tertangkap sedang ada di klub malam. Selain itu, perilaku buruknya yang ada di dalam lingkungan sekolah juga sudah tidak terhitung banyaknya . Keterlambatan merupakan hal biasa baginya , selalu membolos , lalu datang dan pergi sesuka hati, memarkir kendaraannya secara sembarangan di area parkir khusus guru karena di sana lebih sepi menurutnya, kemudian ia juga berkelahi dengan guru-guru, sesama murid dan juga para senior , dan masih banyak lagi .  Catatan kasus hampir seluruhnya dipenuhi dengan namanya . Tak ada satu pun guru yang berani menghukumnya karena ketua yayasan benar-benar menyayanginya .

‘ ting tong ‘ bel berbunyi , pertanda saatnya istirahat . banyak murid meninggalkan ruangan kelas dan pergi menuju kantin atau sekedar berjalan-jalan di taman sekolah . Wufan mulai beranjak dari kursinya , jika moodnya memang benar-benar agak bagus , ia akan kembali masuk ke kelas setelah istirahat nanti, namun jika moodnya tiba-tiba memburuk , ia akan langsung mengangkat tasnya dan berjalan meninggalkan sekolah dengan mobilnya , dan kira-kira apa yang akan ia lakukan hari ini ? Ia berjalan meninggalkan kelas dengan hanya membawa dompetnya, ini berarti dia belum berniat untuk pulang sekarang . Dia berjalan sendirian menelusuri lorong-lorong untuk pergi menuju kantin .

” telat berapa lama kau hari ini ?,” tanya seseorang yang ada di sampingnya tiba-tiba yang tak ia harapkan kehadirannya . ” satu jam ,” jawabnya singkat . ” tak terlalu buruk , tenanglah aku tidak akan berpidato atau menceramahimu lama-lama hari ini ,aku sudah bosan , aku hanya ingin memintamu untuk sedikit memperbaiki sikapmu , kudengar Zhang laoshi mendapat 12 jahitan , memang belum mengalahkan rekor Mr. Li , tapi 12 jahitan juga pastinya cukup menyakitkan , “ujar pria yang tak lain dan tak bukan adalah Ketua Yayasan . ” aku tak sembarang memukul orang , dia yang duluan mencari gara-gara  denganku, sudahlah, kau sudah sampai di kantormu kan? aku mau pergi , ” Wufan berjalan terus menuju kantin meninggalkan ketua yayasan yang masih berdiri menatapi kepergiannya . ” kontrol emosimu. Hei, minggu ini putraku menikah , datanglah dan ajak teman-temanmu , ” ketua yayasan mulai berteriak pada Wufan yang sudah berjalan agak jauh . ” aku aka datang kalau aku sempat , ” Wufan sama sekali tidak menoleh ke belakang lagi , ia hanya mengangkat tanda tangan kanannya untuk mengisyaratkan bahwa ia mendengar perkataan ketua yayasan itu.

Wufan mengambil sepotong roti coklat yang memang merupakan menu favoritnya dan sebotol air mineral dan mulai melangkah ke kasir untuk membayarnya. Ia hendak berjalan kembali ke kelas , tapi , ada tangan yang menariknya dari kanan . Huang Zitao , atau lebih dikenal sebagai Tao , teman baiknya yang berada di kelas yang berbeda dengannya lah yang menariknya dan memaksanya untuk duduk bersama . ” wooh , akhirnya ketemu juga , udah satu minggu ga ketemu di sekolah , aku kangen padamu Wufan !!, ” Tao  berkata sambil merangkul Wufan . ” di luar juga kita masih ketemu, kan ? , ” jawabnya sambil membuka roti yang tadi baru ia beli . ” kau ini ! makan nasi napa sih , ” Tao mulai menyodorkan sesendok penuh nasi goreng ke mulut Wufan . Ia mengelak namun karena Tao sudah sangat memaksa ia akhirnya memakan nasi goreng itu . ” hao chi ma ? my girlfriend ,” Tao menunjuk-nunjuk kotak makan yang berisi nasi goreng itu , ia ingin menunjukan bahwa itu merupakan buatan pacarnya . Wufan hanya tersenyum melihat temannya yang sedang sangat senang itu . ” Cari pacar dong makanya , ” kata Tao sambil menepuk-nepuk pundak Wufan . ” Kalo aku punya pacar , nanti kau ga bakal kesepian ?? cih , itu jelas-jelas ada catatan dari mamamu , masih berani ngaku-ngaku pacar , ” dengan kata-kata Wufan barusan , beberapa murid diam-diam menertawakan Tao . Tao hanya bisa pasrah bahwa ia belum bisa membohongi Wufan dan ia sedikit menutupi mukanya karena malu . ” eee ,, kau  !! jangan kencang-kencang  , ” ia menatap Wufan tajam dengan setengah bercanda . ” hey – hey , aku belum  kerja PR nih , bantuin dong , heheh , ” Tao menyodorkan buku latihannya dan sebuah pen pada Wufan . ” Bantu aku kerjakan dan seluruh bekalku untukmu, ” ia mulai melakukan trade bodoh. ” Sini-sini PRmu, ” Wufan dengan segera mengerjakan PR temannya itu .

” aku lupa mau bilang makasih , ” ujar Tao yang masih terus menyuapi Wufan yang sibuk mengerjakan PR Inggris dan MTK dengan nasi goreng karena ia takut temannya itu masih lapar karena sepotong roti telah habis  dilahapnya barusan , namun alasan sebenarnya adalah ia takut dimarahi ibunya karena bekalnya tidak habis  . ” what for ?,” tanyanya pada Tao sambil terus memakan semua yang disodorkan Tao . “Makasih udah ngeliburin guru resek itu , ” jawabnya dengan nada serius . “berapa jahitan ?? , ” lanjutnya lagi . ” katanya Pak Tua sih 12 , ” Wufan menjawab pertanyaan Tao dengan senyuman yang sulit diartikan . ” woah , hen bang e , by the way , jam berapa nih nanti malam ?,” Tao menanyakan hal yang sangat rahasia karena ia setengah berbisik agar tidak didengar oleh orang lain . ” 10 , di XYchloe ,” Wufan menjawab dengan suaranya yang biasa dan sontak membuat Tao panik , ” Ssstt.. kecilkan suaramu sobat .” “Takut apa sih , mereka-mereka juga udah sering ke tempat begituan kali ,” jawab Wufan . ” nih , selesai .” Wufan menyodorkan buku Tao karena ia telah menyelesaikan tugas-tugas itu

-ting tong ting tong-

bel telah berbunyi menandakan waktu istirahat telah habis . ” ah untung abis , makasi2 , jago banget sih udah selesai ” Tao mencubit gemas pipi Wufan karena ia sangat senang Wufan telah bersedia membantunya menghabiskan bekalnya dan mengerjakan PRnya. ” Nanti pulang tunggu aku, motorku masuk bengkel , aku ga bawa duit , ” ujar Tao pada Wufan sambil sama-sama berjalan pergi  meninggalkan kantin . ” hah ? emmm, iya iya , ya udah nanti pulang sekolah aku datang jemput , ” jawab Wufan yang nampaknya berniat untuk pulang cepat. ” tunggu sampai nanti aja napa pulangnya , udah , hari ini jadi murid baik aja deh ,” Tao menepuk-nepuk bahunya dan memintanya  untuk tetap stay sampai pulang . ” emm , iya-iya , pelajaran gampang semua sih hari ini,” Wufan nampaknya telah mengubah pikirannya . ” apa sih yg susah buat seorang Wu Yifan , ” dari nada bicaranya, Tao terdengar sangat membanggakan temannya yang memang sangat perfect itu . Wufan memukul kepalanya pelan dan kembali berjalan .  Mereka bercanda sepanjang perjalanan menuju kelas mereka yang memang bersebelahan . ” sampai bertemu nanti jagiya , ” Tao memanggil Wufan dengan sebutan jagiya untuk menggodanya dan itu membuat Wufan terkekeh . para murid cowok menggelengkan kepala terhadap kelakuan Tao itu . ” hei , cepat masuk , nanti si tua itu marah-marah , ” Chen yang merupakan ketua kelas menarik Tao untuk membuatnya berjalan lebih cepat.

– saat pulang sekolah –

” wah , hebat banget hari ini bisa tahan sampai jam segini , mau ke mana nih kita sekarang ?, ” Tao sangat senang karena hari ini temannya pulang di saat yang seharusnya dan tidak bolos seperti biasanya , dan itu karena permintaannya. ” ya anterin kamu pulang lah , ” Wufan menjawab sambil menatap jam tangannya untuk memastikan sudah jam berapa sekarang . ” gak mau pulang , ” Tao langsung menunjukkan wajah memelas dan mencoba untuk terlihat imut di depan sahabatnya itu walaupun dia tau wajahnya itu sangat manly dan sama sekali tidak imut . ” mau ke mana dong ? nanti dicariin mamamu lagi , ” Wufan hanya berkata seadanya karena dia tahu mama Tao pasti akan khawatir jika anaknya tidak pulang ke rumah , tidak seperti dirinya yang bebas melakukan apapun karena memang sudah tak ada satu orangpun yang mengkhawatirkannya sekarang , semenjak kejadian itu terjadi , kejadian yang merenggut nyawa kedua orangtuanya satu setengah tahun yang lalu . ” aku uda kasi tau mama kok tadi , Kris gege , aku ikut yah ,” Tao kembali mengeluarkan tampang sok imutnya lagi dan mulai memanggil Wufan dengan panggilan Kris yang diikuti kata gege seperti yang biasanya dilakukan para adik kelas centil yang suka mengejar Wufan . ” hah , iya terserah , cepat jalan , ” Wufan pun merangkul temannya itu dan menariknya menuju parkiran tempat motornya berada . ” apaan sih ah , kayak orang pacaran aja , ” Tao mengoceh saat dirangkul Wufan namun dia sama sekali tak berusaha melepaskan rangkulan sahabatnya itu .

” hey , PR MTK ku tadi dapat seratus lohhh ,” tao bercerita dengan bangganya pada Wufan yang telah mengerjakan PRnya , ” terus Inggris juga dapat seratus , “lanjutnya lagi . ” iya-iya hebat , ” Wufan memujinya walau sebenarnya dia yang mengerjakan soal-soal itu dan sama sekali tidak menggunakan nada sombong pada temannya itu dan ia bahkan tidak meminta pujian dari sahabatnya itu . tao menceritakan semua yang terjadi pada hari itu dengan sangat ceria  pada sahabatnya sepanjang perjalanan ke tempat parkir.

Dapat dijumpai mereka sebuah mobil berwarna hitam yang terlihat paling keren di bandingkan dengan mobil lainnya di E.X.O international highschool itu. Wufan yang sudah mau memasuki mobilnya mengurungkan niatnya untuk melihat temannya sebentar yang masih berdiam di samping pintu mobil dan tidak bergerak bak sebuah patung manusia . ” apa yang kau lakukan berdiri di sana seperti orang bodoh , apa kau sedang berharap bahwa aku akan berjalan ke sana dan mebukakanmu pintu , Tao Xiaojie , ” Wufan bertanya pada Tao dengan nada yang sedikit terdengar seperti mengejek temannya itu . ” errr, cuma ngeliatin bentar , tapi kok rasanya ada yang beda ya sama mobilmu ?,” tanya Tao sambil memasuki mobil untuk menyusul Wufan yang baru saja memasuki mobil juga . ” Audi A5 lagi masuk bengkel , ya terpaksa deh pake yang civic , ” Wufan mulai menyalakan mesin Honda Civic nya dan mulai pergi meninggalkan area sekolahnya untuk menuju ke apartemennya . ” Dasar orang kaya ,” sindir Tao sambil memukul-mukul pundaknya . ” Apaan sih , kalo nanti udah ga ada uang , palingan ini juga bakal dijual ,” dia menjawab kata-kata Tao sambil masih serius menyetir . ” cih , lagian mana mungkin ga ada uang sih , Selama wajah ini masih mulus dan ganteng begini , mana mungkin sih kekurangan uang , ” Tao mulai mencubit-cubit pipi Wufan. Wufan hanya bisa pasrah wajahnya itu dicubit-cubit.

” hei   , hei , bangunlah Tao Xiaojie , kita sudah sampai ,” Wufan mencoba membangunkan temannya itu setelah selesai memarkirkan mobilnya di basement apartemennya . ” enng ,, gendong , ” Tao mulai membuka matanya secara perlahan dan mengucek-ngucek matanya . Ia dapat melihat bahwa Wufan telah membuka pintu untuk membuatnya bergerak lebih cepat . ” cepat ambil tasmu dan jalan sendiri , ” Wufan menolak permintaan Tao untuk menggendong dirinya , karena , walaupun dia memang tinggi dan kuat , namun Tao juga tak kalah besar darinya dan ia tahu bahwa Tao pasti sangat berat . Tao mengambil tasnya yang ada di kursi belakang dan mulai turun dari mobil dengan wajah yang masih mengantuk . Ia menutup pintu mobil dengan sisa tenaga yang ia miliki . Wufan mengunci mobilnya dan mulai berjalan pergi . Ia hanya bisa geleng-geleng melihat Tao yang berjalan dengan malas-malasan . “Aku tidak akan menolongmu jika nanti kau jatuh , ” Wufan menoleh sebentar pada Tao yang berada di belakangnya dan memperingatkannya seolah-olah berkata ‘berjalanlah dengan benar’  .  Wufan masuk ke dalam lift dengan masih diikuti Tao dan menekan tombol angka delapan karena apartemennya memang berada pada lantai delapan .

Wufan menggesekkan kartu miliknya untuk membuka pintu apartemennya . Tao langsung berlari masuk dan menuju sebuah ruangan berpintu putih yang merupakan kamar dari si pemilik apartemen. Ia menaruh tasnya di lantai , melepaskan sepatu dan kaos kakinya dan melemparnya sembarangan dan kemudian langsung menghempaskan badannya ke ranjang . Wufan menaruh tasnya di atas sofa dan masuk ke kamarnya menyusul Tao yang sudah masuk terlebih dahulu . Ia hanya dapat menarik napas sedalam mungkin dan menghembuskannya setelah melihat keadaan kamarnya yang agak berantakaan akibat ulah temannya . ” Apa kau selelah itu Huang Zhitao ,” Wufan berjalan menuju meja di samping tempat tidurnya dan menyalakan AC untuk mendinginkan suhu badannya . “hoahm , ” ia mulai membaringkan badannya di samping Tao yang sedang tidur dengan posisi tengkurap .

Perlahan-lahan , Tao yang sudah bangun dari tidur panjangnya mulai membuka mata dan melihat ke arah jam yang telah menunjukkan pukul  5 sore . Ia melihat ke sebelah kanannya dan mendapati Wufan yang tidur dengan posisi lurus seperti papan kayu besar . Tao menggoyangkan badan Wufan untuk membangunkannya , ” aku lapar , ayo cepat bangun , ” Tao mulai memukul Wufan dengan kencang agar Wufan bangun lebih cepat karena ia sedang dalam keadaan lapar . Wufan perlahan-lahan membuka matanya . “Apa sih ,cari makan aja di dalam kulkas , ” Wufan mulai mengubah posisinya yang sedari tadi berbaring menjadi posisi duduk . ia mendapati tao yang sedang memasang wajah datar karena Tao tak mengerti cara memasak, mau tak mau ia mulai berdiri dan melangkah ke dapur dengan diikuti oleh Tao di belakangnya . Wufan yang lumayan jago memasak itu membuatkan 2 piring nasi goreng dengan porsi besar untuknya dan Tao . Mereka membersihkan diri dan bermain game untuk melewati waktu hingga angka jarum jam menunjukkan pukul 9.30 malam .

Dan sekaranglah waktunya mereka pergi bersenang-senang. Sesaat sebelum turun dari mobil , Tao merapikan tatanan rambutnya dan pakaian yang sedang ia kenakan yang sebenarnya merupakan pakaian yang ia pinjam dari Wufan . ” Maaf , mana KTP kalian ?, ” tanya salah satu penjaga pintu masuk  klub malam yang sebenarnya sudah sangat mereka kenal . ” Aku hanya bercanda , kalian bisa langsung masuk , Haha , ” sang penjaga kemudian membukakan jalan pada kedua orang lelaki muda yang awalnya kaget karena dimintai KTP . ” hah kau ini , kukira aku akan tak jadi masuk karena aku tak membawa KTPku hari ini , ” ujar Tao sambil mengelus-ngelus dadanya . Wufan hanya tertawa kecil dan masuk ke dalam klub malam itu . Tao berbincang-bincang sebentar dengan para penjaga sambil bercanda , setelah itu ia baru memasuki klub malam itu .

Saking ramainya klub malam itu , semenjak pertama kali ia melangkahkan kakinya ke dalam , ia  sudah kehilangan Wufan yang sudah pergi entah ke mana . ” hey Tao, kau datang sendiri , huh ?, ” seorang lelaki yang ia kenali berjalan mendekatinya . ” Hey Yixing , kau ada di sini juga hari ini . Aku datang dengan Wufan , tapi entah ke mana perginya anak itu , ” jelas tao pada temannya yang ternyata bernama Yixing itu . Yixing merupakan teman sekelasnya yang juga merupakan anak pemilik klub-klub malam di Beijing yang salah satunya adalah klub malam XYchloe .

Tao pun akhirnya berjalan mengikuti Yixing untuk menemui beberapa orang temannya yang lain yang juga sedang berada di klub itu . Sesekali para anak-anak sekolah yang nakal ini menggoda gadis-gadis yang hampir semuanya lebih tua dari mereka ini . Chen , teman sekelas Tao dan Yixing yang sedang ada di sana juga bahkan berani mencolek badan beberapa gadis yang dianggapnya seksi , ia juga tak segan melontarkan pertanyaan yang sebenarnya tidak sopan seperti “berapa tarifmu permalam ?” . Beberapa orang dari gadis penggoda itu meladeni tingkah usil anak yang masih bau kencur itu yang memang sebenarnhya belum benar-benar matang . Sekelompok anak muda ini terus saja bercanda satu sama lain .

Berbeda dengan Tao dan teman-temannya yang lain  yang sedang menghabiskan waktu untuk bercanda dengan sesama teman-teman sekolah, Wufan malah sedang berada di dalam salah satu ruangan VIP klub malam itu yang keadaannya lebih sepi dan disertai dengan perabotan-perabotan mewah seperti sofa , kulkas , TV LCD, dan juga , sebuah king bed dengan seprai berwarna merah muda yang tentunya bukan digunakan untuk tidur biasa  , namun untuk melakukan perbuatan yang dilakukan para lelaki dan wanita kesepian yang datang ke klub untuk mencari hiburan . Wufan memang tidak sendirian di ruangan VIP itu .

Sejak awal ia masuk , ia dapat menjumpai seorang wanita berperawakan kecil yang sudah berusia sekitar 40 tahunan . Ini bukan pertama kalinya ia menemui wanita itu , namun ini sudah yang kesekian kalinya . Wanita itu , memiliki usia yang sama dengan mendiang ibunya . Namun , dia berada di klub malam ini bukan untuk menjadi ibu angkat bagi Wufan , tapi dia memerlukan kasih sayang lebih dari pria manapun tak peduli berapapun usianya , bahkan pria yang usianya sama dengan anaknya . Wanita itu adalah istri dari salah satu pengusaha kaya yang jarang mendapat perhatian suaminya yang memang begitu sibuk. Bagaimana affair ini mulai terjadi ?

*flashback*

Seperti biasanya , seorang pria muda yang baru ditinggal orang tuanya setahun yang lalu memasuki sebuah klub malam yang telah mulai ia kunjungi sejak dua bulan yang lalu untuk membantunya membuang semua keluh  kesahnya dan kesedihannya . Ia pergi duduk dan memesan minuman cocktail seperti biasanya . Selang beberapa kedatangannya , datang seorang wanita yang terlihat berusia sekitar 40 tahunan . Wanita itu berpenampilan seperti orang berada , parasnya cantik meski usianya sudah kepala empat , badannya juga kecil . Melihat penampilan wanita itu , entah mengapa ia jadi teringat pada mamanya yang sangat ia cintai yang sudah tidak ada sekarang . Wanita itu berjalan ke tempat duduk yang berada di sampingnya . Terpancar senyum kecil di wajah wanita itu . Ia memulai pembicaraan terlebih dahulu , ” siapa namamu pria manis ?,” tanya wanita itu sebelum ia memanggil bartender dan memesan minuman . ” aku Wu Yifan , ” Wufan memberitahukan nama panjangnya pada wanita itu .

” apa kau punya banyak waktu untuk menemaniku ? aku , aku sangat kesepian ,” wanita itu mulai meneguk minuman yang sebelumnya  telah diminum Wufan , mungkin karena dia sudah terlalu haus dan minumannya belum kunjung datang . ” tenanglah , aku bukan orang jahat . Aku punya imbalan untukmu nak , jika kau bersedia menemaniku , aku bersedia membayar uang ganti rugi atas waktu yang telah kau habiskan denganku , ” wanita itu kembali mencoba meyakinkan Wufan . Entah apa yangh ada di benaknya saat itu, ia menyetujui permintaan wanita yang kesepian itu , mungkin karena ia memang menganggap wanita itu seperti ibunya sendiri . Ia merasa itu bukanlah hal yang begitu buruk , karena mereka berdua memang sama-sama kesepian . Semenjak saat itu , ia mulai sering meluangkan waktunya dengan wanita itu . Mulai dari menemaninya makan , belanja , dan lainnya . Wanita itu juga menepati janjinya untuk memberikannya uang , meski Wufan bukanlah orang yang melarat sebetulnya . Mereka menjalani hubungan yang sulit diartikan ini hingga saat ini .

*end of flashback*

Tersirat sebuah senyuman di wajah wanita itu saat menjumpai orang yang ia tunggu datang . ” kau sudah datang rupanya ,” ujarnya sambil berjalan mendekati Wufan dan menarik tangannya untuk membuatnya  duduk bersama dengannya di sofa . tante itu  menuangkan whiskey ke dalam dua buah gelas , satu untuknya , dan satu lagi untuk Wufan . Wufan meneguk minuman yang ada di hadapannya itu . ” Bagaimana kabarmu , ” tanya wanita itu dengan tatapan hangat seperti seorang ibu . ” tidak buruk , ” Wufan menjawab dengan nada biasa ia berbicara yang memang bisa diartikan dingin , tapi nampaknya wanita itu sudah terbiasa . ” ini , ” wanita itu menyodorkan sebuah amplop putih yang terlihat terisi penuh pada Wufan . ” terimakasih , ” Wufan mengambil amplop itu dari tangannya . Amplop itu berisi ‘uang jajan’ Wufan .  Inilah yang dimaksud Tao dengan ‘ selama masih memiliki wajah mulus dan ganteng ‘.  ” Hari ini suamiku pulang awal , aku tak dapat menemanimu lebih lama . tetaplah di sini jika kau mau , ” ujar wanita  itu sambil beranjak pergi , tetapi sebelumnya ia mengecup kilat pipi Wufan.

‘krek’ terdengar suara pintu yang menandakan bahwa wanita itu telah benar-benar pergi dari ruangan itu . Ia membuka sebotol bir dan meneguknya hingga habis , sedikit dari bir yang ia minum menetes turun dari bibirnya dan mengalir  ke bajunya yang membuat bajunya itu agak basah . ia kembali membuka sebotol bir adan meneguknya sendiri hingga sisa setengah namun ia langsung menaruh bir itu di atas meja karena ia sudah tak kuat mengahabiskan bir itu nampaknya

Ia hendak pergi ke ranjang yang ada di ruangan itu dan beristirahat sebentar , namun , tiba-tiba handphonenye  berbunyi . layar handphonenya menunjukkan nama ” Kungfu Panda ” yang menandakan bahwa itu merupakan panggilan dari temannya Tao yang mempelajari wushu . ” wei , ada apa ? ” ” razia ? cih apa-apaan mereka , mengganggu saja . ” ” iya-iya aku akan berhati-hati . ” ” pintu belakang ? apa seberbahaya itu kah keadaannya ?” ” hao ba hao ba , jaga dirimu sendiri ” . Wufan menutup handphone samsung galaxy Y nya dan memasukkannya ke kocek celana . Ia mulai beranjak dari tempat itu dan meninggalkan vip room yang nyaman itu dan menuju pintu belakang untuk pulang sendirian karena Tao yang entah sedang berada di mana dan mungkin telah pergi dengan Yixing , Chen, dan juga Xiumin .

Wufan berusaha untuk menyeimbangkan badannya , namun memang agak sulit karena sedari tadi pandangannya agak kabur , mungkin karena efek meminum bir tadi . Meski pandangannya sedikit kabur , ia dapat melihat bahwa ada beberapa aparat yang sedang mengamankan para orang-orang di sana dan mengecek apa mereka memakai narkoba dan jika mereka membawa KTP . Wufan yang telah diperingatkan Tao tadi sudah bersiap-siap untuk berlari dari kerumunan keramaian , tapi nampaknya kakinya sudah tak dapat menahan berat badannya dan ia pun hampir ambruk . Pandangannya juga semakin kabur , ia sama sekali tak ingin tertangkap lagi dan masuk ke penjara karena ia tahu dia akan menunggu lama hingga  ketua yayasan pergi mengeluarkannya. Ia berusaha dengan keras agar tetap berjalan dengan memegang apapun yang ada di sampingnya untuk membantunya menjaga keseimbangannya .

Terlihat ada dua orang pria bertubuh besar yang datang kearahnya tanpa menggunakan seragam aparat , dia tidak tahu apakah mereka adalah aparat yang sedang menyamar atau pun orang-orang yang salah mengenalinya . Kedua pria itu membantunya berjalan dan membawanya pergi dari klub malam . Ia telah benar-benar kehilangan kesadarannya dan sudah benar-benar tak tahu apa yang terjadi padanya kemudian .

Cahaya matahari menyelinap masuk dari celah kecil yang tidak benar-benar tertutup gorden . Cahaya yang masuk itu berhasil  mengenai wajah seorang pemuda tampan yang masih terlelap dalam tidurnya yang nyenyak dan membuatnya tampak semakin tampan  . perlahan matanya terbuka dan ia mencoba menyesuaikan matanya dengan kapasitas cahaya yang ada. Ia mencoba melihat ke sekelilingnya , dan dengan segera ia mengetahui bahwa ini bukan kamarnya . Dia sedang berada di suatu tempat yang tak pernah ia datangi sebelumnya . Kamar  ini memiliki wallpaper berwarna kuning yang memberikan kesan hangat , selain itu terdapat beberapa lukisan serta ada pula sofa yang membuat kamar yang besar ini terkesan mewah dan berkelas . Ia mencoba merogoh koceknya namun ia tak dapat menemukan hapenya , selain itu pakaiannya sudah bukan pakaian yang ia gunakan semalam .

Ia dapat mengingat dengan jelas bahwa ia menggunakan baju biru kemarin , dan sekarang ia sedang menggunakan piyama berwarna putih polos . Ia pun mencoba melihat ke seluruh ruangan untuk mencari di mana hapenya berada . Pandangannya tiba-tiba tertuju pada jam yang tergantung di dinding . jam telah menunjukkan pukul 7.30 pagi . Seperti biasa dia pasti akan telat , namun hari ini mungkin dia malah tidak bisa pergi ke sekolah . Ia tidak tahu di mana keberadaanya sekarang . Dapat terlihat jelas raut kekesalan di wajahnya , dia memang bukan tipe orang yang gampang panik , namun dia kesal jika hapenya benar-benar hilang diambil oleh orang lain .

Wufan berjalan menuju kasur yang ia tiduri semalam dan mulai mengacak-ngacaknya untuk berusaha menemukan benda kecil yang sangat ia perlukan sekarang untuk menghubungi seseorang yang pastinya adalah Tao . ‘klek’ pintu kamar yang ia tempati terbuka , ia pun menolehkan kepalanya ke arah belakang di mana pintu itu berada . Seorang gadis cantik yang memakai seragam sekolah yang sama dengan seragam sekolahnya lah yang membuka pintu dan masuk . ” apa ini yang sedang kau cari ?” , gadis itu menunjukkan sebuah benda yang memang sedang dicari Wufan sedari tadi . ” Hapeku , ” Wufan seketika langsung mengenali hapenya yang sedang berada di tangan gadis itu . Wufan mulai berjalan mendekati gadis itu dan berniat mengambil hapenya kembali , tapi ia tak berhasil , gadis itu memindahkan tangannya ke belakang tubuhnya dan membuat Wufan gagal mengambil hapenya .

” Apa kau sama sekali tak punya sopan santun untuk sekedar berterimakasih karena telah kutolong semalam ?,” gadis itu berbicara dengan sedikit cuek dan agak dingin . Wufan tertawa kecil ” apa kau kira mengambil barang pribadi seseorang tanpa izin juga merupakan hal yang menunjukkan bahwa kau orang yang punya sopan santun , nona? ,” Wufan mengembalikkan kata-kata dari gadis itu dan memanggilnya nona untuk sekedar mengejeknya. ” apa kau kira hape yang berisi sms dengan tante-tantemu dan teman pandamu sangat berarti untukku hah , WU YIFAN ? bukan kah kau juga merupakan seseorang yang suka mengambil barang milik orang lain seenaknya , apa kau tidak ingat , atau hanya sekedar pura-pura hilang ingatan ?,” gadis ini berbicara dengan wajah datar yang sedikit menunjukkan kesan sombong ,ia juga memanggil Wufan dengan nama lengkapnya yang sontak membuat Wufan kaget karena dari cara bicara gadis itu pun menunjukkan bahwa dia benar-benar mengenal Wufan . Hal ini semakin membuat Wufan bingung mengenai siapa gadis yang berperawakan tinggi  yang ada di hadapannya saat ini , apakah dia benar-benar mengenal gadis ini ?

8 pemikiran pada “Your Pride (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s